Anda di halaman 1dari 26

TUGAS INDIVIDU

CRITICAL BOOK REPORT (CBR) I


PENGANTAR GEOGRAFI
SEJARAH PERKEMBANGAN GEOGRAFI

DOSEN PENGAMPU :
Prof..DARMONO, M.Ed
ROHANI TANJUNG, S.Pd., M.Si.

DISUSUN OLEH :
AYU NOVIANA SIMATUPANG
3183331010
REGULER A 2018

JURUSAN PENDIDIKAN GEOGRAFI


FAKULTAS ILMU SOSIAL
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2018
KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan
rahmat, karunia, serta taufik dan hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan laporan
Critical Book dengan buku “SEJARAH PERKEMBANGAN GEOGRAFI”.
Mengembangkan Profesionalisme Mahasiswa untuk memenuhi tugas mata kuliah
PENGANTAR GEOGRAFI ini dengan baik meskipun banyak kekurangan
didalamnya. Dan juga saya berterimakasih kepada Bapak Prof..DARMONO, M.Ed,
dan Ibu ROHANI TANJUNG, S.Pd.,M.Si, selaku Dosen mata kuliah
PENGANTAR GEOGRAFI di Kelas Reguler A Pendidikan Geografi UNIMED
yang telah memberikan tugas ini kepada saya sebagai penulis.
Penulis sangat berharap kiranya Critical Book ini dapat bermanfaat bagi
pembaca untuk mengetahui isi buku beserta kelebihan dan kekurangan dari buku
tersebut sebelum membelinya nanti. Penulis juga menyadari sepenuhnya bahwa di
dalam critical book ini terdapat kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Oleh
sebab itu, penulis berharap adanya kritik, saran dan usulan demi perbaikan critical
book yang telah penulis buat di masa yang akan datang, mengingat tidak ada sesuatu
yang sempurna tanpa saran yang membangun.

Medan, 20 September 2018

Penulis
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ...............................................................................................


DAFTAR ISI ..............................................................................................................

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang .........................................................................................
1.2 Rumusan Masalah ....................................................................................
1.3 Tujuan ......................................................................................................
1.4 Manfaat ....................................................................................................

BAB II PEMBAHASAN
2.1 Identitas Buku ..........................................................................................
2.2 Pengantar ..................................................................................................
 Buku Utama .......................................................................................
 Buku Pembanding ..............................................................................
2.3 Ringkasan Isi Buku ..................................................................................
 Pandangan Geografi Klasik ...............................................................
 Pandangan Geografi Abad Pertengahan.............................................
 Pandangan Geografi Modern .............................................................
 Pandangan Geografi Akhir Abad 19-Abad Ke-20 .............................
 Pandangan Geografi Mutakhir ...........................................................
 Perkembangan Geografi Di Indonesia ...............................................

BAB III KELEBIHAN DAN KEKURANGAN


3.1 Kelebihan Buku ........................................................................................
 Buku Utama
 Buku Pembanding
3.2 Kekurangan Buku.....................................................................................
 Buku Utama
 Buku Pembanding

BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN


4.1 Kesimpulan ..............................................................................................
4.2 Saran .........................................................................................................

DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................


BAB I
PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG


Bangsa Yunani adalah bangsa yang pertama sekali dikenal secara aktif
menjelajahi Geografi sebagai ilmu dan filosofi, dengan pemikir utamanya
Thales dari Miletus, Herodotus, Erasthotenes, Hipparchus, Aristoteles,
Dicaearchus dari Messana, Starbo, dan Ptolemy.Bangsa romawi memberi
sumbangan pada pemetaan karena mereka banyak menjelajahi negeri dan
menambahkan teknik baru, salah satu tekniknya yaitu Periplus, deskripsi pada
pelabuhan dan daratan sepanjang garis pantai yang bisa dilihat pelaut di lepas
pantai.
Pada zaman pertengahan, bangsa Arab seperti Al-Idrisi, Ibnu Battuta, dan
Ibnu Khaldun memlihara dan terus membangun warisan bangsa Yunani dan
Romawi.Dengan perjalanan Marcopollo, Geografi menyebar keseluruh
Eropa.Selama zaman Renaissance dan pada abad ke-16 dan ke-17 banyak
perjalanan besar dilakukan untuk mencari landasan teoritis dan detil yang lebih
akurat.
Setelah abad ke-18, Geografi mulai dikenal dengan Disiplin Ilmu yang
lengkap dan menjadi bagian dari kurikulum Universitas di Eropa, tetapi tidak
seperti di Inggris dimana Geografi hanya diajarkan sebagai sub-disiplin dari
ilmu lain.
Terdapat hubungan yang kuat antara geografi dengan botani, ekonomi,
sosiologi, dan demografi.
Di Barat, selama abad ke-20, disiplin ilmu geografi melewati empat fase
utama,yaitu: determinisme lingkungan, geografi regional, revolusi kuantitatif,
dan geografi kritis.Perbedaan perkembangan lingkungan geografi dan
perbedaan perkembangan ekonomi, teknologi serta konsep berpikir di berbagai
lingkungan di permukaan bumi menyebabkan tidak mudah untuk memastikan
konsep geografi mutakhir yang dapat dipakai untuk memecahkan masalah
pembangunan.Sebagai suatu disiplin ilmiah geografi dan ahli geografi tidak
boleh memisahkan diri dari disiplin yang lainnya.
Di Indonesia, penyebutan Geografi sebagai suatu bidang kajian ilmu dikenal
dengan berbagai istilah.Dalam bahasa Belanda di kenal dengan Ardrijkskunde
dan dalam bahasa Inggris dikenal dengan Geography.Dalam bahasa Indonesia
sendiri dulu dikenal dengan istilah Ilmu Bumi.Pemakaian istilah ilmu bumi ini
di Indonesia ternyata dinilai kurang begitu cocok, karena dikhawatirkan akan
mengaburkan dua bidang ilmu berbeda yaitu antara Geografi dan Geologi.

