Anda di halaman 1dari 10

SKOR NILAI :

LAPORAN REKAYASA IDE

MEMAHAMI TERJADINYA REAKSI KIMIA ANTARA ASAM DAN BASA


MELALUI PERCOBAAN SEDERHANA BERUPA LETUSAN GUNUNG BERAPI

DISUSUN OLEH : KELOMPOK 1

NAMA MAHASISWA : IRFIANI NADIA S. SITUMORANG (1182111053)


NADYA ASTRIANTI (1183111058)
RINI NOVITA SARI MANIK (1183111068)
FADHILAH INDAH PUTRI (1183111078)
KELAS : PGSD REG. D 2018
DOSEN PENGAMPU : SEPTIAN PRAWIJAYA, S.Pd., M.Pd.
MATA KULIAH : KONSEP DASAR IPA SD

PROGRAM STUDI S1 PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN – UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

NOVEMBER 2018
KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan
anugerahNya kepada kamiuntuk menyelesaikan rekayasa ide ini yang berjudul “Memahami
Terjadinya Reaksi Kimia Antara Asam Dan Basa Melalui Percobaan Sederhana Berupa
Letusan Gunung Berapi” dengan penuh kemudahan. Tanpa pertolonganNya, kami tidak akan
mampu menyelesaikan tugas ini dengan baik. Dan tidak lupa kami ucapkan terima kasih
kepada dosen pengampu Bapak Septian Prawijaya, S.Pd. M.Pd. yang telah memberikan tugas
ini kepada kami, sebagai pelatihan dan penambahan wawasan, sertaberbagai pihak yang telah
membantu kami menyelesaikan tugas ini dengan baik.Rekayasa ide ini disusun untuk
memenuhi salah satu mata kuliah Konsep Dasar IPA SD, yang mana dalam mengajukan
gagasannya ini berdasarkan pemahaman dan info dari berbagai sumber yang kami ketahui.

Pada kesempatan ini kami menyampaikan terima kasih atas perhatiannya terhadap
laporan rekaysa ide kami. Kami berharap semoga rekayasa ide ini bermanfaat bagi kami dan
kepada para pembacanya.

Medan, November 2018

Penyusun

1
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ......................................................................................................1

DAFTAR ISI .....................................................................................................................2

BAB I PENDAHULUAN

LATAR BELAKANG ........................................................................................................3

TUJUAN............................................................................................................................. 3

MANFAAT ........................................................................................................................ 3

BAB II IDENTIFIKASI MASALAH .............................................................................4

BAB III SOLUSI DAN PEMBAHASAN .......................................................................7

BAB IV PENUTUP

KESIMPULAN ..................................................................................................................8

SARAN............................................................................................................................... 8

DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................................9

2
BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Percobaan membuat gunung berapi sangat menarik untuk dilakukan di sekolah dasar.
Karena dalam percobaan itu terdapat nilai pendidikan dan juga nilai hiburan yang cocok untuk
membuat daya tarik agar siswa SD dapat memahami proses letusan gunung berapi.Nilai
pendidikan jelas nampak dari reaksi kimia antara cuka dengan soda kue, sedangkan nilai
hiburannya tentu sangat menarik melihat letupan-letupan yang mirip gunung berapi.Cuka atau
asam asetat memiliki rumus kimia C6H8O7, cuka merupakan larutan bersifat asam yang sering
digunakan untuk memasak di rumah. Sedangkan soda kue atau natrium bikarbonat memiliki
rumus kimia Na2CO3 yang bersifat basa, soda kue banyak digunakan untuk memasak kue agar
mengembang.
Percobaan membuat gunung berapi ini sangat sederhana dan mudah karena bahan-
bahannya dapat diperoleh di sekitar kita. Cuka dan soda kue dapat dibeli dengan mudah di
toko atau di kedai/grosir eceran. Namun, selain bahan pokok tadi juga diperlukan pewarna
merah agar nanti buih yang terbentuk merah mirip dengan magma sebenarnya.

