Anda di halaman 1dari 12

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Kanker adalah penyakit akibat pertumbuhan tidak normal dari sel-sel jaringan tubuh yang
berubah menjadi sel kanker. Dalam perkembangannya, sel-sel kanker ini dapat menyebar ke
bagian tubuh lainnya sehingga dapat menyebabkan kematian. Kanker adalah istilah umum untuk
semua jenis tumor ganas.
Untuk menyembuhkan pasien yang mengidap penyakit kanker, saat sekarang ini
digunakan Radioterapi. Radioterapi disebut juga terapi radiasi. Terapi radiasi adalah terapi
menggunakan radiasi yang bersumber dari energi radioaktif. Cukup banyak dari penderita kanker
yang berobat ke rumah sakit menerima terapi radiasi.
Radioterapi adalah pengobatan yang biasa diterapkan pada pasien kanker untuk
menangani pertumbuhan sel kankernya. Terapi radiasi menggunakan radiasi tingkat tinggi yang
bertujuan untuk membunuh sel kanker serta mengecilkan ukuran tumor. Hampir setengah dari
pasien kanker dianjurkan untuk melakukan radioterapi, atau setidaknya 4 dari 10 penderita
kanker dianjurkan untuk melakukan radioterapi sebagai pengobatan kankernya.
Hal inilah yang membuat penulis tertarik untuk membahas tentang Radioterapi yaitu
Terapi yang Menggunakan Radiasi Bersumber Energi Radioaktif Bertujuan untuk
Menghancurkan Kanker.

B. Rumusan Masalah
Dari penjelasan pada latar belakang, penulis merumuskan masalah sebagai berikut :
1. Apa pengertian Radioterapi?
2. Bagaimana cara kerja Radioterapi?
3. Apa jenis-jenis pengobatan Radioterapi?
4. Apa efek samping Radioterapi?
5. Bagaimana analisis fisika pada Radioterapi?

1
C. Tujuan Penulisan
1. Mengetahui pengertian radioterapi.
2. Mengetahui cara kerja radioterapi.
3. Mengetahui jenis-jenis pengobatan radioterapi.
4. Mengetahui efek samping radioterapi.
5. Mengetahui analisis fisika pada radioterapi.

D. Manfaat Penulisan
Menambah wawasan dan ilmu pengetahuan fisika medis terutama tentang radioterapi.

2
BAB II

KAJIAN TEORI

A. Pengertian Radioterapi

Radioterapi atau disebut juga terapi radiasi. Terapi radiasi adalah terapi menggunakan
radiasi yang bersumber dari energi radioaktif. Cukup banyak dari penderita kanker yang berobat
ke rumah sakit menerima terapi radiasi.
Radioterapi adalah pengobatan yang biasa diterapkan pada pasien kanker untuk
menangani pertumbuhan sel kankernya. Hampir setengah dari pasien kanker dianjurkan untuk
melakukan radioterapi, atau setidaknya 4 dari 10 penderita kanker dianjurkan untuk melakukan
radioterapi sebagai pengobatan kankernya.
Berikut adalah gambar pasien yang sedang di radioterapi, seperti yang pada gambar 1
dibawah ini:

Pasien yang sedang di Radioterapi

Gambar 1. Pasien yang sedang di Radioterapi

Sumber : Kaltim Post- Procal.com

Pada gambar 1, terlihat pasien sedang menjalankan radioterapi. Radioterapi adalah terapi
radiasi yang bersumber dari energi radioaktif. Pasien di temani oleh oleh seoarang dokter yang
menemani pasien dan melihat hasil radioterapi.