1.2 RUMUSAN MASALAH


1. Bagaimana sejarah perkembangan Geografi?
2. Siapa saja tokoh yang terlibat dalam sejarah berkembangnya Geografi?
3. Apa kelebihan dan kekurangan dari buku yang diambil?
4. Apa perbedaan dari buku yang dikutip?

1.3 TUJUAN
Kritik buku (critical book report) ini dibuat sebagai salah satu referensi ilmu
yang bermanfaat untuk menambah wawasan penulis maupun pembaca dalam
mengetahui kelebihan dan kekurangan suatu buku, menjadi bahan
pertimbangan.

1.4 MANFAAT
1. Untuk mengetahui sejarah perkembangan geografi menurut
perbandingan dua buku.
2. Dapat mengetahui siapa saja tokoh yang terlibat dalam sejarah
berkembangnya geografi.
3. Dapat mengetahui kelebihan dan kekurangan dari dua buku yang di
kutip.
4. Dapat mengetahui apa saja perbedaan dari dua buku yang dikutip
tentang Sejarah Berkembangnya Geografi.
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 BUKU UTAMA


 IDENTITAS BUKU

Judul : PENGANTAR GEOGRAFI


Edisi : 2018
Penerbit : UNIVERSITAS NEGERI MEDAN (UNIMED)
Pengarang : DARWIN PARLAUNGAN LUBIS
ROHANI
Kota Terbit : MEDAN
Alamat : Jln. Willem Iskandar
Tahun Terbit : 2018
ISBN :-
 PENGANTAR
Pada zaman pertengahan, bangsa Arab seperti Al-Idrisi, Ibnu Battuta, dan Ibnu
Khaldun memlihara dan terus membangun warisan bangsa Yunani dan
Romawi.Dengan perjalanan Marcopollo, Geografi menyebar keseluruh
Eropa.Selama zaman Renaissance dan pada abad ke-16 dan ke-17 banyak
perjalanan besar dilakukan untuk mencari landasan teoritis dan detil yang lebih
akurat.
Setelah abad ke-18, Geografi mulai dikenal dengan Disiplin Ilmu yang lengkap dan
menjadi bagian dari kurikulum Universitas di Eropa, tetapi tidak seperti di Inggris
dimana Geografi hanya diajarkan sebagai sub-disiplin dari ilmu lain.
Terdapat hubungan yang kuat antara geografi dengan botani, ekonomi, sosiologi,
dan demografi.
Di Barat, selama abad ke-20, disiplin ilmu geografi melewati empat fase
utama,yaitu: determinisme lingkungan, geografi regional, revolusi kuantitatif, dan
geografi kritis.
Perbedaan perkembangan lingkungan geografi dan perbedaan perkembangan
ekonomi, teknologi serta konsep berpikir di berbagai lingkungan di permukaan
bumi menyebabkan tidak mudah untuk memastikan konsep geografi mutakhir yang
dapat dipakai untuk memecahkan masalah pembangunan.Sebagai suatu disiplin
ilmiah geografi dan ahli geografi tidak boleh memisahkan diri dari disiplin yang
lainnya.
Di Indonesia, penyebutan Geografi sebagai suatu bidang kajian ilmu dikenal
dengan berbagai istilah.Dalam bahasa Belanda di kenal dengan Ardrijkskunde dan
dalam bahasa Inggris dikenal dengan Geography.Dalam bahasa Indonesia sendiri
dulu dikenal dengan istilah Ilmu Bumi.Pemakaian istilah ilmu bumi ini di
Indonesia ternyata dinilai kurang begitu cocok, karena dikhawatirkan akan
mengaburkan dua bidang ilmu berbeda yaitu antara Geografi dan Geologi.
 RINGKASAN ISI BUKU
A. PANDANGAN GEOGRAFI KLASIK
Tokoh-tokoh yang termasuk dalam kategori geografi klasik, adalah:
1. Thales (625-545 SM)
Bergelar Bapak Filsafat karena dialah orang yang bermula-muka
berfilsafat.Menurut cerita,Thales adalah seorang saudagarv yang sering berkayar ke
Negeri Mesi.Ia menemukan ilmu ukur dari Mesir dan membawanya ke
Yunani.Aristhoteles lah yang merupakan sumber utama ajaran Thales.Dalam
traktatnya yang mengenai metafisika, Aristhoteles menyatakan bahwa Thales
adalah orang yang pertama kali memikirkan tentang asal mula tentang terjadinya
alam semesta ini.
2. Anaximandros (640-546)
Anaximandros adalah murid Thales.Ia 15 tahun lebih muda dari Thales,
tetapi meninggal 2 tahun lebih dahulu.Menurut tokoh ini, ia menjelaskan bahwa
substansi pertama itu bersifat kekal dan adadengan sendirinya, ia mengatakan
bahwa itu adalah udara.
3. Herodotus(485-425SM)
Seorang ahli filsafat dan sejarah Yunani. Ia mengemukakan bahwa
hubungan perkembangan masyarakat dengan faktor-faktor geografi di
wilayahnya sangat erat.Herodotus juga membuat peta dunia dan membagi
dunia menjadi tiga bagian, yaitu: Eropa, Asia dan Libya (Afrika). Ia
menganggap bentuk bumi adalah bulatan yang tersusun oleh dua lapisan,
yaitu : lapisan pertama terdiri dari zat padat dengan air dan lapisan ke dua
yang mengelilingi lapisan air adalah uap karena pengaruh panas matahari.
4. Homerus
Banyak menulis tentang keadaan sekitar laut tengah sebagai hasil
penjelajahannya.
5. Pitheas (340 SM)
Membuat uraian tentang perjalanan dari pantai Eropa ke Inggris.
6. Erathotenes dan Dikaiarchos (276-194 sm)
Merupakan tokoh geografi klasik sebagai peletak dasar pengetahuan tentang
Bumi, dalam bukunya yang berjudul GEOGRAFIKA. Didalam bukunya pada jilid
pertama diuraikan tentang perubahan-perubahan antara daratan dan lautan serta
arus laut. Pada Jilid ke dua diuraikan tentang benda-benda langit, dan pada jilid ke
tiga diuraikan tentang daerah dan penduduknya. Erastothenes dikenal juga sebagai
Bapak Geografi karena jasa-jasanya.
Jasa Erastothenes antara lain :

1. menentukan ukuran besar bumi


2. peletak dasar Geodesi
3. membuat katalogus bintang
4. sebuah kalender dengan tahun kabisat
5. cara menemukan bilangan prima
6. Sistem koordinat geografi, dll

7. Claudius Ptolomeus
Merupakan orang pertama yang memperkenalkan penggolongan iklim.
Tokoh Geografi Klasik ini membagi permukaan bumi menjadi 24 zona
iklim berdasarkan lamanya hari yang terpanjang yang dialami, dari
khatulistiwa sampai kutub. Pada tahun 150 M menyusun peta Dunia yang
menggambarkan Benua Asia, Afrika dan Eropa.

