Anda di halaman 1dari 7

MENGHITUNG BETA PERUSAHAAN LQ45

“PT. ADHI KARYA (PERSERO) TBK”

OLEH

ANDI REZKY ANANDA AMALIA (A021171006)

DEPARTEMEN MANAJEMEN

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS HASANUDDIN

2019
PROFIL PERUSAHAAN PT ADHI KARYA (PERSERO) TBK

Architecten-Ingenicure-en Annemersbedrijf Associatie Selle en de


Bruyn, Reyerse en de Vries N.V. (Assosiate N.V.) merupakan Perusahaan
milik Belanda yang menjadi cikal bakal pendirian ADHI hingga akhirnya
dinasionalisasikan dan kemudian ditetapkan sebagai PN Adhi Karya pada
tanggal 11 Maret 1960. Nasionalisasi ini menjadi pemacu pembangunan
infrastruktur di Indonesia. Berdasarkan pengesahan Menteri Kehakiman
Republik Indonesia, pada tanggal 1 Juni 1974, ADHI berubah status
menjadi Perseroan Terbatas. Hingga pada tahun 2004 ADHI telah menjadi
perusahaan konstruksi pertama yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

Status Perseroan ADHI sebagai Perseroan Terbatas mendorong


ADHI untuk terus memberikan yang terbaik bagi setiap pemangku
kepentingan pada masa perkembangan ADHI maupun industri konstruksi
di Indonesia yang semakin melaju. Adanya intensitas persaingan dan
perang harga antarindustri konstruksi menjadikan Perseroan melakukan
redefinisi visi dan misi: Menjadi Perusahaan Konstruksi terkemuka di Asia
Tenggara. Visi tersebut menggambarkan motivasi Perseroan untuk
bergerak ke bisnis lain yang terkait dengan inti bisnis Perseroan melalui
sebuah tagline yang menjadi penguat yaitu “Beyond Construction”.
Pertumbuhan yang bernilai dan berkesinambungan dalam Perseroan
menjadi salah satu aspek penting yang senantiasa dikelola ADHI untuk
memberikan yang terbaik kepada masyarakat luas.

ADHI telah mampu menunjukkan kemampuannya sebagai


perusahaan konstruksi terkemuka di Asia Tenggara melalui daya saing dan
pengalaman yang dibuktikan pada keberhasilan proyek konstruksi yang
sudah dijalankan. Keberhasilan usaha yang sudah diraih ADHI bukan
berarti tanpa dukungan dan peran serta masyarakat, untuk itu ADHI
berperan aktif dalam mengembangkan program CSR serta Program
Kemitraan & Bina Lingkungan Perseroan
MENGHITUNG BETA PERUSAHAAN PT. ADHI KARYA (PERSERO)
TBK

Pengukuran beta suatu saham dapat dilakukan dengan menggunakan


Metode Indeks Tunggal. Model ini berasumsi bahwa return saham
berkorelasi dengan perubahan return pasar, dan untuk mengukur korelasi
tersebut bisa dilakukan dengan menghubungkan return asset (𝑅𝐴 ) dengan
return indeks pasar (𝑅𝑚𝑡 )

 Return Asset PT.ADHI KARYA


Menggunakan Rumus:
𝑃𝑡 − 𝑃𝑡−1
𝑅𝐴 =
𝑃𝑡0
Di mana:
𝑅𝐴 = Return saham pada akhir bulan ke t
𝑃𝑡 = Clossing price pada akhir bulan ke t
𝑃𝑡−1 = Clossing price pada akhir bulan sebelumnya

Dengan menggunakan excel diperoleh return asset sebagai berikut:

No Waktu Closing Return


Price Asset
September 2017 2,000
1 Oktober 2017 2,190 0.095
2 November 2017 1,955 -0.107
3 Desember 2017 1,855 -0.051
4 Januari 2018 2,230 0.202
5 Februari 2018 2,480 0.112
6 Maret 2018 2,070 -0.165
7 April 2018 1,880 -0.092
8 Mei 2018 1,945 0.035
9 Juni 2018 1,790 -0.080
10 Juli 2018 1,605 -0.103
11 Agustus 2018 1,490 -0.072
12 September 2018 1,390 -0.067
Total -0.294
 Return Market Perusahaan LQ 45
Menggunakan Rumus:
𝐼𝐻𝑆𝐺𝑡 − 𝐼𝐻𝑆𝐺𝑡−1
𝑅𝑚𝑡 =
𝐼𝐻𝑆𝐺𝑡−1

Dimana:
𝑅𝑚𝑡 = Return pasar pada akhir bulan ke t
𝐼𝐻𝑆𝐺𝑡 = IHSG pada akhir bulan ke t
𝐼𝐻𝑆𝐺𝑡−1= IHSG pada akhir bulan sebelumnya (t-1)

