Anda di halaman 1dari 30

PERINGATAN!!!

COPAS / PLAGIAT ADALAH TINDAKAN YANG


TIDAK TERPUJI.

1
ANALISIS RISIKO BENCANA

DI KECAMATAN KUTA SELATAN, KABUPATEN BADUNG

A. Data Dasar Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung


1. Peta Kabupaten Badung

Kabupaten Badung yang terletak di Selatan Pulau Bali merupakan salah satu
dari 9 Kabupaten / Kota yang ada di Provinsi Bali, mempunyai batas wilayah sebagai
berikut :
a. Sebelah Utara - Kabupaten Buleleng
b. Sebelah Selatan - Samudera Indonesia
c. Sebelah Barat - Kabupaten Tabanan

2
d. Sebelah Timur – Kota Denpasar
Secara astronomis, kabupaten Badung terletak antara 8° 14’20” – 8°
50’52” Lintang Selatan dan 115° 05’03” – 115° 26’51” Bujur Timur dengan
luas wilayah 418,52 Km2 atau sekitar 7,43% dari daratan Pulau Bali. Secara
administratif, kabupaten Badung (2017) memiliki 6 kecamatan yakni Kecamatan
Petang, Kecamatan Mengwi, Kecamatan Abiansemal, Kecamatan Kuta Utara,
Kecamatan Kuta, dan Kecamatan Kuta Selatan, dan mempunyai 62
desa/kelurahan. Berdasarkan klasifikasi wilayahnya, di Kabupaten Badung
terdapat 37 daerah urban (perkotaan) dan 25 daerah rural (pedesaan).

Tabel. 1 Kabupaten Badung Menurut Wilayah Administrasi Tahun 2016

Tabel. 2 Nama-Nama Ibukota Kecamatan dan Banyaknya Desa/Kelurahan Menurut


Kecamatan di Kabupaten Badung Tahun 2016 Khusus Kecamatan Kuta Selatan
Kecamatan Ibukota Desa Kelurahan
Kuta Selatan Jimbaran 6 -
Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Badung

3
Tabel. 3 Banyaknya Desa Adat, Banjar Dinas dan Lingkungan per Kecamatan di
Kabupaten Badung Tahun 2016 Khusus Kecamatan Kuta Selatan
Kecamatan Desa adat Banjar dinas *) Lingkungan
Kuta Selatan 9 26 36
Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Badung

Tabel. 4 Luas Wilayah Kabupaten Kuta Selatan Menurut Kecamatan Tahun 2016
Khusus Kecamatan Kuta Selatan
Kecamatan Luas wilayah
Km2 Hektar
Kuta Selatan 101,13 10.113
Sumber : BPS Kabupaten Badung

2. Tata Guna Lahan

a. Luas wilayah Kabupaten Badung : 418,52 Km2


b. Luas lahan bukan sawah : 179,96 Km2 (43%)
c. Luas lahan persawahan : 100,44 Km2 (24%)
d. Luas lahan bukan pertanian : 138,11 Km2 (33%)

4
3. Peta Infrastuktur

4. Topografi / Ketinggian
Secara topografi, kabupaten Badung memiliki ketinggian yang berbeda-beda,
yakni kecamatan Kuta Selatan memiliki ketinggian 28 m dari permukaan laut,
Kecamatan Kuta memiliki ketinggian 27 m dari permukaan laut, Kecamatan Kuta
Utara memiliki ketinggian 65 m dari permukaan laut, Kecamatan Mengwi memiliki
ketinggian 0-350 m dari permukaan laut, Kecamatan Abiansemal memiliki ketinggian
75-350 m dari permukaan laut, dan Kecamatan Petang memiliki ketinggian 275-2075
m dari permukaan laut. Selama tahun 2016, curah hujan yang cukup tinggi terjadi
pada bulan Oktober – Desember dengan curah hujan tertinggi terjadi pada bulan
Desember mencapai 740 mm dengan hari hujan sebanyak 18 hari. Sedangkan pada
bulan April 2016, berdasarkan pengamatan di Stasiun Hujan Kabupaten Badung,
cuaca berada pada kondisi yang paling kering dibandingkan bulan – bulan lainnya.

5. Data Demografi
Berdasarkan hasil sensus penduduk tahun 2016, jumlah penduduk kabupaten
Badung pada tahun 2016 sebanyak 63.000 jiwa yang terdiri dari 32.130 jiwa
penduduk laki – laki dan 30.870 jiwa penduduk perempuan, meningkat dibandingkan

5
dengan proyeksi penduduk tahun 2015 yang hanya sebanyak 61.600 jiwa. Penduduk
tersebar secara tidak merata di seluruh wilayah kecamatan di kabupaten Badung.
Jumlah penduduk paling banyak terdapat di kecamatan Kuta Selatan yaitu sebanyak
15.260 jiwa atau sekitar 24,22 persen dari total penduduk di kabupaten Badung.
Sementara itu kecamatan Petang merupakan wilayah dengan jumlah penduduk paling
sedikit yaitu hanya sekitar 2.591 jiwa atau sekitar 4.11 persen dari total penduduk
Kabupaten Badung. Sebagai salah satu daerah tujuan migran di Provinsi Bali, rata-
rata kepadatan penduduk di Kabupaten Badung cukup tinggi yaitu mencapai 1.505
jiwa/km2 dengan tingkat kepadatan penduduk tertinggi terjadi di kecamatan Kuta
yang mencapai 5.866 jiwa/km2. Sementara kepadatan penduduk terendah terjadi di
kecamatan Petang yang hanya sebesar 225 jiwa/km2. Kepadatan penduduk sangat
mempengaruhi kondisi sosial dan keamanan di masing – masing wilayah.