8. Strabo (64 SM-24 M)


Ia mengemukakan tentang besarnya pengaruh lingkungan setempat
terhadap pengelompokkan kebudayaan dan pembagian pemerintahan.
Strabo termasuk tokoh geografi berpaham "determinis lingkungan" bahwa
geografi berkenaan dengan faktor lokasi, karakterstik tertentu dan hubungan
antara saru tempat dengan tempat lainnya di muka bumi secara keseluruhan.
Ide kesatuan tunggal yang dikemukakaknnya merupakan bagian dari konsep
"atribut alamiah suatu tempat" dan merupakan kerangkan relasi suatu
tempat dengan tempat lain di permukaan bumi. Konsep ini merupakan salah
satu konsep dari prosedur geografi modern yang selanjutnya disebut
regional.

B. PANDANGAN GEOGRAFI ABAD PERTENGAHAN


Pesatnya perkembangan geografi juga didorong oleh munculnya gerakan
pembaharuan di bidang seni, filsafat, renaisaince dan humanisme agama sehingga
para sarjana lebih leluasa dalam mengemukakan pendapatnya tentang kondisi bumi.
Pada masa ini konsep geografi yang bersifat matematis juga berkembang lebih pesat
karena mulai longgarnya tekanan gereja terhadap sarjana yang temuannya
seringkali bertentangan dengan tafsiran gereja dan kitab suci. Berikut ini para
tokoh-tokoh geografi abad pertengahan.
Tokoh-tokohinya adalah:

1. Marcopolo
Ia merupakan seorang petualang asal Venesia Italia dan pada tahun 1272-1295
melakukan perjalanan menjelajahi Asia Timur dan Asia Tengah dari Italia.
2. Bartholomeus Diaz
Ia merupakan seorang pelaut Portugis dan melakukan perjalanan sampai ke
Tanjung Harapan (Cape of The God Hope) di Afrika Selatan dan diteruskan dengan
mengarungi Samudera Hindia ke Kalikut India pada tahun 1486.
3. Vasco Da Gama
Ia meurpakan seorang pelaut Portugis dan mengabdi pada raja Portugis dan dipilih
untuk melakukan pelayaran mencari rute ke wilayah Timur. Ia mulai berlayar pada
tahun 1497 dengan membawa 4 kapal kecil dan 170 awak. Dia melakukan
perjalanan dengan rute yang sama dengan Bartholomeus Diaz dan terus
melanjutkannya hingga sampai di Indonesia pada 1498.
4. Cristhoper Columbus
Ia adalah seorang pelaaut asal Genoa Italia. Pelayaran pertamanya dimulai tahun
1492-1493 mengarungi Samudera Atlantik hingga sampai di Kuba dan Haiti dan
menemukan benua Amerika yang tujuan sebenarnya adalah menuju India. Dalam
perjalanan yang kedua tahun 1493-1494 ia sampai di Kepulauan Bahama dan di
dalam perjalanannya yang ketiga pada 1498 dia sampai di pantai Venezuela dan
pada penjelajahan keempatnya di tahun 1502-1504 ia menjelajahi daratan Amerika
Tengah.
5. Amerigo Vespuci
Ia adalah seorang pelaut Itali dan memulai pelayaran pada 1501-1502 di Samudera
Atlantik melalui Tanjung Horn di Patagonia dan menyeberangi Samudera Pasifik
dan berlabuh di Filipina.
6. Ferdinand Magelhaens
Ia melakukan perjalanan ke Amerika Selatan pada tahun 1519 dan melanjutkan
pelayarannya ke Filipina pada 1521.
7. Nicolas Copernicus
Ia mengemukakan bahwa Bumi berbentuk bulat, bergerak pada porosnya dan
melakukan gerak edar mengelilingi matahari. Teorinya ini dikenal dengan
Heliosentris dan mematahkan teori yang sudah lama berkembang saat itu yaitu
Geosentris. Usaha Copernicus kemudian dilanjutkan Galileo Galilei dan Johanes
Kepler hingga akhirnya diketahui tentang gambaran posisi Bumi dalam Tata Surya
dalam Hukum Kepler.

Pengaruh penmuan Sarjana Ilmu Alam pada abad ke 17 seperti Newton, Boyle dan
Huygins menyebabkan orang mulai mempelajari lebih dalam tentang gejala-gejala
fisis seperti gunung, laut, angin dan sebagainya. Kondisi ini menunjukkan mulai
berkembangnya geografi fisis di tengah masyarakat. Sampai abad ke 18 gegorafi
sangat berhubungan erat dengan sejarah dan astronomi kala itu.
C. PANDANGAN GEOGRAFI MODERN

Pandangan geografi modern pada awalnya dikemukakan oleh:

1. Immanuel Kant (1724-1804). Menurut Kant, geografi merupakan


disiplin ilmiah yang objek studinya adalah benda-benda atau
gejala-gejala yang keberadaannya tersebar dan berasosiasi dalam
ruang (space).
2. Alexander von Humboldt (1769-1859) lebih berminat pada kajian
fisik dan biologi. Humboldt adalah seorang ahli geografi asal
Jerman yang melakukan perjalanan ke Benua Amerika. Hasil dari
perjalanannya itu adalah sebuah deskripsi tentang hubungan antara
ketinggian tempat dan vegetasi yang mendiaminya. Namun
demikian, Humboldt juga tetap memperhatikan keberadaan
manusia, antara lain perhatiannya tentang kebudayaan penduduk
Asia dan kebudayaan penduduk Amerika.
3. Karl Ritter (1779-1859) membuat uraian yang sejalan dengan
pemikiran Humboldt, yaitu menjelaskan kegiatan manusia dalam
suatu wilayah. Ritter menganggap permukaan bumi sebagai tempat
tinggal manusia dan menggolongkannya menjadi wilayah alamiah,
terutama berdasarkan bentang alamnya, serta mempelajari unit
wilayah tersebut bagi masyarakat yang akan menempati atau
pernah menempati.

