Anda di halaman 1dari 13

PEM ELEKTROLISER

LAPORAN AWAL

Diajukan sebagai Salah Satu Syarat untuk Memenuhi Penilaian Matakuliah


Praktikum Keahlian Fisika

ADI SUGIARTO
140310160037

PROGRAM STUDI FISIKA


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS PADJADJARAN
2019
DAFTAR ISI

DAFTAR ISI........................................................................................................... i

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang ..............................................................................1
1.2 Tujuan Praktikum...........................................................................1

BAB II PEMBAHASAN
2.1 Hidrogen ........................................................................................2
2.2 Reaksi Elektro Kimia .....................................................................3
2.3 PEM Elektroliser ............................................................................4
2.4 Elektrolisis Faraday .......................................................................4

BAB III METODE PERCOBAAN


3.1 Alat dan Bahan ...............................................................................6
3.2 Diagram Alir dan Prosedur Praktikum ..........................................6

BAB IV TUGAS PENDAHULUAN


4.1 Soal ................................................................................................9
4.2 Jawaban ..........................................................................................9

DAFTAR PUATAKA ..........................................................................................11

i
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Oksigen adalah unsur ketiga terbanyak yang ditemukan berlimpah di matahari,
dan memainkan peranan dalam siklus karbon-nitrogen, yakni proses yang diduga
menjadi sumber energi di matahari dan bintang-bintang. Sedangkan hidrogen
adalah elemen paling sederhana dari senyawa kimia. Sebuah atom hidrogen terdiri
dari hanya satu proton dan satu elektron. Hidrogen juga merupakan elemen yang
paling banyak terdapat di alam, namun hidrogen tidak secara alami bediri sendiri.
Oleh karen itu perlu kita mempelajari bagaimana menghasilkan atom hidrogen
dengan cara elektrolisis.
Pada percobaan ini kita akan menggunakan sebuah elektroliser untuk
memisahkan hydrogen dan oksigen dari air. Komponen utama sebuah elektroliser,
adalah elektrolit dan elekroda. Yang membedakan satu jenis elektroliser dengan
yang lainnya adalah elektrolitnya. Pada praktikum ini bahan elektrolit yang kita
gunakan adalah Elektroliser PEM (polymer Elektrolite Membrane) adalah jenis
elektrolit yang menggunakan polimer sebagai elektrolitenya yang dipadu dengan
elektroda-elektrodanya dengan cara yang ringkas.

1.2 Tujuan Praktikum


1. Menentukan tegangan dekomposisi air
2. Menentukan laju produksi hidrogen pada berbagai jenis elektroliser
3. Menentukan efisiensi energi dan efisiensi faraday
4. Mengamati berbagai pengaruh lingkungan terhadap efisiensi elektroliser

1
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Hidrogen
Hidrogen adalah unsur kimia pada tabel periodik yang memiliki
simbol H dan nomor atom 1. Pada suhu dan tekanan standar, hidrogen tidak
berwarna, tidak berbau, bersifat non-logam, bervalensi tunggal, dan
merupakan gas diatomik yang sangat mudah terbakar. Hidrogen adalah unsur
paling melimpah dengan persentase kira-kira 75% dari total massa unsur alam
semesta (Rijal, 2015).
Hidrogen adalah gas yang mudah terbakar dan meledak dalam campuran
dengan udara atau oksigen. Di seluruh alam semesta ini, hidrogen kebanyakan
ditemukan dalam keadaan atomik dan plasma yang sifatnya berbeda dengan
molekul hidrogen. Sebagai plasma, elektron hidrogen dan proton terikat bersama,
dan menghasilkan konduktivitas elektrik yang sangat tinggi dan daya pancar yang
tinggi (menghasilkan cahaya dari matahari dan bintang lain ). Karakteristik Gas
Hidrogen sebagai berikut (Yusparani, 2016) :
1. Kepadatan di 15 oC, 1 bar: 0,085 kg / m3,
2. Titik didih pada 1.013 bar: -252.9 oC,
3. Titik pengapian: 560 oC,
4. Tingkat pembakaran: 8.99 m / s,
5. Nilai kalori di 0 oC, 1.013 bar: 10790 kJ / m3,
6. Konsentrasi ledakan campuran dengan udara: dari 4,1% menjadi 75%,
7. Konsentrasi ledakan campuran dengan oksigen: dari 4,5% menjadi 95%.

