Anda di halaman 1dari 21

DEPARTEMEN TEKNIK GEOMATIKA

INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER


SURABAYA, 2019

LAPORAN PRAKTIKUM :
STAKING OUT LENGKUNG
HORISONTAL METODE
ABSIS SAMA PANJANG

DAERAH PENGUKURAN :
BUNDERAN DEKAT DESAIN
ITS, JALAN TEKNIK KIMIA
z
ITS

DOSEN :
YANTO BUDISUSANTO, S.T, M.Eng
ROHMANEO DARMINTO, S.T, M.Sc

Diselesaikan oleh
Ernest Haidar Ghorin 03311540000053
Savira Salsabila Firdaus 03311640000048
Ike Noevita Sari 03311640000057
Anzhari Hibatul Akbar 03311640000074
Wuri Puspita Sari 03311640000079
Septian Afif Afrizal 03311740000054
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan
rahmat dan karuniaNya sehingga kami dapat menyelesaikan laporan praktikum yang berjudul,
“Laporan Praktikum Survey Rekayasa Pengukuran Alinemen Horizontal Daerah Departemen
Teknik Geomatika ITS Menggunakan Total Station” dengan lancar dan tepat pada waktunya.
Laporan praktikum ini dibuat untuk dijadikan catatan pembelajaran mengenai perencanaan,
pelaksanaan, dan pengukuran alinemen horizontal.

Laporan praktikum pertama ini merupakan hasil kerjasama kelompok dengan tujuan
untuk memenuhi syarat utama dalam mata kuliah Survey Rekayasa. Laporan praktikum
pertama ini memberikan informasi mengenai pengenalan alat bahan, tata acara, dan metode-
metode pengukuran sudut dan azimuth menggunakan total station dan jarak menggunakan
rambu ukur. Oleh Karena itu kami mengucapkan terimakasih kepada:

1. Bapak Yanto Budisusanto, S.T, M.Eng ., selaku dosen mata kuliah Survey Rekayasa
atas didikan dan bimbingannya.
2. Rohmaneo Darminto S.T., M.Sc., selaku asisten dosen Survey Rekayasa atas didikan,
bimbingan dan arahannya
3. Staff dan karyawan Lab Geodesy Surveying yang telah meminjamkan alat, dan
4. Kelompok 6 (dua) mata kuliah Survey Rekayasa Kelas B atas kerjasamanya.

Semoga laporan praktikum ini dapat bermanfaat. Apabila ada kesalahan mohon diberikan saran
untuk kebaikan selanjutnya, terimakasih.

Surabaya, 14 April 2019

Penulis

SURVEY REKAYASA B i
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR .................................................................................... i
DAFTAR ISI................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN ......................................................................... 1
1.1 Latar Belakang .......................................................................... 1
1.2 Tujuan ..................................................................................... 2
1.3 Manfaat .................................................................................... 2
BAB II TINJAUAN PUSTAKA .................................................................. 3
2.1 Pematokan (stakeout) .............................................................. 3
2.2.1 Lengkung Penuh (Full Circle – FC) ............................... 3
2.2 Alinyemen Horizontal .............................................................. 4
2.2.1 Lengkung Penuh (Full Circle – FC) ............................... 4
2.1.1 Pematokan Suatu Titik Dilapangan ............................... 5
2.2.3Lingkaran Spiral (Spiral Sprial – SS) .............................. 5
BAB III METODOLOGI PENELITIAN .................................................... 6
3.1 Tempat dan Waktu ................................................................... 6
3.2 Alat dan Bahan ......................................................................... 6
3.3 Langkah Kerja .......................................................................... 7
3.4. Pembagian Tugas ..................................................................... 8
BAB IV HASIL DAN ANALISA ................................................................. 10
4.1 Hasill ........................................................................................ 10
4.1.1 Site Plan ....................................................................... 10
4.1.2 Hasil Praktikum .............................................................. 11
4.2 Analisa ....................................................................... 11
Bab V PENUTUP………………… ............................................................ 13
5.1 Kesimpulan……. ..................................................................... 13
5.2 Saran ....................................................................... 13

