Anda di halaman 1dari 4

Analisa

Pada praktikum kali ini praktikan melakukan percobaan mengenai


“Pengamatan Sinyal Secara Matematis dan Grafis”. Pada praktikum empat ini
praktikan mengamati modulasi amplitudo dari sebuah sinyal baik itu secara
matematis maupun grafis. Modulasi merupakan proses perubahan parameter
sinyal pembawa sesuai dengan parameter sinyal informasi. Modulasi AM adalah
perubahan amplitudo sinyal pembawa sesuai dengan amplitudo sinyal
informasi.Sinyal AM dibangkitkan dengan modulator AM, dimana Amplitudo
dari sinyal termodulasi akan berubah sesuai dengan Amplitudo sinyal pembawa
(carrier).
Pada praktikum pertama praktikan melakukan pengamatan terhadap
sinyal modulasi AM kompleks. Dimana sinyal modulasi AM kompleks ini
merupakan jumlahan dari beberapa sinyal yang ampitudo dan frekuensinya
berbeda-beda. Berdasarkan data percobaan data 1 gambar 1.1 terdapat tiga buah
bentuk sinyal, dimana sinyal pertama adalah sinyal informasi. Sinyal kedua adalah
sinyal pembawa, dimana frekuensi sinyal pembawa ini lebih tinggi dibandingkan
sinyal informasi. Pada gambar ketiga dapat dilihat sinyal tersebut memiliki
amplitudo yang sama dengan sinyal informasi namun tetap mempertahankan
frekuensi sinyal pembawa. Sinyal inilah yang dinamakan sinyal termodulasi AM,
dimana mengubah Amplitudo sinyal pembawa sesuai dengan Amplitudo sinyal
informasi. Pada data 1 gambar 1.2 dapat dilihat sinyal informasi, sinyal pembawa,
dan sinyal termodulasi AM berdasarkan sinyal domain frekuensi.
Pada praktikum kedua pratikan melakukan pengamatan terhadap
ketiga persamaan sinyal Modulasi AM. Dimana ketiga persamaan tersebut akan
menghasilkan bentuk sinyal yang sama, persamaan tersebut yaitu :
𝑋𝑐𝐴𝑀 (𝑡) = (2 + 𝑋𝑚 (𝑡))sin(2𝜋25𝑡)
𝑋𝑐𝐴𝑀 (𝑡) = 2(1 + 𝑚1 sin(2𝜋5𝑡)) + 𝑚2 sin(2𝜋3𝑡) + 𝑚3 sin(2𝜋7𝑡) 𝑠𝑖𝑛(2𝜋𝑓𝑐 𝑡)
𝑚1 2 𝑚2 2
𝑋𝑐𝐴𝑀 (𝑡) = 2 sin(2𝜋25𝑡) + cos(2𝜋(𝑓𝑐 − 𝑓𝑚1 )𝑡) + cos(2𝜋(𝑓𝑐 − 𝑓𝑚2 )𝑡)
2 2
𝑚3 2 𝑚1 2
+ cos(2𝜋(𝑓𝑐 − 𝑓𝑚3 )𝑡) − cos(2𝜋(𝑓𝑐 + 𝑓𝑚1 )𝑡)
2 2
𝑚2 2 𝑚3 2
− cos(2𝜋(𝑓𝑐 + 𝑓𝑚2 )𝑡) − cos(2𝜋(𝑓𝑐 + 𝑓𝑚3 )𝑡)
2 2
Berdasarkan persamaan diatas setelah praktikan inputkan pada matlab
menghasilkan bentuk gelombang sinyal yang sama, seperti yang terlihat pada data
2 gambar 2.1 yang menampilkan sinyal dalam bentuk domain waktu dan pada
gambar 2.2 menampilkan sinyal dalam bentuk domain frekuensi.
Pada praktikum ketiga praktikan melakukan pengamatan terhadap
suatu sinyal suara dan sinyal pembawa. dimana sinal tersebut akan kita lakukan
proses modulasi. Dalam praktikan ini sinyal informasi yang diinputkan berupa
sinyal suara yang memiliki amplitudo dan frekuensi yang berbeda-beda pada
setiap satuan waktu. Terlihat pada data 3 gambar 3.1 , pada gambar pertama dapat
dilihat suatu sinyal informasi berupa sinyal suara yang memiliki amplitudo dan
frekuensi yang berbeda-beda. Pada gambar kedua yaitu suatu sinyal pembawa
(carrier) yang memiliki Amplitudo sebesar 1 dan frekuensi 2000Hz. Dan pada
