Anda di halaman 1dari 10

3.

5 Identifikasi Masalah
3.5.1 Analisa Masalah
M-1 (Man)

STRENGHT WEAKNESS OPPORTUNITY THREATENED


(KEKUATAN) (KELEMAHAN) (KESEMPATAN) (ANCAMAN)
• Jumlah tenaga perawat di Ruang Nilam • Tenaga perawat di Ruang Nilam • Adanya kebijakan rumah sakit tentang • Persaingan antar rumah sakit semakin kuat.
yaitu 21 orang perawat. tingkat pendidikan S2 keperawatan profesionalisme perawat dengan • Adanya tuntutan tinggi dari masyarakat
• Adanya tenaga perawat profesional tidak ada.. Karena dengan adanya memberikan kesempatan kepada setiap untuk pelayanan yang lebih professional.
lulusan S1 keperawatan Ners, S1 pendidikan S2 sebagai kepala ruangan perawat untuk melanjutkan pendidikan dan • Makin tingginya kesadaran masyarakat akan
Keperawatan, perawat lulusan D III maka ruang setiap ruangan dirumah mengikuti pelatihan. pentingnya kesehatan.
keperawatan. sakit akan lebih bagus dalam standar • Adanya kesempatan untuk meningkatkan • Tingginya kesadaran hukum pelayanan
• Adanya tenaga Non keperawatan. asuhan keperawatan juga akan lebih kemampuann kerja seperti melalui kesehatan dari masyarakat
• Kemampuan dalam menggunakan waktu profesional pelatihan BTCLS.
bekerja dan penugasan yang diberikan. • Rumah Sakit menerima mahasiswa praktek
• Pelatihan internal dan eksternal dari salah satunya mahasiswa Universitas
pihak rumah sakit untuk meningkatkan Muhammadiyah Banjarmasin dalam
kinerja dan keahlian. melakukan pelaksanaan asuhan
• Hubungan dan komunikasi yang baik keperawatan.
antar karyawan. • Adanya kerja sama yang terjalin dengan
• Seluruh perawat sudah mengikuti baik antara pihak Universitas
pelatihan Patient Safety. Muhammadiyah Banjarmasin.
• SDM: tenaga perawat di ruang Nilam • Adanya prakarya yang membantu
• S.Kep,Ns: 11 orang pekerjaan perawat ruangan
• S1 Keperawatan: 1 orang
• D3 Keperawatan: 10 orang

M-2 (Material)
STRENGTH WEAKNEES OPPORTUNITY THREATENED (ANCAMAN)
(KEKUATAN) (KELEMAHAN) (KESEMPATAN)
• Tersedianya sarana dan prasarana yang • Pemeliharaan alat kesehatan dan • Adanya kesempatan untuk perbaikan dan • Adanya tuntutan yang tinggi dari
cukup lengkap untuk kebutuhan ruangan barang yang belum optimal penggantian alat – alat yang tidak layak masyarakat untuk melengkapi saran dan
dan pasien seperti : Syringe Pump, Alat- • Sarana : pakai prasarana
alat dan obat emergency, pembagian bak • Kurangnya pemeliharaan sarana dan • Adanya pendanaan APBN, APBD • Adanya penggantian alat – alat yang tidak
medis dan non medis yang terpisah prasarana yang tersedia khususnya layak pakai
• Tersedia sarana dan prasarana untuk kebersihan WC pada ruang kelas 3. • Makin tinggi kesadaran masyarakat akan
pasien dan tenaga kesehatan yang cukup • Terlihat barang-barang pasien pentingnya kesehatan
seperti gedung yang kondusif dan sarana
umum ( meja, kursi, lemari) berantakan tidak ditempatkan pada
• Pasien dan kelarga paien mengatakan bila tempat yang disediakan dan lemari
alat – alat tenun seperti seprai, dll di ganti pasien terlalu kecil sehingga
setiap kotor barang-barang pasien berhamburan.
• Mempunyai peralatan dan semua perawat
ruangan mampu menggunakanya
• Terdapat administrasi penunjang.
• Tersedianya nurse station dan terpakai
secara optimal
• Peralatan dresssing yang cukup dan di
sterilkan setelah dipakai di CSSD
• Tersedianya tiang infus di setiap WC

