Anda di halaman 1dari 24

LAPORAN PRAKTEK

“ kerja Kayu I “

oleh

NAMA : ARIFUDIN HASAN


DEXA
JURUSAN : TEKNIK SIPIL
PRODI/KELAS : PJJ ( B )
SEMESTER : I (SATU)

POLITEKNIK NEGERI KUPANG

2014
BAB I
PENDAHULUAN

A. Dasar Teori
Praktek kerja kayu I merupakan praktek dari keseluruhan praktek kerja kayu yang didapat
pada masa perkuliahan di Jurusan Teknik sipil. Pada praktek kerja kayu I lebih menekankan alat
– alat kerja manual. Pembuatan benda kerjanya pun miniatur ( skala kecil ). Selama praktek akan
diperkenalkan berbagai macam alat pertukangan manual, cara pemakaian yang benar ( sesuai
dengan fungsi masing – masing alat ), cara penyetelan alat serta cara penajaman ( pengasahan )
alat sehingga dapat dipergunakan dengan baik dan dapat menghasilkan benda kerja yang
diharapkan.

Pada praktek kerja kayu I disamping pengenalan alat – alat pertukangan manual, juga
akan diperkenalkan cara menggergaji kayu yang baik dengan arah melintang serat kayu maupun
arah sejajar serat kayu, potongan mambentuk sudut arak melintang serat kayu, cara mengetam
kayu dengan hasil rata, datar, lurus dan siku. Praktek lainnya adalah cara membuat lubang pada
kayu dengan menggunakan pahat dan bor, serta penyetelan benda kerja yang akan dibuat.

Disamping hal tersebu diatas, pada praktek kerja kayu I juga diperkenalkan macam –
macam sambungan yang sering digunakan pada pekerjaan kayu baik untuk sambungan balok
atau sambungan untuk papan kearah melebar. Kemudian jenis jenis sambungan tersebut akan
dipraktekkan cara pembuatannya untuk balok dan papan.

Secara garis besar praktek kerja kayu I bertujuan untuk memberikan dasar – dasar
pengguanaan alat / perkakas pertukangan manual dan dilanjutkan dengan pembuatan benda kerja
akan menjadi dasar atau acuan untuk diterapkan pada praktek kerja kayu II pada semester
berikutnya. Sebelum melakukan pekerjaan kayu, haruslah mengetahui prinsip-prinsip kerja
kayu sehingga selama melakukan pekerjaan dapat menggunakan peralatan yang benar serta
dengan hasil yang baik sesuai dengan keinginan.
Adapun prinsip-prinsip kerja kayu yang baik adalah:
 Menjaga keselamatan diri sendiri atau orang lain yang berada pada areal atau dimana
kita sedang bekerja.
 Menggunakan peralatan sesuai dengan fungsi dari masing-masing peralatan
 Pekerjaan yang dihasilkan dapat memberikan hasil yang siku,lurus,datar dan halus
untuk setiap permukaan.
 Penggunaan dan penempatan berbagai jenis sambungan pada konstruksi harus benar,
sehingga dapat memberikan kekuatan dari konstruksi tersebut.
 Pembuatan sambungan pada kayu harus benar-benar rapat antar satu kayu dengan
kayu yang lainnya.

B. TUJUAN
1. TUJUAN UMUM
 Diharapkan agar Mahasiswa/Mahasiswi mampu memahami, mengerti dan
menjelaskan pekerjaan praktek kayu yang akan dikerjakan.
 Agar Mahasiswa/Mahasiswi dapat menjelaskan penggunaan perkakas dan
peralatan yang digunakan pada pekerjaan praktek kayu.

2. TUJUAN KHUSUS
 Diharapkan Mahasiswa/Mahasiswi dapat menjelaskan fungsi dan penggunaan
perkakas yang digunakan pada pekerjaan praktek kayu.
 Agar Mahasiswa/Mahasiswi dapat melakukan praktek kayu sesuai dengan materi
praktek yang diberikan.
 Agar Mahasiswa/Mahasiswi dapat menentukan jenis finishing yang akan
digunakan.
 Agar Mahasiswa/Mahasiswi dapat membuat dan mengerjakan finishing pada
pekerjaan kayu secara baik dan benar.
C. MANFAAT
 Untuk mengetahui jenis-jenis dan ukuran kayu yang akan digunakan dalam
praktek kayu I.
 Mengetahui cara melukis gambar pada kayu yang benar dan tepat.
 Mengetahui cara menggunakan alat (perkakas) secara manual dalam pekerjaan
praktek kayu I dengan benar.
 Mengetahui cara merangkai kayu dalam bentuk yang lebih detail dan siap pakai.

