Anda di halaman 1dari 4

PEMERINTAH KABUPATEN KOLAKA

DINAS KESEHATAN
JL. Pancasila No. 12 Telp. (0405) 2321170 Kolaka 93517

TERM OF REFERENCE (TOR)


PERTEMUAN AUDIT MATERNAL DAN PERINATAL (AMP)
KABUPATEN KOLAKA
1. Undang-Undang Kesehatan Nomor 23 tahun 1992 tentang kesehatan (Lembar
Negara Republik Indonesia Tahun 1992 Nomor 100 Tambahan
lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3496);
2. Undang-Undang Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan
daerah
3 Peraturan Pemerintah Nomor 32 tahun 2007 tentang Kesehatan;
4. Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 1457/Menkes/SK/II/2003
tentang Standart Pelayanan Minimal Kesehatan di Kabupaten/Kota;
4. Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 128/Menkes/SK/II/2004
tentang Kebijakan Dasar pusat kesehatan Masyarakat;
5. Peraturan Daerah Kabupaten Kolaka Nomor 4 tahun 2000 tentang
Kewenangan Daerah Kabupaten Kolaka;
6. Peraturan Daerah Kabupaten Kolaka Nomor 38 tahun 2007
tentang Struktur Organisasi dan Tata kerja lembaga Teknis daerah
Kabupaten Kolaka;
7. Peraturan Daerah Kabupaten Kolaka Nomor 1 tahun 2009 tentang
Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Kolaka.

I. Latar Belakang
Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan salah satu indikator untuk melihat
derajat kesehatan perempuan. Angka kematian ibu juga merupakan salah satu
target yang telah ditentukan dalam tujuan pembangunan millenium yaitu tujuan ke 5
yaitu meningkatkan kesehatan ibu dimana target yang akan dicapai sampai tahun
2015 adalah mengurangi sampai ¾ risiko jumlah kematian ibu. Dari hasil survei
yang dilakukan AKI telah menunjukkan penurunan dari waktu ke waktu, namun
demikian upaya untuk mewujudkan target tujuan pembangunan millenium masih
membutuhkan komitmen dan usaha keras yang terus menerus. trend AKI Indonesia
secara Nasional dari tahun 1994. sampai dengan tahun 2007, dimana menunjukkan
penurunan yang signifikan dari tahun ke tahun. Berdasarkan SDKI survei terakhir
tahun 2007 AKI Indonesia sebesar 228 per 100.000 Kelahiran Hidup, meskipun
demikian angka tersebut masih tertinggi di Asia. Sementara target Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) ada sebesar 226 per 100.000
Kelahiran Hidup dan Target MDGs 2015 adalah 102/100.000 KH.
Rendahnya kesadaran masyarakat tentang kesehatan ibu hamil menjadi
factor penentu angka kematian, meskipun masih banyak faktor yang harus
diperhatikan untuk menangani masalah ini. Persoalan kematian yang terjadi
lantaran indikasi yang lazim muncul. Yakni pendarahan, keracunan kehamilan yang
disertai kejang kejang, aborsi, dan infeksi. Namun, ternyata masih ada faktor lain
yang juga cukup penting. Misalnya, pemberdayaan perempuan yang tak begitu
baik, latar belakang pendidikan, sosial ekonomi keluarga, lingkungan masyarakat
dan politik, kebijakan juga berpengaruh. Kaum lelaki pun dituntut harus berupaya
ikut aktif dalam segala permasalahan bidang reproduksi secara lebih bertanggung
jawab. Selain masalah medis, tingginya kematian ibu juga karena masalah
ketidaksetaraan gender, nilai budaya, perekonomian serta rendahnya perhatian
laki-laki terhadap ibu hamil dan melahirkan. Oleh karena itu, pandangan yang
menganggap kehamilan adalah peristiwa alamiah perlu diubah secara sosiokultural
agar perempuan dapat perhatian dari masyarakat. Sangat diperlukan upaya
peningkatan pelayanan perawatan ibu baik oleh pemerintah, swasta, maupun
masyarakat terutama suami.
Rawannya derajat kesehatan ibu ini memberi dampak yang bukan terbatas
pada kesehatan ibu saja. Hal ini berpengaruh secara langsung terhadap derajat
kesehatan janin/bayi pada minggu pertama kehidupannya. Dengan demikian upaya
peningkatan derajat kesehatan perinatal tak dapat dipisahkan dengan upaya
peningkatan kesehatan ibu.
Sebagian dari kematian itu sebenarnya bias dicegah melalui pelayanan
antenatal yang mampu mendeteksi dan menangani kasus risiko tinggi secara
memadai, pertolongan persalinan yang bersih dan aman, serta pelayanan rujukan
kebidanan/perinatal yang terjangkau padasaat diperlukan.
Angka Kematian Perinatal (AKP) pada SDKI 2007 adalah 19/1000 kelahiran.
Penyebab utama kematian perinatal adalah asfiksia, komplikasi pada BBLR, sepsis,
hipotermi dan trauma lahir. Sebagian dari kematian tersebut sebenarnyadapat
dicegah bila kesehatan ibu selama hamil terjaga denagn baik dan pertolongan
persalinan yang diberikan bersih dan aman. Target Angka Kematian Perinatal pada
MDGs tahun 2015 adalah 14/ 1000 Kkelahiran Hidup.
Untuk mencapai target tersebut diperlukan pengembangan program yang
mampu mempercepat penurunan AKI, AKP dan AKB. Salah satu cara untuk
meningkatkan program tersebut antara lain dengan meningkatkan mutu dan
menjaga kesinambungan pelayanan kesehatan ibu serta perinatal di tingkat
pelayanan dasar dan pelayanan rujukan primer. Hal ini dapat dilakukan dengan
mengembangkan konsep Audit Maternal Perinatal (AMP).
Audit ini dapat dimanfaatkan untuk mengidentifikasi faktor medik, non medik
dan faktor pelayanan kesehatan yang berpengaruh kepada kesakitan dan kematian
ibu maupun perinatal. Melalui kegiatan ini diharapkan pengelola Program KIA di
Kabupaten dan dan pemberi pelayanan di tingkat pelayanan dasar (puskesmas dan
jajarannya) dapat menetapkan prioritas untuk mengatasi faktor-faktor yang
mempengaruhi kematian maternal dan perinatal

