Anda di halaman 1dari 17

Nama : Iqbal Fachdrian

NIM : 5115144142
Matkul : SCADA

Sistem SCADA pada Jaringan Pipa Gas

Aplikasi SCADA di PGN

1. Server SCADA

PGN menggunakan dua sistem SCADA yang digabung menggunakan DNP3,


yakni sistem SCADA Integra dan SCADA Invensys (milik Schneider). Server
SCADA/MTU(Master Terminal Unit), di PT.PGN biasa disebut GMC (Gas
Management Center)/MCS (Master Control Station) dan berlokasi di Tangerang.
Stasiun kontrol di PT. PGN terbagi menjadi dua yakni MCS yang berfungsi untuk
memonitor proses distribusi dan transmisi pada pipa gas secara keseluruhan pada satu
wilayah SBU, dan Offtake Station yang berfungsi untuk memonitoring dan
mengendalikan valve tertentu dalam suatu wilayah distribusinya Gardu Induk.
Diagram Control Station PT. PGN dapat dilihat di bawah ini.

MCS
(Master Control
Station)

Offftake Station 1 Offftake Station 2 Offftake Station 3

Big Small Big Small Big Small


Consume Consume Consume Consume Consume Consume
Gambar 1. Diagram Control Station PT. PGN

Selain SCADA, terdapat pula GIS (Geographic Information System) yang


berfungsi untuk menyimpan database jaringan asset PT.PGNyang tersebar secara
keseluruhan beserta informasi penting lainnya seperti diameter pipa, umur pipa,
lokasi sambungan (joint), titik GPS (Global Positioning System), foto lokasi,,
sertifikat pipa, dan sertifikat material lainnya.

Sebelumnya, PT.PGN SBU II hanya memiliki data SCADA secara parsial


dimasing-masing lokasi offtake (tidak terintegrasi ppada MCS).
SCADA terdirfi dari HMI yang merupakan interface antara operator dengan
RTU, sehingga data yang didapatkan dafri lapangan dapat dimengerti oleh
operator. Data yang ditampilkan dengan HMI dapat berupa grafik maupun
numerik. Tampilan HMI dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

Gambar 2. Monitoring dan Integrasi Data SCADA PT. PGN SBU II


Gambar 3. HMI di Big Customer di PT.PGN
Gambar 4. HMI di MCS PT. PGN

2. Media Transmisi

Jaringan transmisi yang digunakan di PT.PGN adalah fiber optic , GPRS


(General Packet Radio Service) dan VSAT (Very Small Aperture Terminal). Pada
sistem SCADA, communicaftion system sangat penting, kevepatan pengiriman
data sangat diperhatikan untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan. Saat ini
PT.PGN wilayah SBU I (Sumatra - Batam - Pemping - Border Line atau
sepanjang 490 km) menggunakan media transfer data berupa fiber optic yang
dipasang sepanjang jalur pipa, selain untuk keperluan sendiri, jaringan internet
serat optik ini juga dikomersialkan dan dikelola oleh PGNCOM.
Sedangan untuk SBU wilayah lainnya masih menggunakan jaringan GPRS
dan VSAT pada setiap RTU nya. Untuk suplai listrik ke stasiun offtake, PT. PGN
menggunakan listrik dari PT. PLN, sedangkan untuk RTU, suplai listrik
didapatkan dari panel surya. Atsitektur transmisi datanya dapat dilihat pada
gambar di bawah ini.
Gambar 5. Arsitektur Transmisi Data diurus oleh PGNCom PT. PGN

3. RTU (REMOTE TERMINAL UNIT)

Diantara stasiun offtake dan konsumen online, terdapat sistem informasi yang
dikenal sebagai Gas Balance, yakni menggunakan AMR (Automatic Meter
Reading), GPRS, dan PMD (Pressure Matering Device) GPRSsehingga
memungkinkan PT. PGN untuk memantau volume suplai yang masuk dan gas
yang didistribusikan.

Ada 3 jenis RTU yang digunakan, yakni SCD2100, SCD2200 (dari


Schneider) dan Tbox 450 g.

SCD2100 terdiri dari port LAN, Analog input, Digital input, Digital output,
Modbus, dsb. Input SCD2100 adalah sensor EVC dan digunakan untuk big
costumer sebagai alat pengambil data, sedangkan untuk pembacaan/control
menggunakan SCD2200.

