Anda di halaman 1dari 5

KELOMPOK 2

KELAS 2 E (BAB 13)


Anggota :
1. Mas’udatur Rizqiyyah (201812016)
2. Naila Rifqi Farhani (201812036)
3. Mohammad Ariyanto (201812211)
4. Izzatul Aulia Nada (201812250)
5. Isna Mulansari (201812252)
STUDI KASUS 1
Burton Snowboards Mempercepat Kemajuan Dengan Prostes Bisnis Nimble
1. Analisis Burton dengan menggunakan rantai nilai dan model kekuatan yang kompetitif.
Jawab:
 Analisis Rantai nilai Burton
saat ini Burton mengimplementasikan dan mengelola perangkat lunak SAP, database
Oracle, server perusahaan SUSE Linux, dan perangkat keras komoditas. Sebelum
melakukan pengupgradetan, sistem informasi Burton tercampur dengan implementasi
yang tidak konsisten dan perangkat lunak yang kurang dimanfaatkan. Perusahaan
harus mengalokasikan produk secara manual kepada pelanggan dan pesanan. Burton
mengeksplorasi fungsi dasar perangkat lunak perencanaan sumber daya perusahaan
SAP ERP dan menyelesaikan masalah TI tanpa menambahkan lapisan kerumitan yang
baru pada infrastruktur TI-nya, dan perusahaan memperoleh keahlian dengan
perangkat lunak SAP dalam prosesnya.
 Model kekuatan kompetitif yang digunakan oleh Burton
a. layanan pengganti, Sebelum itu, Burton harus mengalokasikan produk secara
manual kepada pelanggan dan pesanan. Kini, Burton menggantinya dengan
menggunakan SAP yang dapat memperbaiki komunikasi antara gudang dan
efisiensi rantai pasokan. Baik pemasok dan pelanggan dapat dengan mudah
menentukan informasi terkini yang itemnya ada di gudang.
b. Persediaan. Burton memiliki bermacam macam gudang yang melewati data
Persediaan satusama lain seara otomatis dengan menggunakan sistem EDI. Ribuan
barang berpindah antar gudang dan Ribuan transaksi yang terjadi setiap harinya
pada tiap tiap gudang
c. pelanggan. SAP & Burton bekerja besama sama untuk meningkatkan efisiensi
komunikasi antara penjual dan pelanggan
2. Mengapa proses bisnis yang digambarkan dalam kasus ini merupakan sumber yang
penting terhadap keunggulan kompetitif bagi Burton?
Jawab:
Karena SAP & Burton bekerja besama sama untuk meningkatkan efisiensi komunikasi.
SAP membantu Burton mengidentifikasi lima transaksi teratas yang paling penting untuk
operasi bisnisnya dan memerlukan optimasi dari sudut pandang sistem. Burton dapat
mengidentifikasi proses yang rumit, backlog, dan kesenjangan desain yang tidak perlu
dalam arus proses bisnisnya. Selain itu, dashboard manajemen yang dikembangkan
dengan bantuan SAP menunjukkan betapa lancarnya proses yang berjalan pada titik
waktu tertentu. Informasi dari dasbor membantu pengguna kunci Burton menemukan
ketidakkonsistenan, kesenjangan, atau bidang lain yang harus mereka amati lebih dekat.
3. Jelaskan dengan tepat bagaimana peningkatan proses proses ini dapat mendorong kinerja
operasional dan pengambilan keputusan Burton.
Jawab:
Semua peningkatan proses terbukti sangat berharga yang disebut dengan "pemesanan
kembali" para Diler Burton memesan barang ke toko mereka sebelum musim dingin
datang. Saat konsumen mulai membeli barang dagangan, para pedagang menyusun ulang
dengan Burton untuk mengisi kembali stok mereka atau untuk membeli produk baru.
Dengan demikian, mereka dapat melihat data ketersediaan produk yang lebih tepat waktu,
dan menerima pesanan lebih cepat . Perbaikan proses ini meningkatkan kinerja
operasional Burton dan pengambilan keputusan yang dilakukan secara spontan/ tiba tiba.
STUDI KASUS 2

Apakah Yang Diperlukan Untuk Beralih ke Mobile?


