Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN OBVERVASI PENDIDIKAN SOSIAL DAN

BUDAYA

(LIKA-LIKU KEHIDUPAN DUNIA MAHASISWA)

Disusun Oleh :

Danang Panti Nugroho 17504241011

JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK OTOMOTIF

FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

2019
A. LAPORAN HASIL OBSERVASI
i. Pendahuluan
a. Latar Belakang
Mahasiswa merupakan individu yang sedang menuntut ilmu di
perguruan tinggi. Keinginan mahasiswa untuk mengenyam pendidikan
tinggi adalah karena dilatarbelakangi oleh cita-cita mereka, di antaranya
adalah untuk menguasai ilmu pengetahuan dan tekhnologi, keterampilan
serta status yang tinggi di masyarakat.
Akan tetapi untuk meraih cita-cita tersebut bukanlah hal yang mudah.
Banyak rintangan dan tantangan yang harus mereka hadapi baik dari dalam
kampus maupun di luar kampus. Perkembangan ilmu pengetahuan dan
tekhnologi yang semakin pesat tentunya semakin menuntut mahasiswa
untuk belajar mengembangkan dirinya agar tidak tertinggal jauh.
Mahasiswa tidak akan mendapatkan hasil maksimal jika hanya
mengandalkan ilmu yang didapat dari kuliah saja, karena sebagian besar
dari materi yang didapat dari perkuliahan hanyalah dalam bentuk teori.
Oleh karena itu diharapkan mahasiswa juga aktif di berbagai kegiatan
positif baik di dalam maupun di luar kampus. Misalnya mengikuti
organisasi mahasiswa di dalam kampus seperti, BEM, Organisasi
kepencintaalaman, Organisasi keagamaan dan lain-lain, sehingga mampu
menambah pengalaman dan wawasannya.

ii. Tujuan Wawancara


- Mengethaui lebih dalam bagaimana kehidupan seorang mahasiswa di
dunia kampus
- Mengetahui bagaimana kehidupan sosial mahasiswa antar sesama
mahasiswa
- Mengetahui bagaimana kehidupan sosial mahasiswa dari cara pandang
masyarakat
iii. Waktu dan Tempat Wawancara
Senin malam, 06 mei 2019 di basecamp garuda

2
iv. Hasil Wawancara
1. Naarasumber 1
Nama : nur chalid fauzi
Umur : 20
Alamat :Batam

 Tolong ceritakan kehidupan anda sebagai mahasiswa


< awalnya sebelum menjadi mahasiswa aku adalah orang rumahan
yang jarang keluar, pergi bermain nongkrong atupun hal seperti itu
lainnya, entah mengapa mungkin karena aku tak suka dengan hal yang
seperti itu atau aku yang tidak punya uang yang jelas aku sangat malas
untuk main keluar, namun sejak statusku yang dari siswa menjadi
mahasiswa membuatku berubah sekarang aku malah hobi main dan
bahkan hingga larut malam itu berawal dari temanku yang pernah
mengajak aku main kekosan dia untuk mainlah ngerjain tugaslah dan
sebagainya, dan entah mengapa sejak saat itu aku menjadi suka dengan
berpergian kesana kesini, ya meskipun aku bukan berasal dari sini,
setiap kali mau pergi main aku selalu mengajak temanku, ya di
semester pertama aku duunys hanya kekampus dan kekos, kampus kos
kampus kos, dan dismester dua sejak saat itu sekarang kehidupanku
kos kampus main kos kampus main bahkan hingga larut malam,
namun aku masih memilih teman untuk aku ajak pergii main dan tidak
berbuat macam macam yang kelewat batas, ya karna aku anak baik,
Semester pertama aku mendapat IPK ya lumayan sihh dan aku harap
itu masih bertahan bahkan meningkat ya dunia kampus sangat
menyenangkan bagiku dan tidak heran banyak anak anak Sma yang
ingin cepat lulus dan masuk perguruan tinggi, di kampus tidak lagi
memakai seragam dan semuanya sama kalau dari jam pelajaranpun tak
sama dengan waktu SMA dulu, bila dulu gada guru ganti tugas tapi
sekarang kalau tidak ada guru ya kadang jam kosong atau liibur namun
ada juga yang bila tak ada dosen kadang juga diberi tugas namun bisa
di bawa pulang, sabtu minggu libur hari yang menyenangkan bagiku
karna bisa buat tidur maupun nongkrong sama teman teman duduk
dikelas pun juga bebas mau duduk dimana saja sesuka hati, dan

