Anda di halaman 1dari 5

BKAD

Tugas dan tanggungjawab BKAD

Tugas dan tanggung jawab BKAD secara umum meliputi:

a. Manajemen Pembangunan Partisipatif


1. Meningkatkan kualitas forum-forum musyawarah yang dilakukan masyarakat baik di desa
maupun antar desa.
2. Melakukan pengelolaan hasil‐hasil musyawarah desa dan antar desa dalam kaitan
pembangunan partisipatif.
3. Menjembatani terwujudnya penggalian gagasan yang lebih berpihak kepada kebutuhan
pengembangan wilayah antar desa.
4. Mendorong terwujudnya kelembagaan masyarakat yang lebih aktif/dinamis dan
partisipatif.
5. Memotivasi dan mendorong kelompok RTM agar berperan aktif dalam setiap kegiatan
perencanaan, pelaksanaan dan pelestarian kegiatan.
6. Meningkatkan kapasitas pelaku‐pelaku yang ada di desa dan kecamatan dalam kaitan
pengelolaan pembangunan partisipatif.
7. Melakukan supervisi, monitoring, evaluasi dan pelaporan berkala setiap perkembangan
kegiatan.
8. Menjaga sistem, mekanisme, prosedur, aturan main, dan prinsip‐prinsip pembangunan
partisipatif.
9. Mendorong lahirnya perdes partisipatif berkaitan dengan kelembagaan, dan hasil‐hasil
pembangunan partisipatif.
10. Menjalin sinergitas dan koordinasi dengan pemerintah daerah, dunia usaha, dunia
pendidikan, legislatif dan pelaku lainnya dalam rangka memperkuat manajemen
pembangunan partisipatif.
b. Manajamen Antar Desa
1. Memfasilitasi pembahasan, perumusan, dan penyusunan kesepakatan kesepakatan kerja
sama antar desa.
2. Memfasilitasi pelaksanaan kegiatan kerja sama antar desa.
3. Melakukan identifikasi potensi desa yang dapat dikembangkan menjadi sentra
pengembangan ekonomi, sosial, dan budaya antar desa.
4. Melakukan kelola informasi potensi desa‐desa dalam lingkup wilayahnya.
5. Memfasilitasi penanganan dan penyelesaian masalah perselisihan antar desa dan masalah
lain yang timbul dari pelaksanaan kerja sama antar desa.
6. Memfasilitasi keberlanjutan fungsi‐fungsi kelembagaan desa dan antar desa dalam
pengelolaan kegiatan dan kerja sama antar desa.
7. Mengelola informasi masyarakat antar desa untuk menumbuhkan semangat transparansi,
akuntabilitas, dan kerja sama.
8. Meningkatkan kapasitas pelaku‐pelaku yang ada di desa dan antar desa dalam kaitan
pengelolaan kegiatan antar desa.
9. Mendorong pelaksanaan pelestarian hasil‐hasil kegiatan desa dan antar desa.
c. Manajamen Aset Produktif
1. Memfasilitasi terbentuknya kerja sama dengan pihak ketiga dalam kaitan pengelolaan aset
produktif, sumber daya lokal, teknologi tepat guna.
2. Mendorong pengembangan UPK sebagai pengelola kegiatan yang handal, dengan basis
kegiatan sebagai lembaga keuangan mikro dan lembaga pengelola teknis program.
3. Membantu dan mendorong fasilitasi akses sumber bantuan bagi kelompok dan atau
lembaga usaha masyarakat baik produksi, distribusi maupun pemasaran.
4. Mendorong terbentuknya kelompok dan lembaga usaha desa yang berbasis pada
pengembangan sumber daya ekonomi lokal.
5. Melakukan kajian dan evaluasi sederhana tentang pelaku‐pelaku ekonomi di wilayahnya.
6. Mendorong pengembangan BP‐UPK sebagai badan pengawas dan pemeriksa keuangan
UPK yang handal dan dapat dipercaya.
7. Mendorong pengembangan lembaga penunjang UPK sesuai dengan kebutuhan tugas
pokok dan fungsi masing‐masing.
8. Meningkatkan efektivitas pemberlakuan dan pelaksanaan sanksi lokal sebagai komitmen
bersama.
d. Pengelola PNPM Maupun Pihak Ketiga
1. Melakukan koordinasi dengan pihak kecamatan dan desa berkaitan dengan perencanaan
dan pelaksanaan kegiatan.
2. Memberikan memotivasi terhadap pelaku‐pelaku kecamatan dan desa terkait dengan
pelaksanaan kegiatan.
3. Melakukan pemantauan setiap tahapan kegiatan.
4. Mendorong kualitas partisipasi dan keswadayaan masyarakat.
5. Melakukan evaluasi kinerja UPK terkait dengan tugas sebagai pengelola teknis program.
6. Mengkoordinasikan tugas pemantauan kegiatan sarana prasarana sosial dasar dan
ekonomi.
7. Mengkoordinasikan tugas pengawasan terhadap pelaksanaan proses pengelolaan teknis
program.
8. Meningkatkan kinerja tim pelestarian (TP3) yang telah terbentuk dan mendorong pihak
desa untuk mengembangkan kegiatan pelestarian hasil‐hasil kegiatan.
9. Melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap hasil kinerja pengelolaan program, baik
pengelolaan teknis oleh UPK maupun lembaga lainnya.

Senin, 26 November 2012

TUPOKSI BKAD
Tupoksi BKAD
Merusmuskan dan Menetapkan Rencana Strategis

Tugas dan Fungsi Badan Kerjasama Antar Desa (Tufoksi BKAD) yang dibentuk di masing-
masing kecamatan, khususnya berkaitan dengan Unit Pengelola Kegiatan (UPK) adalah
merumuskan, membahas dan menetapkan rencana strategis untuk pengembangan UPK dalam
bidang micro finance.

