Anda di halaman 1dari 60

INDIKATOR MUTU KLINIS PUSKESMAS PENUSUPAN

TAHUN 2017
No Unit Pelayanan Indikator Pengukuran Standar

1. Pendaftaran 1. Waktu penyediaan dokumen rekam 100 %


medik < 10 menit
2. Kelengkapan memasukkan identitas 100 %
pasien ke dalam SIMPUS
2. Pelayanan BP 1. Kelengkapan pengisian RM yang 90 %
Umum meliputi Vital sign, Anamese, Diagnosa
dan Terapi
2. Kesalahan pengisian SIMPUS 100 %
3. Pencegahan dan control infeksi : 100 %
kepatuhan hand hygiene, ketersediaan
APD
3. Pelayanan 1. Pelayanan Tindakan Medis < 60 menit 100%
Tindakan
2. Pencegahan dan control infeksi : 100%
kepatuhan hand hygiene, ketersediaan
APD
4. Pelayanan Gigi 1. Kelengkapan pengisian RM yang 90%
meliputi VitaI sign, Informed consent,
Anamese, Diagnosa dan Terapi
2. Pencegahan dan control infeksi : 100%
kepatuhan hand hygiene, ketersediaan
APD
5. Pelayanan 1. Pasien balita sudah dilakukan MTBS 100%
Anak
6. Pelayanan Ibu 1. Waktu pelayanan ANC < 60 menit 90%
Hamil
2. Pencegahan dan control infeksi : 100 %
kepatuhan hand hygiene, ketersediaan
APD
7. Pelayanan KB 1. Pelayanan tindakan kb < 45 menit 90 %
2. Pencegahan dan control infeksi : 100 %
kepatuhan hand hygiene, ketersediaan
APD
8. Pelayanan obat 1. Waktu tunggu pelayanan
a. Non racikan < 10 menit 90 %
b. Racikan < 20 menit 90%
2. Tidak adanya kejadian kesalahan 100 %
pemberian obat
6. Laboratorium 1. Waktu tunggu hasil hasil urin ibu hamil 80%
< 30 menit
2. Tidak adanya kesalahan pemberian hasil 100%
pemeriksaan laboratorium

Mengetahui

Kepala Puskesmas Penusupan Koordinator Tim Peningkatan Mutu


dan Keselamatan Pasien

Taryana, SKM. M.Kes dr. Subchanuddin


NIP. 19680505 199003 1 020 NIP. 19690126 200701 1 007
pop

DATA HASIL PENGUKURAN INDIKATOR MUTU KLINIS


PUSKESMAS PENUSUPAN
JULI 2017 – DESEMBER 2017
Hasil
No Unit Pelayanan Indikator Pengukuran Standar Pengukuran

1. Pendaftaran 1. Waktu penyediaan dokumen rekam 100 % 85%


medik ≤ 15 menit
2. Kelengkapan memasukkan identitas 100 % 80%
pasien ke dalam SIMPUS
2. Pelayanan BP 1. Kelengkapan pengisian RM yang 90 % 75%
Umum meliputi Informed consent, Anamese,
Diagnosa dan Terapi
2. Kesalahan pengisian SIMPUS 100 % 70%
3. Pencegahan dan control infeksi : 100 % 80 %
kepatuhan hand hygiene, ketersediaan
APD
3. Pelayanan 1. Pelayanan Tindakan Medis < 60 menit 100% 100%
Tindakan
2. Pencegahan dan control infeksi : 100% 100 %
kepatuhan hand hygiene, ketersediaan
APD
4. Pelayanan Gigi 1. Kelengkapan pengisian RM yang 90% 85%
meliputi Informed consent, Anamese,
Diagnosa dan Terapi
2. Pencegahan dan control infeksi : 100% 90 %
kepatuhan hand hygiene, ketersediaan
APD
5. Pelayanan 1. Pasien balita sudah dilakukan MTBS 100% 100%
Anak
6. Pelayanan Ibu 1. Waktu pelayanan ANC < 60 menit 90% 90%
Hamil
2. Pencegahan dan control infeksi : 100 % 80%
kepatuhan hand hygiene, ketersediaan
APD
7. Pelayanan KB 1. Pelayanan tindakan kb < 45 menit 90 % 90%
2. Pencegahan dan control infeksi : 100 % 90%
kepatuhan hand hygiene, ketersediaan
APD
8. Pelayanan obat 1. Waktu tunggu pelayanan
a. Non racikan < 10 menit 90 % 90%
b. Racikan < 20 menit 90% 90%
2. Tidak adanya kejadian kesalahan 100 % 100 %
pemberian obat
6. Laboratorium 1. Waktu tunggu hasil urin ibu hamil < 30 80% 80%
menit
2. Tidak adanya kesalahan pemberian hasil 100% 100%
pemeriksaan laboratorium

Mengetahui
Kepala Puskesmas Penusupan Koordinator Tim Peningkatan Mutu
dan Keselamatan Pasien

Taryana, SKM. M.Kes dr. Subchanuddin


NIP. 19680505 199003 1 020 NIP. 19690126 200701 1 007
Hasil Monitoring Pengukuran Indikator Mutu Layanan Klinis Di Puskesmas Penusupan
Juli 2017 – Desember 2017

Hsl Rencana Tindak Lanjut Evaluasi


No Unit Pelayanan Indikator Pengukuran Standar Pengu Analisa Tindak lanjut
kuran
1. Pendaftaran 1.Waktu penyediaan 100% 85 % 1. Pasien ada yang tidak 1. Mengingatkan pasien untuk 1. Petugas harus lebih sering 1. Masih ada
dokumen rekam membawa kartu berobat membawa kartu berobat mengingatkan pasien untuk pasien yang
medis ≤ 15 menit sehingga menyulitkan 2. Kelengkapan Pendataaan membawa kartu berobat tidak
petugas mencari status pasien baru 2. Sosialisasi tentang membawa
rekam medis pasien pentingnya membawa kartu kartu
2. Pendaftaran pasien baru berobat oleh petugas loket
yang belum masuk ke pendaftaran
Simpus 3. Membuat pengumuman
yang terpasang di dekat
nomor antrian
2. Kelengkapan 100 % 80 % 1. Kesalahan petugas loket 1. Mengingatkan petugas 1. Konfirmasi ulang kepada Masih terjadi
memasukkan pendaftaran dalam untuk konfirmasi ulang pasien tentang kelengkapan kesalan
Identitas Pasien ke memasukkan data kepada pasien tentang identitas pasien memasukkan
dalam SIMPUS identitas pasien baru kelengkapan identitas 2. Petugas loket pendaftaran identitas pasien
2. Kesalahan petugas loket pasien di SIMPUS dalam memasukkan nama
pendaftaran dalam pasien ke SIMPUS harus
memasukkan nama 2. Data pasien tersebut di lengkap sesuai dengan
pasien tidak lengkap sesuaikan dengan data kartu identitas
3. Kesalahan petugas dalam yang ada pada kartu kependudukan / KTP
mengentri nama pasien identitas kependudukan / 3. Petugas loket pendaftaran
karna nama pasien KTP saat mengentri nama pasien
hampir sama atau sama harus sesuai dengan data
( Nama, KK, tanggal lahir,
yang tertera pada kartu
Alamat )
berobat

