Anda di halaman 1dari 9

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Ekologi Administrasi merupakan lingkungan yang dipengaruhi dan mempengaruhi
administrasi, yakni: Politik, ekonomi, budaya, tekhnologi, security dan natural resource. Inti dari
administrasi publik adalah pelayanan publik. Administrasi publik dalam melayani publik
bertujuan untuk menyejahterakan dan memenuhi kebutuhan publik dengan cara menyediakan
barang dan jasa namun tidak berorientasi pada profit. Hasil-hasil analisa ilmu-ilmu sosial
lainnya seperti misalnya sosiologi, antropologi, ekonomi dan lain-lain memperkuat pendapat
bahwa apa yang baik dalam suatu lingkungan masyarakat, bangsa dan Negara lain bahkan dapat
terjadi sebaliknya. Pengalaman membuktikan pula bahwa bantuan teknis dari Negara-negara
maju kepada Negara-negara yang sedang berkembang dengan menerapkan asas, dalil dan bahkan
teori administrasi Negara yang telah terbukti berhasil baik di Negara-negara maju, ternyata tidak
demikian halnya di Negara–negara sedang berkembang. Hal ini, sekali lagi, menjadi faktor
pendorong untuk mempelajari hubungan pengaruh timbal balik anatara sistem dan pranata-
pranata administrasi negara dengan lingkungannya, dalam hal ini lingkungan masyarakat, bangsa
dan Negara maju dan lingkungan masyarakat bangsa dan negara sedang berkembang.

1.2 Rumusan Masalah


Dari latar belakang di atas kami dapat merumuskan beberapa rumusan masalah sebagai berikut:
1. Apa yang dimaksud dengan Ekologi Administrasi Negara?
2. Bagaimana Hubungan Ekologi dengan Administrasi?
3. Bagaimana Pertumbuhan Ekologi Administrasi Negara?

