Anda di halaman 1dari 63

CRITICAL BOOK REPORT

AKUTANSI KEUANGAN 1

DISUSUN OLEH

SUCI ELISABETH DAMANIK ( 7161220038)

AKUTANSI C Reg 2016

Jurusan Akutansi Stambuk 2016

FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2016

i
Akutansi Keuangan 1
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur saya panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat dan

kasihnya saya dapat menyelesaikan tugas Critical Book Review mata kuliah Akutansi

Keuangan 1.

Saya mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam

pembuatan Tugas ini.,Terutama kepada Bapak Dr. NASIRWAN, SE.,MSI., Ak.,CA sebagai

dosen pembimbing yang membekali saya dengan ilmu pengetahuan yang berhubungan

dengan tugas Critical Book Review sehingga dapat terlesaikan tugas ini dengan baik dan

tepat pada waktunya .

Saya juga menyadari bahwa tugas ini masih banyak kekurangan disana – sini, oleh

karena itu saya mohon maaf jika ada kesalahan dalam penulisan kata atau kalimat – kalimat

yang kurang berkenan. dan saya mengharapkan kritik dan saran yang membangun guna

kesempurnaan tugas ini.

Akhir kata saya ucapkan terima kasih semoga tugas ini dapat bermanfaat dan bisa menambah

pengetahuan bagi pembaca.

Medan, 17 April 2017

Suci Elisabeth Damanik


Nim 7161220038

1
Akutansi Keuangan 1
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .................................................................................................................. 1

DAFTAR ISI ................................................................................................................................ 2

BAB I PENDAHULUAN ............................................................................................................. 4

LATAR BELAKANG MASALAH ......................................................................................... 4

TUJUAN DAN MANFAAT .................................................................................................... 5

IDENTITAS BUKU ................................................................................................................. 6

BAB II PEMBAHASAN .............................................................................................................. 7

Ringkasan Buku ........................................................................................................................ 7

Chapter 1 Akuntansi Keuangan Dan Standar Akuntansi ........................................................ 7

Chapter 2 Kerangka Konseptual Untuk Pelaporan Keuangan ................................................ 9

Chapter 3 Sistem Informasi Akuntansi .................................................................................. 11

Chapter 4 Laporan Laba Rugi Dan Informasi Terkait ............................................................ 13

Chapter 5 Neraca Dan Laporan Arus Kas ............................................................................. 15

Chapter 6 Akuntansi Dan Nilai Waktu Dari Uang ................................................................. 18

Chapter 7 Kas Dan Piutang................................................................................................... 20

Chapter 8 Valuasi Persediaan: Pendekatan Biaya-Dasar ....................................................... 22

Chapter 9 Persediaan: Masalah Penilaian Tambahan ............................................................ 25

Chapter 10 Akuisisi Dan Disposisi Aktiva, Dan Peralatan..................................................... 27

Chapter 11 Penyusutan, Gangguan, Dan Penipisan .............................................................. 29

Chapter 12 Aset Tidak Berwujud .......................................................................................... 31

Identitas Buku Pembanding .................................................................................................... 35

Ringkasan Buku 2 ................................................................................................................... 36

Chapter 1 Akuntansi Dan Standar Akuntansi Keuangan ....................................................... 36

Chapter 2 Kerangka Dasar ..................................................................................................... 38

Chapter 3 Siklus Akuntansi .................................................................................................. 40

Chapter 4 Penyajian Laporan Keuangan ............................................................................... 42

2
Akutansi Keuangan 1
Chapter 5 Laporan Posisi Keuangan Dan Laporan Perubahan Ekuitas ................................ 44

Chapter 6 Laporan Laba Rugi Komprehensif Dan Laporan Arus Kas .................................. 45

Chapter 7 Pengenalan Instrumen Keuangan .......................................................................... 48

Chapter 8 Pengenalan Instrumen Keuangan ........................................................................... 49

Chapter 9 Persediaan ............................................................................................................. 52

Chapter 10 Aset Tetap ............................................................................................................ 54

Chapter 11 Aset Tak Berwujud ............................................................................................. 56

Chapter 12 Provisi, Liabilitas Kontinjensi, Dan Aset Kontijensi .......................................... 57

PERBANDINGAN KEDUA BUKU.......................................................................................... 59

Kelebihan Umum Buku Kieso ................................................................................................ 59

Kekurangan Buku Kieso ......................................................................................................... 59

Kelebihan Umum Buku Hans Kartikahadi ............................................................................. 60

Kekurangan Buku Hans Kartikahadi ...................................................................................... 60

BAB III PENUTUP .................................................................................................................... 61

KESIMPULAN....................................................................... Error! Bookmark not defined.

SARAN ................................................................................... Error! Bookmark not defined.

DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................................. 61

3
Akutansi Keuangan 1
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah


Critical review adalah bukan sekedar laporan atau tulisan tentang isi sebuah buku
atau artikel, tetapi lebih menitikberatkan pada evaluasi (penjelasan, interpretasi dan
analisis) kita mengenai keunggulan & kelemahan buku atau artikel tersebut, apa yang
menarik dari artikel tersebut, bagaimana isi artikel tersebut bisa mempengaruhi cara
berpikir kita & menambah pemahaman kita terhadap suatu bidang kajian tertentu.
Dengan kata lain, melalui critical review kita menguji pikiran pengarang/ penulis
berdasarkan sudut pandang kita berdasarkan pengetahuan & pengalaman yang kita
miliki.
Menurut Troyka (2006:117), proses berpikir kritis terdiri dari beberapa tahap,
yaitu: 1) merangkum (menyatakan kembali); 2) menganalisis (menggali informasi
tersirat); 3) mensistesiskan (menghubungkan apa yang telah dirangkum dan dianalisis
dengan pengetahuan dan pengalaman kita); 4) mengevaluasi (membuat penilaian).
Tahapan inilah yang diterapkan pada saat kita melakukan critical review dan Membuat
critical review sama dengan membuat sebuah essay pendek. . Ada beberapa langkah
yang harus kita lalui sebelum membuat critical review, yaitu: memilih buku, membaca
secara kritis, serta membuat kerangka outline dan menulis
Mempelajari dan memahami akuntansi memerlukan serangkaian tahap yang
saling terkait satu dengan lainnya, di mana setiap tahap akan menjadi pondasi bagi tahap
berikutnya. Jika pada tahap sebelumnya mahasiswa tidak memahami dan menguasainya,
maka pada tahap berikutnya akan mengalami kesulitan. tahap pertama dalam
mempelajari akutansi adalah melalui pengantar akutansi dan telah dilewati oleh
mahasiswa, sekarang mahasiswa membutuhkan sebuah buku yang dapat
mengantarkannya kepada materi akutansi yang lebih lanjut lagi, sehingga sangat penting
bagi seseorang mahsiswa untuk berpikir kritis dalam memilih buku untuk digunakan
dalam menguasai suatu materi.
Mengetahui Kelebihan dan kekurangan sebuah buku yang dipelajarinya
sangatlah penting. mahasiswa harus mengetahuinya, sehingga mahasiswa tersebut tidak
akan mempelajari Kekurangan dari buku tersebut yang akan menyebabkan salah

4
Akutansi Keuangan 1
penafsiran terhadap buku tetapi memperdalam dan memanfaatkan kelebihan buku
tersebut untuk dan menambah ilmu pengetahuan dan kecerdasan seseorang.

B.Tujuan Dan Manfaat

1. Memperoleh pemahaman mengenai suatu buku yang di critical book.


2. Mampu berpikir kritis, yaitu Merangkum,menganalisis, Menghubungkan,
Mengevaluasi suatu buku yang di baca atau dipelajari.
3. Mampu mengidentifikasi kelebihan dan kelemahan buku serta mampu
memberikan opini tentang buku yang di kritik.

5
Akutansi Keuangan 1
IDENTITAS BUKU

Judul Buku : Intermediate Fifteenth Edition Accounting

Penulis : Kieso Weygandt warfield

Penerbit :

Tahun Terbit : 2014

Tebal Buku : 135 Halaman

No Isbn : 978-979-061-287-7 :

Ukuran Buku : 17 X 24 Cm :

Harga : Rp. 35.000

Edisi : 1 (Pertama)

Bahasa Teks : Bahasa Inggris

6
Akutansi Keuangan 1
BAB II
PEMBAHASAN

Ringkasan Buku
Chapter 1
Akuntansi Keuangan Dan Standar Akuntansi

Mengidentifikasi Laporan Keuangan Utama Dan Cara Lain Pelaporan


Keuangan.

Perusahaan yang paling sering memberikan (1) neraca, (2) pendapatan pernyataan, (3)
laporan arus kas, dan (4) pernyataan dari pemilik atau pemegang saham ' keadilan. pelaporan
keuangan selain laporan keuangan dapat mengambil berbagai formulir. Contohnya termasuk
presiden surat dan tambahan jadwal di Tahunan laporan, prospektus, laporan diajukan dengan
lembaga pemerintah, berita rilis, prakiraan manajemen, dan deskripsi dari perusahaan sosial
atau lingkungan dampak.

Jelaskan Bagaimana Akuntansi Assist Dalam Efisiensi Penggunaan Langka


Sumber.

Akuntansi menyediakan informasi yang dapat dipercaya, relevan, dan tepat waktu
kepada para manajer, investor, dan kreditur untuk memungkinkan alokasi sumber daya untuk
perusahaan yang paling efisien. Akuntansi juga menyediakan pengukuran efisiensi
(profitabilitas) dan keuangan kesehatan.

Mengidentifikasi Tujuan Pelaporan Keuangan.

Tujuan umum dari pelaporan keuangan adalah untuk menyediakan informasi


keuangan tentang pelaporan entitas yang berguna untuk menyajikan dan calon investor
ekuitas, kreditur, dan kreditor lainnya dalam keputusan tentang menyediakan sumber daya
untuk entitas melalui investasi ekuitas dan pinjaman atau bentuk lain dari kredit. Informasi
yang keputusan-berguna untuk investor mungkin juga akan membantu untuk pengguna lain
dari pelaporan keuangan yang tidak investor.

Jelaskan Perlunya Standar Akuntansi. Profesi Akuntansi Memiliki Berusaha


Untuk Mengembangkan Seperangkat Standar Yang Berlaku Umum Dan
Dipraktekkan Secara Universal.
7
Akutansi Keuangan 1
Tanpa set standar, setiap perusahaan harus mengembangkan standar sendiri. Pembaca
laporan keuangan harus membiasakan diri dengan setiap perusahaan aneh akuntansi dan
pelaporan praktek. Akibatnya, itu akan hampir mustahil untuk menyiapkan laporan yang bisa
dibandingkan.

Identifikasi Badan Kebijakan Pengaturan Utama dan Peran Mereka Dalam


Standardsetting Yang Proses.

Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) adalah badan federal yang memiliki kekuasaan
yang luas untuk meresepkan, dalam apa pun rinci itu keinginan, standar akuntansi untuk
dipekerjakan oleh perusahaan-perusahaan yang berada dalam yurisdiksinya. American
Institute Akuntan Publik (AICPA) mengeluarkan standar melalui Komite pada Prosedur
akuntansi dan akuntansi Prinsip Dewan. Akuntansi Keuangan Standar Board (FASB)
menetapkan dan meningkatkan standar akuntansi keuangan dan pelaporan untuk bimbingan
dan pendidikan masyarakat.

Jelaskan Arti Dari Prinsip Akuntansi Yang Berlaku Umum

(GAAP) dan peran Kodifikasi untuk GAAP. akuntansi yang berlaku umum
prinsip (GAAP) adalah prinsip-prinsip yang memiliki dukungan otoritatif substansial, seperti
standar FASB, interpretasi, dan Posisi Staf, Opini APB dan interpretasi, AICPA Akuntansi
Penelitian Buletin, dan pernyataan otoritatif lainnya. Semua dokumen tersebut dan lain-lain
sekarang diklasifikasikan dalam satu dokumen dimaksud sebagai Kodifikasi. Tujuan
Kodifikasi ini adalah untuk mempermudah akses pengguna ke semua berwibawa AS GAAP.
Kodifikasi mengubah cara GAAP didokumentasikan, disajikan, dan diperbarui.

Jelaskan Dampak Kelompok Pengguna Pada Proses Pembuatan Aturan.

Kelompok pemakai mungkin ingin peristiwa ekonomi tertentu menyumbang atau


dilaporkan dalam cara tertentu, dan mereka berjuang keras untuk mendapatkan apa yang
mereka inginkan. Mereka terutama menargetkan FASB untuk mempengaruhi perubahan
GAAP yang ada dan dalam pengembangan aturan baru. Karena tingkat percepatan perubahan
dan peningkatan kompleksitas ekonomi kita, tekanan ini memiliki telah mengalikan. GAAP
adalah sebanyak produk dari aksi politik seperti itu dari hati logika atau temuan empiris.
IASB bekerja dengan FASB menuju internasional konvergensi GAAP.

8
Akutansi Keuangan 1
Jelaskan Beberapa Tantangan Yang Dihadapi Pelaporan Keuangan.

laporan Keuangan gagal untuk memberikan (1) beberapa ukuran kinerja kunci banyak
digunakan oleh manajemen, (2) ke depan informasi yang dibutuhkan oleh investor dan
kreditor, (3) cukup informasi tentang aset lunak perusahaan (intangibles), (4) informasi
keuangan real-time, dan (5) mudah memahami informasi.

Memahami Isu-Isu Yang Berkaitan Dengan Etika Dan Akuntansi Keuangan.

Akuntan Keuangan dipanggil untuk penegasan moral dan etika pengambilan


keputusan. Keputusan kadang-kadang sulit karena konsensus masyarakat belum muncul
untuk merumuskan sistem etika yang komprehensif yang memberikan pedoman dalam
membuat penilaian etis.

Chapter 2
Kerangka Konseptual Untuk Pelaporan Keuangan

Jelaskan kegunaan dari kerangka konseptual.


Profesi akuntansi membutuhkan kerangka konseptual untuk (1) membangun dan
berhubungan dengan suatu badan yang dibentuk dari konsep dan tujuan, (2) menyediakan
kerangka kerja untuk memecahkan baru dan muncul praktis masalah, (3) meningkatkan
pemahaman laporan pengguna keuangan 'dari dan keyakinan keuangan pelaporan, dan (4)
meningkatkan komparabilitas antara laporan keuangan perusahaan '.

Jelaskan Upaya FASB Untuk Membangun Kerangka Kerja Konseptual.


FASB menerbitkan tujuh Pernyataan Konsep Akuntansi Keuangan yang berhubungan
dengan pelaporan keuangan untuk perusahaan bisnis. Konsep Laporan ini memberikan dasar
bagi kerangka konseptual. Mereka termasuk tujuan, karakteristik kualitatif, dan elemen. Di
Selain itu, pengukuran dan pengakuan konsep yang dikembangkan. FASB dan IASB
sekarang bekerja pada sebuah proyek bersama untuk mengembangkan kerangka konseptual
ditingkatkan umum yang menyediakan dasar suara untuk mengembangkan standar akuntansi
di masa depan.

Memahami Tujuan Pelaporan Keuangan.


Tujuan dari generalpurpose pelaporan keuangan adalah untuk menyediakan informasi
keuangan tentang entitas pelaporan yang berguna untuk menyajikan dan calon investor
9
Akutansi Keuangan 1
ekuitas, kreditur, dan kreditor lainnya dalam membuat keputusan tentang penyediaan sumber
daya untuk entitas. Keputusan-keputusan melibatkan pembelian, penjualan, atau memegang
ekuitas dan utang instrumen, dan menyediakan atau menetap pinjaman dan bentuk lain dari
kredit. Informasi yang keputusan-berguna untuk penyedia modal mungkin juga akan
membantu untuk pengguna lain dari pelaporan keuangan yang tidak penyedia modal.

Mengidentifikasi karakteristik kualitatif dari informasi akuntansi.


Kriteria utama dimana pilihan akuntansi dapat dinilai adalah keputusan-usefulness-
yaitu menyediakan informasi yang paling berguna untuk pengambilan keputusan. relevansi
dan representasi setia adalah dua kualitas mendasar yang membuat informasi decisionuseful.
informasi yang relevan membuat perbedaan dalam keputusan dengan memiliki prediksi atau
Nilai konfirmasi dan material. representasi setia ditandai dengan kelengkapan,
netralitas, dan bebas dari kesalahan. Meningkatkan kualitas informasi yang berguna yang (1)
perbandingan, (2) verifiability, (3) ketepatan waktu, dan (4) dimengerti. 5 Tentukan elemen
dasar dari laporan keuangan. Elemen dasar laporan keuangan (1) aset, (2) kewajiban, (3)
ekuitas, (4) investasi oleh pemilik, (5) distribusi ke pemilik, (6) pendapatan komprehensif, (7)
pendapatan, (8) biaya, (9) keuntungan, dan (10) kerugian.