Elektrolisis air adalah peristiwa penguraian senyawa air (H2O) menjadi


oksigen (O2) dan hidrogen gas (H2) dengan menggunakan arus listrik yang melalui
air tersebut. Pada katode, dua molekul air bereaksi dengan menangkap dua elektron,
tereduksi menjadi gas H2 dan ion hidrokida (OH-). Sementara itu pada anode, dua
molekul air lain terurai menjadi gas oksigen (O2), melepaskan 4 ion H+ serta
mengalirkan elektron ke katode. Ion H+ dan OH- mengalami netralisasi sehingga
terbentuk kembali beberapa molekul air. Selain elektrolisis berikut ini adalah
beberapa metode pembuatan H2 (Yusparni, 2016).:
1. Steam Reforming
2. Gasifikasi Biomassa
3. Gasifikasi Batubara

2
2.2 Reaksi Elektrokimia
Reaksi elektrokimia adalah reaksi kimia yang melibatkan adanya muatan.
Secara umum, terdapat dua proses eletrokimia; sel volta (seperti fuel cell) dan
elektrolisis.
1. Sel Volta
Sel Volta Sel Volta merupakan sel elektrokimia yang menghasilkan energi
listrik diperoleh dari reaksi kimia yang berlangsung spontan. Beberapa literatur
menyebutkan juga bahwa sel volta sama dengan sel galvani. Diperoleh oleh
gabungan ilmuan yang bernama Alexander Volta dan Luigi Galvani pada tahun
1786. Bermula dari penemuan baterai yang berasal dari caian garam. Pada sel Volta
anoda adalah kutub negatif dan katoda kutub positif. Anoda dan katoda akan
dicelupkan kedalam larutan elektrolit yang terhubung oleh jembatan garam.
Jembatan garam memiliki fungsi sebagai pemberi suasana netral (grounding) dari
kedua larutan yang menghasilkan listrik. Dikarenakan listrik yang dihasilkan harus
melalui reaksi kimia yang spontan maka pemilihan dari larutan elektrolit harus
mengikuti kaedah deret volta. Deret volta disusun berdasarkan daya oksidasi dan
reduksi dari masing-masing logam (Harahap, 2016)
Sel Volta dibedakan menjadi tiga jenis yaitu sel Volta primer merupakan sel
Volta yang tidak dapat diperbarui (sekali pakai) dan bersifat tidak dapat balik
(irreversible) contohnya baterai kering. Sel Volta sekunder merupakan sel Volta
yang dapat diperbarui (sekali pakai) dan bersifat dapat balik (reversible) ke keadaan
semula contohnya baterai aki. Sel Volta bahan bakar (full cell) adalah sel Volta
yang tidak dapat diperbarui tetapi tidak habis contohnya sel campuran bahan bakar
pesawat luar angkasa (Harahap, 2016).

2. Sel Elektrolisis
Sel elektrolisis merupakan sel elektrokimia yang menggunakan sumber energi
listrik untuk mengubah reaksi kimia yang terjadi. Pada sel elektrolisis katoda
memiliki muatan negatif sedangkan anoda memiliki muatan positif. Sesuai dengan
prinsip kerja arus listrik. Terdiri dari zat yang dapat mengalami proses ionisasi,
elektrode dan sumber listrik (baterai). Listrik dialirkan dari kutub negatif dari
baterai ke katoda yang bermuatan negatif. Larutan akan mengalami ionisasi
menjadi kation dan anion. Kation di katoda akan mengalami reduksi sedangkan di
anoda akan mengalami oksidasi. Salah satu aplikasi dari sel elektrolisis yaitu
penyepuhan logam emas dengan menggunakan larutan elektrolit yang mengandung
unsur emas (Au). Hal ini dilakukan untuk melapisi kembali perhiasan yang kadar
emasnya sudah berkurang (Harahap, 2016)

