Anda di halaman 1dari 12

JPPM Vol. 11 No.

2 (2018)

PENGEMBANGAN MODUL MATEMATIKA SMK


TEKNOLOGI KELAS X SEMESTER GANJIL
TERINTEGRASI PENDIDIKAN KARAKTER BANGSA

Putri Dian Wijayanti1), Leny Hartati2)


Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Indraprasta PGRI

putridianwijayanti@gmail.com

ABSTRACT
The purpose of this research is to develop a mathematics learning module at a Vocational High Schools
Technology group Class X Semester 1 which is effective to facilitate the learning process of mathematics
by students independently as well as to instill some values of nation character through math learning,
based on expert assessment and student response. Adaptation procedures from the Dick and Carey
learning development model adapted into the module development stage written by the PMPTK covering
module requirements analysis stage, draft module development, expert validation, classroom testing, and
revision. Quality of Mathematics learning module at a Vocational High Schools Technology Class X
Semester 1 based on expert evaluation is good. The student's response to the learning materials product
is very positive. This Mathematics Module is expected to facilitate students of Vocational High Schools
especially Technological field in learning mathematics independently.

Keywords: Development, Mathematics Learning Module, Nation Character

ABSTRAK
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan modul pembelajaran matematika SMK Teknologi
Kelas X Semester 1 yang efektif untuk memfasilitasi proses pembelajaran matematika siswa secara
mandiri sekaligus menanamkan beberapa nilai karakter bangsa melalui pembelajaran matematika,
berdasarkan penilaian ahli dan respon siswa. Prosedur pengembangan mengadaptasi dari model
pengembangan pembelajaran Dick and Carey yang diadaptasikan ke dalam tahap pengembangan modul
yang ditulis oleh Tim Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PMPTK) yang meliputi
tahap analisis kebutuhan modul, pengembangan draft modul, validasi ahli, uji coba kelas, dan revisi.
Kualitas modul pembelajaran matematika SMK Teknologi Kelas X Semester I berdasarkan penilaian ahli
tergolong baik. Respon siswa terhadap produk bahan pembelajaran tergolong sangat positif. Modul
pembelajaran matematika SMK Teknologi Kelas X Semester 1 ini diharapkan dapat memfasilitasi peserta
didik jenjang SMK khususnya kelompok teknologi dalam belajar matematika secara mandiri.

Kata kunci: Pengembangan, Modul Pembelajaran Matematika, Karakter Bangsa

A. PENDAHULUAN
Pendidikan merupakan hal yang Undang-Undang Sisdiknas No. 20
penting dalam kehidupan manusia, dimana tahun 2003 Bab I (Sekretariat Negara
manusia dan pendidikan bagaikan 2 sisi Republik Indonesia), mengatakan bahwa:
mata uang yang tidak dapat dipisahkan. “Pendidikan adalah usaha sadar dan
Pendidikan bagi kehidupan manusia terencana untuk mewujudkan suasana
merupakan kebutuhan mutlak yang harus belajar dan proses pembelajaran agar
dipenuhi sepanjang hayat. Tanpa peserta didik secara aktif mengembangkan
pendidikan mustahil manusia dapat hidup potensi dirinya untuk memiliki kekuatan
berkembang sejalan dengan keinginan spiritual keagamaan, pengendalian diri,
untuk maju, sejahtera dan bahagia menurut kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia,
konsep pandangan hidup manusia. serta keterampilan yang diperlukan dirinya,
Demikian hal nya juga pendidikan tidak masyarakat, bangsa dan negara.” Kemudian
akan berjalan tanpa kehadiran manusia. pada pasal 3 Undang-undang Nomor 20
Tahun 2003 (Sekretariat Negara Republik