DAFTAR PUSTAKA ………………………. .................................. 15


LAMPIRAN-LAMPIRAN……………………………………. ................... 16

SURVEY REKAYASA B ii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Seiring dengan pesatnya pembangunan di segala bidang maka harus diimbangi dengan
strategi yang baik dalam bidang pembangunan sarana dan prasarana transportasi. Sehingga
tercapai keseimbangan dan menumbuh kembangkan potensi ekonomi yang ada.
Perencanaan geometrik jalan merupakan salah satu persyaratan dari perencanaan jalan
yang merupakan perencanaan rute dari suatu ruas jalan secara lengkap, meliputi beberapa
elemen yang disesuaikan dengan kelengkapan dan data dasar yang ada atau tersedia dari
hasil survei lapangan dan telah di analisis, serta mangacu pada ketentuan yang berlaku
(Shirley L. Hendarsin, 2000).
Perencanaan jalan raya, bentuk geometriknya harus ditetapkan sedemikian hingga jalan
yang bersangkutan memberikan pelayanan yang optimal kepada lalu lintas sesuai dengan
fungsinya. Alinemen berupa busur yang ditarik dari satu titik, busur ini dapat berupa
lingkaran yang memiliki jari-jari yang sama atau bukan lingkaran yang tidak memiliki jari-
jari yang sama. Busur lingkaran brtujuan untuk menghubungkan dua arah jalan saluran
baru yang berpotongan, agar perpindahan dari arah satu ke arah yang lainnya berjalan
mulus dibutuhkan hubungan kecepatan dan radius lengkungan.
Alinemen horizontal terdiri dari garis-garis lurus yang dihubungkan dengan garis
lngkung, garis lengkung terdiri dari busur lingkaran ditambah dengan busur peralihan
(Spiral-Circle-Spiral), busur peralihan (Spiral-Spiral), busur lingkaran (Full Circle).
Dalam perencanaan pengukuran alinemen terdapat lima metode yang digunakan sesuai
dengan kebutuhan dan tujuannya.
Pengetahuan mengenai geometris jalan raya ini untuk dapat membayangkan bagaimana
cara menghitung unsur-unsur lengkungan yang diperlukan untuk pematokan (stake out).
Syarat teknis perencanaan yang utama adalah memenuhi ketentuan-ketentuan dasar yang
dikeluarkan oleh Ditjen Bina Marga.
Dalam laporan ini, kelompok kami melakukan pengukuran alinemen horisontal
menggunakan metode Selisih Absis sama panjang, dikarenakan metode ini sering
digunakan dan dapat dikoreksi saat pengukuran langsung sehingga mengurangi resiko
kesalahan dilakukan saat melakukan pengukuran.

SURVEY REKAYASA B 1
1.2 Tujuan
Tujuan dari pengukuran Alinemen Horisontal ini, adalah:
1. Mampu melakukan staking out lengkung horizontal.
2. Dapat mengoperasikan alat yang digunakan dengan baik dan benar.
3. Mengetahui kesalahan-kesalahan pada pengukuran.
4. Menyediakan output dan menyesuaikan pengukuran dilapangan alinemen horizontal
yang sudah dibuat dalam dalam bentuk peta plotting menggunakan aplikasi AutoCAD
Map 3D 2019 atau microcad.

1.3 Manfaat
Manfaat dari pengukuran poligon ini, adalah:
1. Dapat mempraktikan secara langsung staking out di lapangan.
2. Mampu mengoperasikan alat yang digunakan dengan baik dan benar.
3. Bisa menyesuaikan pengukuran lengkung horizontal di lapangan yang sudah dibuat
terhadap rencana staking out dalam bentuk peta plotting menggunakan aplikasi
AutoCAD Map 3D 2019 atau microcad.

