Anda di halaman 1dari 23

Presentasi Kasus Kecil

SEORANG WANITA 60 TAHUN DENGAN CHF NYHA IV, DKD V HD


RUTIN, HIPERTENSI STAGE II, DM TIPE II NON OBESE GULA
DARAH TERKONTROL BAIK, ANEMIA NORMOSITIK
NORMOKROMIK E.C PENYAKIT GINJAL KRONIK, DAN
HIPERKALEMI SEDANG

Oleh:
Alivio Bagaskara G99181007
Banatidika Ikrarida G99181013
Dhea Qiasita G99181019
Fahrieza M. G99181027
Farhah Millata H. G99181029

Residen Pembimbing

dr. Yoga dr. Aryo Suseno, Sp.PD., M.Kes.

KEPANITERAAN KLINIK SMF ILMU PENYAKIT DALAM


FAKULTAS KEDOKTERAN UNS/RSUD DR MOEWARDI
SURAKARTA
2018
HALAMAN PENGESAHAN

Laporan Kasus Kecil Ilmu Penyakit Dalam dengan judul:

SEORANG WANITA 60 TAHUN DENGAN CHF NYHA IV, DKD V HD


RUTIN, HIPERTENSI STAGE II, DM TIPE II NON OBESE GULA
DARAH TERKONTROL BAIK, ANEMIA NORMOSITIK
NORMOKROMIK E.C PENYAKIT GINJAL KRONIK, DAN
HIPERKALEMI SEDANG

Oleh:
Alivio Bagaskara G99181007
Banatidika Ikrarida G99181013
Dhea Qiasita G99181019
Fahrieza M. G99181027
Farhah Millata H. G99181029

Telah disetujui untuk dipresentasikan pada tanggal:

dr. Aryo Suseno, Sp.PD., M.Kes.


STATUS PENDERITA

I. ANAMNESIS
A. Identitas Penderita
Nama : Ny. S
Umur : 60 tahun
Jenis kelamin : Wanita
Agama : Islam
Alamat : Polokarto, Sukoharjo
No. RM : 01408***
Pekerjaan : Ibu rumah tangga
Suku : Jawa
Status : Sudah menikah
Tanggal masuk RS : 3 September 2018
Tanggal pemeriksaan : 6 September 2018

B. Data Dasar
Autoanamnesis, alloanamnesis dan pemeriksaan fisik dilakukan di bangsal
Flamboyan 8 Kamar 812 A RS DR. Moewardi

Keluhan Utama
Sesak napas sejak 1 hari SMRS

Riwayat Penyakit Sekarang


Pasien datang ke Instalasi Gawat Darurat RS Dr. Moewardi dengan
keluhan sesak napas sejak 1 hari SMRS. Keluhan dirasakan makin lama
semakin memberat terutama saat aktivitas dan sedikit berkurang saat istirahat.
Pasien sering mengeluhkan sesak pada malam hari dan mengaku sering
terbangun pada malam hari karena sesak. Sesak dirasakan makin memberat
setelah berjalan kurang lebih 10 meter dan saat tidur telentang. Pasien merasa
lebih nyaman tidur dengan 3 bantal. Pasien juga mengeluhkan bangkak pada
kedua tangan dan kaki sejak 1 minggu SMRS yang semakin lama semakin
membesar.
Pasien juga mengeluhkan seluruh tubuh yang terasa lemas. Lemas
dirasakan sejak 2 hari SMRS. Lemas tidak membaik dengan pemberian
makanan dan istirahat. Mual dan muntah diakui sejak 2 hari SMRS dengan
frekuensi muntah kurang lebih ½ gelas belimbing dengan konsistensi cair atau
seperti yang baru dimakan. Selain itu pasien juga mengalami gatal di seluruh
badan sejak 1 minggu SMRS, gatal disertai luka bekas garukan berwarna hitam
di seluruh badan terutama di kaki dan bagian perut. Sudah diberi bedak gatal
namun gatal tidak berkurang.
BAK pasien sedikit kurang lebih ½ gelas tiap kencing dengan frekuensi 1
hingga 2 kali sehari, keluhan lain seperti BAK panas, anyang-anyangan, BAK
berpasir, BAK seperti teh, BAK berdarah disangkal. BAB tidak ada keluhan,
frekuensi 1x sehari warna kuning. BAB hitam (-), BAB seperti petis (-), BAB
dempul (-), BAB merah (-). Pasien memiliki riwayat penyakit gula dan sakit
darah tinggi sejak 10 tahun yang lalu dengan pengobatan rutin. Riwayat
kebiasaan minum minuman berenergi, bersoda, alkohol, dan konsumsi rokok
disangkal.
Pasien mempunyai riwayat penyakit ginjal dan menjalani cuci darah rutin
di RSDM sejak 6 bulan yang lalu, yang rutin dilakukan setiap hari rabu. Jika
setelah cuci darah pasien merasa sesak membaik dan dapat beraktivitas seperti
biasa. Pasien menyangkal adanya riwayat penyakit jantung dan penyakit asma
sebelumnya.