Jelaskan asumsi dasar akuntansi.


Empat asumsi dasar akuntansi keuangan yang mendasari adalah sebagai berikut. (1)
badan Ekonomi: Kegiatan dari Perusahaan dapat disimpan terpisah dan berbeda dari
pemiliknya dan setiap unit bisnis lainnya. (2) Pergi perhatian: Perusahaan akan memiliki
umur panjang. (3) Moneter Unit: Uang adalah common denominator dimana kegiatan
ekonomi dilakukan, dan unit moneter memberikan dasar yang tepat untuk pengukuran dan
analisis. (4) Periodicity: The ekonomi kegiatan perusahaan dapat dibagi ke dalam periode
waktu buatan.

Jelaskan penerapan prinsip-prinsip dasar akuntansi.


Pengukuran Prinsip: GAAP memungkinkan penggunaan biaya historis, nilai wajar,
dan penilaian lainnya basa. Meskipun biaya historis prinsip (pengukuran berdasarkan akuisisi
harga) terus menjadi dasar penting untuk penilaian, pencatatan dan pelaporan adil
Informasi nilai meningkat. (2) Prinsip Pengakuan pendapatan: Sebuah perusahaan mengakui
pendapatan ketika memenuhi kewajiban kinerja. (3) prinsip pengakuan Beban: Sebagai

10
Akutansi Keuangan 1
aturan umum, perusahaan mengakui beban ketika layanan atau produk benar-benar
membuat kontribusinya terhadap pendapatan (sering disebut sebagai pencocokan). (4)
pengungkapan penuh Prinsip: Perusahaan umumnya memberikan informasi yang cukup
penting untuk mempengaruhi penilaian dan keputusan dari pengguna informasi

Jelaskan Dampak Bahwa Biaya Kendala Memiliki Pelaporan Informasi


Akuntan.
Biaya penyediaan informasi yang harus ditimbang terhadap manfaat yang bisa
diperoleh dari menggunakan informasi.

Chapter 3
Sistem Informasi Akuntansi

Memahami Terminologi Akuntansi Dasar.

Memahami berikut sebelas hal membantu dalam memahami konsep akuntansi utama:
(1) Event. (2) Transaksi. (3) Akun. (4) Nyata dan nominal rekening. (5) Ledger. (6) Journal.
(7) Posting. (8) Neraca saldo. (9) Mengatur entri. (10) Laporan keuangan. (11) entri
Penutupan.

Jelaskan Aturan Double-Entry.

Sisi kiri akun apapun adalah sisi debit; itu sisi kanan adalah sisi kredit. Semua aset
dan biaya akun meningkat di sebelah kiri atau sisi debet dan menurun di sisi kanan atau
kredit. Sebaliknya, semua kewajiban dan pendapatan akun meningkat di sebelah kanan atau
kredit samping dan menurun di sisi kiri atau debit. akun ekuitas, saham biasa dan Saldo Laba,
meningkat pada sisi kredit. Dividen meningkat di sisi debit.

Mengidentifikasi Langkah Dalam Siklus Akuntansi.

Langkah-langkah dasar dalam akuntansi siklus adalah (1) mengidentifikasi dan


transaksi dan kejadian lain mengukur; (2) menjurnal; (3) postingan; (4) menyiapkan neraca
saldo yang belum disesuaikan; (5) membuat jurnal penyesuaian; (6) menyiapkan neraca saldo
disesuaikan; (7) penyusunan laporan keuangan; dan (8) penutupan.

11
Akutansi Keuangan 1
Transaksi Rekam Dalam Jurnal, Posting Ke Akun Buku Besar, Dan
Mempersiapkan Neraca Saldo.

Bentuk jurnal yang paling sederhana kronologis berisi transaksi dan kejadian
dinyatakan dalam debit dan kredit ke rekening tertentu. Item yang dimasukkan dalam
jurnal umum harus ditransfer (diposting) ke buku besar. perusahaan harus
menyiapkan neraca saldo yang belum disesuaikan pada akhir periode tertentu setelah mereka
telah merekam entri dalam jurnal dan diposting ke buku besar.

Jelaskan Alasan Untuk Mempersiapkan Jurnal Penyesuaian dan


Mengidentifikasi Utama Jenis Jurnal Penyesuaian.

Penyesuaian mencapai pengakuan yang tepat dari pendapatan dan biaya, sehingga
untuk menentukan laba bersih untuk periode saat ini dan untuk mencapai pernyataan akurat
end-of-the-periode saldo aset, kewajiban, dan pemilik ' akun ekuitas. Jenis utama dari jurnal
penyesuaian adalah penangguhan (biaya dibayar di muka dan pendapatan diterima di muka)
dan akrual (pendapatan yang masih harus dibayar dan biaya masih harus dibayar).

Siapkan Laporan Keuangan Dari Neraca Saldo Disesuaikan.

Perusahaan dapat menyusun laporan keuangan langsung dari neraca saldo


disesuaikan. pendapatan Pernyataan disiapkan dari akun pendapatan dan beban. Pernyataan
laba ditahan dibuat dari akun saldo laba, dividen, dan bersih laba (rugi) bersih. Neraca dibuat
dari aset, kewajiban, dan ekuitas akun.

Siapkan Menutup Entri.

Dalam proses penutupan, perusahaan transfer semua saldo pendapatan dan akun
beban (laporan laba rugi item) ke rekening kliring disebut Ikhtisar Laba Rugi, yang hanya
digunakan pada akhir tahun fiskal. Pendapatan dan biaya dicocokkan dalam akun Ikhtisar
Laba Rugi. Hasil bersih dari pencocokan ini merupakan laba bersih atau rugi bersih untuk
periode tersebut. Jumlah tersebut kemudian ditransfer ke akun ekuitas sebuah pemilik '(Saldo
Laba untuk perusahaan dan rekening modal untuk perseorangan dan kemitraan).

12
Akutansi Keuangan 1
Siapkan Laporan Keuangan Untuk Perusahaan Dagang.

laporan keuangan untuk perusahaan dagang berbeda dari orang-orang untuk


perusahaan jasa, sebagai perusahaan dagang harus memperhitungkan laba kotor pada
penjualan. Siklus akuntansi, bagaimanapun, dilakukan sama.

Bedakan Basis Kas Akuntansi Dari Basis Akrual Akuntansi.

The cash basis dari catatan akuntansi pendapatan pada saat diterima dan beban pada
saat kas dibayarkan. Basis akrual mengakui pendapatan ketika kinerja Kewajiban puas dan
beban pada saat terjadinya, tanpa memperhatikan waktu penerimaan atau pembayaran tunai.
Accrual-basis accounting secara teoritis lebih karena memberikan informasi tentang arus kas
masa depan dan keluar terkai dengan kegiatan laba secepat perusahaan dapat memperkirakan
arus kas tersebut dengan diterima tingkat kepastian. Cash-basis accounting tidak sesuai
dengan GAAP.

Mengidentifikasi Jurnal Penyesuaian Yang Mungkin Terbalik.

Membalikkan entri yang paling sering digunakan untuk membalikkan dua jenis jurnal
penyesuaian: akrual pendapatan dan akrual biaya. Penangguhan juga dapat dibalik jika awal
masuk untuk mencatat transaksi dibuat untuk beban atau pendapatan akun

Chapter 4
Laporan Laba Rugi Dan Informasi Terkait

Memahami Penggunaan dan Batasan Laporan Laba Rugi.


Laporan Laba Rugi memberikan investor dan kreditur dengan informasi yang
membantu mereka memprediksi jumlah, waktu, dan ketidakpastian arus kas masa depan.
Juga, pendapatan Pernyataan membantu pengguna menentukan risiko (tingkat ketidakpastian)
tidak mencapai Arus kas tertentu. Keterbatasan dari laporan laba rugi adalah sebagai berikut.
(1) Pernyataan tidak termasuk banyak item yang berkontribusi terhadap pertumbuhan umum
dan kesejahteraan dari perusahaan. (2) nomor Penghasilan sering dipengaruhi oleh metode
akuntansi yang digunakan. (3) langkah-langkah Penghasilan dikenakan perkiraan. Pendekatan
transaksi berfokus pada kegiatan yang terjadi selama diberikan periode. Alih-alih menyajikan
hanya perubahan bersih aktiva bersih, itu mengungkapkan komponen perubahan. Pendekatan

13
Akutansi Keuangan 1
transaksi untuk pengukuran pendapatan memerlukan penggunaan akun pendapatan, beban,
kerugian, dan keuntungan.

Jelaskan Isi Dan Format Laporan Laba Rugi.


Unsur-Unsur utama laporan laba rugi adalah sebagai berikut. (1) Pendapatan: Arus
masuk atau perangkat tambahan lainnya aset dari suatu entitas atau permukiman
kewajibannya selama periode dari pengiriman atau memproduksi barang, jasa rendering, atau
kegiatan lain yang merupakan entitas sedang berlangsung utama atau pusat operasi. (2)
Biaya: Arus keluar atau lainnya menggunakan-up aset atau incurrences kewajiban selama
periode dari pengiriman atau produksi barang, rendering jasa, atau melakukan kegiatan lain
yang merupakan entitas yang sedang berlangsung utama atau operasi pusat. (3) Keuntungan:
Peningkatan ekuitas (aktiva bersih) dari perifer atau insidental transaksi entitas kecuali yang
dihasilkan dari pendapatan atau investasi oleh pemilik. (4) Kerugian: Penurunan ekuitas
(aktiva bersih) dari transaksi perifer atau insidental dari entitas kecuali yang dihasilkan dari
biaya atau distribusi kepada pemilik.

Susunlah Laporan Laba Rugi.


Dalam laporan laba rugi tunggal-langkah, hanya dua pengelompokan ada: pendapatan
dan beban. Beban dikurangkan dari pendapatan untuk tiba di laba atau rugi bersih-a
pengurangan tunggal. Sering, perusahaan melaporkan pajak penghasilan secara terpisah
sebagai item terakhir sebelum laba bersih. Sebuah laporan laba rugi bentuk langkah
menunjukkan dua klasifikasi lebih lanjut: (1) pemisahan dari hasil operasi dari yang diperoleh
melalui bawahan atau non-operasi kegiatan perusahaan, dan (2) klasifikasi biaya oleh fungsi,
seperti merchandise atau manufaktur, penjualan, dan administrasi.

Jelaskan Bagaimana Melaporkan Berbagai Item Pendapatan.


Perusahaan umumnya meliputi Keuntungan tidak teratur atau kerugian atau pos tidak
berulang dalam laporan laba rugi sebagai berikut. (1) Barang lain dari sejumlah materi yang
bersifat tidak biasa atau tidak berulang dan tidak dianggap luar biasa yang diungkapkan
secara terpisah sebagai komponen melanjutkan operasi. (2) operasi Dihentikan dari
komponen bisnis diklasifikasikan sebagai bagian yang terpisah, setelah operasi yang
dilanjutkan. (3) tidak biasa, material, tidak berulang item yang berbeda secara signifikan dari
kegiatan bisnis yang biasa diperlihatkan bagian terpisah untuk pos luar biasa, di bawah

14
Akutansi Keuangan 1
operasi dihentikan. Jika sebuah perusahaan memegang bunga noncontrolling di anak
perusahaan, harus menyajikan alokasi laba atau rugi yang disebabkan kepentingan
nonpengendali.

Identifikasi Mana Untuk Melaporkan Laba Per Berbagi Informasi.


Karena bahaya yang melekat memfokuskan perhatian hanya pada laba per saham,
profesi menyimpulkan bahwa perusahaan harus mengungkapkan laba per saham di muka
laporan laba rugi. Sebuah perusahaan yang melaporkan operasi yang dihentikan atau pos luar
biasa harus Laporan per saham sebesar untuk item baris ini baik di muka laporan laba rugi
atau dalam catatan atas laporan keuangan.

Memahami Pelaporan Perubahan Akuntansi Dan Kesalahan.


Perubahan prinsip akuntansi, dan koreksi kesalahan disesuaikan melalui laba ditahan.
Perubahan estimasi adalah bagian normal dari proses akuntansi. Dampak dari perubahan
ditangani secara prospektif, dengan efek yang tercatat di laporan laba rugi periode berubah
dan di masa mendatang tanpa penyesuaian ke saldo laba.

Siapkan Sebuah Pernyataan Laba Ditahan.


Pernyataan laba ditahan harus mengungkapkan laba (rugi), dividen, penyesuaian
karena perubahan dalam akuntansi prinsip, koreksi kesalahan, dan pembatasan laba ditahan.

Jelaskan Bagaimana Melaporkan Pendapatan Komprehensif Lain.


Perusahaan melaporkan komponen pendapatan komprehensif lain di salah satu dari
dua cara: (1) pernyataan tunggal rugi komprehensif (satu format pernyataan) atau (2) dalam
sebuah pernyataan kedua (dua Format pernyataan

Chapter 5
Neraca Dan Laporan Arus Kas

Jelaskan Kegunaan Dan Keterbatasan Dari Neraca.

Lembaran saldo memberikan informasi tentang sifat dan jumlah investasi di


perusahaan sumber daya, kewajiban kepada kreditur, dan ekuitas pemilik. Neraca kontribusi
untuk pelaporan keuangan dengan menyediakan dasar untuk (1) tingkat komputasi
pengembalian, (2) mengevaluasi struktur modal perusahaan, dan (3) menilai likuiditas,
15
Akutansi Keuangan 1
solvabilitas, dan fleksibilitas keuangan perusahaan. Tiga keterbatasan dari neraca adalah
sebagai berikut. (1) Neraca tidak mencerminkan nilai wajar karena akuntan menggunakan
dasar nilai historis dalam menilai dan pelaporan kebanyakan aset dan kewajiban. (2)
Perusahaan harus menggunakan pertimbangan dan estimasi untuk menentukan jumlah
tertentu, seperti kolektibilitas piutang dan masa manfaat jangka panjang berwujud dan tidak
berwujud aset. (3) Neraca menghilangkan banyak item yang nilai keuangan untuk bisnis
tetapi tidak dapat direkam secara obyektif, seperti manusia sumber daya, basis pelanggan,
dan reputasi.

Mengidentifikasi Klasifikasi Utama Dari Neraca.

Unsur-unsur umum dari neraca adalah aset, kewajiban, dan ekuitas. Klasifikasi utama
aset aset lancar; investasi jangka panjang; properti, pabrik, dan peralatan; berwujud aktiva;
dan aset lainnya. Klasifikasi utama dari kewajiban saat ini dan jangka panjang kewajiban.
Neraca korporasi umumnya mengklasifikasikan ekuitas pemilik sebagai modal saham,
tambahan penghasilan modal disetor, dan ditahan.

Siapkan Neraca Diklasifikasikan Menggunakan Laporan Dan Format Rekening.

Formulir laporan berisi kewajiban dan ekuitas langsung di bawah aset dihalaman yang
sama. Bentuk rekening berisi aset, dengan bagian, di sisi kiri, dan kewajiban dan ekuitas,
dengan bagian, di sisi kanan.

Menunjukkan Tujuan Laporan Arus Kas.

Tujuan utama dari laporan arus kas adalah untuk memberikan informasi yang relevan
tentang perusahaan penerimaan kas dan pembayaran kas selama periode. Pelaporan sumber,
penggunaan, dan bersih perubahan kas memungkinkan pembaca laporan keuangan untuk
mengetahui apa yang terjadi pada suatu sumber daya yang paling likuid perusahaan.

Mengidentifikasi Isi Laporan Arus Kas.

Dalam laporan arus kas, perusahaan mengklasifikasikan penerimaan kas periode dan
pembayaran tunai menjadi tiga kegiatan yang berbeda. (1) kegiatan operasi: Libatkan efek
kas dari transaksi yang masuk ke dalam penentuan laba bersih. (2) Investasi kegiatan:
Sertakan membuat dan mengumpulkan pinjaman, dan memperoleh dan membuang investasi
(baik hutang dan ekuitas) dan aset, dan peralatan. (3) kegiatan Pembiayaan: Libatkan

16
Akutansi Keuangan 1
kewajiban dan pemilik ' item ekuitas. aktivitas pendanaan meliputi (a) memperoleh modal
dari pemilik dan memberikan mereka dengan laba atas investasi mereka, dan (b) meminjam
uang dari kreditur dan membayar jumlah yang dipinjam.

