Anda di halaman 1dari 14

BAB I

PENDAHULUAN

A.Latar Belakang
Sejarah panjang seni teater dipercayai keberadaannya sejak manusia mulai melakukan
interaksi satu sama lain. Interaksi itu juga berlangsung bersamaan dengan tafsiran-tafsiran
terhadap alam semesta. Dengan demikian, pemaknaan-pemaknaan teater tidak jauh berada dalam
hubungan interaksi dan tafsiran-tafsiran antara manusia dan alam semesta. Selain itu, sejarah seni
teater pun diyakini berasal dari usaha-usaha perburuan manusia primitif dalam mempertahankan
kehidupan mereka. Pada perburuan ini, mereka menirukan perilaku binatang buruannya.

Setelah selesai melakukan perburuan, mereka mengadakan ritual atau upacara upacara
sebagai bentuk “rasa syukur” mereka, dan “penghormatan” terhadap Sang Pencipta semesta. Ada
juga yang menyebutkan sejarah teater dimulai dari Mesir pada 4000 SM dengan upacara
pemujaan dewa Dionisus. Tata cara upacara ini kemudian dibakukan serta difestivalkan pada
suatu tempat untuk dipertunjukkan serta dihadiri oleh manusia yang lain.

The Theatre berasal dari kata Yunani Kuno, Theatron yang berarti seeing place atau
tempat menyaksikan atau tempat dimana aktor mementaskan lakon dan orang-orang
menontonnya. Sedangkan istilah teater atau dalam bahasa Inggrisnya theatre mengacu kepada
aktivitas melakukan kegiatan dalam seni pertunjukan, kelompok yang melakukan kegiatan itu
dan seni pertunjukan itu sendiri. Namun demikian, teater selalu dikaitkan dengan kata drama
yang berasal dari kata Yunani Kuno, Draomai yang berarti bertindak atau berbuat dan Drame
yang berasal dari kata Perancis yang diambil oleh Diderot dan Beaumarchaid untuk menjelaskan
lakon-lakon mereka tentang kehidupan kelas menengah atau dalam istilah yang lebih ketat
berarti lakon serius yang menggarap satu masalah yang punya arti penting tapi tidak bertujuan
mengagungkan tragika.

Kata drama juga dianggap telah ada sejak era Mesir Kuno (4000-1580 SM), sebelum era
Yunani Kuno (800-277 SM). Hubungan kata teater dan drama bersandingan sedemikian erat
seiring dengan perlakuan terhadap teater yang mempergunakan drama ’lebih identik sebagai teks
atau naskah atau lakon atau karya sastra. Terlepas dari sejarah dan asal kata yang
melatarbelakanginya, seni teater merupakan suatu karya seni yang rumit dan kompleks, sehingga
sering disebut dengan collective art atau synthetic art artinya teater merupakan sintesa dari
berbagai disiplin seni yang melibatkan berbagai macam keahlian dan keterampilan.

Seni teater menggabungkan unsur-unsur audio, visual, dan kinestetik (gerak) yang
meliputi bunyi, suara, musik, gerak serta seni rupa. Seni teater merupakan suatu kesatuan seni
yang diciptakan oleh penulis lakon, sutradara, pemain (pemeran), penata artistik, pekerja teknik,
dan diproduksi oleh sekelompok orang produksi. Sebagai seni kolektif, seni teater dilakukan
bersama-sama yang mengharuskan semuanya sejalan dan seirama serta perlu harmonisasi dari
keseluruhan tim. Pertunjukan ini merupakan proses seseorang atau sekelompok manusia dalam
rangka mencapai tujuan artistik secara bersama. Dalam proses produksi artistik ini, ada
sekelompok orang yang mengkoordinasikan kegiatan (tim produksi). Kelompok ini yang
menggerakkan dan menyediakan fasilitas, teknik penggarapan, latihan latihan, dan alat-alat guna
pencapaian ekspresi bersama. Hasil dari proses ini dapat dinikmati oleh penyelenggara dan
penonton.

Bagi penyelenggara, hasil dari proses tersebut merupakan suatu kepuasan tersendiri,
sebagai ekspresi estetis, pengembangan profesi dan penyaluran kreativitas, sedangkan bagi
penonton, diharapkan dapat diperoleh pengalaman batin atau perasaan atau juga bisa sebagai
media pembelajaran. Melihat permasalahan di dalam teater yang begitu kompleks, maka penulis
mencoba membuat sebuah paparan pengetahuan teater dari berbagai unsur.