157
Putri Dian Wijayanti dan Leny Hartati

Indonesia) mengatakan bahwa: “Pendidikan antara konsep pendidikan karakter dan


nasional berfungsi mengembangkan realitas kehidupan, sehingga pendidikan
kemampuan dan membentuk karakter serta karakter dan penanaman nilai relatif kurang
peradaban bangsa yang bermartabat dalam berhasil.
rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, Pendidikan matematika memiliki
dan bertujuan untuk berkembangnya peranan penting dalam kehidupan manusia
potensi siswa agar menjadi manusia yang karena setiap orang dalam kehidupannya
beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang tidak terlepas dari matematika. Matematika
Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, merupakan salah satu mata pelajaran yang
cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga wajib dipelajari, terutama di sekolah-
negara yang demokratis serta bertanggung sekolah formal. Suhendri dan Ningsih
jawab.” (2018:12) mengatakan bahwa Salah satu
Dengan demikian dapat dikatakan tujuan pelajaran matematika diberikan di
bahwa pada hakekatnya pendidikan adalah jenjang SMK berdasarkan Permendiknas
upaya untuk mengembangkan kemampuan nomor 22 tahun 2006 adalah memecahkan
dan karakter manusia yang bermartabat. masalah yang meliputi
Hal ini menunjukkan pentingnya kemampuan memahami masalah,
pendidikan watak atau karakter untuk merancang model matematika,
membentuk manusia Indonesia seutuhnya. menyelesaikan model, dan menafsirkan
Bambang (Muslich, 2011: 16) solusi yang diperoleh. Sehingga
mengatakan bahwa pembangunan karakter kemampuan pemecahan masalah dalam
adalah bagian penting dalam pembangunan pembelajaran matematika sangat penting.
peradaban bangsa. Mengenai pendidikan Selanjutnya Salafudin (2013: 65)
karakter, Octavia (2014: 15) mengatakan: mengatakan bahwa “Matematika sebagai
“Pendidikan karakter memiliki makna lebih bagian dari kurikulum pendidikan,
tinggi daripada pendidikan moral karena diharapkan menjadi sarana pencapaian
bukan sekadar mengajarkan mana yang terwujudnya tujuan pendidikan yang telah
benar dan mana yang salah melainkan ditetapkan yakni adanya perubahan sikap
menanamkan kebiasaan (habituation) dan tingkah laku peserta didik yaitu
tentang yang baik sehingga siswa menjadi menjadi pribadi yang berkarakter, seperti
paham, mampu merasakan dan mau jujur, kerja sama, komitmen, kreatif, sopan
melakukan yang baik”. santun, sikap toleran, sikap ilmiah, dan
Sebagai upaya untuk meningkatkan demokratis, selain kemampuan berpikir
kesesuaian dan mutu pendidikan karakter, matematis yang berpijak pada kemampuan
Kementerian Pendidikan Nasional berpikir logis dan sistematis”. Mengingat
sebenarnya telah mengembangkan grand begitu pentingnya peran matematika dalam
design pendidikan untuk setiap jalur, ilmu pengetahuan dan teknologi, maka
jenjang, dan jenis satuan pendidikan. matematika perlu dipahami dan dikuasai
Pendidikan karakter yang diterapkan di oleh berbagai lapisan masyarakat.
sekolah dilaksanakan melalui keseharian Di dalam pembelajaran matematika
pembelajaran yang sudah berjalan dengan terdapat konsep prasyarat sebagai dasar
mengimplementasikan dalam semua mata untuk memahami konsep-konsep
pelajaran. Namun, menurut Salafudin pembelajaran selanjutnya. Banyak siswa
(2013: 64) pendidikan karakter dan yang kesulitan dalam belajar matematika
penanaman nilai selama ini dilakukan dikarenakan tidak menguasai konsep
secara parsial dan dianggap menjadi prasyarat dalam suatu materi baru.
tanggung jawab dan wewenang guru-guru Akibatnya tidak sedikit siswa yang merasa
tertentu. Penanaman nilai religius dianggap takut dalam menghadapi pembelajaran
menjadi dominan guru agama melalui matematika, karena mereka merasa bahwa
Pendidikan Agama, sedangkan penanaman matematika itu sulit. Pemahaman terhadap
nilai, moral, toleransi, nasionalisme konsep materi prasyarat sangat penting
diserahkan paada guru PKN. Hal ini karena apabila siswa menguasai konsep
mengakibatkan terjadinya kesenjangan nilai materi prasyarat maka siswa lebih mudah

158
Pengembangan Modul Matematika SMK

untuk memahami konsep materi 228) sumber belajar adalah segala sesuatu
selanjutnya. Akan tetapi, tidak semua siswa yang ada di sekitar lingkungan kegiatan
mampu menguasai konsep materi prasyarat. belajar yang secara fungsional dapat
Hal ini dikarenakan karakteristik dan digunakan untuk membantu optimalisasi
kemampuan belajar siswa yang berbeda- hasil belajar. Sumber belajar bisa berbentuk
beda. benda, data, fakta, ide, orang dan lain
Siswa pada hakekatnya berbeda-beda sebagainya. Sumber belajar merupakan
satu dengan yang lainnya baik dalam bahan mentah untuk menyusun bahan ajar,
ketertarikannya terhadap suatu bahan ajar, untuk bisa disajikan kepada peserta didik
kemampuan intelektual masing-masing sumber belajar harus diolah dan
maupun dalam gaya belajar yang dikembangkan terlebih dahulu oleh guru.
disukainya. Guru dalam pembelajaran di Anwari (Putra dan Setiawati, 2018: 140)
kelas berperan sebagai fasilitator yang mengatakan bahwa guru sebagai pendidik
harus mampu membangkitkan ketertarikan profesional diharapkan memiliki
siswa terhadap suatu materi belajar dan kemampuan mengembangkan bahan ajar
menyediakan beraneka pendekatan cara sesuai dengan mekanisme yang ada dengan
belajar. Pada kenyataannya, selama ini memperhatikan karakteristik dan
pembelajaran di kelas cenderung lingkungan sosial peserta didik. Bahan ajar
mengabaikan perbedaan karakteristik dan yang perlu dikembangkan pada saat ini
kemampuan belajar siswa. Sunardi (2007: adalah bahan ajar yang berpusat pada
226) mengatakan bahwa “kelas-kelas di kebutuhan belajar siswa, sehingga siswa
sekolah-sekolah di Indonesia sebenarnya mampu belajar secara mandiri.
merupakan kelas heterogen, tetapi Pamungkas dan Yuhana (2016:178)
perbedaan individu kurang mendapat mengatakan bahwa Bahan ajar secara
perhatian dalam sistem pembelajaran yang umum terdiri dari pengetahuan,
dipakai”. Hal ini berdampak pada siswa, keterampilan, dan sikap yang harus
yaitu potensi siswa-siswa unggul tidak dipelajari siswa untuk mencapai standar
berkembang secara optimal, sebaliknya, kompetensi yang telah ditentukan. Modul
siswa-siswa yang lambat juga tidak merupakan salah satu bahan ajar cetak yang
memperoleh bimbingan yang memadai. dapat dipelajari siswa secara mandiri,
Untuk mengatasi kebutuhan siswa karena di dalamnya telah dilengkapi
yang berbeda-beda, guru dituntut untuk petunjuk untuk belajar sendiri. Tim
dapat mengembangkan pembelajaran yang Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga
efektif yang berpusat pada siswa (student Kependidikan (2008: 5) mengatakan
centred learning). Untuk memperoleh melalui modul pembaca dapat melakukan
pembelajaran yang efektif, guru harus kegiatan belajar tanpa kehadiran pengajar
mampu menyusun rencana pembelajaran secara langsung, bahasa, pola, dan sifat
yang sesuai dengan kebutuhan belajar siswa kelengkapan lainnya yang terdapat dalam
di kelas. Peraturan Pemerintah nomor 19 modul ini diatur sehingga ia seolah-olah
tahun 2005 Pasal 20, mengisyaratkan merupakan bahasa pengajar atau bahasa
bahwa guru diharapkan mengembangkan guru yang sedang memberikan pengajaran
materi pembelajaran, yang kemudian kepada murid-muridnya. Hal ini
dipertegas melalui Peraturan Menteri menjadikan modul sebagai bahan ajar yang
Pendidikan Nasional (Permendiknas) mampu memenuhi kebutuhan siswa sesuai
nomor 41 tahun 2007 tentang Standar dengan karakteristik dan kemampuan
Proses, yang antara lain mengatur tentang belajar siswa yang bervariasi. Sehingga
perencanaan proses pembelajaran yang modul dapat digunakan untuk melengkapi
mensyaratkan bagi pendidik pada satuan 4 pembelajaran matematika yang berpusat
pendidikan untuk mengembangkan rencana pada siswa (student centered learning).
pelaksanaan pembelajaran (RPP). Dalam pembelajaran matematika
Salah satu elemen dalam rencana terdapat 4 (empat) kompetensi inti yang
pelaksanaan pembelajaran (RPP) adalah perlu dikembangkan siswa, dimana 2 (dua)
sumber belajar. Menurut Sanjaya (2008: kompetensi inti memuat nilai-nilai karakter

