Anda di halaman 1dari 4

Anti Inflamasi Dalam Madu!

Kurangi
Peradangan Pada Kulit
Diposting pada 7 April 2018 oleh Madu Asli

Antiinflamasi dalam madu dapat mengurangi rasa gatal pada kulit yang terinfeksi, dan karena
kandungan flavonoid dalam madu sangat baik mengurangi gejala yang ditimbulkan seperti
kemerahan, panas pada kulit, bengkak, dan rasa sakit.

Kandungan Anti Inflamasi Dalam Madu


Anti inflamasi dalam madu bekerja untuk mengurangi peradangan pada kulit yang terinfeksi
dengan kandungan sebagai berikut:

1. Madu asli memiliki kandungan flavonoid yang dapat mencegah pertumbuhan radikal
bebas dan mengakibatkan radang pada kulit gatal yang disebut dengan ruam dan
berwarna kemerahan, flavonoid di dalam madu asli juga sangat penting sebagai anti
alergi dan dapat mempercepat proses penyembuhan luka gatal.
2. Kandungan fenol dalam madu dapat menghambat produksi sitokin proinflamasi.
3. Kandungan ap-albumin-1 protein yang mampu menghambat fagositosis makrofag
langkah pertama dalam rantai respon inflamasi terhadap jaringan nekrotik atau sel
mikroba.
4. Adanya reaksi in aktivasi reavtive oxygen species (ROS) yang dihasilkan oleh sel fagosit
dalam mekanisme antiinflamasi

Antiinflamasi Dalam Madu Untuk Inflamasi

Kandungan antiinflamasi dalam madu berperan untuk mengurangi inflamasi atau radang yang
terjadi pada infeksi di kulit.

*Inflamasi merupakan respon dari suatu organisme terhadap pathogen dan alterasi mekanis
dalam jaringan, berupa rangkaian reaksi yang terjadi pada tempat jaringan yang mengalami
cedera karena terbakar atau terinfeksi.

**Inflamasi merupakan salah satu dari respon utama dari system kekebalan dan daya tahan tubuh
terhadap infeksi dan iritasi saat suatu mediator inflamasi atau radang seperti pada luka, terdeteksi
oleh tubuh. Kemudian pemeabilitas sel ditempat tersebut meningkat diikuti keluarnya cairan ke
tempat inflamasi maka terjadilah pembengkakan. Kemudian terjadi pelebaran atau vasodilatasi
pembuluh darah perifer sehingga aliran darah dipacu ke tempat tersebut dan akibatnya timbul
warna merah dan terjadi migrasi sel-sel darah putih sebagai pasukan pertahanan tubuh.

***Antiinflamasi merupakan obat yang dapat menghilangkan radang yang disebabkan bukan
karena mikroorganisme atau non infeksi.
****Gejala pada inflamasi disertai dengan panas, kemarahan, bengkak, nyeri atau sakit,
terganggunya fungsi jaringan.

*****Proses inflamasi meliputi kerusakan mikrovaskuler, meningkatnya permeabilitas vaskuler


dan migrasi leukosit ke jaringan radang dengan diikuti gejalanya.

Cara Kerja Antiinflamasi Dalam Madu

Manfaat antiinflamasi dalam madu memiliki 3 peran penting dalam perlawanan terhadap infeksi,
atara lain:

1. Memungkinkan penambahan molekul dan sel efektor ke lokasi infeksi untuk


meningkatkan performa makrofaga.
2. Menyediakan rintangan untuk mencegah dan mellindungi penyebaran infeksi.
3. Mencetuskan proses perbaikan untuk jaringan yang rusak.

Jenis-jenis Peradangan

Antiinflamasi dalam madu atasi radang sendiri terbagi menjadi 2 jenis yaitu:

1. Inflamasi non imunologis yaitu tidak melibatkan system imun atau tidak ada reaksi alergi
misalnya karena luka, cedera fisik dan sebagainya.
2. Inflamasi imunologis yaitu dengan melibatkan system imun dan terjadi reaksi antigen
antobodi, misalnya pada penyakit asma.
Respon Peradangan Terhadap Antiinflamasi Pada Madu

Respon peradangan dapat dikenali dengan adanya gejala perubahan pada pembuluh darah di area
yang terinfeksi, seperti:

