Anda di halaman 1dari 12

CRITICAL JOURNAL REVIEW

TEORI BILANGAN
“SUATU KELAS BILANGAN BULAT DAN PERANNYA
DALAM MENGKONSTRUKSI BILANGAN
PRIMA”

OLEH
NAMA : CHINTYA RACHMAWATI PUTRI SARMI

NIM : 4183111107

KELAS : DIK A MATEMATIKA 2018

DOSEN PENGAMPU : PROF.Dr.ASMIN,M.Pd

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU


PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2019
KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan atas kehadirat Allah SWT. dimana atas segala nikmat dan
rahmat-Nya saya dapat menyelesaikan tugas ctitical journal review untuk pemenuhan tugas
pada mata kuliah teori bilangan.

Terima kasih penulis ucapkan kepada seluruh pihak serta dosen pengampu yang telah
membimbing dan membantu dalam penyelesaian tugas ini.Penulis sadar bahwa dalam
makalah ini masih terdapat kekurangan, maka dari itu penulis mengharapkan kritik dan saran
yang membangun untuk makalah ini.Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi para
pembaca dan penulis sendiri khususnya.

Medan, Mei 2019

penulis
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR..........................................................................................

DAFTAR ISI.........................................................................................................

BAB I PENGANTAR.....................................................................................

A. Latar belakang.....................................................................................
B. Tujuan CJR.........................................................................................
C. Rumusan masalah.................................................................................

BAB II IDENTITAS JURNAL DAN HASIL REVIEW............................

A. Identitas journal...................................................................................
B. Hasil reviewer......................................................................................

BAB III KEMUTAKHIRAN MASALAH..........................................................

A. Kelengkapan Sub Topik......................................................................


B. Keterkaitan topik utama......................................................................
C. Aspek Kelayakan Isi...........................................................................
BAB IV KELEMAHAN PENELITIAN.............................................................

BAB V IMPLIKASI TERHADAP TEORI/KONSEP......................................

BAB VI PENUTUP

A. Kesimpulan..........................................................................................
B. Saran............. ......................................................................................

DAFTAR PUSTAKA...........................................................................................
BAB I
PEDAHULUAN
A. Latar Belakang
Jurnal adalah sebuah laporan peneliti tentang hasil penelitian yang telah dilakukan secara
ilmiah. Pada dasarnya, sebagian besar jurnal penelitian dapat dipertanggungjawabkan
keilmiahannya tergantung dari metode yang dipakai dalam pembuatan dan penyusunan laporan
jurnal penelitian. Banyak manfaat yang didapatkan dari sebuah jurnal, yaitu sebagai bahan yang
shahih dan ilmiah untuk dijadikan referensi pengambilan keputusan, sebagai bahan
referensi penelitian yang akan menguji keshahihan yang sudah diyakini benar
sebelumnya, dan media bertukar informasi, memaparkan secara ilmiah berdasarkan fakta
yang ada.
Di dalam pembelajaran matematika terkhusus bagian teori bilangan, banyak
penelitian-penelitian yang membahas tentang bilangan-bilangan hingga kepada notasi-
notasi yang digunakan dalam pembelajaran matematika. Maka dari itu, bayak juga orang-
orang yang melakukan penelitian tentang hal tersebut dan hasil dari penelitian tersebut
dijadikan sebagai sebuah jurnal yang cukup mendukung sebagai alat bantu dalam
pembelajaran.
Namun disamping itu, perlu dilakukan critical jurnal untuk meninjau kesesuaian
konsep dasar yang disampaikan pada suatu jurnal dengan cara mengkritisi setiap bagian-
bagian yang disajikan dalam jurnal. Critical jurnal ini juga dilakukan untuk memenuhi
salah satu tugas mata kuliah teori bilangan.
Critical jurnal dilakukan dengan cara mereview sebuah jurnal dan kemudian
memberikan komentar terhadap jurnal dengan cara mengkritisi isi yang disajikan dalam
artikel.

