Anda di halaman 1dari 14

CRITICAL BOOK REVIEW

MK. PEMODELAN
MATEMATIKA
PRODI S2 PENDIDIKAN
MATEMATIKA KELAS A

Skor Nilai:

PEMODELAN MATEMATIKA
(Model, Model Matematika dan Pemodelan Matematika, Edi
Cahyono)

Nama Mahasiswa : Ria Purnama Sari

NIM : 8186171012

Dosen Pengampu : Prof. Dr. P. Siagian , M.Pd

Mata Kuliah : Pemodelam Matematika

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA


PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
MEDAN
2019
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas
selesainya tugas Critical Book Review yang berjudul “Pemodelan Matematika”.
Critical Book Review ini dibuat guna memenuhi penyelesaian tugas pada mata
kuliah Pemodelan Matematika.
Kami mengucapan terimakasih kepada Bapak Prof. Dr. P. Siagian, M.Pd.
selaku dosen mata kuliah Pemodelan Matematika yang telah membimbing kami
dalam menyelesaikan Critical Book Review ini.
Kami menyadari bahwa Critical Book Review ini masih jauh dari kata
sempurna karena masih terdapat banyak kekurangan. Untuk itu, kami berharap
adanya kritik, saran, dan usulan demi perbaikan di masa yang akan datang,
mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa kritik dan saran yang
membangun.

Medan, Maret 2018

Penulis

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .................................................................................... i


DAFTAR ISI ................................................................................................... ii

BAB I PENDAHULUAN ............................................................................... 1


A. Rasionalisasi Pentingnya CBR ............................................................. 1
B. Tujuan Penulisan CBR ......................................................................... 1
C. Manfaat CBR ....................................................................................... 1
D. Identitas Buku yang di Review ............................................................ 1

BAB II RINGKASAN ISI BUKU ................................................................ 3


A. Pendahuluan ......................................................................................... 3
B. Deskripsi Isi ......................................................................................... 3

BAB III PEMBAHASAN .............................................................................. 6


A. Pembahasan Isi Buku ........................................................................... 6
B. Kelebihan dan Kekurangan Buku ........................................................ 8

BAB IV PENUTUP ........................................................................................ 10


A. Kesimpulan .......................................................................................... 10
B. Saran ..................................................................................................... 10

DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................... 11

ii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Rasionalisasi pentingnya CBR


Sering kali kita bingung memilih buku referensi untuk kita baca dan pahami.
Terkadang kita memilih satu buku, namun kurang memuaskan hati kita. Misalnya
dari segi analisis bahasa, pembahasan tentang Pemodelan Matematika. Oleh
karena itu, penulis membuat Critical Book Review ini untuk mempermudah
pembaca dalam memilih buku referensi, terkhusus pada pokok bahasa tentang
Pemodelan Matematika.

B. Tujuan Penulisan CBR


1. Menjelaskan apa saja yang ada di dalam Pemodelan Matematika.
2. Mengetahui kelebihan dan kelemahan dari buku.

C. Manfaat CBR
1. Mengetahui apa saja yang ada di dalam Pemodelan Matematika.
2. Mengetahui kelemahan dan kelebihan dari setiap buku.

D. Identitas Buku Yang di Review


1. Judul : Pemodelan Matematika
2. Pengarang : Prof. Dr. Edi Cahyono
3. Penerbit : Graha Ilmu
4. Kota Terbit : Yogyakarta
5. Tahun terbit : 2013
6. ISBN : 978-602-262-100-3

Buku Pembanding
1. Judul : Pemodelan Matematika pada Penyakit Tuberculosis
2. Pengarang : Syafruddin Side dan Wahidah Sanusi
3. Penerbit : Badan Penerbit UNM

