Anda di halaman 1dari 7

Studi Kasus Sistem Pengendalian Manajemen

Grand Jean Company

Kelompok 7 :

1. I Putu Bayu Candradinatha (20)


2. Juliana (23)
3. Rustan, Johanna Tania (35)
4. Theresa Ventyana Yulia Putri (38)

PPA BCA 45
2019
I. LATAR BELAKANG
Zumwald AG merupakan perusahaaan manufaktur yang memproduksi dan menjual
serangkaian alat medical diagnostic imaging systems dan biomedical test equipment and
instrumentation yang berpusat di Cologne, German.
Zumwald menjalankan perusahaannya dengan dasar desentralisasi dimana
perusahaan ini sendiri memiliki enam divisi operasi yang masing-masing divisi operasi ini
dipimpin oleh satu orang manager. Masing-masing manager dari divisi operasi diberikan
otonomi yang cukup besar apabila kinerja mereka setidaknya sesuai dengan rencana.
Kinerja dari setiap manajer ini dievaluasi, dan bunus juga diberikan berdasarkan
pencapaian target dari setiap divisi terhadap return on invested capital(ROIC) dan
pertumbuhan penjualan mereka. Walaupun perusahaan sebagian terintegrasi secara
vertical, tetapi setiap manajer dari divisi diperbolhkan untuk membeli sumber dayanya dari
pihak luar jika mereka memilih demikian.
Permasalahan yang timbul dari perusahaan ini ialah adanya permasalahan harga
yang terjadi diantara setiap manager dari beberapa divisi, diantaranya:
 Imaging Systems Division (ISD)
Dimana divisi ini menjual complex ultrasound dan magnetic imaging systems yang
hatganya mahal, berkisar antara €500.000 - €1.000.000
 Heidelberg Division (Heidelberg)
Divisi ini menjual high-resolution monitors, graphic controllers, dan display
subsystems. Diperkirakan setengah penjualan produknya dijual kepada konsumen
luar, dan ISD merupakan salah satu konsumen internal terbesar dari Heidelberg
 Electronic Components Division (ECD)
Divisi ini menjual application-specific integrated circuits dan subassemblies.
Divisi ini pada awalnya didirikan sebagai pemasok tunggal kepada divisi Zumwald
lainnya. Namun pada dekade terakhir, manager dari ECD ini berhasil menemukan
pasar untuk menjual produknya.

Permasalahan ini timbul diantara Imaging Systems Division dan Heidelberg


Division dimanapada tahun 2001, Imaging Systems Division ini merancang ultrasound
imaging system baru yang bernama X73. Dimana X73 ini mempunyai keunggulan terhadap
kecepatan proses dan harga bagi para penggunanya, dan juga ada penghematan tempat
karena ukurannya tidak terlalu besar. Divisi Heidelberg juga berperan dalam perancangan
X73, tetapi Heidelberg diberi kompensasi untuk biaya penuh dari waktu yang dihabiskan
karyawannya untuk proyek ini.

Setelah segala spesifikasi telah ditentukan, Manager dari ISD meminta penawaran
untuk bahan-bahan material yang diperlukan untuk memproduksi komponen X73 ini.
Heidelberg diminta untuk mengajukan penawaran untuk memasok display yang diperlukan
untuk produksi sistem X73 begitu juga dengan dua perusahaan dari luar lainnya. Pemasok
dari luar yang melakukan pewaran ialah Bogardus NV dan Display Technologies PLC.
Bogardus NV ialah perusahaan Belanda dengan reputasi untuk menghasilkan produk-
produk berkualitas tinggi. Bogardus merupakan pemasok lama dari Zumwald, tetapi
Bogardus sendiri tidak pernah memasok display units dan systems ke divisi Zumwald
manapun. Sedankan Display Technologies Plc merupakan perusahaan Inggris yang baru
saja memasuki pasar dan terkenal dengan harganya yang relative murah dalam rangka
mendapatkan market share yang ada. Perinician harga yang didapatkan adalah sebagai
berikut:

Supplier Cost per X73 systems (B)

Heidelberg Division 140000

Bogardus NV 120500

Display Technologies Plc 100500

Dari hasil penawaran yang diberikan dari masing-masing pemasok, Direktur dari
ISD memutuskan untuk membeli system yang dijual oleh Display Technologies Plc.
Mengetahui hal ini, Paul Halperin, general manager dari Heidelberg Division sangat marah
dan melakukan komplain kepada Managing Director Zumwald AG yaitu Rolf Fettinger.