159
Putri Dian Wijayanti dan Leny Hartati

yang harus dikembangkan pada diri seorang masyarakat luas tanpa harus menambah
siswa. Situmorang (2013: 237) mata pelajaran secara khusus”. Untuk itu
mengemukakan bahwa “pengembangan perlu adanya pengembangan bahan ajar
materi ajar yang memuat pendidikan berupa modul matematika berkarakter yang
karakter menjadi salah satu upaya dapat memenuhi kebutuhan belajar dan
menyebarluaskan gagasan dan pembentukan karakter siswa Indonesia.
implementasi pendidikan karakter kepada

B. METODE PENELITIAN
Pengembangan modul ini andconduct formative evaluation)
menggunakan jenis penelitian 9) Merevisi pembelajaran
pengembangan (research and development). (instructional revitions)
Metode penelitian dan pengembangan 10) Mengembangkan evaluasi sumatif
adalah metode penelitian yang digunakan (design and conduct summative
untuk menghasilkan produk tertentu, dan evaluation)
menguji keefektifan produk tersebut. Peneliti berusaha untuk
Penelitian jenis ini berbeda dengan menyesuaikan langkah pengembangan
penelitian pendidikan lainnya karena pembelajaran Dick and Carey dengan
tujuannya adalah mengembangkan produk langkah pengembangan modul sesuai
berdasarkan uji coba untuk kemudian dengan yang ditulis oleh Tim Peningkatan
direvisi sampai menghasilkan produk yang Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan
layak pakai. Model pengembangan yang (PMPTK) menjadi 5 tahap. 5 tahap
digunakan dalam penelitian ini adalah tersebut antara lain:
model pengembangan sistem pembelajaran 1) Analisis Kebutuhan Modul
Dick and Carey. Model pengembangan 2) Penyusunan Draft
sistem pembelajaran Dick and Carey 3) Validasi
(Warsita, 2011: 15-23) menggambarkan 4) Uji Coba
langkah-langkah yang 5) Revisi
sistematis dan menyeluruh dalam Dalam penulisan modul sendiri,
mengembangkan sistem pembelajaran. terdapat tiga teknik yang dapat dipilih
Model Dick and Carey terdiri dari 10 dalam menyusun modul. Ketiga teknik
tahapan: tersebut menurut Sungkono (2003: 10),
1) Identifikasi tujuan yaitu menulis sendiri, pengemasan kembali
2) Melakukan analisis pembelajaran informasi, dan penataan informasi:
(conducting a goal analysis) 1) Menulis Sendiri (Starting from
3) Mengidentifikasi tingkah laku awal/ Scratch)
karakteristikpesertadidik Penulis/guru dapat menulis sendiri
(identityentry behaviours, modul yang akan digunakan dalam
characteristic) proses pembelajaran. Asumsi yang
4) Merumuskan tujuan khusus (write mendasari cara ini adalah bahwa
performance objectives) guru adalah pakar yang berkompeten
5) Pengembangan tes acuan patokan dalam bidang ilmunya, mempunyai
(developing criterian-referencedtest kemampuan menulis, dan
items) mengetahui kebutuhan siswa dalam
6) Mengembangkan strategi bidang ilmu tersebut.
pembelajaran (develop instructional 2) Pengemasan Kembali Informasi
strategy) (Information Repackaging)
7) Mengembangkan materi Penulis/guru tidak menulis modul
pembelajaran (develop and select sendiri, tetapi memanfaatkan buku-
instructional materials) buku teks dan informasi yang telah
8) Merancang dan mengembangkan ada di pasaran untuk dikemas
evaluasiformatif(design kembali menjadi modul yang