B. TUJUAN
Agar siswa mampu berfikir kreatif dan dapat mengidentifikasi perubahan kimia yang
terjadi dalam reaksi pencampuran asam asetat dengan soda kue (basa) dalam pencobaan
sederhana berupa letusan gunung berapi.Rekayasa ide ini juga bertujuan untuk memberikan
pemahaman tentang cara meningkatkan hasil belajar siswa SD dalam pembelajaran IPA.

C. MANFAAT
Adapun manfaat rekayasa ide ini yaitu supaya penulis dapat menyumbangkan
pemikirannya terhadap permasalahan yang diangkat dari kejadian yang pernah terjadi dan
juga menambah pengetahuan tentang hal tersebut dan dengan dibuatnya rekayasa ide ini
semoga tujuannya dapat terlaksana.

3
BAB II

IDENTIFIKASI MASALAH

Erupsi gunung berapi di Indonesia mulai tercatat dalam sejarah yang diperkirakan
ditemukan di Cina berupa tulisan mengenai erupsi Krakatau yang terjadi pada abad ke 3
Masehi. Pada abad 15 paling tidak sekitar 17 catatan sejarah ditemukan yang melaporkan
aktivitas gunungapi Kelut sebagaimana juga Krakatau (Simkin et.al, 1994). Ada beberapa
factor yang mempengaruhi karakteristik atau perilaku erupsi diantaranya : (1) sifat magma
termasuk komposisi kimia, kekentalan, kandungan gas dan air, (2) struktur dan dimensi pipa
saluran magma dan (3) posisi serta volume kantong magma yang menentukan besarnya
pasokan. Besarnya suplai magma dari zona yang lebih dalam adalah motor utama dari
aktivitas vulkanis dan yang membuat sistim vulkanis berjalan.
Gunung berapi disebut juga vulkanisme. Jadi vulkanisme adalah segala peristiwa
yang berhubungan degnan keluarnya magma hingga mencapai permukaan bumi, baik
melalui rekahan dalam kerak bumi maupun dengan melalui sebuah pipa sentral yang
disebut terusan kepundan (diaterma). Dan vulkanisme merupakan prose pembentukan
muka bumi yang berhubungan dengan aktivitas gunung api. Kekuatan magma berasal
dari dapur magma yang memiliki daya yang besar, sehingga dapat menembus lapisan
bumi dan mengeluarkan material di permukaan bumi.
Hal initerjadi pada batuan yang sangat kuat sehingga magma tidak mampu
menembus lapisan bumi. Jadi berdasarkan uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa
gunung berapi adalah gundukan atau kerucut yang tersusun dari batuan baku lelehan
atau bahan yang berasal dari magma. Proses keluarnya magma kepermukaan bumi pada
umumnya disertai letusan gunung berapi.
Gunung berapi terbentuk dari proses intrusi dan ekstrusi magma dari lapisan kulit
bumi. Selanjutnya permukaan magma pijar yang keluar membeku dan membentuk
timbunan. Gunung berapi terbentuk pada zona pemekaran lantai samudra. Pada zona ini,
gunung berapi muncul dan tersebar berderet disepanjang puncak pegunungan -
pegunungan yang mempunyai system rekahan pada kerak samudra tempat keluarnya
magma dari astenosfer yang bersifat basaltis. Magma yang keluar menjadi lava bantal
dan membentuk tepian kerak samudra baru.
Gunung berapi juga dapat muncul pada zona penunjaman atau subduksi.
Diantaranya gunung api dapat terbentuk bila kerak samudra menunjam kebawah menuju
kerak benua. Pada kedalaman tertentu, kerak samudra tersebut meleleh menjadi magma

