Anda di halaman 1dari 7

METAMORFOSIS KUPU-KUPU

`
`Metamorfosis kupu-kupu berbeda dengan metamorfosis yang dialami oleh hewan lainnya.
Pada kupu-kupu prosesnya lebih panjang, sehingga biasanya disebut dengan metamorfosis
sempurna.Metamorfosis kupu-kupu dimulai dari fase telur, ulat, kepompong, dan barulah
terbentuk menjadi kupu-kupu. Berikut beberapa penjelasan fase-fase metamorfosis sempurna
kupu-kupu yang perlu Anda ketahui.

Fase telur

Di daun mungkin pernah melihat telur kupu-kupu, biasanya bentuknya bulat kecil-kecil
berwarna putih. Kupu-kupu tidak bertelur di tempat sembarangan, mereka memilih di daun yang
mereka sukai. Setiap kupu-kupu memiliki daun kesukaannya masing-masing, mereka akan bertelur
di daun tersebut karena apabila telurnya nanti menetas bisa langsung mendapatkan makanan.Lebih
lanjut, kupu-kupu biasanya akan meletakkan telurnya di bagian bawah atau ujung daun, hal itu
agar telur dapat terlindungi gangguan dari luar. Telur-telur tersebut biasanya akan bertahan antara
3 sampai 5 hari sebelum menetas, mereka menetas dengan cara membuat lubang-lubang kecil pada
kulit telur.

Fase larva (ulat)

Larva merupakan fase dimana kupu-kupu masih dalam bentuk ulat kupu-kupu.
Kebanyakan orang akan merasa tidak nyaman dengan ulat, entah karena jijik atau yang lainnya.
Tetapi orang biasanya tidak suka dengan ulat karena merusak tumbuhan. Ketika menjadi ulat,
mereka memang pemakan daun tumbuhan. Untuk proses pertumbuhan ulat membutuhkan banyak
makanan, itulah mengapa terkadang mereka sampai bisa merusak tanaman.
Pertumbuhan ular bisa dikatakan sangat cepat, bahkan terkadang ukuran tubuhnya melebihi
kulitnya, sehingga mereka harus berganti kulit.Berganti kulit ternyata memang tidak hanya
dilakukan oleh ular saja, tetapi juga ulat. Ulat berganti kulit sebanyak 4 sampai 6 kali, Biasanya
pergantian kulit pada ulat ini disebut molting. Setelah ukuran ulat maksimal, mereka akan mencari
tempat berlindung agar bisa berubah menjadi kepompong.

Fase kepompong (Pupa)

Setelah menjadi ulat, mereka akan mencari tempat dan daun yang cocok untuk
membungkus diri. Biasanya kepompong berwarna hijau atau coklat, hal tersebut bertujuan untuk
menyamarkan diri dari lingkungan sekitar. Ketika diamati dari luar, hewan ini seperti sedang
bertapa, tetapi di dalam sebenarnya sedang terjadi proses pembentukan diri menjadi kupu-
kupu.Kepompong ini apabila dipegang biasanya memiliki struktur kulit dan halus dan keras.
Untuk lama pembentukannya sendiri biasanya tergantung dari jenis spesiesnya sendiri, tetapi rata-
rata antara 7 sampai 20 hari. Setelah kurun waktu antara 7 sampai 20 hari, selanjutnya mereka
akan lanjut ke fase imago.

Fase Kupu-kupu (Imago)

Setelah proses pembentukan diri sempurna, ulat tersebut akhirnya berubah menjadi kupu-
kupu, mereka memiliki sayap dan bentuk tubuh indah. Biasanya setelah keluar dari kepompong
sayap kupu-kupu akan terlihat basah, kecil, kusut, dan terkadang juga masih ditempeli cangkang
kepompong mereka.cairan pada sayap kupu-kupu itu disebut Hemolympah. Sebuah penelitian
menyebutkan bahwa Hemolympah pada sayap kupu-kupu berfungsi untuk membantuk
memperbesar tubuh dan sayap pada kupu-kupu baru itu.
Perilaku Kupu-Kupu

