Anda di halaman 1dari 21

MAKALAH

SISTEM PENDINGIN
( COOLING WATER SYSTEM )

Dengan aturan klas ABS


(American Bureau of Shipping)

Israldi Yamin D33116504 / 2016

Aan Anugrah D33116502 / 2016

PROGRAM STUDI TEKNIK SISTEM PERKAPALAN


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS HASANUDDIN
GOWA
2017
SISTEM PENDINGIN / COOLING WATER SYSTEM
2018

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, segala puji dan syukur bagi Allah SWT yang telah memberikan
kemampuan, kekuatan, serta keberkahan baik waktu, tenaga, maupun pikiran kepada penulis
sehingga dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Sistem Instalasi Perpipaan – Sistem
Pendingin / Cooling Water System” Menggunakan Rules American Bureau of Shipping tepat
pada waktunya.

Dalam penyusunan makalah ini, penulis banyak mendapat tantangan dan hambatan
akan tetapi dengan bantuan dari berbagai pihak tantangan itu bisa teratasi. Oleh karena itu,
penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar- besarnya kepada ibu Ir.Syerly Klara, MT
selaku dosen Sistem Instalasi Perpipaan atas bimbingan, pengarahan, dan kemudahan yang
telah diberikan kepada penulis dalam pengerjaan makalah ini.

Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan pada penulisan makalah ini.
Maka dari itu, saran dan kritik yang membangun sangat penulis harapkan dari pembaca
sekalian. Penulis berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi siapa saja yang
membacanya

Makassar, 16 Februari 2017

Penulis

ii
SISTEM PENDINGIN / COOLING WATER SYSTEM
2018

DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL...............................................................................................................i

KATA PENGANTAR...............................................................................................................ii

DAFTAR ISI.............................................................................................................................iii

BAB I. PENDAHULUAN.........................................................................................................1

1.1 LataBelakang...........................................................................................................1

1.2 Batasan Masalah....................................................................................................2

1.3 Tujuan.......................................................................................................................2

1.4 Manfaat....................................................................................................................2

BAB II. PEMBAHASAN..........................................................................................................3

2.1 Pengertian Sistem Pendingin....................................................................................3

2.2 Fungsi Sistem Pendingin.........................................................................................6

2.3 Aturan ABS mengenai Sistem Pendingin................................................................7

2.4 Komponen Sistem Pendingin.................................................................................11

2.5 Prinsip Kerja Sistem Pendingin..............................................................................15

2.6 Diagram Sistem Pendingin.....................................................................................16

BAB III. PENUTUP.................................................................................................................17

3.1 KESIMPULAN......................................................................................................17

3.2 SARAN. ................................................................................................................17

DAFTAR PUSTAKA..............................................................................................................18