Riwayat Penyakit Dahulu


Riwayat operasi Disangkal
Riwayat mondok Disangkal
Riwayat keluhan serupa Disangkal

Riwayat Penyakit Keluarga


Penyakit Keterangan
Riwayat diabetes Tidak tahu
Riwayat hipertensi Tidak tahu
Riwayat sakit jantung Tidak tahu
Riwayat sakit ginjal Tidak tahu
Pohon keluarga pasien:

60
thn

: Perempuan
: Pasien
: Laki-laki

Riwayat kebiasaan
Pola makan Pasien makan 3 kali sehari dengan nasi, lauk
pauk, dan sayur.
Merokok Disangkal
Alkohol Disangkal
Olahraga Disangkal
Konsumsi minuman energi Disangkal

Riwayat sosial ekonomi


Pasien adalah seorang ibu rumah tangga. Pasien tinggal serumah dengan
suami dan anaknya. Pasien berobat menggunakan fasilitas BPJS kelas III.

II. PEMERIKSAAN FISIK


Pemeriksaan fisik dilakukan tanggal 6 September 2018 dengan hasil sebagai
berikut:
1. Keadaan Umum
Tampak sesak, kesan sakit sedang, compos mentis, GCS E4V5M6, kesan
gizi cukup.
2. Tanda Vital
a. Tekanan Darah : 160/90 mmHg
b. Nadi : 90 kali/menit
c. Frekuensi nafas : 28 kali/menit
d. Suhu : 36.0 0C

