Anda di halaman 1dari 15

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Upaya kesehatan adalah setiap kegiatan untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan,
bertujuan untuk mewujudkan derajat kesehatan yang optimal bagi masyarakat. Puskesmas
merupakan fasilitas pelayanan kesehatan dasar yang menyelenggarakan upaya kesehatan
pemeliharaan, peningkatan kesehatan (promotif), pencegahan penyakit (preventif), upaya
penyembuhan penyakit (kuratif) dan pemulihan kesehatan (rehabilitatif) yang dilaksanakan
secara menyeluruh, terpadu dan berkesinambungan.
Pelayanan kefarmasian di Puskesmas merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan
dari pelaksanaan upaya kesehatan bagi masyarakat. Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas
harus mendukung tiga fungsi pokok Puskesmas yaitu sebagai pusat penggerak pembangunan
berwawasan kesehatan, pusat pemberdayaan masyarakat, dan pusat pelayanan kesehatan strata
pertama yang meliputi pelayanan kesehatan perorangan dan pelayanan kesehatan masyarakat.

B. Sejarah Puskesmas Penusupan


Puskesmas penusupan didirikan tahun 1984 di tanah bengkok dulu puskesmas ini
adalah puskesmas pembantu dari puskesmas pangkah karena penduduknya lebih dari 3200
jiwa maka didirikanlah Puskesmas Penusupan
Puskesmas ini secara geografis terletak didaerah dataran,dengan luas wilayah kerja
1.893.732 ha yang terdiri dari sawah kering,tanah kering,tanah hutan dan tanah lainnya .
Desa yang ada di wilayah puskesmas penusupan antara lain: desa pener,desa
dermasuci,desa dukuh jati,desa Kendal serut,desa dukuh sembung,desa bogares kidul,desa
penusupan,desa depok,desa curug
Tujuan Puskesmas Penusupan
a. Tersedianya data/informasi umum dan lingkungan di wilayah puskesmas penusupan yang
meliputi angka kesakitan dan kematian dan status gizi
b.Tersedianya data umum/informasi kesehatan lingkungan di wilayah puskesmas penusupan
yang meliputi: data lingkungan fisik/biologi, perilaku masyarakat, demograsi dan social
c. Tersedianya data/informasi tentang upaya kesehatan meliputi cakupan program sdm
d. Tersedianya alat untuk pemantauan dan evaluasi program kesehatan di wilayah puskesmas
penusupan
Visi dan Misi Puskesmas Penusupan
Visi.
MEWUJUDKAN WILAYAH KERJA PUSKESMAS PENUSUPAN YANG SEHAT
Misi.
1. Menggerakan pembangunan wilayah kerja yang berwawasan kesehatan
2. Mendorong kemandirian masyarakat dan keluarga untuk hidup sehat
3. Memelihara dan meningkatkan pelayanan kesehatan yang bermutu dan berjangkau
4. Memelihara dan meningkatkan kesehatan individu keluarga dan masyarakat serta
lingkungan

Strategi Puskesmas Penusupan


1. memanfaakan sumber daya manusia sesuai dengan profesi untuk meningkatkan mutu
pelayanan kesehatan
2. memanfaatkan sumberdaya masyarakat sebagai penggerak terdepan di bidang kesehatan
3. memanfaatkan organisasi masyarakat untuk mewujudkan keinginan masyarakat
4. meningkatkan moral dan semangat karyawan

Slogan Puskesmas Penusupan


“Niate marinaken pelanggan’’

C. Ruang Lingkup
Pelayanan kefarmasian di Puskesmas meliputi 2 (dua) kegiatan, yaitu kegiatan yang
bersifat manajerial berupa pengelolaan Obat dan Bahan Medis Habis Pakai dan kegiatan
pelayanan farmasi. Kegiatan tersebut harus didukung oleh sumber daya manusia, sarana dan
prasarana.