B.Rumusan Masalah
Masalah yang akan dibahas dalam makalah ini adalah mengenai pengertian seni tari
secara umum serta pengertian seni tari dari beberapa ahli, membahas teknik – teknik dalam
menari serta berbagai hal tentang seni tari. Telah kita ketahui bahwa seni tari membawa
pengaruh yang sangat besar sekali bagi semua kita, terutama kita sebagai bangsa Indonesia yang
terkenal akan berbagai budaya yang telah diwariskan turun temurun oleh nenek moyang.

C.Tujuan dan Manfaat Penulisan


Tentunya karya tulis ini memiliki manfaat baik bagi penulis khususnya dan bagi pembaca
pada umumnya. Adapun manfaatnya adalah sebagai berikut :
 Penulis bisa lebih memahami apa yang dimaksud dengan seni tari beserta hal lainnya mengenai
seni tari.
 Pembaca bisa mengetahui lebih dekat mengenai seni tari.

BAB II
PEMBAHASAN

Pengertian dan Tujuan Drama


Drama adalah sebuah bentuk tontonan yang mengandung cerita yang dipertontonkan
didepan banyak orang yang berupa dialog nah dialog itu sendiri mempunyai sebuah pengertian
yang artinya percakapan para pemain

Tujuan diadakan nya drama yaitu untuk mengetahui data empiris tentang penerapan
model konsiderasi dalam pembelajaran menulias naskah drama yang baik dan sopan dan juga
pemerananya sebagai media pengekspresian nilai nilai karakter.
faktor faktor lain dari drama yaitu sebagai berikut

 tata busana (desaigning)


 tata rias (face)
 tata lampu (lightning)
 tata panggung (decorating of podium)
 tata suara (voice)

ciri ciri drama ada juga macam macam nya:

 ada konfliks
 ada aksi
 harus dilakonkan
 tempoh masa kurang dari 3 jam
 tak ada ulangan dalam satu masa

Pengertian Seni Tari


Tari adalah gerak tubuh secara beriramayang dilakukan di tempat dan waktu tertentu
untuk keperluan pergaulan, mengungkapkan perasaan, maksud, dan pikiran. Bunyi-bunyian yang
disebut musik pengiring tari mengatur gerakan penari dan memperkuat maksud yang ingin
disampaikan.

Gerakan tari berbeda dari gerakan sehari-hari seperti berlari, berjalan, atau bersenam.
Gerak di dalam tari bukanlah gerak yang realistis, melainkan gerak yang telah diberi bentuk
ekspresif dan estetis.

Sebuah tarian sebenarnya merupakan perpaduan dari beberapa buah unsur,yaitu wiraga
(raga), Wirama (irama), dan Wirasa (rasa). Ketiga unsur ini melebur menjadi bentuk tarian yang
harmonis. Unsur utama dalam tari adalah gerak. Gerak tari selalu melibatkan unsur anggota
badan manusia. Unsur- unsur anggota badan tersebut didalam membentuk gerak tari dapat
berdiri sendiri, bergabung ataupun bersambungan.

Menurut jenisnya, tari digolongkan menjadi tari rakyat, tari klasik, dan tari kreasi baru.
Dansa adalah tari asal kebudayaan Barat yang dilakukan pasangan pria-wanita dengan
berpegangan tangan atau berpelukan sambil diiringi musik.Sedangkan berdasarkan
koreografinya, jenis tari dibedakan menjadi :

 Tari tunggal ( Solo ), Tari tunggal adalah tari yang diperagakan oleh seorang penari,
baik laki-laki maupun perempuan. Contohnya tari Golek ( Jawa Tengah ).
 Tari berpasangan ( duet/pas de duex), Tari berpasangan adalaah tari yang diperagakan
oleh dua orang secara berpasangan. Contohnya tari Topeng (Jawa Barat).
 Tari kelompok ( Group choreography), Tari kelompok yaitu tari yang diperagakan
lebih dari dua orang.