3. Status Gizi
a. Berat Badan : 50 kg
b. Tinggi Badan : 150 cm
c. IMT : 22.22 kg/m2
d. Kesan : Normoweight
4. Kulit : Kulit berwarna sawo matang, turgor menurun (-),
hiperpigmentasi bekas garukan gatal (+), kering (-),
teleangiektasis (-), petechie (-), ikterik (-), ekimosis (-),
papul (-)
5. Kepala : Bentuk mesocephal, rambut warna hitam, mudah rontok (-),
luka (-), atrofi m. Temporalis (-)
6. Mata : Mata cekung (-/-), konjungtiva pucat (+/+), sklera ikterik
(-/-), perdarahan subkonjugtiva (-/-), pupil isokor dengan
diameter (3 mm/3 mm), reflek cahaya (+/+), edema palpebra
(-/-), strabismus (-/-), katarak (-/-)
7. Telinga : Sekret (-), darah (-), nyeri tekan mastoid (-), nyeri tekan
tragus (-), chvostek sign (-)
8. Hidung : Nafas cuping hidung (-), sekret (-), epistaksis (-)
9. Mulut : Bibir pucat (-), mukosa kering (-), sianosis (-), gusi berdarah
(-), papil lidah atrofi (-), oral thrush (-), karies gigi (-)
10. Leher : JVP R+5 cm, trakea ditengah, simetris, pembesaran kelenjar
tiroid (-), pembesaran kelenjar getah bening leher (-),
distensi vena-vena leher (-)
11. Thorax : Bentuk normochest, simetris, pengembangan dada kanan =
kiri, retraksi intercostal (-), pernafasan abdominothorakal,
sela iga melebar (-), pembesaran kelenjar getah bening
axilla (-/-)
12 Jantung :
a. Inspeksi : Ictus kordis tidak tampak
b. Palpasi : Ictus kordis tidak kuat angkat, teraba di SIC V linea
mid clavicula sinistra 2 cm ke medial
c. Perkusi :
Batas Jantung
Kanan atas : SIC II linea sternalis dextra
Kanan bawah : SIC IV linea parasternalis dekstra
Kiri atas : SIC II linea sternalis sinistra
Kiri bawah : SIC VI linea mid clavicula sinistra 1 cm ke
lateral
Kesan : Ukuran jantung kesan melebar ke caudolateral
d. Auskultasi : Bunyi jantung I-II murni, intensitas normal,
reguler, gallop (-), murmur (-).
13. Pulmo :
a Depan
Inspeksi
1. Statis : Normochest, simetris, sela iga tidak melebar, iga
tidak mendatar
2. Dinamis : Pengembangan dada simetris kanan = kiri, sela iga
tidak melebar, retraksi intercostal (-)
Palpasi
1. Statis : Simetris
2. Dinamis : Pergerakan dinding dada kanan = kiri, fremitus
raba kanan = kiri, nyeri tekan (-)
Perkusi
1. Kanan : Sonor, redup pada batas relatif paru-hepar pada SIC
VI linea medioclavicularis dextra
2. Kiri : Sonor, sesuai batas paru jantung pada SIC VI linea
medioclavicularis sinistra
Auskultasi
1. Kanan : Suara dasar vesikuler, suara tambahan: wheezing (-
), ronkhi basah kasar (-), ronkhi basah halus (+)
di basal paru, krepitasi (-)
2. Kiri : Suara dasar vesikuler, suara tambahan: wheezing (-
), ronkhi basah kasar (-), ronkhi basah halus (+)
di basal paru, krepitasi (-)
a Belakang
Inspeksi
1. Statis : Normochest, simetris, sela iga tidak melebar, iga
tidak mendatar
2. Dinamis : Pengembangan dada simetris kanan = kiri, sela iga
tidak melebar, retraksi intercostal (-)
Palpasi
1. Statis : Simetris
2. Dinamis : Pergerakan dinding dada kanan = kiri, fremitus
raba kanan = kiri, nyeri tekan (-)
Perkusi
1. Kanan : Sonor
2. Kiri : Sonor
3. Peranjakan diafragma 5 cm
Auskultasi
1. Kanan : Suara dasar vesikuler, suara tambahan: wheezing (-
), ronkhi basah kasar (-), ronkhi basah halus (+)
di basal paru, krepitasi (-)
2. Kiri : Suara dasar vesikuler, suara tambahan: wheezing (-
), ronkhi basah kasar (-), ronkhi basah halus (+)
di basal paru, krepitasi (-)
14. Abdomen :
a. Inspeksi : Dinding perut sejajar dengan dinding thorak,
venektasi (-), sikatrik (-), striae (-), caput medusae
(-), ikterik (-), papul (-)
b. Auskultasi : Bising usus (+) 10 x / menit, bruit hepar (-)
c. Perkusi : Timpani, pekak alih (-), undulasi (-)
d. Palpasi : supel, hepar dan lien tidak teraba, nyeri tekan
epigastrium (+)
15. Ekstremitas : Akral Dingin Oedem
- - + +
- - + +
Superior Ka/Ki : Oedem (+/+), sianosis (-/-), pucat (-/-), akral dingin
(-/-), ikterik (-/-), luka (-/-), kuku pucat (-/-), spoon
nail (-/-), clubing finger (-/-), flat nail (-/-), nyeri
tekan dan nyeri gerak (-/-), deformitas (-/-)
Inferior Ka/Ki : Oedem (+/+), sianosis (-/-), pucat (-/-), akral
dingin(-/-), ikterik (-/-), luka (-/-), kuku pucat (-/-),
spoon nail (-/-), clubing finger (-/-), flat nail (-/-),
nyeri (-/-), deformitas (-/-)
III. PEMERIKSAAN PENUNJANG
A. Hasil Pemeriksaan Foto Thorax PA (3 September 2018) di RS Dr.
Moewardi

Kesan:
Cor: Batas kiri jantung tertutup perselubungan
Paru: Tak tampak infiltrat di kedua lapang paru
Tampak perihiler haziness di kedua lapang paru
Sinus costophrenicus kanan tajam, kiri tertutup perselubungan
Hemidiaphragma kanan normal, kiri tertutup perselubungan
Trakhea di tengah
Sistema tulang baik
Tampak terpasang HD cath dari sisi kanan dengan tip terproyeksi corpus VTh
8 sisi kanan
Kesimpulan:
1. Oedem pulmo
2. Efusi pleura kiri
3. Terpasang HD cath dari sisi kanan dengan tip terproyeksi corpus
VTh 8 sisi kanan
4. Cor tak valid dinilai
B. Hasil Laboratorium Darah (3 September 2018) di RS Dr. Moewardi