Siapkan Pernyataan Dasar Arus Kas.

Informasi untuk mempersiapkan laporan arus kas biasanya berasal dari neraca
perbandingan, pendapatan saat ini pernyataan, dan data transaksi yang dipilih. Perusahaan
ikuti empat langkah untuk mempersiapkan laporan arus kas dari sumber-sumber. (1)
Tentukan kas bersih yang disediakan oleh (atau digunakan untuk aktivitas operasi). (2)
Menentukan kas bersih yang disediakan oleh (atau digunakan untuk) investasi dan
pendanaan. (3) Tentukan perubahan (kenaikan atau penurunan) kas selama periode. (4)
Rekonsiliasi perubahan kas dengan saldo kas awal dan akhir.

Memahami Kegunaan Dari Laporan Arus Kas.

Kreditor Memeriksa Laporan Arus Kas Dengan Hati-Hati Karena Mereka Khawatir
Tentang Menjadi Dibayar. arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi dalam
kaitannya dengan perusahaan Kewajiban ini membantu dalam membuat penilaian ini. Dua
rasio yang digunakan dalam hal ini adalah rasio utang kas saat ini dan rasio utang tunai.
Selain itu, jumlah arus kas bebas memberikan kreditur dan pemegang saham dengan gambar
fleksibilitas keuangan perusahaan.

Menentukan Informasi Neraca Membutuhkan Tambahan Penyingkapan.

Empat jenis informasi biasanya adalah tambahan untuk judul akun dan jumlah yang
disajikan dalam neraca. (1) Kontinjensi: peristiwa Bahan yang memiliki hasil yang tidak
pasti. (2) kebijakan akuntansi: Penjelasan dari metode penilaian yang digunakan atau asumsi-
asumsi dasar yang dibuat tentang penilaian persediaan, metode penyusutan, investasi pada
anak perusahaan, dll (3) situasi Kontrak: Penjelasan dari pembatasan tertentu atau perjanjian
melekat aset tertentu atau, lebih mungkin, untuk kewajiban. (4) Nilai wajar: Pengungkapan
yang terkait dengan nilai wajar, terutama terkait dengan instrumen keuangan.

Jelaskan Teknik Pengungkapan Utama Untuk Neraca.

perusahaan menggunakan empat metode untuk mengungkapkan informasi terkait di


neraca. (1) kurung penjelasan: Informasi kurung memberikan informasi tambahan atau uraian

17
Akutansi Keuangan 1
berikut item. (2) Catatan: Sebuah perusahaan menggunakan catatan jika tidak bisa nyaman
menunjukkan penjelasan tambahan atau deskripsi sebagai penjelasan kurung. (3)
Crossreference dan barang-barang kontra: Perusahaan "referensi silang" hubungan langsung
antara aset dan kewajiban dalam neraca. (4) jadwal Pendukung: Seringkali perusahaan
menggunakan jadwal terpisah untuk menyajikan informasi yang lebih rinci dari sekedar
ringkasan tunggal Item ditampilkan dalam neraca.

Chapter 6
Akuntansi Dan Nilai Waktu Dari Uang

Mengembangkan Perkiraan Nilai Wajar

Didasarkan pada model valuasi umumnya melibatkan teknik discounted cash flow,
yang memiliki tiga elemen utama: (1) memperkirakan jumlah dan waktu arus kas masa
depan, (2) mengembangkan perkiraan probabilitas untuk arus kas, dan (3) menentukan
tingkat diskonto yang sesuai untuk diterapkan pada arus kas yang diharapkan untuk sampai
pada perkiraan nilai wajar.

Aplikasi pelaporan Waktu Nilai Konsep Keuangan

Menggunakan pengukuran yang berbeda dalam biaya situasi-sejarah yang berbeda


untuk peralatan, nilai realisasi bersih untuk persediaan, nilai wajar untuk investasi. Dalam
hirarki nilai wajar ini disebut sebagai Tingkat 1. Ingat bahwa Level 1 adil tindakan nilai
adalah yang paling subjektif karena mereka didasarkan pada harga dikutip, seperti harga
saham ditutup di Wall Street Journal. Namun, bagi banyak aset dan kewajiban, informasi
nilai wajar berbasis pasar tidak tersedia. Dalam kasus ini, nilai wajar dapat diperkirakan
berdasarkan arus kas yang diharapkan terkait dengan aset atau kewajiban. estimasi nilai wajar
tersebut umumnya dianggap Level 3 (yang paling subjektif) dalam hirarki nilai wajar karena
mereka didasarkan pada masukan tidak teramati, seperti data perusahaan sendiri atau asumsi
yang berkaitan dengan arus kas yang diharapkan di masa depan berkenaan dengan aset atau
kewajiban.

1. Mengidentifikasi topik akuntansi di mana nilai waktu dari uang relevan. Beberapa
aplikasi yang hadir pengukuran berbasis nilai-topik akuntansi (1) catatan, (2) sewa,
(3) pensiun dan tunjangan pasca kerja lainnya, (4) aset jangka panjang, (5) tenggelam
dana, (6) kombinasi bisnis, (7) pengungkapan, dan (8) kontrak angsuran.

18
Akutansi Keuangan 1
2. Gunakan tabel bunga majemuk yang tepat. Dalam rangka untuk mengidentifikasi dari
lima tabel bunga majemuk digunakan, yaitu:
 nilai masa depan sejumlah tunggal,
 nilai sekarang dari jumlah tunggal,
 nilai masa depan dari serangkaian jumlah (anuitas), atau
 nilai sekarang dari serangkaian jumlah (anuitas). Selain itu, ketika serangkaian
jumlah (anuitas) yang terlibat, mengidentifikasi apakah jumlah ini diterima atau
dibayar (1) pada awal setiap periode (anuitas karena) atau (2) pada akhir setiap
periode (anuitas biasa) .
3. Mengidentifikasi variabel fundamental untuk memecahkan masalah bunga. Empat
variabel berikut ini penting untuk semua masalah bunga majemuk.
i. Suku bunga kecuali dinyatakan lain, tingkat tahunan yang disesuaikan untuk
mencerminkan panjang periode compounding jika kurang dari satu tahun.
ii. Jumlah periode waktu: jumlah periode peracikan (periode mungkin sama dengan atau
kurang dari satu tahun).
iii. nilai Future: nilai di masa mendatang dari jumlah yang diberikan atau jumlah yang
diinvestasikan dengan asumsi bunga majemuk.

Nilai kini: nilai sekarang (saat ini) dari jumlah masa depan atau jumlah potongan asums
bunga majemuk.

4. Memecahkan masalah nilai sekarang terkait dengan anuitas ditangguhkan dan


obligasi. anuitas tangguhan adalah anuitas di mana rents dimulai setelah sejumlah
tertentu dari periode. Nilai masa depan anuitas tangguhan dihitung sama dengan nilai
masa depan dari suatu anuitas tidak ditangguhkan. Untuk menemukan nilai sekarang
dari anuitas tangguhan, menghitung nilai sekarang dari anuitas biasa dari 1 seakan
sewa telah terjadi untuk seluruh periode, dan kemudian mengurangi nilai sekarang
dari sewa tidak diterima selama periode penangguhan. Harga pasar saat obligasi
menggabungkan nilai-nilai sekarang dari anuitas bunga dan jumlah pokok.
5. Terapkan arus kas yang diharapkan untuk hadir pengukuran nilai. pendekatan arus kas
yang diharapkan menggunakan berbagai arus kas dan probabilitas dari arus kas untuk
memberikan yang paling mungkin perkiraan arus kas yang diharapkan. Tingkat suku
bunga yang tepat digunakan untuk mendiskonto arus kas adalah tingkat bebas risiko
pengembalian.

19
Akutansi Keuangan 1
Chapter 7
Kas Dan Piutang

Mengidentifikasi Item Dianggap Tunai.


Harus dilaporkan sebagai "uang tunai," aset harus tersedia untuk pembayaran
kewajiban lancar dan bebas dari pembatasan kontrak yang membatasi penggunaannya dalam
utang memuaskan. Kas terdiri dari koin, mata uang, dan dana yang tersedia di deposito di
bank. instrumen Negotiable seperti wesel, cek bersertifikat, cek kasir, cek pribadi, dan bank
draft juga dipandang sebagai kas. tabungan biasanya diklasifikasikan sebagai kas.

Bagaimana Melaporkan Uang Tunai Dan Barang-Barang Yang Terkait.


Perusahaan melaporkan kas sebagai aktiva lancar di neraca. Pelaporan item terkait
lainnya adalah sebagai berikut. (1) Kas: SEC merekomendasikan bahwa perusahaan
menyatakan secara terpisah deposito dibatasi secara hukum diadakan sebagai kompensasi
saldo terhadap pinjaman jangka pendek antara "Kas dan setara kas item" aktiva lancar.
deposito dibatasi diadakan terhadap pengaturan pinjaman jangka panjang harus terpisah
diklasifikasikan sebagai aset tidak lancar baik dalam investasi atau bagian aset lainnya akan.
(2) Cerukan: Perusahaan harus melaporkan cerukan di bagian kewajiban lancar dan biasanya
menambahkannya ke jumlah yang dilaporkan sebagai hutang. Jika material, barang-barang
ini harus diungkapkan secara terpisah baik di muka neraca atau di catatan terkait. Akan (3)
Setara Kas: Perusahaan sering melaporkan item ini bersama-sama dengan uang tunai sebagai
"Kas dan setara kas."

Piutang dan mengidentifikasi berbagai jenis piutang.


Piutang adalah klaim diadakan terhadap pelanggan dan lain-lain untuk uang, barang,
atau jasa. Piutang diklasifikasikan menjadi tiga jenis: (1) saat ini atau tidak lancar, (2)
perdagangan atau diluar usaha, dan (3) piutang atau wesel tagih.

Isu-isu Akuntansi Yang Terkait Dengan Pengakuan Piutang.


Dua isu yang dapat mempersulit pengukuran piutang adalah (1) tersedianya diskon
(perdagangan dan uang tunai diskon), dan (2) lamanya waktu antara penjualan dan
pembayaran karena tanggal (unsur bunga). Idealnya, perusahaan harus mengukur piutang
dalam hal nilai-yang mereka sekarang adalah, nilai diskonto kas yang akan diterima di masa
depan. profesi khusus mengecualikan dari piutang pertimbangan nilai sekarang yang timbul
20
Akutansi Keuangan 1
dari transaksi bisnis normal yang disebabkan dalam hal perdagangan adat dalam waktu
kurang lebih satu tahun.

Isu-Isu Akuntansi Yang Terkait Dengan Penilaian Piutang.


Perusahaan menghargai dan melaporkan piutang jangka pendek pada nilai-the
realisasi bersih jumlah bersih yang diharapkan akan diterima dalam bentuk tunai, yang belum
tentu jumlah piutang secara hukum. Menentukan nilai realisasi bersih membutuhkan
memperkirakan tidak tertagihnya piutang.

Isu-Isu Akuntansi Yang Berkaitan Dengan Pengakuan Dan Penilaian Dari


Wesel Tagih.
Perusahaan merekam catatan jangka pendek pada nilai nominal dan catatan jangka
panjang piutang pada nilai sekarang dari uang yang mereka harapkan untuk mengumpulkan.
Ketika bunga yang ditetapkan dengan catatan bunga-bearing sama dengan efektif (pasar)
suku bunga, catatan menjual pada nilai nominal. Ketika tingkat dinyatakan berbeda dari
tingkat efektif, perusahaan mencatat baik diskon atau premium. Seperti piutang, perusahaan
mencatat dan melaporkan catatan jangka pendek piutang pada nilai realisasi bersih. Hal yang
sama juga berlaku piutang jangka panjang.

Isu-Isu Akuntansi Yang Berkaitan Dengan Disposisi Dari Akun Dan Catatan
Piutang.
Untuk mempercepat penerimaan kas dari piutang, pemilik dapat mentransfer piutang
ke perusahaan lain untuk uang tunai di salah satu dari dua cara.
(1) pinjaman Terjamin: Sebuah kreditur sering mengharuskan debitur menunjuk atau janji
piutang sebagai jaminan untuk pinjaman.
(2) Penjualan (factoring) dari piutang: Faktor yang perusahaan keuangan atau bank yang
membeli piutang usaha dan kemudian mengumpulkan pengiriman uang langsung dari
pelanggan. Dalam banyak kasus, transferors mungkin memiliki beberapa keterlibatan
berkelanjutan dengan piutang yang dijual. Perusahaan menggunakan pendekatan komponen
keuangan untuk merekam jenis transaksi ini.

21
Akutansi Keuangan 1
Bagaimana Melaporkan Dan Menganalisis Piutang.
Perusahaan harus melaporkan piutang dengan tepat offset rekening penilaian terhadap
piutang, mengklasifikasikan piutang lancar atau tidak lancar, mengidentifikasi berjanji atau
ditunjuk piutang, dan mengungkapkan risiko kredit yang melekat pada piutang. Analis
menilai piutang berdasarkan omset dan hari-hari biasa

Chapter 8
Valuasi Persediaan: Pendekatan Biaya-Dasar

Mengidentifikasi Klasifikasi Utama Dari Persediaan.

Hanya satu akun persediaan, Persediaan, muncul dalam laporan keuangan perhatian
merchandising. Sebuah produsen biasanya memiliki tiga akun persediaan: Bahan Baku, Kerja
dalam Proses, dan Barang Jadi. Perusahaan melaporkan biaya ditugaskan untuk barang dan
bahan di tangan tetapi belum ditempatkan ke dalam produksi persediaan bahan baku. Mereka
melaporkan biaya bahan baku yang produksi sudah dimulai tetapi tidak selesai, ditambah
biaya tenaga kerja langsung diterapkan khusus untuk bahan ini dan pangsa ratable
manufaktur biaya overhead, sebagai pekerjaan dalam persediaan proses. Akhirnya, mereka
melaporkan biaya diidentifikasi dengan unit selesai tetapi tidak terjual di tangan pada akhir
periode fiskal sebagai persediaan barang jadi.

Bedakan Antara Sistem Persediaan Perpetual Dan Periodik.

Sebuah sistem persediaan perpetual mempertahankan rekor terus menerus dari


perubahan persediaan dalam akun Persediaan. Artinya, perusahaan mencatat semua
pembelian dan penjualan (masalah) barang langsung dalam akun Persediaan yang terjadi.
Berdasarkan sistem persediaan periodik, perusahaan menentukan jumlah persediaan di tangan
hanya secara berkala. Sebuah perusahaan mendebit rekening Pembelian, tetapi akun
Persediaan tetap sama. Hal ini menentukan harga pokok penjualan pada akhir periode dengan
mengurangkan persediaan akhir dari harga pokok barang tersedia untuk dijual. Sebuah
perusahaan mengetengahkan persediaan akhir dengan perhitungan fisik.

Tentukan barang yang termasuk dalam persediaan dan pengaruh kesalahan


persediaan terhadap laporan keuangan.

22
Akutansi Keuangan 1
Perusahaan rekaman pembelian persediaan ketika mereka mendapatkan hak legal
untuk barang (umumnya ketika mereka menerima barang). istilah pengiriman harus
dievaluasi untuk menentukan kapan hak hukum berlalu, dan pertimbangan yang cermat harus
dilakukan untuk beban pokok penjualan konsinyasi dan penjualan dengan perjanjian
pembelian kembali dan tingkat pengembalian tinggi. Jika perusahaan misstates persediaan
akhir: (1) Dalam neraca, persediaan dan saldo laba akan salah saji, yang akan menyebabkan
kesalahan perhitungan modal kerja dan rasio lancar, dan (2) dalam laporan laba rugi, biaya
barang dijual dan laba bersih akan salah saji. Jika perusahaan misstates pembelian (dan
rekening terkait hutang) dan persediaan: (1) Dalam neraca, persediaan dan hutang akan salah
saji, yang akan menyebabkan kesalahan perhitungan dari rasio lancar, dan (2) dalam laporan
laba rugi, pembelian dan persediaan akhir akan salah saji.

Memahami Item Untuk Dimasukkan Sebagai Biaya Persediaan.