SURVEY REKAYASA B 2
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pematokan (stakeout)


Pematokan atau biasa disebut stakeout adalah memindahkan atau mentransfer titik-titik
yang ada dipeta perencanaan kelapangan (permukaan bumi) (Hendriatiningsih, 1981). Stakeout
merupakan salah satu pekerjaan penting dalam survei rekayasa (Engineering Surveying),
biasanya dilakukan dengan menggunakan alat total station dengan menggunakan koordinat
polar (β, d) tetapi juga bisa menggunakan koordinat kartesius seperti terlihat pada Gambar 1.

Gambar 2.1 : Prinsip Stakeout

2.1.1 Pematokan Suatu Titik Dilapangan

Untuk menentukan suatu titik di lapangan menggunakan sudut dan jarak


diperlukan minimal dua titik Bench Mark (BM) dilapangan yang diketahui koordinatnya.
Jadi pada waktu pembuatan peta perencanaan harus terdapat dua titik BM tersebut
bersama koordinatnya. Misalkan As jalan pada STA 0+000 mempunyai koordinat (XO,
YO) yang didapatkan dari peta perencanaan secara grafis, dan titik tersebut yang akan
dicari letaknya dilapangan.
Untuk menentukan titik tersebut di lapangan dapat dilakukan dari salah satu titik
BM yang telah disediakan. Tetapi lebih baik dari dua titik agar terdapat suatu koreksi.
Sebelum pematokan dilakukan, harus dicari terlebih dahulu besaran-besaran yang
diperlukan untuk pematokan, adalah sebagai berikut :
• Menghitung azimuth AB (𝛼𝐴𝐵)
tan𝛼𝐴𝐵= 𝑋𝐵−𝑋𝐴𝑌𝐵−𝑌𝐴
• Menghitung azimuth AO (𝛼𝐴𝑂)
tan𝛼𝐴𝑂= 𝑋𝑂−𝑋𝐴𝑌𝑂−𝑌𝐴
• Menghitung sudut OAB
𝛽𝑂𝐴𝐵= 𝛼𝐴𝐵−𝛼𝐴𝑂

SURVEY REKAYASA B 3
• Menghitung jarak AO (𝑑𝐴𝑂)
𝑑𝐴𝑂= √(𝑋𝑂−𝑋𝐴)2+√ (𝑌𝑂−𝑌𝐴)2

Setelah semua besaran selesai dihitung maka dilakukan pematokan dengan cara
sebagai berikut:
▪ Meletakkan alat ukur diatas titik BM A
▪ Mengarahkan alat ukur ke titik BM B dan membuat bacaan horizontalnya
menjadi 0
▪ Kemudian memutar alat searah jarum jam sebesar sudut yang sudah didapatkan
tadi (𝛽𝑂𝐴𝐵)
▪ Mengukur jaraknya dari titik A ke titik O.

2.2 Alinyemen Horizontal


Alinyemen horizontal atau trase suatu jalan adalah garis proyeksi sumbu jalan tegak lurus
pada bidang peta yang biasa disebut dengan tikungan atau belokan.

Faktor yang mempengaruhi alinyemen horizontal, antara lain :

• Faktor-faktor penentu yang berpengaruh pada perencanaan alinemen horizontal :


• Kecepatan rencana (V)

• Jari-jari tikungan (R)


• Kemiringan muka perkerasan (e)
• Koefisiensi gesek antar ban dengan muka perkerasan (f)
Bentuk-bentuk lengkung horisontal :
2.2.1 Lengkung Penuh (Full Circle – FC)
Yaitu lengkung yang hanya terdiri dari bagian lengkung tanpa adanya peralihan atau hanya
ada satu jari-jari lingkaran pada lengkung tersebut.