Karena permasalahan ini semakin serius, maka dilakukan sebuah pertemuan


(meeting) yang menghadirkan kedua pihak. Pada pertemuan ini juga, Imaging System
Division menyatakan bahwa alasan mereka tidak memilih untuk membeli systems yang
dijual oleh Heidelberg ialah karena Heidelberg menjual dengan melakukan mark-up
sehingga ISD sendiri tidak mampu untuk membeli karena menimbang harga yang diberikan
terlalu mahal. Selain itu juga alasan lainnya ialah karena ISD ingin menjual produk X73 ini
dengan harga yang kompetitif di pasar. Sehingga jika ia membeli systems dari Heidelberg,
otomatis beban yang dihasilkan semakin tinggi dan untuk menutupi bebannya itu maka ISD
harus memberikan harga jual yang lebih tinggi untuk menutup bebannya dan mendapatkan
untung (profit) karena ia menjual dengan harga yang lebih tinggi, maka kemungkinan besar
konsumennya tidak banyak yang mau membeli.

Dilain sisi, dari Heidelberg Division semdiri menyatakan alasan bahwa mereka
melakukan mark-up terhadap produknya sendiri ialah karena Conrad Bauer, Managing
Director dri Imaging Systems Division ini meminta Heidelberg memberikan harga jual yang
lebih rendah dibandingkan bebannya. Jika Heidelberg terus melakukan hal ini maka
Heidelberg tidak akan bertahan di pasar dan cenderung akan menutup divisinya. Sehingga
mereka perlu menentukan harga produk mereka agar mendapatkan return yang sesuai dari
investasi yang telah dilakukan. Heidelberg juga sudah memberikan staffnya agar mau
membantu dalam proses perancangan produk X73 tanpa adanya mark-up dalam biaya upah.
Sehingga jika Heidelberg tetap memasok harga sistemnya tanpa adanya mark-up maka
Zumwald juga terancam akan tutup karena adanya kerugian yang dihadapi oleh divisi
Heidelberg sendiri

Analisis

ISD dihadapkan pada pilihan dalam memilih supplier untuk komponen system barunya
yaitu X73. Pilihan tersebut ialah membeli dari divisi Heildelberg yang merupakan bagian internal
dari Zumwald AG dengan harga penawaran €140.000/ X73 system, Bogardus NV dengan harga
penawaran €120.500/X73 system, dan Display Technologies Plc dengan harga penawaran
€100.500/X73 system.

Jika dilihat hanya dari harga yang ditawarkan ketiga supplier, tentu saja ISD akan memilih
Display Technologies Plc sebagai suppliernya karena menawarkan harga terendah, yaitu
€100.500/X73 system. Meskipun demikian, selain harga, ada hal yang perlu dipertimbangkan oleh
ISD, yaitu kualitas system yang dipasok oleh suppliernya. Display Technologies Plc merupakan
perusahaan Inggris yang baru saja memasuki pasar dan memberikan harga penawaran yang
kompetitif sebagai upaya untuk mengambil pangsa pasar. Dengan begitu, Display Technologies
Plc masih belum berfokus pada pemberian kualitas produk terbaik seperti yang dilakukan oleh
Bogardus NV, perusahaan Belanda yang memiliki reputasi memproduksi produk dengan kualitas
yang tinggi. Begitu juga dengan Heidelberg yang tentunya dapat memberikan produk dengan
kualitas yang baik mengingat Heidelberg juga berpartisipasi dalam pendesignan X73. Display
Technologies Plc berkemungkinan untuk menaikkan harganya dimasa mendatang ketika sudah
mencapai target pangsa pasar yang diinginkan. Maka dari itu dengan harga yang dinaikkan dan
kualitas yang ditawarkan Display, mungkin saja ISD berniat untuk beralih ke supplier lainnya,
yang mungkin dapat membuat ISD mengeluarkan switching cost di masa mendatang.

