Anda di halaman 1dari 19

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK

(LKPD)

KEARSIPAN

KD 3.11 MENERAPKAN PROSEDUR PENYUSUTAN ARSIP


KD 4.11 MELAKUKAN PENYUSUTAN ARSIP

Untuk SMK/MAK Kelas X


Nama :……………………………………………………

Kelas :……………………………………………………

No. :……………………………………………………

Bidang Keahlian : Bisnis Manajemen


Program Keahlian : Manajemen Perkantoran
Kompetensi Keahlian : Otomatisasi dan Tata kelola Perkantoran
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
Untuk SMK/MAK Otomatisasi Tata Kelola Perkantoran Kelas X
Mata Pelajaran Kearsipan

Petunjuk Belajar

1. Bacalah bahan ajar ini dengan seksama


2. Kerjakan tugas dan latihan yang terdapat di dalamnya dengan jujur tanpa melihat kunci
jawaban sebelum anda mengerjakannya
3. Gunakan teknik membaca cepat dalam mempelajari bahan ajar
4. Jika ada bagian yang belum anda pahami, cobalah terlebih dahulu mendiskusikan
dengan teman yang sedang mengerjakan bagian yang sama, sebelum anda bertanya
kepada pendidik. Jika perlu, anda harus berusaha mencari tahu jawabannya pada
sumber yang lain
5. Ikuti ketentuan yang berlaku dalam setiap bahan ajar dan laporkan kemajuan anda
kepada pendidik sebelum anda melanjutkan ke bagian lain atau bahan ajar lainnya.

A. Kompetensi Inti

1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.


2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, santun, peduli (gotong royong,
kerja sama, toleran, damai), bertanggung-jawab, responsif, dan proaktif melalui
keteladanan, pemberian nasehat, penguatan, pembiasaan, dan pengkondisian secara
berkesinambungan serta menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai
permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta
dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia
3. Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasitentang pengetahuan faktual,
konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan lingkup kerja
Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran pada tingkat teknis, spesifik, detil, dan
kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan
humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga,
sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan internasional.
4. Melaksanakan tugas spesifik dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur kerja
yang lazim dilakukan serta memecahkan masalah sesuai dengan bidang kerja
Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran. Menampilkan kinerja di bawah bimbingan
dengan mutu dan kuantitas yang terukur sesuai dengan standar kompetensi kerja.
Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif,
produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak
terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu
melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.Menunjukkan
keterampilan mempersepsi, kesiapan, meniru, membiasakan, gerak mahir, menjadikan
gerak alami dalam ranah konkret terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya
di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.

B. Kompetensi Dasar

3.11 Menerapkan prosedur penyusutan arsip


4.11 Melakukan penyusutan arsip

C. Indikator

1. Peserta didik dapat menjelaskan pengertian penyusutan arsip


2. Peserta didik dapat mengemukakan tujuan penyusutan arsip
3. Peserta didik dapat menguraikan macam cara penyusutan arsip
4. Peserta didik dapat menjelaskan tahapan penyusutan arsip

D. Materi Pembelajaran

Penyusutan Arsip
1. Pengertian Penyusutan Arsip
2. Tujuan Penyusutan Arsip
3. Macam Cara Penyusutan Arsip
4. Tahapan Penyusutan Arsip
E. Informasi Pendukung

Salah satu kegiatan yang berperan penting dalam kearsipan adalah penyusutan
arsip. Untuk mempermudah dalam kegiatan pemusnahan arsip maka dilakukan kegiatan
penyusutan arsip. Penyusutan arsip dilakukan untuk mempermudah dalam melakukan
pemusnahan arsip-arsip yang sudah tidak mempunyai nilai guna.

F. Paparan Isi Materi

PENYUSUTAN ARSIP

A. Konsep Penyusutan Arsip


Penyusutan arsip adalah kegiatan pengurangan jumlah arsip dengan cara pemindahan
arsip inaktif dari unit pengolah ke unit kearsipan, pemusnahan arsip yang tidak memiliki nilai
guna, dan penyerahan arsip statis kepada lembaga kearsipan (UU No.43 tahun 2009).
Penyusutan arsip dilakukan oleh pencipta arsip berdasarkan Jadwal Retensi Arsip (JRA).
Dengan demikian, penyusutan arsip dilakukan ketika arsi sudah habis masa retensinya (cut
off).