Table 5. Proyeksi Penduduk Menurut Jenis Kelamin dan Kelompok Umur di


Kecamatan Kuta Selatan, 2015 – 2016

6
6. Data Ekonomi
Untuk kabupaten Badung, dari sembilan sektor tampak bahwa ekonomi
kabupaten Badung dominan disumbangkan oleh sektor perdagangan hotel dan
restoran (sektor PHR) serta sektor pengangkutan dan komunikasi. Kondisi ini terjadi
sepanjang tahun 2012 maupun tahun - tahun sebelumnya. Meski memperlihatkan
trend yang sedikit menurun pada setiap triwulan di tahun 2012, namun peran kedua
sektor terhadap penciptaan nilai tambah di kabupaten Badung selalu melampaui 70
persen. Dengan kata lain, tanpa kedua sektor ini PDRB Kabupaten Badung hanya
tersisa kurang dari sepertiganya. Selain kedua sektor tersebut, sektor jasa - jasa, sektor
pertanian serta sektor bangunan juga merupakan tiga sektor yang memberi kontribusi
diatas 5 persen. Besarnya ketergantungan ekonomi Badung terhadap sektor
perdagangan, hotel dan restoran maupun sektor pengangkutan dan komunikasi serta
sektor jasa-jasa mencirikan bahwa struktur ekonomi Kabupaten Badung lebih banyak
bersandar pada sektor tersier. Hal ini merupakan sesuatu yang wajar mengingat sektor
tersier memiliki keterkaitan yang paling erat dengan pariwisata yang notaben
merupakan motor penggerak ekonomi Badung.

Table 6. Kontribusi Masing - Masing Sektor Terhadap PDRB Badung Tahun 2012
(dalam %)

Struktur ekonomi Badung juga tampak jelas bersandar pada sektor tersier, dengan
kontribusi dari sektor perdagangan, hotel dan restoran sebesar 33,34 persen, lalu dari

7
sector pengangkutan dan komunikasi sebesar 39,37 persen dan dari sektor jasa-jasa
sebesar 7,59 persen.