B. Tujuan
 Untuk menelusuri kesesuaian konsep dasar yang disampaikan pada jurnal dengan bahan ajar
lain (buku/bahan ajar lainnya).
 Untuk meninjau kesesuaian penelitian jurnal yang dilakukan.
 Untuk mengkritisi tiap bagian jurnal

C. Rumusan Masalah
 Bagaimana konsep dasar serta metode yang digunakan pada jurnal ?
 Apa kelemahan dan kelebihan dari jurnal ?
 Bagaimana implikasi/analisis mahasiswa pada jurnal tersebut?
BAB II
IDENTITAS JURNAL DAN HASIL REVIEW
A. Identitas Jurnal

Judul : Suatu Kelas Bilangan Bulat dan Perannya Dalam Mengkonstruksi Bilangan

Prima

Download : http://www.google.co.id/fmipa.um.ac.id/209.html

Tahun : 2013

Penulis : I Nengah Suparta

Reviewer : Chintya rachmawati putri sarmi

B. Hasil Review
A. Ringkasan/Kajian Inti Sari Bab Pendahuluan Riset
1. Latar Belakang
Teori bilangan adalah suatu topik yang berumur sangat tua yang merupakan
salah satu fondasi dari perkembangan matematika. Ada banyak topik menarik dalam
matematika yang bermula hanya dari pertimbangan teoretik, dan pada akhirnya
menemukan sisi terapannya. Seperti contohnya kajian mengenai bilangan-bilangan
prima. Bilangan-bilangan prima merupakan topik menarik karena sifat uniknya, yaitu
bilangan yang mempunyai tepat 2 faktor; 1 dan bilangan itu sendiri. Akan tetapi,
belakangan orang mengetahui bahwa peran bilangan prima sangat penting dalam
teknologi komunikasi dan informasi atau kriptografi.
Pada tulisan ini diperkenalkan suatu klas dari bilangan-bilangan bulat positif
yang mempunyai sifat bahwa jumlah dari faktor-faktor sejatinya sama dengan suatu
bilangan prima. Ditemukan bahwa bilangan-bilangan dari klas ini ternyata
berhubungan erat dengan kons-truksi bilangan-bilangan prima.
Bagian berikut dari tulisan ini akan membahas tentang definisi-definisi dasar,
notasi-notasi, serta teori-teori dasar, yang detailnya akan disajikan pada Bagian II.
Hasil-hasil studi dan pembahasannya akan diuraikan pada Bagian III. Selanjutnya,
pada Bagian IV akan dipaparkan beberapa catatan dan simpulan. Perlu disampaikan
bahwa pada seluruh isi tulisan ini sebutan bilangan prima nantinya sering hanya
disebut prima saja.

2. Rumusan Masalah
Bagaimana peran bilangan bulat dalam mengkonstruksi bilangan prima ?

3. Tujuan Riset
Untuk membahas bilangan-bilangan bulat positif S yang mempunyai sifat bahwa
jumlah dari semua factor sejati dari S, ∑, merupakan suatu prima.

B. Ringkasan/Kajian Inti Sari Bab Kajian Pustaka Riset


Bagian ini akan dimulai dengan mendefinisikan pengertian faktor sejati dari suatu
bilangan bulat positif. Sebuah bilangan positif d dikatakan merupakan sebuah faktor
sejati dari suatu bilangan bulat positif n, jika n habis dibagi oleh d dan d < n. Berdasarkan
definisi ini, bilangan bulat 1 selalu merupakan faktor sejati dari sebarang bilangan bulat
yang lebih dari 1.
Berikut ini adalah fungsi yang sangat dikenal dalam matematika yang dinamakan
sebagai fungsi sigma, yang dinotasikan dengan . Fungsi sigma ini merelasikan suatu
bilangan bulat positif n dan jumlah dari semua faktor positifnya. Jika n adalah suatu
bilangan bulat positif dan d adalah sebarang faktor dari n (termasuk n sendiri), maka (n)
didefinisikan sebagai Σ . Sebagai contohnya, (6) = 1 + 2 + 3 + 6 = 12, dan (8) = 1 + 2 + 4
+ 8 = 15. Diketahui bahwa jika suatu bilangan bulat positif n memenuhi sifat (n) = 2n,
maka n disebut suatu bilangan sempurna (perfect number). Jadi, 6 adalah sebuah contoh
dari bilangan sempurna, karena (6) = 12 = 2×6.
Sebagaimana disebutkan pada sektion sebelumnya, tulisan ini secara utamanya akan
membahas suatu klas bilangan dari bilangan-bilangan bulat positif yang memenuhi sifat
bahwa jumlah dari semua faktor sejatinya sama dengan suatu prima. Bilangan-bilangan
seperti ini akan dinamakan bilangan sumprime. Jadi, jika n adalah sebuah bilangan
sumprime, maka (n) – n adalah suatu prima. Sebagai contohnya, 4 adalah bilangan
sumprime karena jumlah dari faktor-fktor sejatinya, (4) – 4 = 1 + 2 = 3 merupakan
prima. Bilangan 8 juga merupakan suatu bilangan sumprime karena (8) – 8 = 1 + 2 + 4 =
7 adalah prima. Akan tetapi, 6 bukan bilangan sumprime karena (6) – 6 = 1 + 2 + 3 = 6
bukan merupakan prima. Mudah diamati bahwa bilangan-bilangan sumprime tidak dapat
merupakan bilangan prima, karena jika p adalah sebuah prima maka (p) – p = 1 yang
bukan sebuah prima.
Bagian ini akan ditutup dengan teorema berikut yang bukti rincinya dapat ditemukan
dalam beberapa buku teori bilangan elementer. Teorema 2.1 Jika n = p1p2 … pk,
dimana p1, p2, …, pk adalah k buah prima berbeda, maka (n) = (p1p2 …pk – 1) + pk
(p1p2 …pk – 1). Proof. Karena p1p2 … pk adalah prima-prima dan pi pj untuk semua i j,
diperoleh (p1p2 … pk–1pk) = (p1p2…pk–1) (pk ) = (p1p2 … pk – 1) = (p1p2 … pk–1) =
(p1p2 … pk–1) + pk (p1p2 … pk–1).