D. Sumber Daya Manusia


Petugas Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas Penusupan terdiri dari
2 orang Tenaga Teknis Kefarmasian yang telah memiliki STRTTK dan SIKTTK

E. Tujuan
Pengelolaan Obat dan Bahan Medis di Puskesmas bertujuannya untuk menjamin
kelangsungan ketersediaan dan keterjangkauan Obat dan Bahan Medis Habis Pakai yang
efisien, efektif dan rasional, meningkatkan kompetensi/kemampuan tenaga kefarmasian,
mewujudkan sistem informasi manajemen, dan melaksanakan pengendalian mutu pelayanan.
Pelayanan obat bertujuan agar pasien mendapatkan obat sesuai dengan resep dan
mendapatkan informasi bagaimana menggunakannya serta untuk meningkatkan mutu
kehidupan pasien
BAB II
PENGELOLAAN OBAT DAN BAHAN MEDIS HABIS PAKAI

Pengelolaan Obat dan Bahan Medis Habis Pakai merupakan salah satu kegiatan
pelayanan kefarmasian, yang dimulai dari perencanaan, permintaan, penerimaan,
penyimpanan, pendistribusian, pengendalian, pencatatan dan pelaporan serta pemantauan dan
evaluasi.
Penanggung jawab Farmasi di Puskesmas mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk
menjamin terlaksananya pengelolaan Obat dan Bahan Medis Habis Pakai yang baik.

Kegiatan pengelolaan Obat dan Bahan Medis Habis Pakai meliputi:

1. Perencanaan kebutuhan Obat dan Bahan Medis Habis Pakai


Perencanaan merupakan proses kegiatan seleksi Obat dan Bahan Medis Habis Pakai untuk
menentukan jenis dan jumlah Obat dalam rangka pemenuhan kebutuhan Puskesmas.
Tujuan perencanaan adalah untuk mendapatkan:
a. perkiraan jenis dan jumlah Obat dan Bahan Medis Habis Pakai yang mendekati
kebutuhan;
b. meningkatkan penggunaan Obat secara rasional dan
c. meningkatkan efisiensi penggunaan Obat.
Proses seleksi Obat dan Bahan Medis Habis Pakai dilakukan dengan
mempertimbangkan pola penyakit, pola konsumsi Obat periode sebelumnya, data mutasi
Obat, dan rencana pengembangan. Proses seleksi Obat dan Bahan Medis Habis Pakai juga
harus mengacu pada Daftar Obat Esensial Nasional (DOEN) dan Formularium Nasional.
Proses seleksi ini harus melibatkan tenaga kesehatan yang ada di Puskesmas seperti dokter,
dokter gigi, bidan, perawat dan Laborat serta pengelola program seperti gizi, P2P : diare,
TB & Kusta, Imunisasi
2. Permintaan Obat dan Bahan Medis Habis Pakai
Tujuan permintaan Obat dan Bahan Medis Habis Pakai adalah memenuhi kebutuhan
Obat dan Bahan Medis Habis Pakai di Puskesmas, sesuai dengan perencanaan kebutuhan
yang telah dibuat.
Kegiatan Permintaan ada dua yaitu :
A. Permintaan Rutin ( Anfrah Obat)
Dilakukan sebulan sekali, permintaan obat di lakukan dengan menggunakan Formulir
Laporan Pemakaian dan Lembar Permintaan Obat (LPLPO)
B. Permintaan Khusus ( Bon Obat )
Dilakukan di luar jadwal permintaan rutin apabila :
 kebutuhan meningkat
 menghindari kekosongan
 penangan kejadian luar biasa (KLB),obat rusak dan kadaluarsa
3. Pengadaan
Pengadaan adalah suatu proses kegiatan untuk pemenuhan atau penyediaan kebutuhan
obat dan perbekalan kesehatan secara efisien dan efektif sesuai dengan kebutuhan nyata
dan ketersediaan anggaran.
Tujuan pengadaan obat di lakukan untuk menghindari obat yang tidak di dropping dan
kosong di Dinas Kesehatan Kabupaten
Pengadaan obat di ambil dari dana kapitasi bpjs, proses pengadaan obat di puskesmas
penusupan dengan cara melakukan pemesanan obat ke PBF ( pedagang besar farmasi) atau
pembelian obat ke apotik. Pengadaan obat dan perbekalan kesehatan harus memenuhi
kriteria keamanan, mutu, khasiat,dan keapsahan serta telah mempunyai izin edar ( no
registrasi)
4. Penerimaan Obat dan Bahan Medis Habis Pakai
Penerimaan Obat dan Bahan Medis Habis Pakai adalah suatu kegiatan dalam
menerima Obat dan Bahan Medis Habis Pakai sesuai dengan permintaan atau pemesanan
yang telah diajukan.
Tujuannya adalah agar Obat yang diterima sesuai dengan kebutuhan berdasarkan
permintaan atau pemesanan yang diajukan