B. Langkah – Langkah Penilaian Risiko Bencana


1. Berdasarkan Penjumlahan Nilai Bahaya, Kerentanan dan Kapasitas
a. Penetapan Jenis Bencana
Merujuk dari letak wilayah serta riwayat terjadinya bencana, maka bencana yang
mungkin terjadi serta pernah terjadi di daerah Kuta Selatan antara lain sebagai
berikut :
1) Banjir
Banjir yang diakibatkan karena luapan air sungai ketika musim hujan, terjadi
pada tanggal 04 September 2016. Bertempat di jalan Palem, banjar Cengilin
Jimbaran, tepatnya di parkir banjar Cenglin yang mengakibatkan jebolnya
tembok sepanjang 25 meter. Lokasi kedua di Villa Coustle, sejumlah barang di
villa hanyut serta merobohkan tembok villa sepanjang 10 meter. Selain itu
banjir juga menerjang beberapa rumah warga. Lokasi ketiga terjadi di desa
Ungasan di jalan Uluwatu. Air melebur ke jalan, diduga akibat drainase yang
tidak berfungsi dengan baik. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.
Di kabupaten Badung, hampir setiap tahun mengalami banjir ketika memasuki
musim hujan
(https://denpostnews.com/2016/09/26/hujan-lebat-dua-hari-2/)
Selain itu, pada tanggal 21 Januari 2018, terjadi banjir di jalur wisata, jalan By.
Pass Ngurah Rai, Jimbaran. Banjir di kawasan Mumbul, Benoa, Kuta Selatan
merendam badan jalan sepanjang 300 meter, dengan ketinggian 1 meter.
Dampaknya adalah kemacetan parah dan banyaknya kendaraan yang mogok.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, tetapi menenggelamkan sebuah
rumah kost – kostan yang berisi 10 kamar, dan bangunan SDN 6 Jimbaran. Tak
kalah parah, banjir juga menerjang pantai Pandawa di desa Kutuh, Kuta Selatan.
Tebing sebelah Barat pintu masuk berubah menjadi air terjun karena luapan air
dari beberapa anak sungai. Banjir ini terjadi selama 5 jam, beruntung tidak ada
korban jiwa atupun terluka.
(https://www.nusabali.com/index.php/berita/24007/jalur-wisata-jimbaran-nusa-
dua-diterjang-banjir)
2) Tanah longsor
8
Tanah longsor yang terjadi ketika musim hujan pada tanggal 26 September 2016
terjadi di wilayah Badung Selatan, antara lain Ungasan, Pecatu, serta di bukit
Jimbaran. Dareah tersebut merupakan daerah perbukitan, serta di bawah daerah
tersebut terdapat aliran air yang menyebabkan mudah terjadinya logsor.
Dampaknya adalah 3 rumah warga tertimbun longsor, tidak ada korban jiwa
dalam pertistiwa tersebut.
(http://www.jawapos.com/baliexpress/read/2018/01/23/42902/puncak-hujan-
badung-utara-longsor-badung-selatan-banjir)
3) Gempa bumi
Pada tanggal 13 Oktober 2011 pukul 11.16 WITA, terjadi gempa bumi dengan
kekuatan 6.8 SR yang tidak berpotensi tsunami. Berpusat di 143 km barat daya
Nusa Dua, Badung. Dampaknya antara lain kerusakan gedung, rumah sakit,
pusat perdagangan, serta merobohkan ratusan rumah penduduk. Puluhan warga
terluka akibat terkena runtuhan genteng yang terjatuh. Tidak ada korban jiwa
dalam peristiwa ini
(https://madepuji.blogspot.co.id/2015/06/gempa-68-sr-guncang-bali-13
oktober_18.html?m=1)
Pada tanggal 22 Maret 2017 pukul 06.10 WITA terjadi gempa dengan kekuatan
5.7 SR yang tidak berpotensi tsunami. Koordinatnya yaitu 8.79 LS dan 115.19
BT, tepatnya di Samudera Hindia pada jarak 12 km arah Tenggara kota
Denpasar dengan kedalaman 125 Km.
(https://www.ngopibareng.id/timeline/gempa-64-di-bali-selatan-1243242)
Kemudian pada tanggal 08 April 2017 pukul 02.25 WITA, terjadi gempa
dengan kekuatan 4.7 SR yang tidak berpotensi tsunami. Koordinatnya yaitu 9.40
LS dan 115.49 BT yaitu di samudera Hindia, pada jarak 59 km barat daya
Klungkung, dengan kedalaman 72 km. Meskipun berpusat di 59 km barat daya
kabupaten Klungkung, gempa juga dapat dirasakan sampai ke kecamatan Kuta
Selatan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
(https://nasional.tempo.co/amp/863896/bali-selatan-diguncang-gempa-47-sr-ini-
ketiga-kalinya)
Pada tanggal 05 Desember 2017 pukul 16.57 WITA terjadi gempa dengan
kekuatan 3.0 SR yang tidak berpotensi tsunami. Koordinatnya yaitu 29 km barat
daya kota denpasar, kedalaman 13 km. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa
ini.
9
(https://bali.tribunnews.com/amp/2017/12/05/breaking-news-gempa-30-sr-
bmkg-getaran-terasa-di-kuta-dan-nusa-dua)
4) Bom
Peristiwa Bom Bali 2 yang terjadi pada tanggal 01 Oktober 2005 berlokasi di 3
tempat, yaitu Cafe Nyoman dan Cafe Menega di Jimbaran, serta Restoran
R.AJA’S di daerah Kuta Square. Dampaknya antara lain kerusakan bangunan
serta korban yang meninggal sejumlah 23 orang, dan korban yang mengalami
luka – luka sejumlah 196 orang.
5) Kebakaran
Kejadian kebakaran selama tahun 2016 terjadi sejumlah 104 kasus, tahun 2017
terjadi sejumlah 177 kasus dan hingga Mei 2018 terjadi 48 kasus. Salah satunya
terjadi di toko bangunan UD. Sinar Bersaudara, tepatnya di jalan goa gong,
Jimbaran. Kerugian material diperkirakan 2 Milyar rupiah, beruntung tidak ada
korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
(https://www.balipost.com/news/2018/02/08/36929/2017,kasus-kebakaran-di-
badung...html
https://www.nusabali.com/berita/30414/kasus-kebakaran-tinggi-diskarmat-
keluarkan-imbauan)
b. Penetapan Variabel
Variabel yang digunakan adalah :
1) Karakteristik Bahaya : Frekuensi, Intensitas, Dampak, Keluasan, Uluaran Waktu
2) Kerentanan : Fisik, Sosial, Ekonomi
3) Kapasitas : Kebijakan, Kesiapsiagaan, Peran Serta Masyarakat
c. Penetapan Cara Penilaian
Untuk ancaman dan kerentanan :
1 = Risiko Terendah
2 = Risiko Sedang
3 = Risiko Tertinggi
Untuk Kapasitas :
1 = Kemampuan Tinggi
2 = Kemampuan Sedang
3 = Kemampuan Rendah
d. Pembuatan dan Pengisian Matriks Penilaian Risiko

10
Tanah
No Variabel Banjir Gempa Bumi Bom Kebakaran
Longsor

11
1 BAHAYA
a. Fre 2 1 1 1 3
kuensi
b. Int 2 1 2 2 2
ensitas
c. Da 2 1 3 3 2
mpak
d. Ke 2 1 3 2 1
luasan
e. Uluran 3 2 1 1 2
Waktu
Total 11 6 10 9 10
2 KERENTANAN
a. Fisik 2 2 3 2 3
b. Sosial 2 2 1 3 3
c. Ekonomi 1 2 1 2 1
Total 5 6 5 7 7
3 MANAJEMEN
a. Kebijakan 2 2 2 2 2
b. Kesiapsia 2 2 2 2 2
gaan
c. PSM 2 2 2 2 2
Total 6 6 6 6 6
NILAI 22 18 21 22 23

Dari hasil pengisian matriks, maka didapatkan prioritas bencana yang mungkin
terjadi adalah kebakaran, disusul oleh bom, banjir dan gempa bumi, dan yang
terakhir adalah tanah longsor.

2. Berdasarkan Pertemuan Faktor Ancaman Bencana dan Kerentanan Masyarakat


Sebagai langkah sederhana untuk pengkajian risiko adalah pengenalan bahaya /
ancaman di daerah yang bersangkutan. Semua bahaya / ancaman tersebut
diinventarisasi, kemudian di perkirakan kemungkinan terjadinya (probabilitasnya)
dengan rincian :
5 : Pasti (hampir dipastikan 80 - 99%).
4 : Kemungkinan besar (60 – 80% terjadi tahun depan, atau sekali dalam 10 tahun
mendatang)
3 : Kemungkinan terjadi (40-60% terjadi tahun depan, atau sekali dalam 100 tahun)
2 : Kemungkinan Kecil (20 – 40% dalam 100 tahun)
12
1 : Kemungkian sangat kecil (hingga 20%).