Dalam sebuah tarian (terutama tari kelompok), pola lantai perlu diperhatikan. Ada
beberapa macam pola lantai pada tarian, antara lain :

1. Pola lantai vertikal : Pada pola lantai ini, penari membentuk garis vertikal, yaitu garis
lurus dari depan ke belakang atau sebaliknya.
2. Pola lantai Horizontal : Pada pola lantai ini, penari berbaris membentuk garis lurus ke
samping.
3. Pola lantai diagonal : Pada pola lantai ini, penari berbaris membentuk garis menyudut
ke kana atau ke kiri.
4. Pola lantai melingkar : Pada pola lantai ini, penari membentuk garis lingkaran.
Seni tari yang ada di Indonesia dapat dibagi menjadi beberapa kelompok :

TARI TRADISIONAL
Tari tradisional merupakan sebuah bentuk tarian yang sudah lama ada. Tarian ini
diwariskan secara turun temurun. Sebuah tarian tradisional biasanya mengandung nilai filosofis,
simbolis dan relegius. Semua aturan ragam gerak tari tradisional, formasi, busana, dan riasnya
hingga kini tidak banyak berubah

TARI TRADISIONAL KLASIK


Tari tradisional klasik dikembangkan oleh para penari kalangan bangsawan istana.
Aturan tarian biasanya baku atau tidak boleh diubah lagi. Gerakannya anggun dan busananya
cenderung mewah. Fungsi : sebagai sarana upacara adat atau penyambutan tamu kehormatan.
Contoh : Tari Topeng Kelana (Jawa Barat), Bedhaya Srimpi (Jawa Tengah), Sang Hyang (Bali),
Pakarena dan pajaga (Sulawesi Selatan)

TARI TRADISIONAL KERAKYATAN


Berkembang di kalangan rakyat biasa. Gerakannya cenderung mudah Ditarikan bersama
juga iringan musik. Busananya relatif sederhana. Sering ditarikan pada saat perayaan sebagai tari
pergaulan. Contoh: Jaipongan (Jawa Barat), payung (Melayu), Lilin (Sumatera Barat)

TARI KREASI BARU


Merupakan tarian yang lepas dari standar tari yang baku. Dirancang menurut kreasi
penata tari sesuai dengan situasi kondisi dengan tetap memelihara nilai artistiknya. Tari kreasi
baik sebagai penampilan utama maupun sebagai tarian latar hingga kini terus berkembang
dengan iringan musik yang bervariasi, sehingga muncul istilah tari modern. .Pada garis besarnya
tari kreasi dibedakan menjadi dua golongan yaitu:

1. Tari Kreasi Baru Berpolakan Tradisi


Yaitu tari kreasi yang garapannya dilandasi oleh kaidah-kaidah tari tradisi, baik dalam
koreografi, musik/karawitan, rias dan busana, maupun tata teknik pentasnya. Walaupun ada
pengembangan tidak menghilangkan esensiketradisiannya.

2. Tari Kreasi Baru Tidak Berpolakan Tradisi (Non Tradisi)


Tari Kreasi yang garapannya melepaskan diri dari pola-pola tradisi baik dalam hal
koreografi, musik, rias dan busana, maupun tata teknik pentasnya. Walaupun tarian ini tidak
menggunakan pola-pola tradisi, tidak berarti sama sekali tidak menggunakan unsur-unsur tari
tradisi, mungkin saja masih menggunakannya tergantung pada konsep gagasan penggarapnya.
Tarian ini disebut juga tari modern, yang istilahnya berasal dari kata Latin “modo” yang berarti
baru saja.

TARI KONTEMPORER
Gerakan tari kontemporer simbolik terkait dengan koreografi bercerita dengan gaya unik
dan penuh penafsiran. Seringkali diperlukan wawasan khusus untuk menikmatinya. iringan yang
dipakai juga banyak yang tidak lazim sebagai lagu dari yang sederhana hingga menggunakan
program musik komputer seperti Flutyloo

1. Sejarah Perkembangan Tari dan Drama


Dalam sejarah, seni drama tercatat dimulai sejak jauh sebelum tahun 500 SM. Pada
awalnya, Teater hanya dilakoni sebagai sebuah upacara ritual keagamaan ribuan tahun sebelum
Masehi. Beberapa bangsa kuno yang memiliki peradaban maju, seperti bangsa Maya di Amerika
Selatan, Mesir Kuno, Babilonia, Asia Tengah, dan Cina, menggunakan bentuk teater sebagai
salah satu cara untuk berhubungan dengan Yang Maha Kuasa. Biasanya yang mendalangi
seluruh upacara ritual itu adalah dukun atau pendeta agung.

