Anda di halaman 1dari 19

PROJECT PROFESI KEPENDIDIKAN

“MEMAHAMI DAN MENGIMPLEMENTASIKAN PROJECT


MK. PROFESI
KRITERIA KEPEMIMPINAN” KEPENDIDIKAN
PRODI S1 PGSD - FIP

SKOR NILAI :

DISUSUN OLEH : ICA ONIKA BR BRAHMANA ( 1173311053 )


LEVIA AYU AZRIANTI ( 1173311065)

MARIANA AGUSTINA ( 1173311076)

MUHAMMAD RISKY FAISAL (1173311085)

KELAS : H EKSTENSI
DOSEN PENGAMPU : Dra. HERAWATI BUKIT, M.Pd.
MATA KULIAH : PROFESI KEPENDIDIKAN

PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR


FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

2018
EXECUTIVE SUMMARY

Sistem Pendidikan Nasional yang berfungsi mencerdaskan kehidupan


bangsa, merupakan tanggung jawab bersama antara guru, orang tua dan
pemerintah. Untuk mewujudkan semua itu guru dan orang tua memegang peranan
penting dalam meningkatkan kemajuan belajar anak didik. Untuk mewujudkan
tujuan pendidikan, maka secara terus menerus Pendidikan Nasional diupayakan
untuk dikembangkan agar mampu membangun kualitas manusia yang bertaqwa
kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dalam meningkatkan hasil belajar siswa, maka
faktor guru terpenting dalam proses pembelajaran, karena pada hakikatnya guru
yang secara langsung memfasilitasi proses pembelajaran.

Masalah dalam dunia pendidikan yang masih harus diatasi adalah yang
berkaitan dengan mutu atau kualitas hasil belajar siswa. Interaksi antara guru dan
siswa memiliki kedudukan yang sangat penting dalam mencapai tujuan
pendidikan tersebut. Guru merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi
berhasil tidaknya proses belajar siswa. Dan oleh karena itu guru harus menguasai
materi yang akan di ajarkannya. Peningkatan mutu atau kualitas pendidikan dapat
di capai melalui berbagai cara, antara lain melalui peningkatan kualitas pendidik
dan tenaga kependidikan lainya, pendidikan dan atau dengan memberikan
kesempatan untuk dapat menyelesaikan permasalahan. Upaya meningkatkan
kinerja pendidik dan tenaga kependidikan lainya untuk dapat menyelesaikan
permasalahan yang dihadapi saat menjalankan tugasnya akan memberikan
dampak positif terhadap peningkatan kualitas pendidikan dan juga kualitas
pendidik serta tenaga kependidikan lainya.
Penilaian kinerja dengan berbagai bentuk pada dasarnya merupakan suatu
sasaran dan proses sistematis untuk mengumpulkan, menganalisa dan
menggunakan informasi untuk menentukan efisiensi dan efektifitas tugas-tugas
guru serta pencapaian sasaran. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi kinerja
guru, antara lain faktor kompetensi professional, faktor keikutsertaan dalam forum
ilmiah, faktor karya pengembangan profesi, faktor kepemimpinan, faktor
hubungan industrial, faktor ketrampilan, faktor pengalaman, faktor sarana
prasarana dan fasilitas, faktor iklim organisasi serta faktor-faktor yang lain.
Kinerja atau performance dapat diartikan sebagai prestasi kerja, melaksanakan
kerja atau unjuk kerja yaitu kemampuan yang telah di capai seseorang dalam
melaksanakan kerja. Kinerja selalu berhubungan dengan prestasi yang dimiliki
seseorang (dalam hal ini seorang guru) dalam menyelesaikan tugas individunya
dan merupakan persyaratan yang harus dimiliki setiap individu dalam
menyelesaikan tugas.
kepemimpinan serta kekuasaan memiliki keterikatan yang tak dapat
dipisahkan. Karena untuk menjadi pemimpin bukan hanya berdasarkan suka satu
sama lainnya, tetapi banyak faktor. Pemimpin yang berhasil hendaknya memiliki
beberapa kriteria yang tergantung pada sudut pandang atau pendekatan yang
digunakan, apakah itu kepribadiannya, keterampilan, bakat, sifat – sifatnya, atau
kewenangannya yang dimiliki yang mana nantinya sangat berpengaruh terhadap
teori maupun gaya kepemimpinan yang akan diterapkan.Rahasia utama
kepemimpinan adalah kekuatan terbesar seorang pemimpin bukan dari
kekuasaanya, bukan kecerdasannya, tapi dari kekuatan pribadinya. Seorang
pemimpin sejati selalu bekerja keras memperbaiki dirinya sebelum sibuk
memperbaiki orang lain.
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulispanjatkan kehadirat Allah SWT tuhan semesta alam.