Jika probabilitas di atas dilengkapi dengan perkiraan dampaknya apabila bencana itu
memang terjadi dengan pertimbangan faktor dampak (jumlah korban, kerugian harta
benda, kerusakan prasarana dan sarana, cakupan luas wilayah yang terkena bencana
dampak sosial ekonomi yang ditimbulkan), maka dampak ini pun diberi bobot sebagai
berikut:
5 : Sangat Parah (80% - 99% wilayah hancur dan lumpuh total)
4 : Parah (60 – 80% wilayah hancur)
3 : Sedang (40 - 60 % wilayah terkena berusak)
2 : Ringan (20 – 40% wilayah yang rusak)
1 : Sangat Ringan (kurang dari 20% wilayah rusak).

Sehingga akan di dapat tabel sebagai berikut :

No Jenis Ancaman Bahaya Probabilitas Dampak


1 Banjir 5 2
2 Tanah Longsor 4 2
3 Gempa Bumi 1 4
4 Bom 1 4
5 Kebakaran 5 3

Gambaran potensi ancaman di atas dapat ditampilkan dengan model lain dengan tiga
warna berbeda yang sekaligus dapat menggambarkan prioritas seperti berikut:

13
Banjir Kebakaran

Tanah
Longsor

Bom &
Gempa Bumi

Berdasarkan matriks di atas, kita dapat memprioritaskan jenis ancaman bahaya


yang perlu ditangani. Ancaman dinilai tingkat bahayanya dengan skala (3-1)
 Bahaya / ancaman tinggi nilai 3 (merah) = Kebakaran
 Bahaya / ancaman sedang nilai 2 (kuning) = Bom, Gempa Bumi, Banjir, dan Tanah
Longsor
 Bahaya / ancaman rendah nilai 1 (hijau) = Tidak ada

Setelah berhasil mendapatkan prioritas bencana, selanjutnya dapat disusun rencana


aksi yang dapat dilakukan pada daerah tersebut untuk mengurangi risiko bencana.
Rencana aksi ini dapat berupa:
 Pengurangan kerentanan, seperti membangun pusat kesehatan masyarakat,
mendirikan koperasi, usaha – usaha mitigasi seperti pembangunan sabo dam, dan
seterusnya.
 Peningkatan kapasitas kelompok masyarakat di daerah yang dimaksud agar mampu
menghadapi bencana, seperti melalui kegiatan pelatihan dan simulasi kebencanaan,
pembangunan Sistem Peringatan Dini, pembuatan jalur evakuasi, pengadaan alat
komunikasi, dan seterusnya.

14
Adapun rencana aksi untuk bencana kebakaran adalah sebagai berikut :

Kerentanan yang perlu Kapasitas yang menjadi


Kec Risiko Program Aksi
diantisipasi prioritas

Kuta Tinggi  Permukiman yang  Infrastruktur perlindungan  Pembuatan  Penyuluhan


Selatan berdempet pemukiman bangunan baru mengenai
 Penduduk yang  Meningkatan akses sosial yang tidak pencegahan
padat ekonomi termasuk dempet kebakaran serta
 Rancangan kesiapsiagaan bidang  Penyediaan penanganan
bangunan yang kesehatan detektor asap, kebakaran
buruk  Peringatan dini panas atau dengan APAR
 Hambatan rute  Mengendalikan bahan detektor api yang  Pengendalian dan
penyelamatan diri mudah terbakar terhubung pengawasan
dari kebakaran  Mengurangi potensi dengan alarm dan bahan mudah
 Tidak adanya sistem pemantik api peringatan di terbakar
peringatan dini jika  Indentifikasi cepat setiap fasilitas  Perencanaan
terjadi kebakaran mengenai terjadi umum jalur evakuasi
 Tidak adanya kebakarn  Terdapat hidran  Penggunaan
prosedur darurat  Ketentuan dan prosedur dan APAR di kabel-kabel yang
keadaan darurat yang setiap fasilitas berstandar
efektif umum  Menghindari
 Pengendalian kebakaran  Penerapan penggunaan
 Pengelolaan risiko program listrik secara

15
kebakaran Kesehatan dan paralel.
 Informasi, pelatihan dan Keselamatan
pendidikan kebakaran Kerja (K3)

16
ILUSTRASI SIMULASI TANGGAP DARURAT BENCANA “KEBAKARAN”
DI DESA JIMBARAN, KECAMATAN KUTA SELATAN, BADUNG

Kuta Selatan adalah salah satu wilayah yang menjadi destinasi kunjungan wisatawan
saat datang ke Bali. Banyaknya wisatawan yang datang memiliki tujuan yang berbeda, seperti
liburan dan bisnis. Melihat peluang ini, maka banyak masyarakat memanfaatkan lahan yang
ada untuk membuka usaha yang dapat menarik perhatian wisatawan, seperti kerajinan khas
Bali, pakaian khas Bali dan makanan tradisional Bali. Ini menyebabkan bangunan yang ada
disekitar Kuta Selatan tampak berdekat – dekatan, bahkan cenderung dempet.
Diceritakan Kamis, 17 Mei 2018 pukul 13.00 WITA, keadaan di Kuta Selatan tampak
ramai. Wisatawatan mengunjungi Art Shop dan Restaurant. Restaurant J adalah salah satu
restaurant yang cukup terkenal dan ramai dikunjungi karena tempatnya nyaman dan menunya
disukai oleh wisatawan.
Saat tamu menikmati makan siang di Rertaurant J, tiba – tiba terdengar bunyi ledakan
yang cukup besar dari arah dapur. Seketika terlihat kobaran api dan asap yang mengepul
keluar dari dapur. Saking paniknya, para tamu bingung mencari tempat untuk berlindung,
beberapa dari pegawai restaurant juga berusaha menyelamatkan diri. Sementara 2 artshop di
sekitar serta beberapa rumah warga juga ikut dilahap oleh si jago merah hingga ludes
terbakar.
Terdapat 10 orang yang mengalami luka – luka yang cukup serius dan memerlukan
penanganan, diantaranya 4 orang lansia, 2 balita dan 4 orang dewasa. Luka ringan sebanyak
25 orang diantaranya 5 orang balita dan 20 orang dewasa. Terdapat korban yang barhasil
menyelamatkan diri sebanyak 17 orang diantaranya 6 orang lansia dan 11 orang dewasa.
Sementara jumlah korban yang meninggal dunia sebanyak 5 orang.