Gambar 2.2.1

SURVEY REKAYASA B 4
2.2.2 Lengkung Spiral-Lingkaran-Spiral (Spiral Circle Spiral – S C S)
Yaitu lengkung terdiri atas bagian lengkungan (circle) dengan bagian peralihan
(spiral) untuk menghubungkan dengan bagian yang lurus FC. Dua bagian lengkung di
kanan-kiri FC itulah yang disebut Spiral.

Gambar 2.2.2
2.2.3 Lingkaran Spiral (Spiral Sprial – SS)
Yaitu lengkung yang hanya terdiri dari spiral-spiral saja tanpa adanya circle. Ini
merupakan model SCS tanpa circle. Lengkung ini biasanya terdapat di tikungan dengan
kecepatan yang sangat tinggi.

Gambar 2.2.3

SURVEY REKAYASA B 5
BAB III

METODOLOGI PRAKTIKUM

3.1 TEMPAT DAN WAKTU


Tempat : Bunderan Dekat Desain ITS, Jalan Teknik Kimia ITS
Tanggal : Sabtu,13 April 2019
Waktu : 09.00-13.00 WIB

Gambar 3.1. Sketsa Lokasi Pengukuran


Keterangan : Garis kuning merupakan wilayah atau jalan yang digunakan untuk melakukan
praktikum
3.2 ALAT BAHAN
1. Total Station
2. Statif
3. Roll Meter
4. Jalon
5. Prisma
6. Patok (Paku Payung)
7. Payung
8. Kompas
9. Alat Tulis
10. Sketsa Pengukuran

SURVEY REKAYASA B 6
3.3 LANGKAH KERJA
a. Pasang paku payung di titik BM, kemudian dirikan alat di titik tersebut, dan
lakukan centering. Titik BM adalah titik acuan awal.
b. Lalu setting 0o ke utara kemudian setting 316 o51’39” menggunakan Total Station
pada titik TC dan dengan bantuan roll meter ukur jarak sejauh 18,35m dari titik
BM, kemudian pasang paku payung pada titik TC. Titik TC adalah titik acuan
untuk menentukan sudut ke titik yang lainnya.
c. Dirikan alat pada titik TC kemudian setting 0o ke titik BM. Lalu setting sudut
sebesar 270o menggunakan Total Station pada titik PI dan dengan bantuan roll
meter ukur jarak sejauh 105m dari titik TC, Kemudian pasang paku payung pada
titik PI.
d. Dirikan alat pada titik PI kemudian setting 0o ke titik TC. Lalu setting sudut sebesar
270o menggunakan Total Station pada titik CT dan dengan bantuan roll meter ukur
jarak sejauh 105m dari titik PI, Kemudian pasang paku payung pada titik CT.
e. Dirikan alat pada titik CT kemudian setting 0o ke titik O. Lalu setting sudut sebesar
85o53’36” menggunakan Total Station pada titik P1 dan dengan bantuan roll meter
ukur jarak sejauh 15,03m dari titik CT, Kemudian pasang paku payung pada titik
P1.
f. Untuk menentukan titik P2 setting sudut sebesar 81o41’57” menggunakan Total
Station pada titik P2 dari titik CT dan dengan bantuan roll meter ukur jarak sejauh
30,28m dari titik CT, Kemudian pasang paku payung pada titik P2.
g. Untuk menentukan titik P3 setting sudut sebesar 77o18’42” menggunakan Total
Station pada titik P3 dari titik CT dan dengan bantuan roll meter ukur jarak sejauh
46,12m dari titik CT, Kemudian pasang paku payung pada titik P3.
h. Untuk menentukan titik P4 setting sudut sebesar 72o34’30” menggunakan Total
Station pada titik P4 dari titik CT dan dengan bantuan roll meter ukur jarak sejauh
62,85m dari titik CT, Kemudian pasang paku payung pada titik P4.
i. Untuk menentukan titik P5 setting sudut sebesar 67o12’28” menggunakan Total
Station pada titik P5 dari titik CT dan dengan bantuan roll meter ukur jarak sejauh
81,35m dari titik CT, Kemudian pasang paku payung pada titik P5.
j. Untuk menentukan titik P6 setting sudut sebesar 60o30’05” menggunakan Total
Station pada titik P6 dari titik CT dan dengan bantuan roll meter ukur jarak sejauh
103,40m dari titik CT, Kemudian pasang paku payung pada titik P3.

