Anda di halaman 1dari 11

MANAJEMEN KEUANGAN II

“MANAJEMEN RISIKO”

OLEH:
ANDI REZKY ANANDA AMALIA (A021171006)

DEPARTEMEN MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS HASANUDDIN
2019
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Setiap proses pengambilan keputusan dalam suatu perusahaan pasti akan
dihadapkan pada risiko. Begitu halnya terkait dengan keuangan
perusahaan. Untuk itu perusahaan melakukan manajemen risiko untuk
mencegah atau meminimalkan risiko yang akan dihadapi. Dalam
manajemen risiko terdapat instrument yang digunakan dalam
mengeliminasi risiko termasuk risiko globalisasi seperti pada pasar
komoditas, nilai tukar valuta asing dan suku bunga.

B. Rumusan Masalah
1. Apa definisi Manajemen Risiko ?
2. Apa tujuan Manajemen Risiko ?
3. Apa itu Future?
4. Apa saja jenis-jenis Future?
5. Apa itu Option dan Tipe Option?
6. Apa saja hal-hal mendasar Option?
7. Apa saja karakteristik Option?
8. Apa itu Currency Swap?
BAB II
PEMBAHASAN
A. Definisi Manajemen Resiko
Manajemen resiko adalah suatu usaha untuk mengetahui, menganalisis,
serta mengendalikan resiko dalam setiap kegiatan perusahaan dengan tujuan
untuk memperoleh efektifitas dan efesiensi yang lebih tinggi. Risiko keuangan
(financial risk) adalah sejauh mana perusahaan bergantung
pada pembiayaan external (termasuk pasar modal dan bank) untuk
mendukung operasi yang sedang berlangsung. Risiko keuangan tercermin
dalam faktor-faktor seperti leverage neraca, transaksi off-balance sheet,
kewajiban kontrak, jatuh tempo pembayaran utang, likuiditas, dan hal lainnya
yang mengurangi fleksibilitas keuangan. Perusahaan yang mengandalkan
pada pihak eksternal untuk pembiayaan berisiko lebih besar daripada yang
menggunakan dana sendiri yang dihasilkan secara internal.

B. Tujuan Manajemen Resiko


Tujuan utama manajemen risiko keuangan adalah untuk meminimalkan
potensi kerugian yang timbul dari perubahan tak terduga dalam harga mata
uang, kredit, komoditas, dan ekuitas. Resiko volatilitas harga yang dihadapi
ini disebut dengan resiko pasar.
Meskipun volatilitas harga atau tingkat, perlu mempertimbangkan resiko
lainnya:
a. Risiko likuiditas, timbul karena tidak semua produk manajemen dapat
diperdagangkan secara bebas,
b. Diskontinuitas pasar, mengacu pada risiko bahwa pasar tidak selalu
menimbulkan perubahan harga secara bertahap,
c. Risiko kredit, merupakan kemungkinan bahwa pihak lawan dalam
kontrak manajemen risiko tidak dapat memenuhi kewajibannya,
d. Risiko regulasi, adalah risiko yang timbul karena pihak otoritas public
melarang penggunaan suatu produk keuangan untuk tujuan tertentu,
e. Risiko pajak, merupakan risiko bahwa transaksi lindung nilai tertentu
tidak dapat memperoleh perlakuan pajak yang diinginkan, dan
f. Risiko akuntansi, adalah peluang bahwa suatu transaksi lindung nilai
tidak dapat dicatat selain bagian dari transaksi yang hendak dilindung
nilai.