B. Tujuan Penyusutan Arsip


Mary Robek, dkk dalam Winata dan Wahidin menyebutkan tujuan penyusutan arsip, yaitu:
1. Memusnahkan arsip yang tidak berguna
2. Mempertahankan arsip legal, bisnis, dan bernilai historis.
3. Meminimalkan kebutuhan peralatan dan ruang penyimpanan
4. Mengamankan disk dan tape magnetic computer untuk penggunaan kembali secepat
mungkin.
C. Cara Penyusutan Arsip
Dalam Perka ANRI No. 37 tahun 2016 tentang Pedoman Penyusutan Arsip, penyusutan arsip
meliputi kegiatan:
1. Pemindahan Arsip Inaktif dari Unit Pengolah Ke Unit Kearsipan
2. Pemusnahan arsip yang telah habis retensinya dan tidak memiliki nilai guna
dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
3. Penyerahan Arsip oleh Pencipta Arsip kepada Lembaga Kearsipan.
Penyusutan dilakukan oleh Pencipta Arsip berdasarkan Jadwal Retensi Arsip (JRA).

1. Pemindahan arsip inaktif


Pemindahan arsip inaktif dilakukan dari unit pengolah ke unit kearsipan. Unit
pengolah adalah satuan kerja pada pencipta arsip yang mempunyai tugas dan tanggung jawab
mengolah semua arsip yang berkaitan dengan kegiatan penciptaan arsip di lingkungannya.
Adapun tugas dan tanggungjawab dalam penyelenggaraan kearsipan.
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam pemindahan arsip dari unit pengolah ke unit ke unit
kearsipan, antara lain:
a. Pemindahan arsip inaktif pada unit pengolah (unit kerja) di dalam organisasi menjadi
tanggunjawab kepala unit kerja masing-masing.
b. Pelaksanaan pemindahan arsip inaktif dilakukan dengan penandatangan berita acara dan
dilampiri daftar arsip yang dipindahkan.
c. Berita acara pemindahahan arsip inaktif ditandatangani oleh kepala satuan kerja dan
kepala unit kearsipan.
d. Pemindahan arsip inaktif dilaksanakan dengan memerhatikan bentuk dan media arsip
melalui kegiatan:penyeleksian, dan penataan arsip inaktif yang akan dipindahkan.
e. Pemindahan arsip inaktif: yang memiliki retensi dibawah 10 tahun dilakukan dari
unit/kerja di ke unit kearsipan, 2) yang memiliki retensi sekurang-kurangnya 10 tahun
dilakukan dari unit pengolah atau unit kearsipan dilakukan berkoordinasi dengan unit
kearsipan di tingkat lembaga kearsipan.

2. Pemusnahan arsip
Pemusnahan arsip adalah salah satu dari kegiatan penyusutan arsip yang bertujuan
mengurangi jumlah arsip. Arsip yang akan dimusnahkan harus memiliki kriteria sebagai
berikut:
a. Tidak memiliki nilai guna
a) Telah habis retensinya dan berketerangan dimusnahkan berdasarkan JRA
b) Tidak ada peraturan perundang-undangan yang melarang
c) Tidak berkaitan dengan penyelesaian proses suatu perkara.

3. Penyerahan Arsip Statis


Penyerahan arsip statis dilakukan oleh pencipta arsip kepada lembaga kearsipan.
Penyerahan tersebut merupakan tanggung jawab pimpinan pencipta arsip. Kriteria arsip yang
diserahkan oleh pencipta arsip kepada lembaga kearsipan adalah memiliki nilai guna
kesejarahan, telah habis retensinya, dan/atau berketerangan dipermanenkan pencipta arsip
sesuai JRA.