1
4. Kota Terbit : Makasar
5. Tahun terbit : 2016
6. ISBN : 978-602-9075-17-5

2
BAB II
RINGKASAN ISI BUKU

A. Pendahuluan
Kata model dalam kehidupan sehari-hari, sering digunakan, dan
mengandung arti. Sebagai contoh, kata bangunan, gambar dan penyakit
merupakan representasi dari suatu masalah. Misalnya: model bangunan, model
rumah, dan model penyakit. Secara umum istilah di atas menggambarkan adanya
hubungan antara unsur-unsur dari bangunan atau rumah dengan modelnya.
Contoh dalam bidang matematika, perbandingan antara panjang dan lebar
persegipanjang dengan modelnya. Dalam model rumah juga mesti diketahui
panjang lebarnya, tetapi tidaklah berarti bahwa model rumah dan rumah itu
sendiri sama ukuranya dalam setiap hal.
Secara singkat dapat dijelaskan bahwa jika ada suatu benda A (dapat
berupa masalah, fenomena) dan modelnya B, maka akan terdapat sekumpulan
unsur-unsur dan B yang mempunyai padanan dengan A. Demikian pula terdapat
suatu hubungan yang berlaku antara unsur-unsur di B yang sesuai dengan unsur-
unsur sebagai padanannya di A. Hubungan antara komponen-komponen dalam
suatu masalah yang dirumuskan dalam suatu persamaan matematik yang memuat
komponen-komponen itu sebagai variabelnya, dinamakan model matematika.
Proses untuk memperoleh model dari suatu masalah disebut pemodelan
matematika.
Kegunaan yang dapat diperoleh dari model matematika ini antara lain: 1)
Menambah kecepatan, kejelasan, dan kekuatan gagasan dalam jangka waktu yang
relatif singkat; 2) Deskripsi masalah menjadi pusat perhatian; 3) Mendapatkan
pengertian atau kejelasan mekanisme dalam masalah; 4) Dapat digunakan untuk
memprediksi kejadian yang akan muncul dari suatu fenomena; 5) Sebagai dasar
perencanaan dan kontrol dalam pembuatan kebijakan, dan lain-lain.

B. Deskripsi Isi
1. Model Matematika
Kita sering mendengarkan kata model dalam kehidupan sehari-
hari. Model pesawat terbang atau model mobil yang dijalankan dengan

3
menggunakan pengendali jarak jauh (remote control). Dalam hal ini kata
model dapat diterjemahkan sebagai ‘tiruan’ yang menyerupai sesungguhnya
dalam beberapa hal memiliki karakteristik benda aslinya. Model pesawat
terbang adalah tiruan pesawat terbang, dalam beberapa hal memiliki
karakteristik seperti pesawat sesungguhnya, misalnya: bentuk, proporsi
ukuran, bahkan beberapa model pesawat bisa terbang.
Meskipun hanya berupa tiruan objek, beberapa model memiliki
manfaat yang penting. Desain pesawat terbang baru perlu diuji coba untuk
mengetahui sifat aerodinamika model dalam banyak hal yang sama dengan
sifat aerodinamika pesawat sesungguhnya tentunya dengan perhitungan-
perhitungan tertentu.

1.2 Model Matematika dan Penerapannya


Pemodelan matematika merupakan proses dalam menurunkan model
matematika dari suatu fenomena berdasarkan asumsi-asumsi yang digunakan.
Proses ini merupakan langkah awal yang tak terpisahkan dalam menerapkan
matematika untuk mempelajari febnomena-fenomena alam, ekonomi, social
maupun fenomena-fenomena lainnya. Secara umum dalam menerapkan
matematika untuk mempelajari suatu fenomena meliputi 3 langkah, yaitu:
1. Pemodelan matematika suatu fenomena, perumusan masalah.
2. Pencaharian solusi/kesimpulan matematika
3. Interpretasi solusi/kesimpulan matematika pada fenomena yang dipelajari.

1.3 Pencocokan Kurva


Adakalanya dalam suatu masalah matematika kita memerlukan nilai fungsi
di suatu titik, tetapi nilainya tidak diketahui. Namun demikian adakalanya pula
nilai fungsi tersebut diketahui di titik-titik yang lain. Sebagai contoh dalam
penerapan masalah nilai awal dan masalah nilai batas pada proses pengeringan
kayu Cahyono dan Gubu (2005) . Data kondisi batas yaitu berupa kelembaban
udara yang diperoleh dari industri berupa data diskrit dan banyaknya berhingga.
Data ini merupakan hasil pengukuran yang dilakukan setiap sepuluh menit
selama proses dalam interval waktu tertentu, bisa sampai satu bulan.