D. PANDANGAN GEOGRAFI AKHIR ABAD KE 19-ABAD 20

Pada akhir abad ke-19, geografi memusatkan perhatiannya terhadap iklim,


tumbuhan, hewan dan terutama terhadap bentang alam. Kebanyakan ahli-
ahli geografi pada periode ini memperdalam geologi dan menggunakan
metode geologi dalam penyeledikannya, sebaliknya geografi manusia
menjadi semakin lemah. Geografi manusia pada akhir abad ke-19 masih
bercorak geografi Ritter dimana geografi mencitrakan manusia dalam
hubungannya dengan lingkungan tanpa ada perspektif baru. Hal ini
kemungkinan disebabkan karena kedudukan Ritter sebagai tokoh geografi
di Universitas Berlin setelah kematiannya di tahun 1859 untuk waktu yang
lama tidak ada yang menggantikannya. Demikian juga di Inggeris sejak
pengunduran diri tokoh geografi Alexander Maconochie di tahun 1830-an
menyebabkan geografi di negara itu tidak berkembang.

Meskipun di universitas geografi manusia tidak memperoleh kemajuan


tetapi tidak demikian halnya di luar universitas. Di Amerika Serikat Mayor
John Wisley Powell mempelajari bentang alam dan sumber daya air untuk
menyarankan penggunaan tanah di suatu tempat dengan sebaik-baiknya.
Seorang ahli geografi A.S lainnya George Peskins Marsh mempunyai
perhatian khusus tentang betapa pentingnya mengkonservasi sumber daya.
Pada pendahuluan bukunya Man and Nature, or Physical Geography as
Modified by Human Action yang diterbitkan tahun 1864, Marsh berpendapat
bahwa Humboldt dan Ritter merupakan tokoh-tokoh daripada aliran baru
dalam geografi yang pernah mengatakan bahwa "seberapa jauh keadaan
lingkungan fisikal mempengaruhi kehidupan sosial dan kemajuan sosial".
Kemudian timbul pertanyaan pada diri Marsh, bagaimanakah manusia
mengubah permukaan bumi? Dalam hal ini Marsh ingin menekankan bukan
permukaan bumi yang menentukan kehidupan manusia, tetapi manusia yang
mengubah permukaan bumi untuk kehidupan yang lebih baik. Namun
keadaan yang lebih jelek akan terjadi apabila manusia merusak lingkungan
alamnya.

Selain itu, Friedrich Ratzel telah mempelajari pengaruh lingkungan fisikal


terhadap kehidupan manusia. Ratzel dalam jilid pertama bukunya
Anthropogeographie yang terbit tahun 1882 menambahkan bahwa selain
lingkungan alam, aktivitas manusia merupakan factor penting dalam
kehidupan di suatu lingkungan. Selain geografi, Ratzel juga belajar
antropologi secara mendalam. Ratzel berpendapat bahwa apabila diadakan
pembandingan antara kelompok manusia yang berbeda, pastilah manusia itu
sendiri yang menentukan keadaan yang ditimbulkan lingkungan
kebudayaannya. Berbeda dengan jilid pertama, pada buku
Anthropogeografi jilid kedua yang terbit tahun 1891 lebih menekankan pada
uraian tentang penyebaran dan kepadatan penduduk, pembentukan
pemukiman, migrasi penduduk dan penyebaran kebudayaan. Untuk
menjelaskan hal ini, Ratzel tidak menitik beratkan kepada pengaruh
lingkungan terhadap manusia tetapi kedua fenomena ini sama
kedudukannya. Pada saat itu Ratzel mempunyai pengaruh yang sangat besar
terhadap ahli-ahli geografi di Amerika.

Berbeda dengan di Amerika Serikat, di Eropa environmentalism tidak


begitu popular. Di tahun 1883, Ferdinand von Richthofen mengusulkan agar
geografi merupakan ilmu pengetahuan chrologi. Pengikut von Richthofen,
Alfred Hettner yang mendapat pengaruh dari ahli-ahli geografi Amerika
mengembangkan pandangan von Richthofen dari pandangan tentang kaitan
antara lingkungan alam dengan manusia kepada studi wilayah. Sejalan
dengan pemikiran Hettner, Vidal de la Blache (1854 – 1918 M) berpendapat
bahwa studi tentang lingkungan fisik dan masyarakat harus disatukan
karena tujuan geografi ialah untuk menyelidiki bagaimana suatu masyarakat
telah atau sedang dipengaruhi oleh lingkungan fisiknya. Daerah dimana
proses ini telah dan sedang berlaku akan membentuk suatu unit yang disebut
"wilayah" atau "region". Jelaslah bahwa wilayah yang dimaksud oleh
Blache merupakan areal dimana berlaku interaksi antara manusia dengan
lingkungan fisik yang bersifat lokal. Hal ini berarti bahwa ciri-ciri penting
di suatu wiilayah mungkin tidak mempunyai hubungan dengan ciri-ciri
wilayah yang lain. Oleh karenanya, konsep Blache tentang geografi bersifat
wilayah dan hal ini berbeda dengan konsep sistematik yang dianut oleh
Humboldt dan Ritter sebelumnya. Pendapat Blache sesuai dengan keadaan
Eropa sebelum revolusi industri dan sesuai juga dengan wilayah yang
ekonominya masih berdasarkan peasant agriculture dan local self-
sufficiency. Konsep Blache ini tidak sesuai dengan negara-negara yang telah
maju karena negara-negara maju tidak lagi bersifat lokal.