iii
SISTEM PENDINGIN / COOLING WATER SYSTEM
2018

BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang

Angkutan transportasi laut merupakan modal transportasi yang sarat akan


regulasi (aturan). Sejak kapal dipesan untuk dibangun hingga kapal beroperasi,
selalu ada peraturan yang harus dipatuhi dan di dalam proses pelaksanaannya pun
selalu dilakukan pengawasan. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya mewujudkan
keadaan terpenuhinya persyaratan keselamatan dan keamanan yang menyangkut
angkutan di perairan.
Namun transportasi laut di Indonesia saat ini bisa dikatakan sedang
mengalami masalah. Kecelakaan laut yang menelan banyak korban jiwa dan harta
benda terjadi bergantian. Akar penyebab kecelakaan laut belum ditangani secara
serius sehingga bahaya selalu mengintai pengguna jasa angkutan laut.
Badan klasifikasi kapal merupakan bagian penting dari sebuah bangunan
kapal. Di Indonesia sendiri sudah terdapat badan klasifikasi yaitu Biro Klasifikasi
Indonesia (BKI) namun keberadaan BKI masih belum dapat untuk menjadi
anggota asosiasi dunia. Namun untuk kapal yang berlayar di daerah perairan
Indonesia dapat menggunakan peraturan dari BKI. Selain BKI di Indonesia
sendiri tidak jarang menggunakan klas asing untuk sebuah kapal. Biro-biro
klasifikasi adalah pihak-pihak yang berwenang dengan pengaruh yang sangat
besar dalam pembangunan kapal, rancangan, dan keamanan kapal niaga, dan
berguna sebagai tutunan selama seluruh waktu pembangunan kapal.beberapa biro
klasifikasi yang paling berpengaruh dan penting adalah Biro Klasifikasi Inggris
(LLoyd’s Register of Shipping/LR) berdiri di London tahun 1760, Biro
Klasifikasi Perancis (Bureau Veritas/BV) berdiri di Paris tahun 1828, Biro
Klasifikasi Norwegia (Det Norske Veritas/NV) berdiri di Oslo tahun 1864, Biro
Klasifikasi italia (Registo Italiano Navale/RIN)berdiri di Genoa tahun 1861, Biro
Klasifikasi Amerika (The American Bureau of Shipping/ABS) berdiri di Houston
tahun 1862, Biro Klasifikasi Jerman (Germanischer Lloyd/GL) berdiri di
Hamburg tahun 1867, Biro Klasifikasi Jepang (Nippon Kaiji
Kyokai/NKK) berdiri di Tokyo tahun 1899.

1
SISTEM PENDINGIN / COOLING WATER SYSTEM
2018

Aturan ABS untuk klasifikasi berisi persyaratan prosedural dan teknis terkait
dengan mendapatkan dan mempertahankan sertifikat kelas. Aturan mewakili
semua persyaratan diadopsi oleh Masyarakat sebagai dasar untuk klasifikasi.

1.2 Batasan Masalah


1. Pengertian sistem instalasi perpipaan.
2. Fungsi sistem instalasi perpipaan.
3. Komponen sistem instalasi perpipaan.
4. Cara kerja sisten instalasi perpipaan.
5. Diagram sistem instalasi perpipaan

1.3 Tujuan
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini ini adalah sebagai berikut:
1. Untuk mengetahui badan klasifikasi kapal American Bureau of Shipping
yang biasa disingkat ABS
2. Untuk mengetahui aturan instalasi perpipaan kapal.
3. Untuk mengenatauhi sistem kerja dari sistem instalasi perpipaan.
4. Untuk mengetahui komponen-komponen sistem instalasi peprpipaan.

1.4 Manfaat
Adapun manfaat yang diperoleh dari makalah ini ialah sebagai berikut:
1. Mengetahui pengertian sistem intalasi perpipaan.
2. Mengetahui sistem instalasi perpipaan.
3. Mengetahui komponen-komponen intalasi perpipaan.
4. Mengetahui cara kerja sistem intalasi perpipaan.
5. dapat menggambarkan diargram sistem pipa

2
SISTEM PENDINGIN / COOLING WATER SYSTEM
2018

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Sistem Pendingin
Sistem perpipaan merupakan sistem yang kompleks di kapal
untuk perencanaan dan pembangunannya. Sistem perpipaan mempunyai
hubungan yang sangat erat dengan prinsip-prinsip analisa static dan dinamic
stress, thermodinamic, teori aliran fluida untuk merencanakan keamanan dan
efisiensi jaringan pipa (network piping). Peletakan komponen yang akan
disambungkan dengan pipa perlu diperhatikan untuk mengurangi hal-hal yang
tidak diinginkan seperti : panjang perpipaan, susunan yang kompleks,
menghindari pipa melalui daerah yang tidak boleh ditembus, menghindari
penembusan terhadap struktur kapal, ddl. Jalur instalasi pipa sedapat mungkin
direncanakan untuk mengindari stress yang terlalu tinggi pada struktur. Pada
perancangan sistem instalasi diharapkan menghasilkan suatu jaringan instalasi
pipa yang efisien dimana aplikasinya baik dari segi peletakan maupun segi
keamanan dalam pengoperasian harus diperhatikan sesuai peraturan- peraturan
klasifikasi maupun dari spesifikasi installation guide dari sistem pendukung
permesinan.