C. Future
Future atau future contract adalah kontrak untuk membeli atau menjual
komoditas atau klaim keuangan yang telah dinyatakan pada harga yang telah
ditentukan pada suatu waktu di masa mendatang yang telah ditentukan. Ini
digunakan opeh manajer keuangan untuk mengunci harga bahan mentah,
suku bunga, atau nilai tukar di masa mendatang. Penting sekali diperhatikan
di sini bahwa merupakan kontrak yang menuntut pemegang kontrak itu untuk
membeli atau menjual aktiva itu, entah apapun yang terjadi pada nilainya
selama interim tersebut. Pentingnya futures con- tract adalah bahwa ini bisa
digunakan oleh manajer keuangan untuk mengunci harga komoditas, atau
suku bunga, dan dari sebab itu menghilangkan salah satu sumber risiko.

D. Jenis-Jenis Future

1. Commodity Future
Secara umum, ketika orang bicara tentang komoditas, mereka
menyebut future non finansial. Untuk manajer keuangan, pasar ini
memberi sarana mengimbangi risiko yang terkait dengan perubahan harga
di masa mendatang. Di sini manajer keuangan mendapatkan harga masa
depan untuk barang yang sekarang sedang diproduksi atau mendapatkan
harga masa depan untuk komoditas yang harus dibeli di masa depan.
Dalam kasus mana pun, manajer itu menggunakan pasar futures untuk
menghilangkan efek perubahan harga masa depan pada pembelian atau
penjualan komoditas di masa depan.

Penggunaan kontrak futures pada komoditas serupa namun tidak identik


disebut sebagai cross hedging. Dengan cross hedging, Kita tidak benar-
benar menginginkan komoditas yang diikuti dalam kontrak futures itu. Yang
coba di lakukan adalah mengunci harga pada komoditas yang harganya
bergerak sedekat mungkin dengan komoditas identik yang di inginkan.
Akibatnya, Kita tidak ingin memegang kontrak futures itu sampai jatuh
tempo dan menerima penyerahan komoditas itu sebenarnya. Cara
mengubah posisi futures itu adalah dengan mengambil posisi sebaliknya
yang membatalkan. Yakni, bila sebelumnya membeli kontrak futures,
sekarang menjjual kontrak yang sama sehingga kedua kontrak itu saling
membatalkan

2. Financial Future
Pertumbuhan pada financial future luar biasa dan sekarang
mendominasi pasar future. Financial Future terdiri dari:

a. Future suku bunga


Bagi manajer keuangan, future suku bunga memberikan cara yang
hebat untuk menghilangkan risiko yang terkait fluktuasi suku bunga.
Future suku bunga menawarkan cara eliminasi risiko yang terkait dengan
fluktuasi suku bunga dengan biaya yang sangat murah.Perusahaan juga
menggunakan futures suku bunga untuk mengunci suku bunga ketika
berencana menerbitkan hutang. Bila suku bunga naik sebelum
perusahaan mendapat kesempatan menerbitkan hutang baru, laba pada
kontrak futures suku bunga yang telah mereka jual akan mengimbangi
kenaikan biaya yang terkait dengan penawaran hutang baru.
b. Future valuta asing

Futures valuta asing bekerja dengan cara yang sama seperti futures
lainnya, namun dalam hal ini komuditasnya adalah Euro, pound Inggris,
atau mata uang asing lain. Salah satu peserta utama di pasar futures
valuta asing adalah eksporter yang akan menerima valuta asing ketika
barang yang diekspor akhirnya diterima dan yang menggunakan pasar ini
untuk mengunci nilai tukar tertentu. Dengan futures nilai tukar, manajer
keuangan bisa mengeliminasi efek-baik atau buruk-fluktuasi nilai tukar
dengan investasi relatif kecil. Tingkat leverage yang sangat tinggi yang
tersedia bersama fluktuasi besar dalam nilai tukar valuta asing telah
mendorong banyak manajer keuangan mempertimbangkan pasar futures
valuta asing

c. Future indeks saham


Cara kerja future indeks saham yaitu kontrak futures indeks saham
hanya memungkinkan penyelesaian tunai. Tidak ada pengirimiman,
karena apa yang diperdagangkan adalah harga masa depan dari indeks
itu, bukan saham yang ada dalam indeks. Seperti halnya future mata
uang, ketika terjadi fluktuasi besar pada pasar saham, seluruh usaha bisa
hilang atau didapatkan pada pasar future indeks saham.