3
B. Cara Kerja Radioterapi

Radioterapi diberikan pada bagian sel kanker yang tumbuh untuk menghentikan serta
menghancurkan sel kanker tersebut. Namun karena radioterapi biasanya dilakukan dalam dosis
yang tinggi (agar bisa mematikan sel kanker) sel-sel normal yang ada di sekitar bagian yang di
radioterapi terkadang juga ikut rusak. Walaupun begitu, dokter akan mengusahakan untuk
memberikan dosis yang tinggi untuk bagian tubuh yang terkena kanker dan dosis yang sangat
rendah untuk bagian yang tidak terkena kanker. Terapi ini akan bekerja dengan cara merusak
DNA dari sel kanker yang kemudian menghentikan pertumbuhannya.
Secara umum ada 2 jenis mekanisme kerusakan DNA akibat radiasi pengion, yaitu
ionisasi langsung dan tidak langsung. Kerusakan karena ionisasi langsung biasanya disebabkan
oleh radiasi partikel yang terjadi karena energi kinetik partikel dapat langsung merusak struktur
atom jaringan biologi yang dilewatinya, sedangkan ionisasi tidak langsung umumnya disebabkan
oleh radiasi elektromagnetik dengan cara membentuk elektron sekunder/ radikal bebas yang akan
berinteraksi dengan DNA menyebabkan kerusakan. Kerusakan ini dapat berupa single strand
breaks (SSB) dan double strand breaks (DSB).
Berikut adalah gambar radiasi membunuh kanker, bisa dilihat pada gambar 2 :

Radiasi Membunuh Kanker Menyebabkan Kerusakan DNA

Gambar 2. Radiasi Membunuh Kanker Menyebabkan Kerusakan DNA

Sumber : https://kphmalang.blogspot.com/2016/06/terapi-radiasi-bagi-penderita-kanker.html

Pada gambar 2 dapat dilihat, radiasi memang bias membunuh kanker, tetapi radiasi
tersebut juga menyebabkan kerusakan DNA.

4
Pada saat pasien menjalankan Radioterapi, ada alat Radioterapi yang digunakan. Berikut
adalah gambar bagian-bagian alat Radioterapi. Bisa kita lihat pada gambar 3 dibawah ini :

Bagian-bagian Alat Radioterapi

Gambar 3: Bagian-bagian Alat Radioterapi


Sumber : ykonline.yksd.com

Berdasarkan gambar 3, kita bisa melihat bagian-bagian yang terhubung satu sama lain.
Berikut adalah beberapa penjelasan mengenai bagian pada gambar diatas :

a. RF coil = Radiofrequency coil / Kumparan frekuensi radio (gulungan RF)


Kumparan frekuensi radio ini adalah penerima, dan terkadang juga pemancar,
sinyal frekuensi radio (RF) dalam peralatan yang digunakan dalam pencitraan resonansi
magnetik ( magnetic resonance imaging (MRI)).
Sinyal MR di MRI dihasilkan oleh proses resonansi, yang merupakan hasil dari
gulungan radiofrekuensi. Mereka terdiri dari dua kumparan elektromagnetik, pemancar
dan penerima, yang menghasilkan lapangan dan menerima sinyal yang dihasilkan.Inti

5
atom yang menarik dalam penelitian MRI memiliki frekuensi resonan mereka sendiri, di
bagian frekuensi radio spektrum elektromagnetik.

b. Gradien coil yaitu kumparan gradient digunakan untuk menghasilkan variasi yang
disengaja dalam medan magnet utama (B0). Ada tiga set kumparan gradien, satu untuk
setiap arah. Variasi dalam medan magnet memungkinkan lokalisasi irisan gambar serta
pengkodean fase dan pengkodean frekuensi. Set kumparan gradien untuk sumbu z adalah
pasangan Helmholtz, dan untuk sumbu x dan y, kumparan sadel yang dipasangkan.

c. Gradient Amp / Gradient Amplifier = amplifier gradien

C. Jenis-jenis Pengobatan Radioterapi

Terdapat dua jenis radioterapi yang bisa dilakukan untuk menyembuhkan penyakit
kanker, yaitu:

1. Radioterapi eksternal. yaitu sinar radiasi yang diberikan dengan menggunakan sinar X,
atau berbagai mesin yang digunakan di luar tubuh. Radioterapi eksternal adalah tipe
yang paling umum dari radioterapi. Sebuah mesin akan memancarkan radiasi
biasanya X-ray intensitas tinggi. Radiasi akan diarahkan pada bagian tubuh yang terkena
kanker. Tiap sesi biasanya membutuhkan waktu sekitar 10-30 menit. Anda tidak akan
merasa sakit atau kepanasan selama terapi.