Pendingin adalah suatu media yang berfungsi untuk menyerap panas. Panas
tersebut didapat dari hasil pembakaran bahan bakar didalam cylinder. Didalam
sistem pendingin terdapat beberapa komponen yang bekerja secara berhubungan
antara lain : cooler, pompa sirkulasi air tawar, pompa air laut, strainer pada air
laut dan sea chest. Dari keempat komponen inilah yang sering menyebabkan
kurang maksimalnya hasil pendinginan terhadap Motor Induk. Air pendingin
dalam fungsinya sangat vital dalam menjaga kelancaran pengoperasian motor
induk (P.Van Maanen, 2002, Motor Diesel Kapal, hal 8.1, Noutech

Agar bangunan motor diesel terpelihara dari tegangan akibat panas, maka
panas yang timbul harus dapat dikendalikan. Keadaan tersebut hanya bisa diatasi
dengan cara mengedarkan (mensirkulasi) media pendingin dengan tekanan yang
konstan ke seluruh komponen motor induk seperti cylinder jacket cooling,

3
SISTEM PENDINGIN / COOLING WATER SYSTEM
2018

cylinder head, dan injector. Sistem ini harus menjadi pengawasan bagi para crew
mesin agar aliran pendingin selalu lancar.

Sistem pendingin pada motor diesel, dilakukan dengan dua sistem, yaitu sistem
pendinginan tertutup dan sistem pendinginan terbuka. Sistem pendinginan ini
bertujuan untuk mencegah terjadinya kelelahan bahan, karena pemanasan
berlebihan yang dapat mengakibatkan turunnya kinerja pada mesin itu. Tidak
adanya perawatan terhadap air pendingin mesin induk dan pesawat bantu lainnya
dapat berakibat fatal dan serius. Guna menjaga lancarnya air yang keluar dari
sistem pendingin, maka perlu dilakukan perhatian yang serius misalnya : bagian
mesin yang didinginkan, pipa pendingin, pompa air laut, sea chest dan
sebagainya.

Menurut Jusak Johan Handoyo (2016:85) dalam buku yang berjudul Motor diesel
Penggerak Utama Kapal sistem pendingin mesin induk ada 2 (dua) macam yaitu :

1. Sistem Pendingin Terbuka


Sistem pendinginan terbuka adalah sistem media air laut sebagai media
pendinginnya setelah melakukan fungsi pendinginan, selanjutnya air laut
tersebut langsung dibuang ke luar, umumnya media pendingin yang di pakai
adalah air laut, sistem media terbuka ini mempunyi dampak negatif terhadap
material yang bersentuhan langsung dengan air laut, akan mudah berkarat,
kotor, penyempitan saluran pipa-pipa pendingin dan lainnya.

Air laut langsung digunakan dalam sistem mesin sebagai media pendingin
untuk penyerapan panas. Pendingin air laut sistemnya hanya lewat untuk
menyerap panas dan akan terbuang kembali ke laut maka dikatakan sistem
pendinginan terbuka.

Keuntungan dari sistem pendingin air laut (sistem terbuka) yaitu lebih
sederhana dan daya yang diperlukan untuk sirkulasi air lebih kecil
dibandingkan dengan sistem pendinginan air tawar (tertutup). Selain itu dapat
menghemat pemakaian peralatan, karena pada sistem ini tidak memerlukan

4
SISTEM PENDINGIN / COOLING WATER SYSTEM
2018

tangki air dan tidak memerlukan banyak pompa untuk mensirkulasikan air
pendingin. Sedangkan kerugian dari sistem pendinginan air laut ini adalah
pada instalasi perpipaannya mudah sekali terjadi pengerakan (karat) karena air
laut ini bersifat korosif serta air pendingin sangat terpengaruh dengan
temperatur air laut.