C. Ringkasan/Kajian Inti Sari Bab Hasil Penelitian


Hasil-hasil menarik yang diperoleh berkaitan dengan klas bilangan sumprime adalah
hubungannya dengan konstruksi bilangan-bilangan prima. Teorema 3.1 𝑝𝑘 adalah
𝑝𝑘 − 1
sumprime jika dan hanya jika adalah sumprime jika dan hanya jika adalah prime.
𝑝−1
Sebelum membuktikan teorema di atas, diingatkan bahwa jika p = 2 dan 2k – 1 adalah
prima, maka kita berurusan dengan prima-prima Merssene. Kasus khusus ini akan
diformulasikan sebagai sebuah akibat (corollary) dari teorema ini. Lebih jauh,
sebagaimana dinyatakan sebelumnya, dapat diamati bahwa teorema ini menyodorkan
suatu cara untuk menghasil-kan bilangan-bilangan prima.
Bukti. Amati bahwa
𝑝𝑘 − 1 𝑝𝑘 + 𝑝𝑘+1 − 𝑝𝑘+1 − 1 𝑝𝑘+1 − 1− 𝑝𝑘 (𝑝−1)
= =
𝑝−1 𝑝−1 𝑝−1
𝑝𝑘+1 − 1
= − 𝑝𝑘
𝑝−1
= σ (𝑝 ) − 𝑝𝑘
𝑘

𝑝𝑘 − 1
Oleh karena itu diperoleh bahwa adalah prima jika dan hanya jika 𝑝𝑘 ) − 𝑝𝑘
𝑝−1
juga prima. Dengan menggunakan Teorema 3.1 diperoleh bahwa 75 = 16807 adalah
75 − 1
bilangan sumprime karena = 2801 merupakan sebuah prima.
7−1

Akibat 3.2 2𝒌 adalah sumprime jika dan hanya jika adalah prima, untuk suatu bilangan
bulat positif k.
Teorema 3.3 Misalkan p dan q merupakan bilangan-bilangan prima berbeda. Maka,
pq adalah sumprime jika dan hanya jika p + q + 1 adalah prima.

Proof.
Perhatikan bahwa karena p dan q adalah prima-prima berbeda, maka diperoleh
σ (pq) – pq = 1 + p + q + pq - pq
=1+p+q
Itu berarti, σ (pq) – pq prima jika dan hanya jika p + q +1 prima.
Sebagai contoh, 11 dan 31 adalah prima-prima berbeda dan 11 + 31 + 1 = 43
adalahprima. Berdasarkan pada teorema di atas didapatkan bahwa 11 × 31 = 341
adalah sumpime. Catat bahwa 1 + p + q= σ (p) + q(σ(p) – p). Dengan menggunakan
ekspresi yang serupa, Theorem 3.3 dapat diperumum menjadi teorema berikut ini.

