Anda di halaman 1dari 9

Pendidikan IPS di SD

Modul 6 : Metode, Media dan Pemanfaatan Sumber


Belajar IPS SD Kelas Rendah

Sebuah perencanaan di lakukan untuk menyusun langkah langkah yang akan dilaksanakan untuk
mencapai tujuan yang telah di tentukan, dapat di susun berdasarkan kebutuhan dalam jangka
waktu tertentu sesuai dengan keinginan pembuat perencanaan.

Kegiatan Belajar 1
Perencanaan Pembelajaran IPS Serta Ranah dan Tingkatannya

A. PERENCANAAN PENGAJARAN IPS


Guru yang baik tentunya melakukan persiapan dengan penuh kecermatan dan
komprehensif. Pada dasarnya, perencanaan dapat di pahami sebagai sebuah proses
pengambilan keputusan secara bertahap (More, 1992), dan merupakan aspek yang penting
supaya pembelajaran berjalan efektif.
Menurut Kindsvatter et.al (1996) menjelaskan bahwa perencanaan pembelajaran dilakukan
dengan tahapan sebagai berikut: "straight-forward, systematic, and logical"
Straight-forward dimaksudkan bahwa perencaan adalah sesuatu yang hendak di capai
dimasa yang akan datang dan menggambarkan suatu inovasi yang di butuhkan manusia.
Systematic mengandung arti bahwa perencanaan di buat dengan model yang terjadwal
secara sistematis dan dapat dilakukan dengan tahap demi tahap tanpa adanya overlapping,
dengan yang lain terakhir.
Logical, mengandung arti bahwa perencanaan itu adalah hasil pikiran yang dapat di lakukan
oleh guru dan murid.
Konsep perencanaan pengajaran IPS dapat di lihat dari berbagai sudut pandang, yaitu:
1. Perencanaan pengajaran sebagai teknologi adalah suatu perencanaan yang mendorong
penggunaan teknik teknik yang dapat mengembangkan tingkah laku kognitif dan teori
teori konstruktif terhadap solusi dan problem problem pengajaran IPS pada khususnya.
2. Perencanaan pengajaran sebagai suatu sistem adalah sebuah susunan dari sumber
sumber dan prosedur prosedur untuk menggerakan pembelajaran IPS. pengembangan
sistem pengajaran melaui proses yg sistemik selanjutnya di implementasikan dengan
mengacu pada sistem perencanaan itu.
3. Pernecanaan pengajaran sebagai sebuah disiplin adalah cabang dari pengetahuan yang
senantiasa memperhatikan hasil hasil penelitian dan teori tentang strategi pengajaran
dan implementasinya terhadap strategi tersebut.
4. Perencanaan pengajaran sebagai sains(science) adalah mengkreasi secara detail
spesifiksi dari pengembangan, implementasi, evaluasi, dan pemeliharaan akan situasi
maupun fasilitas pembelajaran terhadap unit unit yang luas maupun yang lebih sempit
dan materi pembelajaran dengansegala tingkatankompleksitasnya.
5. Perencanaan pengajaran sebagai sebuah proses adalah pengembangan pengajaran secara
sistemik yang di gunakan secara khusus atas dasar teori teori pembelajaran dan
pengajaran untuk menjamin kualitas pembelajaran IPS.
6. Perencanaan pengajaran sebagai sebuah realitas adalah ide pengajaran di kembangkan
dengan memberikan hubungan pengajaran dari waktu ke waktu dalam suatu proses yang
di kerjakan perencanaan dengan mengecek secara cermat bahwa semua kegiatan telah
sesuai dengan tuntutan sains dan di laksanakan secara sistematik.

Chintia dalam mulyasa (2004:82) mengemukakan bahwa proses pembelajaran yang di


mulai dengan fase persiapan mengajar ketika kompetensi dan metodologi telah
diidentifikasi, akan membantu guru dalam megorganisasikan materi standar serta
mengantisipasi peserta didik dan masalah masalah yang mungkin timbul dalam
pembelajaran.