2. Sistem Pendinginan Tertutup


Sistem pendingin tertutup adalah sebuah sistem dengan media
pendinginnya menggunakan air tawar yang digunakan secara terus-menerus
bersirkulasi untuk mendinginkan Motor/Mesin tersebut. Jadi sebelum
dimasukan kembali ke dalam Motor/Mesin, air tawar pendingin tersebut
dimasukan ke dalam alat pemindah panas yang disebut fresh water cooler
untuk menurunkan media air tawar tersebut pada suhu antara 500C-600C.
Sedangkan alat pemindah panas yang dipergunakan untuk menyerapnya panas
air tawar adalah media air laut yang setelah mendinginkan air tawar langsung
di buang ke laut.

Air tawar digunakan dalam rangkaian sistem tertutup untuk mendinginkan


mesin yang ada di kamar mesin. Air tawar kembali dari cooler setelah
pendinginan mesin yang selanjutnya didinginkan oleh air laut pada pendingin
air laut.

Sistem pendinginan tertutup menggunakan dua media pendingin yang


digunakan adalah air tawar dan air laut, Air tawar digunakan untuk
mendinginkan bagian-bagian mesin sedangkan air laut untuk mendinginkan
air tawar melewati pesawat cooler. Setelah itu air laut langsung dibuang
keluar kapal dan air tawar tersirkulasi secara terus menerus mendinginkan
mesin secara merata.

5
SISTEM PENDINGIN / COOLING WATER SYSTEM
2018

2.2 Fungsi Sistem Pendingin


Seperti uraian dalam NSOS, (2006:25) dalam buku “Manajemen
Perawatan dan Perbaikan Motor Diesel Penggerak Kapal” menyatakan bahwa
tujuan pendinginan adalah untuk :

 Menjaga agar mesin mampu bekerja terus menerus.


 Mencapai tenaga yang optimal.
 Mengurangi terjadinya kerusakan mesin.
 Mempertahankan temperatur agar bekerja dalam kondisi normal.
 Daya tahan mesin atau bahan material lebih lama.

Apabila dinding silinder tidak didinginkan pada saat operasi, maka dinding
silinder yang dipakai akan kehilangan kekuatan yang diperlukan. Timbulnya
masalah-masalah pada sistem pendinginan mesin induk akibat dari tekanan pompa
tidak normal, disebabkan oleh kurangnya perawatan terhadap media pendingin,
dan air pendingin serta peralatan sistem pendingin yang tidak bekerja dengan
normal. Dengan demikian suhu (temperature) air pendingin sering melewati batas
maksimum, walaupun dalam putaran mesin minimum (rendah). Air pendingin
dalam fungsinya sangat penting dalam menjaga kelancaran pengoperasian motor
induk untuk mempertahankan suhu pendinginan, sehingga sesuai dengan yang
telah ditetapkan dalam buku petunjuk dari buku manual

Perlunya pendinginan pada motor induk ketika sedang bekerja, sering mengalami
gangguan, sehingga pendinginan tidak normal yang mengakibatkan naiknya suhu
air tawar. Hal ini disebabkan oleh adanya kebocoran pada cylinder head, sehingga
air yang ada di tangki ekpansi berkurang. Demikian juga suhu air pendingin harus
dijaga sesuai dengan nilai marginalnya. Hal tersebut untuk mencegah
terlampauinya titik embun dari gas pembakaran yang mendukung CO2, sehingga
akan berubah dengan terbentuknya asam belerang pada ruang pembakaran, katup-
katup, nozzle pada bagian jalur–jalur silinder ini disebabkan sifatnya yang mudah
mengikat senyawa dengan unsur lain kedalamnya, air pendingin tersebut juga
sebagai kendala yang bisa menimbulkan kerak-kerak.

6
SISTEM PENDINGIN / COOLING WATER SYSTEM
2018

Selain itu agar kondisi motor induk dapat bekerja dengan normal, hal-hal yang
perlu dilaksanakan antara lain perawatan air pendingin, dan perawatan komponen-
komponen sistem pendingin. Tidak sempurnanya fungsi komponen dari sistem
pendingin, jelas akan berpengaruh terhadap kinerja motor induk. Segala sesuatu
yang berhubungan dengan sistem perlu dijaga dan dirawat oleh seluruh crew
mesin.