Karena dengan rahmat, karunia, serta taufik dan hidayah-Nya penulis dapat
menyelesaikan tugas project ini.
Makalah project ini dibuat guna memenuhi kewajiban penulis selaku
mahasiswa, dalam rangka memenuhi tugas yang telah diberikan oleh Dosen yang
bersangkutan dan merupakan pra syarat dalam memperoleh nilai pada mata kuliah
“PROFESI KEPENDIDIKAN“, yang inti dari makalah project ini adalah
“MEMAHAMI DAN MENGIMPLEMENTASIKAN KRITERIA
KEPEMIMPINAN “.
Dalam penyusunan makalah ini, penulis sadar sepenuhnya atas segala
kekurangan dan ketidaksempurnaan sehingga dibutuhkan masukan dari berbagai
pihak demi kesempurnaan makalah selanjutnya.
Akhirnya, penulis selaku penyusun makalah project ini mengucapkan
terima kasih atas saran dan masukan rekan – rekan serta Dosen yang
bersangkutan, dan untuk selanjutnya penulis bersenang hati menerima segala
kritik dan saran dari para pembaca yang sifatnya membangun dalam rangka
penyempurnaan makalah ini, semoga makalah ini dapat berguna bagi pembaca
dan juga dapat dipergunakan dengan semestinya.

Medan, April 2018

Penulis
DAFTAR ISI

EXECUTIVE SUMMARY....................................................................i
KATA PENGANTAR ............................................................................ ii
DAFTAR ISI ........................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN ....................................................................... 1
1.1 Latarbelakang masalah......................................................................1
1.2 Tujuan kegiatan ................................................................................. 1
1.3 Manfaat kegiatan................................................................................1
BAB II LANDASAN TEORI ................................................................. 2
BAB III METODE PELAKSANAAN KEGIATAN .............................. 4
3.1 Tempat dan waktu kegiatan ............................................................. 4
3.2 Peserta kegiatan ............................................................................... 4
3.3 Prosedur / cara kerja ( langkah-langkah kegiatan)..........................4
3.4 Ruang lingkup kegiatan......................................................................4
3.5 Metode pelaksanaan kegiatan..............................................................5
3.6 Rincian tugas personil kegiatan..........................................................6
3.7 Jadwal kegiatan..................................................................................6
BAB IV HASIL PELAKSANAAN DAN PEMBAHASAN .................. 5
4.1 Gambaran hasil pelaksanaan kegiatan ............................................. 5
4.2 Pembahasan .......................................................................................6
4.3 Permasalahan dan solusi yang telah diterapkan.................................7
BAB V PENUTUP .................................................................................. 9
5.1 Kesimpulan ...................................................................................... 9
5.2 Saran ................................................................................................ 9
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................. 10
LAMPIRAN........................................................................... .......
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Dalam kenyataan sehari-hari, peran pemimpin tidak pernah lepas dari pelaksanaan fungsi-
fungsi manajemen dalam organisasi, mulai dari fungsi-fungsi manajemen dalam organisasi,
mulai dari organisasi Planning termasuk budgeting, Organizing, Staffing, Actuating or
Leadership, Coordinating dan Controlling atau Evaluation. Akan tetapi, setiap perjalanan
operasional suatu organisasi akan menemui kendala atau masalah akibat dinamika lingkungan
Internal dan Eksternal organisasi. Untuk menyiasati situasi dan kondisi tersebut maka
diperlukan seni memimpin yang cerdas untuk mencapai efektivitas kepemimpinan.
Kepemimpinan yang efektif bagi pemimpin dalam melaksanakan peran pengendalian
organisasi memiliki kontribusi besar bagi keberhasilan orang-orang yang dipimpinnya untuk
mencapai tujuan organisasi secara efektif dan efisien. Seperti yang diajarkan oleh Sun-Tzu
dan dijabarkan oleh Roger T. Ames (Ames, 2002 : 87)