Dengan menggunakan excel diperoleh return market sebagai


berikut:

No Waktu IHGS Return


Market
September 2017 979.44
1 Oktober 2017 992.22 0.013
2 November 2017 992.16 -0.00006
3 Desember 2017 1,079.38 0.088
4 Januari 2018 1,105.76 0.024
5 Februari 2018 1,100.28 -0.005
6 Maret 2018 1,005.68 -0.086
7 April 2018 958.41 -0.047
8 Mei 2018 953.59 -0.005
9 Juni 2018 908.97 -0.047
10 Juli 2018 933.89 0.027
11 Agustus 2018 951.88 0.019
12 September 2018 946.15 -0.006
Total -0.024

Berdasarkan total return asset dan total return market, maka diperoleh
beta dengan menggunakan rumus berikut:

𝑛(∑ 𝑋𝑌) − (∑ 𝑋)(∑ 𝑌)


𝛽=
𝑛(∑ 𝑋 2 ) − (∑ 𝑋)2
Dimana:
β = Beta
n = Periode / Jumlah data
X = Return Pasar
Y = Return Asset

Dengan menggunakan excel diperoleh sebagai berikut:

No X Y (X.Y) X^2
1 0.013 0.095 0.00123959 0.000170257
2 -0.00006 -0.107 0.00000649 0.000000004
3 0.088 -0.051 -0.00449663 0.007728029
4 0.024 0.202 0.00494069 0.000597311
5 -0.005 0.112 -0.00055559 0.000024561
6 -0.086 -0.165 0.01421412 0.007392236
7 -0.047 -0.092 -0.00162510 0.002209284
8 -0.005 0.035 -0.00017388 0.000025292
9 -0.047 -0.080 0.00372889 0.002189454
10 0.027 -0.103 -0.00283346 0.000751618
11 0.019 -0.072 -0.00138025 0.000371083
12 -0.006 -0.067 0.00040400 0.000564600
n=12 -0.024 -0.294 0.01346887 0.022023729

Sehingga diperoleh beta (𝜷) sebagai berikut:

𝑛(∑ 𝑋𝑌) − (∑ 𝑋)(∑ 𝑌)


𝛽=
𝑛(∑ 𝑋 2 ) − (∑ 𝑋)2

12(0.01346887) − (−0.024)(−0.294)
𝛽= = 𝟎. 𝟏𝟔𝟏
12(0.022023729) − (−0.024)2

Adapun juga dapat diperoleh alfa (𝛼)

(∑ 𝑌) (∑ 𝑋)
𝛼𝑖 = −𝛽
𝑛 𝑛

(−0.294) (−0.024)
𝛼𝑖 = − 0.161 = −0.024
12 12
𝑅𝑖𝑡 = 𝛼𝑖 + 𝛽𝑖 𝑅𝑚 + 𝑒𝑖

𝑅𝑖𝑡 = −0.024 + 0.161𝑅𝑚 + 𝑒𝑖

Dapat disimpulkan bahwa tingkat sensivitas saham PT. Adhi Karya


terhadap return pasar atau disebut juga beta saham yaitu sebesar 0,161,
Hal ini berarti setiap perubahan 1 poin return pasar, maka akan terjadi
perubahan return sekuritas sebanyak 0,161 poin atau jika perubahan return
pasar 100% maka return asset akan berubah 16,1 %. Selain itu beta
perusahaan tersebut menunjukkan nilai yang lebih kecil dari 1 (𝛽 < 1) yaitu
0,161 < 1, yang berarti perusahaan memiliki tingkat resiko saham yang
rendah dari resiko pasar sehingga lebih aman dan menguntungkan bagi
para investor untuk menanamkan modalnya di perusahaan tersebut dan
karena memiliki resiko saham yang relatif kecil maka tingkat keuntungan
saham meningkat lebih kecil dibandingkan dengan tingkat keuntungan
keseluruhan saham di pasar. Selain itu, beta berpengaruh positif terhadap
return saham sebesar 0,161 yang berarti semakin besar beta maka akan
mempengaruhi return saham sebesar 16,1%. Hal ini akan menjadi
pertimbangan investor dalam menanamkan modalnya.

Adapun alpha (𝛼) perusahaan PT. Adhi Karya memiliki nilai yang negative
yaitu sebesar -0,024 yang menunjukkan jika tidak ada pergerakan return
pasar maka return saham akan menurun. Nilai alpha yang negative
berarti perfomance saham tersebut lebih buruk dibandingkan dengan pasar
(IHSG) dan semakin rendah tentunya semakin tidak baik.