D. Perkakas Dan Peralatan Kerja Kayu Secara Umum


Ada banyak jenis peralatan kerja kayu yang dapat dipakai. Peralatan dan perkakas kerja
kayu dapat dibedakan menjadi beberapa bagian yaitu:

I. Alat Pembersih
Ketam adalah sebuah perkakas yang digunakan untuk menghaluskan dan meratakan
permukaan kayu. Jenis jenis ketam yaitu:
a. Ketam kayu
 Ketam pelicin kayu .Alat ini berfungsi utuk memperlicin / memperhalus permukaan
kayu
 Ketam Perata . Ketam ini mempunyai pisau ketam rangkap. Alat ini berungsi untuk
meratakan bidang hasil ketaman yang besar atau yang tidak rata.
 Ketam Penghalus .Alat ini berfungsi untuk pengetaman yang halus tidak menimbulkan
goresan-goresan pada kayu keras dan bermata.
 Ketam penghalus primus .Alat ini berfungsi untuk mengetam halus dan tebal tetapi
dapat diatur dengan mudah.
 Ketam pembentuk – halus . Alat ini berfungsi untuk mengetam dengan banyak tatal
dan hasil yang baik atau lebih halus.
 Ketam Bangku Panjang .Alat ini berfungsi untuk mengetam kayu yang panjang dan
ketam bangku panjang digunakan untuk mengurangi permukaan kayu agar rata
sempurna bentuknya.
 Ketam Penghalus Sponing .Alat ini berfungsi untuk membuat atau mengetam sponing
dengan lebih halus hasilnya.
 Ketam Sponing Miring .Alat ini berfungsi khusus untuk membuat spoing yang
bentuknya miring atau untuk membuat sambungan pe ekor burung.
 Ketam Dasar .Alat ini berfungsi untuk mengetam atau menyempurnakan alur
lurus/ekor burung panjang dan untuk mendalamkan / membersihkan alur.

b. Ketam Besi/Baja
 Ketam Jack (Jack Plane) . Ketam ini digunakan untuk menghilangkan goresan-
goresan yang ditinggalkan pada permuka-an kayu oleh gergaji, untuk memberikan
ukuran yang diinginkan bagi kayu, untuk meratakan per-mukaan kayu dan untuk
segala macam pengerutan lainnya.
 Ketam Pelicin . Ketam pelicin digunakan untuk menghilangkan setiap ketidak rataan
dengan jalan mengeluarkan tatal-tatal tipis dari permukaan .
 Block Plane . Ketam plane digunakan untuk benda benda berukuran kecil dan halus
yang memerlukan pengerjaan sangat teliti .
 Ketam Berhidung Cembung
 Ketam Trying (Trying Plane) . Trying plane digunakan bila kayu-kayu yang akan
diketam berukuran besar dan kecermatan dan untuk menjamin kecematan .
 Ketam sponning .Ketam ini digunakan untuk membuat sponing-sponing pada tepi
kayu .

II. Alat Pemotong


 Gergaji belah adalah alat yang digunakan untuk menggergaji kayu yang arah
potongannya sejajar dengan arah serat kayu.
 . Gergaji potong adalah alat yang digunakan untuk menggergaji kayu dengan
kedudukan tegak lurus terhadat serat kayu.
 Gergaji punggung dan gergaji bajang , gergaji punggung dipergunakan untuk
penggergajian dengan ketelitian kesemua arah tanpa memperhatikan arah serat dari
kayu. Sedangkan gergaji bajang dipergunakan untuk pekerjaan yang sangat halus dan
dengan ketelitian yang tinnggi.
 Gergaji pelobang adalah gergaji yang digunakan untuk membuat lubang dengan
diameter yang besar.
 Gergaji Punggung yang dapat dibalikdipergunakan untuk memotong kayu dengan
halus yang lebih halus dalam bentuk dan ukuran yang diperlukan.
 Gergaji Kompas dipergunakan untuk membuat lubang bundar maupun persegi.
 Gergaji Pembentuk Sudut (Gergaji PotongMiring )dipergunakan untuk memotong siku
atau miring/verstek dengan sudut-sudut tertentu sesuai dengan yang diinginkan.
III. Alat Pelubang
Pahat .Pahat adalah merupakan peralatan pokok untuk membuat celah sambungan,
melubangi dan membentuk benda kerja. Pahat dan alat pencukil untuk memotong kayu,
membuat celah dan melubangi harus dipukul dengan palu atau malet.
- Pahat kuku kekar (fimer chisel) digunakan untuk menusuk dan mencukil kayu
- Pahat kuku miring (bevel-edge chisel) , Fungsi pahat ini adalah untuk
membersihkan atau merapikan bagian-bagian yang akan disambung.
- Pahat pengupas (paring chisel), digunakan untuk membersihkan / merapikan
bekas pemahatan pada bagian dalam atau bagian-bagian yang lebar, sehingga
posisi pahat tetap rata dengan permukaan kayu .
- Pahat miring (skew chisel) , digunakan untuk pemotongan halus pada serat kayu
yang sulit .
- Pahat lubang terdapat bebera pajenis dan bentuk dari pahat lubang-purus,
yaitu:Pahat miring, digunakan untuk pemahatan lubang lebar dan dalam (lebar
potongan 1“ - 2“).Pahat serombong, digunakan untuk pemahatan lubang
dangkal(lebar potongan ¼“ sampai 2“).Pahat lubang-purus, digunakan untuk
pemahatan lubang yang dalam dan sempit.
- Pahat Tusuk