Metode (M3)
Penerapan model MAKP
STRENGTH WEAKNESS OPPORTUNITY THREATENED
(KEKUATAN) (KELEMAHAN) (KESEMPATAN) (ANCAMAN)
• Penggunaan MODEL MAKP di rungan • Sudah ada model MAKP yang • Adanya mahasiswa praktik stage • Adanya tuntutan pelayanan yang tinggi dari
• Adanya SPO dan SAK di ruangan digunakan namun peran dan managemen keperawatan masyarakat
• Penilaian kepuasan pelayanan yang baik tanggungjawab dalam pelaksanaan • Adanya kerjasama yang baik antara pihak • Tingginya kesadaran masyarakat terhadap
• Standar Operasional Prosedur yang MAKP belum optimal RS dan pihak akademik status kesehatan
terdapat diruang Nilam tahun 2017 dan • Belum semua perawat yang berada di • Persaingan antara intitusi pelayanan
2018. ruangan Nilam benar-benar paham kesehatan
tentang MAKP

Supervisi keperawatan
STRENGTH WEAKNESS OPPORTUNITY THREATENED
(KEKUATAN) (KELEMAHAN) (KESEMPATAN) (ANCAMAN)
• Supervisi dilakukan oleh kepala • Supervisi tidak terprogram atau • Adanya mahasiswa praktik stage • Adanya tuntutan pelayanan yang tinggi dari
ruangan. terjadwal, hanya dilakukan jika ada managemen keperawatan perawat untuk melayani pasien nya
• Kepala ruangan selalu melakukan waktu luang. • Adanya kerjasama yang baik antara pihak • Persaingan antara intitusi pelayanan
preconfrence dan postconfrence pada • Tidak ada supervisor. Hanya kepala RS dan pihak akademik kesehatan
hari kerja setiap pergantian shift. ruangan dan Katim.
Timbang Terima
STRENGTH WEAKNESS OPPORTUNITY THREATENED
(KEKUATAN) (KELEMAHAN) (KESEMPATAN) (ANCAMAN)
• Kepala ruangan memimpin kegiatan • Materi timbang terima sudah terfokus • Adanya mahasiswa praktik stage • Adanya tuntutan mendapatkan pelayanan
timbang terima setiap pagi pada permasalahan keperawatan, tapi managemen keperawatan lebih baik oleh pasien dari perawat yang
• Timbang terima dilakukan di nurse perawat hanya melakukannya pada • Adanya kerjasama yang baik dar perawat melayaninya
station, kemudian divalidasi langsung shift malam ke pagi dan shift pagi ke dan mahasiswa program profesi Ners • Meningkatnya kesadaran masyarakat
ke pasien sore, sedangkan shift sore ke malam stage managemen terhadap tanggung gugat dan
• Adanya laporan masing-masing shift menurut apa yang kami lihat selama 2 tanggungjawab terhadap pelayanan yang
jaga hari pengkajian hanya melakukan diberikan kepada pasien dan keluarga
• Adanya kemauan melaksanakan timbang terima di ruangan perawat
timbang terima saja tanpa validasi langsung ke
• Timbang terima dilakukan pada pasien.
pergantian shift malam ke pagi, shift • Perawat tidak memperkenalkan nama
pagi ke shift sore, shift sore ke malam terlebih dahulu
• Telah dilakukan timbang terima dengan • Perawat tidak menyebutkan siapa
menggunakan metode SBAR yang bertanggung jawab pada saat
shift tersebut
• Timbang terima dilakukan tepat
waktu, hanya saja ada beberapa
perawat yang datang terlambat
• Perawat yang menerima timbang
terima kadang kurang fokus sehingga
perawat yang membaca laporan
kurang didengarkan