D. Tahapan Penyusutan Arsip


Tahapan penyusutan arsip adalah sebagai berikut (Winata dan Muhidin, 2016:284):
1. Tahapan Penyusutan Arsip yang Memiliki Jadwal Retensi Arsip (JRA)
a. Pemindahan Arsip
Berdasarkan ANRI: Modul Penyusutan Arsip (Winata dan Wahidin, 2016),
pemindahan arsip inaktif dari unit pengolah kepada unit dilakukan dengan langkah-langkah
sebagai berikut:
1) Penyeleksian atau pemeriksaan arsip inaktif. Pemeriksaan dilaksanakan untuk
mengetahui apakah setiap arsip tersebut sudah benar-benar inaktif atau belum.
Pemeriksaan arsip dilakukan dengan melihat jadwal retensi arsip. Dalam kegiatan
pemeriksaan arsip juga dilaksanakan kegiatan penyatuan arsip-arsip yang memiliki
kesamaan jenis yang (series)
2) Pembuatan daftar arsip inaktif yang akan dipindahkan. Setelah diperiksa dan
ditentukan sebagai arsip inaktif, arsip-arsip tersebut harus didaftar secara lengkap,
mulai dari judul series atau jenis arsipnya, tahun, volume, kondisi, hingga penataan
atau sistem penyimpanan yang digunakan.
3) Penataan arsip inaktif yang akan dipindahkan. Penataan arsip ini dilaksanakan untuk
menjaga agar penataan dilakukan sebagaimana aslinya
4) Pembuatan berita acara pemindahan arsip. Karena pemidahan arsip ini berkaitan
dengan pengalihan wewenang dan tanggun jawab dan satu unit ke unit organisasi
lainnya atau pengalihan wewenang dan tanggung jawab penanganan arsip dari central
file ke records center, perlu dibuat bukti pemindahan arsip yang biasanya dalam
bentuk Berita Acara Pemindahan Arsip.
5) Pelaksanaan pemindahan. Setelah arsip tertata dalam buku yang telah diberi nomor
sesuai dalam daftar arsip uang dipindahkan dan disiapkan Berita acaranya,
dilaksanakan pemindahan arsip inaktif.