17
SKENARIO SIMULASI TANGGAP DARURAT BENCANA “KEBAKARAN”
DI DESA JIMBARAN, KECAMATAN KUTA SELATAN, BADUNG

Diceritakan saat kebakaran telah terjadi dan banyak korban berjatuhan

Skenario Fokus :

1. Kepala Lingkungan J langsung menghubungi BPBD daerah setempat untuk meminta


bantuan bahwa telah terjadi kebakaran dan memerlukan pertolongan medis sesegera
mungkin
2. Setelah menerima informasi, BPBD daerah mengkoordinasikan kepada masing – masing
Leader Tim/Klaster agar informasi bencana segera ditindaklanjuti
3. Setelah mendapatkan informasi, Leader Tim segera menginstruksikan masing – masing
anggota untuk bersiap dan tanggap
4. Klaster I Koordinasi, Manajemen dan Informasi. Klaster ini memberikan dukungan
informasi, koordiasi dan dukungan komunikasi dalam penanggulangan bencana
5. Klaster II SAR & Evakuasi. Klaster ini memberikan tindakan pertolongan pertama dan
mencari serta memindahkan korban bencana ke lokasi yang lebih aman. Disini Tim
Rescue bekerjasama dengan pemadam kebakaran dan POLRI.
Pertama, Tim Pemadam kebakaran akan memadamkan api di kawasan yang terkena
dampak kebakaran, sementara BPBD melakukan pemetaan yakni membagi zona bencana
menjadi 3 zona yaitu zona merah, zona kuning dan zona hijau serta membuat jalur
evakuasi.
Kedua, setekah api padam, tim SAR akan mengevakuasi korban bencana ke lokasi yang
lebih aman.
6. Klaster III Pendidikan dan Perlindungan Anak. Klaster ini memberikan bantuan
pendidikan keluarga dalam masa tenggang darurat serta memberikan perlindungan dan
pemenuhan kebutuhan anak
7. Kalster IV Kesehatan dan Nutrisi. Klaster ini memberikan bantuan pelayanan kesehatan
dasar kepada pengungsi serta perawatan – perawatan cepat, tepat di lapangan. Disini
Leader tim Kuning di zona kuning akan melakukan triage serta leader akan
mengkoordinasikan anggotanya untuk memberikan perawatan pada korban. Sedangkan,
Leader tim hijau di zona hijau akan mengkoordinasi gizi untuk mendirikan dapur umum

18
8. Klaster V Pemulihan Darurat, Sanitasi dan Air Bersih. Klaster ini memberikan
kenyamanan dan mendukung masalah tanggap darurat yang akan mempersiapkan
kebutuhan primer berupa air bersih yang siap minum. Leader tim Hijau akan
mengkoordinasi dengan tim kesehatan lingkungan untuk menyediakan sanitasi dan air
bersih.
9. Klaster VI Logistik dan Peralatan. Klaster ini yang membantu dalam hal penyediaan dan
pendistribusian peralatan logistic dalam masa tanggap darurat yang melibatkan semua
unsur masyarakat yang membantu dalam penetapan sarana dan prsarana dalam tanggap
darurat
10. Klaster VII Keamanan. Klaster ini meruapakan klaster pendukung dalam menjaga
keamanan serta kenyamanan dalam area pengungsian.

19
PERCAKAPAN SIMULASI TANGGAP DARURAT BENCANA “KEBAKARAN”
DI DESA JIMBARAN, KECAMATAN KUTA SELATAN, BADUNG

Kuta Selatan adalah salah satu wilayah yang menjadi destinasi kunjungan wisatawan
saat datang ke Bali. Banyaknya wisatawan yang datang memiliki tujuan yang berbeda, seperti
liburan dan bisnis. Melihat peluang ini, maka banyak masyarakat memanfaatkan lahan yang
ada untuk membuka usaha yang dapat menarik perhatian wisatawan, seperti kerajinan khas
Bali, pakaian khas Bali dan makanan tradisional Bali. Ini menyebabkan bangunan yang ada
disekitar Kuta Selatan tampak berdekat-dekatan, bahkan cenderung dempet.
Diceritakan Kamis, 17 Mei 2018 pukul 13.00 WITA, keadaan di Kuta Selatan tampak
ramai. Wisatawatan mengunjungi Art Shop dan Restaurant. Restaurant J adalah salah satu
restaurant yang cukup terkenal dan ramai dikunjungi karena tempatnya nyaman dan menunya
disukai oleh wisatawan.
Saat tamu menikmati makan siang di Rertaurant J, tiba – tiba terdengar bunyi ledakan
yang cukup besar dari arah dapur. Seketika terlihat kobaran api dan asap yang mengepul
keluar dari dapur. Saking paniknya, para tamu bingung mencari tempat untuk berlindung,
beberapa dari pegawai restaurant juga berusaha menyelamatkan diri. Sementara 2 artshop di
sekitar serta beberapa rumah warga juga ikut dilahap oleh si jago merah hingga ludes
terbakar.