II. Tujuan
A. Tujuan Umum
Meningkatkan mutu pelayanan KIA di seluruh wilayah kerja Dinas Kesehatan
Kab. Kolaka dalam rangka mempercepat penurunan Angka Kematian Maternal
dan Neonatal.
B. Tujuan Khusus
1. Menerapkan pembahasan analitik mengenai kasus maternal dan neonatal
secara teratur dan berkesinambungan
2. Menentukan intervensi dan pembinaan untuk masing-masing pihak yang
diperlukan untuk mengatasi masalah-masalah yang ditemui dalam
pembahasan kasus
3. Mengembangkan mekanisme koordinasi antara Puskesmas, Dinas
Kesehatan Kab. Kolaka dan Rumah Sakit Daerah Kolaka dalam
perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi terhadap intervensi
yang disepakati.
III. Peserta
Peserta pertemuan sebanyak 12 orang yang terdiri dari Bidan dari puskesmas
seluruh kab. Kolaka dan 11 orang Tim Pengkaji Audit maternal Perinatal Tingkat
Kabupaten Kolaka.
IV. Waktu
Triwulan atau sesuai kasus
V. Materi
Pembahasan kasus kematian maternal dan neonatal
VI. Metode
- Presentase kasus maternal dan neonatal
- Diskusi
- Curah pendapat
- Rekomendasi hasil AMP
VII. Narasumber
a. dr. H. Marwan Abbas, Sp.OG
b. dr. Anwar Taufiq, Sp.A
VIII. Waktu dan tempat
Pertemuan akan dilaksanakan di Kolaka
IX. Biaya
Biaya pertemuan ini bersumber dari Dana Alokasi Umum Dinas Kesehatan Kab.
Kolaka tahun 2014

Mengetahui Kolaka,16 Desember 2013


Kepala Dinas Kesehatan Kab. Kolaka Ketua Panitia

drg. Asma, M.Kes Dahlia Yuli Astuti, S.SiT.,MPH