Tabel Penerimaan Pasien Baru


STRENGTH WEAKNESS OPPORTUNITY THREATENED
(KEKUATAN) (KELEMAHAN) (KESEMPATAN) (ANCAMAN)
• anggal 12-13 April 2019 di ruang nilam • Belum optimalnya penjelasan tentang • Adanya mahasiswa yang melakukan • Adanya tuntutan masyarakat untuk
lantai 2 (Penyakit Dalam) di dapatkan 5 fasilitas, jam berkunjung, dan tata praktik di ruang Nilam mendapatkan pelayanan asuhan
pasien baru masuk tertib pengunjung RS • Adanya kerjasama yang baik antara keperawatan semakin tinggi
• Adanya kelengkapan administrasi • Belum optimalnya pemberian perawat dan mahasiswa • Tingginya kesadaran terhadap pentingnya
penerimaan pasien baru informasi tentang resiko tertular kesehatan
• Adanya formulir pemberian informasi penyakit
dan persetujuan umum (general consent)
• Dilakukannya pengkajian pada pasien
baru
Tabel Discharge Planning
STRENGTH WEAKNESS OPPORTUNITY THREATENED
(KEKUATAN) (KELEMAHAN) (KESEMPATAN) (ANCAMAN)
• Adanya kelengkapan administrasi • Saat Discharge planning • Adanya mahasiswa yang melakukan • Tuntutan masyarakat akan pelayanan
discharge planning perawat ruangan jarang memberikan praktik di ruang Nilam kesehatan yang maksimal
• Discharge planning sudah edukasi dengan menggunakan • Adanya kerjasama yang baik antara
dilakukan leaflet/brosur kepada pasien/keluarga perawat dan mahasiswa
• Melakukan pendokumentasian
setelah mmelakukan discharge planning
• SPO Discharge Planning

Dokumentasi Keperawatan
STRENGTH WEAKNESS OPPORTUNITY THREATENED
(KEKUATAN) (KELEMAHAN) (KESEMPATAN) (ANCAMAN)
• Tersedianya sarana penunjang • Masih di temukan Singkatan • Kerjasama yang baik dalam • Akreditasi RS terhadap sistem
administrasi tenaga kesehatan yang tidak sesuai dengan panduan pendokumentasian antara perawat, pendokumentasian
• Tersedianya format pengkajian tersistem penulisan singkatan yang di pergunakan dokter, ahli gizi dan mahasiswa • Tingkat kesadaran masyarakat terhadap
• Adanya format masalah keperawatan di RSUD Dr.H.Moch Ansari Saleh • Adanya mahasiswa yang praktik tanggungjawab (tanggungjawab hukum)
dalam bentuk check list Banjarmasin. managemen untuk mengembangkan
• Adanya kemauan dalam sistem pendokumentasian
pendokumentasian keperawatan • Adanya mahasiswa praktik klinik
• Hasil dokumnetasi: keperawatan yang dapat dijadikan
Singkatan yang tidak baku /tidak sesuai rujukan perkembangan konsep dan
anatra lain: asuhan keperawatan
CPTT,RO,DR,TPM,JPP,AMP,LPM,MD • Kesempatan mengikuti pendidikan
T,K/U,S.P.S.,DR/HR,AS URAT,NEB. lanjutan bagi perawat ruangan
 Adanya kebijakan Rs.
 Adanya Buku panduan singkatan.
 Adanya SPO.
Ronde Keperawatan
STRENGTH WEAKNESS OPPORTUNITY THREATENED
(KEKUATAN) (KELEMAHAN) (KESEMPATAN) (ANCAMAN)
• Adanya kemauan ruangan untuk • Ronde keperawatan tidak rutin • Tersedianya kesempatan untuk • Adanya tuntutan masyarakat untuk
melakukan ronde keprawatan dilakukan di ruang Nilam melaksanakan ronde keperawatan saat ada mendapatkan pelayanan asuhan
• Format ronde keperawatan sudah • Ronde Keperawatan biasanya mahasiswa praktik stage managemen keperawatan semakin tinggi
tersedia dilakukan apabila ada mahasiswa • Adanya kerjasama yang baik antara • Persaingan dalam pemberian pelayanan
• Jumlah pasien yang banyak dan juga yang praktek stage manajemen saja perawat RS dengan mahasiswa program kesehatan semakin kuat
BOR yang cukup tinggi (74,28%) Pelaksanaan ronde keperawatan profesi Ners stage managemen
belum terjadwal