Sejarah mencatat, seni teater berfungsi hanya sebagai upacara ritual (keagamaan),
melainkan berfungsi pula sebagai kesenian atau hiburan. Peristiwa teater yang mensyaratkan
kebersamaan, saat, dan tempat, tetaplah menjadi persyaratan utama kehadiran teater sejak ribuan
tahun sebelum Masehi, sehingga pada zaman Yunani teater pun selalu hadir dengan persyaratan
yang serupa. Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa sesuatu dapat disebut
teater jika ada keutuhan tiga kekuatan, berupa: orang teater, tempat, dan komunitas (penonton).
Tiga kekuatan inilah yang bertemu dan melahirkan sinergi dan melahirkan “peristiwa teater”.

Dalam sejarah, seni teater pada zaman Yunani dikenal sebagai zaman yang
melembagakan konvensi berteater yang masih memiliki pengaruh sampai sekarang. Mantra-
mantra yang mulanya hanya lisan dan tak tertulis, berlangsung menjadi naskah tertulis,
sementara doa-doa berubah bentuknya menjadi kisah atau lakon. Yunani melahirkan tokoh
penelitian naskah drama, antara lain Aeschylus (525-456 SM), Sophocles (496-406 SM),
Euripides (480-406 SM), dan Aristophanes (sekitar 400 SM). Mereka adalah bapak moyang para
peneliti naskah drama.

Pada perkembangan sejarah seni teater berikutnya, upacara keagamaan lebih


menonjolkan penceritaan. Sekelompok manusia bergerak mengarak seekor kambing yang sudah
didandani dengan berbagai perhiasan. Mereka menggiring persembahan itu mengelilingi pasar
atau jalan raya diiringi bunyi tambur, seruling, dan bunyi-bunyian lain. Iring-iringan itu
memperlambat jalannya, apabila penonton bertambah atau berhenti untuk memberi kesempatan
kepada narator (pencerita) yang mengisahkan suatu peristiwa. Narator mengisahkan salah satu
dewa kepada penonton yang berderet-deret di pinggir jalan atau berdiri mengerumuninya.
2. Unsur Pokok dan Pendukung Tari dan Drama

 Unsur-Unsur Dasar Tari

1. GERAK
Gerakdidalamtarianbukanlahgeraksepertidalamkehidupansehari-hari.
Geraktariadalahgerak yang telahmengalamiperubahanatau proses stilasidarigerakwantah (asli)
kegerakmurnidangerakmaknawi. Gerakwantah yang telah mengalami
stilasiituakhirnyadapatdilihatdandinikmatikarenamenjadigerakan yang memilikinilaiestetik
(gerakmurnidangerakgerakmaknawi).Gerakwantahcontohnyamencangkul,
membatikdll.gerakwantahmudahdipahamisebalikknyagerakmurnidanmaknawitidakmudahdipaha
mikarenasudahmengalami proses stilisasiatauperubahanbaikpenambahandanpengurangan.
Gerakmurnimerupakangerakwantah yang telahdiubahmenjadigerak yang
indahnamuntakbermakna.Gerakmaknawiadalahgerakwantahmerupakangerak yang
telahdiubahmenjadigerakindah yang bermakna

2. UNSUR TENAGA
Penggunakaantenagadalamgeraktarimeliputi :
a. intensitasberkaitandengankuantitastenagadalamtarian yang
menghasilkantingkatketegangangerak
b. Aksen/tekananmunculketikagerakandilakukansecaratiba-tibadankontras
c. Kualitasberkaitandengancarapenggunakaanataupenyalurantenaga.

3.UNSUR RUANG
Unsurruang yang dimaksudkansebagaiunsurtariterbagiduayakniruang yang
diciptakanolehpenaridanruangpentasatauruangtempatpenarimelakukangerak.
Ruang yang diciptakanpenariadalahruang yang dibatasiolehimajinasipenariberupajarak
yang terjauh yang dapatdijangkauolehtangandankakinyadalamposisitidakpindahtempat.
Ruangpentasadalah arena yang digunakanolehpenari yang biasadisebutdenganpanggung,
lapanganatauhalamanterbuka.