4
Keadaan ini selalu kita hadapi bila kita memerlukan informasi kuantatitas
disuatu daerah dengan melakukan pengukuran-pengukuran tentang kuantitas
tersebut dibeberapa titik yang terbatas banyaknya. Sebagai contoh tekanan udara
pada bagian luar model kapal atau pesawat yang sedang diujicoba hanya diukur
dibeberapa titik saja. Sering kali keterbatasan alat ukur, walaupun sebenarnya
ingin diketahui hasil ukuran disemua titik. Dengan demikian diperlukan suatu cara
untuk mencari atau mendekati nilai-nilai kuantitas yang diinginkan berdasarkan
data-data ukuran di titik-titik yang telah diketahui.

1.4 Persamaan Diferensial sebagai Model Matematika


Banyaknya sekali fenomena yang kalau dibawakedalam model matematika
bentuknya berupa persamaan diferensial biasa maupun persamaan diferensial
parsial. Beberapa fenomena antara lain gerak ayunan massa, sistem pegas massa
atau gerak satelit dapat diprediksi berdasarkan data pengukuran pada beberapa
(tetapi berhingga) titik. Fenomena yang demikian disebut lump problems yang
dapat dimodelkan PDB. Kita terjemahkan lump problems menjadi masalah-
masalah yang tak terdistribusi sebagai lawan dari masalah-masalah terdistribusi.
Namun demikian beberapa beberapa fenomena tidak dapat diprediksi
berdasarkan data pengukuran pada beberapa titik yang banyaknya berhingga.
Kelembaban kayu setiap saat tidak dapat diprediksi hanya berdasarkan beberapa
titik yang banyaknya berhingga. Prediksi pengeringan kayu memerlukan tahapan
asumsi maupun interpolasi terhadap data industri yang banyaknya berhingga.
Demikian juga halnya kita dapat memprediksi evolusi (gerak) gelombang
berdasarkan pengukuran dibeberapa titik yang banyaknya berhingga. Prediksi
yang dilakukan dalam Cahyono dkk (1999) dan Groesen (2002) hanya karena
mendasarkan pada suatu asumsi. Masalah yang tidak dapat diprediksi berdasarkan
data yang banyaknya berhingga disebut masalah-masalah terdistribusi dan
modelnya berupa PDP.

5
BAB III
PEMBAHASAN

A. Pembahasan Isi Buku


Pada Critical Book ini membahasi tentang Bab I yaitu tentang Model-
model matematika dan Pemodelan Matematika yang membahas mengenai model
matematika, Model matematika dan penerapannya, Pencocokan Kurva dan
Persamaan Diferensial Sebagai Model Matematika.
Model Matematika
Meskipun hanya berupa tiruan objek, beberapa model memiliki manfaat
yang penting. Desain pesawat terbang baru perlu diuji coba untuk mengetahui
sifat aerodinamika model dalam banyak hal yang sama dengan sifat aerodinamika
pesawat sesungguhnya tentunya dengan perhitungan-perhitungan tertentu.

Model Matematika dan Penerapannya


Pemodelan matematika merupakan proses dalam menurunkan model
matematika dari suatu fenomena berdasarkan asumsi-asumsi yang digunakan.
Proses ini merupakan langkah awal yang tak terpisahkan dalam menerapkan
matematika untuk mempelajari febnomena-fenomena alam, ekonomi, social
maupun fenomena-fenomena lainnya.