160
Pengembangan Modul Matematika SMK

memenuhi karakteristik modul yang Teknik Analisis Data


baik. Modul atau informasi yang Analisis data hasil penelitian
sudah ada dikumpulkan berdasarkan dilakukan dengan menggunakan
kebutuhan (sesuai dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Data
kompetensi, silabus dan RPP/SAP), berupa saran dan kritik dari ahli/pakar dan
kemudian disusun kembali dengan siswa dianalisis dengan pendekatan
gaya bahasa yang sesuai. Selain itu kualitatif, sedangkan data kelayakan modul
juga diberi tambahan keterampilan dan pendapat mengenai kesesuaian modul
atau kompetensi yang akan dicapai, diolah dengan pendekatan deskriptif
latihan, tes formatif, dan umpan kuantitatif. Untuk menganalisis data
balik. tentang kelayakan modul dilakukan dengan
3) Penataan Informasi (Compilation) langkah-langkah sebagai berikut:
Cara ini mirip dengan cara kedua, a) Melakukan tabulasi data hasil
tetapi dalam penataan informasi tidak penilaian
ada perubahan yang dilakukan b) Menghitung rata-rata skor tiap
terhadap modul yang diambil dari indikator dengan rumus:
buku teks, jurnal ilmiah, artikel, dan
∑X
=

lain-lain. Dengan kata lain, materi- Sumber: Sartikaningrum (2013: 59)


materi tersebut dikumpulkan,
digandakan dan digunakan secara Keterangan :
langsung. Materi-materi tersebut = skor rata-rata
dipilih, dipilah dan disusun N = jumlah subjek uji coba
berdasarkan kompetensi yang akan ∑X = jumlah skor
dicapai dan silabus yang hendak c) Menjumlahkan rata-rata skor tiap
digunakan. aspek
4) Dalam pengembangan modul d) Menginterpretasi secara kualitatif
matematika SMK kelas X ini penulis jumlah rata-rata skor tiap aspek
menggunakan teknik yang kedua dengan menggunakan rumus
yaitu pengemasan kembali konversi skor skala 4.
(Information Repackaging)
Tabel 1. Pedoman Konversi Jumlah Rata-rata Skor Menjadi
Nilai Dengan Empat Kategori
No Rentang Skor Nilai Kategori
1 ( min+ 3p) ≤ ≤ maks A Sangat Baik
2 ( min+ 2p) ≤ ≤ ( min+ 3p-1) B Baik
3 ( min+ p) ≤ ≤ ( min+ 2p-1) C Kurang
4 min ≤ ≤ ( min + p-1) D Sangat Kurang

Sumber: Harumi (2011: 4) Dalam penelitian ini, nilai kelayakan


Keterangan: ditentukan dengan nilai minimal “B”
= jumlah rata-rata skor dengan kategori “baik”. Jadi, jika hasil
maks = skor tertinggi penilaian oleh dosen ahli, guru, dan siswa,
min = skor terendah skor rata-ratanya memperoleh nilai “B”,
p = panjang interval kelas maka pengembangan modul matematika
(( maks- min) : 4) SMK terintegrasi karakter bangsa ini
dianggap “layak digunakan”.

C. HASIL DAN PEMBAHASAN


Hasil Pengembangan SMK Teknologiyang Terintegrasi
Hasil penelitian pengembangan ini Pendidikan Karakter Bangsa. Produk ini
adalah tersusunnya Modul Matematika disusun untuk memfasilitasi kebutuhan
161
Putri Dian Wijayanti dan Leny Hartati

