Anda di halaman 1dari 15

CRITICAL JOURNAL REVIEW

“PSIKOLOGI PENDIDIKAN”

OLEH

NAMA : CHINTYA RACHMAWATI PUTRI SARMI

NIM : 4183111107

KELAS : DIK A MATEMATIKA 2018

DOSEN PENGAMPU : PROF.DR.ANITA YUS, M.Pd

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU


PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2019
KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan atas kehadirat Allah SWT. dimana atas segala nikmat dan
rahmat-Nya saya dapat menyelesaikan tugas ctitical journal review untuk pemenuhan tugas
pada mata kuliah psikologi pendidikan.

Terima kasih penulis ucapkan kepada seluruh pihak serta dosen pengampu yang telah
membimbing dan membantu dalam penyelesaian tugas ini.Penulis sadar bahwa dalam
makalah ini masih terdapat kekurangan, maka dari itu penulis mengharapkan kritik dan saran
yang membangun untuk makalah ini.Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi para
pembaca dan penulis sendiri khususnya.

Medan, 01 April 2019

penulis
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR..........................................................................................

DAFTAR ISI.........................................................................................................

BAB I PENDAHULUAN.....................................................................................

A. Latar belakang.....................................................................................
B. Tujuan CJR.........................................................................................
C. Metode ...............................................................................................
D. Hasil dan pembahasan..........................................................................

BAB II LAMPIRAN...... ....................................................................................

DAFTAR PUSTAKA...........................................................................................
BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Pendidikan karakter berusaha menanamkan berbagai kebiasaan-kebiasaan baik
kepada siswa agar bersikap dan bertindak sesuai dengan nilai-nilai budaya dan
karakter bangsa. Mengenai tindakan yang dianggap baik ataupun buruk,terdapat
delapan belas nilai karakter yang dikembangkan dalam pendidikan karakter yang
terdiri dari religius, jujur,toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis,
rasa ingin tahu,semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat
atau komunikatif, cintai damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, dan
tanggung jawab.Masing-masing sekolah bebas memprioritaskan nilai mana yang akan
dikembangkan sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan siswa dan lingkungan
sekitar, religius dan disiplin merupakan salah satu nilai karakter yang ada dalam
pendidikan karakter, religius berkenaan dengan prilaku dan sikap yang patuh dalam
melaksanakan ajaran agama yang dianut setoleransi terhadap pemeluk agama lain dan
hidup rukun sedangkan disipin adalah tindakan atau prilaku tertib dan patuh terhadap
ketentuan dan peraturan.Meskipun begitu,karakter yang mencerminkan manusia yang
beragama dan disipin tidak selalu terbangun dalam diri setiap orang, hal itu terjadi
karena kurangnya kesadaran dalam beragama dan berperilaku disiplin. Seperti di
dunia pendidikan, khususnya di sekolah.Praktik-praktik pembusukan karakter telah
lama berlangsung. Contohnya kepala sekolah yang meloloskan siswa baru yang tidak
memenuhi standar, di ranah publik misalnya, seorang bupati yang sukses
memenangkan pilkada karena dibiayai pihak ketiga, maka pertama-tama yang
dipikirkan adalah memberi proyek sebagai bentuk kompensasi. Dewasa ini terdapat
kasus di Makassar seorang guru menjadi korban pemukulan orang tua murid.Terdapat
juga kasus lain dimana seorang murid SMA merokok dan duduk tidak sopan di
samping guru.Berdasarkanpraktik-praktik karakter diatas menunjukan nilai religius
dan disipilin belum benar-benar tumbuh dalam diri seseorang. Nilai religius dan
disiplin perlu diajarkan kepada siswa sejak dini karena dengan praktik-praktik
pendidikan karakter siswa akan terbangun pikiran, perkataan dan tindakan.
B. TUJUAN
Mengkritik Jurnal (critical journal review) ini dibuat sebagai salah satu
referensi ilmu yang bermanfaat untuk menambah wawasan penulis maupun pembaca
dalam mengetahui kelebihan dan kekurangan suatu jurnal, menjadi bahan
pertimbangan, dan juga menyelesaikan salah satu tugas individu mata kuliah
Psikologi pendidikan.