Teorema 3.4 Misalkan p, q, r, merupakan prima-prima berbeda. Maka, pqr adalah


sumprime jika dan hanya jika σ(pq) + r(σ(pq) – pq) adalah prima.
Bukti. Perhatikan bahwa
σ(pqr) – pqr = 1 + p + q + r + pq + pr + qr + pqr – pqr
= 1 + p + q + pq + r(1 +p + q)
= σ(pq) + r(σ(pq) – pq).
Sekarang jelas bahwa σ(pqr) – pqr prima jika dan hanya jika σ(pq) + r(σ(pq) – pq)
prima.

Dengan meniru pembuktian dari teorema ini, hasil di atas dapat diperumum
sebagaimana diformulasikan berikut ini.
Teorema 3.5 Misalkan p1, p2, …, pk adalah k buah prima berbeda. Maka, p1p2…pk
adalah sumprime jika dan hanya jika (p1p2…pk – 1) + pk ( (p1p2…pk – 1) –
p1p2…pk – 1) adalah prima.
Bukti. Dengan menggunakan Theorem 2.1 pada Bagian II, Teorema 3.5 ini dapat
dibuktikan segera.
Teorema 3.6 Misalkan p dan q merupakan dua prima berbeda, dan misalkan t dan k
merupakan bilangan-bilangan bulat positif. Maka, hasil kali plpk adalah sumprime,
𝑝𝑙+1 (𝑞 𝑘 − 1)+ 𝑞𝑘+1 (𝑝𝑙 − 1)+ 1− 𝑝𝑙 𝑞 𝑘
jika dan hanya jika (𝑝−1)(𝑞−1)
adalah prima.
Bukti. Untuk bilangan-bilangan prima berbeda p dannd q diperoleh bahwa
𝑝𝑙+1 − 1 𝑞 𝑘+1
σ (𝑝𝑙 𝑞 𝑘 ) − 𝑝𝑙 𝑞 𝑘 = . 𝑞−1 − 𝑝𝑙 𝑞 𝑘
𝑝−1
𝑝𝑙+1 (𝑞𝑘 − 1)+ 𝑞𝑘+1 (𝑝𝑙 − 1)+ 1− 𝑝𝑙 𝑞𝑘
= (𝑝−1)(𝑞−1)
Berdasarkan pada identitas di atas teorema terbukti.
Teorema berikut memberikan batasan di ruang mana tidak dimungkinkannya untuk
ditemukan bilangan-bilangan sumprime.

D. Ringkasan/Kajian Inti Sari Bab Kesimpulan Riset


Telah diturunkan pada tulisan ini hubungan antara bilangan-bilangan sumprime dan
bilangan-bilangan prima. Secara lebih khusus dapat dikatakan bahwa jika dalam kasus
tertentu diketahui bahwa sebuah bilangan adalah sumprime, maka suatu bilangan prima
telah dapat dikonstruksi. Permasalahannya adalah pada bagaimana mengenali suatu
bilangan adalah sebuah bilangan sumprime tanpa harus memeriksa keprimaannya
(primality) dari jumlah faktor-faktor sejatinya. Jadi, merumuskan karakteristik yang
seperti ini dari bilangan-bilangan sumprime adalah merupakan kajian yang sangat relevan
untuk kemudian dilakukan.
BAB III
KELEBIHAN JURNAL

A. Kelengkapan Sub Topik


Melalui hasil review yang dilakukan terhadap penelitian (riset), diketahui bahwa sub
topik yang digunakan dalam riset ini sudah lengkap, namun terdapat sedikit kesalahan
penulisan sub topic, yaitu pada penulisan kata “KLAS”. Sebaiknya penulis menggunakan
kata “KELAS” karena lebih baku dan lebih formal.

B. Keterkaitan Topik Utama


Setelah membaca penelitian (riset) dapat diketahui bahwa topik utama penelitian
berkaitan dengan setiap bagian-bagian yang disajikan dalam jurnal. Mulai dari awal
bahasan jurnal, yaitu pendahuluan pada jurnal, kajian pustaka, hingga kepada hasil dan
pembahasan. Semua bagiannya menjelaskan sesuai dengan topik utama pada penelitian.
Dan juga menunjukkan pembuktian yang disajikan dalam bagian hasil dan pembahasan.