M-4 (Money)
STRENGTH WEAKNESS OPPORTUNITY THREATENED
(KEKUATAN) (KELEMAHAN) (KESEMPATAN) (ANCAMAN)
• Dana operasional ruangan diperoleh • Panjangnya birokrasi untuk • Pendanaan BLUD, APBN, APBD • Adanya tuntutan dari masyarakat untuk
dari rumah sakit permintaan sarana dan prasarana pelayanan yang lebih professional dengan
• Dana Fasilitas kesehatan diperoleh dari harga terjangkau
rumah sakit • Alokasi dana untuk penunjang kesehatan
• Mayoritas Pembiayaan pasien belum optimal
menggunakan BPJS (Badan
Penyelenggara Jaminan Sosial)

M5 ( Mutu)
STRENGTH WEAKNESS OPPORTUNITY THREATENED
(KEKUATAN) (KELEMAHAN) (KESEMPATAN) (ANCAMAN)
• Hasil kuisioner tentang kepuasan pasien • Perawat sesudah kontak dengan pasien • Adanya kesempatan untuk perawat jika • Persaingan rumah sakit dalam
84% (menunjukkan pasien cukup puas ada 6 orang (60%) dan sebelum melakukan tindakan untuk sasaran memberikan pelayanan kesehatan.
dengan pelayanan ruang nilam). melakukan tindakan aseptik 2 orang keselamatan pasien tidak terlaksananya
• Pada 5 moment perawat sebelum kontak lainnya (20%) tidak melakukan cuci kelabelan pada pasien resiko jatuh.
dengan pasien melakukan cuci tangan. tangan. • Pasien mau menerima anjuran perawat.
• kepatuhan cuci tangan berbasis five • Ketepatan Identifikasi Pasien : di • Adanya kesempatan bagi perawat
moment yang dilakukan observasi pada dapatkan data kepatuhan perawat ruangan untuk melanjutkan pendidikan
10 orang perawat khususnya pada dalam mengidentifikasi pasien
moment sebelum kontak dengan pasien menanyakan nama lengkap, tanggal
semua melakukan cuci tangan atau lahir, dan rekam medik pada saat
(100%), sesudah kontak dengan pasien pemberian obat 10 orang (100%)
atau melakukan tindakan hanya 4 orang perawat sedangkan yang tidak
perawat yang melakukan (40%) mengidentifikasi pasien dengan
sedangkan yang tidak melakukan ada 6 menanyakan nama lengkap, tanggal
orang (60%), sebelum tindakan aseptik lahir, rekam medik tidak ada.
terdapat 8 orang (80) perawat yang
melakukannya sedangkan 2 orang lainnya
(20%) tidak melakukan, sesudah kontak
dengan cairan tubuh pasien terdapat 10
orang (100%) yang melakukan, sesudah
kontak dengan lingkungan sekitaar
terdapat 10 orang (100%) yang
melakukan cuci tangan.
• Pengurangan resiko jatuh : hasil
observasi penilaian resiko jartuh dengan
menggunakan skalaMorse Fall Scale/
MFS ( usia 18-55 tahun) pada tanggal 12-
13 Aprol 2019 dan Ontario Modified
Stratify Sydney Scoring (Lanjut usia >56
Tahun) pasien yang dirawat diruang
Nilam dengan resiko jatuh rendah
sebanyak 9 orang (100%)
• hasil evaluasi melalui kuesioner yang
telah dilakukan pada tanggal 12-13 april
2019 dari responden didapatkan
kesimpulan bahwa pasien merasa puas
sebanyak 4 orang (84 %), dan pasien
kurang puas sebanyak 1 orang (16%).
• Perawat sudah mengetahui dan terpapar
dengan hand hygiene five moment
Planning Of Action (POA)

No. Masalah Kegiatan Indikator Waktu Biaya PJ


1. Adanya Penulisan  Koordinasi dengan karu dan Katim  Ruangan memiliki buku 19-21 April 2019 Didapatkan dari Karu, Katim, dan mahasiswa
singkatan yang tidak tentang adanya masalah pedoman mengenai Suasambada praktek manajemen
baku/tidak sesuai dengan Pendokumentasian (singkatan yang kalimat yang di singkat mahasiswa keperawatan
rekam medk. tidak sesuai )  Tercapainya
 Membuat poster tentang singkatan pendokumentasian yang
yang sesuai dengan buku panduan. benar sesuai buku
 Melakukan evaluasi dari pedoman
pendokumentasian.