IV. Alat Pengukur


 Mistar, Rol meter dan meteran kayu adalah alat yang digunakan untuk mengukur
benda kerja, dimana ukuran yang tertera pada bilahnya dalam satuan (cm dan inchi).
 Siku-siku .Dipergunakan untuk Mengontrol kesikuan pada benda kerja dan
Menggaris tegak lurus atau memberi tanda . Ada beberapa jenis siku , yaituSiku-siku
90 derajad, siku Perempat , Siku Goyang ,
V. Bangku Kerja / Meja Kerja
 Bangku Kerja .Bangku kerja ini berfungsi pada saat mengetam, menggergaji dan
memahat, selain itu juga bangku kerja ini juga berfungsi menyimpan peralatan yang
akan digunakan.
 Meja Kerja adalah tempat atau areal pada bangku kerja dimana nantinya kita akan
melakukan pekerjaan.
VI. Alat – Alat Pembantu

Pensil adalah alat pemberi tanda yang akan meninggalkan bekas pada benda kerja.
Dalam pertukangan kayu biasanya menggunakan pensil lunak,yaitu antara 3B s.d. 6B
dengan bentuk bulat telur.
 Penggores adalah alat yang terbuat dari logam berbentuk silindris lurus dan
diruncingkan dibagian ujung depan.Fungsi penggores adalah untuk membuat
tanda/garis batas pengerjaan.
 Perusut adalah alat gores kayu untuk membuat garis-garis sejajar dengan salah satu
tepi benda kerja.Alat ini berfungsi untuk menggambar atau memberi tanda pada
sambungan lubang dan pen serta tebal maupun lebar kayu .
 Palu adalah alat pemukul yang harus disediakan pada setiap bengkel kayu . Palu juga
memiliki beberapa jenis , yaitu palu besi , palu kayu , dan palu karet / plastic
 Kakatua .Kakatua adalah alat yang digunakan untuk mencabut paku dan
untukmemotong kawat berukuran kecil .
 Obeng .Obeng adalah alat yang digunakan untuk memutar sekrup
 Penjepit / klem adalah alat yang berfungsi untuk menjepit kayu sehingga
mempermudah dalam penyambungan .Beberapa jenis penjepit , yaitu klem batang ,
Klem C , dan klem F .
 Kikir dan kikir parut digunakan dalam pertukangan kayu untuk pembentukan
potongan-potongan yang tidak teratur dan untuk kurva –kurva yang tidak
memungkinkan mengunakan ketam.

E. Keselamatan kerja secara umum


Beberapa hal yang harus diperhatikan berkaitan dengan keselamatan kerja secara umum
untuk peralatan kerja kayu I adalah sebagai berikut :

 Bekerja sesuai dengan petunjuk dan langkah-langkah kerja yang terdapat pada lembar
kerja
 Berkonsentrasi pada pekerjaan yang sedang dilakukan
 Periksa setiap peralatan apakah sudah terpasang dengan baik dan benar
 Periksa setiap ketajaman alat-alat yang akan dipakai , lakukan pengasahan jika alat
yang dipakai dalam keadaan tumpul
 Keluarkan peralatan yang diperlukan saja dari kotak alat agar tidak mengganggu
pekerjaan yang sedang dilakukan
 Letakkan peralatan yang tidak dipakai pada mundam
 Pada saat istirahat , masukkan semua alat kedalam mundam
 Pergunakan peralatan seseuai dengan fungsinya masing-masing
 Gunakan selalu perlengkapan kerja yang disarankan
 Jika ragu dengan menggunakan peralatan, mintalah petunjuk atau bimbingan
instruktur kerja kayu
BAB II
PEMBAHASAN

Job 1 : Latihan Dasar Mengetam dan Menggergaji

I. Tujuan

Tujuan yang diharapkan setelah kegiatan praktek bengkel usai, dimana mahasiswa / mahasiswi
mampu terampil dalam :
 Menggunakan perkakas tangan sesuai dengan fungsinya.
 Mengetam kayu secara rata, lurus, datar dan siku dengan baik.
 Melukis dan memberi tanda pada benda kerja sesuai dengan gambar.
 Memotong dan membelah kayu dengan menggunakan gergaji tangan dengan baik dan
benar

II. Instruksi Umum

Pada praktek kerja topik ini dimaksudkan untuk memberikan latihan dasar mengetam dan
menggergaji dengan bahan kayu usuk / kaso ukuran 5/7 cm menjadi ukran 4/6 cm . Kemudian,
memeriksa kondisi dan ukuran kayu tersebut serta ketajaman dari peralatan / perkakas yang akan
digunakan .