C. METODE
 Pendekatan dan Jenis Penelitian
Tujuan penelitian untuk mengembangkan model pembelajaran pendidikan
karakter melalui e-komik di sekolah dasar, sesuai dengan tujuan-tujuan ini, jenis
penelitiannya adalah pengembangan modifikasi penelitian. Ini sesuai dengan pendapat
Borg dan Gall dan desain Litbang Plomp menyatakan bahwa tujuan utama adalah
pengembangan penelitian untuk dikembangkan produk yang efektif yang dapat
digunakan di sekolah. Produk tidak terbatas pada pertanyaan benda konkret, seperti
buku teks, masalah, tetapi termasuk produk dan prosedur seperti model atau strategi
pembelajaran. Media melalui siswa sekolah dasar e-comic adalah diharapkan dapat
memahami apa itu pendidikan karakter yang baik, tidak bosan dan nyaman. Menurut
jenis penelitian yang telah dinyatakan sebelumnya, keberadaan PT Peneliti di
lapangan sangat diperlukan. Untuk alasan ini, peneliti menggunakan kualitatif
pendekatan. Hal ini disebabkan oleh adanya peneliti di lapangan sebagai instrumen
utama untuk data pengumpulan, perencana, pelaksana, pemberi tindakan, penganalisa
data, pelaporan hasil dan bertanggung jawab dalam seluruh proses dan hasil.

 Subjek dan Tempat Penelitian


Subjek penelitian adalah siswa sekolah dasar di kota Semarang, yaitu mewakili
sekolah dasar oleh 01 dan 02 pusat Pedurungan.
 Pengembangan Metodologi
Penelitian awal bidang belajar belajar referensi desain dan pengembangan dari e-
comic uji efektifitas pretest dan posttest analisis data media efektif produk akhir
pelaksanaan uji, evaluasi & revisi realisasi / konstruks desain penilaian desain yang
direvisi peningkatan desain produk hipotetik desain
 Penelitian Awal
Penelitian awal yang dilakukan oleh peneliti mengunjungi di sekolah dasar
01 dan 02 berlokasi di Majapahit Pedurungan Semarang. Kegiatan penelitian awal
dilakukan untuk mengetahui bagaimana siswa sekolah dasar memahami karakter
pendidikan dan cara menerapkannya. Data yang ditangkap oleh peneliti terlebih
dahulu harus dikembangkan menguji pengetahuan prioritas tentang pendidikan
karakter, dan bagaimana menerapkannya. Berdasarkan inimemahami, maka para
peneliti mengembangkan model pendidikan dan karakter e-comicyang dapat
membantu siswa sekolah dasar untuk memahami bagaimana Anda dapat memerangi
yang negatifkarakter dalam kehidupan sehari-hari.
 Desain
Peneliti berkolaborasi dengan salah satu guru sekolah dasar, salah satu
siswa sekolah dasar,satu kartunis dan satu psikolog anak untuk mendesain karakter
media dan pendidikan.Peneliti itu sendiri terdiri dari satu ketua latar belakang
pendidikan dan diterapkan media rumpun matematika, latar belakang pendidikan
anggota media rumpun matematika dan geometri, maka anggota dari latar belakang
pendidikan lain dalam pendidikan matematika rumpun. Hal-hal yang dirancang
meliputi: Sebuah. Hal-hal yang perlu hadir dalam e-comic dan pendidikan karakter
mereka.Gagasan materi matematika sesuai dengan e-comic meliputi latar belakang
dan apa yang dibahas di media.

