Anda di halaman 1dari 6

DETERMINASI, KLASIFIKASI DAN PEMBUATAN KUNCI IDENTIFIKASI

Oleh :
Nama : Apriyanti
NIM : B1A017151
Rombongan : VII
Kelompok :6
Asisten : Ristra Sefty Anggriani

LAPORAN PRAKTIKUM SISTEMATIKA HEWAN I

KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI


UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
FAKULTAS BIOLOGI
PURWOKERTO
2019
I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Klasifikasi adalah suatu cara untuk memilih dan mengelompokan makhluk hidup
menjadi golongan atau unit tertentu. Tujuan klasifikasi adalah untuk mempermudah,
mengenali, membandingkan dan mempelajari makhluk hidup. Terdapat dua macam
klasifikasi yaitu klasifikasi modern dan klasifikasi klasik. Klasifikasi modern terdiri dari
klasifikasi fenetik dan klasifikasi filogenetik. Berbeda dengan klasifikasi klasik,
klasifikasi modern menggunakan metode taksonomi numerik dan teknik mengolah data
secara modern. Pendekatan yang digunakan dalam klasifikasi modern bersifat lebih
objektif dan alami dibandingkan klasifikasi klasik karena lebih banyak ciri yang
digunakan dalam menyusun klasifikasi (Campbell et al., 2004).
Kunci determinasi atau kunci dikotom adalah cara atau langkah untuk mengenali
organisme dan mengelompokkannya pada takson makhluk hidup. Kunci dikotom berisi
deskripsi ciri-ciri organisme yang disajikan dengan karakter berlawanan. Kunci dikotom
terdiri dari sederetan pernyataan yang terdiri dari duabaris dengan ciri yang berlawanan
(Widiyadi, 2009). Beberapa syarat kunci determinasi yang baik menurut Widiyadi
(2009) antara lain, (1) Ciri yang dimasukkan mudah diobservasi, karakter internal
dimasukkan bila sangat penting. (2) Menggunakan karakter positif dan mencakup
seluruh variasi dalam grupnya. (3) Deskripsi karakter dengan istilah umum yang
dimengerti orang. (4) Menggunakan kalimat sesingkat mungkin, hindari deskripsi dalam
kunci. (5) Mencantumkan nomor couplet. (6) Penulisan dimulai dari ciri umum ke ciri
khusus, bawah ke atas.
Kunci determinasi merupakan alat bantu yang sangat penting dalam taksonomi.
Kunci determinasi juga dapat bersifat membatasi upaya identifikasi. Sebuah spesimen
yang unik atau menyimpang dari karakteristik umum akan mustahil teridentifikasi oleh
kunci determinasi yang bersifat umum. Identifikasi berhubungan dengan ciri-ciri
taksonomi dalam jumlah sedikit (idealnya satu ciri), akan membawa spesimen ke dalam
satu urutan kunci identifikasi (Anwar, 1985).

B. Tujuan

Tujuan praktikum acara Determinasi, Klasifikasi dan Pembuatan Kunci Identifikasi


antara lain :
1. Mempelajari konsep dan melakukan identifikasi dan determinasi hewan invertebrata
dan vertebrata.
2. Membuat dan menggunakan kunci identifikasi hewan invertebtrata dan vertebrata.
3. Membuat fenogram invertebrata dan vertebrata.
II. TINJAUAN PUSTAKA