2. Belum optimalnya  Koordinasi dengan karu dan Katim  Pelaksanaan five moment 19-04 April 2019 - Karu, Katim, dan mahasiswa
pelaksanaan five moment tentang adanya masalah penerapan meningkat dan menjadi praktek manajemen
khususnya sebelum kepatuhan hand hygiene five optimal menjadi 75% keperawatan
kontak dengan pasien dan moment  Mencegah penularan
sesudah kontak dengan  Membuat materi tentang hand hygene bakteri atau kuman dari
lingkungan pasien  Sosialisasikan, termasuk pembuatan pasien ke perawat dan
leafleat dan banner perawat ke pasien
 Melakukan penerapan hand hygiene  Tercipanya penerapam
pada five moment five moment yang
 Menjadi Role model optimal
 Melakukan edukasi pada pasien dan  Dapat mengurangi
keluarga tentang pentingnya cuci infeksi nasokomial
tangan dan cara melakukan cuci
tangan ( 5 moment)
 Memperbanyak leafleat yang sudah
dibuat
 Melakukan evaluasi dari program
pelaksanaan hand hygiene

3. Kurang optimalnya • Koordinasi dengan karu dan Katim • Pasien 18-05 April 2019 - Karu, Katim, dan mahasiswa
pelaksanaan timbang tentang pelaksanaan timbang terima memperkenalkan diri praktek manajemen
terima di Ruang Nilam • Membuat materi tentang timbang kepada pasien saat keperawatan
terima pergantian shift
• Sosialisasikan • menginformasikan
• Melakukan penerapan timbang keluarga dan perawat
terima untuk menggunakan
• Menjadi Role model fasilitas yang ada
• Melakukan edukasi dengan baik dan
• Melakukan evaluasi dari pelaksanaan mentaati peraturan dan
timbang terima tata tertib diruangan.
• Tersusunya rencana
kerja yang akan
berdinas berikutnya
4 Belum optimalnya • Koordinasi dengan karu dan Katim • Memahami kondisi 22 April 2019 - Karu, Katim, dan mahasiswa
pelaksanaan ronde tentang pelaksanaan timbang terima yang terjadi untuk praktek manajemen
keperawatan di Ruang • Membuat materi tentang timbang memecahkan masalah keperawatan
Nilam terima dengan melibatkan staf
• Sosialisasikan kesehatan yang lain
• Melakukan penerapan timbang • Meningkatkan
terima kemampuan
• Menjadi Role model menuntukan diagnosa
• Melakukan edukasi keperawatan
• Melakukan evaluasi dari pelaksanaan
timbang terima
FISH BO

Man
Material Method
• Tenaga perawat di Ruang Nilam
• Kurangnya pemeliharaan sarana dan prasarana yang  Masih di temukan singkatan yang
tingkat pendidikan S2 tersedia khususnya kebersihan WC pada ruang pasien tidak sesuai dengan panduan
keperawatan tidak ada. Karena kelas 3. penulisan singkatan yang
• Terlihat barang-barang pasien berantakan tidak pergunakan di RSUD
dengan adanya pendidikan S2
ditempatkan pada tempat yang disediakan dan lemari dr.H.Moch.Ansari Saleh
sebagai kepala ruangan maka pasien terlalu kecil sehingga barang-barang pasien Banjarmasin.singakatan yang
berhamburan. tidak baku anatara lain:
ruang setiap ruangan dirumah
CPTT,RO,DR,TPM,JPP,AMP,L
sakit akan lebih bagus dalam PM,MDT,K/U,S.P.S.,DR/HR,AS
standar asuhan keperawatan juga URAT,NEB,BLPPL,MENGOBS
,AMP,TRANFS DGN,H3
akan lebih profesional
1. Adanya Penulisan
singkatan yang tidak
baku /tidak sesuai di
rekam medik pasien.

Marketing

1. Perawat sesudah kontak dengan


Money pasien ada 6 orang (60%) dan
sebelum melakukan tindakan
1. Panjangnya birokrasi untuk aseptik 2 orang lainnya (20%)
permintaan sarana dan prasarana tidak melakukan cuci tangan.
2. Ketepatan Identifikasi Pasien : di
dapatkan data kepatuhan
perawat