Seketika Kepala Lingkungan langsung menghubungi BPBD daerah setempat untuk meminta
bantuan bahwa telah terjadi kebakaran dan memerlukan pertolongan medis sesegera mungkin

Kepala Lingkungan : Halo selamat siang, saya Sintia kepala lingkungan desa Jimbaran, Jln.
Lucuan No. 69 Kec. Kuta Selatan, disini saya melaporkan bahwa
terjadi kebakaran yang berpusat di restaurant J dan meluas sampai ke
rumah warga. Banyak korban berjatuhan serta bangunan yang terbakar.
Saat ini saya sudah mengarahkan warga ke tempat yang aman. Mohon
segera kirimkan bantuan

BPBD : Siap. Kami akan segera mengerahkan tim ke lokasi.

Setelah menerima informasi, BPBD daerah mengkoordinasikan kepada masing – masing


Leader Tim/Klaster agar informasi bencana segera ditindaklanjuti

BPBD : (menelpon DAMKAR dan SAR)


20
Halo saya dari BPBD melaporkan telah terjadi kebakaran di Desa
Jimbaran, Jln. Lucuan No. 69 Kec. Kuta Selatan. Tolong kirimkan tim
ke lokasi, segera!

DAMKAR & SAR : Siap laksanakan

BPBD : (Rapat reaksi cepat) Baik rekan - rekan, telah terjadi kebakaran di
Desa Jimbaran, Jln. Lucuan No. 69 Kec. Kuta Selatan. Untuk semua
tim, mari kita segera menuju lokasi

All : Siap

Setelah mendapatkan informasi, Leader Tim segera menginstruksikan masing – masing


anggota untuk bersiap dan tanggap

BPBD : Leader Tim Merah segera kerahkan anggotanya. Kami dari tim
BPBD akan melakukan pemetaan dan membuat jalur evakuasi.

Leader Tim Merah : Siap. Tim damkar segera padamkan api, dan untuk tim SAR, setelah
api padam langsung evakuasi korban.

Damkar & SAR : Siap laksanakan

(BPBD melakukan pemetaan dan membuat jalur evakuasi)

BPBD : Untuk leader tim kuning dan leader tim hijau, silakan masuk ke
masing – masing zona dan lakukan tugasnya.

Leader Tim Kuning : Siap laksanakan

Leader Tim Hijau : Siap laksanakan

Damkar : Pak Leader Tim Merah, api telah berhasil dipadamkan, laporan
selesai

Leader Tim Merah : Baik, laporan saya terima

Untuk tim SAR segera evakuasi korban

Untuk warga yang bisa mendengar saya, silakan menuju ke tempat


yang lebih aman sesuai dengan jalur evakuasi, disana telah ada petugas
yang memandu

21
(POLRI memandu warga ke tempat yang lebih aman sesuai jalur evakuasi)

BPBD : Untuk Leader Tim Merah bagaimana keadaan di lokasi?

Leader Tim Merah : Baik, kondisi saat ini api sudah berhasil dipadamkan. Adapun
bangunan yang terbakar antara lain 1 restoran, 2 art shop, serta 7
rumah warga. Untuk tim SAR telah mengarahkan semua korban yang
selamat atau bisa berjalan, serta telah mengevakuasi 2 korban ke
tempat evakuasi, laporan selesai

BPBD : Baik, laporan saya terima

Untuk Leader Tim Kuning bagaimana keadaan di lokasi?

Leader Tim Kuning : Dilaporkan di zona kuning telah menerima 2 korban dari tim
evakuasi, sekarang sedang melakukan triage dan penanganan pada
korban. Laporan selesai

BPBD : Siap lanjutkan.

Untuk leader tim Hijau bagaimana keadaan di lokasi ?

Leader Tim Hijau : Saya Leader Tim Hijau telah mengerahkan anggota tim saya untuk
mendirikan shelter, rumah sakit darurat, tenda logistic, dan penunjang
lainnya. Saya menggunakan lapangan sepak bola maju sport untuk
mendirikan tenda tersebut. Untuk sementara jumlah pengungsi di zona
hijau sebanyak 42 orang. Laporan selesai

BPBD : Siap, Lanjutkan

***

Leader Tim Kuning : Halo BPBD, saya Leader Tim Kuning meminta ambulance untuk
merujuk beberapa korban ke rumah sakit terdekat. Untuk sementara
jumlah korban yang akan dirujuk sebanyak 6 orang. Kemungkinan
jumlah korban yang dirujuk akan bertambah. Selain itu, terdapat
korban yang sudah meninggal sejumlah 2 orang. Laporan selesai

BPBD : Siap laporan saya terima.

(menelpon RS Siluman)

22
Selamat Siang, kami dari BPBD melaporkan adanya kebakaran di Jl.
Lucuan No. 69, Kuta Selatan. Kami akan merujuk korban ke RS.
Siluman. Untuk sementara jumlah korban yang dirujuk sejumlah 6
orang. Tolong persiapkan segera peralatan yang diperlukan.
Terimakasih

RS. Siluman : Baik, kami akan segera mempersiapkannya.

BPBD : Untuk Leader Tim Merah bagaimana kondisi sekarang di lokasi ?