Biaya produk adalah biaya-biaya yang menempel persediaan dan dicatat dalam akun
Persediaan. Biaya tersebut termasuk biaya pengiriman atas barang yang dibeli, biaya
langsung lainnya dari akuisisi, dan tenaga kerja dan biaya produksi lainnya yang terjadi
dalam mengolah barang sampai dengan saat penjualan. biaya periode adalah biaya-biaya
yang tidak langsung berhubungan dengan perolehan atau produksi barang. Perubahan ini,
seperti beban penjualan dan beban umum dan administrasi, karenanya tidak dimasukkan
sebagai bagian dari biaya persediaan.

Membandingkan Asumsi Arus Biaya Yang Digunakan Untuk Memperhitungkan


Persediaan.

1. Harga Rata-Biaya item dalam persediaan atas dasar biaya rata-rata semua barang
serupa yang tersedia selama periode tersebut.
2. Pertama-in, first-out (FIFO) mengasumsikan bahwa perusahaan menggunakan
barang dalam urutan yang membeli mereka. Persediaan yang tersisa karena itu harus
mewakili pembelian terbaru.
3. Terakhir-In, First-Out (LIFO) sesuai dengan biaya barang yang terakhir dibeli
terhadap pendapatan.

23
Akutansi Keuangan 1
Arti Dan Penggunaan Cadangan LIFO.

Perbedaan antara metode persediaan yang digunakan untuk tujuan pelaporan internal
dan LIFO disebut sebagai Tunjangan untuk Mengurangi Persediaan untuk LIFO, atau
cadangan LIFO. Perubahan cadangan LIFO disebut sebagai efek LIFO. Perusahaan harus
mengungkapkan baik cadangan LIFO atau biaya penggantian persediaan dalam laporan
keuangan.

Memahami Efek Likuidasi LIFO.

Likuidasi LIFO sesuai biaya dari sebelumnya periode terhadap pendapatan penjualan
dilaporkan dalam dolar saat ini. Ini mendistorsi laba bersih dan menghasilkan penghasilan
kena pajak meningkat pada periode berjalan. likuidasi LIFO dapat sering terjadi bila
menggunakan pendekatan LIFO tertentu-barang.

Metode LIFO Dolar-Nilai.

Untuk metode LIFO dolar-nilai, perusahaan menentukan dan mengukur kenaikan dan
penurunan di kolam dalam hal total nilai dolar, bukan kuantitas fisik barang di kolam
persediaan.

Mengidentifikasi Kelebihan Dan Kekurangan Utama Dari LIFO.

Keuntungan utama dari LIFO adalah sebagai berikut.

1. Ini cocok biaya baru-baru ini terhadap pendapatan saat ini untuk memberikan ukuran
yang lebih baik dari pendapatan saat ini.
2. Selama meningkat tingkat harga dan jumlah persediaan tidak berkurang, penangguhan
pajak penghasilan terjadi di LIFO.
3. Karena penangguhan pajak penghasilan, arus kas membaik.

Kelemahan Utama adalah :

1. Mengurangi laba,
2. Bersahaja persediaan,
3. Tidak mendekati aliran fisik barang kecuali dalam situasi yang aneh, dan
4. Masalah likuidasi paksa.

24
Akutansi Keuangan 1
Memahami Mengapa Perusahaan Pilih Diberikan Metode Persediaan.

Perusahaan biasanya lebih memilih LIFO dalam situasi berikut:

1. jika harga jual dan pendapatan telah meningkat lebih cepat dari biaya dan
2. jika sebuah perusahaan memiliki cukup konstan Sebaliknya,

LIFO mungkin tidak akan tepat di bawah "saham dasar." keadaan:

1. jika harga jual cenderung tertinggal biaya,


2. jika identifikasi khusus tradisional, dan
3. ketika biaya unit cenderung menurun dengan meningkatnya produksi, sehingga
meniadakan manfaat pajak yang LIFO mungkin menyediakan.

Chapter 9
Persediaan: Masalah Penilaian Tambahan

Menerapkan Aturan Biaya Yang Lebih Rendah-Of--Atau-Pasar.

Jika persediaan menurun nilai di bawah biaya aslinya, untuk alasan apa pun,
perusahaan harus menuliskan persediaan untuk mencerminkan kerugian ini. Aturan umum
adalah untuk meninggalkan prinsip biaya historis ketika utilitas masa depan (kemampuan
menghasilkan pendapatan) dari aset turun di bawah biaya aslinya.

Ketika Perusahaan persediaan nilai sebesar nilai realisasi bersih. persediaan perusahaan nilai
nilai realisasi bersih ketika (1) ada pasar yang dikendalikan dengan harga dikutip berlaku
untuk semua jumlah, (2) tidak ada biaya yang signifikan dari pembuangan yang terlibat, dan
(3) angka biaya terlalu sulit untuk mendapatkan.

Ketika perusahaan menggunakan metode nilai penjualan relatif terhadap nilai persediaan.
Ketika sebuah perusahaan membeli sekelompok unit yang berbeda-beda pada harga-
keranjang pembelian-perusahaan tunggal lumpsum disebut dapat mengalokasikan harga
pembelian total untuk masing-masing item atas dasar nilai penjualan relatif.

Akuntansi Yang Terkait Dengan Membeli Komitmen.

Akuntansi komitmen pembelian kontroversial. Beberapa berpendapat bahwa


perusahaan harus melaporkan kontrak komitmen pembelian aset dan kewajiban pada saat
25
Akutansi Keuangan 1
kontrak ditandatangani. Lain percaya bahwa pengakuan pada tanggal pengiriman yang paling
tepat. FASB tidak mengecualikan atau menganjurkan pencatatan aset dan kewajiban untuk
komitmen pembelian. Namun, kerugian perusahaan rekaman ketika harga pasar jatuh relatif
terhadap harga komitmen.

Persediaan Akhir Dengan Menerapkan Metode Laba Kotor.

Perusahaan ikuti langkah-langkah untuk menentukan persediaan akhir dengan metode


laba kotor yaitu:

(1) Hitunglah persentase laba kotor pada harga jual.

(2) Hitunglah laba kotor dengan mengalikan penjualan bersih dengan persentase laba kotor.

(3) Hitunglah harga pokok penjualan dengan mengurangi laba kotor dari penjualan bersih.

(4) Hitung persediaan akhir dengan mengurangi harga pokok penjualan dari total barang yang
tersedia untuk dijua

Persediaan akhir dengan menerapkan metode persediaan eceran.

Perusahaan ikuti langkah-langkah untuk menentukan persediaan akhir dengan metode


eceran konvensional.

(1) Untuk memperkirakan persediaan di ritel, mengurangi penjualan untuk periode dari nilai
eceran barang yang tersedia untuk dijual.

(2) Untuk menemukan rasio biaya-ke-ritel untuk semua barang yang melalui departemen atau
perusahaan, membagi total barang yang tersedia untuk dijual di biaya dengan total barang
yang tersedia di ritel.

(3) Konversi persediaan senilai ritel untuk perkiraan biaya dengan menerapkan rasio biaya-
ke-ritel.

Melaporkan Dan Menganalisis Persediaan.

Standar akuntansi memerlukan pengungkapan laporan keuangan

(1) komposisi Persediaan (dalam neraca atau jadwal yang terpisah dalam catatan),

(2) Pembiayaan Persediaan yang signifikan atau tidak biasa, dan

26
Akutansi Keuangan 1
(3) Persediaan Biaya Metode yang digunakan (yang mungkin berbeda untuk unsur yang
berbeda dari persediaan). standar akuntansi juga membutuhkan aplikasi yang konsisten dari
metode biaya dari satu periode ke periode lainnya. rasio yang umum digunakan dalam
pengelolaan dan evaluasi tingkat persediaan perputaran persediaan dan hari rata-rata untuk
menjual persediaan

Chapter 10
Akuisisi Dan Disposisi Aktiva, Dan Peralatan

Penjelasan Properti, Pabrik, Dan Peralatan.

Karakteristik utama dari properti, pabrik, dan peralatan adalah sebagai berikut. (1)
Mereka yang diperoleh untuk digunakan dalam operasi dan tidak untuk dijual kembali. (2)
Mereka adalah jangka panjang di alam dan biasanya dikenakan penyusutan. (3) Mereka
memiliki substansi fisik. Mengidentifikasi biaya untuk memasukkan dalam penilaian awal
properti, pabrik, dan peralatan. Biaya termasuk dalam penilaian awal properti, pabrik, dan
peralatan adalah sebagai berikut. Biaya tanah: Termasuk semua pengeluaran yang dilakukan
untuk memperoleh tanah dan siap untuk digunakan. biaya tanah biasanya mencakup 5 yaitu :

1. Harga pembelian
2. Biaya penutupan, seperti judul ke tanah, biaya pengacara, dan biaya pencatata
3. Biaya Yang Dikeluarkan dalam mendapatkan tanah dalam kondisi siap digunakan,
seperti grading, mengisi, pengeringan, dan kliring
4. Asumsi Setiap Hak Gadai, hipotik, atau sitaan di properti; dan
5. Perbaikan Lahan Tambahan yang memiliki kehidupan terbatas. Biaya bangunan:

Termasuk semua pengeluaran yang terkait langsung dengan perolehan atau konstruksi
mereka. Biaya ini meliputi

1. Bahan, Tenaga Kerja, Dan Biaya Overhead yang terjadi selama konstruksi, dan
2. Biaya Profesional Dan Izin Bangunan. Biaya peralatan: Termasuk harga
pembelian,

Pengiriman Dan Penanganan Biaya yang dikeluarkan, asuransi pada peralatan saat transit,
biaya yayasan khusus jika diperlukan, perakitan dan pemasangan biaya, dan biaya
penyelenggaraan sidang berjalan.

27
Akutansi Keuangan 1
Masalah Akuntansi Yang Terkait Dengan Aset Yang Dibangun Sendiri.

Biaya tidak langsung dari manufaktur menciptakan masalah khusus karena perusahaan
tidak dapat dengan mudah melacak biaya ini langsung bekerja dan pesanan bahan yang
terkait dengan aset yang dibangun. Perusahaan mungkin menangani biaya ini di salah satu
dari dua cara.

1. Menetapkan ada overhead tetap ke biaya aset yang dibangun, atau


2. menetapkan sebagian dari semua overhead untuk proses konstruksi. Perusahaan
menggunakan metode kedua secara ekstensif.

Masalah Akuntansi Yang Terkait Dengan Kapitalisasi Bunga.

Hanya bunga aktual (dengan modifikasi) harus dikapitalisasi. Dasar pemikiran untuk
pendekatan ini adalah bahwa selama konstruksi, aset tersebut tidak menghasilkan pendapatan
dan oleh karena itu perusahaan harus menunda (memanfaatkan) biaya bunga. Setelah
konstruksi selesai, aset tersebut siap untuk digunakan dan pendapatan dapat diakui. Setiap
biaya bunga yang timbul dalam pembelian aset yang siap untuk digunakan harus dibebankan.

Akuntansi Yang Terkait Dengan Mendapatkan Dan Menilai Aset Tanaman.

Isu-isu berikut berhubungan dengan memperoleh dan menilai aset tanaman.

1. Diskon Kas: Apakah diambil atau tidak, mereka umumnya dianggap sebagai
pengurangan biaya aset; biaya riil aset adalah kas atau harga ekuivalen dari aset.
2. Kontrak Ditangguhkan-pembayaran: Perusahaan rekening untuk aset yang dibeli pada
kontrak kredit jangka panjang pada nilai sekarang dari pertimbangan dipertukarkan
antara pihak kontraktor.
3. Lump-sum pembelian: Mengalokasikan total biaya antara berbagai aset atas dasar
nilai wajar relatif mereka.
4. Penerbitan saham: Jika saham yang aktif diperdagangkan, harga pasar saham yang
dikeluarkan adalah indikasi yang adil dari biaya properti yang dibeli. Jika harga pasar
dari saham biasa dipertukarkan tidak ditentukan, menetapkan nilai wajar properti dan
menggunakannya sebagai dasar untuk pencatatan aset dan penerbitan saham biasa.
5. Bursa aset nonmoneter: Akuntansi untuk pertukaran aset nonmoneter tergantung pada
apakah pertukaran memiliki substansi komersial.

28
Akutansi Keuangan 1
6. Kontribusi: Rekam sebesar nilai wajar aset yang diterima, dan pendapatan kredit
untuk jumlah yang sama.

Menjelaskan Perlakuan Akuntansi Untuk Pembuangan Properti, Pabrik, Dan


Peralatan.

Terlepas dari waktu pembuangan, perusahaan mengambil penyusutan sampai dengan


tanggal disposisi dan kemudian menghapus semua akun yang terkait dengan aset pensiun.
Laba atau rugi dari penghentian aset tanaman ditunjukkan dalam laporan laba rugi bersama
dengan barang-barang lainnya yang timbul dari kegiatan usaha adat. Laba atau rugi konversi
paksa, jika tidak biasa dan jarang terjadi, dapat dilaporkan sebagai pos luar bias

Chapter 11
Penyusutan, Gangguan, Dan Penipisan

Penyusutan mengalokasikan biaya aktiva berwujud ke beban secara sistematis dan


rasional untuk periode yang diharapkan untuk mendapatkan keuntungan dari penggunaan
aset.

Mengidentifikasi Faktor-Faktor Yang Terlibat Dalam Proses Penyusutan.

Tiga Faktor terlibat dalam proses penyusutan (1) menentukan dasar penyusutan untuk
aset, (2) memperkirakan kehidupan layanan, dan (3) memilih metode biaya pembagian
(Depresiasi). Bandingkan aktivitas, garis lurus, dan metode penurunan-biaya penyusutan. (1)
Metode Activity: Mengasumsikan bahwa penyusutan adalah fungsi dari penggunaan atau
produktivitas bukan berlalunya waktu. Kehidupan aset dianggap dalam hal baik output
menyediakan, atau ukuran input seperti jumlah jam kerjanya. (2) metode garis lurus:
Mempertimbangkan penyusutan fungsi waktu bukan fungsi penggunaan. Prosedur garis lurus
sering yang paling konseptual sesuai ketika penurunan kegunaan konstan dari periode ke
periode. (3) metode Penurunan-charge: Menyediakan biaya depresiasi yang lebih tinggi pada
tahun-tahun sebelumnya dan biaya yang lebih rendah di kemudian periode. Pembenaran
utama untuk pendekatan ini adalah bahwa aset yang paling produktif di tahun-tahun awal.

Jelaskan Metode Penyusutan Khusus.

Dua metode penyusutan khusus adalah sebagai berikut. (1) Kelompok dan metode
komposit: Metode kelompok sering digunakan saat aset cukup mirip di alam dan memiliki

29
Akutansi Keuangan 1
kira-kira sama berguna hidup. Metode komposit dapat digunakan pada saat aset yang berbeda
dan memiliki berbagai hidup. (2) Hybrid atau kombinasi metode: Metode ini dapat
menggabungkan garis lurus / pendekatan aktivitas.

Menjelaskan Isu-Isu Akuntansi Yang Terkait Dengan Penurunan Nilai Aset.

Proses untuk menentukan kerugian penurunan nilai adalah sebagai berikut. (1)
peristiwa Review dan perubahan keadaan untuk kemungkinan penurunan nilai. (2) Jika
kejadian atau perubahan menyarankan penurunan nilai, menentukan jika jumlah dari arus kas
bersih masa depan yang diharapkan dari aset berumur panjang kurang dari tercatat dari aset.
Jika kurang, mengukur kerugian penurunan nilai. (3) penurunan nilai tersebut loss adalah
jumlah dimana nilai tercatat aset melebihi nilai wajar aset. Setelah perusahaan mencatat
kerugian penurunan nilai, mengurangi jumlah tercatat dari aset berumur panjang adalah biaya
dasar baru. kerugian penurunan nilai tidak dapat dikembalikan untuk aset yang dimiliki untuk
digunakan. Jika perusahaan mengharapkan untuk membuang aset, harus melaporkan
gangguan aset di-atau-net lebih rendah dari biaya nilai realisasi. Hal ini tidak disusutkan. Hal
ini dapat terus menerus direvaluasi, selama write-up tidak pernah ke jumlah yang lebih besar
dari yang tercatat berjumlah sebelum penurunan nilai.

Jelaskan Prosedur Akuntansi Menipisnya Sumber Daya Alam.