Sebelumnya kita ketahui terlebih dahulu makna dari kepemimpinan. Kepemimpinan berasal
dari kata “Pimpin” yang berarti tuntun, binaan atau bimbing. Pemimpin dapat pula berarti
menunjukkan jalan yang baik atau benar, tetapi dapat pula berarti mengepalai pekerjaan atau
kegiatan. Dalam kepemimpinan ini terdapat hubungan antar manusia. Yaitu hubungan
mempengaruhi (daripemimpin) dan hubungan kepatuhan-ketaatan para pengikut atau
bawahan karena di pengaruhi oleh kewibawaan pemimpin. Para pengikut terkena pengaruh
kekuatan dari pemimpinnya dan bangkitlah secara spontan rasa ketaatan pada pemimpin.
Kepemimpinan pada dasarnya berarti kemempuan untuk memimpin, kemampuan untuk
menentukan secara benar apa yang harus dikerjakan. Sehingga, kepemimpinan merupakan
kemampuan mempengaruhi orang lain, yang dilakukan melalui hubungan interpersoanal dan
proses komunikasi untuk mencapai tujuan, dan juga merupakan suatu proses mengatur dan
membantu orang lain agar bekerja dengan benar untuk mencapai tujuan.

Para pimpinan akan dilimpahi kewenangan untuk menggerakkan dan mengendalikan orang-
orang disekitarnya untuk mencapai tujuan tertentu. Maka dengan kekuasaan yang diberikan
pada seorang pemimpin menjadi sangat penting. Seorang pemimpin sebagai individu akan
berhadapan dengan sejumlah individu lain yang berbeda-beda kepribadian, watak, dan
karakternya. Dalam keadaan yang demikian itu, maka pemimpin harus memahami,
menghargai, dan berusaha untuk menyatukan kepribadian yang berbeda-beda, termasuk juga
kepribadian yang ia miliki untuk bisa berada dalam satu usaha bersama demi tercapainya
tujuan yang diinginkan. Maka sebenarnya kepemimpinan menunjukkan keadaan yang sangat
kompleks karena kepemimpinan tidak hanya berkenaan urusan individu saja tetapi berkenaan
pula dengan urusan orang bannyak (sosial).

Dengan berjiwa pemimpin manusia akan dapat mengelola diri, kelompok &
lingkungan dengan baik. Khususnya dalam penanggulangan masalah yang relatif pelik &
sulit. Disinilah dituntut kearifan seorang pemimpin dalam mengambil keputusan agar
masalah dapat terselesaikan dengan baik.

1.2 Tujuan Kegiatan

Adapun maksud dan tujuan penulis dalam pembuatan project ini, adalah agar kita
dapat mengetahui apa yang dimaksud dengan kepemimpinan sehingga dapat memahami
dan mengimplementasikan kriteria kepemimpinan,Melatih mahasiswa menyusun project
dalam upaya lebih meningkatkan pengetahuan dan kreatifitas mahasiswa, dan Agar
mahasiswa lebih memahami dan mendalami pokok bahasan khususnya tentang kriteria
kepemimpinan.

1.3 Manfaat Kegiatan


project ini diharapkan bermanfaat bagi:
1. Bagi Penulis
Sebagai bahan acuan untuk menumbuhkan jiwa kepemimpinan dalam manajemen
pendidikan dan dapat memahami dan mengimplementasikan kriteria kepemimpinan.
2. Bagi Guru
Sebagai bahan pertimbangan untuk mengembangkan kepemimpinan yang efektif
dalam manajemen pendidikan dan dapat melaksanakan kriteria seorang pemimpin di
mana saja pun.
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. TEORI DAN ARTI PENTING KEPEMIMPINAN

Kepemimpinan adalah proses memengaruhi atau memberi contoh oleh pemimpin


kepadapengikutnya dalam upaya mencapai tujuan organisasi. Cara alamiah mempelajari
kepemimpinan adalah “melakukanya dalam kerja” dengan praktik seperti pemagangan pada
seorang senima ahli, pengrajin, atau praktisi. Dalam hubungan ini sang ahli diharapkan
sebagai bagian dari peranya memberikan pengajaran/instruksi.

TEORI-TEORI KEPEMIMPINAN :
Teori kepemimpinan pada umumnya berusaha untuk memberikan penjelasan dan interpretasi
mengenai pemimpin dan kepemimpinan dengan mengemukakan beberapa segi antara lain :
Latar belakang sejarah pemimpin dan kepemimpinan Kepemimpinan muncul sejalan dengan
peradaban manusia. Pemimpin dan kepemimpinan selalu diperlukan dalam setiap masa.
Sebab-sebab munculnya pemimpin Ada beberapa sebab seseorang menjadi pemimpin, antara
lain :

a.Seseorang ditakdirkan lahir untuk menjadi pemimpin. Seseorang menjadi pemimpin


melalui usaha penyiapan dan pendidikan serta didorong oleh kemauan sendiri.
b.Seseorang menjadi pemimpin bila sejak lahir ia memiliki bakat kepemimpinan kemudian
dikembangkan melalui pendidikan dan pengalaman serta sesuai dengan tuntutan lingkungan.
Untuk mengenai persyaratan kepemimpinan selalu dikaitkan dengan kekuasaan, kewibawaan,
lingkungan dan kemampuan.