2. Pelayanan BP 1. Kelengkapan 100% 75% Masih ada petugas yang 1. Sosialisasi pada petugas 1.Melakasanakan pelayanan Masih ada
Umum pengisian RM tidak mengisi RM dengan untuk menerapkan sesuai SOP petugas yang
yang meliputi lengkap untuk mendukung kepatuhan terhadap SOP belum bekerja
2. Mengingatkan petugas 2.Melaksanakan Pelayanan sesuai dengan
Informed consent, terapi pengobatan
untuk berkoordinasi Terpadu SOP dan belum
Anamese, melakukan Pelayanan melaksanakan
Diagnosa dan 3. Melaksanakan asuhan
Terpadu dengan Pelayanan
Terapi Pelayanan konseling (gizi keperawatan Terpadu dan
dan kesling) Asuhan
3. Mengingatkan paramedis Keperawatan
untuk mengisi asuhan
keperawatan
2. Kesalahan 100% 70 % 1. Kesalahan petugas pada 1. Mengingatkan petugas 1. Sebelum melakukan Masih terjadi
pengisian SIMPUS saat mengentri nama untuk mengecek kesesuai pelayanan petugas kesalahan
pasien sehingga berakibat identitas pasien pada menanyakan kembali pengisian
kesalahan memasukkan Rekam Medis dan identitas pasien apakah SIMPUS
terapi pengobatan SIMPUS sudah sesuai dengan yang
2. Kesalahan memasukkan 2. Mengingatkan petugas tertera pada rekam medis
obat ke dalam Simpus agar mengecek kesesuaian 2. Sebelum memasukkan
sehingga obat yang di obat yang ada di SIMPUS terapi pengobatan, petugas
resepkan tidak sama dengan yang ada pada mengecek kembali identitas
dengan terapi pengobatan rekam medis pasien yang ada di
yang ada pada rekam 3. Membuat informasi yang SIMPUS dengan yang
medis tertera pada dinding ruang tertera pada rekam medis
pelayanan BP Umum 3. Petugas Mengecek kembali
tentang kesesuaian kesesuaian obat yang ada
identitas pasien dan pada SIMPUS dengan
kesuaian terapi terapi pengobatan yang ada
pengobatan agar terhindar pada rekam medis
dari KTD
4. Pencegahan dan 100 % 80% 1.Kurangnya kesadaran 1. Mengingatkan petugas Sosialisasi akan pentingnya Masih ada
control infeksi : petugas akan pentingnya untuk melakukan hand melakukan hand hygiene dan petugas yang
kepatuhan hand kepatuhan terhadap hand hygiene dan memakai memakai APD pada saat apel belum
hygiene, APD melakukan hand
hygiene dan memakai APD
ketersediaan APD hygiene dan
( masker dan sarung tangan) memakai APD
2. Rusaknya wastafel
3. Pelayanan 1. Pelayanan 100% 100 % Secara umum Pelayanan Mempertahankan Mempertahankan Mempertahanka
Tindakan Tindakan < 60 Tindakan sudah sesuai n
menit indicator mutu puskesmas
2. Pencegahan dan 100 % 100 % Secara umum Pelayanan Mempertahankan Mempertahankan Mempertahanka
control infeksi : Tindakan sudah sesuai n
kepatuhan hand indicator mutu puskesmas
hygiene,
ketersediaan APD
4. Pelayanan gigi 1. Kelengkapan 100% 85% Masih ada petugas yang 1. Sosialisasi pada petugas 1. Melakasanakan pelayanan Masih ada
pengisian RM tidak mengisi RM dengan untuk menerapkan sesuai SOP petugas yang
yang meliputi lengkap untuk mendukung kepatuhan terhadap SOP 2. Sosialisasi kepada semua belum mengisi
Informed consent, 2. Mengkoordinasikan karyawan untuk saling RM dengan
terapi pengobatan
Anamese, dengan unit pelayanan berkaitan dalam lengkap
Diagnosa dan yang lain apabila ada memberikan terapi
Terapi pasien yang perlu di rujuk pengobatan
3. Mengingatkan petugas 3. Melakukan asuhan
agar melakukan asuhan keperawatan
keperawatan
2. Pencegahan dan 100 % 90% Kurangnya kesadaran Mengingatkan petugas untuk Sosialisasi akan pentingnya Masih ada
control infeksi : petugas akan pentingnya melakukan hand hygiene dan melakukan hand hygiene dan petugas yang
kepatuhan hand kepatuhan terhadap hand memakai memakai APD belum
hygiene, melakukan hand
hygiene dan memakai APD
ketersediaan APD hygiene dan
memakai APD
3
Pelayanan Pasien balita sudah 100 % 100 % Memenuhi standar Mempertahankan Mempertahankan Mempertahanka
5
Anak dilakukan MTBS n

Pelayanan
6 Ibu 1. Waktu pelayanan 90 % 90 % Memenuhi standar Mempertahankan Mempertahankan Mempertahanka
Hamil
5 ANC < 60 menit n
2. Pencegahan dan 100 % 80 % Kurangnya kesadaran Mengingatkan petugas untuk Sosialisasi akan pentingnya Masih ada
control infeksi : petugas akan pentingnya melakukan hand hygiene dan melakukan hand hygiene dan petugas yang
kepatuhan hand kepatuhan terhadap hand memakai APD memakai APD belum
hygiene, hygiene dan memakai melakukan hand
ketersediaan APD APD hygiene dan
memakai APD
Pelayanan KB 1. Pelayanan 90 % 90 % Memenuhi standar Mempertahankan Mempertahankan Mempertahanka
Tindakan KB < 45 n
menit
2. Pencegahan dan 100 % 90 % Kurangnya kesadaran Mengingatkan petugas Sosialisasi akan pentingnya Masih ada
control infeksi : petugas akan pentingnya untuk melakukan hand melakukan hand hygiene dan petugas yang
kepatuhan hand kepatuhan terhadap hand hygiene dan memakai memakai APD belum
hygiene, hygiene dan memakai APD melakukan hand
ketersediaan APD APD hygiene dan
memakai APD

Pelayanan obat 1. Waktu tunggu


pelayanan
a. Obat jadi 90% 90 % Memenuhi standar Mempertahankan Mempertahankan Mempertahanka
(Non racikan) n
< 10 menit
b. Obat Racikan 90% 90 % Memenuhi standar Mempertahankan Mempertahankan Mempertahanka
< 20 menit n

2. Tidak adanya 100% 100% Memenuhi standar Mempertahankan Mempertahankan Mempertahanka


kejadian kesalahan n
pemberian obat
6. Laboratorium 1. Waktu tunggu 80% 80% Memenuhi standar Mempertahankan Mempertahankan Mempertahanka
hasil urin ibu n
hamil < 30 menit
2. Tidak adanya 100% 100% Memenuhi standar Mempertahankan Mempertahankan Mempertahanka
kesalahan n
pemberian hasil
pemeriksaan
laboratorial
Mengetahui
Kepala Puskesmas Penusupan Koordinator Tim Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien

Taryana SKM. M.Kes dr. Subchanuddin


NIP.19680505 19903 1 020 NIP. 19690126 200701 1 007
BUDAYA MUTU DAN KESELAMATAN PASIEN DALAM PELAYANAN KLINIS

I. PENGERTIAN
Budaya kerja adalah seluruh norma/tata nilai, kebiasaaan perilaku serta hasil karya
segenap karyawan ditempat kerja mereka, yang diperolehnya melalui proses belajar.
Mutu adalah kesesuaian terhadap standard kepuasan pelanggan/ pasien yang efektif dan
efesien.
Jadi budaya mutu adalah budaya kerja yang berwawasan mutu atau seluruh norma,
kebiasaan perilaku serta hasil karya segenap karyawan yang terus-menerus berwawasan
pada dinamika kepuasan pelanggan, serta lebih memperhatikan cara-cara kerja yang
memenuhi standar profesi dalam suasana kemitraan yang serasi.
Budaya mutu dan keselamatan pasien dalam pelayanan klinis adalah seluruh norma,
kebiasaan perilaku serta hasil karya segenap karyawan dalam memberikan pelayanan
klinis yang terus-menerus berwawasan pada dinamika kepuasan pasien dan keselamatan
pasien, serta lebih memperhatikan cara-cara pemberian pelayanan klinis yang memenuhi
standar profesi dalam suasana kemitraan yang serasi.

II TUJUAN
Agar perilaku segenap karyawan terbiasa memperhatikan cara – cara pemberian
pelayanan yang memenuhi standar profesi guna terciptanya peningkatan mutu dan
keselamatan pasien

III Cara Melakukan Kegiatan


1. Melakukan penilaian terhadap perilaku petugas pemberi layanan klinis melalui
observasi terkait budaya mutu dan keselamatan pasien
2. Rapat tim PMKP mengenai evaluasi perilaku petugas pemberi layanan klinis
3. Sosialisasi hasil rapat evaluasi perilaku pemberi layanan klinis
4. Peningkatan Mutu SDM
a. Melakukan pelatihan internal dengan orientasi pegawai baru disetiap unit kerja
b. Melakukan pelatihan internal dalam bidang teknis tertentu sesuai kebutuhan
masyarakat dan puskesmas
c. Mendorong pelatihan eksternal sesuai kebutuhan masyarakat dan Puskesmas
WAWANCARA PENERAPAN BUDAYA MUTU DAN KESELAMATAN PASIEN
PETUGAS PEMBERI LAYANAN KLINIS
1. Apakah petugas menerapkan budaya kerja 5 R ( Resik, Rajin, Rapi, Rawat, Ramah )
Dalam memberikan Pelayanan klinis
a. Ya
b. Kadang – kadang
c. Tidak

2. Apakah petugas menerapkan kepatuhan hand hygiene ( cuci tangan ) sebelum dan
sesudah melakukan pelayanan klinis & memakai APD ?
a. Ya
b. Kadang – kadang
c. Tidak

3. Apakah petugas menerapkan kepatuhan terhadap SOP ?


a. Ya
b. Kadang – kadang
c. Tidak

4. Apakah petugas melakukan identifikasi terhadap pasien setiap kali melakukan Pelayanan
Klinis
a. Ya
b. Kadang – kadang
c. Tidak
HASIL WAWANCARA PENERAPAN BUDAYA MUTU DAN KESELAMATAN
PASIEN PETUGAS PEMBERI LAYANAN KLINIS

Dari 39 petugas pemberi Pelayanan Klinis di dapatkan hasil :

1.Jawaban Ya = 0

2. Jawaban Kadang – kadang = 116

3. Jawaban Tidak = 40

Kepala Puskesmas Penusupan Koordinator Tim Peningkatan Mutu


dan Keselamatan Pasien

Taryana, SKM. M.Kes dr. Subchanuddin


NIP. 19680505 199003 1 020 NIP. 19690126 200701 1 007
RENCANA TINDAK
NO ANALISA REALISASI TINDAK LANJUT
LANJUT
1. Masih ada petugas Menerapkan slogan 5 R yang Sosialisasi budaya Kerja yaitu
yang tidak ramah disepakati bersama menerapkan slogan 5 R(Resik,
dalam memberi Rajin, Rapi, Rawat, Ramah)untuk
Pelayanan diterapkan saat memberikan
pelayanan kepada pelaggan
2 Kurangnya kepatuhan Memberikan pemahaman Sosialisasi budaya mutu kepada
petugas akan terhadap petugas pelayanan semua karyawan akan pentingnya
pentingnya hand klinis akan pentingnya hand hand hygiene dan APD
hygiene dan pemakaian hygiene dan APD
APD
3 Kurangnya petugas 1. Pengadaan alur pelayanan 1. Membuat alur pelayanan yang
pelayanan dalam 2. Sosialisasi tentang standar dipasang didinding unit pelayanan
menerapkan SOP prosedur pelayanan 2. Melakukan sosialisasi agar setiap
petugas pelayanan menerapkan
standar prosedur pelayanan
4 Menanyakan kembali Memberikan pemahaman 1.Sosialisasi akan pentingnya
identitas pasien setiap akan pentingnya petugas konfirmasi identitas pasien
akan melakukan konfirmasi mengenai 2.Peninjauan terhadap SOP
pelayanan identitas pasien setiap akan Pelayanan klinis
memberikan pelayanan