b. Pemusnahan Arsip
Berdasarkan ANRI: Modul Penyusutan Arsip (Winata dan Wahidin, 2016:288-290),
pemusnahan arsip dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berkut:
1) Pembentukan panitia penilai arsip. Untuk arsip dibawah 10 tahun, kepanitian dapat
berasal dari unit yang secara fungsional bertugas mengelola arsip.
2) Penyeleksian atau pemeriksaan arsip. Pemeriksaan ini dilaksanakan denga melihat
jadwal retensi arsip. Selain melihat masa retensinya, pemeriksaan ini juga dilakukan
terhadap kebenaran isinya, kelengkapan informasinya, keterkaitan dengan arsip
lainnya,dan lain-lain.
3) Pembuatan daftar arsip usul musnah oleh arsiparis di unit kearsipan. Arsip yang telah
diperiksa sebagai arsip yang diusulkan musnah harus dibuat daftarnya. Dari daftar
tersebut diketahui secara jelas informasi arsip yang akan dimusnahkan.
4) Penilaian oleh panitia penilai arsip. Penilaian arsip dilakukan setiap kali menyeleksi arsip
yang akan dimusnahkan. Akan tetapi,
untuk arsip yang memiliki retensi di bawah 10 tahun, cukup dilaksanakan oleh unit
pencipta arsip.
5) Permintaan persetujuan dari pimpinan pencipta arsip. Arsip yang telah dinilai oleh
panitia penilai arsip. Selanjutnya, dianjurkan kepada pimpinan pencipta arsip untuk
dimintai persetujuan terhadap arsip yang diusulkan untuk dimusnahkan.
6) Penetapan arsip yang akan digunakan. Setelah dinilai secara cermat dan mendapatkan
persetujuan dari pimpinan pencipta arsip, arsip yang akan dimusnahkan tersebut
disahkan oleh pimpinan organisasi melalui produk hukum intern.
7) Pembuatan berita acara pemusnahan arsip. Berita acara pemusnahan arsip merupakan
salah satu dokumen pemusnahan arsip yang sangat penting di samping daftar arsip yang
dimusnahkan. Kedua jenis dokumen ini dapat menjadi dasar hukum bahwa pelaksanaan
pemusnahan dilaksanakan secara sah. Selain itu, juga berfungsi sebagai pengganti arsip
yang dimusnahkan
8) Pelaksanaan pemusnahan dengan memerhatikan hal-hal berikut:
a) Dilakukan secara total sehingga fisik dan informasi arsip musnah dan tidak dapat
dikenali, bisa dengan cara dibakar, dicacah, atau dibuat bubur kertas
b) Disaksikan oleh sekurang-kurangnya dua pejabat dari unit hukum dan/atau
pengawasan dari lingkungan pencipta arsip yang bersangkutan, disertai
penandatangan berita acara yang memuat daftar arsip yang dimusnahkan.
c. Penyerahan Arsip Statis
Penyerahan arsip statis dari pencipta arsip kepada lembaga kearsipan dilakukan
dengan langkah-langkah sebagai berikut:
a) Penyeleksian dan pembuatan daftar arsip usul serah oleh arsiparis di unit kearsipan
b) Penilaian oleh panitia penilai arsip terhadap arsip usul serah
c) Pemberitahuan akan menyerahkan arsip statis oleh pimpinan pencipta arsip kepada
kepala lembaga kearsipan sesuai dengan wilayah kewenangannya disertai dengan
pernyataan dari pimpinan pencipta arsip bahwa arsip yang diserahkan autentik,
terpercaya, utuh, dan dapat digunakan.
d) Verifikasi dan persetujuan dari kepala lembaga kearsipan sesuai wilayah
kewenangannya.
e) Penetapan arsip yang akan diserahkan oleh pimpinan pencipta arsip.
f) Pelaksanaan serah terima arsip statis oleh pimpinan pencipta arsip kepada kepala
lembaga kearsipan dengan disertai berita acara dan daftar arsip yang akan diserahkan.
2. Tahapan Penyusutan Arsip yang Tidak Memiliki Jadwal Retensi Arsip (JRA)
Penyusutan arsip yang tidak memiliki jadwal retensi arsip pada dasarnya dilakukan
oleh lembaga organisasi yang belum memiliki jadwal retensi arsip, tidak melakukan
penyusutan arsip secara periodik dan keadaan organisasinya dalam keadaan tidak baik.
Langkah-langkah penyusutan arsip yang belum memiliki jadwal retensi arsip meliputi hal-hal
berikut:
a. Pendataan
Pendataan dilakukan untuk mengidentifikasi:
1) Kondisi fisik arsip
2) Kondisi tempat penyimpanan
3) Media arsip
4) Jumlah arsip yang ada di unit kerja
5) Kurun waktu, yaitu waktu dari arsip yang tertua sampai terbaru di tempat pendataan.
6) Sistem penataan
7) Alat temu balik: suatu sarana yang digunakan untuk penemuan kembali arsip yang dapat
berupa buku agenda, daftar pertelaan, inventaris arsip, dan lain-lain.
8) Asal arsip
9) Lokasi arsip
10) Unit kerja

b. Penataan.
Kegiatan penataan arsip meliputi;
1) Memisahkan bahan-bahan yang dinyatakan sebagai nonarsip misalnya map, amplop,
surat kabar, majalah, formulir, dan lain-lain
2) Memilih dan menyingkirkan duplikasi arsip, misalnya kelebihan penggandaan (fotokopi
atau stensil, dan lain-lain.
3) Mengelompokkan arsip berdasarkan media, misalnya arsip tekstual, arsip non tekstual,
dan arsip bentuk khusus.
4) Memberkaskan arsip berdasarkan sistem penataan aslinya (original order).
c. Pendaftaran
Pendaftaran adalah kegiatan membuat Daftar Pertelaan Arsip (DPA) yang
ditandatangani oleh pimpinan unit pengolah yang di dalamnya termasuk daftar pertelaan arsip
yang disimpan sementara.
d. Penilaian
Kegiatan penilaian dilakukan dalam rangka penyusutan arsip diinstansi. Sebelum
arsip dimusnahkan, terlebih dahulu dibentuk panitia penilaian yang melibatkan unit yang
berkaitan, terdiri atas unit pengolah, unit kearsipan, pimpinan organisasi, lembaga kearsipan,
dan lembaga yang berkaitan lainnya.
e. Penyusutan
Penyusutan arsip dapat dilakukan dengan tiga kegiatan, yaitu pemindahan arsip
inaktif dari unit pengolah ke unit kearsipan; pemusnahan arsip yang telah habis retensinya
dan tidak memiliki nilai guna lagi; penyerahan arsip statis oleh pencipta arsip kepada
lembaga kearsipan
Nama/ Kelompok : ........................................
Kelas : ........................................
Tanggal : ........................................