Penerimaan obat di puskesmas penusupan ada 2 yaitu :


a. Penerimaan obat dropping dari dinkes
Petugas penerima obat wajib melakukan pengecekan terhadap obat-obat
yang di serahkan, mencakup jenis dan jumlah obat, bentuk obat sesuai dengan isi
dokumen LPLPO serta menuliskan tanggal expire date dan di tanda tangani oleh
petugas penerima/di ketahui kepala puskesmas bila tidak memenuhi syarat petugas
penerima dapat mengajukan keberatan.
Jika terdapat kekurangan, penerima obat wajib menuliskan yang
kurang(rusak,jumlah kurang dll) setiap penambahan obat-obatan, di catat pada
buku penerimaan obat dan kartu stok.

b. Penerimaan obat dari PBF


Petugas penerima obat wajib melakukan pengecekan terhadap obat-obat
yang di serahkan mencakup jenis dan jumlah obat,bentuk obat,tanggal expire date
sesuai dengan isi faktur dan di tanda tangani oleh petugas penerima Petugas
penerima wajib melakukan pengecekan terhadap Obat dan Bahan Medis Habis
Pakai yang diterima mencakup jumlah kemasan, jenis dan jumlah Obat, bentuk
Obat sesuai dengan isi LPLPO serta menuliskan tanggal exp date sesuai yang
tertera pada obat yang di terima.
5. Penyimpanan Obat dan Bahan Medis Habis Pakai
Penyimpanan Obat dan Bahan Medis Habis Pakai merupakan suatu kegiatan
pengaturan terhadap Obat yang diterima agar aman (tidak hilang), terhindar dari
kerusakan fisik maupun kimia dan mutunya tetap terjamin, sesuai dengan persyaratan
yang ditetapkan.
Tujuannya adalah agar mutu obat yang tersedia di puskesmas dapat dipertahankan
sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan.
Tata Cara Penyimpanan dan Penyusunan Obat di Puskesmas Penusupan :
a. Penyusunan obat di kelompokkan berdasarkan bentuk sediaan dan disusun
berdasarkan alfabetis
b. Penyimpanan obat di bagi dalam 2 rak tersendiri untuk obat Dinkes dan obat
BLUD
c. Penyusunan dilakukan dengan sistem FIFO artinya obat yang datang pertama kali
harus dikeluarkan lebih dahulu dari obat yang kadarluarsa kemudian sedangkan
FEFO artinya obat yang lebih awal masa kadarluwarsanya harus di keluarkan
lebih dahulu dari obat yang kadarluarsanya kemudian
d. Vaksin dan serum harus dalam wadah yang tertutup rapat, terlindung dari cahaya
dan di simpan dalam lemari es. Suhu penyimpanan vaksin antara 2 C – 8 C
e. Obat Injeksi disimpan dalam tempat yang terhindar dari cahaya matahari
f. Penyimpanan obat untuk kondisi khusus seperti lemari pendingin
g. Obat narkotik dan psikotropik di simpan di lemari khusus double pintu yang di
simpan pada Gudang Obat.
h. Letakkan kartu stock obat didekat Penyimpanan obat. Kartu stock obat dibuat
sesuai perjenis obat.
i. Untuk kartu stock obat Dinkes kartu stock berwarna merah sedangkan untuk obat
BLUD kartu stock berwarna biru