E. PANDANGAN GEOGRAFI MUTAKHIR

Pada masa ini geografi mengalami perkembangan yang pesat. Geografi lebih
mengarah pada upaya pemecahan masalah yang dihadapi oleh umat manusia
yang mengharuskan Geografi sebagai bidang keilmuan tidak boleh
melepaskan diri dari disiplin keilmuan lainnya. Dalam penelitian telah
menggunakan statistik , metode kuantitatif dan teknologi. Dalam pengadaan
data geografi yang tepat dan akurat telah menggunakan satelit. Inggris yang
terkenal dengan penelitiannya tentang penggunaan lahan dan pendekatan
praktis berkenaan dengan perencanaan telah mendorong sekelompok
geograf yang dipelopori oleh Chorley pada tahun 1964 mengembangkan
pemikiran baru untuk Geografi Fisik dan Peter Haget untuk Geografi Sosial.
Pemakaian metode kuantitatif dalam penelitian Geografi tidak hanya analisis
tetapi juga mendorong pengembangan teori lebih lanjut. Pada masa ini
geografi fisik dan geografi Sosial mulai berkembang, serta penentuan batas
wilayah, gerakan penduduk dan berbagai persebaran fenomena geografi.

F. PERKEMBANGAN GEOGRAFI DI INDONESIA


Geografi di Indonesia sudah dikenal sejak zaman pendudukan Belanda
yang dibawa masuk oleh para ilmuwan Belanda yang melakukan studi/
kajian tentang Hindia Belanda. Istilah Geografi yang dipergunakan
adalah Aardrijskunde, sama seperti yang di negeri Belanda. Pada
awalnya, perkembangan Geografi mengikuti perkembangan ilmu
Geografi di negeri Belanda dan terus semakin pesat seiring dengan
semakin banyaknya ilmuwan Geografi Belanda yang melakukan studi
di Indonesia. Penggunaan istilah Aardrijskunde di sekolah-sekolah
Indonesia cukup lama dan berakhir ketika Belanda meninggalkan
Indonesia dan digantikan oleh Jepang.Ketika Jepang menduduki
Indonesia dan dengan semangat Asianya penggunaan istilah
Aardrijskunde diganti dengan istilah yang sesuai dengan bahasa
setempat. Ilmuwan Indonesia, seperti Adinegoro dan Adam Bachtiar
menyelaraskan istilah tersebut dengan Ilmu Bumi. Istilah ini
dipergunakan di sekolah-sekolah cukup lama, bahkan hingga sekarang
istilah Ilmu Bumi untuk Geografi masih banyak dikenal.
Penggunaan istilah dan pengertian sebenarnya tentang Geografi baru
dimulai pada tahun 1955 setelah terdapat Perguruan Tinggi dan kader-
kader bangsa Indonesia mengembangkan ilmu tersebut. Setelah
diadakan Seminar Geografi di Semarang pada tahun 1972 diperoleh
keseragaman dalam mengisi dan menggunakan Geografi sebagai ilmu
tata ruang, sedangkan terjemahan Ilmu Bumi lebih tepat untuk kata
Geologi, karena Geo berarti Bumi dan Logos (logi) berarti Ilmu.
 BUKU PEMBANDING
(sumber E-Book)