Leader Tim Merah : Baik, sampai saat ini kami telah berhasil mengevakuasi 15 orang
korban. Dan sekarang kami masih memastikan apakah masih ada
korban atau tidak. Laporan selesai

BPBD : Baik, lanjutkan.

Untuk Leader Tim Hijau bagaimana perkembangannya ?

Leader Tim Hijau : Lapor, untuk saat kami sedang melakukan PFA pada korban agar
tidak terjadi trauma psikologis. Dapur umum sudah melakukan
tugasnya, sanitasi sudah berjalan dengan baik. Laporan selesai

Di rumah sakit darurat terdapat 25 orang yang mengalami luka ringan,


dan di tempat pengungsian total terdapat 17 orang

BPBD : Baik, lanjutkan.

***

Leader Tim Kuning : Halo BPBD, saya Leader Tim Kuning akan merujuk 4 korban lagi ke
Rumah Sakit terdekat. Selain itu, sudah terdapat 5 korban yang
meninggal dunia. Laporan Selesai

BPBD : Baik. Rujuk segera

Untuk Leader Tim Merah bagaimana perkembangan saat ini ?

Leader Tim Merah : Baik pak, kami sudah memastikan bahwa sudah tidak ada korban
lagi. Laporan selesai

BPBD : Untuk Leader Tim Kuning bagaimana perkembangan saat ini ?

23
Leader Tim Kuning : Untuk di zona kuning, sebanyak 10 orang yang terdiri dari 6 orang
label merah dan 4 orang label kuning sudah ditangani dan dirujuk.
Sementara jumlah korban yang meinggal ada 5 orang. Laporan selesai

BPBD : Baik. Terimakasih

Untuk Leader Tim Hijau bagaimana perkembangaan saat ini ?

Leader Tim Hijau : Lapor, untuk saat ini total korban baik yang di rumah sakit darurat
maupun di pos pengungsian sejumlah 42 orang, dengan dewasa 31
orang, balita 5 orang dan lansia sebanyak 6 orang, dapur umum sudah
melakukan tugasnya, sanitasi sudah berjalan dengan lancar, serta Tim
sudah melaksanakan PFA. Kemudian bagaimana kelanjutan untuk para
pengungsi yang berada di zona hijau?

BPBD : Untuk warga local yang rumahnya terkena musibah, kita tampung di
tempat pengungsian selama beberapa hari atau minggu ke depan
sampai ada perbaikan. Sementara untuk pengunjung restoran atau art
shop yang kondisinya tidak terlalu parah bisa diinstruksikan untuk
meninggalkan lokasi

Terimakasih

24
KORBAN SIMULASI TANGGAP DARURAT BENCANA “KEBAKARAN”
DI DESA JIMBARAN, KECAMATAN KUTA SELATAN, BADUNG

Meninggal (Hitam)
1. Laki laki 38 tahun. Mengalami Vulnus combustion 72% region wajah, dada, punggung,
kaki kiri, tangan kiri + oedema laring + henti jantung. CRT > 2 s
2. Perempuan 29 tahun. Mengalami Vulnus combustion 45% region wajah, dada, tangan
kanan, dan tangan kiri + bleediling A. Radialis Sinistra. RR = 0, CRT > 2 s
3. Laki laki 35 tahun. Mengalami Vulnus combustion 27% region kaki kiri dan tangan kiri
+ O# Os Femuralis 1/3 Proksimal sinistra. RR = 0, CRT > 2 s
4. Laki laki 25 tahun. Mengalami Vulnus combustion 85% region wajah, dada, punggung,
tangan, dan kaki. RR = 0, CRT > 2 s
5. Perempuan 27 tahun. Mengalami Vulnus combustion 36% region kaki kanan dan kiri +
Henti nafas. CRT > 2 s, N = 96 x/mnt

Luka Berat (Merah),:


1. Perempuan 61 tahun. Mengalami Vulnus combustio 31.5% region dada dan tangan kiri +
C# Os. Femuralis 1/3 Distal sinistra. RR = 32 x/mnt, CRT > 2 s, status mental buruk
2. Laki laki 65 tahun. Mengalami Vulnus comustio 18% region kaki kiri + C# Os. Tibialis
1/3 Distal sinistra. RR = 24 x/mnt, CRT > 2 s, status mental baik
3. Laki laki 67 tahun. Mengalami Vulnus combustion 9% region tangan kanan + C# Os.
Humerus 1/3 Proksimal Dextra. RR = 24 x/mnt, CRT > 2 s, status mental baik
4. Perempuan 33 tahun. Mengalami Vulnus combustion 13.5% region kaki kanan dan
tangan kanan + O# Os radialis 1/3 Proksimal dextra. RR = 28 x/mnt, CRT > 2 s. Status
mental buruk
5. Perempuan 23 tahun. Mengalami Vulnus combustion 4.5% region wajah + bleeding A.
temporalis dextra. RR = 24 x/mnt, CRT > 2 s, status mental baik
6. Perempuan 4 tahun. Mengalami Vulnus combustio 9% region wajah + Oedema laring 36
x/mnt, CRT < 2 s, status mental buruk.