4
dan naik keatas menembus kerak benua. Kerak benua yang dilalui oleh magma yang
bersifat basaltic dari kerak samudra ikut meleleh sehingga terjadi percampuran
komposisi menjadi magma yang anderistik yang akhirnya keluar di permukaan kerak
benua menjadi gunun berapi.
Meletusnya Gunung berapi diawali dengan kondisi panas didalam bumi yang
telah melebihi ambang batasnya. Sehingga dari kawah keluar uap air dalam jumlah yang
sangat besar dan sangat panas dengan membawa benda-benda seperti abu, lava, kerikil,
batuan, pasir dan bahan-bahan lainnya.Tanah berguncang dengan sangat dahsyat dan
terjadi suara gemuruh sekali. Hingga jalur gas dan benda-benda padat yang keluar
banyak dari puncak gunung berapi secara tegak lurus dengan menyembur yang sangat
tinggi keatas kembali kebawah kemudian keatas dan seterusnya secara berulang -ulang.
Letusan gunung api adalah merupakan bagian dari aktivitas vulkanik yang dikenal
dengan istilah “erupsi”.Pada dasarnya, gunung berapi terbentuk dari magma, yaitu batuan cair
yang terdalam di dalam bumi. Magma terbentuk akibat panasnya suhu di dalam interior bumi.
Pada kedalaman tertentu, suhu panas ini sangat tinggi sehingga mampu melelehkan batu-
batuan di dalam bumi. Saat batuan ini meleleh, dihasilkanlah gas yang kemudian bercampur
dengan magma.Magma yang mengandung gas, sedikit demi sedikit naik ke permukaan karena
massanya yang lebih ringan dibanding batu-batuan padat di sekelilingnya. Saat magma naik,
magma tersebut melelehkan batu-batuan di dekatnya sehingga terbentuklah kabin yang besar
pada kedalaman sekitar 3 km dari permukaan. Kabin magma (magma chamber) inilah yang
merupakan gudang (reservoir) darimana letusan material-material vulkanik berasal.Magma
yang mengandung gas dalam kabin magma berada dalam kondisi di bawah tekanan batu-
batuan berat yang mengelilinginya. Tekanan ini menyebabkan magma meletus atau
melelehkan conduit (saluran) pada bagian batuan yang rapuh atau retak. Magma bergerak
keluar melalui saluran ini menuju ke permukaan. Saat magma mendekati permukaan,
kandungan gas di dalamnya terlepas. Gas dan magma ini bersama-sama meledak dan
membentuk lubang yang disebut lubang utama (central vent). Sebagian besar magma dan
material vulkanik lainnya kemudian menyembur keluar melalui lubang ini. Setelah semburan
berhenti, kawah (crater) yang menyerupai mangkuk biasanya terbentuk pada bagian puncak
gunung berapi. Sementara lubang utama terdapat di dasar kawah tersebut.
Kerak yang menindih mantel hampir seluruhnya terdiri dari oksida yang tidak
melebur. Proses vulkanik membawa fragmen batuan ke permukaan dari kedalaman lk. 200
km melalui mantel, hal tersebut ditunjukkan dengan adanya mineral-mineral olivine, piroksen
dan garnet dalam peridotit pada bagian atas mantel.Panas bagian dalam bumi merupakan

5
panas yang dibentuk selama pembentukan bumi sekitar 4,5 miliar tahun lalu, bersamaan
dengan panas yang timbul dari unsure radioaktif alami, seperti elemen-elemen isotop K, U
dan Th terhadap waktu. Bumi pada saat terbentuk lebih panas, tetapi kemudian mendingin
secara berangsur sesuai dengan perkembangan sejarahnya. Pendinginan tersebut terjadi akibat
pelepasan panas dan intensitas vulkanisma di permukaan.
Adanya magma yang mencapai bagian luar kerak bumi dan akhirnya mencari
jalannya kepermukaan bum yang lewat celah-celah retakan kerak. Bahan cair terlembar
keatas adanya kekuatan eksplosi dari dalam bumi. Dan apabila bahan tersebut tidak
keluar dari kawah maka celah-celah dalam bentuk lava yang lebih encer.Gesekan benda-
benda tersebut keluar dari celah-celah yang menyebabkan terjadinya listrik statis. Listrik
statis berupa petir yang kian kemari terdengar suara gemuruh dari petir tersebut.
Semburan timbul karena disoroti oleh lava yang berpijar dalam kawah, sehingga
lava pijar itu terlihat tampak menyala seperti sinar yang memancar ke luar permukaan
bumi. Semburan yang keluar kawah begitu padat dan raptnya menghalangi dari sinar
atau cahaya matahari. Sehingga Gunung berapi itu terlihat gelap baik didaerah
sekitarnya.Kondensasi uap air yang naik tinggi menimbulkan awan terisi air sehingga
terjadi hujan air. Hujan air yang lebat disebabkan oleh kondensasi udara yang lembab
yang ditarik keatas oleh gerakan udara keatas. Sehingga gerakan dari udara itu terjadi
kemuntahan gas di puncak Gunung berapi.
Ketika hujan lebat, sungai dan lumpur serta lava yang sangat panass dan encer itu
akan mengalir dengan aliran yang deras dari hulu gunung berapi sampai ke hilir Gunung
berapi. Aliran yang deras itu dapat mengubur wilayah disekitar kaki Gunung berapi dan
juga menimbulkan kesuburan bagi tanaman yang sangat diperlukan oleh manusia.