ISD tidak memilih untuk memasok dari Heidelberg, hal ini memicu pertikaian antara kedua
divisi tersebut. Heidelberg berargumen bahwa dengan memasok darinya akan memberikan
keuntungan yang lebih baik bagi perusahaan Zumwald secara keseluruhan. Keuntungan yang
didapatkan oleh ISD apabila memasok dari Display dibanding Heidelberg adalah €39.500
(€140.000-€100.500). Angka tersebut lebih kecil dibanding contribution margin yang hilang
apabila tidak memilih Heidelberg yaitu €102.600 yang didapat dari contribution margin
Heidelberg €90.000 dan contribution margin Electronic Components Division €21.600. Fixed cost
tidak relevan bagi kedua divisi karena kedua divisi tidak beroperasi pada full capacity.

Heidelberg Division Electronic Components Division


Revenue € 140,000 Revenue € 21,600
Direct material € 21,600 variable manufacturing cost € 9,000
Conversion cost Contribution margin € 12,600
variable cost € 28,400
fixed cost (labor) -
total cost € 50,000
Contribution margin € 90,000

Cash flow if sourced from Display 100500


Cash flow If sourced iternally
Heidelberg division excluding ECD-supplied material 28400
ECD variable cost 9000 37400
Difference 63100
Dari perhitungan berikut ini dapat dilihat walaupun ISD membeli dari Heidelberg
sekalipun, ISD masih mendapat contribution margin sebesar €101.700. Dengan demikian,
sebenarnya ISD masih bisa membayar diatas harga Display, dengan kelebihannya mejadi
tambahan contribution margin bagi Heidelberg dan ECD.

Suppliers
Imaging Systems Division (ISD)
Heidelberg Division Display Technologies PLC
Revenue 340000 340000
Direct Material 140000 100500
Other Component 72000 72000
Conversion cost
Variable cost 26300 26300
Fixed cost - -
Total cost 238300 198800
Contribution margin 101700 141200

Meskipun demikian, kelompok kami lebih memilih agar Mr. Fettinger tetap membebaskan
bagi ISD untuk memilih sendiri supplier sesuai dengan yang paling menguntungkan bagi divisinya
sejalan dengan prinsip desentralisasi yang telah diterapkan selama ini dan karena selama ini tiap
divisi dinilai dan diberikan bonus berdasarkan performance masing-masing divisi. Selain itu,
produk baru X73 tersebut hanya berkontribusi kurang dari 5% dari revenue tiap divisi yang terlibat.
Sebagai profit center, masing-masing divisi akan berusaha sebaik mungkin mendapatkan profit
yang semaksimal mungkin karena dari hal itu lah divisi tersebut dinilai. Heidelberg juga dapat
lebih mengefisiensikan divisinya agar dapat menawarkan harga yang kompetitif.

Alternatif lain : apabila perusahaan tetap memutuskan bahwa ISD harus membeli secara
internal, maka transfer price yang sebaiknya ditawarkan kepada ISD adalah antara €66.500 (tidak
memperhitungkan fixed cost dan menggunakan mark up yang digunakan Heidelberg apabila
menawarkan price €140.000) dan €100.500 (market price). Angka pasti diantara minimum dan
maximum transfer price tersebut dapat dinegosiasikan oleh kedua divisi yang terlibat.

Heidelberg Division
Revenue 140000 66500
Direct material 21600 21600
Conversion cost
variable cost 28400 28400
fixed cost (labor) 55000
total cost 105000 50000
Contribution margin 35000 16500
markup 33% 33%

Dari kasus, dapat diketahui bahwa ada 3 divisi yang melakukan transfer secara internal.
Heidelberg menjual komponennya kepada divisi ISD dengan menggunakan penentuan transfer
pricing : full cost plus markup. Dari table diatas kolom ke 2 dapat dilihat bahwa Heidelberg
menetapkan mark up sebesar 33% dari total cost. Sedangkan ECD juga menggunakan metode
transfer pricing full cost plus markup dengan markup sebesar 20% dari full cost.

Electronic Components Division


Revenue 21600
full manufacturing cost 18000
Contribution margin 3600
mark up 20%