6. Pendistribusian Obat dan Bahan Medis Habis Pakai
Pendistribusian Obat dan Bahan Medis Habis Pakai merupakan kegiatan pengeluaran
dan penyerahan Obat dan Bahan Medis Habis Pakai secara merata dan teratur untuk
memenuhi kebutuhan unit Pelayanan Puskesmas dan jaringannya.
Tujuannya adalah untuk memenuhi kebutuhan Obat unit pelayanan kesehatan dan
jaringan yang ada di wilayah kerja Puskesmas dengan jenis, mutu, jumlah dan waktu yang
tepat.
Unit Pelayanan di Puskesmas dan jaringannya antara lain:
a. Unit pelayanan kesehatan di dalam lingkungan Puskesmas ( Pelayanan
Tindakan, Pelayanan Gigi, Pelayanan Laborat, Pelayanan Obat, Imunisasi, KB,
MAMPER)
b. Puskesmas Pembantu;
c. Puskesmas Keliling;
d. Posyandu dan
e. Polindes.
Pendistribusian ke unit pelayanan dilakukan dengan floor stock yaitu tatanan
kegiatan distribusi sediaan obat di ruangan untuk memberikan pelayanan secara cepat
dengan menyediakan obat dan alat kesehatan dengan jenis spesifik dan jumlah tertentu
sesuai kebutuhan pasien untuk tiap ruangan.
Monitoring pemakaian obat memakai Buku Pemakaian Harian Obat unit pelayanan
Pendistribusian Ke jejaring Puskesmas (Puskesmas Pembantu dan Polindes) di lakukan
dengan melihat sisa stock obat yang terdapat pada LPLPO sub unit.
7. Pengendalian Obat dan Bahan Medis Habis Pakai
Pengendalian Obat dan Bahan Medis Habis Pakai adalah suatu kegiatan untuk
memastikan tercapainya kebutuhan sesuai yang telah ditetapkan sehingga tidak terjadi
kelebihan dan kekurangan/kekosongan Obat di unit pelayanan puskesmas dan
jejaringnya.
Tujuannya adalah agar tidak terjadi kelebihan dan kekosongan Obat di unit
pelayanan puskesmas dan jejaringnya.
Pengendalian Obat terdiri dari:
a) Pengendalian persediaan;
b) Pengendalian penggunaan; dan
c) Penanganan Obat hilang, rusak, dan kadaluwarsa.
Penanganan obat rusak dan kadarluwarsa tujuannya untuk melindungi pasien dari
efek samping penggunaan obat rusak / kadarluarsa.
Penanganan obat kadarluwarsa di Puskesmas Penusupan digabung dengan sampah
B3 ( Bahan Beracun dan Berbahaya ) di tempatkan tersendiri dan terpisah lalu di kirim ke
TPS ( Tempat Pembuangan Sampah ) di Puskesmas Pangkah di kumpulkan dan di tangani
oleh pihak rekanan ( PT ARAH )
8. Pemantauan dan evaluasi pengelolaan Obat dan Bahan Medis Habis Pakai
Pemantauan dan evaluasi pengelolaan Obat dan Bahan Medis Habis Pakai dilakukan
secara periodik dengan tujuan untuk:
a. Mengendalikan dan menghindari terjadinya kesalahan dalam pengelolaan Obat
dan Bahan Medis Habis Pakai sehingga dapat menjaga kualitas maupun
pemerataan pelayanan;
b. Memperbaiki secara terus-menerus pengelolaan Obat dan Bahan Medis Habis
Pakai; dan
c. Memberikan penilaian terhadap capaian kinerja pengelolaan.
BAB III
PELAYANAN OBAT