3
enaknya lagi di kampus diberikan 4x kesempatan untuk tidak
mengikuti jam pelajaran tapi bila melebi 4x kita tidak bisa mengikuti
ujian akhir kuliah, tapi kalo aku jarang sih menggunakan kesempatan
itu takut kalau nanti ke enakan trus kelewatan gabisa ikut uas dan takut
kalo nanti nilai kosong nanti,
Dan kalau sistem pembelajaranya sih juga enak, kalo dulu guru yang
aktif memberikan materi dan sekarang mahasiswa sendiri yang harus
aktif mencari materi. Dan kalo dulu saat mau ulangan harian ataupun
ujian, kita bisa belajar lewat sks maupunsoal soal yang diberikan,
namun saat kuliah kita harus membaca ulang dari awal wkwk.
Kalo teman kuliah sampai saat ini juga udah banyak dan ingin lebih
berteman ebih banyak lagi. Intinya kuliah itu enak, sosialisai kita
terhadap yang lain juga bisa terjalin bahkan dari mana aja.

Terakhir narasumber memberikan pesan:


Kuliah itu enak, namun jangan ke enakan di perkuliahan, jangan
sampai lama lama, ataupun kelewat batas dalam pertemanan bisa bisa
malah menghancurkan hidupmu sendiri.

Foto setelah sesi wawancara bersama mas ozi

4
2. Narasumber 2
Nama : I wayan warsita
Umur : 21
Alamat : Karang asem
 Pertanyaan sama
< Di awal saya memutuskan untuk kuliah,di saat itu juga aku
memutuskan untuk hidup jauh dari orang tua, jauh dari keluarga,dan
juga jauh dari sanak saudara.Jujur awalnya emang berat bahkan tidak
pernah terfikir sebelumnya untuk hidup jauh dari orang tua,semua
serba sendiri,masak sendiri,makan sendiri,cuci baju sendiri,pokoknya
semua sendiri,kalau tidak usaha gerak sandiri tidak akan bisa
makan.karena juga sebelumnya tidak pernah hidup jauh dari orang
tua,semua serba disediakan oleh orang tua,jadi belum terbiasa hidup
serba sendiri. Satu bulan,dua bulan,dan bulan-bulan berikutnya udah
mulai terbiasa dengan itu semua walaupun belum 100 persen mandiri
tapi udah ada usaha buat hidup lebih mandiri.Namun kadang-kadang
masih banyak ngeluh dan kadang juga masih sering nangis kalau ayah
atau ibu menelvon,mungkin karna saya anak bungsu jadi masih banyak
manja dan cengengnya juga jadi mudah menangis.. Sejauh ini kuliah
yang saya jalankan,saya lebih menyukai semester awal,karena lebih
mudah dan saya lebih bisa memahami setiap mata kuliah yang di
sampaikan dosen kepada mahasiswa,yah walaupun kadang terlalu
banyak mahasiswa hingga kurang efektifnya dalam belajar,lokal yang
ribut,mahasiswa yang banyak,hingga tidak tersampai dengan baiknya
pelajaran mata kuliah yang dosen berikan,Namun saya coba lebih
memahaminya dengan saya coba browsing lagi di internet hingga
mencari buku-buku di perpustakaan fakultas hingga perpustakaan
pusat yang bisa membantu saya untuk lebih mendalami mata kuliah.
Namun saat semester dua mulai terasa lebih berat lagi mata
kuliahnya,banyaknya presentasi, penelitian hingga kegiatan yang di
adakan oleh jurusan saya,tapi saya coba mengikuti apa yang dosen
tunjukan untuk kebaikan setiap mahasiswa juga,agar lebih berani
menampakkan keberanian setiap individunya,banyak mahasiswa yang
kurang berani dalam berpendapat, lemahnya nyali mahasiswa dalam