1.3 Tujuan
Adapun tujuan pembuatan makalah ini sebagai berikut:
1. Untuk mengetahui pengertian dari EkologiAdministrasi Negara
2. Untuk mengetahui Hubungan Ekologi dengan Administrasi
4. Untuk mengetahui Pertumbuhan Ekologi Administrasi Negara
BAB II
KAJIAN TEORI
2.1 Pengertian Ekologi
Ekologi Administrasi (Negara) terdiri dua terminology yaitu “Ekologi” dan
“Administrasi” kedua terminology ini dapat ditelusuri dari berbagai sudut. Setiap sudut pandang
tersebut memberikan pengertian yang berbeda. Hal ini disebabkan oleh latar belakang
pengalaman, pendidikan dan cara pandang dari para ahli yang bersangkutan. Meskipun demikian
dari masing – masing cara pandang yang berbeda itu dapat ditelusuri beberapa hal yang
merupakan persamaannya. Dengan persamaan – persamaan tersebut maka dapat di rumumuskan
berbagai kriteria yang merupakan karakteristik dari Ekologi Administrasi itu sendiri, sehingga
dapat diambil batasan mendekati arti yang sebenarnya, bahkan tidak menutup kemungkinan
diperoleh pengertian yang sesungguhnya.
Kata ekologi pertama kali di perkenalkan oleh Ernest Hackel, seorang biologis Jerman
pada tahun 1869. Kata Ekologi terdiri dari kata Oikos dan Logos, Oikos = Rumah atau tempat
tinggal, sedangkan Logos = telaah atau studi. Jadi Ekologi adalah ilmu tentang rumah atau
tempat tinggal mahluk, biasanya ekologi didefinisikan sebagai berikut : “Ilmu yang mempelajari
hubungan timbal balik antara mahluk hidup dengan lingkungan”(Soejiran Dkk-Pengantar
Ekologi.
1. Ekologi adalah cabang dari biologi yang berkenaan dengan hubungan antara kehidupan mahluk
hidup dengan lingkungan sekitar mereka, yang dalam ilmu kemasyarakatan perhubungan antara
penyaluran kelompok – kelompok manusia tersebut dengan penerangan sumberdaya alam
berakibat terhadap pola kemasyarakatan dan budaya.
2. Ekologi adalah tata hubungan total (menyeluruh) dan mutual (timbal balik yang berguna) antara
suatu organisme dan lingkungan sekelilingnya.[1]
3. Ekologi adalah suatu kajian yang berhubungan dengan inter-relasi antara organisme dengan
lingkungan.Dasar empirisnya terletak dalam hasil penelitian bahwa organisme-organisme yang
hidup ini berfariasi menurut lingkungan.
Dengan demikian dapat dikatakan juga bahwa ekologi melihat alam sebagai pola jaringan
kehidupan yang tersusun oleh energi dan arus materi, dimana terkait semua mahkluk
hidup.Sehubungan dengan hal di atas maka kita ketahui bahwa pada mulanya ekologi ditetapkan
terbatas pada hewan dan tumbuh-tumbuhan sehingga di kenal ekologi hewan dan ekologi
tumbuh-tumbuhan, kemudian diterapkan juga pada manusia sehingga dikenal pula ekologi
manusia atau ekologi sosial. Ilmu Ekologi adalah suatu ilmu yang mempelajari hubungan antara
suatu organisme dengan yang lainnya dan diantara organisme-organisme tersebut dengan
lingkungannya.
Dari pengertian - pengertian di atas maka dapatlah ditarik kesimpulan bahwa lingkungan
mempunyai batas tertentu dan ísi tertentu.Secara praktis ruang lingkungan itu dapat ditentukan
oleh faktor alam, faktor sosial dan sebagainya.Sedangkan secara teoritis batas lingkungan sulit
untuk ditentukan.Adapun isi dari suatu lingkungan meliputi semua benda baik hidup ataupun
mati serta kondisi-kondisi ada di dalamnya yang saling kait mengkait (berinteraksi) antara satu
dengan yang lainnya. Manusia sebagai mahkluk hidup merupakan salah satu komponen yang
terpenting dalam proses saling pengaruh mempengaruhi antar manusia dan antara manusia
dengan lingkungan. Agar mudah di pahami, maka untuk selanjutnya lingkungan ini dapat dibagi
dalam tiga kelompok dasar yang sangat menonjol, yakni :
1. Lingkungan fisik (physical environment);
2. Lingkungan biologi (biological environment):
3. Lingkungan sosial (social environment).
Kemudian lebih lanjut dikatakan bahwa “Ekologi merupakan suatu synthesa, suatu penilai
paduan kembali daripada hasil-hasil studi yang telah dilakukan terhadap unsur-unsur masing-
masing dan satu persatu yang diperoleh dengan analisa”
2.2 Pengertian Administrasi
Administrasi dalam arti sempit adalah kegiatan-kegiatan yang bersifat tulis-menulis, jadi
merupakan kegiatan tata usaha seperti mengetik, mengirim surat dan menyimpan arsip,
sedangkan administrasi dalam arti luas meliputi kegiatan yang dilakukan untuk mencapai tujuan
yang telah ditetapkan terlebih dahulu, atau dengan kata lain administrasi dalam arti luas yaitu
kegiatan yang dilakukan dalam rangka mencapai tujuan yang terlebih dahulu telah ditetapkan.
Administrasi adalah sebuah istilah yang bersifat generik, yang mencakup semua bidang
kehidupan. Karena itu, banyak sekali definisi mengenai administrasi. Sekalipun demikian, ada
tiga unsur pokok dari administrasi. Tiga unsur ini pula yang merupakan pembeda apakah sesuatu
kegiatan merupakan kegiatan administrasi atau tidak. Dari definisi administrasi yang ada, kita
dapat mengelompokkan administrasi dalam pengertian proses, tata usaha dan pemerintahan atau
adminsitrasi negara. Sebagai ilmu, administrasi mempunyai berbagai cabang, yang salah satu di
antaranya adalah administrasi negara.
Kegiatan itu meliputi antara lain perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan
pengawasan. Sedangkan pengertian administrasi itu sendiri adalah : “Keseluruhan proses
pelaksanaan kegiatan yang dilakukan oleh dua orang atau lebih yang terlibat dalam suatu bentuk
usaha bersama demi tercapainya tujuan yang telah ditetapkan terlebih dahulu”[2]. Atau dengan
pengertian lain administrasi itu dapat diartikan sebagai berikut :
a. Administrasi adalah fungsi daripada atau apa yang harus dijalankan oleh setiap orang yang
memimpin atau mengepalai suatu organisasi.
b. Administrasi adalah dari pimpinan, pembinaan, pengarahan dan pengendalian daripada suatu
organisasi secara keseluruhan.