1.Teori-teori dalam Kepemimpinan


a) Teori Sifat
Teori ini bertolak dari dasar pemikiran bahwa keberhasilan seorang pemimpin ditentukan
oleh sifat-sifat, perangai atau ciri-ciri yang dimiliki pemimpin itu. Atas dasar pemikiran
tersebut timbul anggapan bahwa untuk menjadi seorang pemimpin yang berhasil, sangat
ditentukan oleh kemampuan pribadi pemimpin. Dan kemampuan pribadi yang dimaksud
adalah kualitas seseorang dengan berbagai sifat, perangai atau ciri-ciri di dalamnya.
Ciri-ciri ideal yang perlu dimiliki pemimpin menurut Sondang P Siagian (1994:75-76)
adalah: – pengetahuan umum yang luas, daya ingat yang kuat, rasionalitas, obyektivitas,
pragmatisme, fleksibilitas, adaptabilitas, orientasi masa depan; – sifat inkuisitif, rasa tepat
waktu, rasa kohesi yang tinggi, naluri relevansi, keteladanan, ketegasan, keberanian, sikap
yang antisipatif, kesediaan menjadi pendengar yang baik, kapasitas integratif; – kemampuan
untuk bertumbuh dan berkembang, analitik, menentukan skala prioritas, membedakan yang
urgen dan yang penting, keterampilan mendidik, dan berkomunikasi secara efektif.
Walaupun teori sifat memiliki berbagai kelemahan (antara lain : terlalu bersifat deskriptif,
tidak selalu ada relevansi antara sifat yang dianggap unggul dengan efektivitas
kepemimpinan) dan dianggap sebagai teori yang sudah kuno, namun apabila kita renungkan
nilai-nilai moral dan akhlak yang terkandung didalamnya mengenai berbagai rumusan sifat,
ciri atau perangai pemimpin; justru sangat diperlukan oleh kepemimpinan yang menerapkan
prinsip keteladanan.

b) Teori Perilaku
Dasar pemikiran teori ini adalah kepemimpinan merupakan perilaku seorang individu ketika
melakukan kegiatan pengarahan suatu kelompok ke arah pencapaian tujuan. Dalam hal ini,
pemimpin mempunyai deskripsi perilaku:
– Perilaku seorang pemimpin yang cenderung mementingkan bawahan memiliki ciri ramah
tamah,mau berkonsultasi, mendukung, membela, mendengarkan, menerima usul dan
memikirkan kesejahteraan bawahan serta memperlakukannya setingkat dirinya. Di samping
itu terdapat pula kecenderungan perilaku pemimpin yang lebih mementingkan tugas
organisasi.
– Berorientasi kepada bawahan dan produksi perilaku pemimpin yang berorientasi kepada
bawahan ditandai oleh penekanan pada hubungan atasan-bawahan, perhatian pribadi
pemimpin pada pemuasan kebutuhan bawahan serta menerima perbedaan kepribadian,
kemampuan dan perilaku bawahan. Sedangkan perilaku pemimpin yang berorientasi pada
produksi memiliki kecenderungan penekanan pada segi teknis pekerjaan, pengutamaan
penyelenggaraan dan penyelesaian tugas serta pencapaian tujuan. Pada sisi lain, perilaku
pemimpin menurut model leadership continuum pada dasarnya ada dua yaitu berorientasi
kepada pemimpin dan bawahan. Sedangkan berdasarkan model grafik kepemimpinan,
perilaku setiap pemimpin dapat diukur melalui dua dimensi yaitu perhatiannya terhadap
hasil/tugas dan terhadap bawahan/hubungan kerja. Kecenderungan perilaku pemimpin pada
hakikatnya tidak dapat dilepaskan dari masalah fungsi dan gaya kepemimpinan (JAF.Stoner,
1978:442-443)

c) Teori Situasional
Keberhasilan seorang pemimpin menurut teori situasional ditentukan oleh ciri kepemimpinan
dengan perilaku tertentu yang disesuaikan dengan tuntutan situasi kepemimpinan dan situasi
organisasional yang dihadapi dengan memperhitungkan faktor waktu dan ruang. Faktor
situasional yang berpengaruh terhadap gaya kepemimpinan tertentu menurut Sondang P.
Siagian (1994:129) adalah
* Jenis pekerjaan dan kompleksitas tugas;
* Bentuk dan sifat teknologi yang digunakan;
* Persepsi, sikap dan gaya kepemimpinan;
* Norma yang dianut kelompok;
* Rentang kendali;
* Ancaman dari luar organisasi;
* Tingkat stress;
* Iklim yang terdapat dalam organisasi