Untuk menjelaskan menipisnya sumber daya alam, perusahaan (1) membangun basis
penipisan dan (2) menulis dari biaya sumber daya. Empat faktor adalah bagian dari
membangun basis penipisan: (A) biaya akuisisi, (b) biaya eksplorasi, (c) biaya
pengembangan, dan (d) restorasi biaya. Untuk menulis off biaya sumber daya, perusahaan
biasanya menghitung deplesi pada unit-ofproduction metode. Jadi, deplesi adalah fungsi dari
jumlah unit ditarik selama periode. Untuk mendapatkan biaya per unit produk, total biaya
yang alami sumber daya kurang nilai sisa dibagi dengan jumlah unit yang diperkirakan
berada di sumber daya penyimpanan, untuk mendapatkan biaya per unit produk. Untuk
menghitung deplesi, biaya ini per Unit dikalikan dengan jumlah unit ditarik.

30
Akutansi Keuangan 1
Jelaskan Bagaimana Melaporkan Dan Menganalisis Aset, Peralatan, Dan
Sumber Daya Alam.

Dasar penilaian untuk properti, pabrik, dan peralatan dan sumber daya alam harus
diungkapkan bersama dengan janji, hak gadai, dan lainnya komitmen yang terkait dengan
aset tersebut. Perusahaan seharusnya tidak diimbangi jawab dijamin dengan properti, pabrik,
dan peralatan atau sumber daya alam terhadap ini aset, tetapi harus melaporkannya pada
bagian kewajiban. Ketika depresiasi aset, kredit account valuasi biasanya disebut Akumulasi
Penyusutan. ketika depleting aset, menggunakan account penipisan akumulasi, atau kredit
penipisan langsung ke Akun sumber daya alam. Perusahaan yang bergerak di signifikan
memproduksi minyak dan gas kegiatan harus memberikan pengungkapan tambahan tentang
kegiatan tersebut. analisis mungkin dilakukan untuk mengevaluasi perputaran aset, profit
margin pada penjualan, dan kembali pada aktiva.

Menjelaskan Metode Pajak Penghasilan Penyusutan.

Kongres memberlakukan Modifikasi Dipercepat Cost Recovery System (MACRS)


dalam Undang-Undang Reformasi Pajak tahun 1986. Ini berlaku untuk aset tetap ditempatkan
dalam pelayanan pada tahun 1987 dan kemudian. Perhitungan penyusutan bawah MACRS
berbeda dari perhitungan di bawah GAAP dalam tiga hal: (1) kehidupan pajak yang
diamanatkan, yang umumnya lebih pendek dari umur ekonomis; (2) cost recovery secara
dipercepat; dan (3) nilai sisa ditugaskan dari nol.

Chapter 12
Aset Tidak Berwujud

Jelaskan Karakteristik Aset Tidak Berwujud

Aktiva tidak berwujud memiliki dua karakteristik utama: (1) Mereka kekurangan
keberadaan fisik, dan (2) mereka tidak keuangan instrumen. Dalam kebanyakan kasus, aset
tidak berwujud menyediakan layanan selama periode tahun dan sehingga biasanya
diklasifikasikan sebagai aset jangka panjang.

Mengidentifikasi Biaya Untuk Memasukkan Dalam Penilaian Awal Aset Tidak


Berwujud.

31
Akutansi Keuangan 1
Berwujud dicatat sebesar biaya. Biaya mencakup semua biaya akuisisi dan
pengeluaran dibutuhkan untuk membuat aset tidak berwujud siap untuk digunakan. Jika
berwujud yang diperoleh dalam pertukaran untuk saham atau aset lainnya, biaya tidak
berwujud adalah nilai wajar diberikan pertimbangan atau nilai wajar tidak berwujud diterima,
mana yang lebih jelas. Ketika sebuah perusahaan membuat "keranjang pembelian" dari
beberapa berwujud atau Kombinasi berwujud dan tangibles, harus mengalokasikan biaya atas
dasar yang adil nilai-nilai.

Jelaskan Prosedur Untuk Amortisasi Aset Tak Berwujud.

Berwujud memiliki baik masa manfaat yang terbatas atau masa manfaat tidak
terbatas. Perusahaan amortisasi terbatas-hidup berwujud. Mereka tidak melakukan amortisasi
berwujud tak terbatas-hidup. berwujud terbatas-hidup harus diamortisasi dengan biaya
sistematis untuk biaya selama masa manfaat mereka. berguna hidup harus mencerminkan
periode dimana aset-aset ini akan memberikan kontribusi untuk arus kas. Itu jumlah yang
melaporkan beban amortisasi harus mencerminkan pola di mana perusahaan mengkonsumsi
atau menggunakan up aset, jika dipercaya bisa menentukan pola itu. Jika tidak, menggunakan
pendekatan garis lurus.

Jelaskan Jenis Aset Tidak Berwujud.

Jenis utama berwujud yang (1) terkait pemasaran berwujud, yang digunakan dalam
pemasaran atau promosi produk atau jasa; (2) berwujud pelanggan terkait, yang dihasilkan
dari interaksi dengan pihak luar; (3) seni terkait berwujud, memberikan hak kepemilikan
barang-barang seperti drama dan sastra bekerja; (4) berwujud terkait kontrak-, mewakili nilai
hak yang timbul dari pengaturan kontrak; (5) yang berhubungan dengan teknologi berwujud,
yang berkaitan dengan inovasi atau kemajuan teknologi; dan (6) goodwill, yang timbul dari
kombinasi bisnis.

Menjelaskan Masalah Akuntansi Untuk Merekam Goodwill.

Tidak seperti piutang, persediaan, dan paten bahwa perusahaan dapat menjual atau
pertukaran individual di pasar, goodwill dapat diidentifikasi hanya dengan perusahaan secara

32
Akutansi Keuangan 1
keseluruhan. kemauan baik adalah "kelangsungan" penilaian dan dicatat hanya ketika seluruh
bisnis dibeli. Sebuah perusahaan tidak harus bermodalkan niat baik internal. Itu manfaat masa
depan goodwill mungkin tidak memiliki hubungan dengan biaya yang dikeluarkan dalam
pengembangan goodwill itu. Goodwill mungkin ada bahkan tanpa adanya biaya tertentu
untuk mengembangkannya. Untuk catatan goodwill, perusahaan membandingkan nilai wajar
bersih berwujud dan diidentifikasi aset tidak berwujud dengan harga pembelian bisnis yang
diakuisisi. Perbedaan adalah dianggap goodwill. Goodwill adalah residual. Goodwill sering
diidentifikasi pada neraca sebagai kelebihan biaya atas nilai wajar aset bersih yang diakuisisi.

Jelaskan Isu-Isu Akuntansi Yang Terkait Dengan Gangguan Intangible Asset.

Penurunan terjadi ketika jumlah tercatat aset tidak berwujud tidak dapat dipulihkan.
Perusahaan menggunakan tes pemulihan dan tes nilai wajar untuk menentukan gangguan
untuk terbatas-hidup berwujud. Mereka hanya menggunakan tes nilai wajar untuk berwujud
tak terbatas-hidup. gangguan Goodwill memerlukan proses dua langkah. Pertama, menguji
nilai wajar pelaporan Unit, kemudian melakukan tes nilai wajar pada goodwill tersirat.

Identifikasi Isu-Isu Konseptual Yang Berkaitan Dengan Penelitian Dan


Pengembangan Biaya.

Biaya R & D tidak dengan sendirinya aset tidak berwujud, tetapi kegiatan R & D
sering mengakibatkan pengembangan sesuatu perusahaan paten atau hak cipta. kesulitan
dalam akuntansi untuk pengeluaran R & D (1) mengidentifikasi biaya yang berkaitan dengan
kegiatan tertentu, proyek, atau prestasi, dan (2) menentukan besarnya manfaat masa depan
dan lamanya waktu di mana sebuah perusahaan dapat menyadari manfaat tersebut. Karena ini
ketidakpastian terakhir, perusahaan diwajibkan untuk beban semua penelitian dan biaya
pengembangan saat terjadinya.

Menjelaskan Akuntansi Untuk Penelitian Dan Pengembangan Dan Mirip Biaya.

Ilustrasi 12-14 (halaman 668) menunjukkan biaya khas yang terkait dengan R & D
kegiatan dan perlakuan akuntansi diberikan mereka. Banyak biaya memiliki karakteristik
yang mirip dengan biaya R & D. Contohnya adalah start-up biaya, kerugian operasional awal,
dan biaya iklan. Untuk sebagian besar, biaya ini dibebankan pada saat terjadinya, mirip
dengan akuntansi biaya R & D.

Tunjukkan Penyajian Aset Tidak Berwujud Dan Item Terkait.


33
Akutansi Keuangan 1
Di neraca, perusahaan harus melaporkan semua aset tidak berwujud selain goodwill
bagian yang terpisah. Akun kontra biasanya tidak ditampilkan. Jika goodwill hadir, juga
harus dilaporkan sebagai bagian yang terpisah. Pada laporan laba rugi, perusahaan harus
melaporkan beban amortisasi dan kerugian penurunan operasi yang dilanjutkan. Catatan atas
laporan keuangan memiliki informasi rinci tambahan. Laporan keuangan harus
mengungkapkan total biaya R & D dibebankan setiap periode yang penghasilan Pernyataan
disajikan.

34
Akutansi Keuangan 1
Identitas Buku Pembanding

Judul : Akuntansi Keuangan Berdasarkan SAK Berbasis IFRS

No Isbn : 978-979-061-287-7

Pengarang : - Hans Kartikahadi

- Rosita Uli Sinaga

- Merliyana Syamsul

- Sylvia Veronica Siregar

Penerbit : Salemba Empat

Tahun Terbit : 2012

Tebal Buku : 438 Halaman

Ukuran Buku : 17 X 24 Cm

Edisi :1

Bahasa Teks : Bahasa Indonesia

35
Akutansi Keuangan 1
Ringkasan Buku 2
Chapter 1
Akuntansi Dan Standar Akuntansi Keuangan
Akuntansi, Akuntansi Bisnis, Dan Akuntansi Keuangan

Pengertian akuntansi menurut accounting principles board dan american institute of


certified public accountant pada tahun 1970 adalah suatu aktivitas atau kegiatan pelayanan,
yang fungsinya terutama untuk memberikan informasi kuantitatif, tertama bersifat keuangan,
dari suatu entitas ekonomi dengan maksud berguna untuk pengambilan keputusan ekonomi
dalam memilih secara bijak diantara alternatif tindakan.

Akuntansi sebagai suatu sisem informasi keuangan secara teori dan praktik dapat dibedakan
menajdi berikut ini :

Akuntansi Sektor Mikro

a. Akuntansi bisnis
1. Akuntansi keuangan adalah akuntansi yang bertujuan untuk menghasilkan
informasi keuangan suatu entitas yang berguna bagi para pemangku kepentingan
sebagai penerima dan pegguna laporan keuanagn untuk mengambil keputusan
ekonomi, membrikan pemahaman tentang posisi keuangan dan memberikan
pemahaman mengenai kinerja keuangan suatu perusahaan.
2. Akuntansi manajemen adalah akuntansi yang bertujuan mengolah,
menghasilkan, dan melaporkan informasi keuangan kepada manajemen yang
berguna dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian kegiatan
usaha.akuntansi manajemen harus bersifat sesuai dengan sifat manajemen yang
dilayani, yaitu dinamis, bervariasi, dan inovatif.
3. Akuntansi pajak adalah bidanga akuntansi yang bertujuan menghitung dan
melaporkan objek pajak agar kewajiban pajak dapat dihitung dan dibayar sesuai
dengan peraturan perpajakan yang berlaku.
4. Akuntansi biaya adalah akuntansi yang membahas mengenai hubungan antara
akuntansi manajemen dan akuntansi keuangan.

Akuntansi Sektor Makro

1. Akuntansi pemerintahan
2. Akuntansi pendapatan nasional
3. Akuntansi lingkungan

36
Akutansi Keuangan 1
Peran Akuntansi Dalam Pengalokasian Sumber Ekonomi

- Akuntansi manajemen berperan membantu manajmen dalama mengelola faktor


produksi secara efektif dan efisien, dan sangat penting dalam persaingan dipasar
barang dan jasa.
- Akuntansi keuangan berperan dalam menyusun dan melaporkan keadaan posisi
keuangan, arus kas, dan kinerja atau laba rugi suatu perusahaan secara akurat, dapat
diandalkan, transparan, dan tidak menyesatkan tentunya akan dapat mendukung suatu
pasar uang dan pasar modal yang efisien
- Akuntansi pajak berperan untuk penyaluran dana masyarakat dalam wujud pajak ke
kas negara sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku secara adil dan tertib

Laporan Keuangan Dan Laporan Lainnya

Laporan keuanagan pada umunya disusun dan dilaporkan berupa unsur-unsur laporan
posisi keuangam atau neraca, laporan laba rugi komprehensif, laporan perubahan ekuitas,
laporan arus kas, catatan atas laporan keuangan, dan laporan poisisi keuangan pada awal
periode komparatif.

Standar Akuntansi Keuangan Di Indonesia

a. Standar akuntansi keuangan untuk entitas berakuntabilitas publik secara signifikan


b. Standar akuntansi keuangan khusus untuk entitas tanpa akuntabilitas publik
c. Standar akuntansi syariah khusus untuk entitas dan transaksi syariah

Konvergensi Intenational Financial Reporting Standards (IFRS) / International Accounting


Standards (IAS)

Agar laporan keuangan suatu entitas dapat digunakan dan diperbandingkan di


mancanegara, masing-masing negara telah melakukan program konvergensi standar
akuntansi nasional dengan international financial reporting standards yang disusun oleh
international accounting standards board

Keterbatasan Laporan Keuangan

Pengguna laporan keuangan seharusnya memahami adanya beberapa keterbatasan


suatu laporan keuangan yang disusun berdasarkan standar akuntansi keuangan yang berlaku
antara lain bersifat historis, bersifat kuantitatif, tidak semua hal bisa diukur dengan satuan
37
Akutansi Keuangan 1
uang dan nilai uang cenderung tidak stabil, prinsip makna mengungguli bentuk seringkali
tidak selaras dengan peraturan hukum yang berlaku, dan penggunaan metode akuntansi uang
berbeda menyebabkan laporan keuangan perusahaan yang berbeda tidak mudah untuk
dibandingkan.

Tantangan Bagi Akuntansi Keuangan Dan Profesi Akuntan

Era globalisasi membawa dampak dunia bisnis berkembang dengan sangat dinamis
dan penuh risiko, sedangkan perkembangan teknologi informasi, telekomunikasi, dan
komunikasi sangat pesat, berdampak tuntutan atas keakuratan, kecepatan, dan kemutakhiran
informasi semakin tinggi. Dewasa ini, akuntansi keuangan dan profesi akuntan sedangkan
sedang menghadapi tantangan yang besar

Regulasi Profesi Akuntan Publik

Amerika serikat telah mengeluarkan peraturan sarbanes oxley act untuk menerbitkan
emiten di bursa saham dan tata kerja akuntan publik dan di indonesia pada tanggal 3 mei
2011 telah disahkan undang-undang akuntan public

Chapter 2
Kerangka Dasar
Pengertian Tentang Kerangka Dasar

FASB memberikan pengertian tentang kerangka dasar sebagai suatu sistem


pemahaman tentang beberapa tujuan dan landasar terpadu yang mampu merintis standar yang
konsisten, dan menjelaskan sifat, fungsi, dan batasan akuntansi keuangandan laporan
keuangan. Kerangka dasar penyusunan dan penyajian laporan keuangan berisikan konsep-
konsep dasar yang melandasai penyusunan standar akuntansi keuangan yang berlaku. Namun,
kerangka dasar bukan merupakan standar akuntansi. Standar akuangan harus diutamakan.

Tujuan Laporan Keuangan

Tujuan laporan keuangan adalah menyediakan informasi tentang posisi keuangan,


kinerja, serta perubaham posisi keuangan suatu entitas yang bermanfaat bagi sejumlah besar
pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi.

38
Akutansi Keuangan 1
Asumsi Dasar

Asumsi dasar penyusunan dan penyajian laporan keuangan adalah dasar akrual dan
kelangsungan usaha. Dasar akrual berarti suatu transaksi atau kejadian yang dibukukan dan
dilaporkan pada saat terjadinya dan mempunyai dampak atas sumber daya dan kewajiban
suatu entitas dan tidak semata-mata berdasarkan saat terjadinya penerimaan atau pengeluaran
kas. Kelangsungan usaha adalah asumsi bahwa laporan keuangan disusun untuk suatu entitas
yang sedang dan akan lanjut berusaha, serta tidak akan dilikuidasi atau dikurangi secara
signifikan skala usahanya. Jika timbul maksud tersebut, laporan keuangan mungkin akan
disusun dengan dasar yang berbeda dan harus mengungkapkan dasar yang digunakan.