 Realisasi / Konstruksi
Berdasarkan telah dirancang dalam fase / tahapan sebelumnya. Peneliti
juga bersama-sama dengan satu SD guru, satu SD siswa, satu kartunis dan satu anak
psikolog mengembangkan dan mengimplementasikan pendidikan karakter e-comic
yang dimaksud. Hasil dari pengembangan disebut prototipe 1.
 Tes, evaluasi, dan revisi
Peneliti meningkatkan edukasi karakter e-comic yang telah dikembangkan
sebelumnya. Hasil dari perbaikan ini disebut prototipe 2. Prototipe 2 kemudian
divalidasi lagi oleh validator dua orang yang sama untuk mendapatkan e-comic serta
model yang bisa diimplementasikan pada tahap selanjutnya. Hasil validasi disebut
prototipe 3. Lalu Prototipe 3 melakukan perbaikan cara penerapan siswa sekolah dasar
di SDN tahap selanjutnya 5). Pelaksanaan Kemudian prototipe 3 diimplementasikan
kepada siswa sekolah dasar untuk mendapatkan masukan dari peningkatan karakter e-
comic berbasis pendidikan guru. Hasil implementasi diperiksa apakah memenuhi tiga
kriteria yang telah ditentukan. jika tidak ketiganya ketemu kriteria telah ditentukan.
Jika tidak bertemu, peneliti memperbaiki prototipe 3 menjadi prototipe4. didasarkan
pada tiga kriteria yang diperiksa lagi, diperbaiki, dan seterusnya untuk mendapatkan
karakter e-comik pendidikan yang memenuhi kriteria yang valid, efektif dan praktis.

D. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN


 Hasil dan pembahasan
Dalam pengembangan penelitian telah diadaptasi pengembangan desain
oleh Plomp, yang terdiri dari lima fase: (1) penelitian awal (fase penyelidikan
pendahuluan), (2) desain (fase desain), (3) realisasi / konstruksi (fase realisasi
/ konstruksi), (4) tes, evaluasi dan revisi, (tahap uji coba, evaluasi dan
pembatalan) dan (5)implementasi, yang digambarkan sebagai berikut:
 4.1 Penelitian Awal
Penelitian yang dilakukan literatur telah melakukan berbagai
upaya untuk meningkatkan penelitian teori yang berhubungan dengan
kedalaman materi yang akan dibuat berupa e-comic, buku sastra yang
digunakan dari berbagai sumber seperti buku guru dan buku siswa dalam
kurikulum tahun 2013 untuk anak sekolah dasar Kelas 6, buku matematika
erlangga buku matematika kelas 6, Yudhisthira kelas 6 buku tentang
pendidikan karakter, buku di komputer dan artikel di Internet Internet saat itu
menghasilkan model karakter yang dipelajari dengan e-comic yang dalam hal
materi konten matematika, konten media dan karakter terintegrasi satu sama
lain baik online maupun offline. Lapangan yang diteliti dipilih 2 (dua) sekolah
favorit di kota Semarang yaitu SD Negeri 01 Pedurungan Tengah dan 02
Pedurungan Tengah Semarang, dari kunjungan ke sekolah mendapatkan
banyak info sebagai berikut: (1) kurangnya karakter model pembelajaran
pendidikan dibantu oleh media, baik online maupun offline, (2) tidak adanya
buku matematika itu memasukkan 18 karakter nasional dengan kuat dalam
buku matematika apa pun, (3) tidak adanya guru mampu membuat aplikasi
matematika e-comic online dan offline. Masalah para guru dan murid-murid di
sekolah dasar01 dan 02 Pedurungan Semarang Tengah sangat antusias ketika
model pembelajaran karakter berbasis e-comic yang akan dikembangkan dapat
digunakan di sekolah.
 4.2 Desain
Fase peneliti dirancang mengembangkan konsep untuk Matematika e-comic
pendidikan karakter berbasis sekolah dasar.
Langkah-langkah rinci e-comic sebagai berikut:
1) Matematika kelas 6 melihat kurikulum yang sesuai silabus pada tahun 2013.
2) Tentukan KI, KD dan indikator yang sesuai.
3) Pilih materi semester ganjil matematika kelas 6.
4) Pilih model Problem Based Learning (PBL), model Project Based Learning
(PJBL) atau Discovery Learning dalam penyampaian materi.
5) Tentukan nilai karakter yang akan dicapai dalam bahan yang disesuaikan
dengan karakter pendidikan bangsa 18.
6) Kembangkan bahan dengan kertas dan kotak alat yang dilengkapi dengan
pertanyaan kontekstual gambar yang sesuai dengan materi.
7) Simpan file dalam bentuk JPG PNG.
8) Konversi file PNG atau JPG dalam format PDF.
9) Pilih tingkat perkembangan musik instrumental yang sesuai dari sekolah
dasar anak-anak.
10) Memasukkan materi matematika dalam bentuk PDF ke FlipBookMaker.
11) Masukkan siswa musik instrumental yang sesuai dari pemikiran tingkat
dasar.
12) Buat hyperlink di daftar isi.
13) mempublikasikan dalam bentuk SWF.
14) Buat blog dengan nama ecomicmatsd.blogspot.com
15) Sematkan file SWF ke blog.
16) Dapat dibuka materi online seperti tampilan buku terbuka.
17) Cetak bahan warna dalam bentuk file PDF dengan kertas CTS 150 agar
terlihat bagus dan kuat.