C. Aspek Kelayakan Isi


Dari hasil review yang dilakukan terhadap penelitian (riset) dapat diketahui bahwa isi
dalam jurnal ini sudah bagus. Namun, terdapat kekurangan isi jurnal untuk standar jurnal
yang baik atau lengkap. Kekurangan isi jurnal terletak pada metode penelitian serta
langkah penelitian yang tidak didapati dalam isi jurnal. Untuk standar jurnal yang baik
dan lengkap seharusnya menggunakan metode penelitian dan langkah penelitian karena
dengan adanya kedua hal tersebut, maka pembaca dapat mengetahui bagaimana cara
penelitian melaksanakan penelitian yang ia laksanakan dan dengan demikian juga
pembaca akan menjadi lebih mudah memahami hasil dan pembahasan yang tertera pada
jurnal.
BAB IV
KELEMAHAN JURNAL
Setelah melakukan review terhadap jurnal, maka kelemahan jurnal yang diperoleh yaitu
sebagai berikut :
1. Dalam jurnal yang telah direview, penulis tidak mencantumkan subjek penelitian
yang telah dilaksanakan.
2. Jurnal ini juga tidak lengkap dalam penyajiannya dikarenkan penulis tidak
menyampaikan (menuliskan) metode penelitian bagaimana yang dilakukan olejh
peneliti serta langkah-langkah yang dilakukan dalam penelitian. Sehingga dalam hal
ini, jurnal yang telah di review ini dinilaim kurang lengkap dalam penyajian
sistematikanya..
3. Dalam jurnal yang telah direview terdapat beberapa kesalahan tanda baca dan juga
terdapat beberapa kesalahan penggunaan kata dalam menyusun sebuah kalimat
sehingga terdapat pengertian kalimat yang kurang dimengerti oleh pembaca.
4. Dalam jurnal yang telah direview, penulis tidak menyampaikan saran terhadap
penelitian yang dilaksanakan.
BAB V
IMPLIKASI TERHADAP TEORI/KONSEP

Setelah melakukan review jurnal dan memberi kritikan terhadap jurnal (critical
journal), maka didapatkan bahwa dalam jurnal yang telah direview terdapat implikasi
jurnal dengan salah satu mata kuliah di jurusan mateamatika yaitu mata kuliah teori
bilangan terkhusus dalam sub bab yang membahas tentang topik keterbagian. Implikasi
tersebut tertera dalam kajian pustaka serta hasil dan pembahasan pada jurnal. Melalui
jurnal yang telah direview secara langsung mahasiswa/i memperoleh ilmu tentang
keterbagian dan dengan pembuktian-pembuktian yang diberikan dalam bagian hasil dan
pembahasan jurnal membuat para mahasiswa/I menjadi lebih mudah memahami materi
keterbagian.
BAB VI
PENUTUP

A. Kesimpulan
Setelah melakukan review terhadap jurnal serta mengkritik jurnal (critical journal),
maka dapat disimpulkan bahwa jurnal tersebut memiliki kelebihan serta kelemahannya
masing-masing. Jurnal tersebut sudah bagus terutama dalam hal penyampaian
pendahuluan serta kajian pustakanya dikarenakan memiliki kesinambungan yang baik,
begitu juga dengan hasil dan pembahasan yang disajikan oleh penulis, berkaitan dengan
topic utama dalam jurnal. Di samping itu, terdapat juga beberapa kelemahan jurnal.
Setelah melakukan kritik terhadap jurnal juga menjadi diketahui bahwa sebuah jurnal
juga dapat dipakai sebagai bahan ajaran maupun pembelajaran karena jika belajar melalui
jurnal sudah merupakan hal yang lebih baik karena dalam hal tersebut, pembaca langsung
memperoleh ilmu dari tinjauan (penelitian) langsung yang dilakukan sehingga menjadi
lebih mudah untuk memahami sebuah topic. Hanya saja, kelemaham yang terdapat ketika
menggunakan jurnal sebagai bahan ajaran maupun pembelajaran yaitu terletak pada
kajian pustaka jurnal karena tidak dapat dipastikan penulis jurnal memuat kajian pustaka
dari sumber yang terpercaya.

B. Saran
Saran untuk critical jurnal ini ialah sebaiknya peneliti menggunakan cara-cara yang
lebih banyak lagi untuk memcahkan masalah keterbagian. Di samping itu, diharapkan
juga peneliti menambahkan metode penelitian dalam penelitian yang dilaksanakan serta
sebaiknya penulis memaparkan kajian pustaka yang lebih lengkap lagi untuk membantu
pembaca lebih memahami akan topic penelitian yang dibahas.