Identifikasi adalah menempatkan atau memberikan identitas suatu individu


melalui prosedur deduktif ke dalam suatu takson dengan menggunakan kunci
determinasi. Kunci determinasi adalah kunci jawaban yang digunakan untuk
menetapkan identitas suatu individu. Kegiatan identifikasi bertujuan untuk mencari dan
mengenal ciri-ciri taksonomi yang sangat bervariasi dan memasukkannya ke dalam
suatu takson. Selain itu untuk mengetahui nama suatu individu atau spesies dengan cara
mengamati beberapa karakter atau ciri morfologi spesies tersebut dengan
membandingkan ciri-ciri yang ada sesuai dengan kunci determinasi (Fitrah et al., 2016).
Proses identifkasi hewan dapat dilakukan dengan berbagai variasi cara, namun
inti dari berbagai macam cara tersebut dapat dirunut menjadi 4 langkah dasar dalam
melakukan identifikasi. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah identifkasi.
Identifkasi adalah tugas untuk mencari dan mengenal ciri-ciri taksonomik individu yang
beraneka ragam dan memasukkannya kedalam suatu takson. Identifkasi berhubungan
dengan ciri-ciri taksonomi dalam jumlah sedikit akan membawa spesimen kedalam satu
urutan kunci identifikasi. Identifkasi dilakukan dengan pencandraan dan pengenalan ciri
ciri hewan tersebut. Langkah kedua adalah determinasi. Determinasi yaitu
membandingkan suatu hewan dengan satu hewan lain yang sudah dikenal sebelumnya
(dicocokkan atau dipersamakan) karena di dunia ini tidak ada dua benda yang identik
atau persis sama, maka determinasi dianggap langkah tepat setelah langkah identifkasi.
Langkah selanjutnya adalah klasifkasi, klasifkasi dilakukan dengan cara mengevaluasi
ciri-ciri hewan yang ada dan menata hewan kedalam kelompok yang sama berdasarkan
kesamaan. Langkah terakhir adalah verifkasi, secara global. Verifkasi diartikan dengan
melakukan evaluasi bertahap dan menyeluruh asal hasil capaian dari tiga langkah
sebelumnya untuk mengetahui kebenaran dan ketepatan (Widayadi, 2009).
Fenetikmerupakan metode penyusunan filogeni dengan pendekatan
analisanumerik. Pendekatan tersebut meliputi penghitungan indeksketidaksamaan,
indeks keanekaragaman, analisa pola dan berbagaiindeks yang lain. pendekatan fenetik
menyamakan kedudukan semua subyek dan faktor yang dianalisis. Sistem fenetik juga
dapat diartikan sebagai taksonomi numerik yang membandingkan kemiripan sifat antara
spesies tanpa memperhatikan hubungan kekerabatan secara evolusionernya. Sistem
fenetik lebih mudah diterapkan. Fenetik merupakan karakter atau ciriyang dapat diamati
secara langsung morfologinya (Saanin, 1986).
Fenogram adalah suatu gambaran atau diagram dalam hubungan taksonomi
organisme berdasarkan banyaknya kesamaan dari ciri karakteristik. Hasil perbandingan
antara ciri-ciri yang mirip dengan semua ciri-ciri yang digunakan berupa nilai rata-rata
kemiripan ciri. Hal ini sekaligus menunjukkan tingkat hubungan kekerabatan antara
taksa yang dibandingkan. Nilai rata-rata kemiripan ciri selanjutnya digunakan untuk
menggambar fenogram.Kedekatan hubungan kekerabatan dari beberapa spesies sampel
dihitung dengan menggunakan koefisien asosiasi, yaitu bilangan yang menunjukkan
nilai kesamaan antara organisme yang satu dengan organisme yang lain (Sokal &
Sneath, 1963).Distribusi pengelompokan rumpun pada pohon fenogram kemungkinan
dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu faktor perbedaan kemampuan produksi (tujuan
produksi) dan faktor perbedaan asal-asul pembentukan rumpun (origins). Perbaikan
produktivitas terutama untuk tujuan penghasil daging dapat memanfaatkan hasil
penelitian ini. Seleksi ketat dapat digunakan dengan memanfaatkan keragaman pada
kelompokkelompok yang sudah ada. Perkawinan (outbreeding) juga dapat dilakukan
dengan menambah keragaman pada kelompok yang sudah ada (Iskandaret al., 2016).
Melalui filogenetik, dapat diamati dengan lebih jelas bagaimana evolusi dapat
terjadi. Selain itu juga dapat dilihat bagaimana alur evolusi itu terjadi pada mahkluk
hidup. Bagaimana kedekatan makhluk hidup yang satu dengan yang lainnya, kapan kira-
kira perpisahan dari nenek moyang itu terjadi, dan banyak hal lain yang dapat dilihat
melalui pendekatan dengan filogenetik ini. Banyak sekali data yang telah didapatkan
mengenai asal-usul makhluk hidup, baik dari fosil ataupun penelitian lainya (Hala,
2007).Ketika hasil filogeni tidak ada atau jarang untuk diambil sampelnya, sistem
heirarki taksonomi menyediakan struktur dan kelengkapan data lainnya. Mengingat
keterbatasan data yang ada, mensintesis filogeni dan klasifikasi taksonomi adalah satu-
satunya cara untuk membangun pohon kehidupan yang mencakup semua spesies yang
diakui (Hinchliff etal., 2015).
III. MATERI DAN METODE