siswa dalam belajar matematika secara soal prasyarat disediakan sebagai persiapan
mandiri. Produk modul ini memuat materi awal siswa dalam memasuki kegaiatan
matematika SMK yang yang mencakup belajar di setiap babnya. Evaluasi
kompetensi dasar untuk pembelajaran pembelajaran, refleksi diri, dan kolom
selama satu semester. Materi dalam modul penilaian yang disediakan dalam modul ini
ini terbagi menjadi 3 bab yang terdiri dari, memungkinkan siswa untuk dapat mengukur
persamaan dan pertidaksamaan nilai kemampuan belajarnya secara mandiri,
mutlak, sistem persamaan linear dan sehingga siswa mampu mengikuti
fungsi. pembelajaran sesuai dengan kebutuhannya
Dalam setiap bab ditunjang dengan yang berbeda-beda. Selain itu penyusunan
berbagai rubrikasi yang ditandai dengan modul ini juga diintegrasikan dengan nilai-
ikon-ikon tertentu yang menunjang nilai karakter bangsa yang disesuaikan
pembelajaran siswa secara mandiri. Materi dengan kurikulum 2013. Penggunaan warna
prasyarat dan soal prasyarat disediakan dan gambar dibuat sedemikian mungkin
sebagai persiapan awal peserta didik dalam supaya terlihat menarik oleh siswa sehingga
memasuki kegiatan belajar di setiap kegiatan belajar menjadi lebih
babnya. Evaluasi pembelajaran, refleksi menyenangkan.
diri, dan kolom penilaian yang disediakan Bab pertama yaitu “Persamaan dan
dalam modul ini memungkinkan siswa Pertidaksamaan Linear yang memuat Nilai
untuk dapat mengukur kemampuan mutlak” memuat materi tentang nilai
belajarnya secara mandiri, sehingga siswa mutlak, persamaan linear satu variabel yang
mampu mengikuti pembelajaran sesuai memuat nilai mutlak, dan pertidaksamaaan
dengan kebutuhannya yang berbeda-beda. linear satu variabel yang memuat nilai
Selain itu penyusunan modul ini juga mutlak. Dalam setiap materi tersebut
diintegrasikan dengan nilai-nilai karakter dilengkapi dengan materi prasyarat,
bangsa yang disesuaikan dengan kurikulum penjelasan dan contoh soal serta beberapa
2013. Penggunaan warna dan gambar ilustrasi yang berkaitan dengan konsep.
dibuat sedemikian mungkin supaya terlihat Penggunaan gambar beserta ilustrasi
menarik oleh siswa sehingga kegiatan dari contoh tersebut dimaksudkan untuk
belajar menjadi lebih menyenangkan. menarik minat siswa untuk mempelajari
Modul merupakan bahan ajar yang materi tersebut, dan agar siswa dapat lebih
ditulis dengan tujuan agar siswa dapat memahami materi yang sedang dipelajari.
belajar secara mandiri tanpa atau dengan Selain penggunaan contoh beserta
bimbingan guru. Oleh karena itu menurut penjelasannya, pada aspek isi/materi juga
Prastowo (2011: 104), modul harus berisi dilengkapi dengan uji kompetensi dan soal
tentang petunjuk belajar yang akan dicapai, evaluasi yang berguna untuk melatih
isi materi pelajaran, informasi pendukung, kemampuan akademik siswa.
latihan soal, petunjuk kerja, evaluasi, dan Pada bab kedua yaitu “Sistem
balikan terhadap hasil evaluasi. Modul persamaan Linear” memuat materi tentang
Matematika SMK Teknologi Kelas X sistem persamaan linear dua variabel dan
Semester I disusun berdasarkan pada empat sistem persamaan linear tiga variabel.
aspek kelayakan. Aspek tersebut antara lain Sedangkan pada bab ketiga yaitu “Fungsi”
isi/materi, penyajian, bahasa, dan memuat materi tentang fungsi linear,
konstruksional/ instruksional. kuadrat dan rasional, aritmatika fungsi,
Isi/materi dalam modul pembelajaran komposisi fungsi dan fungsi invers. Sama
ini disusun berdasarkan kompetensi inti dan seperti pada bab pertama, bab kedua dan
kompetensi dasar yang akan dicapai dalam ketiga ini juga dilengkapi dengan materi
satu semester. Kegiatan belajar dalam prasyarat, penjelasan dan contoh soal serta
modul ini dibagi menjadi 3 bab, dalam beberapa ilustrasi yang berkaitan dengan
setiap bab ditunjang dengan berbagai konsep.
rubrikasi yang ditandai dengan ikon-ikon Aspek penyajian dalam modul
tertentu yang menunjang pembelajaran pembelajaran matematika ini mencakup
siswa secara mandiri. Materi prasyarat dan bagian pendahuluan, isi, dan penutup.