III. Alat Dan Bahan

Pada praktikum job 1 mengenai latihan dasar mengetam dan menggergaji dapat menggunakan
alat dan bahan sebagai berikut :

- Gergaji tangan pemotong / pembelah - rolmeter


- Gergaji punggung - Pensil / kraspen
- Ketam pendek kasar / halus - Siku dan siku verstek
- Kayu kanper ukuran 6/8

IV. Instruksi Kerja


a. Menyimpan alat – alat kerja yang digunakan pada bangku kerja dengan baik dan
teratur apabila belum menggunakannya.
b. Mempelajari dahulu gambar kerja dan mengikuti langkah –langkah kera dengan seksama
dan teliti .
c. Memusatkan perhatian atu pikiran pada waktu praktek
d. Mengikuti petunjuk – petunjuk dari instruktur.
V. Gambar Kerja

VI. Prosedur Kerja / Langkah Kerja

Prosedur kerja / langkah kerja yang sebagai acuan dalam praktikum job 1 mengenai
latihan mengetam da menggergaji, yaitu sebgai berikut :

1. Sebatang kayu usuk / kaso dengan ukuran 5/7 cm yang sudah disiapkan diketam menjadi
ukuran 4/6 cm,dengan ketentuan :
 Megetam muka lebar I dan sisi tebal 1 secara rata , lurus , halus , dan kemudian siku sisi
tebal 1 terhadap muka lebar 1 .Demikian dilakukan juga pada muka lebar II dan sisi
tebal 2
 Menetukan lebar kayu dengan mengukur salah satu muka lebar ( misalnya memakai
muka lebar I ) menjadi 6 cm dan memproyeksikannya . kemudian mengetam salah satu
sisi tebal ( misalnya memakai sisi tebal 1) sampai rata sesuai ukuran .
 Menentukan tebal kayu dengan Mengukur salah satu sisi tebal misalnya memakai sisi
tebal 1 ) menjadi 4 cm dan memproyeksikannya . kemudian mengetam salah satu
muka lebar ( misalnya memakai muka lebar I ) sampai rata sesuai ukuran .
2. Selanjutnya ,Melukis bagian – bagian yang akan digergaji pada kayu ukuran 4/6 cm yang telah
selesai diketam, dengan berdasarkan ukuran yang sudah di tentukan pada gambar kerja .
3. Berikutnya, Penggergajian pada kayu yang telah selesai dilukis denagan ketentuan :
 Menggergaji belah menggunakan gergaji pembelah / gergaji punggung sampai batas
lukisan .
 Menggergaji potong sampai batas lukisan.
 Menggergaji potong miring sampai batas lukisan.
7 . Hasil Kerja

Diakhir kegiatan praktikum job 1 mengenai latiahan dasar mengetam dan menggegaji ini , dapat
saya tampilkan contoh hasil kerja yang telah saya hasilkan, seperti terlihat pada gambar
dibawah ini :

Tampak depan

Tampak atas

Dari gambar diatas, dapat saya simpulkan bahwa untuk mencapai suatu hasil kerja yang
maksimal pada job 1 ini , seorang pekerja perlu memperhatikan hal- hal berikut :
1. Mengikuti prosedur kerja yang benar . artinya semua kegiatan pada praktikum job 1
berpatokan pada langkah kerja , karena langkah kerja merupakan arahan kerja pada
kegiatanpraktikum tersebut .
2. cara penggunaan alat kerja yang baik danbenar .singkatnya , dalam penggunaan alat kerja
yang baik dan benar pada suatu praktikum akan menghasilkan suatu hasil kerja yang
bagus pula.
3. tepat atau tidaknya ukuran . Ukuran - ukuran yang sudah ditentukan sesuai pada gambar
kerja pada job 1 akan menjadi batasan –batasan dalam menggergaji dan mengetam
.sehinga hasil kerja yang dihasilkan rapid an lurus .
4. lamanyawaktu pekerjaan dan hasil akhir pekerjaan . Suatu pekerjaan yang diselesaikan
dalam waktu yang cepat menandakan bahwa pekerja tersebut bekerja dengan disiplin.
Namun perlu diingat, untuk menghasilkan hasil kerja yang bagus dalam waktu yang
cepatharus membutuhkan kterampilan pekerja yang teliti dan ulet dalam bekerja . karena
seperti yang kita ketahui banyak pekrja yang bekerja dalam waktu yang cepat kadang
hasil kerjanya tidak memuaskan .
5. Dan yang paling penting adalah keselamatan kita dalam bekerja . Keselamatan dalam
bekerja merupakan hal utama yang perlu diwaspadai dalam melakukan aktivitas praktek .
Selain itu kesalamatan bekerja juga merupakan tolak ukur bagi hasil kerja .artinya suatu
hasil kerja dikatakan berhasil jika hasil kerja itu bagus dan pekerjanya selamat dalam
bekerja , namun jika hasil kerjanya bagus dan pekerjanya mendapat kecelakaan maka
dapat dikatakan hasil kerja yang dihasilkan kurang berhasil