B. RANAH DAN TINGKATANNYA DALAM PENDIDIKAN IPS SD


Tujuan mata pelajaran IPS di sekolah dasar dari kelas 1 sampai kelas 6 di rumuskan
dalam sejumblah kompetensi yang harus di kuasai, sebagai guru tentunya membuat
perencanaan pembelajaran yang akan di capai dalam setiap kegiatan belajar mengajar IPS di
kelas, biasanya di kelompokan dalam area, atau ranah.

Menurut oliva(1992) ada tiga kategori dasar, yaitu ranah kognitif, ranah psikomotor, dan
ranah afektif

Ranah Kognitif. Menggunakan rencana pembelajaran untuk menjembatani tujuan yang


akan di capainya, kemampuan kognitif tersebut adalah sebagai berikut:
1. Mengingat (recall)
Kemampuan mengingat informasi dengan di tandai prilaku siswa
2. Pemahaman
Mengerti dan mengorganisasikan bahan bahan yang telah di pelajari,
3. Aplikasi
Penggunaan informasi pada situasi tertentu.
4. Analisa
Kemampuan berfikir kritis.
5. Sintesa
Kemampuan berfikir orignal dengan mengambil bagian bagian yang telah di pelajari
menjadi kesatuan yg utuh.
6. Evaluasi
Kemampuan untuk membuat pertimbangan di dasarkan pada standart tertentu.

Ranah Afektif. Kelima tigkatan ranah afektif tersebut ialah:


1. Penerimaan, Kesadaran akan penomena lingkungan
2. Respon, reaksi terhadap komunikasi atau fenomena
3. Penilaian, kepantasan sesuatu dari lingkungannya.
4. Pengorganisasian, melakukan pemilihan yang tepat atau pantas berdasarkan nilai nilai
yang mereka pegang.
5. Karakteristik, perilaku siswa yang konsisten yang sesuai dengan nilai nilai yang berlaku.

Ranah Psikomotor. Sebuah proses yang di praktekan dan di perhalus atau di perbaiki terus
menerus dalam jangka waktu yang lama sampai tingkatan tertentu di kuasai dengan baik.
Harrow (1969) mengidentifikasi keterampilan psikomor ini dalam 5 tingkatan, yaitu :
imitasi, manipulasi, presisi, artikulasi, dan maturasi atau kedewasaan.

C. UNIT PELAJARAN DALAM IPS


Bagian dari persiapan pembelajaran dalam unit yang terkecil, rencana mengajar atau
persiapan mengajar atau lebih di kenal dengan satuan pelajaran adalah program kegiatan
belajar mengajar dalam satuan terkecil (Sudjana, 2002:137).
Secara sistematis, adalah sebagai berikut
1. Identitas mata pelajaran
2. Kompetensi dasar dan indikator
3. Materi pokok
4. Media
5. Strategi pembelajaran/skenario/tahapan tahapan proses belajar mengajar

Tahapan-tahapan kegiatan pembelajaran meliputi:


a. Kegiatan awal
Dimaksudkan untuk memberikan motivasi kepada siswa, memusatkan perhatian dan
mengetahui apa yang telah di kuasai siswa berkaitan dengan bahan yang akan di
pelajari dapat di lakukan dengan berbagai macam cara, antara lain:
1) Melaksanakan apersepsi
2) Menciptakan kondisi awal pembelajaran.
b. Kegiatan inti
Adalah kegiatan utama untuk menanamkan , mengembangkan pengetahuan, sikap
dan keterampilan berkaitan dengan bahan kajian yang bersangkutan, setidaknya
mencangkup:
1) Penyampaian tujuan pembelajaran
2) Penyampaian materi/bahan ajar dengan menggunakan pendekatan dan metode
sarana dan alat/media yang sesuai.
3) Pemberian bimbingan bagi pemahaman siswa
4) Melakukan pemeriksaan/pengecekan tentang pemahaman siswa
Keempat komponen tersebut di masukan ke dalam kegiatan eksplorasi,elaborasi dan
konfirmasi, siswa di kelompokan menjadi 3 kelompok pembelajaran, yaitu
1) Pembelajaran Klasikal
Metode ceramah dan tanya jawab.
2) Pembelajaran Kelompok
Kegiatan guru akan lebih banyak mengawasi dan memantau kelompok belajar.
3) Kegiatan Belajar Individual
Siswa dituntut untuk mengerjakan tugasnya sesuai dengan kemampuan yang
mereka miliki.
c. Penutup
Kegiatan yang memberikan penegasan atau kesimpulan dan penilaian terhadap
penguasaan bahan kajian yang diberikan pada kegiatan inti.
Kegiatan yang harus dilaksanakan adalah:
1) Melaksanakan penialaian akhir dan mengkaji hasil penilaian.
2) Melaksanakan kegiatan tindak lanjut dengan alternatif kegiatan di antaranya:
memberikan tugas atau latihan, menugaskan mempelajari materi pelajaran
tertentu, dan memberikan motivasi/bimbingan belajar.
3) Mengakhiri proses-proses pembelajaran dengan menjelaskan atau memberi tahu
materi pokok yang akan dibahas pada pelajaran berikutnya.
4) Menentukan jenis penilaian dan tindak lanjut.
5) Sumber bahan yang digunakan sesuai dengan kompetensi dasar yang harus
dikuasai dicantumkan.