A. Materi

Alat–alat yang digunakan pada praktikum acara Determinasi, Klasifikasi dan


Pembuatan Kunci Identifikasi adalah bak preparat, pinset, kaca pembesar, mikroskop
cahaya, mikroskop stereo, kamera, sarung tangan, karet (gloves), masker, dan alat tulis.
Bahan–bahan yang digunakan pada praktikum acara Determinasi, Klasifikasi dan
Pembuatan Kunci Identifikasi adalah beberapa spesimen hewan Invertebrata dan
Vertebrata dan alkohol 70%.

B. Metode

Metode yang dilakukan pada praktikum acara Determinasi, Klasifikasi dan


Pembuatan Kunci Identifikasi antara lain:
1. Tabel perbedaan karakter invertebrata dan vertebrata yang telah dilakukan pada acara
sebelumnya (Acara 1 dan 2) dibandingkan tiap kelompok.
2. Hewan invertebrata dan vertebrata dikelompokkan berdasarkan persamaan dan
perbedaan karakter.
3. Kunci identifikasi hewan invertebrata dan vertebrata dibuat.
4. Fenogram hewan invertebrata dan vertebrata dibuat.
5. Laporan sementara dibuat dari hasil praktikum.
DAFTAR REFERENSI

Anwar, A., 1985. Ringkasan Biologi. Bandung: Ganeca Exact.


Campbell, N. A., Jane B., & Reece., 2004. Biologi. Jakarta : Erlangga.
Fitrah, S. S., Dewiyanti, I. & Rizwan, T., 2016. Identifikasi Jenis Ikan di Perairan
Laguna Gampoeng Pulot Kecamatan Leupung Aceh Besar. Jurnal Ilmiah
Mahasiswa Kelautan dan Perikanan Unsyiah, 1(1), pp. 66-81.
Hala, Yusminah., 2007. Biologi Umum 2. Makassar: UIN Alauddin Press.
Hinchliff, E. C., Smith, A. S., Allman, F. J., Burleigh, G., Chaudhary, R., Coghill, M. L.,
Crandall, A. K., Deng, J., Drew, T. B., Gazis, R., Gude, K., Hibbett, S. D., Katz,
A. L. Laughinghouse, D. H., McTavish, J. E., Midford, E. P., Owen, L. C., Ree,
H. R., Rees, A. J., Soltis, E. D., Williams, T. & Cranston, A. K., 2015. Synthesis
of Phylogeny and Taxonomy Into a Comprehensive Tree of Life. PNAS, 112(41),
pp. 12764-12769.
Iskandar, R. D., Brahmantiyo, B., & Priyanto, R., 2016. Karakterisasi Morfometrik dan
Jarak Genetik Rumpun-Rumpun Kelinci di Jawa Barat (Morphometric
Characterization and Genetic Distance of Rabbit Breeds in West Java). Jurnal
Veteriner, 17(4), pp. 524-534.

Saanin, H., 1968. Taksonomi dan Kunci Identifikasi Ikan. Jakarta: Bina Cipta.

Sokal, R. R., & Sneath, P. H. A., 1963. Principle of Numerical Taxonomy. San
Fransisco: W. H. I-reeman Company.

Widiyadi, E., 2009. Penerapan Tree dalam Klasifikasi dan Determinasi Makhluk Hidup.
Bandung: Jurusan Teknik Informatika ITB.