6
BAB III

SOLUSI DAN PEMBAHASAN

Dari indentifikasi masalah diatas kami akan melakukan sebuah percobaan sederhana
untuk memahami terjadinya reaksi kimia antara asam dan basa melalui percobaan sederhana
berupa letusan gunung berapi.

ALAT DAN BAHAN

 Cuka
 Soda kue / baking soda
 Pewarna merah
 Lilin malam/ tanah liat

LANGKAH KERJA

 Bentuklah lilin malam atau tanah liat menyerupai bentuk gunung


 Berilah lubang di ujung gunung buatan sebagai tempat keluar buih
 Campur cuka dengan pewarna merah
 Tuanglah 2 sendok makan cuka ke dalam lubang tadi
 Tuanglah 2 sendok makan soda kue ke dalam lubang tadi (2 sendok makan sekali tuang)
 Perhatikan apa yang terjadi
Yangterjadiadalahbuihyangsangatbanyakhinggakeluardariujunglubangmiripsepertimag
magunungberapi.Semakinbanyakcukadansodakueyangdiberikanakansemakinbanyakpul
abuihyangdihasilkan.Kalauinginmenggunakancukadansodakuelebihbanyaksebaiknyalub
angdiujunggunungdibuatlebihdalamagarcukupbanyakcukadansodakueyangdapatditamp
ung.Reaksiantaracukadansodakuemenghasilkangaskarbondioksidayangmenyebabkantim
bulnyabuih-
buihyangsangatbanyak.Reaksilengkapantaracukadengansodakueadalahsebagaiberikut.

Reaksiiniakanlebihhebatapabilaterjadidalamkeadaantanpaudara/ruanghampa.Buihyangt
erjadidalamruanghampacukupkuathinggameletup-
letupsepertisemburanmagmayangnaikkelangit.Bakingsodaapabiladicampurdengancukay
angdiberipewarnaakanmenghasilkansemburanlaksanalavadarigunungberapiberwarname

7
rah.Perludiperhatikanjumlahcukayangdituangkankarenabilaterlalusedikitdanterlalukecilj
adicukayangkeluarhanyaberupatetesan.Setelahbotolnyadibukalebihlebarcukabisadituang
lebihbanyakdansegeramenimbulkansemburanyangcukuptinggi.

BAB IV

PENUTUP

A. KESIMPULAN
Gunung meletus merupakan kejadian alam yang sangat berbahaya sehingga sulit
untuk diamati. Namun, dengan melalui percobaan ini siswa dapat melakukan
pengamatan sehingga dapat menambah wawasan tentang terjadinya gunung
meletus dan reaksi antara asam dan basa. Tidak hanya aman, media ini juga
dapat sebagai sarana hiburan agar siswa tidak mudah bosan dalam mempelajari
sains.
B. SARAN

Sebagai media pembelajaran, hal ini dapat membuktikan bahwa sains itu
menyenangkan

DAFTAR PUSTAKA

http://nurulafdaliah.blogspot.com/2016/02/simulasi-gunung-api.html

http://habibikanziprabowo.blogspot.com/2016/03/laporan-praktek-kimia-gunung-berapi.html

https://www.edubio.info/2017/12/percobaan-letusan-gunung-berapi-dengan.html

8
http://fendyreff.blogspot.com/2014/11/proses-terjadinya-gunung-berapi.html