Kepala Puskesmas Penusupan Koordinator Tim Peningkatan Mutu


dan Keselamatan Pasien

Taryana, SKM. M.Kes dr. Subchanuddin


NIP.19680505 19903 1 020 NIP. 19690126 200701 1 007
NIP 19680505 19903 1 020 NIP 1969126 200701 1 007

PENINGKATAN MUTU DAN KESELAMATAN PASIEN


I. PENDAHULUAN

Untuk mencapai derajat kesehatan yang optimal dalam memberikan pelayanan


dibidang kesehatan kepada masyarakat maka seluruh unit pelayanan dan seluruh
karyawan berkomitmen untuk memberikan pelayanan yang bermutu dan peduli terhadap
keselamatan pasien, pengunjung dan karyawan yang bekerja dipuskesmas.

Program mutu dan keselamatan pasien merupakan program yang wajib


direncanakan, dilaksanakan, dimonitor, dievaluasi dan ditindaklanjuti seluruh jajaran
yang ada di Puskesmas Penusupan

Oleh karena itu perlu disusun program peningkatan mutu dan keselamatan pasien,
yang menjadi acuan dalam penyusunan program-program mutu dan keselamatan pasien
di unit
Pelayanan

II. LATAR BELAKANG

Puskesmas Penusupan adalah unit pelaksana pembangunan kesehatan di wilayah


Kecamatan Pangkah dan sekitarnya yang memberikan pelayanan kesehatan rawat jalan.
Dalam upaya memberikan pelayanannya, Puskesmas di tuntut bisa memberikan
pelayanan sebaik-baiknya. Hal tersebut didasarkan bahwa tuntutan masyarakat terhadap
pelayanan yang baik, lebih ramah serta menurunnya indicator mutu pelayanan klinis
yang masih di bawah standar.
Berkenaan dengan hal tersebut, maka Puskesmas Penusupan perlu menjawab
tantangan dan tuntutan masyarakat terhadap peningkatan mutu pelayanan secara bertahap
melalui upaya program peningkatan mutu dan keselamatan pasien.

III. PENGORGANISASIAN DAN TATA HUBUNGAN KERJA

A. PENGORGANISASIAN

KETUA TIM MUTU

SEKRETARIS

TIM AUDIT
INTERNAL

Tim mutu Klinis (UKP) &


Tim mutu manajemen Tim mutu UKM
Keselamatan Pasien

Bagan organisisi tim mutu di Puskesmas

B. TATA HUBUNGAN KERJA


Ketua tim PMKP bertugas melakukan koordinasi mulai dari perencanaan,
pelaksanaan sampai dengan monitoring kegiatan peningkatan mutu dan keselamatan
pasien di Puskesmas Penusupan. Penanggung jawab tiap-tiap unit pelayanan
melakukan koordinasi pelaksanaan dan monitoring kegiatan peningkatan mutu dan
keselamatan pasien yang menjadi tanggung jawabnya. Ketua tim PMKP bertanggung
jawab terhadap Ketua Tim Mutu dalam pelaksanaan kegiatan peningkatan mutu dan
keselamatan pasien.
Ketua tim Mutu bersama dengan tim PMKP mengadakan rapat koordinasi tiap
enam bulan untuk memonitor kemajuan dalam pelaksanaan kegiatan dan mengatasi
permasalahan.
IV. TUJUAN

A. Tujuan Umum
Meningkatkan mutu dan kualitas pelayanan kesehatan Puskesmas melalui program
peningkatan mutu dan keselamatan pasien.

B. Tujuan Khusus
Tercapainya peningkatan mutu dan keselamatan pasien Puskesmas melalui :
1. Meningkatnya hasil pengukuran Indikator mutu klinis
2. Meningkatnya perilaku pemberi layanan klinis dalam menerapkan budaya mutu
3. Meningkatnya hasil pengukuran Indicator sasaran keselamatan pasien

V. KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN

No Kegiatan Pokok Rincian Kegiatan


1. Workshop penggalangan Lokakarya untuk penggalangan komitmen dan
komitmen dan pemahaman pemahanan ttg mutu puskesmas dan
tentang mutu dan keselamatan keselamatan pasien
pasien
2. Program kegiatan peningkatan
mutu klinis
A Penilaian kinerja pelayanan Memilih dan menetapkan indicator mutu
klinis pelayanan klinis, Sasaran Keselamata Pasien
dan menyusun profil indicator
Menyusun panduan penilaian kinerja
pelayanan klinis
Mencatat data melalui sensus harian
Melaksanakan penilaian kinerja pelayanan
klinis
Melakukan analisis kinerja pelayanan klinis
Melaksanakan tindak lanjut hasil analisis
kinerja pelayanan klinis
B Sasaran Keselamatan Pasien Membuat panduan system pencatatan dan
pelaporan insiden keselamatan pasien (IKP)
Memonitor capaian sasaran keselamatan
pasien
Melaksanakan pencatatan dan pelaporan
sentinel, KTD, dan KNC
Melakukan analisis kejadian KTD dan KNC
Melakukan tindak lanjut
C Manajemen risiko Melaksanakan identifikasi risiko pelayanan
obat
Melakukan analisis risiko pelayanan obat
Menyusun rencana tindak lanjut
Melaksanakan tindak lanjut

E Diklat PMKP ekternal dan Menyusun rencana diklat PMKP


internal Melaksanakan diklat PMKP
Memonitor dan mengevaluasi pelaksanaan
diklat PMKP
F Peningkatan mutu pelayanan Identifikasi risiko pelayanan lab
laboratorium Analisis risiko dan tindak lanjutnya
Pengendalian bahan berbahaya dan beracun di
lab
Pemantauan penggunaan APD di lab
Pelaksanaan pemantapan mutu internal
Pelaksanaan pemantapan mutu eksternal

G Peningkatan mutu pelayanan Identifikasi risiko pelayanan obat


obat Analisis risiko dan tindak lanjutnya
Pemantauan kebersihan penyediaan obat
H Peningkatan mutu pelayanan Monitoring pelaksanaan prosedur ANC
ANC Meningkatkan kemampuan deteksi dini risiko
persalinan
Meningkatkan kemampuan dalam persiapan
rujukan dari rumah, dan dari puskesmas ke
rumah sakit

VI. CARA MELAKSANAKAN KEGIATAN DAN SASARAN

A. Cara melaksanakan kegiatan:


Secara umum dalam pelaksanaan program mutu dan keselamatan pasien adalah
mengikuti siklus Plan Do Check Action

B. Sasaran :
1. Komitmen karyawan untuk meningkatkan mutu
2. Tersusunnya tata nilai mutu dan perilaku dalam pemberian pelayanan
3. Terlaksananya penilaian kinerja
4. Terlaksananya audit internal
5. Terlaksananya pertemuan tinjauan manajemen
6. Dilakukannya tindak lanjut perbaikan terhadap hasil penilaian kinerja, audit
internal, dan pertemuan tinjauan manajemen
7. Seluruh unit pelayanan minimal melakukan satu siklus PDCA untuk
menyelesaikan permalahan yang ada
8. Kinerja pelayanan klinis diukur pada semua unit pelayanan
9. Tercapainya Indikator sasaran keselamatan pasien
10. 100 % insiden keselamatan pasien dilaporkan dan ditindak lanjuti
11. Manajemen risiko diterapkan pada tahun di pelayanan laboratorium dan obat
12. Tidak terjadi kematian ibu pada tahun 2017
13. Terlaksananya diklat PMKP sesuai rencana
14. Tidak terjadi kesalahan pemberian obat
15. Tidak terjadi kesalahan pemeriksaan laborat

VII. PENUTUP
Demikian Kerangka Acuan Program Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien di
Puskesmas Penusupan

Penusupan, 06 Februari 2016

Mengetahui

Kepala Puskesmas Penusupan Koordinator Tim Peningkatan Mutu


dan Keselamatan Pasien

Taryana, SKM. M.Kes dr. Subchanuddin


NIP.19680505 19903 1 020 NIP. 19690126 200701 1 007
PENETAPAN SKALA PRIORITAS MUTU PELAYANAN KLINIS 2017

Pelaksanaan Penetapan Skala Prioritas yaitu menentukan skala prioritas yang akan diperbaiki.