2.3 Aturan ABS mengenai Sistem Pendingin


Aturan ABS mengenai sistem pendingin terdapat pada “ABS RULES FOR
BUILDING AND CLASSING” Tahun 2018 Part 4, Chapter 6, Section 5.
 Umum
 Aplikasi
Ketentuan 4-6-5 / 7 berlaku untuk sistem pendinginan mesin diesel dan
turbin gas dan roda gigi pengurangnya yang terkait, sebagaimana yang
berlaku, yang ditujukan untuk penggerak dan pembangkit tenaga listrik.
 Kebutuhan dasar

Persyaratan untuk sistem pendinginan dimaksudkan untuk menyediakan


kontinuitas pasokan media pendinginan melalui penyediaan redundansi
pada sistem ke mesin penggerak dan pelengkap.

 Komponen Sistem Pendingin


 Pompa
Pendingin pompa air dari turbin gas propulsi dan perlengkapan reduksi
yang terkait dan pompa air pendingin mesin diesel propulsi dengan bore
lebih besar dari 300 mm dan roda gigi pengurang yang terkait harus
disertifikasi sesuai dengan 4-6-1 / 7.3. Pompa yang memasok media
pendingin selain air harus dikenai persyaratan yang sama.
 Pendingin
(a) Umum.
Pendingin air dan udara yang memiliki salah satu dari parameter disain
berikut harus disertifikasi oleh ABS:
 Tekanan desain> 6,9 bar (7 kgf / cm2, 100 lb / in2) di kedua
sisinya

7
SISTEM PENDINGIN / COOLING WATER SYSTEM
2018

 Tekanan desain> 1 bar (1 kgf / cm2, 15 lb / in2), volume


internal> 0,14 m3 (5 ft3), dan suhu disain> 149 ° C (300 ° F)
pada kedua sisinya.
(b) Pengisian Pendingin Udara
Charger pendingin udara tidak dikenakan 4-6-5 / 7.3.2 (a). Mereka
harus diuji secara hidrostatik di sisi air sampai 4 bar (4,1 kgf / cm2, 57
psi), namun tidak kurang dari 1,5 kali tekanan desain pada sisi air, baik
di pabrik pembuat pabrik atau di hadapan Surveyor, setelah
pemasangan onboard kapal. Lihat juga 4-2-1 / 13.3 untuk penerimaan
sertifikat pabrik.
 Pipe Fittings and Penyambungan
Alat kelengkapan dan sambungan pipa adalah untuk memenuhi
persyaratan sertifikasi dalam 4-6-1 / 7.1; bahan dalam 4-6-2 / 3; dan
disain dalam 4-6-2 / 5.5 dan 4-6-2 / 5.15 dikenai batasan dalam 4-6-5 /

Tabel 3. Sambungan ekspansi non-logam bekas, jika digunakan, harus


dari tipe yang disetujui; lihat 4-6-2 / 5.8.1.

 Sea Chests
Setidaknya sea chests, yang berada di bawah garis air paling ringan,
sejauh mungkin dan sebaiknya di sisi yang berlawanan dari kapal,
harus disediakan. Masing-masing seachests harus mampu mendukung
pendinginan mesin propulsi dan pelengkap dan layanan lainnya yang
mengambil air laut dari seachest yang sama.