4. UNSUR WAKTU
Dalamunsurwaktujugamenentukandalammembangungeraktari. Dalamunsurwaktuada 2
faktor yang sangatpentingyaituritmedan
tempo.Ritmedalamgeraktarimenunjukkanukuranwaktudarisetiapperubahan detail gerak,
ritmelebihmengarahpadaukurancepatataulambatsetiapgerakan yang dapatdicapai
 Unsur-Unsur Drama

1. Intrinsi (unsur dalam)


Unsur intrinsik atau disebut juga unsur dalam adalah unsur yang tidak tampak. Ini yang
kita sebut di atas tadi sebagai kajian interteks. Dalam intrinsik ada:

 Ø tema; yaitu ide pokok yang ingin disampaikan dari sebuah cerita. Tema sering pula dikatakan
dengan nada dasar drama.Sebuah tema tidak terlepas dari manusia dan kehidupan, misalkan
cinta, maut, dan sebagainya. Jika ada yang menyebutkan temanya romantis, itu adalah bias
pengertian. Romantis bukan tema, tetapi gaya yang digunakan oleh penulis. Dalam kasus
dimaksud sebenarnya temanya adalah cinta/ percintaan.Jalan ceritanya yang dibuat menjadi
romantis. Ini hanya perkara gaya/style (di lain waktu akan kita bicarakan masalah gaya atau style
penulis tersebut).

 Ø alur/ plot; yaitu jalan cerita.Dalam alur sebuah naskah drama bukan permasalahan maju-
mundurnya sebuah cerita seperti yang dimaksudkan dalam karangan prosa, tetapi alur yang
membimbing cerita dari awal hingga tuntas.Dimulai dengan pemaparan (perkenalan awal tokoh
dan penokohan), adanya masalah (konflik), konflikasi (masalah baru), krisis (pertentangan
mencapai titik puncak–klimak s.d. antiklimaks), resolusi (pemecahan masalah), dan ditutup
dengan ending (keputusan).Ada pula yang menggambarkan alur dalam sebah naskah drama itu
pemaparan—masalah—pemecahan masalah/resolusi—keputusan.

 Ø penokohan; karakter yang dibentuk oleh setiap dialog tokoh.

 Ø latar/ setting; yaitu tempat kejadian.Latar atau setting berbicara masalah tempat, suasana, dan
waktu.

 Ø amanat; yaitu pesan yang hendak disampaikan penulis dari sebuah cerita. Jika tema bersifat
lugas, objektif, dan khusus, amanat lebih umum, kias, dan subjektif.

2. Ekstrinsi (unsur luar)


Unsur-unsur luar adalah unsur yang tampak, seperti adanya dialog/ percakapan. Namun,
unsur-unsur ini bisa bertambah ketika naskah sudah dipentaskan. Di sana akan tampak
panggung, properti, tokoh, sutradara, dan penonton.
Posted in karya ilmiah by ari sudaryatno

 Unsur-Unsur Pendukung Tari dan Drama


1 . UNSUR UNSUR KEINDAHAN tari :
a. GERAK.. terdiri dr WATAK / MURNI....., MAKNAWI ..., REFLEK/SPONTAN
b. IRINGAN.. terdiri dr irngn INTERNAL & irngn EKSTERNAL
c. TATARIAS dan BUSANA
d. TEMA
e. TEMPAT dan PANGGUNG

2 . UNSUR UNSUR PENILAIAN tari :


a. WIRAGA
b. WIRAMA
c. WIRASA
d. WIRUPA

3 . UNSUR UNSUR TARI :


a . ide
b .harmoni
c. irama

3. Tujuan Tari dan Drama


Sebagai sarana komunikasi, tari memiliki peranan yang penting dalam kehidupan
masyarakat. Pada berbagai acara tari dapat berfungsi menurut kepentingannya. Masyarakat
membutuhkan tari bukan saja sebagai kepuasan estetis, melainkan dibutuhkan juga sebagai
sarana upacara Agama dan Adat.

Apabila disimak secara khusus, tari membuat seseorang tergerak untu mengikuti irama tari,
gerak tari, maupun unjuk kemampuan, dan kemauan kepada umum secara jelas. Tari
memberikan penghayatan rasa, empati, simpati, dan kepuasan tersendiri terutama bagi
pendukungnya.

Tari pada kenyataan sesungguhnya merupakan penampilan gerak tubuh, oleh karena itu
tubuh sebagai media ungkap sangat penting perannya bagi tari. Gerakan tubuh dapat dinkmati
sebagai bagian dari komunikasi bahasa tubuh. Dengan itu tubuh berfungsi menjadi bahasa tari
untuk memperoleh makna gerak.