162
Pengembangan Modul Matematika SMK

Bagian pendahuluan terdiri dari halaman Bagian ini berisi mengenai berita-
judul, panduan penggunaan modul, prakata, berita seputar kehidupan sehari-hari
daftar isi, judul sub bab dan kompetensi yang berkaitan dengan materi yang
dasar. Panduan penggunaan modul dibahas untuk menambah wawasan
disajikan/dibuat untuk memudahkan siswa dan pengetahuan umum siswa.
dalam mengetahui materi apa saja yang ada Di setiap akhir pembelajaran juga
dalam modul tersebut, dan bagaimana cara disajikan uji formatif. Uji formatif dalam
menggunakan modul pembelajaran setiap pembelajaran dilengkapi dengan
matematika ini secara mandiri. pedoman penilaian. Pedoman penilaian
Bagian isi terdiri dari beberapa disajikan agar siswa dapat menilai hasil
kegiatan pembelajaran pada setiap babnya kerjanya secara mandiri. Dengan pedoman
yang dilengkapi dengan gambar dan penilaian, siswa dapat mengetahui nilai
penjelasan yang berkaitan dengan konsep, yang diperolehnya. Bagian akhir modul
dilengkapi juga dengan peta konsep dan terdapat glosarium, kunci jawaban, dan
kompetensi dasar yang hendak dicapai daftar pustaka. Kunci jawaban berisi
dalam setiap pembelajaran. Pada setiap bab jawaban pertanyaan dari uji formatif yang
dilengkapi dengan rubrikasi-rubrikasi diberikan pada setiap akhir bab. Penyajian
sebagai berikut: glosarium dimaksudkan untuk
a) Ayo mengingat! Materi Prasyarat memudahkan siswa dalam mengetahui arti
Melalui kegiatan ini siswa diajak dari istilah-istilah yang belum diketahui.
untuk mengingat kembali materi- Modul matematika SMK teknologi
materi yang harus dikuasai sebelum ini disusun dengan memberikan
mempelajari materi yang akan keunggulan/daya tarik tersendiri. Pertama,
dibahas. daya tarik modul ini terletak pada bagian
b) e-MATH sampul/kulit luar. Sampul didesain full
Bagian ini akan mengajak siswa colour dengan dominasi gradasi warna biru
untuk berselancar di dunia maya beserta gambar wahana “roller coaster”
guna melengkapi materi yang dibahas yang merupakan salah satu bentuk
saat itu. penerapan penggunaan fungsi kurva.
c) Ayo Diskusi! Sedangakan untuk hurufnya menggunakan
Bagian ini mengajak siswa untuk beberapa warna yaitu hitam, putih dan
mendiskusikan beberapa masalah kuning. Kedua, penyajian gambar/ilustrasi,
yang berkaitan dengan materi dan penggunaan warna yang berbeda di
bersama dengan teman setiap babnya untuk meninggalkan kesan
d) Ayo Selidiki! formal dalam pembelajaran matematika.
Bagian ini mengajak siswa untuk Selain itu pengguanaan gambar dan variasi
menyelidiki dan membuktikan setiap warna akan mengurangi rasa bosan siswa
kebenaran-kebenaran yang terdapat dalam membaca dan mempelajari modul
dalam sertiap materi pembelajaran matematika ini. Ketiga, modul ini
e) Pendidikan Karakter dilengkapi dengan unsur pendukung
Bagian ini mengajak siswa untuk pembelajaran, seperti penyajian panduan
belajar dan menerapkan nilai-nilai penggunaan modul, “Ayo mengingat”, “e-
karakter bangsa yang terdapat dalam Math”, dan kolom-kolom rubrikasi
pembelajaran matematika kedalam lainnnya. Daya tarik lainnya adalah adanya
keidupan sehari-hari pedoman penilaian yang disajikan agar
f) Refleksi Diri siswa dapat menilai hasil kerjanya secara
Bagian ini mengajak siswa untuk mandiri dan menentukan tahapan belajar
belajar terbuka pada dirinya sendiri yang sesuai dengan kebutuhannya.
mengenai kemampuan belajarnya
untuk meningkatkan hasil belajar Deskripsi Data
yang lebih maksimal. Deskripsi Data Hasil Validasi Ahli/
g) Artikel Pakar

163
Putri Dian Wijayanti dan Leny Hartati

Validasi pakar ini dilakukan Bagian modul yang paling banyak


sebanyak satu kali oleh ahli substansi di membutuhkan perbaikan adalah pada
bidang materi, bahasa dan instruksional. permasalahan pemakaian bahasa dan
Aspek yang dinilai terdiri dari aspek ejaan yang tepat. Banyak penulisan
kelayakan isi, penyajian materi, kelayakan kata yang ejaannya salah dan
bahasa, dan penilaian kontekstual. Hasil mengalami typo sehingga menjadi
validasi terhadap setiap aspek menunjukkan kurang nyaman untuk dibaca. Selain
bahwa modul matematika SMK Teknologi itu penggunaan kata sapa “kamu”
layak digunakan dengan beberapa revisi juga dianggap kurang tepat
perbaikan. Hal ini dibuktikan dengan nilai digunakan dalam penulisan modul
yang diperoleh dari hasil validasi ahli/ sehingga peneliti menggantinya
pakar yang masuk dalam kategori “baik”. dengan kata “anda”. Dan terdapat
beberapa kolom rubrikasi yang hanya
Saran revisi produk dari Ahli Materi terdapat ikon gambar tanpa ada nama
adalah bagian yang harus direvisi untuk rubriknya yang kemudian peneliti
perbaikan adalah pada aspek penyajian, lengkapi dengan nama yang sesuai
glosarium yang tenyata belum disajikan dengan tujuan dari kolom rubrik
dalam modul tersebut. Saran revisi produk tersebut.
dari dari Ahli Bahasa adalah adanya Dan saran revisi produk dari Ahli
beberapa bagian yang harus direvisi untuk Instruksional adalah beberapa
perbaikan adalah sebagai berikut. perbaikan sebagai berikut :
a) Bagian Sampul a) Tata Penulisan
Perlu ditambahkan kata “Mandiri” Salah satu kekurangan yang terdapat
agar sesuai dengan tujuan dalam modul pembelajaran ini
dimaksudkanya pembuatan modul ini menurut guru pengampu mata
b) Panduan Penggunaan Modul pelajaran adalah tata penulisan yang
Pada bagian penggunaan modul ini kurang rapi, terdapat beberapa
masih banyak terdapat penggunaan penulisan yang bertumpuk terutama
ejaan yang kurang tepat dan pada contoh soal. Simbol-simbol
penulisan kata masih perlu matematika yang digunakan saling
diperhatikan. Selain itu komposisi menutupi dan menyulitkan untuk
lay out kurang efektif sehinga terlalu dibaca, sehingga perlu diperhatikan
banyak menggunakan halaman. dan dirapikan lagi dalam tata
Misalnya pada kolom rubrikasi tidak penulisannya.
perlu penjelasan yang terlalu b) Penggunaan Gambar
panjang, cukup nama kolomnya saja Salah satu saran yang berikan oleh
sehingga penggunaan halaman guru pengampu mata pelajaran
menjadi lebih optimal. adalah agar lebih diperbanyak lagi
c) Bagian isi modul penggunaan gambar yang menarik
Peletakan artikel di akhir bab sehingga mendorong minat belajar
dianggap kurang optimal dan peserta didik.
kehilangan fungsi. Untuk
mengoptimalkan fungsi artikel, maka Deskripsi Data Hasil Uji Coba Produk
letak artikel perlu di pindah ke bagian Uji coba produk ini dilakukan
awal bab, setelah halaman peta sebanyak dua kali, yaitu uji coba pada
konsep. Demikian halnya dengan kelompok kecil dan uji kelompok besar.
kolom pendidikan karakter yang Aspek yang dinilai terdiri dari aspek
letaknya tidak sama pada setiap bab, kemenarikan modul, materi yang disajikan,
dipindah ke bagian awal bab bersama dan bahasa yang digunakan. Hasil penilaian
dengan halaman peta konsep. yang dilakukan pada uji kelompok kecil
terhadap ketiga aspek menunjukkan bahwa
d) Penggunaan bahasa dan ejaan modul matematika SMK Teknologi dapat
diterima oleh siswa. Hal ini dibuktikan