E. Option dan Tipe Option


Option atau kontrak option memberi hak kepada pemiliknya untuk
membeli atau menjual sejumlah tertentu saham dengan harga yang telah
ditetapkan dalam periode waktu tertentu. Option juga digunakan oleh para
manajer keuangan yang paling konservatif untuk mengeliminasi risiko yang
tak diinginkan.
Adapun Tipe-tipe dari Option yaitu:
1. Call option, memberi pemiliknya hak untuk membeli sejumlah lembar
saham atau aktiva lain dengan harga tertentu pada periode tertentu.
Maka, bila harga saham atau aktiva itu naik, pembeli call bisa
mendapatkan untung. Pada hakikatnya ini sama dengan harga yang
sudah dijamin atau "rain check". Dalam hal ini terdapat option untuk
membeli sesuatu, dalam hal ini saham biasa, dengan harga yang
sudah ditetapkan. Akibatnya, call option memberi hak untuk membeli,
namun ini bukan janji untuk membeli.

2. Put option, memberi hak kepada pemiliknya untuk menjual sejumlah


lembar saham biasa atau aktiva lain dengan harga tertentu dalam
periode tertentu. Pembeli put bertaruh bahwa harga saham biasa atau
aktivanya akan turun. Seperti halnya call, put option memberi
pemiliknya hak untuk menjual saham biasa dengan harga tertentu,
namun bukan janji untuk menjual. Karena semua sekedar option
untuk membeli atau menjual saham atau aktiva mereka bukan posisi
kepemilikan dalam perusahaan yang bersangkutan seperti halnya
saham biasa. Memang, tidak ada hubungan langsung antara
perusahaan dan option itu. Option sekedar kontrak diantara dua
investor

F. Hal-Hal Mendasar Pada Option

1. Kontrak. Ketika option dibeli, ini tidak lebih dari kontrak yang
memungkinkan pembelinya membeli (dalam kasus call), atau menjual
(dalam kasus put) saham atau aktiva yang mendasarinya ada aktiva
yang transaksi masa depan yang akan terjadi hanya bila dan hanya
ketika pembeli option itu menginginkannya.
2. Option striking price adalah harga di mana saham atau aktiva bisa
dibeli dari writer dalam kasus call atau dijual kepada writer dalam kasus
put.

3. Option premium yaitu harga option. Pada umunya ini dinyatakan dalam
bentuk dollar per lembar bukannya per kontrak option yang dinyatakan
mencakup 100 lembar

4. Option expiration date yaitu tanggal dimana kontrak option kadaluwarsa

5. Covered dan naked option. Bila call writer memiliki saham atau aktiva
yang mendasarinya dan atas saham itu ia ingin menulis call, penulis itu
dikatakan telah menulis covered call. Sebaliknya, bila writer itu menulis
pada saham atau aktiva yang tidak dimilikinya, ia disebut telah menulis
naked call. Perbedaannya adalah bahwa bila sebuah naked call di-
exercise, call writer itu harus menyerahkan saham atau aktiva yang
dimilikinya.

6. Open Interest. Menunjuk ke banyaknya kontrak option yang ada pada


suatu titik waktu. Pentingnya konsep ini berasal dari kenyataan bahwa
open interest memberikan investor indikasi tentang banyaknya likuiditas
yang terkait dengan option tertentu itu.

7. In, Out-Ot, dan At-The-Money. Call disebut out-of-the-money bila


saham yang mendasarinya dijual di bawah (di atas) exercise-price
option itu. Sebaliknya, call (put) disebut in-the-money bila saham yang
mendasarinya dijual di atas (di bawah) exercise-price option itu. Bila
option itu dijual pada exercise-price, ini disebut men- jual at-the-money.