Job 2 : Sambungan Bibir Miring Berkait

I. Tujuan :
Pada akhir praktek bengkel, mahasiswa diharapkan terampil dalam :
 Menggunakan perkakas tangan.
 Membuat bentuk sambungan bibir miring berkait.
 Memahami fungsi dan kegunaan dari sambungan tersebut.
 Pemahatan, pengeboran dan melubangi kayu.

II. Instruksi Umum :


Sambungan ini dipergunakan jika pada suatu balok (gelagar) bekerja gaya tarik yang
saling berlawanan arah, maka pada setengah panjang bibir sambungan ditakik sehingga
berbentuk kait.
Panjang bibir sambungan = 2,5 – 3 h
h = tinggi kayu.

III. Perkakas dan Bahan


- Gergaji potong / belah - Pensil / kraspen
- Ketam - Siku – siku dan siku putar
- Pahat lubang dan tusuk - Meteran
- Palu kayu

IV. Instruksi Kerja :


a. menyimpan alat-alat kerja yang digunakan pada bangku kerja dengan baik dan teratur
apabila belum digunakan.
b. mempelajari dahulu gambar kerja dan ikuti langkah-langkah kerja dengan seksama dan
teliti.
c. Memusatkan perhatian atau pikiran pada waktu praktek.
d. mengikuti petunjuk-petunjuk dari Instruktur.

V. Gambar kerja
VI. Metode / Langkah - Kerja
Prosedur kerja / langkah kerja yang sebagai acuan dalam praktikum job 2 mengenai
sambungan bibir miring berkait, yaitu sebagai berikut :

1. mengambil satu batang Kayu dengan panjang 50 cm .


2. Mengetam bahan tersebut hingga lurus , siku dan rata , untuk ukuran 4.5 x 6,5 cm
3. memotong jadi dua dan beri tanda masing – masing ( misalnya A dan B )
4. Melukis sesuai gambar kerja :
 menetukan panjang sambungan sesuai gambar
 membagi 5 bagian dari kayu tersebut
 membuat garis miring suai gambar
 memberi tanda arsiran kayu yang akan dibuang
5. Memotong pada bagiaan- bagian batas sambungan untuk melepas kuyu yang terbuang
6. melepas kayu – kayu terserbut ( nomor 5 dengan pahat )
7. menyambung kayu A dan B
8. memeriksa pada instruktur
Bila terjadi kurang sempurnanya penyambungan mengoreks kembali ,kemudian menyambung
lagi dan melekukan pekerjaan ini sampai sambungan tersebut berhasil baik

4. Hasil Kerja

Hasil kerja dari praktikum job 2 tampak seperti pada gambar berikut ini :
Gambar diatas terlihat bahwa untuk menghasilkan suatu hasil kerja yang berhasil dalam arti
bagus dan rapi , kita perlu mengikuti langkah – langkah kerja yang sudah ditentukan . Demi
mencapai kesuksesan dalam mengikuti langkah – langkah kerja diperlukan ketelitian dan
keseriusan seorang pekerja dalam bekerja . selain itu , penggunaan alat kerja yang sesuai
fungsinya juga sangat membantu dalam keberhasilan suatu pekerjaan praktikum . Namun ada hal
lain yang juga harus diperhatikan bagi seorang pekerja adalah ketepatan dalam pengukuran ,
karena hal itu sangat penting dalam menetukan ukuran kayu yang menjadi acuan dalam
praktikum.Di samping dari sekian hal diatas , dalam kegiatan praktek kita harus bekerja tepat
waktu , ketepatan waktu dalam bekerja merupakan poin penting yang harus dimiliki oleh setiap
pekerja .Hal ini agar melatih kita ( pekerja ) untuk disiplin dalam bekerja / disiplin dengan waktu
yang digunakan dalam bekerja . Adapun hal yang tidak kala penting yang lebih utama
diperhatikan dalam bekerja adalah keselamatan kita dalam bekerja .