8
SISTEM PENDINGIN / COOLING WATER SYSTEM
2018

 Sistem Pendingin untuk Mesin Propulsi dan Auxiliary


 Pompa Air Pendingin
(a) Pompa Siaga
Setidaknya ada dua sarana untuk memasok air pendingin atau
media lainnya ke mesin penggerak dan penolong, kompresor
udara, pendingin, roda gigi reduksi, dan sebagainya. Kapasitas
setiap sarana harus cukup untuk pengoperasian unit propulsi
secara kontinu dan yang esensial. layanan tambahan pada daya
pengenal. Salah satu cara ini adalah untuk didorong secara
independen dan mungkin terdiri dari sambungan dari pompa yang
sesuai dengan ukuran yang memadai yang biasanya digunakan
untuk tujuan lain, seperti pompa servis umum, atau dalam kasus
pendinginan air tawar, salah satu air tawar kapal pompa
(b) Attached pumps (2017).
Untuk beberapa instalasi mesin, di mana pompa pendingin
terpasang dan digerakkan oleh mesin, dan koneksi ke pompa yang
dipacu secara independen tidak praktis, pompa siaga tidak akan
diperlukan jika duplikat lengkap dari pompa terpasang dibawa
onboard sebagai cadangan.
Pompa cadangan tidak perlu dibawa, asalkan, jika terjadi
kehilangan satu mesin, setidaknya empat puluh persen dari total
daya penggerak pengenal total tetap ada.
(c) Mesin Pelengkap
Beberapa instalasi mesin tambahan yang memiliki sistem
pendingin individual tidak perlu dilengkapi dengan pompa siaga.
 Strainers
Bila air laut digunakan untuk pendinginan langsung mesin, saringan
yang sesuai harus dipasang di antara katup laut dan suction pompa.
Saringannya harus berupa jenis dupleks atau disusun sedemikian rupa
sehingga bisa dibersihkan tanpa mengganggu suplai air pendingin. Hal
ini juga berlaku untuk mesin yang dilengkapi dengan pendinginan
tidak langsung dimana pendinginan air laut langsung digunakan
sebagai sarana pendinginan darurat.

9
SISTEM PENDINGIN / COOLING WATER SYSTEM
2018

 Sirkulasi Medium Pendingin


Secara umum sarana harus disediakan untuk menunjukkan sirkulasi
media pendinginan yang tepat. Hal ini dapat dilakukan dengan
indikator tekanan atau indikator aliran dan suhu. Untuk mesin diesel,
media pendinginan primer harus dilengkapi dengan indikator tekanan
pada saluran masuk dan dengan indikator suhu di outlet. Semua
pendingin minyak pelumas harus dilengkapi indikator suhu pada media
pendinginan dan di outlet minyak pelumas. Sarana untuk menentukan
media pendinginan dan tekanan oli pelumas juga harus disediakan.
 Perlindungan Overpressure
Sistem air pendingin dan semua jaket harus dilindungi dari
overpressurization, sesuai dengan 4-6-2 / 9.9.
 System Monitoring and Safety Functions
Untuk ruang mesin propulsi yang ditujukan untuk operasi terpusat atau
tanpa pengawasan (notasi ACC / ACCU), alarm untuk kondisi
abnormal (tekanan dan suhu) media pendinginan dan fungsi sistem
keselamatan otomatis harus disediakan. Lihat misalnya, 4-9-6 / Tabel
1A, 4-9-6 / Tabel 1B dan 4-9-6 / Tabel 3 untuk mesin propulsi dan 4-
9-6 / Tabel 6 untuk mesin generator.

 Pemasangan Cooler Eksternal ke Hull (2006)


 Umum
Sambungan masuk dan keluar dari instalasi pendingin eksternal harus
sesuai dengan 4-6-2 / 9.13.1 sampai 4-6-2 / 9.13.3 dan 4-6-2 / 9.17,
kecuali bahwa katup tipe wafer dapat diterima. .
 Integral Keel Cooler Installations
Katup penutup positif yang dibutuhkan oleh 4-6-5 / 7.9.1 di atas tidak
perlu disediakan jika pemasangan pendingin keel (kulit) sejajar dengan
lambung kapal. Untuk dianggap integral dengan lambung kapal,
pemasangan harus dikonstruksi sedemikian rupa sehingga saluran dilas
ke lambung dengan struktur lambung yang membentuk bagian saluran,
bahan saluran minimal harus memiliki ketebalan dan kualitas yang
sama dengan yang dibutuhkan untuk lambung dan ujung depan

10
SISTEM PENDINGIN / COOLING WATER SYSTEM
2018

pendingin harus dilokat ke lambung dengan kemiringan yang tidak


lebih besar dari 4 sampai 1. Jika katup penutup positif tidak diperlukan
di shell, semua selang fleksibel atau persendian harus diposisikan di
atas beban terdalam. saluran air atau dilengkapi dengan katup isolasi.
 Non-integral Keel Cooler Installations
Bila pendingin keel non-integral digunakan, jika penetrasi shell tidak
dilas sepenuhnya, penetrasi harus terbungkus dalam enclosure kedap
air. Pendingin non-integral keel harus dilindungi terhadap kerusakan
dari debris dan grounding dengan mengistirahatkan unit ke dalam
lambung kapal atau dengan penempatan pelindung pelindung.