Pencocokan Kurva
Data kondisi batas yaitu berupa kelembaban udara yang diperoleh dari
industri berupa data diskrit dan banyaknya berhingga. Data ini merupakan hasil
pengukuran yang dilakukan setiap sepuluh menit selama proses dalam interval
waktu tertentu, bisa sampai satu bulan. Keadaan ini selalu kita hadapi bila kita
memerlukan informasi kuantatitas disuatu daerah dengan melakukan pengukuran-
pengukuran tentang kuantitas tersebut dibeberapa titik yang terbatas banyaknya.
Sebagai contoh tekanan udara pada bagian luar model kapal atau pesawat yang
sedang diujicoba hanya diukur dibeberapa titik saja. Sering kali keterbatasan alat
ukur, walaupun sebenarnya ingin diketahui hasil ukuran disemua titik. Dengan
demikian diperlukan suatu cara untuk mencari atau mendekati nilai-nilai kuantitas
yang diinginkan berdasarkan data-data ukuran di titik-titik yang telah diketahui.

6
Persamaan Diferensial sebagai Model Matematika
Banyaknya sekali fenomena yang kalau dibawa kedalam model
matematika bentuknya berupa persamaan diferensial biasa maupun persamaan
diferensial parsial. Beberapa fenomena antara lain gerak ayunan massa, sistem
pegas massa atau gerak satelit dapat diprediksi berdasarkan data pengukuran pada
beberapa (tetapi berhingga) titik. Fenomena yang demikian disebut lump
problems yang dapat dimodelkan PDB. Kita terjemahkan lump problems menjadi
masalah-masalah yang tak terdistribusi sebagai lawan dari masalah-masalah
terdistribusi.

Sedangkan pada buku Pemodelan matematika pada Penyakit Tuberculosis


membahas Model matematika, Klarifikasi model dan Tahapan Pemodelan
Matematika.
Model Matematika
Kata model dalam kehidupan sehari-hari, sering digunakan, dan
mengandung arti. Sebagai contoh, kata bangunan, gambar dan penyakit
merupakan representasi dari suatu masalah. Misalnya: model bangunan, model
rumah, dan model penyakit. Secara umum istilah di atas menggambarkan adanya
hubungan antara unsur-unsur dari bangunan atau rumah dengan modelnya.
Contoh dalam bidang matematika, perbandingan antara panjang dan lebar
persegipanjang dengan modelnya. Dalam model rumah juga mesti diketahui
panjang lebarnya, tetapi tidaklah berarti bahwa model rumah dan rumah itu
sendiri sama ukuranya dalam setiap hal.

Klarifikasi Model
Klasifikasi pembentukan model suatu model seringkali dikelompokkan
berdasarkan upaya memperolehnya, keterkaitan waktu atau, sifat keluarannya.
Model yang disamarkan atas upaya memperolehnya misalnya adalah model
teoritik, mekanistik, dan empiris. Model teoritik digunakan bagi model yang
diperoleh dari teori-teori yang berlaku. Model mekanistik digunakan bila model
tersebut diperoleh berdasarkan maknisme pembangkit fenomena. Model empirik

7
digunakan bagi model yang diperoleh hanya dari pengamatan tanpa didasarkan
pada teori atau pengetahuan yang membangkitkan fenomena tersebut.

Tahapan Pemodelan Matematika


Model matematika yang biasa ditemukan dalam buku referensi merupakan
model akhir yang kelihatan rapi dan teratur. Apakah model itu menyatakan
peramalan sesuatu yang akan terjadi atas dasar apa yang dimiliki, atau apakah
model itu merupakan hubungan–hubungan kenormalan sekelompok data. Dalam
kenyataan banyak upaya atau tahapan yang harus dilalui sebelum sampai pada
hasil akhir tersebut. Tiap tahap memerlukan pengertian yang mendalam, utuh
tentang konsep, teknik, intuisi, pemikiran kritis, kreatifitas, serta pembuatan
keputusan. Bahkan faktor keberuntunganpun dapat saja terjadi. Berikut ini
diberikan suatu metodologi dasar dalam proses penentuan model matematika atau
sering disebut pemodelan matematika.
Tahapan tersebut adalah:
1) Masalah.
2) Identifikasi masalah
3) Membangun Model.
4) Analisis Model.
5) Uji Model