1. Pembesaran diameter pembuluh darah, yang disertai peningkatan aliran darah di daerah
infeksi, yang dapat menyebabkan kulit tampak lebam kemerahan dan penurunan tekanan
darah terutama pada pembuluh kecil.
2. Aktivitas molekul adhesi untuk merekatkan endothelia dengan pembuluh darah.
3. Kombinasi dari turunnya tekanan darah dan aktivitas molekul adhesi, akan
memungkinkan sel darah putih bermigrasi ke endothelium dan masuk ke dalam jaringan,
proses ini dikenal dengan ekstravasasi.
Gejala Respon Terhadap Antiinflamasi Madu

Adanya gejala yang muncul akibat respon antiinflamasi yang terdapat dalam madu, berikut
beberapa gejala yang dapat diketahui:

1. Kemerahan (rubor)

Kemerahan atau rubor merupakan hal pertama yang terlihat di daerah yang mengalami
peradangan, saat reaksi peradangan mulai timbul maka arteri yang mensuplai darah ke daerah
tersebut melebar yang menyebabkan banyak darah mengalir ke dalam mikrosirkulasi lokal.
Pembuluh darah yang kosong atau sebagian kosong akan meregang dengan cepat dan terisi
penuh oleh darah yang dikenal dengan hyperemiayang menyebabkan warna merah lokal karena
peradangan aktif.

2. Panas (kalor)

Panas atau kaor terjadi bersamaan dengan kemarahan dari reaksi peradangan, yang merupakan
sifat reaksi peradangan yang hanya terjadi pada permukaan kulit menjadi lebih panas dari
sekelilingnya sebab darah dengan suhu 37° C yang dialirkan tubuh ke permukaan area yang
terkena radang lebih banyak dialirkan daripada ke daerah normal.

3. Rasa sakit (dolor)

Rasa sakit atau dolor dari reaksi peradangan dapat dihasilkan dengan berbagai cara, yaitu
perubahan pH lokal atau konsentrasi ion-ion tertentu dapat merangsang ujung-ujung saraf,
pengeluaran zat kimia tertentu misalnya mediator pembengkakan jaringan yang meradang
mengakibatkan peningkatan tekanan lokal sehingga menimbulkan rasa yang sakit.

4. Pembengkakan (tumor)

Gejala paling mencolok dari peradangan yaitu adanya tumor atau pembengkakan yang
diakibatkan adanya peningkatan permeabilitas dinding kapiler serta pengiriman cairan dan sel-sel
dari sirkulasi darah ke jaringan yang cedera. Dinding kapiler tersebut menajdi lebih permeable
dan lebih mudak dilalui oleh leukosit dan protein terutama albuin yang diikuti oleh molekul yang
lebih besar sehingga plasma jaringan mengandung lebih banyak protein daripada biasanya yang
kemudian meninggalkan kapiler dan masuk ke dalam jaringan sehingga menyebabkan jaringan
menjadi bengkak.

5. Perubahan fungsi (fungsio laesa)

Gangguan fungsi yang diketahui merupakan konsekuensi dari suatu proses radang. Gerakan yang
terjadi pada daerah radang baik secara sadar maupun secara reflek akan mengalami hambatan
oleh rasa sakit, pembengkakan yang hebat secara fisik mengakibatkan berkurangnya gerak
jaringan.
Jenis Radang Yang Dapat Diatasi Antiinflamasi Madu

Berikut jenis radang yang mampu ditangani oleh kandungan antiinflamasi dalam madu, antara
lain:

1. Radang atau inflamasi akut

Radang akut merupakan respon yang cepat dan segera terhadap cedera yang didesain untuk
mengantar leukosit ke daerah cedera, dan leukosit membantu membuang berbagai mikroba yang
menginvasi dan mengawali proses pembongaran jaringan nekrotik. Terdapat 2 komponen utama
yaitu perubahan penampang dan structural dari pembuluh darah serta emigrasi dari leukosit.
DItandai dengan perubahan vaskuler, edema, dan infiltrasi neutrophil dalam jumlah besar.

2. Radang atau inflamasi kronis

Radang atau inflamasi kronis dapat diartikan sebagai radang yang memiliki durasi panjang data
berminggu-minggu hingga bertahun-tahun dan terjadi proses secara stimultan dari inflamasi
aktif, cedera jaringan, dan penyembuhan.

Baca: 10 top jenis madu dengan antioksidan tertinggi

Antiinflamasi bekerja dengan mengurangi gejala yang muncul seperti panas, kemerahan, rasa
sakit dan bengkat yang biasa terjadi saat terjadi pembengkakan. Penggunaan antiinflamasi
dalam madu karena kandungan flavonoid di dalamnya yang bekerja mengurangi rasa gatal dan
gejala yang muncul saat terjadi peradangan.

https://www.maduasli.co.id/blog/anti-inflamasi-dalam-madu/