Karakteristik Kualitatif Laporan Keuangan

Agar laporan keuangan dapat bermanfaat dan tidak menyesatkan, suatu laporan
keuangan harus memenuhi empat karakteristik kualitatif pokok yaitu dapat dipahami, relevan,
keandalan, dan dapat dibandingkan. Suatu informasi dikatakan relevan untuk dilaporkan jika
suatu informasi bersifat penegasan tentang peristiwa atau keadan masa lalu dan masa kini,
digunakan untuk meramalkan atau memproyeksikan peristiwa atau keadaan masa depan, dan
memberikan umpan balik sehubungan dengan pengawasan.

Unsur-Unsur Laporan Keuangan

Terdapat lima unsur pokok laporan kauangan, yaitu aset, liabilitas, ekuitas yang
merupakan unsur laporan posisi keuangan, pendapatan dan beban yang merupakan unsur
laporan laba rugi. Batasan pengertian, pengakuan tentang keberadaan, dan pengukuran
merupakan hal yang sangat penting untuk memahami akuntansi keuangan dengan baik.

Konsep Modal Dan Pemeliharaan Modal

Konsep pemeliharaan modal berkaitan dengan konsep laba dan memebrikan dasar
rujukan dalam perhitungan laba rugi. Pemahaman konsep ini penting untuk membedakan
pengertian imbalam modal entitas dan pengembalian modal. Imbalan modal entitas adalah
laba atau keuntungan yang dihasilkan atas modal yang diinvestasikan pada entitas, sedangkan
pengembalian modal merupakan penarikan kembali modal oleh pemilik.

39
Akutansi Keuangan 1
Isu Terakhir Tentang Kerangka Dasar

Dalam era globalisasi, timbul kebutuhan untuk mengonvergensikan standar akuntansi


keuangan mancanegara yang semula sangat beragam. Peran IASB sebagai penyusun IFRS
sangatlah penting. Begitu juga peran badan penyusun standar akuntansi negara industri besar,
terutama fasb dari amerika serikat juga sangat berpengaruh melalui program kerjasama
dengan IASB

Chapter 3
Siklus Akuntansi
Persamaan Akuntansi

Persamaan akuntansi 1 : aset = liabilitas + ekuitas

Persamaan akuntansi 2 : aset = liabilitias + ekuitas + (pendapatan-beban)

Tata Buku Berpasangan

Tata buku berpasangan adalah suatu metode pembukuan dalam proses akuntansi yang
berlandaskan pada persamaan akuntansi dan konvensi debit dan kredit. Setiap transaksi atau
kejadian yang berdampak keuangan dibukukan dengan mendebit dan mengkredit unsur
laporan terkait secara berpasangan, jumlah pembukuan debit dan kredit setiap kali harus
seimbang dalam jumlah yang sama

Siklus Akuntansi

Siklus akuntansi adalah suatu rangkaian proses akuntansi, mulai dari timbulnya suatu
transaksi atau kejadian, dicatat dan diolah dalam berbagai media akuntansi akhirnya tersusun
laporan keuangan

Transaksi Dan Kejadian

Peristiwa yang mempunyai dampak keuangan adalah objek akuntansi yang harus
dibukukan dan dilaporkan. Transaksi adalah peristiwa keuangan yang terjadi antar dua pihak.
Kejadian adalah peristiwa keuangan yang terjadi pada entitas sendiri.

40
Akutansi Keuangan 1
Ayat Jurnal

Menjurnal adalah tahap pertama dari suatu proses akuntansi yaitu membukukan ayat
jurnal suatu transaksi atau kejadian dalam wadah pembukuan yang paling dasar dalam jurnal
atau buku harian

Fungsi Dan Peran Buku Besar

Buku besar adalah kumpulan akun, aset, liabilitas, ekuitas, pendapatan, beban, dan
pendapatan komprehensif lain, baik berbentuk buku, kumpulan kartu atau cetakan komputer.
Fungsi dan peran buku besar adalah menyaring dan mengklasifikan dampak suatu transaksi
atau kejadian pada masing-masing akun terkait. Dalam tata buku berpasangan, buku besar
adalah media pokok dalam proses akuntansi.

Penyusunan Neraca Percobaan

Langkah awal untuk menyusun laporan keuangan adalah menyusun neraca percobaan
dari saldo setiap akun buku besar. Juga merupakan pengecekan pertama tentang kebenaran
keseimbangan debit dan kredit proses pembukuan yang dilakukan selama ini

Fungsi Ayat Jurnal Penyesuaian

Fungsi ayat jurnal penyesuaian adalah memutakhirkan pembukuan menjelang


penyusunan laporan keuangan. Pembukuan penyusutan aset tetap, penyisihan piutang tak
tertagih, pendapatan yang masih harus ditagih, beban yang telah timbul adalah ayat jurnal
penyesuaian yang lazimnya dilakukan

Fungsi Kertas Kerja

Fungsi kertas kerja adalah memudahkan perhitungan dan penyusunan laporan


keuangan

Fungsi Ayat Jurnal Penutup

Ayat jurnal penutup perlu dilakukan setelah laporan keuangan suatu periode usaha
tersusun, untuk menutup semua akun laba rugi. Dengan demikian perhitungan laba rugi setiap
periode dapat dilakukan secara akurat

Fungsi Ayat Jurnal Pembalik

41
Akutansi Keuangan 1
Ayat jurnal pembalik perlu dilakukan untuk pembukuan kembali ayat jurnal
penyesuaian tertentu, dan semata mata merupakan masalah teknis akuntansi

Penjelasan Penyesuaian Persediaan Akhr Waktu Penutupan Buku

Bagi suatu perusahaan perdagangan atau manufaktur barang, metode pembukuan dan
penilaian persediaan, khususnya persediaan akhir sangat penting agar laporan keuangan dapat
disusun berdasarkan standar akuntansi keuangan yang berlaku

Chapter 4
Penyajian Laporan Keuangan
IAS 1

Pada tahun 2007 IASB telah merevisi IAS 1 presentation of financial statements

berdasarkan pertimbangan sebagai berikut

1. Mengelompokkan informasi berdasarkan persamaan karakter


2. Mengadaptasi FASB statement NO.130 . Statement of comprehensive income
3. Menyempurnakan dan menata ulang IAS 1 agar lebih mudah dipahami

PSAK 1

PSAK 1 menetapan dasar-dasar bagi penyajian laporan keuangan bertujuan umum,

yaitu untuk memenuhi kebutuhan bersama sebagian besar pengguna laporan agar dapat

diperbandingkan antar periode atau dengan entitas lain, kemudian mengatur persyaratan,

penyajian, struktur, dan minimal isi laporan keuangan

SAK

SAK adalah standar akuntansi keuangan untuk penyususnan laporan keuangan entitas

berakuntabilitas publik, dan tidak wajib bagi entitas tidak berakuntabilitas publik dan tidak

berlaku bagi transaksi atau unsur syariah. untuk entitas tidak berakuntabilitas publik telah

tersusun khusus dalam SAK-ETAP dan untuk transaksi dan unsur syariah telah ditetapkan

dalam SAK syariah


42
Akutansi Keuangan 1
Peristilahan Akuntansi

Beberapa defenisi peristilahan akuntansi yang perlu dipahami

1. SAK adalah pernyataan dan interpretasi yang dikeluarkan oleh dewan standar
akuntansi keuangan ikatan akuntansi indonesia serta peraturan regulator pasar modal
untuk entitas yang berada dibawah pengawasannya
2. Laporan keuangan bertujuan umum adalah laporan keuangan yang bertujuan untuk
memenuhi kebutuhan bersama sebagian pengguna laporan keuangan
3. Material, dapat dijelaskan bahwa kelalaian atau kesalahan dalam mencatat pos-pos
laporan keuangan dengan memperhatikan ukuran dan sifatnya serta kondisi setempat
dianggap material jika ada, baik secara sendiri maupun bersama-sama dapat
memengaruhi keputusan ekonomi pengguna laporan keuangan
4. Tidak praktis, penerapan suatu persyaratan dianggap tidak praktis jika entitas tidak
dapat menerapkannya setelah melakukan segala upaya yang rasional

Tujuan Laporan Keuangan

Laporan keuangan adalah suatu penyajian terstruktur dari posisi keuangan dan kinerja
keuangan suatu entitas yang bertujuan memberikan informasi mengenai posisi keuangan,
kinerja keuangan, dan arus kas entitas yang bermanfaat bagi sebagian besar kalangan
pengguna laporan keuangan dalam pembuatan keputusan ekonomi, serta menunjukkan hasil
pertanggungjawaban manajemen atas penggunan sumber daya yang dipercayakan kepada
mereka

Komponen Laporan Keuangan

Komponen laporan keuangan lengkap terdiri atas : Laporan posisi keuangan, Laporan
laba rugi komprehensif, Laporan perubahan ekuitas, Laporan arus kas, Catatan atas laporan
keuangan, Laporan posisi keuangan pada awal periode komparatif

Karakteristik Laporan Keuangan

Karakteristik umum laporan keuangan meliputi beberapa hal yaitu : Penyajian secara
wajar dan kepatuhan terhadapa sak, Kelangsungan usaha, Dasar akrual, Materialitas dan
agregasi, Dilarang saling hapus, Frekuensi laporan, Informasi komparatif, Konsisten
penyajian

43
Akutansi Keuangan 1
Laporan Keuangan Interim

Laporan keuangan interim adalah laporan keuangan yang disusun diantara dua
laporan keuangan tahunan, dapat berupa bulanan, kuartalan, atau periode lainnya, dan
merupakan bagian yang integral dengan periode tahunan. Konsep yang memandang bahwa
laporan interim adalah bagian integral atau tak terpisahkan dari laporan tahunan, berarti etode
pengakuan, pengukuran, penyajian, dan pengungkapan laporan keuangan interim haruslah
sesaui dan berkesinambungan dengan laporan keuangan tahunan, dengan tetap
memperhatikan pengaturan isak 17 laporan keuangan interim dan penurunan nilai.

Chapter 5
Laporan Posisi Keuangan Dan Laporan Perubahan Ekuitas
Pengertian Tentang Laporan Posisi Keuangan

Laporan keuangan menyajikan aset, liabilitas, dan ekuitas suatu entitas tertentu pada
suatu tanggal tertentu

Kegunaan Laporan Posisi Keuangan

Laporan posisi keuangan diperlukan untuk pemahaman dan menganalisis keadaan


keuangan suatu entitas, yaitu likuiditas dan solvabilitas serta fleksibilitas suatu keuangan
pada suatu waktu, agar dapat menentukan kebijakan dengan baik khususnya dalam
menghadapi kesulitan arus kas.

Unsur Laporan Posisi Keuangan

Laporan posisi keuangan menyajikan secara lebih terinci setiap unsur-unsur aset,
liabilitas, dan ekuitas entitas. Bagi entitas yang merupakan entitas induk, akan timbul pos
kepentingan nonpengendali yang sebelumnya dikenal dengan istilah hak minoritas.
Kepentingan non pengendali disajikan sebagai bagian dari ekuitas. Disamping itu dalam
kelompok ekuitas terdapat komponen pendapatan komprehensif lain

Pengklasifikasian Aset Lancar Dan Liabilitas Jangka Pendek

Aset lancar adalah aset yang diharapkan akan direalisasikan atau dijual dalam siklus
operasi normal, aset yang dimiliki dengan tujuan untuk diperdagangkan, aset yang
diharapkan akan direalisasikan dalam jangka waktu dua belas bulan setelah periode laporan.
44
Akutansi Keuangan 1
Serta kas atau setara kas, kecuali yang dibatasi penggunaannya sehingga tidak dapat
dipertukan atau digunakan untuk menyelesaikan liabilitas sekurang-kurangnya dua belas
bulan setelah periode pelaporan. Sedangkan untuk dapat dikategorikan sebagai liabilitas
jangka pendek, selain liabilitas yang akan jatuh tempo dalam waktu 12 bulan setelah tanggal
pelaporan,yang akan diselesaikan dalam siklus operasi normal entitas, dimaksudkan untuk
diperdagangkan, termasuk juga liabilitas dimana entitas tidak memiliki hak tanpa syarat
untuk menunda penyelesaiannya pada tanggal laporan.

Pengungkapan Untuk Laporan Posisi Keuangan

Entitas mengungkapkan dalam laporan posisi keuangan atau dalam catatan atas
laporan keuangan, subklasifikasi pos-pos yang disajikan dan diklasifikasikan secara tepat
sesuai dengan operasi entitas.

Tujuan Dan Kegunaan Laporan Perubahan Ekuitas

Laporan perubahan ekuitas melaporkan perubahan yang terjadi atas setiap komponen
ekuitas, yaitu peningkatan atau penurunan pada aset bersih pemilik (owners) suatu entitas
tertentu selama suatu periode tertentu. tujuan dan manfaat penyusunan laporan perubahan
ekuitas adalah untuk memahami sebab pertambahan atau pengurangan komponen ekuitas
selama suatu periode tertentu, dan dilaporkan secara jelas perubahan yang disebabkan
sehubungan dengan: a) transaksi sehubungan dengan kepemilikan dengan pemilik atau
persero, b) koreksi atau penyesuaian atas saldo laba periode lalu, c) hasil usaha periode yang
bersangkutan, dan d) perubahan dalam komponen pendapatan komprehensif lain.

Pengungkapan Deviden Dan Setoran Modal

Entitas menyajikan, baik dalam laporan perubahan ekuitas atau catatan atas laporan
keuangan, jumlah dividen yang diakui sebagai distribusi kepada pemilik selamaperiode, dan
nilai dividen per saham.

Chapter 6
Laporan Laba Rugi Komprehensif Dan Laporan Arus Kas
Tujuan Dan Kegunaan Laporan Laba Rugi

Tujuan penyusunan laporan laba rugi komprehensif adalah untuk memberikan


informasi tentang kinerja keuangan entitas selama suatu periode usaha tertentu, yaitu laba
rugi, komposisi, dan rincian penghasilan ( pendapatan dan keuntungan) serta beban yang
45
Akutansi Keuangan 1
berguna untuk menghitung atau menganalisis profitabilitas, efisiensi, pengembalian investasi,
laba per saham, serta ramalan tentang kemampuan arus kas entitas tersebut. Kegunaan
laporan laba rugi sebagai berikut:

a) Melaporkan dan mempertanggung jawabkan kinerja entitas selama suatu periode


usaha tertentu.
b) Memberikan informasi penting sebagai landasan perencanaan.
c) Mengantisipasi risiko yang mungkin timbul.

Keterbatasan Laporan Laba Rugi

1. Beberapa konsep dasar yang mendasari penyusunan SAK kadang – kadang membawa
dampak perhitungan laba rugi tidak atau kurang dapat mencerminkan keadaan.
2. Perhitungan dan pelaporan akuntansi banyak menggunakan asumsi dan estimasi yang
kadang-kadang belum tentu tepat.
3. Industri tertentu perhiyungan dan pelaporan penghasilan dan pendapatan juga harus
dilakukan berdasarkan asumsi dan tafsiran.
4. Beberapa unsur yang tidak dapat di taksir dengan andal kepastiannya seringkali luput
diperhitungkan disajikan dalam laporan laba rugi.
5. Laporan keuangan adalah sekadar gambaran masa lalu.

Unsur Laporan Laba Rugi

Unsur laporan laba rugi pada dasarnya terdiri atas penghasilan dan beban. Penghasilan
(income) mencakup pendapatan (revenue) dan keuntungan (gains). Beban mencakup baik
kerugian (losses) maupun beban yang langsung berhubungan dengan kegiatan usaha normal
atau ekspens.