Judul : GEOGRAFI SEJARAH INDONESIA


Edisi : 2018
Penerbit : GARUDHAWACA
Pengarang : YULIA SISWA
Kota Terbit : YOGYAKARTA
Alamat :-
Tahun Terbit : 2018
ISBN : 967-602-6581-37-2
 PENGANTAR
Manusia sejak dahulu sudah mengenal Geografi, bahkan dapat dikatakan bahwa
umurnya seumuran dengan manusia di muka bumi.Seperti ilmu pengetahuan
lainnya, pada awalnya geografi tidak disusun secara sistematis seperti pada saat
ini, namun hanya berupa cerita tentang suatu tempat dan penghuninya yang
keberadaannya selalu berkaitan dengan mitologi yang berkembang di
masyarakat.Pengaruh tersebut lambat laun semakin berkurang seiring dengan
berkembangnya ilmu pengetahuan.Dan pada perkembangan terakhir, penggunaan
statistik dan metode kuantitatif dipergunakan dalam menjawab permasalahan
geografi selain penggunaan metode kualitatif yang telah eksis sejak dahulu.
Secara ringkas pada bab ini diuraikan Sejarah Perkembangan Geografi dari masa
ke masa, mulai dari geografi klasik, sampai kepada Perkembangan geografi di
Indonesia berdasarkan urutan sejarah yang melingkupinya atas pemikiran
Hermawan dalam bukunya Geografi Sebuah Pengantar.
 RINGKASAN ISI BUKU
A. PERKEMBANGAN GEOGRAFI KLASIK
1. Geografi di Zaman Yunani
Zaman ini merupakan zaman awal perkembangan ilmu Geografi.
Ilmu Geografi ini karena usaha untuk mengetahui darimana asal usul
dari negeri serta penduduk yang hidup pada zaman tersebut.Ilmu
sejarah yang mempunyai seorang tokoh bernama Herodotus sebagai
bapak sejarah mengungkapkan bagaimana seluk beluk keadaan
suatu tempat ataupun topografi serta menerangkan sebab terjadinya.
Erathotenes (176-194 SM) memastikan bahwa bumi berbentuk bola
dengan ukurannya secara detail.Setelah itu dibentuk susunan garis
lintang serta garis bujur bola bumi untuk menentukan letak suatu
lautan, negeri serta tempat lain meskipun masih dalam model yang
sederhana sehingga lahirlah Peta.Dengan adanya perubahan pola
cuaca dan perbedaan iklim maka disusun sistem permusiman
berdasarkan garis lintang serta garis bujur tersebut iklim
digolongkan menjadi beberapa macam.
2. Geografi di Zaman Romawi
Tokoh yang berperan pada zaman ini adalah Ptolomeus yang
membahas tentang aspek matematis dalam geografi dan kemudian
menerapkannya pada peta dan lokasinya.Posidonius kemudian
berusaha lebih teliti dari Erathotenes dalam menentukan keliling
bumi yang akhirnya diperoleh ukurannya hanya berselisih 7000 mil
dari ukuran sekarang.
Kedudukan Geografi sebagai ilmu pengetahuan batasan dan
lapangan/objeknya masih dipertentangkan oleh para ahli sampai
abad ke-19.
Tokoh-tokoh yang termasuk dalam kategori ini adalah:
Anaximandros (550 SM)
Ia beranggapan bahwa bumi berbentuk silinder.Pebandingan panjang
silinder dan garis tengahnya adalah 3:1.Bagian bumi yang dihuni manusia
menurutnya adalah sebuah pulau yang berbentuk bulat yang muncul dari
laut.Karena pendapatnya tersebut, maka peta bumi yang dibuatnya mirip
sebuah jamur.
Thales (640-548 SM)
Menganggap bahwa bumi ini berbentuk keping silinder yang terapung
diatas air dengan separuh bola hampa diatasnya.Pendapat ini sempat hilang
seabad kemudian setelah Parminedes mengemukakan pendapatnya bahwa
bumi berbentuk bulat.Kemudian Heraclides (+320 SM) berpendapat bahwa
bumi berputar pada sumbunya dari Barat ke Timur.
Herodotus (458-452 SM) Ahli Filsafat dan Sejarah Yunani
Mengemukakan bahwa hubungan perkembangan masyarakat dengan
faktor-faktor geografi di wilayah yang bersangkutan sangat erat.Pada tahun
450 SM membuat peta dunia dan membagi dunia menjadi 3 bagian, yaitu :
Eropa, Asia, dan Libya (Afrika).Peta yang dibuat oleh Herodotus
merupakan suatu bulatan yang mencakup benua-benua yang dikelilingi
lautan.
Homerus
Banyak menulis tentang keadaan sekitar laut tengah sebahai hasil
penjelajahannya.
Pitheas (340 SM)
Membuat uraian tentang perjalanan dari pantai Eropa ke Inggris.
Erathothenes dan Dikaiarchos (276-194 SM)
Melakukan pembuatan jaring-jaring derajat dimuka bumi.Berdasarkan
pancaran sinar matahari yang jatuh ke permukaan bumi, Dikaiarchos
melakukan pengukuran dan pembuatan busur jaring derajat antara
Lyismachia dan Alexandria.Ia juga membuat karya tulis sebanyak tiga jilid
yang diberi judul Geografika.
Strabo (64 SM-24M)
Mencoba menguraikan besarnya pengaruh lingkungan setempat terhadap
pengelompokan kebudayaan dan pembagian pemerintahan.Ia termasuk
tokoh geografi berpaham “deteminis lingkungan”.Strabo mengemukakan
bahwa Geografi berkenaan dengan faktor lokasi, karakteristik tertentu dan
hubungan antara satu tempat dengan tempat lainnya di permukaan bumi
secara menyeluruh.
Strabo dalam bukunya yang berjudul Geographica yang teediri dari 17 jilid,
yang diterbitkan satu abad sebelum masehi membuat sintesa antara
geografi, yaitu Chorografi dan Topografi, yang tampak korelasi antara
lingkungan alam dengan manusia.
Claudius Ptolemeus (150 M)
Karya gemilang menyusun peta dunia yang menggambarkan benua Asia,
Afrika, dan Eropa, ia juga menulis buku tentang pengetahuan bumi dan
bangsa-bangsa di dunia yang berjudul Geografice Hyphegesys yang terdiri
dari 8 jilid.Dia juga menerangkan bahwa geografi berbeda dengan
corografi.Corografi lebih mengutamakan pada penampakan asli suatu
wilayah dan bukan ukurannya, sedangkan geografi mengutamakan hal-hal
yang kuantitatif.Dia juga merupakan orang pertama yang memperkenalkan
penggolongan iklim.