Selain tugas diatas, BKAD dalam pelaksanaan program dan pelayanan usaha kelompok, juga
berperan dalam pengawasan, pemeriksaan sera evaluasi kinerja UPK.

BKAD sendiri, menurut Fasilitator Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Pedesaan
(PNPM-MPd) Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora,dibentuk berdasarkan UU 32 tahun 2004
tentang Pemerintahan Desa, Peraturan Pemerintah (PP) 72 tentang desa dan PP 73 tahun 2005
tentang kelurahan, serta Surat Edaran Mendagri tentang Pelestarian dan pengembangan hasil-hasil
PNPM-MPd.

Sementara lingkup dan tugas secara umum BKAD, antara lain, membangun manajemen
pembangunan partisipatif, manajemen kegiatan antar desa, manajemen asset produktif dan
manajemen/kelola program PNPM maupun dengan pihak ketiga.

Dalam manajemen pembangunan partisipatif, BKAD memiliki tufoksi yaitu meningkatkan kualitas
musyawarah yang dilakukan masyarakat baik di desa maupun antar desa, melakukan pengelolaan
hasil-hasil musyawarah desa dan antar desa dalam kaitannya dengan pembangunan partisipatif.

BKAD juga bertugas untuk menjembatani terwujudnya penggalian gagasan yang lebih berpihak
kepada kebutuhan pengembangan wilayah antar desa, mendorong terwujudnya kelembagaan
masyarakat yang partisipatif dan memotivasi dan mendorong kelopok RTM agar berperan aktif dalam
setiap kegiatan perencanaan , pelaksanaan dan pelestarian kegiatan.

Dan yang tidak kalah pentingnya lagi, tufoksi dari BKAD ini, meningkatkan kapasitas pelaku-pelaku
yang ada di desa dan kecamatan dalam kaitannya dengan pengelolaan pembangunan partisipatif,
melakukan supervise, monitoring, evaluasi dan pelaporan setiap kegiatan, menjaga system,
mekanisme aturan main dan prinsip-prinsip pembangunan partisipatif, mendorong lahirnya Perdes
serta menjalin sinergitas dan koordinasi dengan pemerintah daerah, dunia usaha, pendidikan,
legislatif dan pelaku lainnya dalam rangka memperkuat manajemen pembangunan partisipatif
ditingkat masyarakat.

Dalam manajemen kegiatan antar desa, BKAD memiliki tugas antara lain, memfasilitasi
pembahasan, perumusan dan penyusunan kesepakatan-kesepakatan kerjasama antar desa,
melakukan identifikasi potensi yang dapat dikembangkan menjadi sentra ekonomi, sosial dan budaya,
memfasilitasi penanganan dan penyelesaian masalah antar desa, dan lain-lain.

Sementara manajemen asset produktif, tupoksinya yaitu memfasilitasi terbentuknya kerjaama dengan
pihak ketiga dalam kaitan pengelolaan usaha produktif, sumber daya lokal, teknologi tepat guna,
mendorong pengembangan UPK sebagai pengelola kegiatan yang handal dengan basis kegiatan
sebagai lembaga keuangan micro dan lembaga kelola teknis program.
Tugas lainnya dari BKAD dalam manajemen asset produktif ini, mendorong terbentuknya kelompo
dan lembaga usaha desa yang berbasis pengembangan sumberdaya ekonomi lokal, melakukan
kajian dan evaluasi, mendorong pengembangan BP-UPK sebagai badan pengawas dan pemeriksa
keuangan yang handal dan dapat dipercaya, serta meningkatkan efektifitas pemberlakukan dan
pelaksanaan sanksi lokal sebagai komitmen bersama.

Sedangkan dalam pengelolaan manajemen PNPM maupun pihak ketiga, BKAD melakukan
koordinasi, motivasi dan pemantauan setiap tahapan kegiatan, meningkatkan kinerja tim pelestarian
yang sudah terbentuk dan mendorong pihak desa untuk mengembangkan kegiatan pelestarian serta
melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap hasil kinerja kelola program, baik kelola teknis oleh
UPK maupun lembaga lainnya.

TUGAS DAN FUNGSI BKAD


1) TUGAS BKAD
a. merumuskan rancangan keputusan bersama yang akan dilaksanakan sesuai dengan objek
kerjasama
b. melaksanakan keputusan bersama dari hasil MAD
c. menjaga keberlanjutan, kelestarian dan pengembangan hasil kerja sama
d. memfasilitasi penanganan dan penyelesaian masalah perselisihan antar desa dan masalah lain
yang timbul dari pelaksanaan kerjasama antar desa di wilayah kerjanya
e. melaporakan hasil pelaksanaan keputusan bersama melalui forum MAD untuk selanjutnya
dilaporan secara tertulis kepada Camat, masing-masing Kepala Desa dan masing-masing ketua BPD
2) FUNGSI BKAD
a/ penyiapan bahan perumusan rancangan keputusan bersama
b. perumusan rancangan keputusan bersana
c. perencanaan strategis, meliputi perumusan, pembahasan, dan penetapan rencana strategis sesuai
dengan objek kerjasama
d. penjabaran keputusan bersama dalam bentuk program kerja dan rencana teknis tindak lanjut
e. pelaksanaan masalah-masalah yang timbul dalam proses kerja sama antar desa
f. penanganan masalah-masalah yang timbul dalam proses kerja sama antar desa
g. pelaksanaan tindak lanjut antas rekomendasi dari hasil pemeriksaan BP-UPK maupun lembaga
pengawas lainnya
h. pelestarian dan pengembangan hasil-hasil kerjasama dan
I. pelaksanaan monitoring, evaluasi dan pelaporan