3
2.3 PEM Elektroliser
PEM (Polymer Electrolyte Membrane) elektroliser adalah alat untuk
memisahkan molekul air dengan PEM sebagai penghantar elektrolit. Proses reaksi
PEM, energi listrik dimasukkan ke sistem dan diubah menjadi energi kimia.
Elektron keluar dari sel melalui untaian listrik eksternal dan akan kembali
bergabung dengan proron (H+) untuk melepaskan gas hidrogen (Rahim et al.,
2016). PEM igunakan membran (tebal ≈ 0.005 mm) dan elektroda berupa lapisan
tipis (0.002-0.01 mm) berpori disebut MEA (Membrane electrode assembly).
Membran berfungsi untuk menghantarkan proton dan memblokir elektron serta
untuk memisahkan gas (biasanya, digunakan membran NafionTM) (Sudaryono-
Widyaiswara, 2015). Kelebihan elektrolisis PEM ditimbang lainnya adalah
kebersihan ekologis, karaktersitik massa-volume, biaya, daya, dan kemurnian gas
hasil, serta keamanannya (Grigoriev et al., 2006).
Untuk pembentukan air, diperlukan tegangan 1.23 V ketika suhu 25oC dengan
tekanan atmosfer. Nilai tegangan mungkin lebih besar jika muncul resistansi
transisi. Reaksi pemecahan air pada PEM eletroliser:
Anoda : 2H2O → 4H+ + 4e-+ O2
Katoda : 4H+ + 4e- → 2H2
Reaksi total : 2H2O → 2H2 + O2
Energi reaksi di anoda sebesar -1.23V dan di katoda sebesar 0V serta total
perubahan entalpi 285.83 kJ/mol. Efisiensi sistem ini umumnya 80% namun secara
komersil hanya 34% dengan efisiensi termalnya 25-45%.
Prinsip kerja PEM fuel cell adalah sebagai berikut (Jorisssen, 2015 ):
1. Dengan kelembapan tertentu, hidrogen dimasukka ke sel dan terkonveksi ke
area interface elektroda.
2. Hidrogen dan air berpindah secara difusi melalui struktur pori membran ke
interface elektrokimia.
3. Hidrogen mengalami oksidasi menjadi H+ dengan melepas 2e-.
4. Elektron ditangkap oleh anoda sedangkan H+ masuk ke elektrolit bersama air.
5. Oksigen dari dari udara bersama ion H+ dari uraian H2 bersama elektron
membentuk air dalam reaksi O2 + 4e- + 4H+ → 2H2O.
6. Air dikeluarkan dalam fase uap ataupun air.
Hal penting dalam PEM fuel cell adalah keseimbangan bahan bakar (H2) dan
pembakar (O2) serta aliran panas hasil (Jorissen, 2015).

2.4 Elektolisis Faraday


Seorang ahli kimia Inggris bernama Michael Faraday pada awal tahun 1830-
an menemukan bahwa larutan tertentu dapat segera mengalirkan arus listrik. Ia
menamakan larutan tersebut dengan elektrolit dan aliran listrik yang melalui larutan
elektrolit disebut elektrolisis. Selanjutnya Michael Faraday melakukan percobaan

4
untuk meneliti hubungan antara besarnya arus yang mengalir dalam suatu
elektrolisis dengan jumlah zat yang bereaksi. Untuk menggambarkannya diambil
elektrolisis larutan perak nitrat (AgNO3). Pada katode akan terjadi reaksi reduksi
seperti berikut (Nafiun, 2013)

Ag+(aq) + e¯ → Ag(s)

Dari reaksi di atas dapat dikatakan bahwa untuk menghasilkan 1 mol logam
Ag, diperlukan 1 mol elektron. Jumlah listrik yang dialirkan ke dalam sel
elektrolisis untuk mendapatkan 1 mol elektron dinamakan 1 Faraday. Berdasarkan
percobaan diperoleh bahwa 1 mol elektron mengandung muatan listrik sebesar
96500 Coulomb. 1 mol elektron = 1 Faraday = 96500 Coulomb. Sebagai hasil dari
percobaannya pada tahun 1832 Faraday mengemukakan dua hukum yang penting
tentang hubungan antara arus listrik dengan jumlah zat yang terbentuk pada
elektrode. Topayung (2011) dan Bhattacharyya (2015) menuliskan dua hukum
Faraday; [1] “Massa zat yang terjadi akibat reaksi kimia pada elektroda berbanding
lurus dengan jumlah muatan listrik yang mengalir pada larutan elektrolit selama
elektrolisis.” dan [2] “Massa berbagai zat yang terjadi selama elektrolisis,
berbanding lurus dengan berat ekivalennya”.