Job 3 : Membuat Kerangka Kursi / bangku / bangku Kayu

I. Tujuan
Setelah melakukan praktek ini , mahasiswa / mahasiswi diharapkan trampil dalam :
 Menggunakan perkakas tangan manual .
 Membuat kursi / bangku kayu .
 Memahami fungsi dan kegunaan dari pembuatan kursi tersebut .
 Pemahatan, pengeboran dan melubangi kayu.
 Menerangkan prinsip dasar proses dasar pembuatan kursi / bangku pada orang lain

II. Instruksi umum


Kursi / bangku kayu dapat dibuat dengan denga merangkai beberapa bagian kayu yang
terdiri dari, kaki belakang kursi / bangku , kaki depan kursi / bangku , ambang datar ,sandaran
, dan alas duduk, yang semuanya saling berhubungan antara satu dan yang lain , yang mana
bagian - bagian kayu tersebut sudah diolah sesuai bentuk yang sudah ditentukan dan dapat
dihubungkan sesuai fungsinya masimg – masing. Bagian – bagian kayu itu dapat dibuat
dengan ukuran tertentu sesuai yang diinginkan pekerja . misalnya pada job ini, bagan –
bagian kayu tersebut dapat dibuat dengan ukuran bersih 90 cm untuk kaki belakang kursi /
bangku , 50 cm untuk kaki depan kursi / bangku dan ambang datar sisi kiri - kanan serta
ambang datar depan kursi / bangku ,35 cm untuk ambang datar kaki belekang kursi / bangku
dan sandaran . Bagian – bagian kayu tersebut harus nanti akan diolah sesuia prosedur kerja
sehingga menjadi bentuk lain yang unik .

III. Alat Dan Bahan


Pada praktikum job 1 mengenai latihan dasar mengetam dan menggergaji dapat menggunakan
alat dan bahansebgai berikut :
- Gergaji tangan pemotong / pembelah - rollmeter
- Gergaji punggung - Pensil / kraspen
- Ketam pendek kasar / halus - Siku dan siku verstek
- Kayu kanper ukuran 6/8

IV. Instruksi Kerja


a. menyimpan alat-alat kerja yang digunakan pada bangku kerja dengan baik dan teratur
apabila belum digunakan.
b. mempelajari dahulu gambar kerja dan ikuti langkah-langkah kerja dengan seksama dan
teliti.
c. Memusatkan perhatian atau pikiran pada waktu praktek.
d. mengikuti petunjuk-petunjuk dari Instruktur.

V. Langkah - langkah kerja

Prosedur kerja / langkah kerja yang sebagai acuan dalam praktikum job 3 mengenai
membuat kursi / bangku kayu, yaitu sebagai berikut :
1. mempersiapkan seluruh peralatan dan bahan yang akan digunakan pada praktikum
2. mengetam semua kayu yang akan digunakan pada praktikum , yaitu kaki belakang
ukuran 90 cm , kaki bagian depan ukuran 45 cm , ambang datar atas ukuran 50 cm ,
ambang datar bawah ukuran 50 cm menjadi rata , lurus , dan halus.
3. kaki belakang kursi / bangku dengan ukuran 90 cm diukur menjadi 50 cm ke bawah
dan 40 cm ke atas . selanjutnya melukis :
pada batas ukuran 50
 tampak depan tebal kayu dilukis 3 cm ke bawah dengan tebal 2 cm tepat di ash /
di tengah – tengah lalu beri tanda arsiran yang akan dibuang . Kemudian
memahat sedalam 3 cm tepat pada tanda arsiran yang nantinyauntuk
disambungan dengan lidah ambang datar kiri – kanan sesuai ukuran tersebut.
 tampak lebar kayu dilukis 3 cm ke bawah dengan tebal 2 cm tepat di ash / di
tengah – tengah lalu beri tanda arsiran yang akan dibuang . Kemudian memahat
sedalam 3 cm tepat pada tanda arsiran yang nantinys untuk disambungan
dengan lidah ambang datar belakang sesuai ukuran tersebut.
pada batas ukuran 40 cm
 pada tampak lebar kayu dengan batasa ukuran 0.5 mm dari samping bawah,
lubang pahatan dilukis 11 cm kebwah dengan tebal 2 cm lalu beri tanda arsiran
yang akan dibuang . kemudian memeahat sedalam 3cm tepat pada tanda arsiran
Dengan ukuran tersebut di yang nantinya untuk disambungan dengan sandaran

4. melikus pada sandaran dengan panjang 35 cm lebar , 16 cm , dan tebal 3 cm , dimana


:
a) mengukur panjang 5 cm kedalam pada setiap ujung kanan - kiri kayu sebagai
batasan pengergajian
b) mengukur lebar5 cm ke dalam pada setiap sisi atas dan bawah lalu memberi tanda
arsiran untuk dibuang . kemudian menggergaji pada arsiran tersebut sampai batas
ukuran pada poin ( b)
c) memahat tebal kayu sesuai ukuran lubang pahatan pada kaki belakang kursi /
bangku ( batas ukuran 40 cm )
5. merangkai / memasang bagian – bagian tersebut menjadi bentuk kerangka kursi /
bangku seperti terlihat pada hasil kerja