 4.3 Realisasi dan Konstruksi


Pada fase ini, hasilnya telah dirancang dalam bentuk model pembelajaran
pendidikan melalui karakter e-comic di validasi oleh profesional. Yang dipilih
profesional adalah profesional sebagai pembelajaran dan profesional sebagai
media. Profesional pembelajaran akan mereview model pembelajaran yang
telah dikembangkan adalah pendidikan karakter model pembelajaran. Model
pembelajaran fase pendidikan melalui karakter e-comic adalah sebagai
berikut:
Fase 1: Undanglah siswa untuk belajar aktif berdasarkan moral yang baik
dalam setiap pemecahan masalah dibantu e-comic.
Fase 2: Kemampuan untuk menyesuaikan minat pribadi dan orang lain dalam
berurusan dengan matematika masalah dengan baik dan secara sadar dibantu
e-comic.
Fase 3: Dalam proses investigasi didasarkan pada rasa saling percaya antara
teman-teman di Indonesia mengumpulkan informasi tentang implementasi
bantuan eksperimental dan pemecahan masalah e-comic.
Fase 4: Kemampuan mengembangkan dan menyajikan karya matematika yang
disesuaikan dengan sosial sistem di lingkungan dan dapat berbagi dengan
tugasnya.
Fase 5: Kemampuan untuk menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan
masalah matematika disesuaikan dengan norma-norma yang berlaku di
masyarakat dibantu e-comic.
Fase 6: Mampu merefleksikan hasil investigasi dengan matematika dalam
pemecahan masalah berdasarkan pada prinsip moral yang logis, konsisten dan
universal e-comic.Profesional sebagai media memvalidasi e-comic telah
digabungkan dengan karakter pendidikan. Model pembelajaran ini sangat
menarik oleh anak-anak sekolah dasar karena media pendidikan karakter e-
comic telah terintegrasi, mereka dapat bermain dan belajar.
 4.4 Tes, Evaluasi dan Revisi
Setelah validasi oleh revisi diadakan profesional diterapkan dalam
pembelajaran proses. Dalam proses pembelajaran observasi yang terintegrasi
dengan karakter, antara yang lain, karakter kerja sama, menghargai pendapat
orang lain, aktif dalam pembelajaran, dan disiplin diri. Setelah mempelajari
beberapa pertemuan dilakukan tes untuk melihat peningkatan siswa prestasi.
 Model Pembelajaran Efektif Pendidikan Karakter Melalui E-Comic
Dari hasil implementasi dari kelas dan evaluasi tes sudah di tindakan, hasil
yang diperoleh di kelas eksperimen rata-rata adalah 8,9 dan 6,5 di kelas
kontrol. Ini menunjukkan bahwa model pembelajaran pendidikan melalui
karakter e-comic dapat merangsang motivasi siswa untuk belajar dan dapat
meningkatkan pendidikan karakter siswa dari usia dini sehingga akan berhasil
untuk pendidikan lanjutan. Sejalan dengan yang diberikan oleh pengembangan
keterampilan sosialisasi dan integrasi pendidikan karakter.Di sana terlihat
peningkatan nilai karakter sebelum dan sesudah model diimplementasikan.
Model pembelajaran ini berhasil dalam proses penanaman karakter formal
pendidikan. Leo (2011) menyatakan karakter pendidikan yang berfokus pada
identitas siswa pengembangan untuk menjadi cerdas dan memiliki karakter
siswa perlu dipaksakan melalui informal dan pendidikan formal.

