Anda di halaman 1dari 4

ATSARINA LARASATI ANINDYA October 4,

Evaluasi Studi Klinik

1. Judul Studi
Antimicrobial resistance in urinary pathogens among Swedish nursing home residents remains
low: a cross-sectional study comparing antimicrobial resistance from 2003 to 2012.

2. Investigator
Pär-Daniel Sundvall, Marie Elm, Ronny Gunnarsson, Sigvard Mölstad, Nils Rodhe, Lars Jonsson and
Peter Ulleryd.

3. Sponsor
Biomed Central Ltd.

4. Obat
Ampicillin, trimethoprim, mecillinam, ciprofloxacin, cefadroxil and nitrofurantoin.

5. Tujuan Studi
 Primer : untuk menggmbarkan tingkat resistensi antimikroba pada uropathogens partisipan.
 Sekunder : untuk menentukan apakah terapi antibiotik pada bulan sebelumnya atau pasien rawat
inap dalam 6 bulan sebelumnya yang diprediksi memiliki resistensi tinggi pada uropathogens
partisipan panti jompo.

6. Desain dan Metode Studi


 Spesimen urin dikumpulkan untuk kultur dan uji kerentanan antimikroba terhadap mecilinam,
ampicilin, cefadroxil, trimethoprim, nitrofurantoin dan kuinolon dari 32 penduduk dan 22
penghuni panti jompo.
 Dari Januari sampai Maret 2003 dan 2012, spesimen urin tunggal dikumpulkan dari semua
termasuk penduduk dari panti jompo yang berpartisipasi. Pada tahun 2012, spesimen urin tunggal
juga dikumpulkan dari penduduk dengan kateter urin berdiamnya.
 Data dari tahun 2003 dikumpulkan sebagai bagian dari studi evaluasi dipstick urinalisis pada
lansia dari rumah jompo dan mengevaluasi hubungan antara gejala non spesifik dan bakteriuria.
 Kedua bagian dari penelitian ini, data pada tahun 2003 dan 2012 disatukan, telah disetujui oleh
dewan peninjau etik Daerah Gothenburg University.
ATSARINA LARASATI ANINDYA October 4,

7. Kriteria Subjek
Seluruh penghuni panti jompo, tanpa gejala ISK diminta untuk berpartisipasi. Partisipan yang
bersedia untuk berpartisipasi harus memnuhi kriteria inklusi sebagai bertikut :
a) Kriteria Inklusi
 Penghuni tetap panti jompo (tanpa melihat gender)
 Hadir di panti jompo selama penelitian
 Setuju sebagai partisipan
 Pasien tidak menggunakan kateter pada 2003, hanya spesimen urin bersih yang dikumpul
 Spesimen urin bersing dan spesimen urin dari kateter dikumpulkan pada 2012
 Dapat menyediakan spesimen urin bersih ya (kecuali parstisipan yang memakai kateter
urin pada tahun 2012)
 Pasien dengan dimensia dapat menjadi partisipan, jika dapat bekerjasama saat
pengambilan sampel urin
 Tidak pernah urostomy
 Tidak memakai kateter intermiten
 Tidak sedang melakukan dialisis
 Tidak sakit parah

b) Kriteria Eksklusi
 Penghuni panti jompo yang tidak setuju menjadi partisipan atau tidak melanjutkan
sebagai partisipan saat penelitian.

8. Parameter Evaluasi
 Analisis statistik : Untuk mengevaluasi dampak dari terapi antibiotik sebelumnya selama satu
bulan terakhir pada tingkat resistensi antimikroba, disesuaikan dengan usia dan jenis kelamin,
regresi logistik dilakukan bagi partisipan dengan E. coli dalam spesimen urin bersih yang telah
dikumpulkan pada tahun 2003 dan 2012.
 Hasil pengujian kerentanan antimikroba digunakan sebagai variabel dependen, dan beberapa
pengobatan antibiotik selama bulan sebelumnya
 Usia dan jenis kelamin sebagai variabel independen
 Kondisi sampel : sampel urin harus didinginkan sebelum dibawa ke laboratorium dan harus tiba
dalam 24 jam.
 Standar uji kerentanan antimikroba : uji kerentanan antimikroba mengikuti pedoman yang
diusulkan oleh European Committee on Antimicrobial Susceptibility Testing (EUCAST) untuk
tes standar cakram yang difusi.