2.3 Pengertian Administrasi Negara


Administrasi Negara menjadi suatu hal penting dalam kehidupan berbangsa dan
bernegara. Istilah ini biasa merujuk pada kegiatan pemerintah untuk mencapai tujuan negara.
Pengertian Administrasi Negara menurut beberapa ahli :
1. Dimock dan Dimock (1992 : 19) , Administrasi Negara adalah bagian dari Administrasi umum
yang mempunyai lapangan yang lebih luas , yaitu ilmu pengetahuan yang mempelajari
bagaimana lembaga-lembaga mulai dari satu keluarga hingga PBB susun, digerakkan dan
dikemudikan.
2. Ira sharkansky menjelaskan pengertian administrasi Negara melalui pengamatan terhadap
kegiatan-kegiatan para administrator, yang meliputi banyak sekali pekerjaan pemerintah. Secara
samar-samar, pengertian “public administration” sebagai lapangan/arena para administrator
melakukan kegiatan-kegiatan, tugas-tugas dan pekerjaan pemerintah Negara. Public
administration berkaitan sekali dengan “public policy” atau kebijakan pemerintah/Negara.
3. Robbins (1983 : 9), mengemukakan bahwaAdministration in the universal process of effeciency
getting activities completed with and trough other people (Administrasi adalah keseluruhan
proses dari aktivitas-aktivitas pencapaian tujuan secara efisien dan melalui orang lain).[3]
4. Waldo (1996 : 17), Administrasi negara sebagai suatu organisasi dan manajemen
manusia dalam pemerintahan guna mencapai tujuan-tujuan yang telah ditetapkan.
5. John M.pfiffner and Robert V. Presthus menjelaskan pengertian administrasi Negara dengan
beberapa ungkapan sebagai berikut : Administrasi Negara meliputi implementasi kebijakan
pemerintahan yang telah diterapkan oleh badan-badan perwakilan politik. pada bagian lain
dikatakan bahwa administrasi Negara dapat didefinisikan sebagai koordinasi usaha-usaha
perorangan dan kelompok untuk melaksanakan kebijakan pemerintah. Hal ini terutama meliputi
pekerjaan sehari-hati pemerintah. Penjelasan tersebut di akhiri dengan secara menyeluruh,
administrasi Negara asalah suatu proses yang bersangkutan dengan pelaksanaan kebijakan-
kebijakan pemerintah, pengarah kecakapan-kecakapan dan teknik-teknik yang tak terhingga
jumlahnya yang memberi arah dan maksud terhadap usaha-usaha sejumlah besar orang.
Dapat disimpulkan bahwa administrasi Negara adalah suatu proses yang melibatkan
beberapa orang dengan berbagai keahlian dan kecakapan untuk melaksanakan kebijakan-
kebikajan pemerintah.administrasi Negara menghendaki dua macam syarat jika hendak
dipahami. Pertama perlu mengetahui sesuatu mengenai administrasi umum. Kedua, harus diakui
bahwa masalah administarsi Negara timbul dalam kearngka politik.[4]

2.4 Faktor dalam ekologis dalam administrasi negara


Meskipun belum adanya keseragaman dari para ahli dalam memberikan batasan atau
klasifikasi dari faktor-faktor sosial yang dominan yang harus diperkirakan dalam
mengembangkan dan membina administrasi pemerintahan.Prof. Fred. W. Riggs membagi faktor
ekologis tersebut ke dalam lima aspek, yaitu :
1. Ekonomi
2. Sosial
3. Symbol
4. Komunikasi
5. Politik (S. Pamudji : 1979 : hal.6).
Prof. John Gous membagi pula faktor-faktor 1ingkungan tersebut sebagai berikut :
1. Penduduk
2. Tempat
3. Teknologi fisik
4. Teknologi sosial
5. Cita-cita dan keinginan-keinginan
6. Bencana
7. Kepribadian
Dalam rangka pembinaan Ketahanan Nasional, maka Sondang P. Siagian, MPA. Ph.D,
membagi faktor-faktor ekologis sebagai berikut :
1. Faktor geografis
2. Faktor penduduk
3. Faktor kekayaan alam
4. Faktor ideologi
5. Faktor politik
6. Faktor ekonomi
7. Faktor sosial budaya
8. Faktor kekuatan militer

Ciri-ciri dari ekologi administrasi Negara adalah:


1. Adanya sekelompok orang
2. Adanya proses kerja sama
3. Menggunakan rasionalitas yaitu pertimbangan, perhitungan, teknik dan strategi tertentu yang
dianggap terbaik
4. Optimalisasi penggunaan sumber daya
5. Adanya tujuan, sasaran, target, program yang jelas.