SURVEY REKAYASA B 7
Gambar 3.3 Sketsa Pengukuran

3.4 PEMBAGIAN TUGAS

Tabel 1. Pembagian Tugas


Nama NRP Tugas
Savira Salsabila 03311640000048 -Membawa prisma
Firdaus -Memasang paku payung sebagai
penanda
-Membuat laporan
Ernest Haidar Ghorin 03311640000053 -Mengukur jarak menggunakan roll
meter
-Memasang alat (total station) dan
centering alat
-Membuat laporan
Ike Noevita Sari 03311640000057 -Memasang alat (total station) dan
centering alat
-Melakukan pembacaan sudut dan
jarak pada alat (total station)
-Membuat laporan
Anzhari Hibatul Akbar 03311640000074 -Mengukur jarak menggunakan roll
meter
-Membawa prisma
-Membuat laporan

SURVEY REKAYASA B 8
Wuri Puspita Sari 03311640000079 -Melakukan perhitungan dan
mencatat data sudut dan jarak
-Mengukur jarak menggunakan roll
meter
-Membuat laporan
Septian Afif Afrizal 03311740000054 -Membawa prisma
-Memasang paku payung sebagai
penanda
-Membuat laporan

SURVEY REKAYASA B 9
BAB IV
HASIL DAN ANALISA
4.1 Hasil
4.1.1 Site Plan
Berikut merupakan site plan yang akan dibawa untuk staking out di lapangan.

Gambar 4.1

Dalam praktikum lengkung horizontal ini metode yang digunakan adalah selisih absis
sama panjang dengan selisih panjang 15 meter, jari-jari 105 meter, dan enam titik lengkung
yaitu p1, p2, p3, p4, p5, dan p6.

SURVEY REKAYASA B 10
4.1.2 Hasil Praktikum
Hasil yang didapat dari praktikum lengkung horizontal kemudian diolah dan
mendapatkan hasil berupa koordinat sebagai berikut:
Titik Hasil Praktikum
X (m) Y (m)
PI 698375.2739 9189789.906
TC 698298.5916 9189717.725
CT 698446.9628 9189712.625
P1 698436.3149 9189723.196
P2 698423.0005 9189731.841
P3 698408.9358 9189739.226
P4 698392.675 9189744.034
P5 698372.3378 9189746.141
P6 698348.5138 9189743.784
BM Bantu 698417.0770 9189758.9254
Tabel 4.1.2 Hasil Praktikum
4.2 Analisa
Hasil dari staking out di lapangan kemudian dibandingkan dengan site plan.

Gambar 4.2 (Site Plan)

SURVEY REKAYASA B 11
Gambar 4.2 (Hasil Staking Out)
Titik Site Plan Hasil Staking Out Perbedaan (m)
X (m) Y (m) X (m) Y (m)
PI 698375.177 9189789.614 698375.2739 9189789.906 0.3074
TC 698298.5492 9189717.815 698298.5916 9189717.725 0.099
CT 698446.973 9189712.996 698446.9628 9189712.625 0.3717
P1 698435.9306 9189723.205 698436.3149 9189723.196 0.3844
P2 698423.266 9189731.894 698423.0005 9189731.841 0.2709
P3 698408.8102 9189738.905 698408.9358 9189739.226 0.3449
P4 698392.2054 9189743.902 698392.675 9189744.034 0.488
P5 698372.6935 9189746.174 698372.3378 9189746.141 0.3573
P6 698348.2798 9189743.853 698348.5138 9189743.784 0.2441
Tabel 4.2 Perbadingan Site Plan dengan Hasil Staking Out
Terlihat meskipun hasil plotting terlihat sama namun terdapat perbedaan antara
koordinat site plan dengan hasil staking out di lapangan dengan jarak perbedaan terbesar di
titik p4 dan terkecil di titik TC dengan rata-rata jarak perbedaan sebesar 0.318633333 meter.
Perbedaan ini dapat disebabkan tidak pas nya pelurusan dengan pematokan, ataupun tidak
tegak lurusnya jalon saat pelurusan maupun pematokan.