Penilaian dengan skor range 1-5 dengan ketentuan :


Nilai 1 = sangat rendah
Nilai 2 = rendah
Nilai 3 = sedang
Nilai 4 = tinggi
Nilai 5 = sangat tinggi

No Unit Pelayanan High High High Cost Potensial Total


Risk Volume

1. Pendaftaran 4 5 4 5 400
2. Pelayanan BP Umum 4 4 3 4 192
3 Pelayanan Tindakan 4 1 3 4 48
4 Pelayanan Gigi 4 3 4 4 192
5 Pelayanan Anak 4 4 3 4 192
6 Pelayanan Hamil 4 3 3 4 144
7 Laboratorium 5 4 5 5 500
8 Pelayanan Obat 4 5 5 5 500

Penetapan Skala Prioritas tertinggi adalah


1. Pelayanan Laboratorium
2. Pelayanan Obat
Mengetahui

Kepala Puskesmas Penusupan Koordinator Tim Peningkatan Mutu


dan Keselamatan Pasien

Taryana, SKM. M.Kes dr. Subchanuddin


NIP.19680505 19903 1 020 NIP. 19690126 200701 1 007
HASIL SASARAN KESELAMATAN PASIEN PUSKESMAS PENUSUPAN

JULI 2017 – DESEMBER 2017

Hasil
No Indikator Keselamatan Standar
Pengukuran
1. Tidak terjadinya kesalahan 100 % 80 %
Identifikasi Pasien
2. Terlaksananya komunikasi 100 % 80 %
Yang efektif
3. Tidak adanya kesalahan Pemberian 100 % 100 %
Obat
4. Tidak terjadi kesalahan prosedur 100 % 100 %
tindakan medis dan Keperawatan
5. Pengurangan terjadinya infeksi 100 % 85 %
6. Tidak terjadinya insiden pasien 100 % 100 %
jatuh

Mengetahui

Kepala Puskesmas Penusupan Koordinator Tim Peningkatan Mutu

dan Keselamatan Pasien

Taryana, SKM. M.Kes dr. Subchanuddin


NIP.19680505 19903 1 020 NIP. 19690126 200701 1 007
MONITORING INDIKATOR KESELAMATAN PASIEN JULI 2017 – DESEMBER 2017

Indikator keselamatan Analisa Rencana Tindak Lanjut Tindak Lanjut Evaluasi


No
1. Tidak terjadinya kesalahan 1. Masih terjadi kesalahan petugas Mengingatkan petugas untuk 1. Petugas di setiap unit Masih terjadi kesalahan
loket pendaftaran dalam
identifikasi pasien konfirmasi ulang kepada pasien pelayanan sebelum melakukan petugas pendaftaran
memasukkan data identitas
pasien baru tentang kelengkapan identitas pelayanan untuk menanyakan dalam memasukan
2. Masih terjadi kesalahan petugas pasien di semua unit pelayanan identitas pasien terlebih identitas pasien, yang
loket pendaftaran dalam
memasukkan nama pasien tidak dahulu dan mencocokkan data berlanjut pada kesalahan
lengkap identitas pasien yang ada di di unit pemeriksa
3. Terjadi kesalahan petugas dalam RM dan di SIMPUS sehingga berimbas pada
mengentri nama pasien karna
nama pasien hampir sama atau 2. Menambahkan langkah - kesalahan resep
sama langkah menanyakan identitas
pasien di SOP-SOP Pelayanan
Klinis
2. Tidak terjadinya kesalahan Mempertahankan Mempertahankan Mempertahankan
pemberian obat Mempertahankan
( KTD )
3 Tidak terjadinya kesalahan Tidak ditemukan kasus kesalahan Mempertahankan kepatuhan Mempertahankan Mempertahankan
prosedur tindakan medis prosedur tindakan medis dan terhadap SOP
dan keperawatan keperawatan

4 Pengurangan terjadinya Tidak terjadi resiko infeksi di Mengingatkan agar petugas Sosialisasi kepada petugas untuk Masih ada karyawan
resiko infeksi di puskesmas sebelum dan sesudah melakukan melakukan hand hygiene dan yang belum melakukan
puskesmas tindakan terbiasa melakukan hand memakai APD hand hygiene dan
hygiene danmemakai APD memakai APD

5 Tidak terjadinya pasien Tidak ada laporan terjadinya Mempertahankan Mempertahankan Mempertahankan
jatuh insiden pasien jatuh

6 Peningkatan komunikasi 1. Pasien tidak dengar (suasana 1. Menambah pengeras suara (mix), Memasang speaker Menekankan agar pasien
yang intensif ramai) 2. Memanggil pasien secara memperhatikan
2. Pasien ngobrol sendiri berulang-ulang informasi dari petugas

Mengetahui
Kepala Puskesmas Penusupan Koordinator Tim Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien

Taryana SKM. M.Kes dr. Subchanuddin


NIP.19680505 19903 1 020 NIP. 19690126 200701 1 007
ANALISA DAN TINDAK LANJUT KTD, KPC DAN KNC
JUNI 2017 – DESEMBER 2017

No Nama Tgl Unit Analisa Rencana Tindak Lanjut Tindak Lanjut Evaluasi
Pelayanan

1. Maryati 6 April Pelayanan Kesalahan memasukkan nama pasien 1. Petugas obat meminta kartu 1. Petugas BP umum
2017 obat ke dalam SIMPUS karena nama berobat pasien lalu menghapus pasien yang
33 th, 11 pasien sama. Sehingga berakibat mencocokkan identitas pasien tidak sesuai dengan identitas
bln kesalahan identitas pasien pada resep. antara yang ada dikartu berobat yang ada pada kartu berobat
Dukuhjati Seharusnya Maryati KK Ahmad dengan resep
Razim, Alamat Dukuhjati Kidul Rt 2/ 2. Petugas pelayanan BP
Kidul 2. Petugas obat mengkonfirmasi ke umum memasukkan obat ke
Rw 1
Rt 2/Rw 1 petugas pendaftaran agar SIMPUS sesuai dengan
mengganti nama pasien sesuai pasien yang seharusnya
dengan identitas kartu
berobatnya

3. Petugas obat
mengkonfirmasikan ke petugas
pelayanan BP umum untuk
melihat obat yang sesuai tertera
pada RM

2. Saenah 16 Pelayanan Kesalahan dalam memasukkan obat ke Petugas obat mengkonfirmasikan Petugas pelayanan BP Umum
September Obat SIMPUS, obat yang dimasukkan tidak kepada petugas pelayanan BP mengganti obat di SIMPUS
Umur 49 2017 sesuai dengan yang ada pada RM umum menanyakan obat yang dengan obat yang sesuai
th,10 bln seharusnya sesuai dengan RM dengan yang tertera pada RM
Penusupan
Rt 4/Rw 4

4. Ratno 19 Pelayanan Petugas loket pendaftaran salah 1. Petugas obat menanyakan Sosialisasi ke semua petugas
September Obat memasukkan tanggal lahir pasien identitas pasien ( tanggal lahir ) pelayanan untuk selalu
Umur 45 th 2017 sehingga berimbas kesalahan pada yang seharusnya kepada pasien menanyakan kembali identitas
7 bl kartu berobat dan kesalahan pada 2. Petugas obat pasien
Penusupan resep
Rt 3 Rw 7

5. Kukuh 19 Pelayanan Kesalahan dalam memasukkan obat ke Petugas obat mengkonfirmasikan Petugas pelayanan BP Umum
September Obat SIMPUS, obat yang dimasukkan tidak kepada petugas pelayanan BP mengganti obat di SIMPUS
Umur 39 th, 2017 sesuai dengan yang ada pada RM umum menanyakan obat yang dengan obat yang sesuai
9 bl seharusnya sesuai dengan RM dengan yang tertera pada RM
Bogares
Kidul Rt
12/ Rw 12
Mengetahui
Kepala Puskesmas Penusupan Koordinator Tim Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien

Taryana SKM. M.Kes dr. Subchanuddin


NIP.19680505 19903 1 020 NIP. 19690126 200701 1 007
MANAJEMEN RESIKO PUSKESMAS PENUSUPAN

Manajemen Resiko adalah proses mengenal, mengevaluasi dan meminimalisir


resiko dalam puskesmas secara menyeluruh.

Langkah - langkah Manajemen Resiko Puskesmas Penusupan :


1. Menetapkan lingkup manajemen resiko
2. Identifikasi Resiko
3. Analisis Resiko dengan cara RCA dan FMEA
4. Tindak Lanjut Resiko
5. Evaluasi Resiko
6. Dilakukan monitoring secara berkala, di audit dan di tinjau
7. Dilakukan pelaporan dan di konsultasikan kepada kepala puskesmas.

Register Resiko merupakan salah satu wujud pendokumentasian proses


manajemen resiko dan merupakan penerapan prinsip manajemen resiko.

