Anda di halaman 1dari 2

PENGERTIAN SENYAWA

Senyawa adalah zat kimia yang terdiri dari dua atau beberapa unsur yang dapat dipecah-pecahkan
lagi menjadi unsur-unsur pembentukannya dengan reaksi kimia tersebut. Contohnya, Dihidrogen
monoksida ( air, H2O ) adalah sebuah senyawa yang terdiri dari dua atom hidrogen untuk setiap atom
oksigen. Ciri-ciri yang membedakan senyawa adalah rumus kimia. Rumus kimia memberikan
perbandingan atom dalam zat, dan jumlah atom dalam molekul tunggalnya. Rumus kimia tidak
menyebutkan apakah senyawa tersebut terdiri atas molekul; Contohnya, natrium klorida ( garam
dapur, NaCI adalah senyawa lonik ). Senyawa dapat wujud dalam beberapa fase. Kebanyakan
senyawa dapat berupa zat padat. Senyawa molekuler dapat juga berupa cairan atau gas. Semua
senyawa akan terurai menjadi senyawa yang lebih kecil atau atom individual bila dipanaskan sampai
suhu tertentu yang disebut ( suhu penguraian ).

Jenis-jenis senyawa;

1. Asam, ( yang sering diwakili dengan rumus umum HA ) secara umum merupakan senyawa
kimia yang bila dilarutkan dalam air akan menghasilkan larutan dengan Ph kecil dari 7.
Asam adalah suatu zat yang dapat memberi proton ( ion H ) kepada zat lain yang sisebut basa,
atau dapat menerima pasangan elektron bebas dari suatu basa. Suatu basa dalam reaksi
penetralan untuk membentuk garam. Contoh asam adalah asam asesat ( ditemukan dalam
cuka ) dan asam sulfat ( digunakan dalam baterai aki mobil ).
2. Basa, adalah senyawa kimia yang menyerap ion hidronium ketika dilarutkan dalam air. Basa
adalah lawan ( dual ) dari asam, yang ditunjukkan untuk unsur/senyawa kimia yang memiliki
pH lebih dari 7. Kostik merupakan istilah yang digunakan untuk basa kuat. Basa dapat dibagi
menjadi dau yaitu; basa kuat dan basah lemah. Kekuatan basa sangat bergantung pada
kemampuan basa tersebut melepaskan ion OH dalam larutan dan kosentrasi larutan basa
tersebut.
3. Senyawa ionik, adalah senyawa kimia yang tersusun dari ion yang disatukan oleh gaya
elektrostatik yang disebut ikatan ionik. Senyawa ini netral secara keseluruhan, namun terdiri
dari ion bermuatanposotif yang disebut kation dan ion bermuatan negatif yang disebut anion.
Ini bisa berupa ion sederhana seperti natrium Na dan klorida CI dalam natrium klorida, atau
spesies poliatomik seperti ion amonium dan karbonat. Dalam amonium karbinat masing-
masing ion dalam senyawa lomik biasanya memiliki beberapa tetangga terdekat, jadi tidak
dianggap sebagai bagian dari molekul, namun merupakan bagian dari jaringan tiga dimensi
kontinu. Senyawa ionik biasanya memiliki titik leleh dan titik didih yang tinggi, dan keras
dan rapuh.
4. Garam, adalah senyawa ionik yang terdiri dari ion positif dan ion negatif, sehingga
membentuk senyawa netral ( tanpa bermuatan ). Garam terbentuk dari hasil reaksi asam dan
basa. Komponen kation dan anion dapat berupa senyawa anorganik seperti klorida, dan bisa
juga berupa senyawa organik seperti asetat. Ada banyak macam-macam garam. Garam yang
terhidrolisa dan membentuk ion hidroksida ketika dilarutkan dalam air maka dinamakan
garam basa. Garam yang terhidrolisa dan membentuk ion hidronium diair disebut sebagai
garan asam. Larutan garam dalam air ( misalnya natrium klorida dalam air ) merupakan
larutan elektrolit, yaitu larutan yang dapat menghantarkan arus listrik. Cairan dalam tubuh
makhluk hidup mengandung larutan garam, misalnya sitoplasma dan darah.
5. Oksida, adalah senyawa kimia yang yang sedikitnya mengandung sebuah atom oksigen serta
sedikitnya sebuah unsur lain. Sebagian besar kerak bumi terdiri atas oksida. Oksida terbentuk
ketika unsur-unsur dioksidasi oleh oksigen di udara. Pembakaran hidrokarbon menghasilkan
dua oksida utama karbon, karbon monoksida, dan karbon dioksida. Bahkan dianggap sebagai
unsur murni seringkali mengandung selubung oksida. Misalnya aluminium foil memiliki kulit
tipis yang melindungi foil dari korosi. Oksida-oksida dari unsur-unsur periode 3: Na2O MgO
SiO2 P4O1O SO3 CI2O7 P4O6 SO2 CI2O. Oksida-oksida pada barisan pertama dikenal
sebagai oksida-oksida tertinggi dari tiap unsur. Oksida-oksida ini adalah saat dimana unsur-
unsur periode 3 berada pada keadaan oksidasi tertinggi. Pada oksida-oksida ini semua
elektron terluarnya terlibat dalam pembentukkan ikatan mulai dari natrium yang hanya
memiliki satu elektron terluar hingga klor dengan 7 elektron terluar.
6. Senyawa organik, adalah golongan besar senyawa kimia yang molekulnya mengandung
karbon, kecuali karbida, karbonat, dan oksida karbon. Studi mengenai senyawa organik
disebut kimia organik. Banyak diantara senyawa organik, seperti protein, lemak, dan
karbohidrat, merupakan komponen penting dalam biokimia. Diantara beberapa golongan
senyawa organik adalah senyawa alifatik, rantai karbon yang dapat diubah gugus fungsinya;
hidrokarbon aromatik, senyawaan yang mengandung paling tidak satu cincin benzena;
senyawa heterosiklik yang mencakup atom-atom nonkarbon dalam struktur cincinnya; dan
polimer, molekul rantai panjang gugus berulang. Pembeda antara kimia organik dan
anorganik adalah ada/tidaknya ikatan karbon-hidrogen. Sehingga, asam karbonat termasuk
anorganik, sedangkan asam format, asam lemak pertama, organik.