9. PERKEMBANGAN GEOGRAFI ABAD PERTENGAHAN


Pada akhir abad pertengahan, uraian-uraian tentang geografi masih
bercirikan hasil laporan perjalanan, baik perjalanan yang dilakukan
melalui darat maupun melalui lautan.Adapun tujuan dilakukannya
perjalanan jauh (Jalur Sutera), yaitu:
- Upaya memperoleh kekayaan (Gold)
- Penyebaran agama ke daerah baru (Gospel)
- Peperangan/pemberontakan ajaran agama (Glory)
Tokoh-tokoh geografi abad pertengahan, yaitu:
Marcopolo (seorang petualang Eropa)
Pada tahun 1272-1295 melakukan perjalanan menjelajahi Asia Timur dan
Asia Tengah.
Batholomeus Diaz (pelaut Portugis)
Melakukan perjalanan sampai ke Tanjung Harapan di Afrika Selatan dan
diteruskan dengan mengarungi Samudera Hindia ke Kalikut di India pada
tahun 1486.
Vasco Da Gamma (pelaut Portugis)
Vasco Da Gamma berlayar pada tahun 1497 dengan 4 kapal kecil dan 170
awak.Dia melakukan perjalanan dengan rute yang sama dengan rute yang
sama dengan Bartholomoeus Diaz dan terus melanjutkannya hingga sampai
ke Indonesia pada tahun 1498.
Columbus (pelaut Genoa)
Pelayaran perdananya tahun 1492-149
3 mengarungi samudera Antlantik dan sampai ke Kuba dan Haiti dalam
perjalanannya mencari jalan lain ke India yang akhirnya menemukan benua
baru (Amerika).Pada perjalanan yang kedua tahun 1493-1494, Columbus
sampai di Kepulauan Bahama, dan dalam perjalanan yang ketiga tahun 1498
dia sampai dipantai Venezuella serta pada penjelajahan yang keempat tahun
1502-1504 dia menjalani dataran Amerika Tengah.
Amerigo Vespuci (pelaut Italia)
Pada tahun 1501-1502 mengarungi samudera Antlantik melalui tanjung
Horn di Patagonia dan menyeberangi samudera Pasifik, mendarat di
Filiphina dalam perjalanannya mengelilingi dunia.
Ferdinand Magelhaens
Melakukan perjalanan ke Amerika Selatan tahun 1519 dan melanjutkan
pelayarannya ke Filiphina pada tahun 1521.
Nicholas Copernicus (1473-1543)
Mengemukakan bahwa bumi berbentuk bulat, bergerak pada porosnya
(rotasi) dan seperti planet lain bumi melakukan gerak edar mengelilingi
matahari (revolusi).Teori ini disebut dengan Teori Heliosentris.Teori ini
mematahkan anggapan yang selama itu diakui Geosentris ( Bumi Sebagai
Pusata Tata Surya).Usaha Copernicus tersebut, kemudian dilanjutkan oleh
Galileo Galilei (1564-1642), Johannes Kepler (1571-1630).Keppler
memberi gambaran baru tentang letak bumi dan tata surya.
10. PERKEMBANGAN GEOGRAFI MODERN
Pandangan ini mulai berkembang pada abad ke-18.Pada masa ini
Geografi sudah dianggap sebagai suatu disiplin ilmiah dan sudah
dipandang dari sudut praktis.Tokoh-tokohnya adalah:
Immanuel Kant (1724-1804)
Kant membagi Geografi menjadi:
 Mathematical Geography (Geografi Matematis), gambaran bumi
sebagai suatu massa dari sistem tata surya.
 Moral Geography (Geografi Moral), gambaran tentang cara dan
adat istiadat manusia diberbagai daerah di muka bumi.
 Political Geography (Geografi Politik), gambaran tentang kesatuan-
kesatuan negara di dunia yang didasarkan atas sistem pemerintahan.
 Physical Geography (Geografi Fisis), gambaran tentang bumi dan
bagian-bagiannya termasuk hewan, veerasi dan mineral.
 Merchantile Geography (Geografi Perdagangan), gambaran
tentang pola hubungan ekonomi penduduk dan bangsa-bangsa di
dunia.
 Theological Geography (Geografi Agama), tentang agama-agama di
dunia, penyebarannya serta perubahan prinsip theologi diberbagai
lingkungan alam.
Alexander Baron Van Humboldt (1769-1859)
Humbold melakukan petualangan kebeberapa daerah di benua Amerika
Selatan dan membuat profil benua tersebut.Dia memperkenalkan pengertian
Ekologi (ecology), yaitu ilmu pengetahuan yang menyelidiki hubungan
yang terdapat antara vegetasi dengan ketinggian tempat.Berdasarkan
pengertian ekologi tersebut, muncul pengertian lingkungan geografi.
Karl Ritter (1779-1839)
Pandangan terhadap geografi dipengaruhi oleh pemikiran religius,
menurutnya bumi diciptakan oleh Tuhan agar manusia dapat belajar dan
memakainya untuk tempat tinggal.Pandangan ini merupakan dasar
pemikirannya yang Fisis Determinis.
Charles Darwin (1809-1882)
Seorang naturalis Inggris yang terkenal karena teori evolusinya. Pengaruh
Darwin sangat besar terhadap pandangan Geografi setelah Humboldt dan
Ritter. Teori evolusi Darwin berpengaruh luas terhadap berbagai bidang
pengetahuan pada masa itu, bahkan konsep “survival of the fittest” dan
“Natural Selection” merupakan dasar pemikiran berkembangnya fisis-
determinis pada Geografi.

11. PANDANGAN GEOGRAFI AKHIR ABAD Ke-Abad ke 20

Pusat perhatian Geografi pada akhir abad ke-19 adalah terhadap iklim, tumbuhan,
dan hewan, serta terhadap bentang alam. Kebanyakan ahli geografi pada periode ini
memperdalam Geologi dan mempergunakan metode geologi dalam
penyelidikannya. Sebaliknya geografi manusia menjadi semakin lemah. Pada akhir
abad ke-19, geografi manusia masih bercorak geografi Ritter tanpa adanya
perspektif baru. Kenyataan ini mungkin disebabkan karena kedudukan Ritter
sebagai tokoh geografi di Universitas Berlin setelah kematiannya pada tahun 1859
untuk waktu yang lama tidak ada yang menggantikannya. Demikian juga di Inggris,
sejak pengunduran diri Alexander Maconochie di tahun 1830-an menyebabkan
geografi di negara tersebut tidak berkembang.

Pada masa ini, tokoh geografi yang berpengaruh, adalah :

 Friederich Ratzel (1844-1904), melalui metodologi ilmiah yang


dikemukakan oleh Ratzel, yaitu 25Geografi, sebuah Pengantar menyatakan
secara tegas bahwa alam menentukan kehidupan manusia, paham fisis
determinis menjadi semakin jelas. Ajaran Ratzel tersebut dikenal dengan
“Anthropogeographie” yang juga merupakan judul buku yang ditulisnya.
 Ellen C Semple, Pengikut Ratzel yang memperlemah paham fisis
determinis atau geografi determinis menjadi “pengawasan geografi”
(geographic control).
 Otto Schluter (1873), Guru Besar Universitas Berlin pandangannya
dianggap terlalu Fisis determinis, sehingga dipandang terlalu berat sebelah
oleh kebanyakan ahli geografi yang berpandangan Antropogeografi
 Elsworth Huntington (1876), Ahli Geografi Universitas Yale, Amerika
Serikat. Pemikiran Geografi Huntington dipengaruhi oleh paham Geografi
Ratzel.
 Ferdinand von Richthofen (1833-1905), Ahli Geologi yang kemudian
beralih menjadi seorang Geografer. Richthofen memberi rumusan konsep
Geografi yang merupakan suatu Sintesa dari pandangan Ritter dan
Humboldt.
 Oscar Peschel (1833-1905), melakukan kritik terhadap Ritter yang
dianggapnya terlalu melebih-lebihkan pengaruh alam. Peschel berpendapat
bahwa Geografi menyelidiki gejala bumi dengan studi komparatif
sehingga suatu ilmu dapat dikembangkan secara induktif dan juga
membawakan konsep dalam geografi bahwa manusia merupakan pusat
perhatian.
 Alfred Hettner (1859-1941), Ahli Geografi Jerman Hettner berhasil
mempersatukan pendapat dan pengertian tentang konsep dasar Ilmu
Geografi di Jerman.
 Paul Vidal de la Blache (1854-1918), Profesor Universitas Sorborne
Perancis. Pandangannya banyak dipengaruhi oleh paham determinis-
anthropogeographie karena banyak membaca karya Ritter, Von Humbolt
dan geograf Jerman lainnya.
 Jean Brunhes (1869-1930), Ahli Geografi Perancis, murid sekaligus
pengikut Vidal de la Blache. melanjutkan paham Geografi gurunya yang
menolak paham determinisme.