Luka Sedang (Kuning) :


1. Perempuan 60 tahun. Mengalami Vulnus combustion 6% region tangan kiri + C# Os.
Humerus 1/3 Distal sinistra. RR = 24 x/mnt, CRT < 2 s, status mental baik

25
2. Laki laki 45 tahun. Mengalami Vulnus combustion 4.5% region kaki kanan + C# Os.
Humerus 1/3 Proksimal dextra. RR =16 x/mnt, CRT < 2 s, status mental baik.
3. Peremuan 43 tahun. Mengalami Vulnus combustion 12% region tangan kiri dan dada.
RR = 24 x/mnt, CRT < 2 s, status mental baik
4. Laki laki 3 tahun. Mengalami Vulnus combustion 7% region kaki kanan + C# Os.
Tibialis 1/3 Distal dextra. RR = 28x/mnt, CRT < 2 s, status mentak baik = Balita

Luka Ringan (Hijau) :


1. Lak laki 19 tahuun. Mengalami Vulnus combustion 2% region telapak tangan kanan. RR
= 20 x/mnt, CRT < 2 status mental baik
2. Perempuan 19 tahun. Mengalami Vulnus combustion 3% region lengan bawah kiri. RR =
24 x/mnt, CRT < 2 s, tatus mental baik.
3. Perempuan 33 tahun. Mengalami Vulnus combustion 2% region lengan atas kiri. RR =
20 x/mnt, CRT < 2 s, tatus mental baik
4. Perempuan 27 tahun. Mengalami Vulnus combustion 3.5% region kaki kanan. RR = 24
x/mnt, CRT < 2 s, tatus mental baik
5. Laki laki 56 tahun. Mengalami Vulnus combustio 1% region kaki kiri + vulnus punctum
lengan atas kiri. RR = 24 x/mnt, CRT < 2 s, tatus mental baik
6. Laki laki 34 tahun. Mengalami Vulnus combustion 2.5% region kaki kiri. RR = 20
x/mnt, CRT < 2 s, tatus mental baik
7. Perempuan 33 tahun. Mengalami Vulnus combustion 1.5% region tangan kiri. RR = 20
x/mnt, CRT < 2 s, tatus mental baik
8. Perempuan 26 tahun. Mengalami Vulnus combustion 3.5% region tangan kanan. RR =
24 x/mnt, CRT < 2 s, tatus mental baik
9. Laki laki 27 tahun. Mengalami Vulnus combustion 2.5% region lengan atas kanan. RR =
20 x/mnt, CRT < 2 s, tatus mental baik
10. Perempuan 29 tahun. Mengalami Vulnus combustion 3% region kak kanan. RR = 24
x/mnt, CRT < 2 s, tatus mental baik
11. Perempuan 57 tahun. Mengalami Vulnus eksoriasi manus sinistra. RR = 16 x/mnt, CRT
< 2 s, tatus mental baik
12. Laki laki 33 tahun. Mengalami Vulnus eksoriasi manus dextra. RR = 20 x/mnt, CRT < 2
s, tatus mental baik
13. Laki laki 24 tahun. Mengalami Vulnus eksoriasi lengan bawah kiri. RR = 20 x/mnt, CRT
< 2 s, tatus mental baik
26
14. Perempuan 22 tahun. Mengalami Vulnus eksoriasi lengan atas kiri. RR = 16 x/mnt, CRT
< 2 s, tatus mental baik
15. Laki laki 29 tahun. Mengalami Vulnus eksoriasi lengan bawah kanan. RR = 24 x/mnt,
CRT < 2 s, tatus mental baik
16. Perempuan 39 tahun. Mengalami Vulnus eksoriasi lengan atas kanan. RR = 16 x/mnt,
CRT < 2 s, tatus mental baik
17. Perempuan 43 tahun. Mengalami Vulnus eksoriasi kaki kanan. RR = 20 x/mnt, CRT < 2
s, tatus mental baik
18. Laki laki 49 tahun. Mengalami Vulnus eksoriasi kaki kiri. RR = 24 x/mnt, CRT < 2 s,
tatus mental baik
19. Perempuan 37 tahun. Mengalami Vulnus eksoriasi punggung tangan kanan. RR = 24
x/mnt, CRT < 2 s, tatus mental baik
20. Laki laki 32 tahun. Mengalami Vulnus eksoriasi punggung tangan kiri. RR = 20 x/mnt,
CRT < 2 s, tatus mental baik
21. Perempuan 3 tahun. Mengalami Vulnus combustion 4% region lengan kanan atas. RR =
28 x/mnt, CRT < 2 s, tatus mental baik
22. Perempuan 4 tahun. Mengalami Vulnus combustion 3.5% region lengan kanan bawah.
RR = 24 x/mnt, CRT < 2 s, tatus mental baik
23. Laki laki 4 tahun. Mengalami Vulnus combustion 4% region lengan kiri atas. RR = 28
x/mnt, CRT < 2 s, tatus mental baik
24. Laki laki 4 tahun. Mengalami Vulnus eksoriasi lutut kiri. RR = 28 x/mnt, CRT < 2 s,
tatus mental baik
25. Laki laki 3 tahun. Mengalami Vulnus eksoriasi tangan kanan. RR = 24 x/mnt, CRT < 2 s,
tatus mental baik

Tanpa luka (Hijau) sebanyak 17 orang

27
DOKUMENTASI KEGIATAN

(Kepala lingkungan menghubungi BPBD) (Tim BPBD melakukan rapat reaksi cepat)

(Tim BPBD melakukan pemetaan dan (Leader tim merah berkoordinasi dengan
Membuat jalur evakuasi) tim SAR)

(Proses evakuasi korban dari zone merah) (Proses triage oleh Leader tim Kuning)

28
(Pendirin shelter, RS darurat, tenda logistik, (Proses penanganan korban di zone
Dan penunjang lainnya) kuning)

(Pemberian PFA pada korban di zone (Korban yang telah dirujuk ke RS terdekat)
hijau

29
PERINGATAN!!!
COPAS / PLAGIAT ADALAH TINDAKAN YANG
TIDAK TERPUJI.

30