5
memberikan pemikiran yang ia miliki padahal setiap individu memiliki
cara pandang yang berbeda-beda dalam setiap masalah yang ada dalam
mata kuliah,kadang juga mereka takut di ejek terhadap teman-teman
yang lain karena pendapatnya yang kurang pas atau tidak sesuai. Dari
semua pelajaran yang saya dapatkan di bangku kuliah selama dua
semester ini,saya bisa lebih menghargai setiap perjalanan kehidupan
orang lain bahkan hidup saya sendiri bukan dengan hasilnya sekarang
melainkan bagaimana caranya sampai ketitik finish dengan cara yang
baik,oleh karena itu jangan menilai orang lain dari cassingnya saya tapi
melainkan dari dalam lubuk hatinya, tidak selamanya yang berjilbab
besar ataupun berpakaian muslim selalu bertindak dan berkelakuan
baik dan juga tidak selamanya orang yang terlihat jahat selalu berbuat
jahat tinggal bagaimana kita bisa melihat perubahan kebaikan dari diri
orang-orang tersebut saja, yang baik belum tentu baik dan yang jahat
belum tentu jahat. Setiap proses dalam hidup itulah yang patut di
hargai, proses dimana saya yang dulunya manja, tidak bisa jauh dari
orang tua, tidak bisa hidup susah bahkan tidak bisa yang namanya
menghargai hidup orang lain, alhamdulilah sekarang saya bisa lebih
mandiri lagi,lebih bisa menghargai orang lain hingga bisa hidup dengan cara
bersyukur dan bersyukur. Tidak ada nikmat allah yang lebih indah kecuali
selalu bersyukur dalam setiap proses perjalanan hidup selama di masa
kuliah yang memecahkan cara berfikir saya dalam hidup.

Foto setelah sesi wawancara bersama mas wayan

6
3. Narasumber 3
Nama : kadek warjaya
Umur : 21
Alamat :karang asem
 Bagaimana pandangan anda terhadap mahasiswa di mata masyarakat
< Hanya karena sering ngeliat mahasiswa nongkrong di mall, pulang
tiapweekend, atau bahkan seharian hanya di kosan aja gak kemana-
kemana, sering denger gak sih, ada aja tetangga yang komentar
“Masnya gak kuliah? Kok jadi mahasiswa masih males-malesan sih?
Sayang lho uang orang tuanya.” Ok, apa yang orang lihat sangat
berbeda dengan apa yang kita (mahasiswa) alami, just imagine dalam 1
minggu you can’t have a day to get rest karena banyaknya revisi
tugas sana-sini, and once we do, ada aja orang yang nanya “Masnya
kok malas?” itu tuh rasanya kayak gunung udah mau meledak aja.
Sarapan di warung burjo, ngutang. Makan malam di warteg, ngutang.
Bahkan beli sabun aja masih bisa ngutang. Well, kita, mahasiswa tau
banget kalau ngutang bukan hal yang baik untuk dibiasakan. Namun,
apalah daya, kita mah apa atuh, cuma mahasiswa yang uangnya cuma
bisa nungguin kiriman dari orang tua. Mungkin, sebagian dari kita ada
yang udah mulai bekerja sambil kuliah, tapi, gak semua mahasiswa
punya waktu dan mampu membagi waktu untuk bekerja sambil
kuliah. We have our own way of success. Seenggaknya, salah satu dari
kita pernah ngerasain jualan di kampus. Tapi yah… kita mah bisa apa
kalau baru jadi mahasiswa aja udah langsung dicap tukang utang?
Kuliah, pulang, masuk kosan, pintu ditutup. Besok pagi kuliah lagi,
lalu balik lagi ke kosan, makan ngutang, kerja kagak,
mahasiswa kok gak punya masa depan? Sering denger gak sih
celotehan kayak gini? Masih ada lho orang-orang yang lupa kalau kita
ini mahasiswa. Iya, mereka lupa kalau kita kuliah di PERGURUAN
TINGGI atau UNIVERSITAS, yang ujian masuknya gak gampang,
bayar kuliahnya gak murah, dan jadwalnya gak santai! Dan masih ada
aja orang yang bilang kalau mahasiswa gak punya masa depan? Terus
kita kuliah kita buat apa dong?

7
Foto setelah sesi wawancara bersama mas kadek

B. PENUTUP
- Kesimpulan
Dari hasil wawancara diatas dapat diketahui memang benar didalam
kehidupan seorang mahasiswa penuh dengan suka duka yang rumit. Dan
setiap individu juga memiliki cara tersendiri dalam menyikapi bangku
perkuliahan ada yang merasa senang, ada yang merasa sangat stress
menghadapi bangku kuliah namun tak lepas dari semua itu ya memang
inilah hidup sebagai seorang mahasiswa, dan dari hasil diatas telah
membuktikannya secara langsung bagaimana socialisasi seorang
mahasiswa terhadap sesame maupun masyarakat yang selalu memandang
pribadi yang menyandang nama mahasiswa.