1. Apakah permasalahan manajemen, organisasi, dan teknologi yang perlu diatasi ketika
membangun aplikasi mobile ?
Jawab :
 Manajemen : memerlukan banyak waktu untuk para karyawan mempelajari
dengan sistem mobile yang baru.
 Organisasi : struktur organisasi perusahaan menjadi lebih flat, karena
pengurangan beberapa karyawan yang telah digantikan oleh sistem mobile.
 Teknologi : apabila sistem aplikasi mobile tidak dirancang dengan tepat, maka
akan menciptakan proses yang kurang efisien atau gagal dalam memberikan
manfaat.
2. Bagaimana definisi kebutuhan pengguna atas aplikasi mobile yang berbeda dari yang ada
dalam analisis sistem tradisional?
Jawab :
Setiap pengguna memiliki kebutuhan atas aplikasi mobile yang berbeda-beda. Tergantung
dari tipe pengguna tersebut, mulai dari pemilik, investor, pemasok, sampai dengan
konsumen. Kebutuhan investor tentunya berbeda dengan kebutuhan konsumen. Investor
membutuhkan aplikasi mobile untuk menanamkan modal untuk perusahaan denagn
mudah. Sedangkan konsumen membutuhkan aplikasi mobile untuk membeli sebuah
produk atau jasa.
3. Gambarkan proses bisnis yang diubah dengan aplikasi mobile USAA sebelum dan setelah
aplikasi diterapkan.
Jawab :
 Sebelum : Konsumen mendatangi bank dan mencairkan sebuah cek langsung
kepada teller bank. Konsumen biasanya harus membayarkan sejumlah biaya.
Kemudian pihak bank akan memproses surat cek tersebut dengan waktu 3 hari
untuk dapat menyelesaikan deposit.
 Setelah : Konsumen dapat menangkap gambar dari sebuah cek dengan smartphone
dan secara otomatis menyerahkannya kepada bank. Tanpa membayar sejumlah
biaya dan waktu tunggu 3 hari, uang dapat segera langsung didepositkan ke dalam
rekening konsumen.
STUDI KASUS 3
Pencarian Upaya dari Honam Petrocheemical untuk Laporan Manajemen yang Lebih
Baik
3. Apakah peranan yang diperankan oleh para pengguna kahir dalam mengembangkan
sistem HPC yang baru? Bagaimana tim proyek memastikan bahwa para penggunanya
terlibat? Apakah yang terjadi pada proyek jika mereka tidak dapat menyelesaikannya?
Jawab:
Peranan yang diperankan oleh para pengguna kahir dalam mengembangkan sistem HPC
yang baru dan bagaimana tim proyek memastikan bahwa para penggunanya terlibat
adalah tim sistem informasi akan merancang suatu sistem dengan mengekstrak data dari
SAP NetWeaver Business Warehouse dan menyajikan mereka kepada para eksekutif
dengan menggunakan perangkat lunak SAP BusinessObjects Dashboards dan SAP
Crystal Reports, suatu aplikasi untuk merancang dan menghasilkan laporan dari kisaran
sumber data yang luas. HPC menggunakan pendekatan secara bertahap dalam
mengimplementasikan sistem yang baru. Ketimbang mendorong suatu sistem yang baru
kepada para eksekutf lebih awal dalam siklus hidup ERP, HPC menunggu hingga
perusahaan telaah berpengalaman dengan perangkat lunak ERP dan yakin dengan
kulalitas datanya dan kumpulan datanya serta metode pemrosesan.
Yang terjadi pada proyek jika mereka tidak dapat menyelesaikannya mereka tidak dapat
mengakses sistemnya dan proyek ini akan tertunda dan tidak dapat digunakan oleh
perusahaan lain atau oleh para eksekutif.
4. Apakah langkah-langkah lainnya yang diambil oleh HPC untuk memastikan keberhasilan
sistem?
Jawab:
Mengunjungi pabrik manufaktur dimana sistem akan diluncurkan dan memiliki
pembahasan secara mendalam dengan para eksekutif mengenai manfaat dari sistem
demikian pula bagaimana menggunakannya. Selanjutnya menjalankan kampanyae untuk
memastikan bahwa para eksekutif menggunakan sistem tersebut dan menggunakannya
dengan cara yang sangat efektif.
5. Apakah tipe dari metode pembangunan sistem dan alat bantu yang digunakan oleh HPC
untuk membangun sistemnya?
Jawab:
 Tipe dari pembangunan sistem yaitu sistem ERP SAP
 Alat bantu yang digunakan, antara lain:
a. SAP BusinessObjects Dashboard yang merupakan alat bantu visualisasi drag-and-
drop (seret dan lepas) yang dirancang untuk menciptakan analitis yang interaktif
bagi dashboard yang ampuh, dan dipersonalisalikan berdasarkan pada platform
intelijen bisnis BusinessObjects.
b. SAP BusinessObjects Web Intelligence yang merupakan suatu ad hoc queri,
pelaporan, dan alat bantu analisis yang digunakan untuk menciptakan queries atau
menggunakan laporan yang telah ada, format informasi yang diperoleh kembali,
dan melakukan analisis untuk memahami kecenderungan dan penyebab.
6. Apakah manfaat dari sistem yang baru? Bagaimana itu dapat mengubah cara Honam
dalam menjalankan bisnisnya? Seberapa berhasilkah solusi sistem tersebut?
Jawab:
Salah satu manfaat dari sistem yang baru ialah para eksekutif perusahaan tidak lagi
terbatas pada data yang telah di sanitasi, usang dalam format penyajian yang ketinggalan
zaman.
Hal tersebut dapat mengubah cara Honam dalam menjalankan bisnisnya karena
manajemen dapat membahas dan memutuskan suatu hal yang didasarkan pada data
keseluruhan perusahaan yang tepat waktu, konsisten, dan akurat. Sistem tersebut juga
dapat mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk mengumpulkan, memproses, dan
menelusuri data, sehingga dalam pengambilan keputusan eksekutif dapat melakukannya
dengan lebih cepat.
Sistem HPC sekarang siap untuk membagi informasi secara global sebagaimana
perusahaan terus memperluas usahanya. Oleh karena itu, menurut kami solusi sistem
tersebut akan berhasil.

Anda mungkin juga menyukai