BAB III

PEMBAHASAN
3.1 Ekologi Administrasi Negara
Ekologi Administrasi Negara adalah Serangkaian proses yang terorganisir darisuatu
aktivitas publik atau kenegaraan yang bertujuan untuk memecahkan masalah-masalah publik
melalui perbaikan-perbaikanterutama di bidang organisasi, sumber danmanusia dan keuangan
(Fred. W. Riggs). Pengertian Ekologi Administrasi Negara adalah serangkaian proses yang
terorganisir dari suatu aktivitas publik atau kenegaraan yang bertujuan untuk memecahkan
masalah-masalah publik melalui perbaikan-perbaikan terutama di bidang organisasi, sumberdaya
manusia, dan keuangan. Dengan demikian ekologi administrasi publik yaitu suatu ilmu yang
mempelajari adanya proses saling mempengaruhi sebagai akibat adanya hubungan normatif
secara total dan timbal balik antara pemerintah dengan lembaga-lembaga tertinggi negara
maupun antar pemerintah, vertikal-horisontal, dan dengan masyarakatnya. Dimensi
pemerintahan dapat dikaji berdasarkan salah satu teori dari Aristoteles, yaitu teori
organisme. Asumsi teori ini menyatakan bahwa negara atau pemerintahan itu adalah kodrat
danmerupakan satu organisme yang mempunyai kehidupan tersendiri.Dalam bukunya “politics”
Aristoteles menyatakan bahwa negara adalah satu masyarakat paguyuban (perkumpulan) yang
paling tinggi diatas masyarakat paguyuban lainnya.“Dimana negara bersifat kodrat dan memiliki
semua sifat organisme yang terdapat pada mahluk hidup”. Tingkatan paguyuban menurut
Aristoteles yaitu :
1. Keluarga,
2. Kehidupan bermasyarakat secara berkelompok,
3. Kehidupan bernegara.
Penyesuaian dalam dimensi pemerintahan ada 2 yaitupenyesuaian kedaulatan dengan pencapaian
tujuan dalam kehidupan bernegara dan Penyesuaian dengan lingkunagannya, baik factor
lingkungan eksternal dan internal.

Disamping penyesuaian kedaulatan tersebut harus ada keseimbangan diantaranya :


1. Kelompok masyarakat dengan kelompok lain.
2. Kehidupan kelompok dengan kehidupan pereorangan (individu)
3. Hubungan antara individu dengan individu lainnya.
4. Hubungan antara warga dengan sumber daya dan kekayaan alam yang tersedia.
5. Hubungan warga negara perseorangan dan secara bersama dengan lingkungansosial, budaya, dan
lingkungan alam semesta.
Menurut Prof. F.W. Riggs menyebutkan ada 5 hal yang mempengaruhi bekerja suatu
sistem dalam ekologi pemerintahan :
1. Keadaan penduduk,
2. Struktur social,
3. Sistem ekonomi,
4. Ideologi negara, dan
5. Sistem politik
Sedangkan menurut Farrel Weady yang mempengaruhi bekerja suatu sistem dalam
ekologi pemerintahan yaitu :
1. Keadaan penduduk,
2. wilayah,
3. teknologi,
4. cita-cita dan harapan, dan
5. kepribadian.