BAB II
LAMPIRAN

1. JUDUL Development Learning Model Of Charactere ducation


Through E-Comic In Elementary School (Pengembangan
model pembelajaran pendidikan karakter melalui e-komik di
sekolah dasar)
2. Jurnal International Journal of Education and Research
3. Download https://www.google.com/search?q=development+learning+mo
del+of+charactereducation+throughe
comic+in+elementary+school&ie=utf-8&oe=utf-8
4. Volume dan 3 dan 369-386
halaman
5. Tahun 2015
6. Penulis Achmad Buchori, Rina Dwi Setyawati
7. Reviewer Chintya Rachmawati Putri Sarmi
8. Tanggal 30 maret 2019
9. Abstrak penelitian
-Tujuan penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model
pembelajaran pendidikan karakter melalui e-comic di sekolah
dasar.
-subjek penelitian Penelitian ini menunjukkan model pembelajaran orang dalam
pendidikan karakter yang terdiri dari lima fase dan keefektifan
tes dari proses pembelajaran yang ditunjukkan oleh
meningkatnya nilai karakter pada siswa melalui observasi dan
nilai siswa prestasi.

-assesment data Teori pengembangan digunakan teori pengembangan


modifikasi Plomp dan Borg dan Gall dengan langkah-langkah
berikut:
(1) penelitian awal (studi lapangan studi literatur) (2) desain
(model desain dan media), (3) realisaasi / konstruksi (desain
penilaian-desain revisi) (4) tes, evaluasi dan revisi (perbaikan
produk hipotetis) (5) implementasi (uji efektifitas sebelum dan
sesudah tes)