SCD2200 terdiri dari Modul Media Communication, Analog input, Analog


output, Digital input, Digital output, dsb. Input SCD2200 juga sensor EVC dan
ststus open/close valve, sedangkan untuk outputnya berupa aktuator valve,
SCD2200 juga dipasang di stasiun offftake.
T-Box450LG digunakan pada customer biasa dihubungkan tanpa output
dengan PMD GPRS dan AMR GPRS sebagai inputnya.

Tugan monitoring distribusi pipa dijalankan oleh PGNCOM, sedangkan


untuk perhitungan biaya, buka/tutup valve, perawatan, dsb dijalankan oleh PGN
SOLUTION secara manual. Buka//tutup valve pada big costumer dapat dilakukan
secara otomatis oleh PGN COM dengan meminta persetujuan dari PGN
SOLUTION terlebih dahulu.
Komponen RTU dan aktuator yangf digunakan PT. PGN dapat dilihat di
bawah ini.

Gambar 6. SCD2100 Schneider


Gambar 7. SND2200 Schneider
Gambar 8. T-Box450g (terdiri dari port RS232, RS, Analog input,
Digital I/O)

Gambar 9. Automatic Mater Reading


Gambar 10. PSDV (Presure Shutdown Valve), PIT (Presure Inlet
Transmitter), PCV (Presure Control Valve)

Gambar 11. RTU Presure Matering Device terletak di Small Bussiness


dengan menggunakan panel surya

dengan menggunakan Counter Display, pelanggan cukup melihat pembacaan


nomor yang tertera tanpa harus melihat ke EVC (Electronic Volume Corrector).
Counter Display dapat di lihat pada gambar 12 di bawah ini.
Gambar 12. Counter Displa

Gambar 13. Electronic Volume Corrector

Jaringan pipa terintegrasi (ring line) secara terus menerus dibangun agar dapat
terintegrasi dan mewujudkan pelayanan yang prima. Hambatan dalam penyaluran gas,
seperti tekanan gas, kekurangan gas, dan penutupan aliran karena dapat diatasi dengan
jaringan pipa terintegrasi ini.
TUGAS
1. Current Transformer
Range : 0,5 ~ 5 Amp
Ratio CT : 1000/5 : 200
Range dengan CT : (0,5 X 200) ~ (5 X 200) Amp : 100 ~ 1000 Amp
Output : VA
2. Frekuensi
Range : 50 ~ 60 Hz
Output : Gelombang

3. Daya Aktif

P = V.I = 1000 . 5 = 5000 Watt

4. Daya Reaktif

Q = V.I. sin ɑ = 1000 . 5. 0,8 = 5000.0,8 = 4000 VA

1. Nama sensor, Range Pengukuran, Output

a. Frekuensi

Frekuensi Gelombang
50 - 60 Hz

b. Tegangan

Modul Sensor Tegangan


 Variasi Tegangan masukan: DC 0 - 25 V

 Deteksi tegangan dengan jangkauan: DC 0.02445 V - 25 V

 Tegangan resolusi analog: 0,00489 V

 Tegangan DC masukan antarmuka: terminal positif dengan VCC, negatif


dengan GND

 Output Interface: "+" Koneksi 5 / 3.3V, "-" terhubung GND, "s"


terhubung Arduino pin A0
 DC antarmuka masukan: red terminal positif dengan VCC,
negatif dengan GND
sensor ZMPT101B

Sensor tegangan 110-250V AC sistem Active Transformer

Cocok untuk Arduino / AVR

Langsung sambung ke Tegangan PLN 220V

Model ZMPT101B

Ukuran papan PCB : 50x19mm

Nilai Input Current : 2mA

Retardasi (dinilai input) : “20 (input 2mA, sampling resistance 100Ω)

Kisaran linear : 0 ~ 1000V

Isolasi tegangan : 4000V

Suhu operasi : -40 C + 70 C

linearitas ≤0.2% (20% dot ~ 120% dot)

enkapsulasi Epoxy

instalasi PCB mount (Pin Panjang> 3mm)

Suhu pengoperasian antara -40 º C ~ + 70 º C


c. Daya Reaktif

Q = V.I.sin a = 250 . 2mA.0,8 = 0,4 Watt

d. Daya Aktif

P = V.I = 250. 2mA = 0,5 Watt