B. Kelebihan dan Kekurangan Buku


1. Kelebihan buku utama yaitu buku Pemodelan Matematika yang ditulis oleh
Prof. Dr. Edi Cahyono yaitu Penulisan judul pada cover buku ini
menggunakan huruf kapital yang jelas dan membuat pembaca menyukainya
dan semakin tertarik dan lebih lengkap dibandingkan dengan buku
kepemimpinan pendidikan kotemporer.
2. Kelebihan utama buku Pemodelan Matematika juga memuat banyak pendapat-
pendapat para ahli, sehingga pembaca semakin memperluas wawasan mereka.
Kekurangan buku yang direview buku Pemodelan Matematika kajian konsep
kata dan kalimat yang disajikannya sulit dimengerti oleh pembaca atau tidak

8
mudah dipahami saat dibaca. Hampir banyak persaman-persamaan yang
diulang-ulang. Dan kata-katanya sangat baku.
3. Buku Pemodelan Matematika ini sangat menarik sebab pada setiap penjelasan
dalam babnya selalu menggunakan contoh kasus yang berkaitan dengan
Pemodelan Matematika sehingga para pembaca menjadi semakin mengerti
dengan isi buku ini. selain itu dalam buku Pemodelan Matematika ini juga
selalu menampilkan isi ringkasan dan implementasi dari setiap penjelasan-
penjelasan dalam bab-bab yang ada. Kemudian disertakan juga dengan contoh
kasus yang ada yang membuat pembaca dapat lebih memahami tentang
Pemodelan Matematika. Sedangkan buku pembanding buku Pemodelan
matematika pada Penyakit Tuberculosis hanya khusus menjelaskan tentang
pemodelan terkait pada Penyakit Tuberculosis pada tiap ulasan babnya.
4. Kelebihan buku yang direview dalam buku ini dijelaskan dengan begitu jelas
sehingga Ketika kita menguasai buku ini maka kita secara bertahap akan
mengetahui dan mengusai materi yang sudah dikaji. Buku ini bisa menjadi
acuan bagi seseorang yang mempelajari pemodelan matematika.

9
BAB IV
PENUTUP

A. Kesimpulan
Setelah membaca buku tersebut dapat disimpulkan bahwa masing-
masing buku memiliki keunggulan dan kelemahan yang berbeda-beda. Seperti
buku yang berjudul Pemodelan Matematika yang menjelaskan secara singkat dan
padat, tentang bagaimana Pemodelan Matematika, Dapat kita simpulkan
juga bahwa buku ini juga memiliki kelemahan masing-masing seperti kita lihat
dari penyajian praktik dan penjelasan yang diberikan. Dengan tugas dalam
membuat Critical Book Review ini maka, terciptalah dalam diri kita rasa ingin
tahu dan ilmu pengetahuan yang baru untuk mengetahui isi dari buku tersebut.
Dan tanpa kita sadari rasa mau dalam diri kita dalam belajar keras akan muncul
demi mendapatkan hasil yang memuaskan.

B. Saran
Saran penulis kepada pembaca semoga Critical Book Review ini dapat
bermanfaat bagi anda, dengan membaca Critical Book Review ini kita akan
termotivasi dan mengerti dalam pembuatan sebuah Critical Book Review. Penulis
sangat mengharapkan kritik dan saran yang mendukung dari pembaca. Penulis
sangat menyadari Critical Book Review ini masih banyak kesalahan dalam
pembuatan. Mohon maaf jika dalam pembuatan Critical Book Review ini terdapat
kesalahan yang ditemukan oleh pembaca baik dilihat itu dari segi penulisan,
penggunaan bahasa, dan lain sebagainya. Untuk itu penulis mohon maaf karena
penulis sangat menyadari bahwa setiap manusia tidak ada yang sempurna.

10
DAFTAR PUSTAKA

Cahyono, Edi. 2013. Pemodelan Matematika. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Sid, Syafruddin dan Wahidah Sanusi. 2016. Pemodelan Matematika pada


Penyakit Tuberculosis. Makasar: Badan Penerbit UNM

11