5
BAB III
METODE PERCOBAAN

3.1 Alat dan Bahan


Berikut alat dan bahan beserta fungsinya, yang akan digunakan pada praktikum
ini :
1. PEM Elektroliser, berfungsi sebagai pemecah molekul air menjadi gas oksigen
dan hidrogen sekaligus sebagai alat yang akan diukur efisisensinya.
2. Sumber daya variable, berfungsi untuk memberi tegangan eksternal pada PEM
elektroliser.
3. Dua buah multimeter, berfungsi sebagai pengukur tegangan dan arus yang
dihasilkan oleh sumber daya variabel.
4. Tangki air, berfungsi sebagai wadah penyimpan air yang akan dielektrolisis
5. Tangki hidrogen, berfungsi sebagai wadah penyimpan hidrogen hasil reaksi
elektrolisis.
6. Stopwatch, berfunsi untuk mengukur lamanya waktu reaksi elektrolisis
7. Kabel-kabel penghubung, berfungsi untuk mengalirkan muatan negatif dari dan
menuju pembangkit daya variabel terhadap PEM eletroliser

3.2 Diagram Alir dan Prosedur Praktikum


A. Penentuan tegangan dekomposisi air

Mulai A B

Menyusun
rangkaian Menaikkan tegangan Selesai

Mengisi aquades pada Mencatat arus


tangki air

Mencatat tegangan
Mengisi aquades pada saat dihasilkan
tangki hidrogen hidrogen

A B

Gambar 1. Diagram alir percobaan pertama

6
B. Penentuan efisiensi energi dan efisiensi faraday elektroliser pem

Mulai A B

Menyusun
rangkaian Memberi tegangan elektroda Mencatat waktu

Membuang sisa Memutus tegangan


hidrogen Selesai

Mencatat arus dan


Mengisi air pada tangki tegangan
hidrogen

B
A

Gambar 2. Diagram alir percobaan kedua

Penjelasan untuk diagram alir di atas adalah sebagai berikut :


A. Penentuan tegangan dekomposisi air
1. Menyusun rangkaian seperti pada gambar 3

Gambar 3. Rangkaian percobaan PEM Elektroliser

2. Mengisi tangki air dengan air deionisasi (aquades murni)


3. Mengisi tangki hidrogen dengan aquades
4. Menaikkan tegangan dari 0 sampai maksimum 2V dengan interval 0.1V
5. Menacatat nilai arus untuk tiap interval
6. Mencatat tegangan saat hidrogen awal dihasilkan

7
B. Penentuan efisiensi energi dan efisiensi faraday elektroliser PEM
1. Menyusun rangkaian seperti pada gambar 3
2. Membuang seluruh sisa hidrogen pada tangki hidrogen
3. Mengisi tangki hidrogen dengan air sampai penuh
4. Memberikan tegangan elektroda sedikit diatas tegangan dekomposisi air
(diperoleh dari percobaan A)
5. Memutuskan sementara tegangan eksternal
6. Menghubungkan elektroliser dengan sumber tegangan
7. Mencatat penunjukan arus dan tegangan dalam
8. Mencatat waktu yang diperlukan agar terhasilkan sejumlah hidrogen tertentu
9. Melanjutkan poin 7 dan 8 hingga hidrogen penuh
10. Mengulang poin 6 sampai 9 dengan nilai tegangan eksternal berbeda (jangan
memberi tegangan lebih dari 2V)

8
BAB IV
TUGAS PENDAHULUAN

4.1 Soal Tugas Pendahuluan


1. Turunkan persamaan 3.1 pada modul!
2. Dari persamaan 3.2 pada modul, berikan analisis faktor-faktor apa saja yang
dapat dikontrol agar elektroliser dapat bekerja secara optimal!
3. Selain elektroliser, tuliskan beberapa contoh reformer hidrogen yang lain
lengkap dengan mekanisme kerjanya!
4. Berikan beberapa contoh mesin/equipment yang telah menggunakan hidrogen
sebagai bahan bakarnya!
5. Berikan penjelasan singkat mengenai prospek penggunaan hidrogen sebagai
bahan bakar terbarukan, sejauh mana pengembangannya, dan faktor-faktor apa
saja yang dapat merupakan kendala dalam penggunaan hidrogen sebagai bahan
bakar!