Pemeriksaan Hasil Satuan Rujukan


Hematologi Rutin
Hemoglobin 9.0 g/dL 12.0-15.6
Hematokrit 24 % 33 – 45
Leukosit 8.0 ribu/µl 4,5 – 11.0
Trombosit 280 ribu/µl 150 – 450
Eritrosit 2.67 juta/µl 4.10 – 5.10
Indeks Eritrosit
MCV 88.2 /um 80.0 – 96.0
MCH 33.7 Pg 28.0 – 33.0
MCHC 38.3 g/dl 33.0 – 36.0
RDW 12.9 % 11.6 – 14.6
MPV 7.3 Fl 7.2 – 11.1
Hitung Jenis
Eosinofil 4.00 % 0.00-4.00
Basofil 0.20 % 0.00-2.00
Netrofil 71.20 % 55.00-80.00
Limfosit 20.20 % 22.00-44.00
Monosit 4.60 % 0.00-7.00
Golongan Darah AB
Kimia Klinik
Gula darah 83 mg/dl 60 – 140
sewaktu
SGOT 26 u/l <31
SGPT 14 u/l <34
Albumin 3.4 g/dl 3.5 – 5.2
Kreatinin 12.8 mg/dl 0.6 – 1.1
Ureum 141 mg/dl < 50
Elektrolit
Natrium darah 136 mmol/L 136 –145
Kalium darah 6.7 mmol/L 3.3 –5.1
Kalsium Ion 1.27 mmol/L 1.17 – 1.29
Serologi
HbsAg Rapid Nonreactive
C. Hasil Pemeriksaan EKG (3 September 2018) di RS Dr. Moewardi

Kesimpulan :
Sinus Takikardi, HR 109x/menit, normoaksis, Left Ventrikel
Hiperthrophy, Tall T

D. Hasil Pemeriksaan Urin Rutin (4 September 2018) di RS Dr. Moewardi

Pemeriksaan Hasil Satuan Rujukan


Makroskopis
Warna Yellow
Kejernihan Cloudy
Kimia Urin
Berat jenis 1.012 1.015 – 1.025
Ph 8.0 4.5 – 8.0
Leukosit Negatif /ul Negatif
Nitrit Negatif Negatif
Protein 1000 mg/dl Negatif
Glukosa Normal mg/dl Normal
Keton Negatif mg/dl Negatif
Urobilinogen Normal mg/dl Normal
Bilirubin Negatif mg/dl Negatif
Eritrosit 0.06 mg/dl Negatif
Mikroskopis
Leukosit 4.6 /LPB 0 – 12
Epitel
Epitel squamous 10 – 15 /LPB Negatif
Epitel transisional - /LPB Negatif
Epitel bulat - /LPB Negatif
Silinder
Hyaline 0 /LPK 0–3
Granulated 0–1 /LPK Negatif
Leukosit - /LPK Negatif
Yeast like cell 0.0 /uL 0
Small round cell 11.00 /uL 0
Sperma 0.0 /uL 0
Konduktivitas 11.7 mS/cm 3.0 – 32.0
Lain-lain Eritrosit 1-2/LPB; Leukosit 4-6/LPB; Bakteri
(+); Benang mukus (+)

