Anda di halaman 1dari 7

45

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1. Gambaran Hasil Penelitian

Penelitian dilakukan pada subjek laki-laki sebanyak 45 orang

dan perempuan 10 orang pada kelompok terdiagnosis prediabetes di RS

Abdul Moeloek tahun 2018. Data diambil dengan memperlihatkan

kriteria inklusi dan eksklusi dengan menggunakan metode Simple

Random Sampling, didapatkan jumlah responden sebanyak 55

responden.

4.2. Analisa Univariat

Analisa dilakukan tiap variabel dari hasil penelitian, baik variabel

dependen maupun variabel independen. Hasil dari tiap variabel

ditampilkan dalam tabel berikut ini:

1. Karakteristik Subjek Penelitian

Berikut tabel distribusi frekuensi karakteristik subjek penelitian :

Tabel 4.1 Distribusi Frekuensi Jenis Kelamin

Variabel N
Jenis Kelamin:
Laki-laki 45
Perempuan 10

Berdasarkan tabel 4.1 jenis kelamin responden dalam penelitian

laki-laki sebanyak 45 responden sedangkan perempuan sebanyak 10

responden.
46

Tabel 4.2 Distribusi Frekuensi Usia

Variabel n Min-Maks Rerata


Usia (Tahun) 55 20-56 43,02

Berdasarkan tabel 4.2, usia responden dalam penelitian yaitu antara

20 hingga 56 tahun dengan rata-rata usia responden yaitu 43,02.

Tabel 4.3 Distribusi Frekuensi Nilai HbA1c pada Responden

Variabel n Min-Maks Rerata


HbA1c (%) 55 4,9-12,3 5,94
Normal 35
Tinggi ≥ 5
Prediabetes (5,7-6,4%) 15

Berdasarkan tabel 4.3 nilai HbA1c pada responden dalam

penelitian yaitu dengan nilai normal 35 responden, tinggi 5 responden

dan prediabetes dengan nilai HbA1c 5,7-6,4% yaitu 15 responden.

Nilai minimum dan maksimum 4,9 hingga 12,3 dan rata-rata nilai

HbA1c yaitu 5,94%.

Tabel 4.4 Distribusi Frekuensi Nilai Profil Lipid

Variabel n Min-Maks Rerata


Profil Lipid
HDL (mg/dL) 31-70 47,96
LDL (mg/dL) 64-200 135,75
Trigliserida (mg/dL) 37-384 118,16

Berdasarkan tabel 4.4 nilai profil lipid pada responden dalam

penelitian yaitu HDL dengan nilai minimum 31 mg/dL, Maksimum 70

mg/dL dan rata-rata 47,96 mg/dL, Nilai minimum 64 mg/dL, nilai


47

maksimum 200 mg/dL dan rata-rata LDL 135,75 mg/dL sedangkan

Trigliserida nilai minimum 37mg/dL, Maksimum 384 mg/dL dan rata-

rata 118,16 mg/dL.

4.3. Analisa Bivariat

1. Hubungan antara Kadar HbA1c dengan Kolesterol HDL

Data berikut merupakan hasil uji hubungan antara Kadar HbA1c

dengan HDL.

Tabel 4.5 Hubungan antara Kadar HbA1c dengan Kolesterol HDL

Value df Asymp sig. (2-sided)


Chi Square 563.444 1 0,034
Likelihood ratio 220.882 1 1.000
Linear by linear .011 1 0.915
association
N of Valid Cases 55

Menurut hasil uji hubungan HbA1c dengan kolesterol HDL, nilai

korelasi yang diperoleh adalah 0,14 (korelasi negatif) dengan nilai

p=0,034 (p<0,05). Menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan

antara kadar HbA1c dengan kadar HDL.

2. Hubungan antara kadar HbA1c dengan Kolesterol LDL

Data berikut merupakan hasil uji hubungan antara kadar HbA1c

dengan Kolesterol LDL.

Tabel 4.6 Hubungan antara Kadar HbA1c dengan Kolesterol LDL


Value df Asymp sig. (2-sided)
Chi Square 734.097 1 0.194
Likelihood ratio 257.292 1 1.000
Linear by linear 2.312 1 .128
association
N of Valid Cases 55
48

Menurut tabel 4.6 hasil uji hubungan antara HbA1c dengan

kolesterol LDL didapatkan bahwa nilai korelasi yang diperoleh adalah

0,207 (Korelasi positif) dengan nilai pw=0,194 (p>0,05).

Menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara kadar

HbA1c dengan kadar kolesterol LDL.

3. Hubungan antara HbA1c dengan Trigliserida

Data berikut merupakan hasil uji korelasi antara kadar HbA1c

dengan Trigliserida.