B. TIPOLOGI KEPEMIMPINAN

Tipologi kepemimpinan disusun dengan titik tolak interaksi personal yang ada dalam
kelompok . Tipe-tipe pemimpin dalam tipologi ini dapat dikelompokkan dalam kelompok
tipe berdasarkan jenis-jenisnya antara lain:

1.Tipe Otokratis.
Seorang pemimpin yang otokratis ialah pemimpin yang memiliki kriteria atau ciri sebagai
berikut: Menganggap organisasi sebagai pemilik pribadi, Mengidentikkan tujuan pribadi
dengan tujuan organisasi, Menganggap bawahan sebagai alat semata-mata, Tidak mau
menerima kritik, saran dan pendapat, Terlalu tergantung kepada kekuasaan formalnya, Dalam
tindakan pengge-rakkannya sering mempergunakan pendekatan yang mengandung unsur
paksaan dan bersifat menghukum.
2.Tipe Militeristis

Perlu diperhatikan terlebih dahulu bahwa yang dimaksud dari seorang pemimpin tipe
militerisme berbeda dengan seorang pemimpin organisasi militer. Seorang pemimpin yang
bertipe militeristis ialah seorang pemimpin yang memiliki sifat-sifat berikut : Dalam
menggerakan bawahan sistem perintah yang lebih sering dipergunakan, Dalam
menggerakkan bawahan senang bergantung kepada pangkat dan jabatannya, Senang pada
formalitas yang berlebih-lebihan, Menuntut disiplin yang tinggi dan kaku dari bawahan,
Sukar menerima kritikan dari bawahannya, Menggemari upacara-upacara untuk berbagai
keadaan.

3.Tipe Paternalistis.
Seorang pemimpin yang tergolong sebagai pemimpin yang paternalistis ialah seorang yang
memiliki ciri sebagai berikut : menganggap bawahannya sebagai manusia yang tidak dewasa,
bersikap terlalu melindungi (overly protective), jarang memberikan kesempatan kepada
bawahannya untuk mengambil keputusan, jarang memberikan kesempatan kepada
bawahannya untuk mengambil inisiatif, jarang memberikan kesempatan kepada bawahannya
untuk mengembangkan daya kreasi dan fantasinya, dan sering bersikap maha tahu.

4.Tipe Karismatik.
Hingga sekarang ini para ahli belum berhasil menemukan sebab-sebab mengapa seseorang
pemimpin memiliki karisma. Umumnya diketahui bahwa pemimpin yang demikian
mempunyai daya tarik yang amat besar dan karenanya pada umumnya mempunyai pengikut
yang jumlahnya sangat besar, meskipun para pengikut itu sering pula tidak dapat menjelaskan
mengapa mereka menjadi pengikut pemimpin itu. Karena kurangnya pengetahuan tentang
sebab musabab seseorang menjadi pemimpin yang karismatik, maka sering hanya dikatakan
bahwa pemimpin yang demikian diberkahi dengan kekuatan gaib (supra natural powers).
Kekayaan, umur, kesehatan, profil tidak dapat dipergunakan sebagai kriteria untuk karisma.
Gandhi bukanlah seorang yang kaya, Iskandar Zulkarnain bukanlah seorang yang fisik sehat,
John F Kennedy adalah seorang pemimpin yang memiliki karisma meskipun umurnya masih
muda pada waktu terpilih menjadi Presiden Amerika Serikat. Mengenai profil, Gandhi tidak
dapat digolongkan sebagai orang yang ‘ganteng”.
5.Tipe Demokratis
Pengetahuan tentang kepemimpinan telah membuktikan bahwa tipe pemimpin yang
demokratislah yang paling tepat untuk organisasi modern. Hal ini terjadi karena tipe
kepemimpinan ini memiliki karakteristik sebagai berikut : dalam proses penggerakan
bawahan selalu bertitik tolak dari pendapat bahwa manusia itu adalah makhluk yang termulia
di dunia, selalu berusaha mensinkronisasikan kepentingan dan tujuan organisasi dengan
kepentingan dan tujuan pribadi dari pada bawahannya, senang menerima saran, pendapat, dan
bahkan kritik dari bawahannya, selalu berusaha mengutamakan kerjasama dan teamwork
dalam usaha mencapai tujuan, ikhlas memberikan kebebasan yang seluas-luasnya kepada
bawahannya untuk berbuat kesalahan yang kemudian diperbaiki agar bawahan itu tidak lagi
berbuat kesalahan yang sama, tetapi lebih berani untuk berbuat kesalahan yang lain, selalu
berusaha untuk menjadikan bawahannya lebih sukses daripadanya, dan berusaha
mengembangkan kapasitas diri pribadinya sebagai pemimpin.

C. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPEMIMPINAN

Dalam melaksanakan tugas kepemimpinan mempengaruhi orang atau kelompok


menuju tujuan tertentu, kita pemimpin, dipengaruhi oleh beberapa factor. Factor-faktor itu
berasal dari diri kita sendiri, pandangan kita terhadap manusia, keadaan kelompok dan situasi
waktu kepemimpina kita laksanakan. Orang yang memandang kepemimpinan sebagai status
dan hak untuk mendapatkan fasilitas, uang, barang, jelas akan menunjukkan praktek
kepemimpinan yang tidak sama dengan orang yang mengartikan kepemimpinan sebagai
pelayanan kesejahteraan orang yang dipimpinnya. Factor-faktor yang berasal dari kita sendiri
yang mempengaruhi kepemimpinan kita adalah pengertian kita tentang kepemimpinan, nilai
atau hal yang kita kejar dalam kepemimpinan, cara kita menduduki tingkat pemimpin dan
pengalaman yang kita miliki dalam bidang kepemimpinan.

D. IMPLIKASI MANAJERIAL KEPEMIMPINAN DALAM ORGANISASI


Sebab yang terjadi bila implikasi manajerial kepemimpinan dalam organisasi adalah akan
menciptakan kepemimpinan yang baik karna adanya proses manajemen yang direncakan,
karena induk dari sebuah perusahaan adalah pemimpin jadi bila pemimpin nya berkualitas
maka perusahaan tersebut akan menjukukan kualitasnya.
BAB III
METODE PELAKSANAAN KEGIATAN

A. Tempat dan Waktu Kegiatan


Di SD 050660 dan di dalam kelas 5 pada waktu jam 09:30 sebelum jam istirahat.

B. Peserta Kegiatan
Seorang Guru dan Para peserta didik anak SD Kelas 5.

C. Prosedur/Cara kerja
Cara kerja projek kami di sini karena kami tidak menggunakan alat peraga apapun
hanya mengamati secara langsung guru dan para siswa SD untuk mengetahui jiwa
kepemimpinan dari masing-masing diri mereka .

D. Ruang Lingkup Kegiatan


Hanya di sekolah dan hanya di kelas 5.

E. Metode Pelaksanaan Kegiatan


Membentuk suatu individu dari masing-masing diri mereka sehingga dapat terlihat
jiwa kepemimpinannya.

F. Jadwal Kegiatan
Pada Tanggal 12 Mei 2018
Jam 09:30
Di SD 050660 Kuala Bingai, Stabat
BAB IV
HASIL PELAKSANAAN DAN PEMBAHASAN

A. Gambaran Hasil Pelaksanaan


Perencanaan pembelajaran memainkan peranan penting dalam memandu guru
untuk melaksanakan tugas profesionalnya sebagai pendidik dalam melayani
kebutuhan belajar para siswanya. Perencanaan pembelajaran juga dimaksudkan
sebagai langkah awal sebelum proses pembelajaran berlangsung. Seorang guru
sebelum masuk kelas, sudah mempersiapkan sejumlah marteri dan bahan ajar yang
akan disampaikan kepada siswa, agar penyampaian materi tersebut sesuai arah dan
tujuan yang ditetapkan maka lebih dulu disusun suatu perencanaan yang matang.
Seiring perkembangan zaman, tuntutan dalam bidang pendidikan juga sudah
banyak mengalami perubahan. Dalam hal ini, pendidik harus pandai dalam menyusun
dan melaksanakan proses pembelajaran yang mampu mengaktifkan siswa dan
menorong siswa untuk mampu membangun pengetahuannya sendiri. Proses belajar
merupakan sebuah proses yang melibatkan pembentukan “makna” oleh peserta didik
dari proses melihat dan mendengar yang telah mereka lakukan