2. Radioterapi internal yaitu cara memberikan radiasi melalui bagian dalam tubuh pasien.
Zat yang mengandung radiasi biasanya akan disuntikan ke pembuluh darah atau
diminum hingga zat tersebut dapat menjangkau tempat sel kanker tumbuh.

D. Efek Samping Radioterapi

1. Efek samping jangka pendek

6
Gejala yang paling sering muncul ketika seseorang mendapatkan radioterapi adalah
rasa mual dan muntah, kulit menghitam di bagian tubuh yang terkena radiasi, rambut
rontok sedikit demi sedikit (namun jika melakukan radioterapi pada bagian kepala, leher,
atau muka, mungkin kerontokan yang terjadi akan lebih banyak) merasa kelelahan,
gangguan menstruasi pada perempuan, gangguan terhadap jumlah dan kualitas sperma
pada laki-laki, serta timbul berbagai masalah kulit.

Tidak hanya itu, pasien yang menjalani pengobatan radioterapi akan mengalami
penurunan nafsu maka dan menimbulkan masalah pada sistem pencernaan. Namun pasien
yang sedang menjalani terapi harus menjaga status gizi dan kesehatannya melalui asupan.
Berikut adalah tips yang bisa dilakukan untuk menjaga asupan pasien yang menjalani
pengobatan.

2. Efek samping jangka panjang

Radioterapi tidak hanya merusak DNA sel kanker namun juga pada sel normal.
Ketika sel normal juga ikut rusak, maka berbagai efek samping pun akan bermunculan.

a) Jika yang diradioterapi adalah bagian perut, maka kandung kemih tidak lagi elastis
dan membuat pasien buang air kecil lebih sering.
b) Payudara akan lebih keras dan kencang setelah melakukan radioterapi di bagian
payudara.
c) Jika bagian panggul terkena radiasi, maka vagina menjadi lebih sempit dan kurang
elastic
d) Lengan menjadi bengkak bila bagian pundak yang diberikan terapi
e) Gangguan fungsi paru-paru akibat mendapatkan radiasi di bagian dada
f) Sedangkan pasien yang mendapatkan radiasi di bagian dada atau leher, berisiko
untuk mengalami penyempitan saluran nafas dan tenggorokan, sehingga susah untuk
menelan
g) Untuk radioterapi yang dilakukan di sekitar panggul, akan menimbulkan efek seperti
peradangan pada kandung kemih, serta nyeri pada perut akibat infeksi
saluran kencing.

7
E. Analisis Fisika pada Radioterapi

1) Dalam jurnal Fisika Vol 5, April 2016 tentang Analisis Pengaruh Sudut Penyinaran
terhadap Dosis Permukaan Fantom Berkas Radiasi Gamma Co-60 pada Pesawat
Radioterapi oleh Fiqi Diyona dan rekan-rekannya, telah dilakukan pengukuran dan
perhitungan pengaruh sudut penyinaran terhadap dosis radiasi permukaan fantom dengan
menggunakan thermoluminescence-dosemeter-100 (TLD-100).
Penelitian dilaksanakan di instalasi radioterapi salah satu rumah sakit di kota Padang
menggunakan pesawat terapiCo-60. Pengukuran menggunakan teknik SSD 80 cm dan
luas lapangan 10 cm x 10 cm. Faktor kalibrasi TLD-100 adalah 0,022 cGy/nC. Penelitian
dilakukan dengan memvariasikan sudut penyinaran dari 0° hingga 170°.Nilai dosis
radiasi permukaan fantom berkisar antara 70,415 hingga 102,341 cGy.
Hasil perhitungan menunjukkan sudut penyinaran memberikan pengaruh terhadap
terimaan dosis radiasi pada permukaan fantom, namun dosis radiasi pada permukaan
yang diterima fantom tidak linear dengankenaikan sudut penyinaran.