4.2 Jawaban Tugas Pendahuluan


𝑚 𝑄
1. Dari Hukum Faraday :𝑛= = 𝑧𝐹
𝑀
𝑖𝑡
𝑛=
𝑧𝐹
Dari persamaan gas ideal : 𝑃𝑉 = 𝑛𝑅𝑇
𝑛𝑅𝑇
𝑉=
𝑃
𝑅𝑖𝑇𝑡
Substitusi nilai n mengasilkan : 𝑉 = 𝐹𝑃𝑧
2. Persamaan 3.2 pada modul merupakan parameter volume gas hidrogen yang
sebanding dengan arus, suhu, waktu, dan tekanan. Pengubahan parameter ini
hanya akan memengaruhi nilai Vhitung. Persamaan ini tidak cukup untuk
memperkirakan faktor pengoptimal sistem. Untuk mengatur optimasi sistem,
perlu diperhatikan akibat-akibat energy loss seperti kemurnian air, kemurnian
elektroda, dan tingkat kedap sistem.
3. Steam reforming adalah sistem penghasil hidrogen selain PEM elektroliser.
Metode steam reforming adalah pionir yang memanfaatkan bahan bakar
hidrokarbon dan alkohol. Dengan suhu tinggi, bahan bakar ini akan bereaksi
membentuk H2, CO, CO2, dsb. watergas shift reaction adalah sistem penghasil
hidrogen yang memanfaatkan gas emisi CO berkonsentrasi tinggi. Bersama
dengan katalis, gas ini dicampur air untuk menghasilkan H2 dan CO2.
4. mesin yang memanfaatkan energi ini hanyalah yang berukuran kecil-menengah,
seperti kendaraan mobil.
5. Sumber energi hidrogen sangatlah melimpah, berefisiensi tinggi, dan ramha
lingkungan. Bahan bakar ini mulai dicanangkan penggungaannya secara massal

9
dalam bentuk kendaraan. Kendala dalam pemanfaatan hidrogen adalah
produksi dan media penyimpanan. Produksi tidak dapat berlangsung cepat
karena proses elektrolisis pun berlangsung lama. Adapun karena merupakan
unsur diatomik, perlu tekanan sangat tinggi untuk dapat menyimpan hidrogen
berkapasitas energi tinggi.

10
DAFTAR PUSTAKA

Bhattacharyya, B. 2015. Electrochemical Micromachining for Nanofabrication,


MEMS and Nanotechnology. Electrochemical Machining: Macro to Micro.
Kolkata: William Andrew, pp. 15-52
Grigoriev et al. 2006. Pure hydrogen production by PEM electrolysis for hydrogen
energy. Elsevier Ltd, 31, pp. 171-175. doi: 10.1016/j.ijhydene.2005.04.038
Harahap, Muhammad Ridwan. 2016. Sel Elektrokimia :Karekteristik dan
Aplikasinya. Circuit Jurnal Vol.2, No.1, Juli 2016 ISSN: 2460-5476.Rijal,
J. 2015. Gas Hidrogen. (eprints.polsri.ac.id/2023/3/BAB%20II.pdf).
Diakses pada Minggu, 28 April 2019
Jorissen, M. S. (2015). Hydrogen Conversion into Electricity and Thermal Energty
by Fuel Cell: Use of H2 Systems and Batteries. Electrochemical Energy
Storage for Renewable Sources and Grid Balancing, 143-158
Nafiun. 2013. Hukum Faraday tentang Elektrolisis. (http://www.nafiun.com/2013
/07/hukum-faraday-tentang-elektrolisis.html)
Topayung, D. 2011. Effect Of Electric Current And Process Time The Thickness
And Mass Layer Formed On Electroplating Process. Jurnal Ilmiah Sains,
Vol. 11, No(Dc)
Yusparani. 2016. Gas Hidrogen. (eprints.polsri.ac.id/3159/3/BAB%20II.pdf).
Diakses pada Minggu, 28 April 2019

11