Kupu-kupu merupakan hewan yang aktif di siang hari, sehingga akan sangat sulit untuk
menemukan kupu-kupu di malam hari. Setelah berubah menjadi kupu-kupu organisme ini bisa
terbang, tetapi tidak seperti burung yang bisa terbang sangat tinggi, kupu-kupu bisa terbang hanya
sekitar 2 -3 meter saja, cukup rendah
METAMORFOSIS KATAK

Secara umum urutan metamorfosis kata terdapat 4 fase, yaitu fase telur – fase beludru – fase katak
muda dan terakhir fase katak dewasa. Berikut penjelasan tentang metamorfosis pada katak lengkap

fase metamorfosis katak : telur – beludru – katak muda – katak dewasa

1. Fase Telur Katak

Seperti pada metamorfosis kupu-kupu dan semua makhluk hidup yang bermetamorfosis
fase pertama adalah telur. Ketika musim pembuahan, katak betina akan melepaskan banyak sekali
telur di air. Setelahnya katak jantan akan membuahi telur tersebut. Ini disebut pembuahan
eksternal (fertilisasi eksternal).
Pembuahan eksternal ini sangat rawan terjadinya kegagalan. Banyak faktor yang
mempengaruhi semisal adanya arus air yang kuat, adanya predator berupa ikan. dan gangguan lain.
Telur katak banyak dijumpai dalam keadaan berkelompok, mereka disatukan oleh semacam jelly
yang melindungi sel telur.Untuk katak pohon umumnya mereka meletakkan telur pada cabang
pohon. Bentuk luar menyerupai busa untuk melindungi sel telur dari panas matahari. Telur katak
akan menetas menjadi larva setelah berusia 21 hari.

2. Fase kecebong katak

Kecebong atau berudu katak akan berada disekitar telur untuk memakan sisa makanan dari
cangkang sampai fungsi tubuhnya tumbuh dan memungkinkan untuk mencari makan sendiri.
Berudu katak akan melakukan pembentukan organ insang, ekor dan mulut sampai tubuhnya
terbentuk sempurna.

Sampai usia satu minggu organ kecebong telah terbentuk sempurna dan siap mencari makan
sendiri. Pada awalnya insang kecebong berada di permukaan kulitnya. Saat mencapai umur 4
minggu insang akan ditutupi oleh kulit sehingga insang akan masuk ke dalam tubuh dan
menghilang perlahan-lahan. Selama 6 minggu, pada proses metamorfosis katak, kecebong akan
terus mengalami perubahan fungsi fisiologis hewan dan bentuk morfologi nya. Kaki belakangnya
mulai tumbuh kemudian diikuti pertumbuhan kaki depan.
Begitu juga organ dalam, paru paru mulai berkembang sebelum akhirnya masuk ke tahap
selanjutnya. Katak muda.Pada masa 6 minggu sampai 9 minggu akan mulai terlihat bentuk kepala
dan tubuhnya perlahan mulai memanjang. Makanan kecebong pada masa ini berupa serangga mati
yang terdapat di perairan.

3. Fase katak muda

Fase ini dimulai pada minggu ke 12. Sesudah mengalami proses pertumbuhan, kecebong
mulai mengalami fase pertumbuhan. Perubahan bentuk diantaranya, insang hilang, ekor katak
memendek, mulut melebar, dan paru paru yang baru terbentuk mulai berfungsi.Katak muda sudah
mulai beraktifitas di daratan dan mulai meninggalkan perairan. Selain itu juga sistem pencernaan
katak akan diadaptasi kan menjadi karnivora, pemakan serangga. Pada fase ini hanya berlangsung
kurang lebih selama 3 minggu, sampai katak muda sempurna menjadi katak dewasa.

4. Fase akhir, katak dewasa

Pada minggu ke -16. Katak sudah terbentuk sempurna, Katak dewasa sudah tidak lagi
mempunyai insang dan berganti menjadi paru paru. Bentuknya pun jauh berbeda dengan beludru.
Pun sudah tidak mempunyai ekor lagi. Katak dewasa mempunyai kaki yang kuat dan berselaput
diantara setiap jarinya. Katak dewasa tidak lagi hidup di air. Mereka hanya akan menuju ke
perairan saat masa pembuahan. Dan kemudian terulang lagi proses daur ulang katak.
METAMORFOSIS LEBAH

lebah melalui 4 tahapan dalam metamorfosis. Secara singkat 4 tahapan tersebut adalah telur – larva
– pupa – imago (lebah dewasa).