Isi Register Resiko


1. Unit Kerja / Kegiatan Pelayanan
2. Risiko-Risiko Yang Mungkin Terjadi
3. Tingkat Risiko (Dihitung Dengan Memperhatikan Dampak Risiko Dan
Kemungkinan Terjadinya)
4. Penyebab Terjadinya
5. Akibat Jika Terpapar
6. Pencegahan
7. Upaya Penanganan Jika Terpapar
8. Penanggung Jawab
9. Pelaporan

Mengetahui
Kepala Puskesmas Penusupan Koordinator Tim Peningkatan Mutu
dan Keselamatan Pasien

Taryana SKM. M.Kes dr. Subchanuddin


NIP.19680505 19903 1 020 NIP. 19690126 200701 1 007
DATA HASIL PENGUKURAN INDIKATOR MUTU KLINIS
PUSKESMAS PENUSUPAN
JANUARI 2017 – JUNI 2017

Hasil
No Unit Pelayanan Indikator Pengukuran Standar Pengukuran

1. Pendaftaran 1. Waktu penyediaan dokumen rekam 100 % 80%


medik ≤ 10 menit
2. Kelengkapan memasukkan identitas 100 % 70%
pasien ke dalam SIMPUS
2. Pelayanan BP 1. Kelengkapan pengisian RM yang 90 % 70%
Umum meliputi Vital sign, Anamese, Diagnosa
dan Terapi
2. Kesalahan pengisian SIMPUS 100 % 70%
3. Pencegahan dan control infeksi : 100 % 70 %
kepatuhan hand hygiene, ketersediaan
APD
3. Pelayanan 1. Pelayanan Tindakan Medis < 60 menit 100% 100%
Tindakan
2. Pencegahan dan control infeksi : 100% 100 %
kepatuhan hand hygiene, ketersediaan
APD
4. Pelayanan Gigi 1. Kelengkapan pengisian RM yang 90% 72 %
meliputi Vital sign, Informed consent,
Anamese, Diagnosa dan Terapi
2. Pencegahan dan control infeksi : 100% 80 %
kepatuhan hand hygiene, ketersediaan
APD
5. Pelayanan 1. Pasien balita sudah dilakukan MTBS 100% 100%
Anak
6. Pelayanan Ibu 1. Waktu pelayanan ANC < 60 menit 90% 90%
Hamil
2. Pencegahan dan control infeksi : 100 % 80%
kepatuhan hand hygiene, ketersediaan
APD
7. Pelayanan KB 1. Pelayanan tindakan kb < 45 menit 90 % 90%
2. Pencegahan dan control infeksi : 100 % 76%
kepatuhan hand hygiene, ketersediaan
APD
8. Pelayanan obat 1. Waktu tunggu pelayanan
a. Non racikan < 10 menit 100 % 100%
b. Racikan < 20 menit 100% 100%
2. Tidak adanya kejadian kesalahan 100 % 100 %
pemberian obat
6. Laboratorium 1. Waktu tunggu hasil urin ibu hamil < 30 80% 80%
menit
2. Tidak adanya kesalahan pemberian hasil 100% 100%
pemeriksaan laboratorium

Mengetahui
Kepala Puskesmas Penusupan Koordinator Tim Peningkatan Mutu
dan Keselamatan Pasien

Taryana, SKM. M.Kes dr. Subchanuddin


NIP. 19680505 199003 1 020 NIP. 19690126 200701 1 007
No Unit Pelayanan Risiko/masalah Penyebab Peluang Tingkat Penilaian Pencegahan Upaya Tindak Lanjut
potensial yang terjadinya Kejadian Risiko Dampak Rsiko/ Penanganan
mungkin terjadi Minimalisasi jika terkena
Risiko risiko

1 Pelayanan Bagi pasien:


laboratorium
1. Salah Identitas Mungkin Moderat Tinggi Petugas Penelusuran Monitoring
salah terjadi disiplin pasien SOP
identifikasi /tidak melaksanakan Identifikasi
lengkap SOP
Identifikasi

2. Specimen Specime Jarang Moderat Sedang Petugas Penelusuran Monitoring


tertukar n tidak terjadi memastikan pasien pelabelan
ada specimen specimen
identitas berlabel

3. Salah Petugas Jarang Moderat Sedang Petugas Penelusuran Monitoring


penulisan salah terjadi disiplin pasien, ketepatan
hasil menulis melaksanakan rekam medis penyerahan
SOP hasil lab
Bagi
petugas:

1. Terpapar Petugas Jarang Moderat Sedang Petugas Pertolongan Monitoring


reagensia tidak terjadi disiplin pertama pelaksanaan
korosif memakai melaksanakan insiden SOP APD
APD SOP keselamatan

2. Terpapar Petugas Jarang Moderat Sedang Petugas Pertolongan Monitoring


bahan tidak terjadi disiplin pertama pelaksanaan
infeksius memakai melaksanakan insiden SOP APD
APD SOP keselamatan

3. Tertusuk Petugas Jarang Moderat Sedang Petugas Pertolongan Monitoring


jarum ceroboh terjadi disiplin pertama SOP
melaksanakan insiden Kewaspadaan
SOP keselamatan Universal

Bagi
lingkungan:

Limbah lab Belum Jarng Minor Rendah Upaya Analisis Pengajuan


infeksius ada terjadi pengajuan dampak IPAL ke
IPAL IPAL lingkungan Dinas
Kesehatan

2 Pelayanan Bagi pasien:


Obat
1. Salah Identitas Mungkin Moderat Tinggi Petugas Penelusuran Monitoring
identifikasi salah/tid terjadi disiplin pasien SOP
ak melaksanakan Identifikasi
lengkap SPO
Identifikasi

2. Obat Salah Mungkin Moderat Tinggi Petugas Penelusuran Monitoring


tertukar menulis terjadi memastikan pasien pemberian
etiket etiket obat etiket obat
benar

3. Dosis Petugas Jarang Moderat Sedang Petugas Penelusuran Monitoring


obat tidak salah terjadi disiplin pasien, SOP
tepat menakar melaksanakan rekam medis Penyiapan
dosis SOP Resep

Bagi
petugas:

Terpapar Petugas Jarang Minor Rendah Petugas Pertolongan Monitoring


bahan obat tidak terjadi disiplin pertama pelaksanaan
memakai melaksanakan insiden SPO APD
APD SOP keselamatan

Bagi
lingkungan:

Limbah Tidak Jarang Minor Rendah Petugas Analisis Monitoring


medis sesuai terjadi disiplin dampak pelaksanaan
SPO melaksanakan lingkungan SOP Limbah
SOP Limbah

3 Pelayanan Bagi pasien:


Tindakan
1. Salah Identitas Mungkin Moderat Tinggi Petugas Penelusuran Monitoring
salah/tid disiplin SPO
identifikasi ak terjadi melaksanakan pasien Identifikasi
lengkap SOP
Identifikasi

2. Salah Petugas Mungkin Moderat Tinggi Petugas patuh Observasi Monitorinng


tindakan tidak terjadi SOP Tindakan pasien SPO
pembedahan cermat Pembedahan Tindakan
Pembedahan

3. Triase Petugas Jarang Moderat Rendah Petugas Observasi Monitoring


tidak tepat tidak terjadi disiplin pasien SPO Triase
paham melaksanakan
triase SOP Triase

Bagi
petugas:

1. Terpapar Petugas Mungkin Moderat Tinggi Petugas Pertolongan Monitoring


bahan tidak terjadi disiplin pertama SOP
infeksius memakai melaksanakan insiden Kewaspadaan
APD SOP keselamatan Universal

2. Tertusuk Petugas Mungkin Moderat Tinggi Petugas Pertolongan Monitoring


jarum ceroboh terjadi disiplin pertama SOP
melaksanakan insiden Kewaspadaan
SOP keselamtan Universal

Bagi
lingkungan:

Limbah Tidak Jarang Moderat Rendah Petugas Analisis Monitoring


medis sesuai terjadi disiplin dampak pelaksanaan
melaksanakan
SPO SOP Limbah lingkungan SOP Limbah

4 Pelayanan BP Bagi pasien:

1. Salah Identitas Mungkin Moderat Tinggi Petugas Penelusuran Monitoring


identifikasi salah/tid terjadi disiplin pasien SOP
ak melaksanakan Identifikasi
lengkap SOP
Identifikasi

2. Petugas Jarang Moderat Rendah Petugas patuh Penelusuran Monitorinng


Pengkajian tidak terjadi SOP Kajian rekam medis SOP Kajian
klinis tidak cermat Klinis Klinis
tepat

3. Terpapar Terpapar Jarang Moderat Rendah Konseling Observasi Sosialisasi


bahan pasien terjadi etika batuk pasien Etika Batuk
infeksius batuk

Bagi
petugas:

Terpapar Petugas Mungkin Moderat Tinggi Petugas Pertolongan Monitoring


bahan tidak terjadi disiplin pertama SOP
infeksius memakai melaksanakan insiden Kewaspadaan
APD SOP keselamatan Universal

Tertusuk Petugas Mungkin Moderat Tinggi Petugas Pertolongan Monitoring


jarum ceroboh terjadi disiplin pertama SPO
melaksanakan insiden Kewaspadaan
SPO keselamtan Universal

Lingkungan:

Limbah Tidak Jarang Moderat Rendah Petugas Analisis Monitoring


medis sesuai terjadi disiplin dampak pelaksanaan
SPO melaksanakan lingkungan SPO Limbah
SPO Limbah

5 Pelayanan BP Bagi pasien:


Gigi
1. Salah Identitas Mungkin Moderat Tinggi Petugas Penelusuran Monitoring
identifikasi salah/tid terjadi disiplin pasien SPO
ak melaksanakan Identifikasi
lengkap SPO
Identifikasi

2. Petugas Jarang Moderat Rendah Petugas patuh Penelusuran Monitorinng


Pengkajian tidak terjadi SPO Kajian rekam medis SPO Kajian
klinis tidak cermat Klinis Klinis
tepat