3.2 Hubungan Ekologi dengan Administrasi


Tinjauan ekologi terhadap perkembangan administrasi berarti “Tinjauan yang mencoba
menerangkan hubungan antar lingkungan (environment) dimana administrasi itu tumbuh dan
berkembang dengan administrasi itu sendiri yang dianggap sebagai organisme hidup (living
organisme)”, atau dengan lain perkataan tinjauan ekologis ingin menjelaskan pengaruh daripada
lingkungan terhadap administrasi dan sebaliknya, maka dengan adanya pengaruh tersebut akan
memberikan ciri-ciri khas kepada administrasi.
Ciri-ciri dari faktor ekologislah yang menyebabkan mengapa dalam suatu daerah tertentu
mempunyai perbedaan administrasi dengan daerah lain walaupun masing-masing berada dalam
suatu ikatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Berbeda dari masyarakat atau bangsa yang
satu dengan masyarakat atau bangsa yang lain, sehingga dapat diketahui mengapa suatu
masyarakat atau bangsa memiliki corak administrasi negaranya sedemikian rupa.
3.3 Pertumbuhan Ekologi Administrasi Negara
Pada tahun 1950-an sekelompok ilmuan politik dan administrasi Negara mulai menyadari
bahwa memindahkan begitu saja sistem dan lembaga-lembaga atau pranata politik dan
administrasi Negara dari suatu lingkungan masyarakat, bangsa dan Negara tertentu ke
lingkungan masyarakat, bangsa dan Negara yang lain tidaklah tepat. Hasil-hasil analisa ilmu-
ilmu sosial lainnya seperti misannya sosiologi, antropologi, ekonomi dan lain-lain memperkuat
pendapat bahwa apa yang baik dalam suatu lingkungan masyarakat, bangsa dan Negara lain
bahkan dapat terjadi sebaliknya. Pengalaman membuktikan pula bahwa bantuan teknis dari
Negara-negara maju kepada Negara-negara yang sedang berkembang dengan menerapkan asas,
dalil dan bahkan teori administrasi Negara yang telah terbukti berhasil baik di Negara-negara
maju, ternyata tidak demikian halnya di Negara–negara sedang berkembang. Hal ini, sekali lagi,
menjadi faktor pendorong untuk mempelajari hubungan pengaruh timbal balik anatara sistem
dan pranata-pranata administrasi negara dengan lingkungannya, dalam hal ini lingkungan
masyarakat, bangsa dan Negara maju dan lingkungan masyarakat bangsa dan negara sedang
berkembang.
Sementara itu, pada segi lain, dalam rangka usaha penyempurnaan sistem dan pranata
administrasi Negara dari Negara-negara sedang berkembang perlu didukung oleh suatu
perbandingan, khususnya yang memusatkan perhatian kepada faktor-faktor persamaan dan
perbedaan kondisi yang secara langsung maupun tidak langsung mempengaruhi berhasil
tidaknya usaha-usaha penyempurnaan tadi. Dalam studi perbandingan ini, dipakai pendekatan
secara ekologi (ecological approach). Dengan demikian jelaslah adanya suatu keinginan yang
kuat untuk memahami latar belakang berbagai macam sistem administrasi Negara yang ada di
dunia ini. Maka mulailah dikembangkan suatu cabang baru dari Ilmu Administrasi Negara, yaitu
Ekologi Administrasi Negara. Prof. Fred W. Riggs menjadi pendorong utama bagi
perkembangan ekologi Administrasi Negara itu yang pada tahun 1950-an telah memberikan
ceramah-ceramah di berbagai lingkungan masyarakat ilmiyah, yang hasilnya kemudian
dibukukan dengan judul The Ecology Of Public Administration. [5]
Kini ekologi administrasi Negara semakin menarik banyak perhatian para ilmuwan dan
mahasiswa, khususnya yang bergerak dalam ilmu-ilmu politik, pemerintahan dan administrasi
Negara. Dengan mempelajari ekologi administrasi Negara dapat diketahui ciri-ciri suatu sistem
administrasi Negara dari suatu masyarakat, bangsa dan Negara tertentu dan selanjutnya dapat
dipahami pula mengapa dalam suatu masyarakat, bangsa dan Negara itu telah tumbuh dan
berkembang suatu sistem administrasi Negara tertentu. Lain daripada itu, dengan memahami
suatu kondisi masyarakat, bangsa dan Negara kita dapat menyusun dan mengembangkan suatu
sistem administrasi Negara yang cocok dengan kondisi masyarakat, bangsa dan Negara yang
bersangkutan.
Yang menjadi masalah ialah karena suatu lingkuangan (environment ) mempunyai
beberapa macam aspek maka perlu ditetapkan aspek yang mana yang relevan bagi suatu sistem
administrasi Negara. Hal ini dianggap sebagai masalah karena sering terjadi kegagalan dalam
menentukan aspek yang relevan itu sehingga kesimpulan-kesimpulan yang ditarik tentang
lingkungan administrasi Negara salah dan oleh karenanya pemecahan masalahnya pun tidak
mengenai sasaran. Misalnya membanjirnya anggota masyarakat untuk masuk administrasi
Negara (dinas pemerintahan), apakah karena faktor ekonomi, yaitu sempitnya lapangan kerja
atukah karena faktor sosial, yaitu prestise, status sosial yang tinggi dari dinas pemerintahan
tersebut di dalam masyarakat yang bersangkutan. Atas dasar ini diperingatkan agar ilmuwan dan
mahasisiwa yang bergerak dibidang ekologi administrasi Negara memperjeli pengelihatan dan
mempertajam analisa-analisa mereka.
Kesulitan akan semakin bertambah oleh karena demikian banyak faktor-faktor
lingkungan (environment) yang mempengaruhi administrasi Negara, sehingga perlu dilakukan
penentuan faktor-faktor mana yang esensial dan penting serta mana yang tidak esensian dan
tidak penting. Penentuan demikian itu tidak selamannya mudah dilakuakan. Di sinilah letaknya
salah satu sumber kegagalan untuk mengembangkan suatu teori ekologi administrative. Untuk
mengatasi hal ini biasanya lalu di ciptakan suatu model sebagai alat analisa. Dalam
perkembangan selanjutnya model ini dapat dimanfaatkan sebagai sarana dalam perbandingan
berbagai sisitem administrasi Negara, guna menemukan persamaan-persamaan dan perbedaan-
perbedaannya. Dengan demikian jelaslah bahwa ada kaitan antara ekologi administrasi Negara
dengan perbandingan administrasi Negara, yang merupakan pendekatan terbaru, yaitu
pendekatan ekologik (ecological approach).[6]
BAB IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
1. Ekologi Administrasi Negara adalah serangkaian proses yang terorganisir dari suatu aktivitas
publik atau kenegaraan yang bertujuan untuk memecahkan masalah-masalah publik melalui
perbaikan-perbaikan terutama di bidang organisasi, sumberdaya manusia, dan keuangan.
2. Ekologi terhadap perkembangan administrasi berarti “Tinjauan yang mencoba menerangkan
hubungan antar lingkungan (environment) dimana administrasi itu tumbuh dan berkembang
dengan administrasi itu sendiri yang dianggap sebagai organisme hidup (living organisme)”, atau
dengan kata lain ekologis ingin menjelaskan pengaruh dari pada lingkungan terhadap
administrasi dan sebaliknya, maka dengan adanya pengaruh tersebut akan memberikan ciri-ciri
khas kepada administrasi.
3. Awalnya pada tahun lima puluhan (1950-an)sekelompok ilmuwan politik dan
administrasi menyadari bahwa memindahkan begitu saja sistem dan lembaga- lembaga atau
pranata politik dan administrasi dari suatu lingkungan masyarakat, bangsa dan negara tertentu ke
lingkungan masyarakat, bangsa dan negara yang lain tidaklah tepat. Kini ekologi administrasi
Negara semakin menarik banyak perhatian para ilmuwan dan mahasiswa, khususnya yang
bergerak dalam ilmu-ilmu politik, pemerintahan dan administrasi Negara.