1. Telur

Fase metamorfosis pertama pada lebah adalah telur yang dimulai ketika lebah betina atau ratu
lebah bertelur. Ratu lebah biasanya meletakkan telur telurnya didalam sebuah sarang yang dibuat
oleh satu koloni. Sarang lebah terbagi menjadi banyak sel yang masing masing sel biasanya di isi
dengan 1 telur saja. Perlu kamu tahu bahwa telur lebah memiliki ukuran 1,7 milimeter, jadi sangat
kecil dan sulit jika dilihat mata telanjang.
Hal menarik dari telur telur lebah adalah pembagian kasta menjadi 3 oleh ratu lebah, kasta
yang dimaksud disini adalah tingkatan yang mana setiap tingkatan memiliki perbedaan dalam hal
pertumbuhan. 3 kasta ini adalah lebha prajurit, lebah pekerja dan lebah calon ratu. Masing masing
telur dengan kasta berbeda akan ditempatkan oleh ratu lebah di sel sarang yang berbeda. Telur
yang menjadi lebah pekerja pada umumnya memiliki sel sarang yang justru lebih besar dibanding
kasta yang lain.Telur telur lebah sangat kecil dan bentuknya seperti butiran beras. Telur lebah ini
akan menetas dan keluar larva setelah 3 hari dari awal diletakkannya pada sarang. Cukup cepat
prosesnya dibanding proses perubahan telur ke larva pada hewan lain.

2. Fase Larva

Tiga hari setelah lebah ratu meletakkan telur telurnya pada sarang, telur akan menetas dan menjadi
larva. Tahukah kamu bahwa larva lebah memiliki warna putih persis seperti beras tapi posisi larva
ini meringkung didalam sel sarang seperti seekor belatung. Pada fase ini biasanya banyak dicari
untuk pakan ikan atau untuk memancing. Larva ini akan tumbuh dengan cepat dan akan berganti
kulit sebanyak 5 kali sebelum pada akhirnya menjadi pupa.]
Pada tahap metamorfosis ini, larva lebah sangat rakus. Dapat dikatakan rakus karena larva
bisa makan hingga 1.300 kali dalam sehari. Makanan larva adalah serbuk sari yang dibawa oleh
para lebah pekerja kedalam sarang sarang mereka. Dengan memakan makanan tersebut selama 5
hari, ukuran larva dapat bertumbuh sampai 1.570 kali lebih besar jika dibandingkan denga ukuran
sebelumnya.

3. Fase Pupa
Fase Pupa berlangsung selama 12 hari dan dalam waktu tersebut calon lebah mengalami
banyak pembentukan dan penyempurnaan organ organ tubuh seperti mata, kaki dan sayap
sayapnya pun mulai terbentuk. Mata larva yang sebelumnya kemerah merahan akan berubah
menjadi ungu kemudian kembali lagi menjadi hitam. Pada hari ke 12 lebah ini sudah tumbuh bulu
bulu halus, kemudian memakan lilin lebah yang tadinya menjadi segel. Setelah habis
memakannya, lebah ini akan keluar dan menjadi imago (lebah dewasa).

4. Fase Imago (Lebah dewasa)

Setelah melalui ketiga tahapan diatas, lebah akan keluar dari sarang dan siap melakukan
tugasnya masing masing sesuai dengan kastanya sebagai pekerja, prajurit atau pun menjadi ratu.
Lebah pekerja bertugas membuat sarang dan mencari makan, lebah prajurit menjaga keamanan
sarang, dan lebah ratu bertugas melakukan reproduksi atau perkembangbiakan. Kenapa disebut
ratu ? Karena disini ratu lebah merupakan kunci untuk melanjutkan keturunannya nanti.

Anda mungkin juga menyukai