164
Pengembangan Modul Matematika SMK

dengan nilai yang diperoleh dari uji coba untuk setiap aspek, tetapi juga memberikan
terbatas siswa yang masuk kategori “baik”. saran dan pendapat tentang modul
Berdasarkan data hasil uji coba pembelajaran matematika ini. Saran dan
terbatas yang diikuti oleh 6 siswa di atas, pendapat siswa tersebut di antaranya, 1)
dapat diketahui bahwa tiga aspek penilaian, ilustrasi dan gambar yang di berikan cukup
yaitu aspek ketertarikan, aspek isi atau baik dan perlu untuk diperbanyak lagi, 2)
materi, dan aspek bahasa memperoleh siswa memerlukan bahasa yang lebih friendly
prosentase berturut-turut 67%, 74%, dan atau ramah dalam penyajian materi.
72% dengan aspek materi memiliki Hasil yang diperoleh dari akumulasi
prosentase kelayakan terbesar. skor rata-rata dosen ahli, guru, dan siswa
Setelah dilakukan uji kelompok kecil pada modul pembelajaran memperoleh skor
dengan peserta 6 siswa, maka selanjutnya rata-rata sebesar 2,96 dengan kategori
adalah uji kelompok besar dalam satu kelas “baik”. Kriteria kelayakan modul yang
dengan 26 siswa sebagai peserta. dikembangkan merujuk pada bab 3 yang
Berdasarkan data hasil uji coba terbatas menjelaskan bahwa nilai kelayakan
yang diikuti oleh 26 siswa di atas, dapat ditentukan dengan nilai minimal “B”
diketahui bahwa tiga aspek penilaian, yaitu dengan kategori “Baik”. Jadi, jika
aspek ketertarikan, aspek isi/materi, dan pernyataan tersebut dikorelasikan dengan
aspek bahasa memperoleh prosentase hasil skor rata-rata yang diperoleh dari
berturut-turut 81%, 75%, dan 87% dengan produk yang dikembangkan, yaitu sebesar
aspek penyajian bahasa memiliki prosentase 2,96 dengan prosentase kelayakan sebesar
kelayakan terbesar. 74%, maka Modul Matematika SMK
Siswa yang menjadi responden dalam Teknologi Kelas X Semester 1 Terintegrasi
uji coba ini tidak sekedar memberi nilai Karakter Bangsa layak digunakan.

D. KESIMPULAN DAN SARAN


Berdasarkan hasil penelitian dan Pengembangan draft modul ini
pembahasan tentang pengembangan dilakukan dengan menentukan judul,
produk berupa Modul Matematika SMK tujuan, pemilihan bahan, penyusunan
Teknologi Kelas X Semester 1 kerangka, dan pengumpulan bahan yang
terintegrasi Karakter Bangsa, diperoleh relevan dengan materi. Selain itu, untuk
kesimpulan sebagai berikut : menilai kelayakan produk yang
Pertama, modul yang digunakan dikembangkan, dilakukan uji validasi
dalam pembelajaran bermanfaat untuk yang melibatkan pakar atau ahli, dan
memudahkan guru memberikan materi guru matematika, serta uji coba terbatas
yang diajarkan. Modul pembelajaran siswa. Penilaian kelayakan modul ini
bisa digunakan untuk belajar secara meliputi empat aspek, yaitu aspek
mandiri maupun secara berkelompok. isi/materi, penyajian, bahasa, dan
Selain itu modul pembelajaran ini kegrafikan.
dikemas dengan cukup menarik dengan Ketiga, Modul Matematika SMK
berbagai gambar dan warna untuk Teknologi Kelas X Semester 1
menarik minat belajar siswa, juga terintegrasi Karakter Bangsa, dalam
memuat nilai-nilai karakter bangsa yang validasi materi memperoleh skor rata-
dapat diterapkan melalui pembelajaran rata sebesar 3,08 dengan kategori
matematika. “baik”, dalam validasi bahasa
Kedua, Modul Matematika SMK memperoleh skor rata-rata sebesar 2,62
Teknologi Kelas X Semester 1 dengan kategori “baik”, dalam validasi
terintegrasi Karakter Bangsa instruksional memperoleh skor rata-rata
dikembangkan melalui lima tahapan sebesar 2,93 dengan kategori “baik”,
pengembangan. Kelima tahapan itu dalam uji coba kelompok kecil
antara lain, analisis kebutuhan modul, memperoleh skor rata-rata sebesar 2,89
pengembangan draft modul, uji validasi, dengan kategori “baik”, dan dalam uji
revisi produk, dan uji coba produk. coba kelompok besar memperoleh skor