Bentuk Penyajian Laporan Laba Rugi

Laporan laba rugi dapat disajikan dalam bentuk laporan (report form) atau bentuk
akun (account form) dan dalam bentuk strata tunggal (single step) maupun multi strata akun
(multiple step)

Metode Penyajian Beban

Beban disajikan dalam laporan laba rugi menurut metode sifat beban atau fungsi
beban dalam entitas atau perusahaan dan lazimnya disajikan berdasarkan gabungan kedua
metode tersebut.
46
Akutansi Keuangan 1
Cara Penyajian Laporan Laba Rugi Komprehensif

Menurut SAK 1 laporan laba rugi komprehensif dapat disajikan dengan dua cara:

1. Dalam bentuk satu laporan laba rugi komprehensif, metode ini melaporkan seluruh
pendapatan dan beban, dan laba rugi dari usaha pokok maupun diluar usaha pokok
(laba rugi komphrehensif lain) dalam satu laporan.
2. Dalam bentuk dua laporan
i. Laporan laba rugi terpisah
hanya melaporkan komponen laba rugi yang berkaitan dengan usaha pokok
atau normal entitas.
ii. Laporan laba rugi komprehensif
dimulai dari saldo laba atau rugi hasil perhitungan laporan laba rugi (terpisah)
tersebut pada butir (i) dan dilanjutkan dengan komponen laba rugi
komprehensif lain, yaitu pos-pos pendapatan dan beban (pemasuk penyesuaian
reklasifikasi) diluar tersebut pada butir (i).

Tujuan Dan Manfaat Laporan Arus Kas

Laporan arus kas (statement of cash flow) disusun untuk menjelaskan (a) jumlah
penerimaan (receipts) dan pengeluaran (disbursements/payments) dana ( kas dan setara kas)
selama suatu periode usaha, (b) sumber penerimaan dan sasaran pengeluaran, serta (c)
bertambah atau berkurangnya saldo akhir kas dan setara kas dibandingkan saldo awal periode
usaha.

Penggolongan Sumber Dan Penggunaan Arus Kas

Sumber dan penggunaan arus kas dipisahkan atas 3 golongan, yaitu yang bersumber
dari: Aktivitas oerasi, Aktivitas investasi dan, Aktivitas pendanaan.

Metode Penyusunan Laporan Arus Kas

Laporan arus kas aktivitas operasi dapat disusun berdasarkan atas :

 Metode langsung
 Metode tidak langsung

47
Akutansi Keuangan 1
Chapter 7
Pengenalan Instrumen Keuangan
Definisi Dan Konponen Istrumen Keuangan

Instrumen Keuangan adalah setiap kontrak yang menambah nilai aset keuangan
entitas dan liabilitas keuangan atau instrumen ekuitas lain. instrumen keuangan dapat
diklasifikasikan kedalam tiga kategori, yaitu aset keuangan, liabilitas keuangan , dan istrumen
ekuitas.

Kategori Dan Reklasifikasi Aset Dan Liabilitas Keuangan

Aset Keuangan dapat diklasifikasika sebagai aset keuangan yang diukur pada nilai
wajar melalui laporan laba rugi (FVTPL), tersedia untuk dijual (AFS), pinjaman yang
diberikan dan piutang ( L & R ), dan dimiliki hingga jatuh tempo(HTM). Liabilitas keuangan
dapat diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui
laporan laba rugi dan liabilitas keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi.

Pengakuan Awal Aset Dan Liabilitas Keuangan

Pada saat pengakuan awal, aset keuangan dan liabilitas keuangan diukur pada nilai
wajar.pada umunya, nilai wajar aset keuangan pada saat pengakuan awal sama dengan harga
transaksinya, yaitu nilai wajar pembayaran yang diserahkan atau diterima atau nilai wajar
instrumen tersebut dapat dibuktikan melalui perbandingan transaksi pasar terkini yang dapat
diobservasi untuk instrumen yang sama atau berdasarkan teknik penilaian yang variabel –
variabelnya hanya menggunakan data pasar yang dapat diobservasi.

Pegumpulan Setelah Pengakuan Awal Aset Dan Liabilitas Keuangan

Pada setiap tanggal pelaporan, instrumen keuangan diukur sesuai dengan kategori
pengakuan awal. Instrumen keuangan dalam kategori fvtpl dan tersedia untuk dijual harus
diukur kembali padanilai wajar. Sedangkan, instrumen keuangan dalam kategori dimiliki
hingga jatuh tempo dan pinjaman yang diberikan dan piutang harus diukur pada biaya
perolehan diamortisasi.

Konsep Penurunan Nilai Aset Keuangan

Penurunan nilai merupakan penurunan kemampuan suatu astet dalam menghasilkan


manfaat ekonomi dari yang diharapkan sebelunya, sebagaimana telah diperkirakan oleh

48
Akutansi Keuangan 1
perusahaan secara periodik. Aset keuangan mengalami penurunan nilai dan kerugian
penurunan nilai yang telah terjadi.

Konsep Penghentian Pengakuan Istrumen Keuangan

Entitas menghentikan pengakuan aset keuangan dan menghapusnya dari laporan


posisi keuangan, jika hanya hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset keuangan
tersebut berakhir atau mentranfer aset keuangan dan transfer tersebut memenuhi kriteria
penghentian pengakuan.

Konsep Saling Hapus Aset Keuangan Dan Liabilitas Keuangan

Saling hapus mengacuh pada penyajian atas pengakuan aset keuangan dan liabilitas
keuangan secara neto aset keuangan dan liabilitas keuangan dalam laporan posisi keuangan.

Persyaratan Pengungkapan Aset Keuangan Dan Liabilitas Keuangan

Entitas harus mengungkapkan informasi berdasarkan kelompok instrumen keuangan,


signifikansi instrumen keuangan serta sifat dan luas resiko yang timbul drai instrumen
keuangan. informasi tersebut meliputi kategori instrumen keuangan, relaksifikasi,
penghentian pengakuan, agunan, penyisihan rugian kredit, instrumen keuangan majemuk
dengan beberapa derifatif melekat, wanpretasi dan langgaran, pos penghasilan, beban,
keuntungan dan kerugian, kebijakan akuntansi, akuntansi lindung nilai, nilai wajar, serta
manajemen resiko atas instrumen keuangan.

Perbedaan PSAK Dan IFRS Terkait Dengan Instrumen Keuangan

Pada dasarnya perbedaan pokok anatara PSAK dan IFRS terkait penyajian,
pengukuran, dan pengungkapan adalah mengenai tanggal efektif, ketentuan transisi,
penarikan, dan amandemen IFRS 7 mengenai opsi nilai wajar yang belum diadopsi oleh
PSAK.

Chapter 8
Pengenalan Instrumen Keuangan
Ruang Lingkup PSAK 50,55, Dan 60

PSAK 50,55, dan 60 sama-sama mengatur mengenai perlakuan akuntansi instrumen


keuangan, namun masing-masing standar tersebut memiliki ruang lingkup yang sedikit
berbeda. beberapa instrumen keuangan yang berada diluar ruang lingkup PSAK 50,55, dan
49
Akutansi Keuangan 1
60. antar lain penyertaan pada entitas anak, asosiasi atau ventura bersama, instrumen
keuangan yang termasuk dalam ruang lingkup PSAK 62, hak dan kewajiban pemberi kerja
berdasarkan program imbalan pemberian kerja sesuai dengan PSAK 24, instrumen keuangan
terkait dengan transaksi pembayaran berbasis saham, dan kontrak asuransi yang diatur dalam
PSAK 62

Definisi Dan Komponen Laporan Keuangan

Instrumen Keuangan adalah setiap kontrak yang menambah nilai aset keuangan
entitas dan liabilitas keuangan atau instrumen ekuitas lain. instrumen keuangan dapat
diklasifikasikan kedalam tiga kategori yaitu aset keuangan, liabilitas keuangan, dan instrumen
ekuitas

Kategori Dan Reklasifikasi Dan Liabilitas Keuangan

Aset Keuangan dan diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang diukur pada nilai
wajar melalui laporan laba rugi, tersedia untuk dijual, pinjaman yang diberikan dan piutang,
dan dimiliki hingga jatuh tempo. liabilitas keuangan dapat diklasifikasikan sebagai liabilitas
keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi dan liabiltas keuangan yang
diukur pada biaya perolehan diamortisasi.

Pengakuan Awal Aset Dan Liabilitas Keuangan

Pada Saat Pengakuan Awal, aset keuangan dan liabilitas keuangan diukur pada nilai
wajar. pada umumnya, nilai wajar aset keuangan pada saat pengakuan awal sama dengan
harga transaksinya yaitu nilai wajar pembayarannya yang diserahkan atau diterima atau nilai
wajar instrumen tersebut dapat dibuktikan melalui perbandingan transaksi pasar terkini yang
dapat diobservasi untuk instrumen yang sama atau berdasarkan teknik penilaian yang
variabel-variabelnya hanya menggunakan data pasar yang dapat diobeservasi.

Pengukuran Setelah Pengakuan Awal Aset Dan Liabilitas Keuangan

Pada setiap tanggal pelaporan, instrumen keuangan diukur sesuai dengan kategori
pengakuan awal. Instumen keuangan dalam kategori ftvpl, dan tersedia untuk dijual harus
diukur kembali pada nilai wajar. Sedangkan instrumen keuangan dalam kategori dimiliki
hingga jatuh tempo dan pinjaman yang diberkan dan piutang harus diukur pada biaya
perolehan diamortisasi. Kecuali untuk investasi dalam instrumen ekuitas yang tidak memiliki

50
Akutansi Keuangan 1
kuotasi harga di pasar aktif dan nilai wajar tidak dapat ditentukan dengan andal, diukur pada
biaya perolehan dengan tetap melakukan penilaian penurunan nilai secara periodik.

Konsep Penurunan Nilai Aset Keuangan

Penurunan nilai merupakan penurunan kemampuan suatu aset dalam menghasilkan


manfaat, ekonomi dari yang diharapkan sebelumnya, sebagaimana telah diperkirakan oleh
perusahaan secara periodik. Aset keuangan mengalami penurunan nilai dan kerugian
penurunan nilai telah terjadi, jika dan hanya jika terdapat bukti yang objektif mengenai
penurunan nilai tersebut sebagai akibat dari satu atau lebih peristiwa setelah pengakuan awal
dan peristiwa yang merugikan tersebut berdampak pada estimasi arus kas masa depan aset
keuangan yang dapat diestimasi secara andal.

Konsep Penghentian Dan Pengakuan Instrumen Keuangan

Entitas menghentikan pengakuan aset keuangan dan menghapusnya dari laporan


posisi keuangan, jika dan hanya jika hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset
keuangan tersebut berakhir atau mentransfer aset keuangan dan transfer tersebut memenuhi
kriteria penghentian pengakuan

Konsep Saling Hapus Aset Keuangan Dan Liabilitas Keuangan

Saling hapus mengacu pada penyajian atas pengakuan aset keuangan dan liabilitas
keuangan secara neto aset keuangan dan liabilitas keuangan di dalam laporan posisi
keuangan. Saling hapus aset dan liabilitas keuangan berbeda dengan penghentian pengakuan.
Saling hapus merupakan isu penyajian dan tidak menimbulkan pengakuan keuntungan atau
kerugian, sedangkan penghentian pengakuan melibatkan pengakuan aset keuangan atau
liabiltas keuangan dari laporan posisi keuangan dan menimbulkan pengakuan keuntungan dan
kerugian

Persyaratan Pengungkapan Aset Keuangan Dan Liabilitas Keuangan

Entitas harus mengungkapkan informasi berdasarkan kelompok instrumen keuangan,


signifikan isntrumen serta sifat dan luas resiko yang timblul dari resiko instrumen keuangan.
Informasi tersebut meliputi kategori instrumen keuangan, reklasifikasi, penghentian
pengakuan, agunan, penyisihan kerugian kredit, instrumen keuangan majemuk dengan
beberapa derivatif melekat, wanpretasi dan pelanggaran, pos penghasilan, beban, keuntungan

51
Akutansi Keuangan 1
dan kerugian, kebijakan akuntansi, akuntansi lindung nilai, nilai wajar, serta manajemen
resiko aas instrumen keuangan

Perbedaan PSAK Dan IFRS Terkait Dnegan Instrumen Keuangan

Pada dasarnya perbedaan pokok antara PSAK dan IFRS terkait penyajian, pengukuran
dan pengungkapan adalah mengenai tanggal efektif, ketentuan transisi, penarikan dan
amandemen IFRS 7 mengenai opsi nilai wajar yang belum diadopsi oleh PSAK

Chapter 9
Persediaan
Pengertian Akuntansi

Menurut IAS no 2 dan PSAK no 14 Persediaan adalah Aset : Tersedia untuk dijual
dalam kegiatan usaha normal, dalam proses produksi dan atau dalam perjalanan, atau, dalam
bentuk bahan atau perlengkapan (supply) untuk digunakan dalam proses produksi atau
pemberian jasa.

Masalah Pokok Akuntansi

Akuntansi persediaan pada dasarnya membahas 2 masalah pokok yaitu : Metode


penentuan kuantitas atau jumlah unit persediaan yang dimiliki perusahaan pada suatu waktu,
Metode penilaian persediaan.

Periodik Dan Metode Perpektual

Untuk menentukan jumlah kuantitas persediaan dikenal dua metode yaitu: metode
pencatatan periodik dan perpektual. Metode pencatatan periodik tidak membukukan setiap
pembelian dan penjualan pada akun persediaan, dan oleh karena itu setiap saat untuk
mengetahui jumlah persediaan yang ada perlu dilakukan perhitungan fisik. sedangkan
metode perpektual membukukan setiap arus penerimaan dan pengeluaran barang dengan
mendebit dan mengkredit akun persediaan dan di rinci dalam buku tambahan persediaan.

Dampak Kesalahan Akuntansi Persediaan Terhadap Kewajaran Keuangan

Akuntansi persediaan berperan penting atas kewajaran laporan keuangan. kesalahan


dalam akuntansi pembelian, penjualan, dan persediaan akhir akan mempunyai dampak atas
laporan posisi keuangan (neraca) dan atau perhitungan rugi laba.

52
Akutansi Keuangan 1
Biaya Perolehan Persediaan

Perlu pemahaman biaya yang dapat dikapitalisasi sebagai harga perolehan persediaan
dan dibedakan dengan unsur yang harus langsung dibukukan sebagai beban dalam
perhitungan laba rugi.

Asumsi Arus Kas

Persediaan lazimnya dibeli atau diperoleh dalam beberapa kali dengan harga perolehan
yang berlainan. Untuk menentukan nilai persediaan akhir dan menghitung harga pokok
penjualan, akuntansi mengenal beberapa metode arus biaya yaitu : Identifikasi khusus, Rata-
rata (average), Masuk pertama keluar pertama (MPKP/FIFO)

Nilai Realisasi Bersih (NRB) & Penerapa konsep nilai terendah antara biaya
dan nilai realisasi bersih.

Nilai realisasi bersih adalah taksiran harga penjualan dalam kegiatan usaha normal
dikurangi taksiran biaya penyelesaian dan taksiran biaya yang diperlukan untuk melakukan
penjualan. Agar informasi laporan keuangan lebih mendekati realitas, penilaian persediaan
akhir agar penyusunan laporan keuangan dilakukan berdasarkan metode lower of cost or next
realizable value, yaitu yang terendah antara biaya perolehan dan nilai realisasi bersih

Metode Estimasi Persediaan

Dalam beberapa kondisi akuntan perlu melakukan estimasi persediaan. Terdapat dua
metode estimasi yaitu metode ritel dan metode laba kotor

Penyajian Dan Pengungkapan Persediaan

Persediaan umunya disajikan di neraca dibagian aset lancar perlu diungkapkan


tentang hal hal sebagai berikut : kebijakan akuntansi, jumlah dan nilai tercatat menurut
klasifikasi yang sesuai, jumlah yang dicatat sebesar nilai yang pernah dilakukan, persediaan
yang dijadikan jaminan utang, biaya persediaan yang diakui sebagai beban selama periode
tertentu

Perbedaan PSAK Dan IFRS

Pada dasarnya tidak terdapat perbedaan signifikan antara PSAK 14 dan IAS 12

53
Akutansi Keuangan 1
Chapter 10
Aset Tetap
Memahami Sifat Dan Karakteristik Aset Tetap

Aset tetap adalah aset berwujud yang secara fisik dapat dilihat dan disentuh,
digunakan dalam produksi atau penyediaan barang atau jasa, untuk disewakan kepada pihak
lain atau untuk tujuan administratif, dan diharapkan untuk digunakan selama lebih dari satu
periode

Memahami Pengakuan Dan Pengukuran Ase Tetap Pada Perolehan

Biaya perolehan tetap harus diakui sebagai aset jika dan hanya jika

a. Besar kemungkinan manfaat ekonomis di masa depan berkenaan dnegan aset tersebut
akan mengalir ke entitas
b. Biaya perolehan aset dapat di ukut secara andal

Biaya perolehan aset terdiri dari 3 komponen utama yaitu harga beli, biaya yang dapat
diatribusikan secara langsung ;ada perolehan aset tetap dan estimasi biaya
pembongkatan aset tetap pada akhir umur manfaat. Komponen ketiga hanya ada jika
entitas memeiliki kewajiban untuk melakukan pembongkaran

Memahami Pengukuran Aset Tetap Setelah Perolehan

Setelah pengakuan awal, entitas memiliki pilihan untuk menggunakan model baiaya
atau model revaluasi sebagai dasar pengukuran aset tetapnya. Pilihan model atau model
revaluasi perlu diterapkan untuk satu kelompok aset tertentu tanpa harus menerapkan kepada
smeua kelompok aset tetap. Slanjutnya model pengukuran manapun yang dipilih oley entitas,
biaya penyusutan, penurunan nilai, biaya-biaya setelah perolehan awal ditetapkan dengan
cara yang sama

Memahami Sifat Dan Cara Perhitunan Penyusutan

Penyusutan adalah proses pengalokasian biaya perolehan aset tetap sedemikian


sehingga jumlah yang dapat disusutkan dari suatu aset tetap dapat dialokasikan secara
sistematis selama umur manfaatnya. Penyusutan untuk bagian yang signifikan dari aset tetap
dilakukan secara terpisah. Entitas harus memiliki metode penyusutan yang paling tepat yang
mencerminkan pola penggunaan dari aset. Entitas harus melakukan review atas sisa umur

54
Akutansi Keuangan 1
manfaat, metode penyusutan dan nilai residu aset tetap, paling tidak pada setiap periode
pelaporan. Jika terdapat perubahan pada sissa umur manfaat, metode penyusutan maupun
nilai residu maka perubahan tersebut merupakan perubahan estimasi dan entitas membuat
penyesuaian secara prospektif.