8. Nilai intrinsik dan nilai spekulatif. Istilah intrinsic value menunjuk pada
nilai minimum option-yakni berapa banyak nilai saham itu in-the-money.
Maka, bagi call, nilai intrinsik adalah besarnya nilai ketika harganya
melebihi exercise price-nya. Sedangkan Time value, atau speculative
value, dari option adalah seberapa banyak option premium melebihi
nilai intrinsik option itu. Time value merupakan seberapa banyak di atas
nilai intrinsik option yang mau dibayar investor untuk berpartisipasi
dalam capital gain dari berinvestasi dalam option itu

G.Karakteristik Option

1. Leverage. Call memungkinkan manajer keuangan mendapat peluang


capital tak terbatas dengan investasi kecil. Karena call hanya opsi
untuk membeli, paling banyak manajer keuangan rugi sebanyak yang
telah diinvestasikan, yang biasanya hanya persentase kecil dari biaya
membeli saham itu sendiri, sedangkan potensi mendapatkan gain tak
terbatas.

2. Asuransi keuangan. Bagi manajer keuangan, ini merupakan ciri yang


paling menarik dari option. Put dapat dipandang sebagai polis asuransi,
dengan yang dibayarkan untuk put sebagai biaya polis itu. Begitupun
Call, karena potensi kerugian yang terkait dengannya terbatas, juga
dipandang sebagai polis asuransi investasi. Dengan sebuah call,
potensi kerugian investor terbatas pada harga call itu, yang sangat jauh
di bawah harga saham itu sendiri.

3. Perluasan alternatif investasi. Dari sudut pandang investor,


penggunaan put, call, dan kombinasinya dapat benar-benar
meningkatkan kemungkinan alternatif investasi yang tersedia.

H. Currency Swap
Currency swap adalah pertukaran kewajiban hutang dalam mata uang
yang berbeda. Currency berikan ke currency swap memudahan kepada
manajer keuangan untuk meng-hedge risiko nilai tukar dalam periode yang
lebih panjang. Interest rate swap digunakan untuk memberikan hedging
terhadap risiko nilai tukar jangka panjang. Sebenarnya, currency swap bisa
sangat sederhana, berbeda dengan dua perusahaan yang sepakat untuk
saling membayar kewajiban pihak lainnya.

Terdapat banyak variasi currency swap. Salah satu yang lebih populer
adalah interest rate currency swap, di mana hutang pokok tidak diikutkan
dalam swap itu. Yakni, hanya kewajiban pembayaran bunga dalam mata
uang lain yang di-swap. Kunci bagi pengendalian risiko adalah mendapatkan
estimasi yang akurat tentang tingkat eksposure bersih yang dihadapi
perusahaan. Kemudian perusahaan harus memutuskan apakah cukup
bijaksana membiarkan dapan dengan risiko yang terkait dengan
kemungkinan fluktuasi nilai tukar.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan

Dalam manajemen risiko terdapat instrument keuangan yag digunakan untuk


mengeliminasi resiko yaitu future dan option. Kedua resiko ini disebut
sekuritas derivative karena nilai atau harga mereka ditentukan oleh, atau
diderivasi dari harga aktiva, nilai tukar, harga komoditas, atau suku bunga
lain. Kedua instrument ini dapat digunakan untuk mengurangi risiko terkai
dengan suku bunga dan nilai tukar dan fluktuasi harga komoditas. Selain itu
juga terdapat currency swap yang dapat digunakan untuk meng-hedge
(melindung) risiko nilai tukar dalam periode yang lebih panjang.

DAFTAR PUSTAKA
Keown, Arthur J dkk. 2018. Manajemen Keuangan. Jld 2. Ed 10. PT.Indeks:
Jakarta Barat.
http://adhiesuseno.blogspot.com/2016/05/manajemen-risiko-keuangan.html