Lembar Kerja : Menerapkan Prosedur Penyusutan Arsip

Tujuan

1. Dapat memahami pengertian penyusutan arsip


2. Dapat mengtahui tujuan penyusutan arsip
3. Dapat mengetahui macam-macam cara penyusutan arsip
4. Dapat mengetahui tahapan penyusutan arsip

Rumusan Masalah

1. Apa yang dimaksud dengan penyusutan arsip ?


2. Apa sajakah tujuan dari penyusutan arsip?
3. Bagaimana cara penyusutan arsip ?
4. Bagaimana tahap-tahap penyusutan arsip?

Langkah-langkah :

1. Menjelaskan dengan bahasa sendiri arti/ makna dari penyusutan arsip


2. Menguraikan tujuan dari penyusutan arsip
3. Menguraikan cara penyusutan arsip
4. Menguraikan tahap-tahap penyusutan arsip

Analisa :

1. Menurut pendapat Anda apakah yang dimaksud dengan penyusutan arsip ?


Jawab :
..............................................................................................................
..............................................................................................................
..............................................................................................................

2. Uraikan menurut bahasa Anda tujuan dari penyusutan arsip!


Jawab :
..............................................................................................................
...............................................................................................................
..............................................................................................................
3. Apa sajakah macam-macam cara penyusutan arsip !
Jawab :...............................................................................................................
...............................................................................................................
...............................................................................................................

4. Menurut pendapat Anda bagaimana tahapan penyusutan arsip arsip !


Jawab :...............................................................................................................
...............................................................................................................
...............................................................................................................
KUNCI JAWABAN
Lembar Kerja : Menerapkan Klasifikasi dan Indeks Arsip

1. Pengertian penyusutan arsip


Penyusutan arsip adalah kegiatan pengurangan jumlah arsip dengan cara
pemindahan arsip inaktif dari unit pengolah ke unit kearsipan, pemusnahan arsip
yang tidak memiliki nilai guna, dan penyerahan arsip statis kepada lembaga
kearsipan.
2. Tujuan penyusutan arsip
1. Memusnahkan arsip yang tidak berguna
2. Mempertahankan arsip legal, bisnis, dan bernilai historis.
3. Meminimalkan kebutuhan peralatan dan ruang penyimpanan
4. Mengamankan disk dan tape magnetic computer untuk penggunaan kembali secepat
mungkin.
3. Cara penyusutan arsip
Dalam Perka ANRI No. 37 tahun 2016 tentang Pedoman Penyusutan Arsip, penyusutan
arsip meliputi kegiatan:
1. Pemindahan Arsip Inaktif dari Unit Pengolah Ke Unit Kearsipan
2. Pemusnahan arsip yang telah habis retensinya dan tidak memiliki nilai guna
dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
3. Penyerahan Arsip oleh Pencipta Arsip kepada Lembaga Kearsipan.
4. Penyusutan dilakukan oleh Pencipta Arsip berdasarkan Jadwal Retensi Arsip (JRA).
4. Tahapan penyusutan arsip
a) Tahapan Penyusutan Arsip yang Memiliki Jadwal Retensi Arsip (JRA)
(1) Pemindahan arsip
(2) Penyerahan arsip
(3) Pemusnahan arsip
b) Tahapan Penyusutan Arsip yang Tidak Memiliki Jadwal Retensi Arsip (JRA)
1) Pendataan
2) Penataan
3) Pendaftaran
4) Penilaian
5) Penyusutan
Nama/ Kelompok : ........................................
Kelas : ........................................
Tanggal : ........................................