IV. RESUME

1. Keluhan utama:
Sesak sejak 1 hari SMRS
2. Anamnesis:
Riwayat Penyakit Sekarang
 Munculnya keluhan sesak napas sejak 1 hari SMRS yang semakin
memberat saat aktivitas. Saat tidur telentang pasien juga merasakan sedikit
sesak. Keluhan muncul pada malam hari dan membuat pasien terbangun
pada malam hari. Pasien tidur dengan 3 bantal.
 Keluhan badan lemas sejak 2 hari SMRS yang tidak berkurang dengan
makan dan istirahat
 Mual dan muntah diakui sejak 2 hari SMRS dengan frekuensi muntah
kurang lebih ½ gelas belimbing dengan konsistensi cair
 Gatal pada seluruh tubuh yang dirasakan muncul sejak 1 minggu RS.
 BAK 1-2x sehari, ½ gelas, warna pekat disangkal.
 Riwayat diabetes dan hipertensi sejak 10 tahun yang lalu
 Riwayat cuci darah rutin di RSDM sejak 6 bulan yang lalu.
Riwayat Penyakit Dahulu
Disangkal
Riwayat Penyakit Keluarga
Tidak terdapat anggota keluarga yang menderita penyakit serupa
Riwayat Sosial Ekonomi
Pasien merupakan ibu rumah tangga dan menggunakan BPJS untuk
pengobatan
3. Pemeriksaan fisik:
 KU: tampak sesak, kesan sakit sedang, compos mentis, GCS E4/V5/M6,
kesan gizi cukup.
 Vital sign:
- Terdapat tekanan darah tinggi (TD: 160/90 mmHg, N :90 x/menit,
RR :28 x/menit, suhu 36,00C)
 Kepala: atrofi muskulus temporalis (+)
 Mata: konjungtiva pucat (+/+)
 Perkusi jantung: kesan melebar ke caudolateral
 Auskultasi paru: Ronkhi Basah Halus (+/+) di basal paru
 Abdomen: nyeri tekan epigastrium (+)
 Ekstremitas atas: Oedem
 Ekstremitas bawah: Oedem
 Kulit : terdapat hiperpigmentasi bekas garukan
4. Pemeriksaan penunjang:
a. Foto Thoraks PA:
Oedem pulmo, efusi pleura kiri, terpasang HD cath dari sisi kanan
b. Laboratorium:
Darah Rutin: Hemoglobin 9.0(↓), Hematokrit 24(↓), Eritrosit 2.67 (↓)
Indeks eritrosit: MCH 33.7(↑), MCHC 38.3 (↑)
Hitung jenis: Limfosit 20.20(↓)
Kimia Klinik: Albumin 3.4 (↓), Kreatinin 12.8(↑), Ureum 141(↑)
Elektrolit: Kalium darah 6.7(↑)
c. EKG :
Sinus Takikardi, HR 110x/menit, Left Ventrikel Hiperthrophy, Tall T
d. Urin Rutin:
Kimia Urin: Berat Jenis 1012(↓), Protein 1000, Eritrosit 0,06.
Mikroskopis: Eritrosit 0.06(↑)
Epitel: Squamous 10-15
Silinder: Granulated 0-1, Small Round Cell 11.0

V. DIAGNOSIS ATAU PROBLEM


1. CHF NYHA IV a/ LVH e/HHD , cardiomiopaty DM
2. DKD Stage V HD rutin Rabu
3. HT stage II
4. DM tipe II non obese dengan gula darah terkontrol baik
5. Anemia normositik normokromik e.c penyakit ginjal kronik
6. Hiperkalemia sedang
RENCANA AWAL

Pengkajian Rencana Awal Rencana


No Diagnosis Rencana Terapi Rencana Edukasi
(Assesment) diagnosis Monitoring

1. CHF NYHA IV Anamnesis:  Echocardiogr  Bed rest tidak total Penjelasan kepada  Vital Sign/12 jam
a/ LVH e/HHD, Pasien datang dengan afi setengah duduk pasien tentang  Balance
cardiomiopati keluhan sesak napas  O2 3 lpm NK kemungkinan Cairan/24 jam.
DM sejak 1 hari SMRS.  Inf D5% 16 tpm mikro penyebab pada Target BC (-)
Keluhan dirasakan  Inj Furosemid 20 mg/8 penyakit pasien,
makin lama semakin jam perjalanan penyakit
memberat terutama rencana pemeriksaan
saat aktivitas dan dan terapi, serta
sedikit berkurang saat komplikasi.
istirahat. Pasien sering
mengeluhkan sesak
pada malam hari.
Pasien juga mengaku
sering terbangun pada
malam hari karena
sesak. Sesak dirasakan
makin memberat
setelah berjalan kurang
lebih 10 meter dan saat
tidur telentang.
Keluhan berdebar-
debar juga kadang
dirasakan oleh pasien.
Pasien merasa lebih
nyaman tidur dengan 2
bantal.

Pemeriksaan fisik:
TD: 160/90 mmHg
RR: 28 x/menit
Leher: JVP R+5
Perkusi jantung:
Kesan melebar ke
caudolateral
Auskultasi paru:
Ronkhi Basah Halus
(+/+)
Ekstremitas Superior:
Edema (+/+)
Ekstremitas Inferior:
Edema (+/+)

Pemeriksaan
penunjang:
Foto Thoraks PA:
Oedem pulmo, efusi
pleura kiri, terpasang
HD cath dari sisi
kanan
EKG :
Sinus Takikardi, HR
109x/menit,
normoaxis, Left
Ventrikel
Hiperthrophy, Tall T
DKD Stage V Anamnesis:  Urin Rutin  Diet ginjal 1700kkal, Penjelasan kepada  Vital Sign/4 jam
HD rutin setiap Pasien menderita  AGD RP 60gr/hr, RG 5gr/hr pasien tentang  Balance
rabu dengan diabetes mellitus type  Inf EAS primer 1 kemungkinan Cairan/24 jam
oedem pulmo II dengan gula darah fl/24jam penyebab pada  Cek Darah Rutin,
terkontrol. BAK pasien  Inj furosemide penyakit pasien, Ur, Cr post HD
sedikit kurang lebih ½ 20mg/8jam perjalanan penyakit
2
gelas tiap kencing  Inj fluimucil rencana pemeriksaan
dengan frekuensi 1 600ug/24jam dan terapi, serta
hingga 2 kali sehari, komplikasi.
warna pekat disangkal.
Pasien menjalani cuci
darah rutin di RSDM
sejak 6 bulan yang
lalu. Jika setelah cuci
darah pasien merasa
sesak membaik dan
dapat beraktivitas
seperti biasa.

