Anda di halaman 1dari 3

PENYEDIAAN DAN PENGGUNAAN

OBAT
No. Dokumen :SOP/C18.2.1l0zn0a

No- Revisi :-
soP
l,-[,ar;g-g{ Terbit :10 Februari 2018
."f 't: ,'.'-L.'

Halaman.,tl.
,.,,*. .
_,'
!-- '
: 113

PUSKESMAS dr. H. Himawan lndaryanto


Nip.19790307 201001 1 0'19
BANUA l.:
t

LAWAS
;:----.
1. Pengertian Penyediaan adalah proses pengadaan obat yang dibutuhkan di unit
pelayanana kesehatan mehputi perencanaan, pengadaan, dan
penyrmpanan.
Penggunaan adalah proses peresepan dan peyerahan obat dan
informasi berdasarkan resep dokter serta amprahan unit pelayanan
meliputi distribusi obat, evaluasi dan monitoring serta pencatatan
dan pelaporan.
2. Tujuan Sebagai pedoman . dalam melaksanakan penyediaan dan
penggunaan obat untuk pelayanan.
3. Kebijakan Surat Keputusan Kepala Puskesmas Puskesmas Banua Lawas
Nomor 445|A55|PKM-8U2018 Tentang Penyediaan Obat yang
Menjamin Ketersediaan Obat.
4. Referensi t. Keputusan Menteri Kesehatan Republik tndonesia Nornor 30
Tahun 2014 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di
Puskesmas.
2. Buku pedoman Pengelolaan Obat Publik dan Perbekalan
Kesehatan di Puskesmas. Direktorat Jenderal pelayanan
kefarmasian dan Alat Kesehatan. Depkes Rl Jakarta.
5. Prosedur I 1. Penyediaan
Langkah a. Petugas farmasi melakukan perencanaan obat
langkah menggunakan metode konsumsi dan epidemiologi serta
. asumsi lainnya.
b. Petugas farmasi melakukan pengadaan dengan
rnengirimkan lembar LPLPO yang berdasarkan pada
Formularium NasionalTahun 2014, DOEN serta Daftar Obat
Puskesmas.
c. Petugas Farmasi melakukan penerimaan dan penyimpanan
dengan memerksa keabsahan dan kelengkapan dokumen,
jumlah, dan jenis obat serta kualitas dan mutu barang.
Pgnyimpanan menggunakan system FIFO (Frsf ln First Out)
dan FEFO (First Expired First Outl, serta penyusunan
berdasarkan alfabetis dan bentuk sediaan obat.
d. Evaluasi, pencatatan, dan pelaporan mengacu pada LPLPO.
2. Penggunaan
a. Penggunaan obat dilakukan sesuai pengeluaran obat atas
resep. dokter / petugas yang berkompeten (dengan
memperhatikan Fornas 2A14 dan Daftar Obat Tambahan
Puskesmas) serta amprahan kebutuhan di unit pelayanan
rnaupunsub unit.
b. Tertib administrasidalam penggunaan obat :

o Petugas setiap hari mencatat resep dengan Zgenerik?


ISPA Non pneumonia, Diare non spesifik dan Myalgia,
o Petugas memasukan sampling resep dalam formulir
generik peresepan dan monitoring peresepan generik.
. Pencatatan dilakukan setiap harisetiap bulan.
r Petugas menghitung prosentase pengunaan Antibotik
untuk 2generik dan prosentase penggunaan sediaan
injeksi untuk myalgia dan prosentase penggunaan obat
generik.
. Petugas menghitung rerata itemlle'mbar resep.
. Petugas melaporkan laporan 2generik peresepan dan
laporan peresepan 2generik puskesmas ke Dinas
kesehatan Kabupaten"

6. Bagan Alir
7. Hal- hal
yang perlu
diperhatikan
8. Unit Terkait Kamar Obat / Farmasi
2 Gudang obat Puskesmas
3 Ruang Kesehatan Gigi dan m;ltut
Ruang KIAIKB
5. Ruang tindakan
6. Ruang Femeriksaan umum
7. Polindes Banua Lawas, Polindes Sungai Anyar, Polindes
Hariang, Polindes Pematang, Polindes Banua Rantau, Polindes
Purai, pslin-des Talan,Polindes Habau, Polindes Habau Hulu,
Polindes Bangkiling, Polindes Bangkiling Raya, Polindes Hapalah,
Polindes Batang Banyu, Polindes Pematang, Polindes Sungai
Durian.
9. Dokumen 1. LPLPO
terkait 2. Resep
3- Form Monitoring POR
4. Formularium Puskesmas berdasarkan formularium Nasional
Tahun 2014
5. Amprahan kebutuhan di unit pelayanan dan sub unit
6. Laporan Pemakaian Generik
10. Rekaman
No. Yang Diubah lsi Perubahan Tanggal Mulai
Historis diberlakukan
perubahan