-kata kunci -
10 Pendahuluan
-latar belakang dan Suatu bangsa tidak akan maju, sebelum ada guru-guru kelas
teori yang suka berkorban untuk suatu bangsa. Menurut formula ini,
kemajuan dua kata kunci adalah guru dan pengorbanan.
Dengan demikian kebangkitan awal bangsa harus dimulai
dengan penilaian guru yang suka membuat
pengorbanan. Para guru tidak hanya meanteachers di kelas
formal. Guru adalah pemimpin, orang tua, dan pendidik. Guru
adalah panutan. Guru adalah digugu (tidak terdengar) dan
direplikasi (disalin). Guru tidak hanya mengajarkan bagaimana
menjawab pertanyaan nasional yang trampil ujian, tetapi
dirinya dan hidupnya harus menjadi contoh bagi murid-
muridnya. Pendidikan itu masuk dalam bahasa Indonesia
sekarang periode yang sangat aneh. Ditemani dengan berbagai
dana program terobosan besar tampaknya mampu
memecahkan masalah mendasar di Indonesia pendidikan, yaitu
cara mempublikasikan keunggulan manusia Indonesia, iman,
kesalehan, profesionalisme
dan karakter. Para siswa melakukan tindakan menyimpang
membuat pendidikan menjadi karakter yang mendesak untuk
dilakukan diterapkan di berbagai tingkatan sekolah. Fondasi
karakter yang kuat, akan dibuat siswa juga mampu bersaing di
masa depan di arena internasional. Wajah orang Indonesia
melotot
pendidikan dengan berbagai miring berita. Mulai itu disebut
aksi perkelahian, penindasan, dan penyalahgunaan narkoba
alkoholisme, pergaulan bebas di antara siswa yang mengarah
ke aborsi dan yang lainnya. Pendidikan karakter berusaha
menanamkan berbagai kebiasaan-kebiasaan baik kepada siswa
agar bersikap dan bertindak sesuai dengan nilai-nilai budaya
dan karakter bangsa. Mengenai tindakan yang dianggap baik
ataupun buruk,terdapat delapan belas nilai karakter yang
dikembangkan dalam pendidikan karakter yang terdiri dari
religius, jujur,toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri,
demokratis, rasa ingin tahu,semangat kebangsaan, cinta tanah
air, menghargai prestasi, bersahabat atau komunikatif, cintai
damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, dan
tanggung jawab.Masing-masing sekolah bebas
memprioritaskan nilai mana yang akan dikembangkan sesuai
dengan karakteristik dan kebutuhan siswa dan lingkungan
sekitar, religius dan disiplin merupakan salah satu nilai
karakter yang ada dalam pendidikan karakter, religius
berkenaan dengan prilaku dan sikap yang patuh dalam
melaksanakan ajaran agama yang dianut setoleransi terhadap
pemeluk agama lain dan hidup rukun sedangkan disipin adalah
tindakan atau prilaku tertib dan patuh terhadap ketentuan dan
peraturan.Meskipun begitu,karakter yang mencerminkan
manusia yang beragama dan disipin tidak selalu terbangun
dalam diri setiap orang, hal itu terjadi karena kurangnya
kesadaran dalam beragama dan berperilaku disiplin. Seperti di
dunia pendidikan, khususnya di sekolah.Praktik-praktik
pembusukan karakter telah lama berlangsung.