Kegiatan Belajar 2
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang baik menurut Gagne dan Briggs hendaknya
mengandung tiga komponen yang disebut anchor point, yaitu: 1) tujuan pengajaran, 2) materi
pelajaran/bahan ajar, pendekatan dan metode mengajar, media pengajaran dan pengalaman
belajar, 3) evaluasi keberhasilan (Abdul Majid, 2007:96)
A. MODEL ROPES
Hunts (dalam Abdul Majid, 2007:99-102) menyebut rencana prosedur pembelajaran
sebagai persiapan mengajar yang disebutnya ROPES (Review, Overview, Presentation,
Exercise, Summary)
1. Review
Kegiatan yang dilakukan dalam waktu 1 sampai 5 menit yakni mencoba mengukur
kesiapan siswa untuk mempelajari bahan ajar dengan melihat pengalaman sebelumnya
yang sudah dimiliki oleh siswa dan diperlukan sebagai prerequisite untuk memahami
bahan yang disampaikan hari itu
2. Overview
Kegiatan yang dilakukan berkisar 2 sampai 5 menit. Guru menjelaskan program
pembelajaran yang akan dilaksanakan pada hari itu dengan menyampaikan isi secara
singkat dna strategi yang akan digunakan dalam proses pembelajaran.
3. Presentation
Merupakan inti dari proses kegiatan belajar mengajar, guru sudah tidak lagi
memberikan penjelasan singkat, akan tetapi sudah masuk pada proses telling, showing,
dan doing.
4. Exercise
Proses untuk memberikan kesempatan kepada siswa mempraktekkan apa yang telah
mereka pahami.
5. Summary
Memperkuat apa yang telah mereka pahami dalam proses pembelajaran.

Perencanaan pengajaran merupakan proses dan cara berpikir yang dapat


membantu menciptakan hasil yang diharapkan.
Beberapa keuntungan, diantaranya:

1) Melalui perencanaan pembelajaran yang matang guru akan terhindar dari


keberhasilan secara untung-untungan.
2) Melalui perencanaan pembelajaran yang sistematis, setiap guru dapat
menggambarkan berbagai hambatan yang mungkin akan dihadapi.
3) Melalui perencanaan pembelajaran guru dapat menentukan berbagai langkah dalam
memanfaatkan berbagai sumber dan fasilitas yang ada untuk ketercapaian tujuan.

Dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) tahun 2006 sebuah


perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan
pembelajaran yang memuat sekurang-kurangnya tujuan pembelajaran materi ajar,
metode pengajaran, sumber belajar dan penilaian hasil belajar.
Kegiatan Belajar 3
Pembelajaran Tematik
A. PENGERTIAN DAN CIRI PEMBELAJARAN TEMATIK
Pembelajaran tematik adalah pembelajaran terpadu yang menggunakan tema untuk
mengaitkan beberapa mata pelajaran sehingga dapat memberikan pengalaman bermakna
kepada siswa. Tema adalah pokok pikiran atau gagasan pokok yang menjadi pokok
pembicaraan.
Pembelajaran tematik lebih menekankan pada keterlibatan siswa dalam proses belajar
secara aktif dalam proses pembelajaran, sehingga siswa dapat memperoleh pengalaman
langsung dan terlatih untuk dapat menemukan sendiri berbagai pengetahuan yang
dipelajarinya.
Pembelajaran tematik lebih menekankan pada penerapan konsep belajar sambil
melakukan sesuatu. Pengalaman belajar yang menunjukkan kaitan unsur-unsur konseptual
menjadikan proses pembelajaran lebih efektif.
Beberapa ciri khas dari pembelajaran tematik antara lain meliputi:
1. Pengalaman dan kegiatan belajar sangat relevan dengan tingkat perkembangan dan
kebutuhan anak usia sekolah dasar.
2. Kegiatan-kegiatan yang dipilih dalam pelaksanaan pembelajaran tematik bertolak dari
minat dan kebutuhan siswa.
3. Kegiatan belajar akan lebih bermakna dan berkesan bagi siswa sehingga hasil belajar
dapat bertahan lebih lama.
4. Membantu mengembangkan keterampilan berpikir siswa.
5. Menyajikan kegiatan belajar yang bersifat pragmatik sesuai dengan permasalahan yang
sering ditemui siswa dalam lingkungannya
6. Mengembangkan keterampilan sosial siswa, seperti kerjasama, toleransi, komunikasi
dan tanggap terhadap gagasan orang lain.

B. KARAKTERISTIK PEMBELAJARAN TEMATIK


Dalam Kurilkulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) tahun 2006 secara eksplisit
tergambar ahwa suatu model pembelajaran tematik di Sekolah Dasar memiliki karakteristik
sebagai berikut:
1. Berpusat pada siswa
Menempatkan siswa sebagai subjek belajar sedangkan guru lebih banyak berperan
sebagai fasilitator.
2. Memberikan pengalaman langsung
Dengan pengalaman langsung ini, siswa dihadapkan pada sesuatu yang nyata.
3. Pemisahan mata pelajaran tidak begitu jelas
Dalam pembelajaran tematik pemisahan antar mata pelajaran menjadi tidak begitu jelas.
4. Menyajikan konsep dari berbagai mata pelajaran
Pembelajaran tematik menyajikan konsep-konsep dari berbagai mata pelajaran dalam
suatu proses pembelajaran. Dengan demikian, siswa mampu memahami konsep-konsep
tersebut secara utuh.
5. Bersifat fleksibel
Guru dapat mengaitkan bahan ajar dari satu mata pelajaran dengan mata pelajaran yang
lainnya, bahkan mengaitkannya dengan kehidupan siswa dan keadaan lingkungan
dimana sekolah dan siswa berada.
6. Hasil pembelajaran sesuai dengan minat dan kebutuhan siswa
Siswa diberi kesempatan, untuk mengoptimalkan potensi yang dimilikinya sesuai
dengan minat dan kebutuhannya.
7. Menggunakan prinsip belajar sambil bermain dan menyenangkan