Lembar Kerja : Melakukan Penyusutan Arsip

Tujuan :

1. Dapat menjelaskan peraturan indeks


2. Dapat menyusun indeks sesuai dengan aturan

Kegiatan :

1. Bentuk lah kelompok yang terdiri dari 4-5 anak.


2. Lakukan kunjungan ke salah satu perusahaan di sekitar Anda. Perusahaan pemerintah
maupun swasta. Misalnya : Kantor Desa, Kantor Kecamatan maupun Lembaga
Pendidikan.
3. Lakukan observasi dan amati bagaimana arsiparis dalam menangani atau melakukan
penyusutan arsip. (Apabila observasi yang dilakukan kurang memenuhi dan tidak puas,
lakukan wawancara dengan arsiparis yang ada dalam perusahaan tersebut).
4. Apabila penyusutan yang dilakukan arsiparis salah, identifikasi bagaimana seharusnya
yang benar dilakukan dalam penyusutan tersebut
5. Laporkan hasil observasi kepada fasilitator, kemudian diskusikanlah dengan teman –
teman Anda untuk bertukar pengalaman yang dipandu oleh fasilitator.
6. Alat dan Bahan
 Laptop / komputer
 Printer
 Proyektor LCD
 ATK
 Kertas A4
Langkah-langkah Praktik

1. Mempersiapkan alat dan bahan yang diperlukan


2. Pergilah (Observasi) ke salah satu tempat mengenai penyusutan arsip, lihatlah apakah
pegawai arsip tersebut menerapkan dengan benar, apabila tidak solusi apa yang kalian
berikan , jelaskan secara rinci.
3. Ketik hasil observasi dan analisis yang sudah kalian lakukan dengan ketentuan font times
new roman 12 , spasi 1,5 selain itu bebas kreatifitas kalian.
4. Kumpulkan kepada guru dan beberapa kelompok melakukan presentasi untuk
menyampaikan hasil kerjanya
PENILAIAN
Penilaian Aspek Pengetahuan
No Kriteria 25 15 10 5
1. Peserta didik dapat menjawab soal pengertian penyusutan 
arsip dengan sangat tepat
Peserta didik dapat menjawab soal pengertian penyusutan 
arsip dengan cukup tepat
Peserta didik dapat menjawab soal pengertian penyusutan 
arsip dengan kurang tepat
Peserta didik dapat menjawab soal pengertian penyusutan 
arsip dengan tidak tepat
2. Peserta didik dapat menjawab soal tujuan penyusutan arsip 
dengan sangat tepat
Peserta didik dapat menjawab soal tujuan penyusutan arsip 
dengan cukup tepat
Peserta didik dapat menjawab soal tujuan penyusutan arsip 
dengan kurang tepat
Peserta didik dapat menjawab soal tujuan penyusutan arsip 
dengan tidak tepat
3. Peserta didik dapat menjawab soal macam-macam cara 
penyusutan arsip dengan sangat tepat
Peserta didik dapat menjawab soal macam-macam cara 
penyusutan arsip dengan cukup tepat
Peserta didik dapat menjawab soal macam-macam cara 
penyusutan arsip l dengan kurang tepat
Peserta didik dapat menjawab soal macam-macam cara 
penyusutan arsip dengan tidak tepat
4 Peserta didik dapat menjawab soal tahap-tahap penyusutan 
arsip sangat tepat
Peserta didik dapat menjawab soal tahap-tahap penyusutan 
arsip dengan cukup tepat
Peserta didik dapat menjawab soal tahap-tahap penyusutan 
arsip dengan kurang tepat
Peserta didik dapat menjawab soal tahap-tahap penyusutan 
arsip dengan tidak tepat