3. Salah Petugas Jarang Moderat Rendah Petugas patuh Observasi Monitoring


tindakan tidak terjadi SPO Tindakan pasien SPO
pembedahan cermat Pembedahan Tindakan
Pembedahan

Bagi
petugas:

1. Terpapar Petugas Mungkin Moderat Tinggi Petugas Pertolongan Monitoring


bahan tidak terjadi disiplin pertama SPO
infeksius memakai melaksanakan insiden Kewaspadaan
APD SPO keselamatan Universal

2. Tertusuk Petugas Mungkin Moderat Tinggi Petugas Pertolongan Monitoring


jarum ceroboh terjadi disiplin pertama SOP
melaksanakan insiden Kewaspadaan
SOP keselamtan Universal

Bagi
lingkungan:

Limbah Tidak Jarang Moderat Rendah Petugas Analisis Monitoring


medis sesuai terjadi disiplin dampak pelaksanaan
SPO melaksanakan lingkungan SOP Limbah
SOP Limbah

6 Pelayanan Bagi pasien:


Anak
1. Salah Identitas Mungkin Moderat Tinggi Petugas Penelusuran Monitoring
identifikasi salah/tid terjadi disiplin pasien SOP
ak melaksanakan Identifikasi
lengkap SOP
Identifikasi

2. Petugas Jarang Moderat Rendah Petugas patuh Penelusuran Monitorinng


Pengkajian tidak terjadi SOP Kajian rekam medis SPO Kajian
klinis tidak cermat Klinis Klinis
tepat

3. Terpapar Terpapar Jarang Moderat Rendah Konseling Observasi Sosialisasi


bahan pasien terjadi etika batuk pasien Etika Batuk
infeksius batuk
Bagi
petugas:

1. Terpapar Petugas Mungkin Moderat Tinggi Petugas Pertolongan Monitoring


bahan tidak terjadi disiplin pertama SOP
infeksius memakai melaksanakan insiden Kewaspadaan
APD SOP keselamatan Universal

2. Tertusuk Petugas Mungkin Moderat Tinggi Petugas Pertolongan Monitoring


jarum ceroboh terjadi disiplin pertama SOP
melaksanakan insiden Kewaspadaan
SOP keselamtan Universal

Bagi
lingkungan:

Limbah Tidak Jarang Moderat Rendah Petugas Analisis Monitoring


medis sesuai terjadi disiplin dampak pelaksanaan
SPO melaksanakan lingkungan SOP Limbah
SOP Limbah

7 Mampu Bagi pasien:


Persalinan
1. Salah Identitas Mungkin Moderat Tinggi Petugas Penelusuran Monitoring
identifikasi salah/tid terjadi disiplin pasien SOP
ak melaksanakan Identifikasi
lengkap SOP
Identifikasi

2. Petugas Jarang Moderat Rendah Petugas patuh Penelusuran Monitorinng


Pengkajian tidak terjadi SOP Kajian rekam medis SOP Kajian
klinis tidak cermat Klinis Klinis
tepat

3. Salah Petugas Jarang Moderat Rendah Petugas patuh Observasi Monitoring


tindakan tidak terjadi SOP Tindakan pasien SOP
pembedahan cermat Pembedahan Tindakan
Pembedahan

Bagi
petugas:

1. Terpapar Petugas Mungkin Moderat Tinggi Petugas Pertolongan Monitoring


bahan tidak terjadi disiplin pertama SOP
infeksius memakai melaksanakan insiden Kewaspadaan
APD SOP keselamatan Universal

2. Tertusuk Petugas Mungkin Moderat Tinggi Petugas Pertolongan Monitoring


jarum ceroboh terjadi disiplin pertama SOP
melaksanakan insiden Kewaspadaan
SOP keselamtan Universal

Bagi
lingkungan:

Limbah Belum Jarang Moderat Rendah Upaya Analisis Mengajukan


medis ada terjadi pengajuan dampak permohonan
IPAL IPAL lingkungan IPAL ke
Dinas
Kesehatan
Mengetahui
Kepala Puskesmas Penusupan Koordinator Tim Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien

Taryana SKM. M.Kes dr. Subchanuddin


NIP.19680505 19903 1 020 NIP. 19690126 200701 1 007
Hasil Monitoring Pengukuran Indikator Mutu Layanan Klinis Di Puskesmas Penusupan
Januari 2017 – Juni 2017

Hsl Rencana Tindak Lanjut Evaluasi


No Unit Pelayanan Indikator Pengukuran Standar Penguku Analisa Tindak lanjut
ran
1. Pendaftaran 1. Waktu penyediaan 100% 80% 1. Pasien ada yang tidak 1. Mengingatkan pasien 1. Petugas harus lebih Masih ada
dokumen rekam membawa kartu berobat untuk membawa kartu sering mengingatkan pasien yang
medis ≤ 10 menit sehingga menyulitkan berobat pasien untuk tidak
petugas mencari status 2. Mengingatkan petugas membawa kartu membawa
rekam medis pasien loket pendaftaran untuk berobat kartu
2. Pendaftaran pasien baru Kelengkapan Pendataaan 2. Petugas loket
yang belum masuk ke identitas pasien baru pendaftaran mengisi
Simpus sesuai identitas yang ada data pasien baru
pada KTP sesuai dengan kartu
3. Mengingatkan petugas identitas ( KTP )
loket pendaftaran untuk 3. Petugas loket
memasukkan No RM ke pendaftaran
dalam data identitas memasukkan No RM
pasien di SIMPUS ke data identitas
pasien di SIMPUS
2 Kelengkapan 100 % 70% 1. Kesalahan petugas loket 1. Mengingatkan petugas 1. Petugas loket 1. Masih ada
memasukkan pendaftaran dalam loket pendaftaran untuk pendaftaran dalam data pasien di
Identitas Pasien ke memasukkan data memasukkan identitas memasukkan nama SIMPUS
dalam SIMPUS identitas pasien baru pasien dengan lengkap. pasien ke SIMPUS yang tidak
2. Kesalahan petugas loket Misalnya nama pasien harus lengkap sesuai lengkap
pendaftaran dalam jangan di singkat, nama dengan kartu 2. Masih terjadi
memasukkan nama pasien jangan nama identitas kesalan
pasien tidak lengkap panggilan kependudukan / KTP memasukkan
3. Kesalahan petugas 2. Mengingatkan petugas 2. Petugas loket identitas
dalam mengentri nama untuk konfirmasi ulang pendaftaran pasien
pasien karna nama kepada pasien tentang Konfirmasi ulang
pasien hampir sama atau kelengkapan identitas kepada pasien
sama pasien di SIMPUS tentang kelengkapan
3. Mengingatkan petugas identitas pasien
loket pendaftaran untuk 3. Petugas loket
mencocokkan data yang pendaftaran saat
sudah di entri dengan data mengentri nama
yang ada pada kartu pasien harus sesuai
berobat dengan data yang
tertera pada kartu
berobat

2. Pelayanan BP 1. Kelengkapan 100% 70% Masih ada petugas yang 1. Mengingatkan pada 1. Melakasanakan Masih ada
Umum pengisian RM tidak mengisi RM dengan petugas untuk menerapkan pelayanan sesuai petugas yang
yang meliputi Vital lengkap untuk mendukung kepatuhan terhadap SOP SOP belum bekerja
Sign, Anamese, 2. Mengingatkan petugas sesuai dengan
terapi pengobatan
Diagnosa dan untuk berkoordinasi 2. Melaksanakan SOP dan
Terapi melakukan Pelayanan Pelayanan Terpadu belum
Terpadu dengan melaksanakan
Pelayanan konseling (gizi Pelayanan
dan kesling) Terpadu dan
Asuhan
Keperawatan
2 Kesalahan 100% 70 % 1. Kesalahan petugas 1. Mengingatkan petugas 1. Sebelum melakukan Masih terjadi
pengisian SIMPUS pelayanan BP Umum untuk mengecek kesesuai pelayanan petugas kesalahan
pada saat mengentri identitas pasien pada menanyakan kembali pengisian
nama pasien sehingga Rekam Medis dan identitas pasien SIMPUS
berakibat kesalahan SIMPUS apakah sudah sesuai
memasukkan terapi 2. Mengingatkan petugas dengan yang tertera
pengobatan agar mengecek kesesuaian pada rekam medis
2. Kesalahan memasukkan obat yang ada di SIMPUS 2. Sebelum
obat ke dalam Simpus dengan yang ada pada memasukkan terapi
sehingga obat yang di rekam medis pengobatan, petugas
resepkan tidak sama mengecek kembali
dengan terapi identitas pasien yang
pengobatan yang ada ada di SIMPUS
pada rekam medis dengan yang tertera
pada rekam medis
3. Petugas Mengecek
kembali kesesuaian
obat yang ada pada
SIMPUS dengan
terapi pengobatan
yang ada pada rekam
medis

3. Pencegahan dan 100 % 70% 1.Kurangnya kesadaran 1. Mengingatkan petugas Sosialisasi akan Masih ada
control infeksi : petugas akan pentingnya untuk melakukan hand pentingnya melakukan petugas yang
kepatuhan hand kepatuhan terhadap hand hygiene dan memakai hand hygiene dan belum
hygiene, APD memakai APD pada saat melakukan
hygiene dan memakai APD
ketersediaan APD apel hand hygiene
( masker dan sarung tangan) dan memakai
2. Rusaknya wastafel APD