Tari merupakan salah satu cabang seni yang mendapat perhatian besar di masyarakat. Ibarat
bahasa gerak, hal tersebut menjadi alat ekspresi manusia dalam karya seni. Sebagai sarana atau
media komunikasi yang universal, tari menempatkan diri pada posisi yang dapat dinikmati oleh
siapa saja dan kapan saja.

Peranan tari sangat penting dalam kehidupan manusia. Berbagai acara yang ada dalam
kehidupan manusia memnfaatkan tarian untuk mendukung prosesi acara sesuai kepentingannya.
Masyarakat membutuhkannya bukan saja sebagai kepuasan estetis saja, melainkan juga untuk
keperluan upacara agama dan adat.
Dalam konteksnya, beberapa unsur gerak tari yang tampak meliputi gerak, ritme, dan bunyi
musik, serta unsur pendukung lainnya. John Martin dalam The Modern Dance, menyatakan
bahwa, tari adalah gerak sebagai pengalaman yang paling awal kehidupan manusia. Tari menjadi
bentuk pengalaman gerak yang paling awal bagi kehidupan manusia.
Media ungkap tari berupa keinginan/hasrat berbentuk refleksi gerak baik secara spontan,
ungkapan komunikasi kata-kata, dan gerak-gerak maknawi maupun bahasa tubuh/gestur. Makna
yang diungkapkan dapat diterjemahkan penonton melalui denyut atau detak tubuh. Gerakan
denyut tubuh memungkinkan penari mengekspresikan perasaan maksud atau tujuan tari.

Elemen utamanya berupa gerakan tubuh yang didukung oleh banyak unsur, menyatu-padu
secara performance yang secara langsung dapat ditonton atau dinikmati pementasan di atas
pentas. Dengan demikian untuk meperoleh gambaran yang jelas tentang tari secara jelas.

M. Jazuli dalam (Soeryobrongto:1987, 12-34) dikemukakan bahwa gerak-gerak anggota


tubuh yang selaras dengan bunyi musik adalah tari. Irama musik sebagai pengiring dapat
digunakan untuk mengungkapkan maksud dan tujuan yang ingin disampaikan pencipta tari
melalui penari (Jazuli, 1994:44).

Pada dasarnya gerak tubuh yang berirama atau beritmeritme memiliki potensi menjadi gerak
tari. Salah satu cabang seni tari yang di dalamnya mempelajari gerakan sebagai sumber kajian
adalah tari. Dalam kehidupan sehari-hari, manusia selalu bergerak. Gerak dapat dilakukan
dengan berpindah tempat (Locomotive Movement). Sebaliknya, gerakan di tempat disebut gerak
di tempat (Stationary Movement).

Hal lain juga disampaikan oleh Hawkins bahwa, tari adalah ekspresi perasaan manusia yang
diubah ke dalam imajinasi dalam bentuk media gerak sehingga gerak yang simbolis tersebut
sebagai ungkapan si penciptanya (Hawkins, 1990:2). Berdasarkan pendapat tersebut dapat
dirangkum bahwa, pengertian tari adalah unsur dasar gerak yang diungkapan atau ekspresi dalam
bentuk perasaan sesuai keselarasan irama.

Di sisi lain Sussanne K Langer menyatakan, tari adalah gerak ekspresi manusia yang indah.
Gerakan dapat dinikmati melalui rasa ke dalam penghayatan ritme tertentu. Apabila ke dua
pendapat di atas digabungkan, maka tari sebagai pernyataan gerak ritmis yang indah
mengandung ritme.

Oleh sebab itu, tari lahir merupakan ungkapan hasrat yang secara periodik digerakan sebagai
pernyataan komunikasi ide maupun gagasan dari koreografer yang menyusunnya.
Sependapat kedua pakar di atas, Corry Hamstrong menyatakan bahwa, tari merupakan gerak
yang diberi bentuk dalam ruang.