VI. Hasil Kerja

Hasil kerja dari job ke 3 tentang membuat kerangka kursi / bangku ,dapat saya sajikan
pada gmbar dibawah ini :
Gambar diatas terlihat bahwa untuk menghasilkan suatu hasil kerja yang
maksiamal / memuaskan , tentu ada hal – hal yang perlu dicermati dan diperhatikan
kembali oleh setiap pekerja . Hal – hal itu merupakan suatu rangkaian yang saling
berhubungan antara satu dengan yang lainnya .Jjika rangkain itu dilakukan dalam suatu
aktivitas secara tersstruktur maka akan dapat menghasilkan suatu hasil kerja yang
memuaskan sesuai denganuyang diharapkan . untuk itu , perhatikan hal – hal di bawah
ini yang menjadi dasar untuk mencapai suatu hasil kerja yang maksimal , yaitu :
 Bekerja sesuai prosedur kerja yang baik dan benar
 Menggunakan alat kerja yang baik dan benar sesuai fungsinya
 Mengukur dengan tepat
 Melukis sesuai gambar kerja
 lamanyawaktu pekerjaan dan hasil akhir pekerjaan
 meminta saran seperlunya kepada pembimbing / instruktur
 dan yang paling penting adalah keselamatan kita dalam bekerja
PERHITUNGAN PENGGUNAAN BAHAN

Analisa Bahan

Dalam menganalisa kebutuhan bahan pada pengerjaan praktek kerja kayu 1 yang mencakup job
1 sampai dengan job 3 yang harus di perhitungkan , yaitu :

 Kebutuhan jumlah volume balok dan papan pada setiap job

 Kebutuhan jumlah batang kayu ( balok dan papan ) yang digunakan pada praktikum
Diketahui :
 Ukuran awal balok job 1 dan job 2 dengan ukuran 5/7 cm dan job 3 dengan ukuran 5/7cm
dan 4/6
 Ukuran balok setelah diketam , yaitu job 1 sampai 2 menjadi 4/6 cm dan job 4 menjadi 3/5 cm
 Panjang balok job 1 = 50 cm
 Panjang balok job 2 = 190 cm = 2 (25) cm
 Panjang balok job 3 , dimana:
- Balo ktarik = 2 ( 94 ) cm = 188cm - Balok sokong = 2 ( 32 ) cm = 64 cm
- Balo kgantung = 57 cm -Balok pengunci = 50 cm
 Panjang balok job 4 , dimana :
- Kaki belakang = 2 ( 90 ) cm = 180 cm - Kakidepan = 2 ( 50 ) cm = 100 cm
- Ambang datar kiri – kanan = 2 ( 50 ) cm - Ambang datar depan - belakang = 38 cm & 35 cm
 Panjang papan sandaran ( job 4) = 35 cm

Catatan : Pada pratek kerja kayu 1, untuk job 1dikerjakan secara individu oleh setip mahasiswa
/ mahasiswi ( jumlah mahasiswa 28 0rang ) , untuk job 2 & 3 dikerjakan secara kelompok (
yang berjumlah 6 kelompok ) , dan untuk job 4 dikerjakan secara kelompok ( yang berjumlah 3
kelompok )
Penyelesaaian
 Menghitungjumlah volume balokdanpapan
1. VolumebalokJob 1= 0,04 m × 0,06 m × 0,5 m = 1.2 x 10 -3 m3
∑V28= 28 x 1.2 x 10 -3 m3 = 33 .6 x 10 -3 m3
2. Volume balokJob 2 = 0,04 m × 0,06 m × 1.9 m =4.56 x 10 -3m3
∑V6= 6 x 4.56 x 10 -3 m3 = 27 .36 x10 -3 m3
3. Volume balok job 3 , dimana :
Balok tarik= 0,04 m × 0,06 m × 1.88 m = 4.512 x 10 -3 m3
Balok sokong = 0,04 m × 0,06 m × 0.64m =1.536 x 10 -3 m3
Balok gantung = 0,04 m × 0,06 m × 0.57 m = 1.368 x 10 -3 m3
Balok pengunci = 0,04 m × 0,06 m × 0.50 m = 1.2 x 10 -3 m3+

∑V = 8.616 x 10 -3 m3

∑V6 = 6 x 8.616 x 10 -3 m3 = 51 696 x 10 -3 m

4. Volume balok job 4


Kaki belakang= 0,03 m × 0,05 m × 1.8m = 2.7 x 10 -3 m3
Kaki depan = = 0,03 m × 0,05 m × 1 m = 1.5 x 10 -3 m3
Ambang datar depan dan belakang = 0,03 m × 0,05 m (0.35 +0.38 ) m = 1.095 x 10 -3 m3
Ambang datar kiri – kanan =0,03 m × 0,05 m × 1 m = 1.5 x 10 -3 m3 +