Pemeriksaan fisik:
TD: 160/90 mmHg
Mata: konjungtiva
pucat (+/+)
Ekstremitas Superior:
Edema (+/+)
Ekstremitas Inferior:
Edema (+/+)

Pemeriksaan
penunjang:
Darah Rutin:
Hemoglobin 9.0(↓),
Hematokrit 24(↓),
Eritrosit 2.67 (↓)
Indeks eritrosit: MCH
33.7(↑), MCHC 38.3
(↑)
Hitung jenis: Limfosit
20.20(↓)
Kimia Klinik:
Albumin 3.4 (↓),
Kreatinin 12.8(↑),
Ureum 141(↑)
Elektrolit: Kalium
darah 6.7(↑)

Anamnesis: Penjelasan kepada


Riwayat HT sejak 10 pasien tentang
tahun yang lalu, rutin kemungkinan
kontrol. Disertai  Candesartan
penyebab pada
HT emergency
riwayat sakit ginjal dan  Tekanan 16mg/24jam  Vital Sign/12 jam
penyakit pasien,
3 perbaikan ->
rutin HD sejak 6 bulan Darah  Clonidine 0.15mg/12
HT stage II perjalanan penyakit
yang lalu jam
rencana pemeriksaan
dan terapi, serta
Pemeriksaan fisik: komplikasi.
-
Pemeriksaan
penunjang:
Tekanan darah :
160/90mmHg
Penjelasan kepada
Anamnesis: pasien mengenai
Riwayat DM sejak 10 penyakit, perjalanan
tahun yang lalu, rutin penyakit, rencana  GDS 22/05
kontrol terapi serta komplikasi  Monitor:
DM tipe 2 non yang berkaitan dengan metabolic control,
obese dengan  GDP  Diet DM 1500 kkal DM ( KAD, HHS, wound control,
4 Pemeriksaan fisik:
gula darah  GD2PP Nefropati DM, infection control,
-
terkontrol baik cardiomiopathy DM). vascular control,
Pemeriksaan Rencana terapi yang elektrolite control
penunjang: diberikan meliputi diet
GDS: 83 serta obat yang
digunakan

Anemia Anamnesis:  Gambaran  Eritropoietin 100-150 Penjelasan kepada  Cek Darah Rutin
Normositik Pasien juga Darah Tepi IU/kg/minggu pasien tentang
normokromik mengeluhkan badan  Hitung kemungkinan
5 e.c
yang terasa lemas. Retikulosit penyebab pada
penyakit ginjal
kronis dd Lemas dirasakan sejak  TIBC penyakit pasien,
perdarahan 2 hari SMRS. Lemas  Ferritin perjalanan penyakit,
tidak berkurang  SI rencana pemeriksaan
dengan pemberian  Transferin dan terapi, serta
makanan dan istirahat. komplikasi.

Pemeriksaan fisik:
Mata:
konjungtiva pucat
(+/+)

Pemeriksaan
penunjang:
Darah Rutin:
Hemoglobin 9.0(↓),
Hematokrit 24(↓),
Eritrosit 2.67 (↓)
Hiperkalemi Anamnesis:  Elektrolit  D40 2fl Penjelasan kepada  Cek Elektrolit
sedang Pasien juga  Insulin novorapid 10 pasien tentang post Koreksi
mengeluhkan badan IU kemungkinan  EKG 05
yang terasa lemas.  HD penyebab pada
6 Lemas dirasakan sejak penyakit pasien,
2 hari SMRS. Lemas perjalanan penyakit,
tidak berkurang rencana pemeriksaan
dengan pemberian dan terapi, serta
makanan dan istirahat. komplikasi. Dan
makan diet rendah
Pemeriksaan fisik: kalium, hindari buah
- pisang

Pemeriksaan
penunjang:
Kalium darah 6.7(↑)