Berikut adalah gambar yang melihatkan hubungan dosis radiasi permukaan terhadap
sudut penyinaran:

2) Dalam jurnal Fisika Flux, vol. 14 tahun 2017 tentang Analisis Electron Beam Profile
Constancy pada Pesawat Linac.Linac yaitu alat radioterapi modern. Oleh Edi Guritna dan
rekan-rekannya. Pada jurnal tersebut dijelaskan radioterapi adalah pengobatan penyakit
terutama tumor atau kanker ganas denganmenggunakan radiasi elektromagnetik (Sinar-X

8
dan Gamma) dan radiasi partikel (elektron, proton, danneutron). Salah satu alat
radioterapi modern yang digunakan dalam pengobatan penyakit kanker adalah linear
accelerator (linac). Alat radioterapi ini menghasilkan elektron dan sinar-X (foton) yang
dibangkitkan oleh generator dan mempunyai energi yang bervariasi. Dalam penelitian
profil dosis, digunakan pesawat liner accelerator (linac) Siemens Primus berkas elektron
5 MeV dengan luas lapangan radiasi berkisar dari 5×5 cm2 sampai 25×25 cm2.
Pengukuran profil dosis dilakukan dengan menggunakan water phantom, detector farmer
chamber dan condenser chamberyang dilengkapi dengan computer control units (CCU)
serta dilakukan untuk arah crossline dan inline pada kedalaman Dmax dan kedalaman
tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis profil berkas sinar elektron energi 5
MeV pada kedalaman tertentu dan Dmax dengan variasi luas lapangan 5×5 cm2, 10×10
cm2, 15×15 cm2, 20×20 cm2, 25×25 cm2. Hasil analisis profil dosis pada berkas elektron
5 MeV menunjukkan bahwa lapangan 5×5 cm2 memiliki nilai flatness yang cukup besar
sehingga dalam kalibrasi maupun terapi radiasi perlu diperhatikan penggunaan luas
lapangan tersebut.
Dalam penelitian ini juga didapatkan bahwa nilai flatness paling ideal (nilai flatness
rendah) terjadi pada lapangan 15×15 cm2. Sehingga ada luas lapangan lain yang bisa
digunakan untuk treatment maupun kalibrasi selain 10×10 cm2 yaitu 15×15 cm2 yang
memiliki nilai flatness rendah.

Berikut adalah grafik PDD pada berbagai luas lapangan pada jurnal ini :

9
10
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
1. Radioterapi atau disebut juga terapi radiasi. Terapi radiasi adalah terapi
menggunakan radiasi yang bersumber dari energi radioaktif. Cukup banyak dari
penderita kanker yang berobat ke rumah sakit menerima terapi radiasi.
2. Radioterapi diberikan pada bagian sel kanker yang tumbuh untuk menghentikan
serta menghancurkan sel kanker tersebut. Namun karena radioterapi biasanya
dilakukan dalam dosis yang tinggi (agar bisa mematikan sel kanker) sel-sel normal
yang ada di sekitar bagian yang di radioterapi terkadang juga ikut rusak
3. Jenis-jenis Pengobatan Radioterapi ada dua yaitu radioterapi eksternal dan
radioterapi internal.
4. Manfaat radioterapi bisa untuk semua jenis kanker
5. Efek radioterapi ada jengka pendek dan jangka panjang.
6. Analisis fisika berdasarkan jurnal.

B. Saran
Semoga makalah ini dapat menambah wawasan kita mengenai Radioterapi.

11
DAFTAR PUSTAKA

Diyona Fiqi., Dian Milvita., Sri Herlinda., & Kri Yudi Pati Sandy. (2016). Analisis Pengaruh
Sudut Penyinaran terhadap Dosis Permukaan Fantom Berkas Radiasi Gamma Co-60 pada
Pesawat Radioterapi.Jurnal Fisika Unand, 5, 131-135.

Guritna Edi., Giner MAslebu., Nur Aji Wibowo., & Muhammad Hidayatullah. (2017). Analisis
Electron Beam Profile Constancy pada Pesawat Linac. Jurnal Fisika Flux,14, 110-117.

https://www.alodokter.com/manfaat-radioterapi-untuk-pengobatan-kanker diakses pada

3 Oktober 2018

https://lifestyle.kompas.com/read/2012/06/19/17023460/5.Cara.Cegah.Efek.Samping.Radioterap
i diakses pada 3 Oktober 2018

12