Tabel 4.7 Hubungan antara HbA1c dengan Trigliserida

Value df Asymp sig. (2-sided)


Chi Square 757.167 1 0.163
Likelihood ratio 261.111 1 1.000
Linear by linear 2.075 1 .150
association
N of Valid Cases 55

Menurut tabel 4.4 hasil uji hubungan antara HbA1c dengan

Trigliserida diperoleh adalah 0,196 (Korelasi Positif) dengan nilai

p=0,163 (p>0,05). Menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang

signifikan antara kadar HbA1c dengan kadar Trigliserida.

4.4. Pembahasan

1. Hubungan antara kadar HbA1c dengan kolesterol HDL

Dari hasil analisa hubungan antara Kadar HbA1c dengan kolesterol

HDL dengan menggunakan uji Chi Square menunjukkan bahwa ada

hubungan yang signifikan kadar HbA1c dengan Kadar Kolesterol


49

HDL (p=0,034). HDL adalah salah satu lipoprotein yang merupakan

bagian dari 6 hasil sentrifusi lipoprotein. Pada penderita dislipidemia,

rasio dari LDL/HDL masih menjadi alat standar untuk evaluasi risiko

PJK (Fernandez & Webb, 2008).

Kolesterol HDL disintesis dan disekresikan terutama oleh hati

dan sebagian kecil di epitel usus selama absorbsi lemak dari usus.

Kolesterol HDL mengandung konsentrasi protein yang tinggi, kira-kira

50% protein, dengan konsentrasi kolesterol dan fosfolipid lebih kecil.

Hasil penelitian yang didapatkan sejalan dengan penelitian

Ratnasari et al (2017) tentang Hubungan antara Kadar HbA1c dengan

Kolesterol HDL pada pasien Diabetes Melitus Type II. Dalam penelitian

tersebut menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara

kadar HbA1c dengan kolesterol HDL.

Gambaran berdasarkan hasil penelitian untuk kategori jenis

kelamin didalam sampel terbanyak adalah laki-laki. Penelitian

menunjukkan bahwa seiring bertambahnya usia, semakin banyak

perubahan fungsi fisiologis manusia. Hal tersebut menjelaskan ada

faktor usia dan faktor kadar HbA1c dengan kadar Kolesterol HDL

dalam peningkatan keduanya.

Penelitian lainnya yang dilakukan oleh Sani (2016) tentang

Hubungan Kadar HbA1c dengan Kolesterol HDL LDL pada

laboratorium Parahita di Surabaya. Hasil penelitian tersebut

menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara kadar HbA1c

dengan kolesterol HDL.


50

2. Hubungan antara kadar HbA1c dengan Kolesterol LDL

Dari hasil analisa antara Kadar HbA1c dengan Kolesterol LDL

menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara

keduanya dengan p=0,207, hasil tersebut menunjukkan bahwa tidak ada

hubungan yang signifikan antara kedua variabel yaitu kadar HbA1c

dengan Kolesterol LDL. Hasil penelitian didukung dengan data yang

diperoleh dari penelitian lain yang dilakukan oleh Afifah (2016) tentang

Hubungan antara kadar HbA1c dengan kadar Kolesterol HDL LDL di

laboratorium Parahita Surabaya. Hasil penelitian tersebut menunjukkan

bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara kadar HbA1c dengan

kadar Kolesterol LDL.

Penelitian lain yang dilakukan oleh Dessy (2016) tentang

Hubungan antara Kadar Glycohemoglobin dan Profil Lipid terhadap

Derajat Ulkus Kaki Diabetes pada pasien Diabetes Melitus Type II. Hasil

penelitian tersebut menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang

signifikan antara kadar HbA1c yang diukur pasien dengan Kadar

Kolesterol LDL pada pasien Diabetes Melitus Type II.

3. Hubungan antara kadar HbA1c dengan Kolesterol Trigliserida

Data hasil penelitian didapatkan bahwa tidak ada hubungan yang

signifikan antara kadar HbA1c dengan kadar kolesterol Trigliserida

dengan p=0,163, data tersebut diuji dengan Chi Square yang

menunjukkan bahwa tidak adanya hubungan yang signifikan antara

HbA1c dengan Kolesterol Trigliserida.


51

Hasil penelitian ini didukung dengan penelitian lainnya yang

dilakukan oleh Salmah (2017) tentang Hubungan antara HbA1c dengan

Kadar Kolesterol Trigliserida pada Pasien Diabetes Melitus Type II.

Penelitian tersebut menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang

bermakna antara kadar HbA1c dengan Kadar Kolesterol Trigliserida

dengan nilai koefisien yang didapat sangat rendah antara kadar HbA1c

dengan Trigliserida.