4.2 Saran
Dengan makalah ini mudah-mudahan dapat bermanfaaat bagi kita semua khusunya bagi
penulis umumnya bagi pemabca dan lebih memahami tentang pertumbuhan ekologi administrasi
Negara. Untuk pembaca disarankan mencari referensi yang lain apabila materi belum dapat
dipahami dari makalah ini.

DAFTAR PUSTAKA
Anggra, Sahya. 2012Ilmu Administrasi Negara. Bandung: CV Pustaka Media

Atmosudirji, S.Prajudi. 1978. Faktor Ekologi Dalam Administrasi Pemerintahan


Jakarta: YayasanKarya Dharma IIP
Siagian, Sondang P. 1976. Administrasi dan Pembangunan, Jakarta: Gunung
Agung.
http://langitkelamtanpailmu.blogspot.com/2014/01/makalah-ekologi-administrasi-negara.html
https://iam05blackpearl.wordpress.com/2013/05/12/materi-kuliah-dasar-dasar-a dministrasi/

[1] S PrajudiAtmosudirdjo, FaktorEkologiDalamAdministrasiPemerintahan, Jakarta: YayasanKarya Dharma


IIP, 1978, hlm.1.

[2] Sondang P.Siagian, Administrasi dan Pembangunan, Jakarta: Gunung Agung, 1976, hlm.1.

[3] Sahya Anggara, Ilmu Administrasi Negara, Bandung: CV. Pustaka Setia, 2012 hlm. 134
[4] Ibid. hlm 134
[5] Lihat di http://langitkelamtanpailmu.blogspot.com/2014/01/makalah-ekologi-administrasi-negara.html

[6] Lihat di https://iam05blackpearl.wordpress.com/2013/05/12/materi-kuliah-dasar-dasar-administrasi/


http://risnamuliyanti.blogspot.com/2015/02/pertumbuhan-ekologi-administrasi-negara.html

Anda mungkin juga menyukai