Nilai total maksimal : Jumlah Skor x jumlah Soal


: 20 x 5 = 100
LEMBAR OBSERVASI
TES PRAKTIK MENELUSURI PEMELIHARAAN DAN PENYUSUTAN ARSIP
SERTA PEMBERIAN SOLUSI

Skor Pencapaian
No. Komponen/Sub Komponen Penilaian Kompetensi
5 4 3 2 1
I Persiapan Kerja
1.1 Alat dipersiapkan sesuai dengan tugas yang
diberikan
1.2 Bahan dipersiapkan sesuai dengan tugas yang
diberikan
1.3 Hadir tepat waktu
Skor komponen sikap kinerja
II Proses (Sistematika dan Cara Kerja)
2.1 Kelengkapan dalam mencari informasi tentang
pemeliharaan dan penyusutan arsip
2.2 Menelusuri ke salah satu tempat kegiatan arsiparis
yang ada di sekitar
2.2.1 Tempat untuk melakukan observasi jelas dan
sesuai
2.2.2 Melakukan observasi dengan cermat, mengambil
gambar / secuplik video dapat disertai wawancara
dengan arsiparis
2.3 Kritis dalam observasi dan di kaitkan dengan
materi yang sudah diberikan
2.3.1 Analisis sesuai dengan keadaan sebenarnya
2.3.2 Terdapat bukti-buktinya yang menyatakan
penganalisisan tersebut
Skor komponen sikap kinerja
III Hasil Kerja
3.1 Hasil yang sudah di cari dan di telusuri
(merangkum dan menelusuri) di ketik serapi dan
sebagus mungkin
3.2 Mempresentasikan di depan kelas
3.2.1 dilengkapi dengan handout
3.2.2 adanya powerpoint
Skor komponen sikap kinerja
IV Sikap Kerja
4.1 Memiliki rasa ingin tahu ditunjukkan dengan
observasi yang cermat
4.2 Kerapihan dalam pembuatan analisis dan powerpint
4.3 Ketelitian dalam melakukan observasi
Skor komponen sikap kinerja
V Waktu
5.1 Persiapan Kerja
5.2 Pelaksanaan Kerja
5.3 Penyelesaian Kerja
Skor komponen sikap kinerja
Keterangan :
Skor masing-masing komponen penilaian ditetapkan berdasarkan perolehan SKOR RATA-
RATA dari sub komponen penilaian.

Perhitungan nilai praktik :


Nilai
Persentase Bobot Komponen Penilaian Praktik
(NP)
Sikap
Persiapan Proses Hasil Waktu Σ 𝑁𝐾
Kerja
Bobot 10 40 30 10 10
Skor
Komponen
Skor
15 25 15 15 15
Maksimum
NK
NK = SK/SM x Bobot
Keterangan :
 Bobot di isi dengan presentase setiap komponen. Besarnya presentase dari setiap
komponen ditetapkan secara proporsional sesuai dengan karakteristik keahlian.
 NK = Nilai Komponen, perkalian dari bobot dengan skor komponen
 NP = penjumlahan dari hasil perhitungan nilai komponen
LEMBAR PENILAIAN : FORMAT PENGAMATAN PERILAKU BERKARAKTER

Nama : ____________________
Kelas : ____________________
Tanggal : ____________________

Petunjuk:
Untuk setiap perilaku berkarakter berikut ini, berilah penilaian atas perilaku berkarakter
peserta didik menggunakan skala berikut ini:
A= Sangat baik
B= Memuaskan
C= menunjukkan kemajuan
D=memerlukan perbaikan

Format Pengamatan Perilaku Berkarakter

No Memerlukan Menunjukkan Memuaskan Sangat


Rincian Tugas perbaikan kemajuan (C) (B) baik (A)
Kinerja (RTK) (D)
1. Jujur
2. Disiplin
3. Tanggung Jawab
4. Peduli
5. Ramah

Jepara, Oktober 2018


Pengamat

( …………………………)
Lembar Penilaian : FORMAT PENGAMATAN KETERAMPILAN SOSIAL

Nama : ____________________
Kelas : ____________________
Tanggal : ____________________

Petunjuk:
Untuk setiap keterampilan sosial berikut ini, beri penilaian atas keterampilan sosial siswa itu
menggunakan skala berikut ini:
A= Sangat baik
B= Memuaskan
C= menunjukkan kemajuan
D=memerlukan perbaikan

Format Pengamatan Keterampilan Sosial

No Rincian Tugas Memerlukan Menunjukkan Memuaskan Sangat


Kinerja (RTK) perbaikan kemajuan (C) (B) baik (A)
(D)
1. Menghargai kerja
kelompok dan individu
2. Mengembangkan sikap
pro-aktif
3. Kreatif
4. Inovatif
5. Berkomunikasi
6. Bekerja sama

Jepara, Oktober 2018


Pengamat

( …………………………)