Pelayanan Obat adalah proses kegiatan meliputi aspek tekhnis dan non tekhnis yang harus
dikerjakan mulai dari menerima resep dokter sampai menyerahkannya kepada pasien.
Tujuan agar pasien mendapat obat sesuai dengan resep dan mendapatkan informasi
bagaimana menggunakannya.
Langkah – langkah Pelayanan Obat di Puskesmas Penusupan
1. Pasien membawa resep diletakkan di tempat resep yang telah ditandai dengan jelas, atau
petugas melihat resep melalui lembar resep/ petugas mencetak resep dari SIMPUS
2. Petugas obat mengambil dan memeriksa kelengkapan resep
3. Apabila resep tidak lengkap/ tidak sesuai konfirmasi ke pelayanan terkait
Kegiatan pengkajian resep dimulai dari seleksi
a. persyaratan administrasi
Nama, Nama KK, Umur, Jenis Kelamin, No RM, Alamat, Diagnosa, Nama Pemeriksa
b. persyaratan farmasetika
Bentuk, Dosis dan jumlah obat, Aturan dan cara penggunaan
c. persyaratan klinis
Ketepatan indikasi, dosis dan waktu penggunaan obat, Duplikasi Pengobatan
4. Apabila resep telah jelas maka resep di layani
5. Petugas meracik dan mengambil obat pada wadah sesuai resep
6. Petugas menulis etiket dan memasukan obat pada masing-masing kemasan yang sudah di
beri etiket
7. Petugas obat meneliti kembali
8. Apabila obat telah sesuai, obat diserahkan ke pasien atau keluarganya disertai dengan
pemberian informasi mengenai obat tersebut
Pemberian Informasi Obat antara lain : Nama Obat, Sediaan, Dosis, Cara Pakai,
Penyimpanan, Indiksi dan Efek Samping
BAB IV
PENCATATAN DAN PELAPORAN

Pencatatan, pelaporan dan pengarsipan


Pencatatan, pelaporan, dan pengarsipan merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka
penatalaksanaan Obat dan Bahan Medis Habis Pakai secara tertib, baik Obat dan Bahan
Medis Habis Pakai yang diterima, disimpan, didistribusikan dan digunakan di Puskesmas atau
unit pelayanan lainnya.
Tujuan pencatatan, pelaporan dan pengarsipan adalah:
a. Bukti bahwa pengelolaan Obat dan Bahan Medis Habis Pakai telah dilakukan;
b. Sumber data untuk melakukan pengaturan dan pengendalian; dan
c. Sumber data untuk pembuatan laporan

A. Sarana pencatatan dan pelaporan :

sarana yang digunakan untuk pencatatan dan pelaporan obat di puskesmas adalah
catatan register resep ( catatan pemakaian obat hari ) data diambil dari SIMPUS, catatan
rekap bulanan, LPLPO ( Laporan Bulanan ),LPLPO ( Laporan Pemberian ), LPLPO PKD
dan PUSTU

-sarana yang digunakan untuk pencatatan di gudang obat puskesmas adalah LPLPO
(laporan bulanan), LPLPO (laporan pemberian), Kartu Stok Obat, LPLPO ( Laporan
Pemberian ) PKD dan PUSTU

-sarana yang digunakan untuk pencatatan dan pelaporan obat sub pkd dan pustu adalah
catatan register resep PKD dan PUSTU , LPLPO ( Laporan Bulanan ) PKD dan PUSTU,
LPLPO ( Laporan Pemberian ) PKD dan PUSTU

-sarana yang digunakan untuk pencatatan obat di unit pelayanan di puskesmas (Pelayanan
Laboraturium, Pelayanan Gigi, Pelyanan Tindakan, MAMPER, KB ) adalah buku
pengeluaran stok obat harian

-sarana yang digunakan untuk pencatatan obat dipelayanan P3K, Puskesmas Keliling,
Posyandu adalah catatan pemakaian obat
B. Penyelenggaraan pencatatan
1. Gudang Obat Puskesmas

setiap obat yang diterima baik itu obat dropping dari DINKES ataupun obat
BLUD dicatat didalam kartu stok setiap jenis obat

setiap obat yang dikeluarkan dan didistribusikan dari gudang obat dicatat didalam
kartu stok

2. Pelayanan Obat Puskesmas


setiap hari jumlah obat yang dikeluarkan kepada pasien ditulis pada catatan register
resep

penggunaan obat selama satu bulan direkap kedalam buku rekap bulanan

laporan penggunaan dan lembar permintaan obat ( Laporan Bulanan )dibuat


berdasarkan jumlah penerimaan obat dikurangi rekapan pemakaian obat secara
keseluruhan dalam satu bulan dan hasil pengurangan tersebut menjadi sisa stok

Laporan Penggunaan dan lembar permintaan obat ( Laporan Pemberian )dibuat


berdasarkan kartu stok obat dan LPLPO (laporan bulanan)

Data yang ada pada LPLPO dilaporkan ke DINKES kabupaten dan ditanda tangani
kepala puskesmas,pelaporan dibuat secara periodik setiap awal bulan