 Pengujian dan Uji Coba


Uji hidrostatik harus sesuai dengan 4-6-2 / 7.3.1 dan 4-6-2 / 7.3.3.
Sistem ini harus diadili dalam kondisi kerja di hadapan Surveyor.

2.4 Komponen Dasar Sistem Instalasi Perpipaan


1. Gate Valve
Gate valve adalah jenis katup yang digunakan untuk membuka aliran
dengan cara mengangkat gerbang penutup nya yang berbentuk bulat atau
persegi panjang. Gate Valve adalah jenis valve yang paling sering dipakai
dalam sistem perpipaan. Yang fungsinya untuk membuka dan menutup
aliran.Gate valve tidak untuk mengatur besar kecil laju suatu aliran fluida
dengan cara membuka setengah atau seperempat posisinya, Jadi posisi
gate pada valve ini harus benar benar terbuka (fully open) atau benar-benar
tertutup (fully close).

11
SISTEM PENDINGIN / COOLING WATER SYSTEM
2018

2. Butterfly Valve
Butterfly Valve adalah valve yang dapat digunakan untuk mengisolasi atau
mengatur aliran. Mekanisme penutupan mengambil bentuk sebuah disk .
system pengoperasiannya mirip dengan ball valve, yang memungkinkan
cepat untuk menutup. Butterfly Valve umumnya disukai karena harganya
lebih murah di banding valve jenis lainnya. desain valvenya lebih ringan
dalam berat dibanding jenis-jenis valve yang lain. Biaya pemeliharaan
biasanya pun lebih rendah karena jumlah bagian yang bergerak minim.

3. Ball Valve
Ball Valve adalah sebuah Valve atau katup dengan pengontrol
aliran berbentuk disc bulat (seperti bola/belahan). Bola itu memiliki
lubang, yang berada di tengah sehingga ketika lubang tersebut segaris
lurus atau sejalan dengan kedua ujung Valve / katup, maka aliran akan
terjadi. Tetapi ketika katup tertutup, posisi lubang berada tegak lurus
terhadap ujung katup, maka aliran akan terhalang atau tertutup.

12
SISTEM PENDINGIN / COOLING WATER SYSTEM
2018

4. Elbow 90
Sebuah pipa elbow adalah jenis pipa yang membungkuk pada sudut atau
kurva untuk memungkinkan pipa menjadi lurus sehingga memudahkan
bergabung pada sudut. Pipa siku dapat dibuat dari berbagai bahan, dari
kuningan atau besi cor untuk PVC atau plastik.

5. Elbow T
Tee dalam fitting bertugas untuk membagi aliran, adalah koneksi fitting
yang memiliki cabang. Biasanya cabangnya ini ukurannya sama dengan
ukuran pipa utamanya, kita menyebutnya dengan straight tee. Sedangkan
kalau berbeda, kita menyebutnya dengan reducing tee.

6. Sea Chest
suatu perangkat yang berhubungan dengan air laut yang menempel pada sisi
dalam dari pelat kulit kapal yang berada dibawah permukaan air dipergunakan
untuk mengalirkan air laut kedalam kapal sehingga kebutuhan sistem air laut
(Sea water sistem) dapat dipenuhi.

13
SISTEM PENDINGIN / COOLING WATER SYSTEM
2018

7. Pompa Sentrifugal
Pada pompa centrifugal, memanfaatkan gaya centrifugal, misalnya anda
punya sebuah wadah, ember. Anda putar disekitar kepala, ketika putaran
itu semakin kencang, di tangan akan terasa tertarik oleh gaya dari ember
yang diputar. Semakin kencang putarannya, semakin besar gayanya. gaya
itulah yang disebut gaya centrifugal.