B. Pembahasan
Komunikasi antara guru dan peserta didik dalam proses pembelajaran
merupakan salah satu aspek penting yang menentukan kualitas proses pembelajaran.
Selain itu, perilaku guru dan peserta didik dalam proses pembelajaran akan
menentukan bentuk komunikasi yang digunakan. Tujuan pembelajaran yang hendak
dicapai, strategi pembelajaran yang akan digunakan, keputusan- keputusan yang mesti
dilaksanakan dalam pembelajaran, rencana pembelajaran yang harus dilaksanakan,
semua tersebut harus mampu dilaksanakan oleh guru denghan membangun
komunikasi yang efektif dengan seluruh warga sekolah. Proses pembelajaran di dalam
kelas merupakan proses transformasi pesan edukatif berupa materi pembelajaran dari
guru kepada peserta didik. Keberhasilan proses pembelajaran akan sangat tergantung
kepada efektivitas proses komunikasi yang terjadi antara guru daqn peserta didik.
Guru merupakan pihak nyang paling bertanggungjawab terhadap
berlangsungnya komunikasi yang efektif dalam proses pembelajaran, sehingga guru
sebagai pendidik dituntut untuk memiliki keterampilan berkomunikasi yang baik agar
menghasilkan proses pembelajaran yang efektif, sesuai dengan tujuan pembelajaran.

 Fungsi Komunikasi Dalam Pembelajaran


1. Pengendalian.
Komunikasi berfungsi sebagai pengendalian dalam pembelajaran, artinya komunikasi
berfungsi untuk mengendalikan perilaku peserta didik dalam proses pembelajaran sehingga
tercapainya tujuan pembelajaran.

2. Motivasi.
Komunikasi berfungsi sebagai motivasi. Komunikasi dapat memperkuat motivasi peserta
didik dalam pembelajaran dengan cara menjelaskan kepada peserta didik mengenai apa yang
harus dipelajari, bagaimana cara mempelajarinya, dan apa tujuan yang ingin dicapai dari apa
yang dipelajari tersebut. Dengan komunikasi yang baik dan efektif, guru berperan strategis
untuk mengembangkan motivasi peserta didik dalam proses pembelajaran yang dilauinya.

3. Pengungkap Emosi.
Komunikasi merupakan saran untuk pengungkapan emosi dalam proses pembelajaran.
Seperti kita pahami bahwa proses pembelajaran di sekolah merupakan proses yang di
dalamnya terjadi interaksi antar berbagai karakter peserta didik, dimana dalam interaksi
tersebut terjadi proses pengungkapan emosi. Oleh karena itu, komunikasi merukana pelepsan
ungkapan emosi perasaan dan p[emenuhan kebutuhan social peserta didik.

4. Informasi.
Komunikasi dapat memberikan informasi yang diperlukan guru dan peserta didik dalam
proses pembelajaran, sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung secara optimal. Selain
itu, guru memberikan informasi kepada peserta didik melalui penyampaian materi
pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

5. Bahan Diskusi.
Komunikasi berfungsi sebagai bahan diskusi, yakni menyediakan informasi yang akan
digunakan oleh guru dan peserta didik dalam proses pembelajaran.
6. Sosialisasi.
Komunikasi berfungsi sebagai media susialisasi, yakni sebagai sarana sosialisasi antara guru
dan poeserta didik. Dalam hal ini, komunikasi menyediakan dan mengajarkan tenatang
pengetahuan, bagaimana bersikap sesuai dengan nilai- nilai yang ada di lingkungan social,
serta bertindak sebagai warga sekolah yang baik.

7. Hiburan.
Komunikasi berfungsi sebagai hiburan. Bahwa komunikasi merupakan media hiburan yang
mudah dan murah bagi guru dan pesrta didik. Melalui komunikasi sebagai hiburan, maka
setiap guru dan peserta didik akan terlibat dalam proses pembelajaran yang menyenangkan.

8. Integrasi.
Komunikasi berfungsi sebagai alat integrasi. Melalui komunikasi, terjadi integrasi diantara
ragam perbedaan yang dimiliki oleh peserta didik. Dalam hal ini, komunikasi juga berfungsi
sebagai perekat diantara perbedaan yang ada.

9. Pendidikan.
Komunikasi berfungsi untuk pendidikan. Bahwa komunikasi mendidik dan memberikan
pengetahuan yang cukup kepada guru untuk mentransfer pengetahuan dan segala kompetensi
yang berhubungan dengannya, sebagai bagian dari proses pendidikan bagi peserta didik.

10. Kebudayaan.
Komunikasi berfungsi untuk memajukan kebudayaan. Melalui pendidikan dan pembelajaran
yang dilaksanakan oleh guru dan peserta didik, maka sesungguhnya kebudayaan sedang
dibangun.