12. PERKEMBANGAN GEOGRAFI MUTAKHIR

Perkembangan geografi saat ini lebih mengarah pada upaya pemecahan masalah
yang dihadapi oleh umat manusia. Kondisi ini mengharuskan Geografi
sebagai bidang keilmuan tidak boleh melepaskan diri dari disiplin keilmuan
lainnya. Seperti yang terjadi pada disiplin ilmu lainnya, geografi juga telah
mempergunakan statistik dan metode kuantitatif dalam penelitiannya, bahkan
penggunaan piranti komputer untuk mengolah dan menganalisa data sudah menjadi
kebutuhan.

Sampai tahun 1960, Geografi di Inggris tidak mempunyai warna dan kuno
pemikirannya, sesudah tahun tersebut perkembangan Geografi semakin pesat dan
terjadi perubahan yang besar-besaran dalam pemikirannya. Geografi di Inggris
yang terkenal dengan penelitiannya tentang penggunaan lahan dan pendekatan
praktis berkenaan dengan perencanaan telah mendorong sekelompok geograf yang
dipelopori oleh Chorley pada tahun 1964 mengembangkan pemikiran baru untuk
Geografi Fisik dan Peter Haget untuk Geografi Sosial. Hasil karya mereka, yaitu:
Frontiers in Geography dan Models in Geography yang merupakan kumpulan
karangan merupakan manifestasi dari pemikiran baru tersebut. Pemakain metoda
kuantitatif dalam penelitian Geografi tidak hanya analisis tetapi juga mendorong
pengembangan teori lebih lanjut.
13. PERKEMBANGAN GEOGRAFI DI INDONESIA
Ada 2 pelopor ahli geografi di Indonesia yaitu R. Bintarto dan Surastopo
Hadisumarno. Mereka merupakan founding father geograf Indonesia
yang mendorong kita agar tidak terlalu berpatokan pada mahzab-
mahzab yang berkembang di luar negeri. Mereka lebih menekankan
geografi agar menganalisa fenomena geosfer dari sisi keruangan,
ekologi dan regional. Ketiga pendekatan tersebut adalah satu kesatuan
utuh yang tidak terpisahkan . Jadi kalau anda ahli geografi maka ketika
anda menganalisa fenomena dalam suatu wilayah pastinya ketiga
pendekatan tersebut digunakan. Itulah sedikit cerita tentang
perkembangan geografi di dunia dan Indonesia. Saat ini geografi
semakin dimanjakan dengan teknologi GIS (Geographic Information
System) yang mempermudah manusia memahami dan menganalisa
fenomena di permukaan bumi.
BAB III

KELEMAHAN DAN KEKURANGAN BUKU

 BUKU UTAMA

Kelemahan

 Terkadang ada kata-kata yang menggunakan istilah yang sulit untuk


dipahami. Pengulangan informasi sering kali terjadi pada bab-bab
berikutnya.
 Terkadang ada kata kata yang tidak bisa saya translate karena tidak ada
dikamus bahasa inggris atau npun digeogle translate.
 Terkadang ada kata-kata yang tidak berhubungan dengan kalimat yang ada
dibuku tersebut.

Kelebihan

 Penulis seakan-akan mengajak pembaca untuk ikut dalam keadaan yang


sebenarnya.
 Setiap bab penulis membuat satu kesimpulannya yang dapat dimengerti.
 Disetiap bab ada kata motivasi yang diciptakan oleh para ahli. Dan kita
termotivasi jika membacanya.
 Rumusan masalah dijelaskan dengan bagus,walaupun banyak kata yang
susah mengerti.

 BUKU PEMBANDING

Kelebihan
 Sangat enak dibaca karena tidak terlalu banyak menggunakan istilah-
istilah ilmiah, tetapi menggunakan bahasa yang umum, sehingga lebih
mudahdipahami.
 Tidak ada materi yang tidak berhubungan atau tidak penting, yang
dimasukan kedalam pokok bahasan, yang menyebabkan pembaca menjadi
bingung, inti materinya itu yang mana?, sehingga pembaca tidak perlu lebih
jeli dalam mengambil intisari dari tiap materi yang disampaikan.
 Tidak terdapatnya kesalahan halaman yang ditujunjukan dalam daftar isi
yang tidak sesuai dengan halaman yang sebenarnya, sehingga daftar isi buku
ini membantu banyak jika kita ingin mencari halaman suatu materi, karena
halaman yang ditunjukan dalam daftar isi semuanya benar atau sesuai
denganhalamanyangsebenanya.
 Memiliki tim penyusun, tim pengarah dan tim penyunting.

Kekurangan
 Menggunakan bentuk dan ukuran hurup yang tidak pas, terlalu besar,
sehingga buku tidak enak dibaca, serta nampak tidak rapih dan tidak indah
 Dalam tiap babnya buku ini membahas beberapa pokok bahasan.
Sehingga materi dalam setiap babnya menjadi terlalu banyak dan ini
menyulitkan pembaca dalam pemahaman.
 Bab tidak disusun berdasarkan isi materinya, tidak dikelompokan
berdasrkan pokok bahasnnya, sehingga materi tidak terfokus.
 Warna tulisan buku tidak jelas dan tidak hitam sehingga pembaca menjadi
tidak nyaman dalam membaca buku ini.

Anda mungkin juga menyukai