Pada sisi lain Suryodiningrat seorang ahli tari Jawa dalam buku Babad Lan Mekaring
Djoged Djawi menambahkan, tari merupakan gerak dari seluruh anggota tubuh yang selaras
dengan irama musik (gamelan) diatur oleh irama yang sesuai dengan maksud tertentu.
Soedarsono menyatakan bahwa, tari sebagai ekspresi jiwa manusia yang diaungkapkan dengan
gerak-gerak ritmis yang indah. Dengan demikian pengertian tari secara menyeluruh merupakan
gerak tubuh manusia yang indah diiringi musik ritmis yang memiliki maksud tertentu.
Dengan demikian dapat diakumulasi bahwa tari adalah gerak-gerak dari seluruh anggota
tubuh yang selaras dengan musik, diatur oleh irama yang sesuai dengan maksud dan tujuan
tertentu dalam tari. Di sisi lain juga dapat diartikan bahwa tari merupakan desakan perasaan
manusia di dalam dirinya untuk mencari ungkapan beberapa gerak ritmis.

Tari juga bisa dikatakan sebagai ungkapan ekspresi perasaan manusia yang diubah oleh
imajinasi dibentuk media gerak sehingga menjadi wujud gerak simbolis sebagai ungkapan
koreografer. Sebagai bentuk latihanlatihan, tari digunakan untuk mengembangkan kepekaan
gerak, rasa, dan irama seseorang. Oleh sebab itu, tari dapat memperhalus pekerti manusia yang
mempelajarinya.

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan

Jadi, dalam seni tari ditonjolkan keindahan gerakan serta penampilan yang ditampilkan
oleh para penari. Seni tari memiliki hubungan dengan seni lainnya karena seni tari dapat
disempurnakan dengan adanya seni lain (seni rupa dan seni musik), bahkan seni tari dapat pula
menyempurnakan perfoma seni lain (seni drama)

Artinya, sebuah pertunjukan teater yang berlangsung di atas panggung membutuhkan proses
garap yang lama mulai dari (penentuan) lakon, penyutradaraan, pemeranan, dan proses penataan
artistik. Dalam setiap tahapan proses ini melibatkan banyak orang (pendukung) dari
berbagai bidang sehingga dengan memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing maka
kerja penciptaan teater akan padu. Kualitas kerja setiap bidang akan menjadi harmonis jika
masing-masing dapat bekerja secara bersama dan bekerja bersama akan berhasil dengan baik jika
semua elemen memahami tugas dan tanggung jawabnya. Itulah inti dari proes penciptaan seni
teater, “KERJASAMA”.
B. Saran
Saran yang bisa Penulis sampaikan, adalah sebagai berikut:
1. Semoga dengan membaca makalah yang kami susun ini, para pembaca dapat lebih
meningkatkan mutu dan kualitasnya mengenai keterampilan dalam hal drama tari.

2. Sebelum menampilkan drama tari, hendaknya pelatih atau guru tari mengenal
naskah tari dan juga aspek-aspek drama tari.

3. Pembaca diharapkan mampu mengaplikasikan drama tari yang sesuai dengan tata
aturan dan konsep drama tari yang sesungguhnya, agar budaya Indonesia dengan
drama tarinya yang khas dapat terjaga.

4. Para Pembaca diharap dapat memperkenalkan adanya budaya Indonesia ke


Mancanegara.

5.Kita harus lebih memperdalam wawasan kita tentang budaya yang ada
diIndonesia ini, terutama seni tari.

6.Ikut menjaga dan melestarikan kebudayaan itu melalui sega


l a b e n t u k kegiatan yang dapat memajukan kebudayaan tersebut.

7.Kita juga harus bisa menghargai kebudayaan sendiri, daripada


kebudayaan bangsa lain.

DAFTAR PUSTAKA
http://aamovi.wordpress.com/2009/03/26/pengertian-drama-dan-teater-2/

http://www.psb-psma.org/content/blog/seni-teater

http://mengenal-teater.blogspot.com/2010/04/sejarah-teater-indonesia.html

http://kingponselku.com/kingponselku.comseni/seni-teater-nusantara-seni-teater-nusantara-
teater-tradisional

http://senibudayaparamitha.blogspot.com/2011/02/unsur-pembentuk-teater-dalam-
khasanah.html

http://www.slideshare.net/airlanggha/kesenian

http://sobatbaru.blogspot.com/2008/04/ragam-seni-teat

Diposkan oleh Setyo Wibowo di 20.12


Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Posting Lama Beranda


Langganan: Poskan Komentar (Atom)

Arsip Blog
 2013 (3)
o Februari (3)
 Contoh Makalah Seni Tari dan Drama
 SMK TH Pati
 XI M3 (Drawing)

Mengenai Saya
Setyo Wibowo
Lihat profil lengkapku