SURVEY REKAYASA B 12
BAB V
PENUTUP

5.1 Kesimpulan
Berdasarkan pada pembahasan dalam pengolahan dan analisis data, adapun
kesimpulan dari laporan ini adalah sebagai berikut.

1. Alat-alat yang digunakan pada praktikum ini adalah ETS (Electronic Total
Station), prisma, statif, dan pita ukur.
2. Total Station merupakan perangkat elektronik yang dilengkapi piringan
horisontal, piringan vertikal, dan komponen pengukur jarak. Dari ketiga data
primer ini (sudut horisontal, sudut vertikal, dan jarak) bisa didapatkan nilai
koordinat X, Y, dan Z serta beda tinggi. Data direkam dalam memori dan
selanjutnya bisa ditransfer ke komputer untuk diolah menjadi data spasial.
3. Berdasarkan plotting yang hasil stake out didapatkan perbedaan lokasi titik-titik
lengkung rata-rata sebesar 0.318633333 meter jika dibandingkan dengan
koordinat pada site plan.
4. Kesalahan pada hasil plotting diakibatkan oleh adanya beberapa kendala, antara
lain sebagai berikut :
a. lokasi praktikum yang kurang luas untuk membuat desain jalan lengkung
dengan jari-jari 100 meter lebih,
b. di lokasi praktikum terdapat banyak pohon yang menutupi prisma pada saat
membidik,
c. permukaan tanah sebagian besar merupakan paving sehingga pematokan
tidak bisa dilakukan dengan patok kayu,
d. cuaca pada saat praktikum yang kurang mendukung (gerimis).

5.2 Saran
Saran-saran yang dapat diberikan dari praktikum ini antara lain adalah sebagai
berikut.
1. Tim kelompok harus mengetahui semua sistem pengukuran dan sketsa yang
dibuat agar saat melakukan praktikum tidak membutuhkan waktu lama karena
menunggu arahan.

SURVEY REKAYASA B 13
2. Menghindari pengukuran yang dilakukan pada siang hari, karena dapat
mempengaruhi proses dan hasil pengukuran yang disebabkan oleh adanya
refraksi yang sangat tinggi.
3. Memperhatikan cuaca pada saat pelaksanaan praktikum.
4. Sebelum melakukan pengukuran, pastikan titik referensi pengukuran sama
antara titik referensi di lapangan dan titik referensi pada gambar di site plan.
5. Untuk membuat pelurusan, sebaiknya menggunakan prisma siku.

SURVEY REKAYASA B 14
DAFTAR PUSTAKA :
Prasetyo, Mochamad Thufall Adjie dan Mahfud Rusyidi. 2018. Peran Survei Pada Proyek
Pembangunan Jalan Tol Jorr II Ruas Kunciran - Serpong Paket 2 Pt. Adhi-Acset.KSO.
Surabaya : Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

Zaenuri, A. 2010. Perencanaan Geometri Jalan.


https://iamnotthoseman.wordpress.com/2010/07/08/perencanaan-geometrik-jalan-
alinyemen/. Diakses pada tanggal 14 April 2019 pukul 22.37 WIB.

SURVEY REKAYASA B 15
LAMPIRAN

Site Plan

SURVEY REKAYASA B 16
Kegiatan Praktikum

SURVEY REKAYASA B 17
SURVEY REKAYASA B 18