9. Hasil Studi
ATSARINA LARASATI ANINDYA October 4,

 Proporsi kultur urin positif adalah 32% (2017/651) pada spesimen urin bersih di tahun 2003, 35%
(147/421) di tahun 2012, dan 46% (27/59) pada sampel urin dari kateter di tahun 2012.
Escherichia coli (E. coli) adalah kasus bakteri yang paling sering diobati.
 Tingkat resistensi pada E.coli (spesimen urin bersih) di tahun 2012 antara lain ampicilin 21%,
trimetoprim 12%, mecilinam 7,7%, ciprofloxacin 3,4%, cefadroxil 2,6%, dan nitrofurantoin
0,85%. Tidak ada perubahan yang signifikan dalam tingkat resistensi rata-rata E. coli untuk
antibiotik yang diuji pada 2003-2012.
 Tingkat resistensi rata-rata untuk semua antibiotik yang diuji adalah serupa antara tahun 2003 dan
2012, namun ada peningkatan non signifikan (p = 0,090) terhadap tingkat resistensi yang lebih
tinggi pada cefadroxil di tahun 2012, tetapi tetap pada tingkat rendah yaitu 2,6% untuk semua
isolat E. coli.
 Tingkat resistensi pada E.coli (spesimen urin kateter) di tahun 2012 antara lain untuk ampisilin
46% (6/13), trimethoprim 15% (2/13), mecillinam 0% (0/13), siprofloksasin 15% (2/13),
cefadroxil 7,7% (1/13) dan nitrofurantoin 0% ( 0/13).
 Pada tahun 2012, 2 isolat E. coli yang diproduksi enzim beta-laktamase spektrum luas (ESBL)
dan satu dengan plasmid dimediasi produksi AmpC. Beberapa terapi antibiotik selama 6 bulan
sebelumnya meningkatkan resiko resistensi pada E. coli, berdasarkan usia dan jenis kelamin,
untuk mecillinam dengan rasio 7,1 (2,4-21; p = 0,00049), ampisilin dengan rasio 5.2 (2,4-11; p =
0,000036), asam nalidiksat dengan rasio 4,6 (1,4-16; p = 0,014), trimetoprim dengan rasio 3,9
(1,6-9,2; p = 0,0023), dan cefadroxil dengan rasio <10-6 (0-∞; p = 1.0).
 Prediktor resistensi antibiotik ISK pada E. coli
Dari pasien rawat inap pada tahun 2012 dengan E. coli dalam sampel urin bersih, diperoleh
sebanyak 23/117 (20%) pasien rawat inap di rumah sakit selama enam bulan sebelumnya. Untuk
mengevaluasi dampak resistensi antimikroba pada pasien rawat inap, dilakukan regresi logistik,
dan rasio mengenai resistensi antibiotik disesuaikan dengan usia, jenis kelamin, beberapa terapi
antibiotik selama 6 bulan sebelumnya, untuk ciprofloxacin 13 (1,1-153 ; p = 0.040), ampisilin 5.2
(1,8-15; p = 0,0021), cefadroxil 8,6 (0,71-103; p = 0,091), trimethoprim 2,4 (0,70-8,5; p = 0,16),
mecillinam 2.1 (0,48-9,5; p = 0,32), nitrofurantoin 0,0 (0,0-∞; p = 1,0) dan setiap antimikroba
yang diuji 4.4 (1,6-12; p = 0,0033).

10. Kesimpulan
 Masih ada resistensi antimikroba yang relatif randah untuk patogen saluran kemih pada penghuni
panti jompo Swedia dengan tidak ada perubahan antara tahun 2003 dan 2012.
 Beberapa terapi antibiotik selama 6 bulan sebelumnya memiliki tingkat resistensi lebih tinggi
pada patogen saluran kemih dalam penelitian ini. Sehingga penting untuk menggunakan
antibiotik dengan benar dan terus menganalisa resistensinya pada pasien panti jompo untuk
ATSARINA LARASATI ANINDYA October 4,

memandu pengobatan empiris karena berpotensi tinggi untuk meningkatkan resistensi antibiotik
pada populasi ini.
 Adanya peningkatan non signifikan pada cefadroxil (p = 0,090) terhadap tingkat resistensi yang
lebih tinggi di tahun 2012, tetapi tetap pada tingkat rendah yaitu 2,6% untuk semua isolat E. coli.