11. Metode penelitian


-langkah penelitian Tujuan penelitian untuk mengembangkan model pembelajaran
pendidikan karakter melalui e-komik di sekolah dasar, sesuai
dengan tujuan-tujuan ini, jenis penelitiannya adalah
pengembangan modifikasi penelitian. Ini sesuai dengan
pendapat Borg dan Gall dan desain Litbang Plomp menyatakan
bahwa tujuan utama adalah pengembangan penelitian untuk
dikembangkan produk yang efektif yang dapat digunakan di
sekolah. Produk tidak terbatas pada pertanyaan benda konkret,
seperti buku teks, masalah, tetapi termasuk produk dan
prosedur seperti model atau strategi pembelajaran.
-hasil penelitian Penelitian yang dilakukan literatur telah melakukan berbagai
upaya untuk meningkatkan penelitian teori yang berhubungan
dengan kedalaman materi yang akan dibuat berupa e-comic,
buku sastra yang digunakan dari berbagai sumber seperti buku
guru dan buku siswa dalam kurikulum tahun 2013 untuk anak
sekolah dasar Kelas 6, buku matematika erlangga buku
matematika kelas 6, Yudhisthira kelas 6 buku tentang
pendidikan karakter, buku di komputer dan artikel di Internet
Internet saat itu menghasilkan model karakter yang dipelajari
dengan e-comic yang dalam hal materi konten matematika,
konten media dan karakter terintegrasi satu sama lain baik
online maupun offline. Lapangan yang diteliti dipilih 2 (dua)
sekolah favorit di kota Semarang yaitu SD Negeri 01
Pedurungan Tengah dan 02 Pedurungan Tengah Semarang,
dari kunjungan ke sekolah mendapatkan banyak info sebagai
berikut: (1) kurangnya karakter model pembelajaran
pendidikan dibantu oleh media, baik online maupun offline,
(2) tidak adanya buku matematika itu memasukkan 18 karakter
nasional dengan kuat dalam buku matematika apa pun, (3)
tidak adanya guru mampu membuat aplikasi matematika e-
comic online dan offline. Masalah para guru dan murid-murid
di sekolah dasar01 dan 02 Pedurungan Semarang Tengah
sangat antusias ketika model pembelajaran karakter berbasis e-
comic yang akan dikembangkan dapat digunakan di sekolah.
-diskusi penelitian Pada fase ini, hasilnya telah dirancang dalam bentuk model
pembelajaran pendidikan melalui karakter e-comic di validasi
oleh profesional. Yang dipilih profesional adalah profesional
sebagai pembelajaran dan profesional sebagai media.
Profesional pembelajaran akan mereview model pembelajaran
yang telah dikembangkan adalah pendidikan karakter model
pembelajaran. Model pembelajaran fase pendidikan melalui
karakter e-comic adalah sebagai berikut:
Fase 1: Undanglah siswa untuk belajar aktif berdasarkan moral
yang baik dalam setiap pemecahan masalah dibantu e-comic.
Fase 2: Kemampuan untuk menyesuaikan minat pribadi dan
orang lain dalam berurusan dengan matematika masalah
dengan baik dan secara sadar dibantu e-comic.
Fase 3: Dalam proses investigasi didasarkan pada rasa saling
percaya antara teman-teman di Indonesia mengumpulkan
informasi tentang implementasi bantuan eksperimental dan
pemecahan masalah e-comic.
Fase 4: Kemampuan mengembangkan dan menyajikan karya
matematika yang disesuaikan dengan sosial sistem di
lingkungan dan dapat berbagi dengan tugasnya.
Fase 5: Kemampuan untuk menganalisis dan mengevaluasi
proses pemecahan masalah matematika disesuaikan dengan
norma-norma yang berlaku di masyarakat dibantu e-comic.
Fase 6: Mampu merefleksikan hasil investigasi dengan
matematika dalam pemecahan masalah berdasarkan pada
prinsip moral yang logis, konsisten dan universal e-
comic.Profesional sebagai media memvalidasi e-comic telah
digabungkan dengan karakter pendidikan. Model pembelajaran
ini sangat menarik oleh anak-anak sekolah dasar karena media
pendidikan karakter e-comic telah terintegrasi, mereka dapat
bermain dan belajar.
-daftar pustaka Buchori,Achmad.2015. Development Learning Model Of
Charactere ducation Through E-Comic In Elementary School.
International Journal of Education and Research.vol 3(9):369-
386
12. Analisis jurnal
-kekuatan penelitian Pada jurnal ini ini sudah menjelaskan bagaimana cara
pengembangan pendidikan karakter melalui pembelajaran e-
comic di sekolah dasar dengan baik dan bagus,kata-kata nya
mudah dipahami sehingga mempermudah pembaca dalam
memahaminya.
-kelemahan penelitian Ada beberapa kekurangan dari jurnal ini yaitu kata kunci pada
jurnal ini tidak ada,dan pemaparan hasil penelitian nya kurang
jelas.
13. Kesimpulan Pendidikan karakter berusaha menanamkan berbagai
kebiasaan-kebiasaan baik kepada siswa agar bersikap dan
bertindak sesuai dengan nilai-nilai budaya dan karakter
bangsa. Penelitian yang dilakukan literatur telah melakukan
berbagai upaya untuk meningkatkan penelitian teori yang
berhubungan dengan kedalaman materi yang akan dibuat
berupa e-comic.
14. Saran Sebaiknya jurnal ini membuat kata kunci nya dan juga lebih
memperjelas hasil penelitian nya.
15. Referensi Saputro,hengkang bara.2015. Pengembangan media komik
berbasis pendidikan karakter Pada pembelajaran tematik-
integratif kelas iv sd. Jurnal Prima Edukasia.vol 3(1):62-71.