3. Pelayanan 1. Pelayanan 100% 100 % Secara umum Pelayanan Mempertahankan Mempertahankan Mempertahank
Tindakan Tindakan < 60 Tindakan sudah sesuai an
menit indicator mutu puskesmas
2. Pencegahan dan 100 % 100 % Secara umum Pelayanan Mempertahankan Mempertahankan Mempertahank
control infeksi : Tindakan sudah sesuai an
kepatuhan hand indicator mutu puskesmas
hygiene,
ketersediaan APD
4. Pelayanan gigi 1. Kelengkapan 90 % 72 % Masih ada petugas 1. Mengingatkan petugas 1. Melakasanakan Masih ada
pengisian RM pelayanan gigi yang tidak pelayanan gigi untuk pelayanan sesuai SOP petugas yang
yang meliputi Vital mengisi RM dengan menerapkan kepatuhan 2. Petugas pelayanan belum mengisi
sign, Informed terhadap SOP saling berkaitan RM dengan
lengkap untuk mendukung
consent, Anamese, 2. Mengingatkan petugas dalam memberikan lengkap
Diagnosa dan terapi pengobatan melakukan koordinasi terapi pengobatan
Terapi dengan unit pelayanan 3. Melakukan asuhan
yang lain apabila ada keperawatan
pasien yang perlu di rujuk
3. Mengingatkan petugas
agar melakukan asuhan
keperawatan
2. Pencegahan dan 100 % 80% Kurangnya kesadaran Mengingatkan petugas untuk Sosialisasi akan Masih ada
control infeksi : petugas akan pentingnya melakukan hand hygiene dan pentingnya melakukan petugas yang
kepatuhan hand kepatuhan terhadap hand memakai hand hygiene dan belum
hygiene, memakai APD melakukan
hygiene dan memakai APD
ketersediaan APD hand hygiene
dan memakai
APD
3
Pelayanan Pasien balita sudah 100 % 100 % Memenuhi standar Mempertahankan Mempertahankan Mempertahank
5
Anak dilakukan MTBS an

Pelayanan
6 Ibu 1. Waktu pelayanan 90 % 90 % Memenuhi standar Mempertahankan Mempertahankan Mempertahank
Hamil
5 ANC < 60 menit an
2. Pencegahan dan 100 % 80 % Kurangnya kesadaran Mengingatkan petugas untuk Sosialisasi akan Masih ada
control infeksi : petugas akan pentingnya melakukan hand hygiene dan pentingnya melakukan petugas yang
kepatuhan hand kepatuhan terhadap hand memakai APD hand hygiene dan belum
hygiene, hygiene dan memakai APD memakai APD melakukan
ketersediaan APD hand hygiene
dan memakai
APD
Pelayanan KB 1. Pelayanan 90 % 90 % Memenuhi standar Mempertahankan Mempertahankan Mempertahank
Tindakan KB < 45 an
7 menit
2. Pencegahan dan 100 % 76 % Kurangnya kesadaran Mengingatkan petugas Sosialisasi akan Masih ada
control infeksi : petugas akan pentingnya untuk melakukan hand pentingnya melakukan petugas yang
kepatuhan hand kepatuhan terhadap hand hygiene dan memakai hand hygiene dan belum
hygiene, hygiene dan memakai APD APD memakai APD melakukan
ketersediaan APD hand hygiene
dan memakai
APD
8 Pelayanan obat 1. Waktu tunggu
pelayanan
c. Obat jadi 90% 90 % Memenuhi standar Mempertahankan Mempertahankan Mempertahank
(Non racikan) an
< 10 menit
d. Obat Racikan 90% 90 % Memenuhi standar Mempertahankan Mempertahankan Mempertahank
< 20 menit an

2. Tidak adanya 100% 80% Memenuhi standar Mempertahankan Mempertahankan Mempertahank


kejadian kesalahan an
pemberian obat
9 Laboratorium 1. Waktu tunggu 80% 80% Memenuhi standar Mempertahankan Mempertahankan Mempertahank
hasil urin ibu an
hamil < 30 menit
2. Tidak adanya 100% 100% Memenuhi standar Mempertahankan Mempertahankan Mempertahank
kesalahan an
pemberian hasil
pemeriksaan
laboratorial
Mengetahui
Kepala Puskesmas Penusupan Koordinator Tim Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien

Taryana SKM. M.Kes dr. Subchanuddin


NIP.19680505 19903 1 020 NIP. 19690126 200701 1 007
Hasil Evaluasi Monitoring Indikator Mutu Layanan Klinis Di Puskesmas Penusupan
Januari 2017 – Juni 2017

Rencana Tindak Lanjut Evaluasi


No Unit Pelayanan Permasalahan Tindak lanjut

1. Pendaftaran 1. Masih ada pasien 1. Mengingatkan pasien untuk 1. Untuk pasien yang tidak membawa kartu berobat Masih ada pasien yang
yang tidak membawa kartu berobat, jika yang jarak antara rumah dengan puskesmas dekat, tidak membawa kartu
membawa kartu tidak membawa kartu berobat pasien atau keluarga diarahkan untuk pulang
pasien di suruh pulang untuk mengambil kartu berobat
mengambil kartu berobat 2. Petugas loket pendaftaran memasukkan No RM
tersebut ke data identitas pasien di SIMPUS agar
2. Sosialisasi ke semua karyawan mempercepat pencarian RM pasien
agar petugas yang terjadwal di
loket pendaftaran untuk selalu
memasukkan No RM ke dalam
data identitas pasien di
SIMPUS
2 Masih ada data 1. Sosialisasi ke semua karyawan agar petugas 1. Petugas loket pendaftaran dalam Masih terjadi kesalahan
pasien di SIMPUS yang terjadwal di loket pendaftaran untuk memasukkan nama pasien ke SIMPUS memasukkan identitas
yang tidak lengkap memasukkan identitas pasien dengan harus lengkap sesuai dengan kartu pasien
3 Masih terjadi lengkap. Misalnya nama pasien jangan di identitas kependudukan / KTP
kesalan singkat, nama pasien jangan nama panggilan 2. Petugas loket pendaftaran Konfirmasi
memasukkan 2. Sosialisasi ke semua karyawan agar petugas ulang kepada pasien tentang
identitas pasien yang terjadwal di loket pendaftaran untuk kelengkapan identitas pasien
konfirmasi ulang kepada pasien tentang 3. Petugas loket pendaftaran saat
kelengkapan identitas pasien di SIMPUS mengentri nama pasien harus sesuai
3. Sosialisasi ke semua karyawan agar petugas dengan data yang tertera pada kartu
yang terjadwal di loket pendaftaran untuk berobat
mencocokkan data yang sudah di entri
dengan data yang ada pada kartu berobat
4. Sosialisasi kepada semua karyawan tentang
pentingnya kelengkapan data dan
kesesuaian data identitas pasien yang ada di
SIMPUS dengan data yang ada pada RM
karena jika terjadi kesalahan akan berakibat
kesalahan terapi pengobatan

2. Pelayanan BP 1. Masih ada petugas 1. Sosialisasi ke semua karyawan akan 1. Melakasanakan pelayanan sesuai SOP Masih ada petugas yang
Umum dan yang belum bekerja pentingnya menerapkan kepatuhan terhadap belum mengisi RM
sesuai dengan SOP SOP 2. Melaksanakan Pelayanan Terpadu dengan lengkap
Pelayanan Gigi
dan belum 2. Sosialisasi ke semua paramedis agar dalam
melaksanakan melakukan asuhan keperawatan di tulis juga
Pelayanan Terpadu di rekam medis
dan Asuhan 3. Sosialisasi ke semua karyawan pentingnya
Keperawatan untuk saling berkoordinasi melakukan
Pelayanan Terpadu atau Pelayanan
konseling (gizi dan kesling)
2 Masih terjadi 1. Sosialisasi ke semua karyawan akan 1. Petugas BP Umum sebelum melakukan Masih terjadi
kesalahan pentingnya mengecek kesesuaian identitas pelayanan petugas menanyakan kembali kesalahan pengisian
pengisian SIMPUS pasien pada rekam medis dan SIMPUS identitas pasien apakah sudah sesuai SIMPUS
sebelum melakukan pelayanan dengan yang tertera pada rekam medis
2. Sosialisasi ke semua karyawan akan 2. Sebelum memasukkan terapi pengobatan,
pentingnya petugas agar mengecek petugas mengecek kembali identitas
kesesuaian obat yang ada di SIMPUS pasien yang ada di SIMPUS dengan yang
dengan yang ada pada rekam medis tertera pada rekam medis
3. Petugas Mengecek kembali kesesuaian
obat yang ada pada SIMPUS dengan
terapi pengobatan yang ada pada rekam
medis

3 Pelayanan BP Masih ada petugas yang 1. Sosialisasi ke semua karyawan akan Petugas melakukan hand hygiene dan Masih ada petugas
Umum, belum melakukan hand pentingnya petugas akan pentingnya memakai APD yang belum
Pelayanan gigi, hygiene dan memakai kepatuhan terhadap hand hygiene dan melakukan hand
Pelayanan Hamil APD memakai APD ( masker dan sarung tangan) hygiene
dan Pelayanan
KB