C. IMPLIKASI PEMBELAJARAN TEMATIK


Berbagai implikasi yang mencakup:
1. Implikasi Bagi Guru
Memerlukan guru yang kreatif baik dalam menyiapkan kegiatan/pengalaman belajar
bagi anak juga dalam memilih kompetensi dari berbagai mata pelajaran dan
mengaturnya agar pembelajaran menjadi lebih bermakna, menarik, menyenangkan dan
utuh.
2. Implikasi Bagi Siswa
a. Siswa harus siap mengikuti kegiatan pembelajaran yang dalam pelaksanaanya
dimungkinkan untuk berbeda, baik secara individual, pasangan, kelompok kecil
ataupun klasikal.
b. Siswa harus siap mengikuti kegiatan pembelajaran yang bervariasi secara aktif
misalnya melakukan diskusi kelompok, mengadakan penelitian sederhana, dan
pemecahan masalah.
3. Implikasi Terhadap Sarana, Prasarana, Sumber Belajar Dan Media
a. Pembelajaran tematik pada hakekatnya menekankan pada siswa baik secara
individual maupun kelompok untuk aktif mencari, menggali dan menemukan
konsep serta prinsip-prinsip secara holistik dan otentik.
b. Pembelajaran ini perlu memanfaatkan berbagai sumber belajar baik yang sifatnya
didesain secara khusus untuk keperluan pelaksanaan pembelajaran, maupun sumber
belajar yang tersedia dilingkungan yang dapat dimanfaatkan.
c. Pembelajaran ini juga perlu mengoptimalkan penggunaan media pembelajaran yang
bervariasi sehingga akan membantu siswa dalam memahami konsep-konsep yang
abstrak.
d. Penerapan pembelajaran tematik di sekolah dasar masih dapat menggunakan buku
ajar yang sudah ada saat ini untuk masing-masing mata pelajaran dan
dimungkingkan pula untuk menggunakan buku suplemen khusus yang memuat
bahan ajar yang terintegritas.
4. Implikasi Terhadap Pengaturan Ruangan
a. Ruang perlu ditata disesuaikan dengan tema yang sedang dilaksanakan.
b. Susunan bangku peserta didik dapat berubah-ubah disesuaikan dengan keperluan
pembelajaran yang sedang berlangsung.
c. Peserta didik tidak selalu duduk di kursi tetapi dapat duduk di tikar/karpet.
d. Kegiatan hendaknya bervariasi dan dapat dilaksanakan baik di dalam kelas maupun
di luar kelas.
e. Dinding kelas dapat dimanfaatkan untuk memajang hasil karya peserta didik dan
dimanfaatkan sebagai sumber belajar.
f. Alat, sarana dan sumber belajar hendaknya dikelola sehingga memudahkan peserta
didik untuk menggunakan dan menyimpannya kembali.
5. Implikasi Terhadap Pemilihan Metode
Perlu disiapkan berbagai variasi kegiatan dengan menggunakan multi metode. Misalnya
percobaan, bermain peran, tanya jawab, demonstrasi, bercakap-cakap.

D. TAHAP PERSIAPAN PEMBELAJARAN TEMATIK


1. Pemetaan Kompetensi Dasar
Kegiatan ini dilakukan untuk memperoleh gambaran secara menyeluruh dan utuh semua
standar kompetensi, kompetensi dasar dan indikator dari berbagai mata pelajaran yang
dipadukan dalam tema yang dipilih. Kegiatan yang dilakukan dalam melakukan
pemetaan kompetensi dasar meliputi:
a. Penjabaran Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar ke dalam Indikator
b. Menentukan Tema
c. Identifikasi dan Analisa Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar dan Indikator
2. Menetapkan Jaringan Tema
Menghubungkan kompetensi dasar dan indikator dengan tema pemersatu. Dengan
jaringan tema tersebut akan terlihat kaitan antara tema, kompetensi dasar dan indikator
dari setiap mata pelajaran.
3. Penyusunan Silabus
Hasil seluruh proses yang telah dilakukan pada tahap-tahap sebelumnya dijadikan dasar
dalam penyusunan silabus. Komponen silabus terdiri dari standar kompetensi,
kompetensi dasar, indikator, pengalaman belajar, alat/sumber, dan penilaian.
4. Penyusunan Rencana Pembelajaran
Rencana pembelajaran ini merupakan realisasi dari pengalaman belajar siswa yang telah
ditetapkan dalam silabus pembelajaran.
Kompenen rencana pembelajaran tematik meliputi:
a) Identitas mata pelajaran.
b) Kompetensi dasar dan indikator yang akan dilaksanakan.
c) Materi pokok beserta uraiannya.
d) Strategi pembelajaran.
e) Alat dan media yang digunakan.
f) Penilaian dan tindak lanjut.

E. TAHAP PELAKSANAAN PEMBELAJARAN TEMATIK


Tahapan dalam pelaksanaan pembelajaran tematik dapat dijabarkan berikut ini:
Tahapan Kegiatan
a. Kegiatan Pendahuluan/Awal/Pembukaan
Kegiatan ini dilakukan terutama untuk menciptakan suasana awal pembelajaran untuk
mendorong siswa memfokuskan dirinya agar mampu mengikuti proses pembelajaran
dengan baik.
b. Kegiatan inti
Kegiatan inti difokuskan pada kegiatan-kegiatan yang bertujuan untuk pengembangan
kemampuan baca tulis dan hitung.
c. Kegiatan penutup/Akhir dan Tindak Lanjut
Kegiatan penutup adalah untuk menenangkan.