14
SISTEM PENDINGIN / COOLING WATER SYSTEM
2018

2.5 Cara Kerja Sistem Pendingin


2.5.1 Cara Kerja Sistem Pendingin Terbuka
Proses pendinginannya dengan cara air laut diambil dari katup melalui filter
dengan pompa air laut, kemudian air laut disirkulasikan ke seluruh bagian-
bagian mesin induk yang membutuhkan pendinginan melalui pendingin
minyak pelumas dan pendingin udara untuk mendinginkan kepala silinder,
dinding silinder dan katup pelepas gas kemudian air laut dibuang keluar
kapal.

2.5.2 Cara Kerja Sistem Pendingin Tertutup


Pada sistem pendingin tertutup ini air tawar yang telah mendinginkan mesin
akan disirkulasikan secara terus menerus. Apabila media pendingin air tawar
berkurang didalam sistem, maka akan ada penambahan secara gravity dari
expansi tank yang berada dilantai atas, atau posisinya lebih tinggi dari mesin
induk.
Pada waktu kapal sedang berlayar dan mesin induk sedang beroperasi maka
air tawar ini dialirkan ke tiap-tiap cylinder dan keluar menuju cooler dengan
suhu 700C-800C, di fresh water cooler air tawar didinginkan ole air laut dan
suhu turun sampai 500C-600C. Air tawar ini diisap lagi oleh pompa,
seterusnya kembali lagi digunakan untuk mendinginkan mesin induk. Karena
pendinginan air tawar terus menerus bersirkulasi, maka dinamakan
pendinginan tertutup, maka apabila motor induk sedang berjalan normal
masinis yang bertugas harus melakuakn pengecekan pada expansi tank,
sehingga bila ada sistem pendingin yang tidak normal (terjadi kebocoran)
dapat segera diketahui.

15
SISTEM PENDINGIN / COOLING WATER SYSTEM
2018

2.6 Diagram Sistem Instalasi Pipa Pendingin


2.6.1 Diagram Sistem Pendinginan Kapal Terbuka

Keterangan :
1. Saringanlaut (sea chest) 6. Tangki pendingin
2. Katup / valve 7. Thermometer
3. Saringan 8. Mesin induk
4. Pompa 9. Pipa buang
5. Katup pengaman

2.1.1 Diagram Sistem Pendinginan Kapal Tertutup

Keterangan:
A. Bak persediaanair tawar E. Saringan-saringan
B. Bejana pendingin F. Saluran buang air untuk laut
C. Pompa untuk air tawar G. Saluran masuk permukaan air rendah
D. Pompa untuk air laut H. Saluran masuk permukaan air tinggi

16
SISTEM PENDINGIN / COOLING WATER SYSTEM
2018

BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Pendingin adalah suatu media yang berfungsi untuk menyerap panas.
Panas tersebut didapat dari hasil pembakaran bahan bakar didalam cylinder.
Didalam sistem pendingin terdapat beberapa komponen yang bekerja secara
berhubungan antara lain : cooler, pompa sirkulasi air tawar, pompa air laut,
strainer pada air laut dan sea chest. Dari keempat komponen inilah yang sering
menyebabkan kurang maksimalnya hasil pendinginan terhadap Motor Induk.

3.2 Saran
 Lebih banyak membaca referensi terkait makalah yang dibuat
 Menyertakan gambar tiap komponen-komponen sistem perpipaan yang
bersangkutan sesuai dengan regulasi ABS (American Bureau of Shipping)

17
SISTEM PENDINGIN / COOLING WATER SYSTEM
2018

DAFTAR PUSTAKA

American Bureau of Shipping; [2018]; “RULES FOR BUILDING AND CLASSING


STEEL VESSELS” PART 4 VESSEL SYSTEMS AND MACHINERY; Amerika Serikat.

Buku Ajar Mata Kuliah Sistem Instalasi Perpipaan

18

Anda mungkin juga menyukai