Mengetahui
Kepala Puskesmas Penusupan Koordinator Tim Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien

Taryana SKM. M.Kes dr. Subchanuddin


NIP.19680505 19903 1 020 NIP. 19690126 200701 1 007
JADWAL KEGIATAN PENINGKATAN MUTU KLINIS DAN KESELAMATAN PASIEN ( PMKP ) 2017
No Kegiatan Pokok Rincian kegiatan Tgl Kegiatan Sasaran (target yang harus Cara melaksanakan kegiatan
dicapai)
1 Penetapan indikator Lokmin penetapan indikator mutu klinis Januari 2017 a. Seluruh karyawan Lokakarya mini penetapan
mutu klinis dan dan Penetapan indikator penilaian kinerja berkomitmen untuk indikator mutu klinis dan standar
standar klinis peningkatan mutu dan indikator penilaian mutu klinis
keselamatan
b. Disepekatinya penetapan
indikator mutu klinis dalam
pelayanan dan standar
indikator penilaian mutu
klinis
2 Pelaksanaan Pengukuran terhadap indikator mutu Semester I a. Seluruh karyawan 1. Melakukan Pengumpulan data
monitoring indikator pelayanan dengan cara memonitoring unit – Januari – Juni 2017 berkomitmen untuk dengan cara wawancara,
mutu pelayanan unit pelayanan = Semester II peningkatan mutu pelayanan observasi sesuai dengan
klinis 1. Pelayanan Pendaftaran Juli – Desember 2017 klinis indikator mutu pelayanan klinis
2. Pelayanan BP Umum 2. Merekap hasil dari
3. Pelayanan Tindakan pengumpulan data pengukuran
4. Pelayanan Gigi indikator mutu pelayanan klinis
5. Pelayanan Anak 3. Melaporkan hasil rekapitulasi
6. Pelayanan Hamil pengukuran indikator kinerja
7. Pelayanan KB mutu pelayanan klinis
8. Pelayanan Obat 4. Merekap hasil dari
9. Laboratorium pengumpulan laporan
KTD,KNC,KPC
5. Merekap hasil dari pengukuran
budaya mutu pemberi layanan
klinis
3 Tindak Lanjut Hasil Rapat Tim PMKP dan Kepala Puskesmas Semester I = Juni 2017 1. Terkumpulnya data
Pengukuran Semester II = pengukuran indikator mutu
Indikator Mutu Desember 2017 pelayanan klinis
Pelayanan Klinis
2. Hasil analisis, rencana PDCA
tindak lanjut dan tindak
lanjut, evaluasi dari hasil
pengukuran indikator
penilaian mutu pelayanan
klinis
3 Hasil analisis, rencana tindak PDCA
lanjut, tindak lanjut, evaluasi
dari hasil laporan
KTD,KNC,KPC
4. Hasil analisis, rencana PDCA
tindak lanjut, tindak lanjut,
evaluasi dari hasil
pengukuran budaya mutu
perilaku pemberi layanan
klinis
4 Sosialisasi hasil Lokmin karyawan puskesmas Semester I = Juli 2017 1. Semua karyawan 1. Sosialisasi ke semua karyawan
rapat PMKP Semester II= Desember mengetahui hasil dari hasil dari analisis, rencana
2017 analisis, rencana tindak tindak lanjut dan tindak lanjut,
lanjut dan tindak lanjut, evaluasi dari hasil pengukuran
evaluasi dari hasil indikator penilaian mutu
pengukuran indikator pelayanan klinis
penilaian mutu pelayanan
klinis
2 Semua karyawan 2. Sosialisasi ke semua karyawan
mengetahui hasil analisis, hasil analisis, rencana tindak
rencana tindak lanjut, tindak lanjut, tindak lanjut, evaluasi
lanjut, evaluasi dari hasil dari hasil laporan
laporan KTD,KNC,KPC KTD,KNC,KPC

3. Semua karyawan 3 Sosialisasi ke semua karyawan


mengetahui hasil analisis, hasil analisis, rencana tindak
rencana tindak lanjut, tindak lanjut, tindak lanjut, evaluasi
lanjut, evaluasi dari hasil dari hasil pengukuran perilaku
pengukuran perilaku pemberi layanan klinis
pemberi layanan klinis

Mengetahui
Kepala Puskesmas Penusupan Koordinator Tim Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien

Taryana SKM. M.Kes dr. Subchanuddin


NIP.19680505 19903 1 020 NIP. 19690126 200701 1 007
Hasil Evaluasi Monitoring Indikator Mutu Layanan Klinis Di Puskesmas Penusupan
Juli 2017 – Desember 2017

Rencana Tindak Lanjut Evaluasi


No Unit Pelayanan Permasalahan Tindak lanjut

1. Pendaftaran 1. Masih ada pasien yang tidak Mengingatkan pasien untuk Sosialisasi petugas pendaftaran tentang pentingnya
membawa kartu membawa kartu berobat persyaratan yang harus dibawa saat berobat ke
puskesmas. Apabila pasien tidak membawa kartu berobat
akan memperlambat proses pendaftaran (pencarian
identitas pasien)

2 Masih terjadi kesalahan Mengingatkan petugas pendaftaran Petugas loket pendaftara, pada saat melakukan tata cara Masih terjadi
memasukkan identitas pasien dengan membuat informasi tentang pendaftaran sesuai informasi yang terpampang di dekat kesalahan
tata cara pendaftaran pasien baik komputer loket pendaftaran memasukkan
pasien baru maupun pasien lama identitas pasien

2. Pelayanan BP 1. Masih ada petugas yang Mengganti format RM, dengan Petugas pelayanan menulis rekam medis baru dengan
Umum, belum bekerja sesuai dengan format RM yang baru kolom (ada lengkap
Pelayanan Gigi SOP dan belum penambahan saran)
melaksanakan Pelayanan
Terpadu dan Asuhan
Keperawatan
2 Masih terjadi kesalahan 1. Sosialisasi ke semua karyawan 1. Petugas BP Umum sebelum melakukan pelayanan Masih terjadi
pengisian SIMPUS akan pentingnya mengecek petugas menanyakan kembali identitas pasien apakah kesalahan
kesesuaian identitas pasien pada sudah sesuai dengan yang tertera pada rekam medis pengisian SIMPUS
rekam medis dan SIMPUS 2. Sebelum memasukkan terapi pengobatan, petugas
sebelum melakukan pelayanan mengecek kembali identitas pasien yang ada di
2. Sosialisasi ke semua karyawan SIMPUS dengan yang tertera pada rekam medis
akan pentingnya petugas agar 3. Petugas Mengecek kembali kesesuaian obat yang ada
mengecek kesesuaian obat yang pada SIMPUS dengan terapi pengobatan yang ada
ada di SIMPUS dengan yang ada pada rekam medis
pada rekam medis

3 Pelayanan BP Masih ada petugas yang belum 2. Sosialisasi ke semua karyawan Petugas melakukan hand hygiene dan memakai APD Masih ada petugas
Umum, melakukan hand hygiene dan akan pentingnya petugas akan yang belum
Pelayanan gigi, memakai APD pentingnya kepatuhan terhadap melakukan hand
Pelayanan hand hygiene dan memakai APD hygiene
Hamil dan ( masker dan sarung tangan)
Pelayanan KB

Mengetahui
Kepala Puskesmas Penusupan Koordinator Tim Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien

Taryana SKM. M.Kes dr. Subchanuddin


NIP.19680505 19903 1 020 NIP. 19690126 200701 1 007
PENDAFTARAN PASIEN BARU
1. Tanyakan Nama Lengkap Pasien
( Jangan Panggilan dan harus sesuai dengan KTP )
2. Tanyakan Nama KK
3. Tanyakan Tanggal Lahir
4. Tanyakan Alamat Lengkap
5. Tanyakan Kartu Jaminan
6. Sesuaikan data di atas dengan identitas diri ( KTP )
7. Masukkan No RM
8. Cetak Kartu Berobat

Tertanda

Penanggung Jawab Loket Pendaftaran


PENDAFTARAN PASIEN LAMA
1. Tanyakan Kartu Berobat
2. Lihat Nama Pasien ( SIMPUS )
Cari nama yang sesuai dengan yang ada pada kartu
berobat

Tertanda

Penanggung Jawab Loket Pendaftaran


CARA MENGHINDARI KTD, KNC dan KPC
1. CEK KESESUAIAN IDENTITAS PASIEN PADA REKAM
MEDIS dan SIMPUS

2. CEK KESESUAIAN TERAPI PENGOBATAN YANG ADA


DI SIMPUS DENGAN YANG ADA DI REKAM MEDIS
DAFTAR HADIR RAPAT PMKP
Tanggal :

No NAMA JABATAN TANDA TANGAN


Lampiran : keputusan Kepala puskesmas penusupan

Nomor :

Tanggal :

INDIKATOR KESELAMATAN PASIEN

No Indikator Keselamatan Standar


1. Tidak terjadinya kesalahan 100 %
Identifikasi Pasien
2. Terlaksananya komunikasi 100 %
Yang efektif
3. Tidak adanya kesalahan Pemberian 100 %
Obat
4. Tidak terjadi kesalahan prosedur 100 %
tindakan medis dan Keperawatan
5. Pengurangan terjadinya infeksi 100 %
6. Tidak terjadinya insiden pasien 100 %
jatuh