Tujuan Komunikasi Dalam Pembelajaran.


1. Menciptakan pengertian yang sama terhadap setiap pesan dan lambang yang disampaikan
oleh guru kepada peserta didik.
2. MMerangsang pemikiran peserta didik untuk memikirkan pesan dan rangsangan yang ia
terima dari guru.
3. Melakukan suatu tindakan yang selaras dengan pesan yang diterima peserta didik
sebagaimana diharapkan dengan adanya penyampaian pesan tersebut, yaitu untuk melakukan
atau tidak melakukan sesuatu.
4. Pesan bagi peserta didk memperhatikan nada dan pengaruhnya terhadap peserta didik.
Pilihan kata dan nada dalam pesan peserta didik diperhatikan sedemikian rupa untuk
menghindari adanya pengaruh negative terhadap peserta didik.

Macam-Macam Metode Pembelajaran


Di sini kami menggunakan metode Pembelajaran Berdiskusi/Berkelompok sesuai
dengan materi dan judul kami.
Metode diskusi ( Discussion method )
Muhibbin Syah ( 2000 ), mendefinisikan bahwa metode diskusi adalah metode
mengajar yang sangat erat hubungannya dengan memecahkan masalah (problem solving).
Metode ini lazim juga disebut sebagai diskusi kelompok (group discussion) dan resitasi
bersama ( socialized recitation ).

Metode diskusi diaplikasikan dalam proses belajar mengajar untuk :


a. Mendorong siswa berpikir kritis.
b. Mendorong siswa mengekspresikan pendapatnya secara bebas.
c. Mendorong siswa menyumbangkan buah pikirnya untuk memcahkan masalah bersama.
d. Mengambil satu alternatif jawaban atau beberapa alternatif jawaban untuk memecahkan
masalah berdsarkan pertimbangan yang seksama.
Kelebihan metode diskusi sebagai berikut :
a. Menyadarkan anak didik bahwa masalah dapat dipecahkan dengan berbagai jalan
b. Menyadarkan ank didik bahwa dengan berdiskusi mereka saling mengemukakan pendapat
secara konstruktif sehingga dapat diperoleh keputusan yang lebih baik.
c. Membiasakan anak didik untuk mendengarkan pendapat orang lain sekalipun berbeda
dengan pendapatnya dan membiasakan bersikap toleransi. (Syaiful Bahri Djamarah, 2000)
Kelemahan metode diskusi sebagai berikut :
a. tidak dapat dipakai dalam kelompok yang besar.
b. Peserta diskusi mendapat informasi yang terbatas.
c. Dapat dikuasai oleh orang-orang yang suka berbicara.
d. Biasanya orang menghendaki pendekatan yang lebih formal (Syaiful Bahri Djamarah,
2000).
BAB V
PENUTUP

A. Kesimpulan
Pimpin dapat pula berarti menunjukan jalan yang baik atau benar, tetapi dapat pula
berarti mengepalai pekerjaan atau kegiatan. Dalam kepemimpinan ini terdapat hubungan
antar manusia. Yaitu hubungan mempengaruhi (dari pemimpin) dan hubungan kepatuhan-
ketaatan para pengikut atau bawahan karena di pengaruhi oleh kewibawaan pemimpin. Para
pengikut terkena pengaruh kekuatan dari pemimpinnya dan bangkitlah secara spontan rasa
ketaatan pada pemimpin. Kepemimpinan pada dasarnya berarti kemempuan untuk
memimpin, Kemampuan untuk menentukan secara benar apa yang harus dikerjakan.
Sehingga, kepemimpinan merupakan kemampuan mempengaruhi orang lain, yang dilakukan
melalui hubungan interpersoanal dan proses komunikasi untuk mencapai tujuan, dan juga
merupakan suatu proses mengatur dan membantu orang lain agar bekerja dengan benar untuk
mencapai tujuan.

B. Saran
Dalam penulisan Project ini penulis meminta masukan dari pembaca terutama dosen mata
kuliah KEPEMIMPINAN. Karena di dalam penulisan Project ini penulis masih merasa
banyak terdapat kekurangan dan kekeliruan. Oleh karena itu saran dan kritik sangat di
perlukan untuk kemajuan penulis dalam Project selanjutnya
DAFTAR PUSTAKA

N. Ardi Setyanto.2014.Panduan Sukses Komunikasi Belajar-Mengajar.Yogyakarta:DIVA


Press.

http://www.biografiku.com/2009/01/biografi-bj-habibie.html

http://bellaputria.blogspot.co.id/2016/05/gaya-kepemimpinan-bj-habibie.html