Memahami Biaya Penggantian Dan Jika Terdapat Inspeksi Teratur

Jika terdapat penggantian suatu bagian dari aset tetap, maka nilai komponen baru
yang ditambahkan pada nilai tercatat aset jika memenuhi kriteria pengakuan aset dan nilai
tercatat dari komponen yang diganti dikeluarakan dari nilai tercatat aset. Begitupun jika
terdapat inspeksi teratur maka nilai tercatat dari inspeksi yang dilakukan sebelumnya
dikeluarlan dari nilai tercatat aset tetap dan diakui sebagai biaya periode berjalan

Menerapkan Model Revaluasi Jika Terjadi Kenaikan Atau Penurunan Nilai


Wajar Aset Tetap

Jika jumlah tercatat aset meningkat akibat revaluasi, kenaikan tersebut langsung
dikredit ke pendapatan komprehensif lain dalam kelompok ekuitas pada bagian surplus
revaluasi. Namun kenaikan tersebut harus diakui dalam laba rugi hingga sebesar jumlah
penurunan niali aset akibat revaluasi yang pernah diakui sebelumnya dalam laporan laba rugi
jika ada.

Menghitung Penyusutan Untuk Aset Tetap Yang Diukur Dnegan Menggunakan


Metode Revaluasi

Entitas harus memilih suatu metode penyusutan yang dapat mengalokasikan biaya
perolehan atau nilai revaluasi aset secara sistematis dsehingga dapat merefleksikan pola
pemanfaat dari aset tetap. Terdapat beberapa metode perolehan yang dapat dipilih oleh entitas

Memahami Akuntansi Untuk Penurunan Nilai

Pada setiap akhir periode, manajemne harus melakukan analisi penurunan nilai aset
tetap. Analisi dilakukan dengan menentukan apakah terdapat indikasi penurunan nilai. Jika
terdapat indikasi penurunan nilai, maka entitas perlu melakukan pengujian penurunannilai
dengan membandingkan nilai tercatat aset dan niali yang dapat dipulihkan. Jika nilai yang
dapat dipulihkan lebih kecil dari nilai tercatat aset, maka aset tersebut mengalami penurunan

55
Akutansi Keuangan 1
nilai. Nilai yang dapat dipulihkan adalah nilai yang lebih tinggi antara harga jual dikurangi
biaya untuk menual dan nilai pakai aset tetap.

Chapter 11
Aset Tak Berwujud
Defenisi Aset Tak Berwujud

Aset tak berwujud adalah aset non moneter yang dapat diidentifikasi, yang tidak
memiliki substansi fisik.

Kriteria Utama Pengakuan Aset Tak Berwujud

Kriteria utama untuk menentukan apakah suatu aset tak berwujud harus diakui adalah
aset tak berwujud dapat diidentifikasi secara terpisah dari aspek entitas yang lain,
penggunaan aset tak berwujud dikendalikan oleh entitas sebgai akibat dari tindakan masa
lalu, terdapat manfaat ekonomi di masa mendatang yang akan mengalir ke entitas, biaya
perolehan aset tetap dapat diukur secara andal.

Pengukuran Biaya Perolehan Aset Tak Berwujud

Untuk aset tak berwujud yang diperoleh secara terpisah maka biaa perolehan terdiri
atas harga pembelian, termasuk pajak dan bea impor, dikurangi diskon, ditambah semua
biaya yang secara langsung dapat diatribusikan yan trejadi dalam menyiapkan aset tersebut
sehingga siap untuk digunakan sesuai tujuan penggunaannya. Biaya perolehan aset tak
berwujudyang diakuisisi sebagai bagian dari kombinasi bisnis adalah niali wajarnya pada
tanggal akuisisi

Amortisasi, Umur Manfaat, Dan Nilai Sisa Aset Tak Berwujud

Berdasarkan umur manfaatnya, aset tak berwujud dibagi dua yaitu aset tak berwujud
dengan umur manfaat terbatas dan aset tak berwujud dnegan umur manfaat tidak terbatas.
Aset tak berwujud dengan umur manfaat terbatas diamortiasasi, sedangkan aset tak berwujud
dengan umur manfaat tidak terbatas tidak diamortisasi. Untuk aset tak berwujud, umumnya
tidak memiliki nilai sisa. Entitas harus mereview umur manfaat dan nilai sisa dari aset tak
berwujudnya tiap akhir periode

Pengukuran Aset Tak Berwujud Setelah Perolehan

56
Akutansi Keuangan 1
Terdapat dua dasar pengukuran aset tak berwujud setetalh perolehan yaitu model
biaya perolehan dan model revaluasi. Model revaluasi hanya dapat diterapkan apabila
terdapat dua pasar yang aktif dari aset tak berwujud tersebut

Penurunan Nilai Aset Tak Berwujud

Entitas harus melakuan revisi penurunan nilai atas aset tak berwujud setiap periode
pelaporan.

Penghentian Pengakuan Aset Tak Berwujud

Terdapat dua kondisi satu aset tak berwujud harus dihentikan pengakuannya yaitu
dalam proses pelepasan atau ketika tidak terdapat lagi manfaat ekonomis masa depan yang
diharapkan dari penggunaanya atau pelepasannya

Penyajian Dan Pengungkapan Aset Tak Berwujud

Aset tak berwujud disajikan di laporan posisi keuangan dibagian aset tidak lancar.
Entitas menyajikan beban amortisasi dan kerugian dari penuruan nilai sebagao bagian dari
laba operasi berkelanjutan, kecuali apabila kerugian dari penurunan nilai tersebut
berhubungan dengan operasi tidak berkelanjutan. Psak 19 mengatur mengenai ketentuan
pengungkapan terkait aset tak berwujud

Perbedaan PSAK Dan IFRS

Tidak terdapat perbedaan mendasar antara psak dan ifrs mengenai aset tak berwujud

Chapter 12
Provisi, Liabilitas Kontinjensi, Dan Aset Kontijensi
Pemahaman Tentang Provisi

Provisi adalah liabilitas yang waktu pelunasannya dan jumlah nya pada saat
penyusunan laporan keuangan belum dapat dipastikan, tapi harus diakui bila dipenuhi ketiga
kondisi utama yaitu : entitas mempunyai kewajiban ini karena peristiwa lalu karena hukum
atau perbuatan yang dilakukan, besar kemungkinan penyelesaiannya akan menimbulkan arus
keluar sumber daya, jumlahnya dapat diestimasi dengan andal

Pengakuan Dan Pengukuran Provisi

57
Akutansi Keuangan 1
Suatu provisi harus diakui bila dipenuhi ketiga kondisi seperti : merupakan kewajiban
kini sebagai akibat peristiwa masa lalu baik karena hukum atau perbuatan yan dilakukan,
besar kemungkinan penyelesaian kewajiban tersebut akan mengakibatkan arus keluar sumber
daya, jumlah kewajiban dapat diestimasi dengan andal.

Pemahaman Tentang Liabilitas Dan Kontinjensi

Liabilitas kontijensi adalah suatu potensial timbulnya suatu kewajiban karena


peristiwa masa lalu, tapi baru akaan menjadi kenyataan bila terjadi atau tidak terjadi suatu
peristiwa dimasa depan tida sepenuhnya berada dalam kendali entitas atau suatu kewajiban
masa kini yang timbul dari peristiwa masa lalu, tapi tidak diakui karena kemungkinan besar
tidak akan terjadi pembayaran

Pemahaman Aset Kontijensi

Aset kontijensi baru merupakan suatu potensial pemilikan atas suatu aset sehubungan
dnegan peristiwa masa lalu, dan kepastian keberadaannya tergantung dari terjadi atau tidak
terjadinya satu peristiwa atau lebih yang tidak sepenuhnya berada dalam kendali entitas

Penyajian Provisi Dan Pengungkapan Provisi, Liabiltas Kontijensi, Dan Aset


Kontijensi

Provisi disajikan dibagian liabilitas. Pengungkapan tentang provisi dalam alporan


keuangan teruama harus mencakup hal-hal yaitu ; uraian singkat karakteristik kewajiban,
taksiran kapan terjadi pelunasan, indikasi ketidakpastian tentang waktu dan jumlah, asumsi
utama yang medasari prakiraan peristiwa masa depan, uraian singkat mengenai nilai tecatat
pada awal dan akhir periode, penambhan dan pengurangan yang terjadi selama periode serta
sebab yang menimbulkan perubahan tersebut

Perbedaan PSAK Dan IFRS

Perbedaan PSAK 57 dan IAS 37 tentang provisi, liabilitas kontijensi dan aset
kontijensi pada dasarnya tidak terdapat perbedaan yang signifikasn

58
Akutansi Keuangan 1
PERBANDINGAN KEDUA BUKU
Kelebihan Umum Buku Kieso
1. Pelajaran akuntansi dari buku Intermediate Accounting karya Kieso, Weygandt, dan
Warfield mempersiapkan mahasiswa akuntansi memasuki dunia kerja. Survey di
Amerika membuktikan bahwa 100% akuntan merekomendasikan buku ini kepada
mahasiswa akuntansi, 99% akuntan menganggap buku ini sangat membantu mereka
dalam mempersiapkan diri guna mencapai kesuksesan dalam menjalani profesinya,
2. Buku Intermediate Accounting Edisi ke-12 ini menggambarkan dunia akuntansi masa
kini. Buku ini didukung oleh Newsletter Intermediate Accounting, yang memuat
berbagai berita terkini mengenai sejumlah perkembangan dalam dunia akuntansi
beserta dampak-daqmpaknya, yang dikirimkan secara periodik kepada Anda.
3. Buku ini menggunakan gaya tulisan dan pengorganisasian topic yang jelas, sehingga
dapat membantu Anda memahami konsep-konsep akuntansi dengan lebih mudah.
4. Buku ini menggunakanbanyak sekali contoh dan ilustrasi yang nyata terjadi di
berbagai perusahaan, yang dapat membantu Anda memahami bagaimana para
professional menerapkan berbagai prinsip dan teknik akuntansi di dunia nyata.
5. Buku ini memiliki simulasi masalah yang telah terkomputerisasi sebagai latihan, yang
membuat Anda dapat merasakan bagaimana menjadi seorang akuntan profesional. Di
samping itu, Anda bisa melatih kemampuan anda secara online melalui Fianncial
Accounting Research Database System (FARS). Bagi siapa saja yang berkarier di
bidang akuntansi, buku ini adalah kunci menuju sukses

Kekurangan Buku Kieso


1. Menggunakan bahasa inggris yang akan sulit dimengerti bagi mahasiswa yang kurang
bisa dalam menggunakan bahasa inggris .
2. berbentuk file, yang suatu saat dapat hilang jika tidak langsung diprint.
3. bahasa yang digunakan juga masih banyak yang menggunakan bahasa yang baku dan
penjelasan yang panjang.
4. Contoh-contoh dan ilustrasi yang diberikan sangat membantu tetapi terkadang tidak
ngerti dengan soal dan ilustrasi – ilustrasi yang diberikan karena tidak disertai dengan
cntoh beserta pembahasan seperti di buku matematika.

59
Akutansi Keuangan 1
Kelebihan Umum Buku Hans Kartikahadi
1. Materi yang disampaiakan dalam buku jelas, dan lumayan lengkap.
2. Materi Dalam Buku disampaikan menggunakan bahasa Indonesia yang baik, dan
dapat dimengerti
3. Memiliki Peta Konsep pembelajaran diawal penyampaian materi.
4. Memiliki Rangkuman sngkat dan padat diakhir bab yang menjelaskan secara ringkas
mengenai isi materi dalam Bab
5. Disertai dengan contoh soal dan ilustrasi – ilustrasi yang memperkuat teori buku.
6. Isi Buku berwarna walaupun tidak bergambar namun sudah dapat menggurangi
kebosanan seperti membaca buku yang tidak berwarna.
7. Buku Hans Kartikahadi ini juga memiliki ukuran yang terbilang simple tidak terlalu
besar da tidak terlalu kecil juga tidak teralu berat sehingga mudah dibawah
mahasiswa-mahasiswa.
8. Buku ini juga dirancang sedemikian rupa untuk membantu mahasiswa mendalami
materi mengenai akutansi keuangan lanjutan.
9. Buku ini juga di dirancang untuk memasuki dunia nyata akutansi sesungguhnya
melalui penyampaian materi yang jelas, padat dan luas dan ilustrasi0ilustrasinya.

Kekurangan Buku Hans Kartikahadi


1. Buku ini terbitan tahun 2012 dan sudah lima (5) belum diperbahurui sehingga
mungkin saja materi daam buku tidak sesuai lagi dengan materi masa kini sesuai
dengan SAK 2014 dan prinsip akutansi berteria umum (PABU)

60
Akutansi Keuangan 1
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan

Setelah membaca Kedua buku dan membahas kelebihan dan kelemahannya maka dapat
disimpulkan bahwa kedua buku adalah merupakan buku yang tidak perlu diragukan lagi
kualitas isi materi yang dibahas karena kedua buku sama- sama membahas masalah -
masalah akutansi keuangn menengah pertama dimulai dengan pembahasan apa itu akutansi
keuangan dan standar akutansi keuangan dan materi yang lebih dalam lagi.

Penulis Kedua buku juga sama-sama penulis yang terkenal melakukan peneitian-
penelitian dan sudah banyak mengetahui kasus –kasus yang berkaitan dengan isi buku
akutansi keuangan menengah 1 ini sehingga isi materi kedua buku sesuai dengan prinsip
akutansi yang berterima umum (PABU) dan Selain itu, setelah membaca buku ini pembaca/
Mahasiswa akan merasa lebih dapat memahami materi yang disampaikan Kedua buku karena
disertai dengan ilustrasi yang menguatkan teori sehingga kedua buku ini layak dan tepat
untuk dapat dgunakan oleh mahasiswa – mahasiswa untuk memperdalam mengenai ilmu
akuatansi dalam mata kuliah akutansi keuangan menengah.

B. Saran

Berdasarkan kekurangan-kekurangan yang telah saya sampaikan diatas , maka terdapat


saran yang disampaikan untuk penulis. Saran saya sebaiknya Buku kieso menggunkan bahasa
Indonesia karena masyarakat Indonesia masih banyak belum mengetahui atau belum lancar
menggunakan bahasa inggris, dan Untuk buku has lebih diperbaharui tahun terbit buku
sehingga isi materi didalam buku kedepannya sesuai dengan keadaan masa kini dan sesuai
dengan prinsip akutansi berteriam umum (PABU)

61
Akutansi Keuangan 1
DAFTAR PUSTAKA

Materi Dari Buku


( Kieso, Weygandt, Warfield, Intermediate Accounting 2014 Edisi 15 (KW)

Materi Dari Buku Akutansi Keuangan


Hans Kartikahadi

62
Akutansi Keuangan 1