165
Putri Dian Wijayanti dan Leny Hartati

rata-rata sebesar 3,27 dengan kategori atau sumber belajar dalam


“sangat baik”. pembelajaran matematika secara
Dari hasil penilaian tersebut dapat mandiri dalam upaya memfasilitasi
disimpulkan bahwa Modul Matematika kemampuan peserta didik yang
SMK Teknologi Kelas X Semester 1 berbeda-beda
terintegrasi Karakter Bangsa dinyatakan 2. Saran Pengembangan Produk Lebih
layak digunakan. Lanjut
Adapun saran pemanfaatan dan Perlu dikembangkan bahan
pengembangan produk lebih lanjut adalah pembelajaran matematika SMK secara
sebagai berikut. mandiri yang menarik dan terintegrasi
1. Saran Pemanfaatan dengan nilai-nilai kehidupan sehari-
Modul Matematika SMK Teknologi hari, agar dapat tercipta pembelajaran
Kelas X Semester 1 terintegrasi matematika yang menarik dan
Karakter Bangsa hasil penelitian ini bermakna bagi peserta didik.
sangat baik digunakan sebagai media

DAFTAR PUSTAKA

Harumi, Rahmi Asti, Ulifah Aprilia Menghadapi Masyarakat Ekonomi


Hariani, Iis Nur Asyiah. 2011. ASEAN. Hlm. 212 – 233.
“Pengembangan Modul
Pembelajaran Muatan Lokal Putra, Rizki Wahyu Yunian, Setiawati, Neni.
Etnobotani Masyarakat Using di 2018. Pengembangan Desain
SMA Negri 1 Banyuwangi” Artikel Didaktis Bahan Ajar Persamaan
Online Garis Lurus. Jurnal Penelitian dan
http://repository.unej.ac.id/handle/12 Pendidikan Matematika. 11(1): 139 -
3456789/63750 diakses pada 17 148
Agustus 2017
Salafudin. 2013. “Pendidikan Karakter
Muslich, Masnur. 2011. Pendidikan Melalui Pembelajaran Matematika”
Karakter: Menjawab Tantangan Krisis Jurnal Penelitian, Vol. 10 No. 1 Mei
Multidimensional. Jakarta: 2013, Pekalongan: STAIN.
Bumi Aksara
Sanjaya, Wina. 2008. Perencanaan dan
Octavia, Lanny dkk. 2014. Pendidikan Desain Sistem Pembelajaran.
Karakter Berbasis Tradisi Jakarta: Kencana
Pesantren. Jakarta: Renebook.
Sartikaningrum, Ria. 2013. “Pengembangan
Pamungkas, Aan, Subhan, Yuhana, Yuyun. Media Pembelajaran Permainan
2016. Pengembangan Bahan Ajar Monopoli Akuntansi untuk
untuk Peningkatan Kemampuan Meningkatkan Motivasi Belajar
Penalaran Matematis Mahasiswa Siswa Kelas X Program Keahlian
Calon Guru Matematika. Jurnal Akuntansi SMK Negeri 1 Tempel”
Penelitian dan Pendidikan Skripsi S1 Fakultas Ekonomi
Matematika. 9(2): 177 - 182 Universitas Yogyakarta. Yogyakarta

Prastowo, Andi. 2016. “Malapraktek Suhendri, Huri, Ningsih, Rita. 2018.


Pendidikan Karakter di Indonesia Peranan Ketahanmalangan dan
dalam Perspektif Neurosains” Kreativitas dalam Pembelajaran
Prosiding Seminar Nasional Inovasi Matematika. Jurnal Penelitian dan
Pendidikan, Inovasi Pembelajaran Pendidikan Matematika. 11(1): 31 -
Berbasis Karakter dalam 40

166
Pengembangan Modul Matematika SMK

Sunardi. 2007. “Pendidikan Nongradasi:


PengakuanPerbedaan Individu”
Jurnal Cakrawala Pendidikan,
November 2007, Th. XXV, No. 3,
Surakarta: Universitas Sebelas Maret

Tim Peningkatan Mutu Pendidik dan


Tenaga Kependidikan. 2008.
Penulisan Modul. Jakarta:
DEPDIKNAS

Warsita, Bambang. 2011. “ Analisis


Kebutuhan Sistem Pembelajaran”
Serial Modul Diklat Jabatan
Fungsional Pengembang Teknologi
Pembelajaran (Diklat JF-PTP).
Jakarta: Kementrian Pendidikan dan
Kebudayaan
Sungkono. “Pengembangan dan

Pemanfaatan Bahan Ajar Modul


dalam Proses Pembeljaran” Jurnal
Online
http://journal.uny.ac.id/index.php/mi
p/article/viewFile/6154/5341 diakses
pada 20 Mei 2017
Situmorang, Manihar. 2013.

“Pengembangan Buku Ajar SMA


Melalui Inovasi Pembelajaran dan
Integrasi Pendidikan Karakter untuk
Meningkatkan Hasil Belajar Siswa”
Prosiding Semirata FMIPA
Universitas Lampung, 2013.

167
168