gambar ketiga dapat dilihat suatu sinyal termodulasi dimana sinyal tersebut
memiliki amplitudo yang berubah-ubabh sesuai dengan sinyal informasi (sinyal
suara). Dan pada gambar 3.2 merupakan bentuk sinyal informasi, sinyal
pembawa, dan sinyal termodulasi jika dilihat dari domain fekuensi.
Pada percobaan keempat praktikan melakukan pengamataan terhadap
sinyal modulasi kompleks dengan sinyal persegi. Dimana sinyal modulasi
kompleks merupakan penjumlahan dari beberapa buah sinyal dengan amplitudo
dan frekuensi yang berbeda-beda dari setiap sinyal yang dijumlahkan tersebut.
Pada data 4 gambar 4.1 sama dengan gambar percobaan sebelumnya dimana
terdapat sebuah sinyal informasi, sinyal pembawa dan sinyal termodulasi. Pada
gambar 4.2 merupakan tampilan grafis sinyal tersebut berdasarkan domain
frekuensi.
Pada percobaan kelima praktikan melakukan pengamatan terhadap
sebbuah sinyal kompleks deret fourier. Deret fourier merupakan penguraian
fungsi periodik menjadi jumlahan fungsi-fungsi berosilasi, yaitu fungsi sinus dan
cosinus, ataupun eksponensial kompleks yang digunakan untuk mempresentasikan
fungsi-fungsi periodik secara umum. Pada percobaan ini deret fourier berperan
untuk membangkitkan gelombang sinyal periodik. Sinyal kompleks deret fourier
merupakan penjumlahan dari beberapa buah sinyal dengan menggunan persamaan
deret fourier. Pada data 5 gambar 5.1; 5.3; dan 5.5 , gambar pertama pada masing
– masing figure menampilkan sebuah sinyal informasi dengan menggunakan
fungsi sinus dan fungsi cosinus. Seperti dapat dilihat dari data percobaan gambar
5.1 dan 5.5 menggunakan fungsi cosinus sementara gambar 5.3 menggunakan
fungsi sinus dan cosinus. Pada gambar kedua pada masing – masing figure
menampilkan sebuah sinyal pembawa dengan menggunakan fungsi sinus dan
fungsi cosinus. Seperti dapat dilihat dari data percobaan gambar 5.1; 5.3; dan 5.5
menggunakan fungsi sinus. Dan pada gambar ketiga pada masing-masing figure
menampilkan sinyal termodulasi dengan sinyal informasi sinyal kompleks deret
fourier. Dari hasil percobaan terlihat bahwa sinyal gelombang direpresentasikan
sebagai penjumlahan tak berhingga dari fungsi fungsi sinusoidal dan cosinus
menggunakan Deret Fourier, dan bila setiap suku suku dari uraian Deret Forier
dari sebuah gelombang periodik dijumlahkan sampai N = tak hingga, maka akan
dihasilkan bentuk gelombang yang sama persis seperti bentuk gelombang aslinya.
Kesimpulan
1. Modulasi merupakan proses perubahan parameter sinyal pembawa sesuai
dengan parameter sinyal informasi.
2. Modulasi AM adalah perubahan amplitudo sinyal pembawa sesuai dengan
amplitudo sinyal informasi.
3. Sinyal modulasi AM kompleks ini merupakan jumlahan dari beberapa
sinyal yang ampitudo dan frekuensinya berbeda-beda.
4. Sinyal kompleks deret fourier merupakan penjumlahan dari beberapa buah
sinyal dengan menggunan persamaan deret fourier.