∑V = 6.795 x 10 -3 m3

∑V3 = 3 x 6.795 x 10 -3 m3 =20 .385 x 10 -3 m3

5. Volume papan sandaran = 0,03 m × 0,21 m × 0.35 m =2.205 x 10 -3 m3

∑V3 = 3 x 2.205x 10 -3 m3 = 6.615 x 10 -3 m3


 Menghitung kebutuhan jumlah batang kayu ( balok dan papan ) yang digunakan
pada praktikum kerja kayu 1

Banyaknyabatang = ∑Vtotalbalok / V baloksebenarnhya

 Job 1 – 3 (Balokukuran4/ 6cm .4 m )

∑V total = job I ∑V28 + job II∑V6 + job III

= 33 .6 x 10 -3 m3 + 27 .36 x10 -3 m3 + 51. 696 x 10 -3 m = 112.656 x 10 -3 m3

V baloksebenarnya = 0,04 m × 0,06 m × 4 m = 9.6 x 10 -3 m3

Banyaknya batang = ∑Vtotalbalok / V balok sebenarnhya

= 112.656 x 10 -3 m3 / 9.6 x 10 -3 m3

= 11.725 batang

= 12 batangbalok

 Job 4 (Balokukuran (3/5 cm .4 m )

∑Vtotal = 20 . 385 x 10 -3 m3

V balok sebenarnya = 0,03 m × 0,05 m × 4 m = 6 x 10 -3 m3

Banyaknya batang = ∑Vtotal balok / V balok sebenarnhya

= 20 .385 x 10 -3 m3 / .6 x 10 -3 m3

= 3.3975 batang

= 4 batang balok
 Job 4 (papan sandaran ukuran (3/21 cm .4 m )

∑Vtotal = 6.615x 10 -3 m3

V baloksebenarnya = 0,03 m × 0,21 m × 4 m = 25.2 x 10 -3 m3


Banyaknyabatang = ∑Vtotalbalok / V baloksebenarnhya
= 6.615 x 10 -3 m3 / .25.2 x 10 -3 m3
=0.2625 batang
= 1 batang papan

Jadi , dapat disimpulkan bahwa pada praktikum kerja kayu1 , pada job 1 – 3 menggunakan 11
batang kayu ( balok )yang berukuran 5/7 cm .4m , job 4 menggunakan 4 batang kayu ( balok )
dan untuk papan sandaran menggunakan 1 batang kayu ( papan) ukuran yang berukuran 4/6 cm
.4m Dan 4/22 cm .4m.
LAMPIRAN

Lampiran Kerja Praktek Job 1: Latihan Mengetam Dan Menggergaji

Melukis gambar Proses mengetam kayu Proses menggergaji


kerja pada kayu kayu

Hasil kerja job 1

Tampak Depan Tampak Atas

2. Hasil kerja praktek job 2


3. Hasil kerja praktek job 3

Pose bersama kelompok 2 : Julian Fanggi ,Jecki

Tokael, ,Faizal Ratuloli dan FendaTari


4. Hasil kerja praktek job 4

( kiri – tengah kiri – tengah kanan - kanan)

Gambar3 .Kuda – kuda rangka atap


Gambar 4 . Kerangka kursi / bangku kayu Gambar 2 . sambunganbibir miring berkait

BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Dengan selesainya laporan kerja kayu I ini penulis dapat menyimpulkan bahwa praktek kerja
kayu penting di pelajari dan diketahui bagi mahasiswa, karena menambah wawasan serta
menambah pengalaman bagi mahasiswa yang nantinya akan terjun langsung kelapangan proyek
ataupun yang ingin berwirausaha.

pekerjaan kayu sangat penting dalam proses pembangunan, dimana pekerjaan kayu
merupakan pekerjaan konstruksi yang menyangkut pekerjaan kayu atau pekerjaan yang
menggunakan kayu. Kerja kayu dapat menunjang/memperlancar proses pembangunan di proyek
ataupun untuk menunjang isi dari bangunan tersebut berupa kontruksi mebel/furniture, lemari,
kursi / bangku, meja, perancah dll.

B. Saran
Dalam praktek kerja kayu mesin-mesin serta alat atau perkakas yang terdapat di lab kayu
sangat terbatas dan beberapa alat tidak dapat dipergunakan. Penulis berharap nantinya alat/
perkakas di tambah untuk menunjang pembelajaran praktek kerja kayu dan
mempermudah/mempercepat pembelajaran bagi mahasiswa untuk kedepanya

Anda mungkin juga menyukai