Anda di halaman 1dari 40

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Pembangunan kesehatan merupakan bagian integral dan terpenting dari

pembangunan nasional. Tujuan diselenggarakannya pembangunan kesehatan adalah

meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar

terwujud derajat kesehatan yang optimal. Keberhasilan pembangunan kesehatan berperan

penting dalam meningkatkan mutu dan daya saing sumber daya manusia.

Untuk mencapai tujuan pembangunan kesehatan diselenggarakan berbagai upaya

kesehatan secara menyeluruh, berjenjang dan terpadu.

Dalam menilai keberhasilan pembangunan kesehatan dapat dilihat dengan

menggunakan beberapa tolak ukur diantaranya penurunan angka kematian bayi,

peningkatan umur harapan hidup serta perbaikan gizi masyarakat. Pencapaian cakupan

dari tolak ukur tersebut mencerminkan keberhasilan berbagai program diantaranya

imunisasi, gizi, kesehatan lingkungan dan lain-lain serta dengan dukungan sarana dan

prasarana yang diharapkan akan bertambah.

Puskesmas bertanggung jawab sebagai penyelenggara upaya kesehatan untuk

janjang tingkat pertama. Puskesmas Wani merupakan salah satu unit pelayanan kesehatan

terdepan diwilayah kecamatan Tanantovea Kabupaten Donggala, mengemban tugas

pelayanan yang menyeluruh dan terpadu kepada masyarakat. Mencakup usaha Preventif

(pencegahan penyakit), Kuratif (pengobatan penyakit), Promotif (peningkatan kesehatan)

dan Rehabilitatif (usaha pemulihan kesehatan) yang dilakukan dengan tujuan,

meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Salah satu upaya peningkatan manajemen pembangunan kesehatan untuk

menunjang kegiatan puskesmas yaitu Sistem Informasi Kesehatan (SIK) yang

Profil Kesehatan Puskesmas Wani Tahun 2016


1
dikembangkan dalam peyusunan Profil Kesehatan Puskesmas. Berbagai keberhasilan dan

peningkatan derajat kesehatan pada tahun 2020 dirangkum dalam Profil Kesehatan

Puskesmas Wani, berdasarkan hasil analis dan laporan kegiatan dari berbagai program

yang ada. Upaya ini dilaksanakan sebagai salah satu bentuk peningkatan manajemen

perencanaan, pengawasan dan pengendalian pelaksanaan program serta penilaian upaya

kesehatan.

Profil ini merupakan gambaran situasi kesehatan secara menyeluruh diwilayah

Puskesmas Wani meliputi:

 Informasi keadaan umum dan lingkungan yang terdiri dari demografi, social ekonomi

dan sebagainya.

 Informasi upaya kesehatan yang terdiri dari informasi tentang cakupan kegiatan dan

sumberdaya kesehatan tingkat puskesmas.

 Informasi status kesehatan yang terdiri dari informasi tentang angka-angka kematian,

kesakitan dan status gizi masyarakat.

Buku profil ini dilengkapi dengan tabel agar dapat dapat lebih mudah dibaca dan

dipahami sehingga dapat dijadikan bahan masukan dalam pengambilan keputusan.

B. TUJUAN

Secara umum Profil Kesehatan Puskesmas Wani tahun 2016 ini, menggambarkan

situasi derajat kesehatan dan pencapaian upaya pelayanan kesehatan sampai akhir

tahun 2016. Penyusunan profil kesehatan ini bertujuan memberikan gambaran secara

menyeluruh Wilayah Kerja Puskesmas Wani. Baik Keadaan Wilayah maupun Hasil

Kegiatan Program Kesehatan Tahun 2016.

C. SISTEMATIKA PENULISAN

Untuk lebih memudahkan pemahaman Profil Kesehatan Puskesmas ini, maka

penulis menggunakan sistematika penulisan sebagai berikut :

Profil Kesehatan Puskesmas Wani Tahun 2016


2
BAB I PENDAHULUAN

Dalam bab ini akan dikemukakan latar belakang dan tujuan serta sistematika penulisan

Profil kesehatan Puskesmas ini.

BAB II GAMBARAN UMUM PUSKESMAS WANI

Dalam bab ini diuraikan gambaran umum wilayah kerja Puskesmas Wani. Selain uarian

tentang letak geografis, administratif dan informasi umum lainnya, bab ini juga mengulas

factor-faktor yang berpengaruh terhadap kesehatan dan faktor-faktor lain misalnya

kependudukan, ekonomi, pendidikan.

BAB III PROGRAM KESEHATAN PUSKESMAS WANI

Di bab ini disajikan informasi beberapa program kegiatan yang ada di Puskesmas Wani.

BAB IV PENCAPAIAN PROGRAM KESEHATAN PUSKESMAS WANI

Pada bab ini disajikan informasi berupa hasil Kegiatan Pokok Puskesmas Wani

Tahun 2016.

BAB V PENUTUP

Merupakan bagian yang memaparkan kesimpulan dari pelaksanaan seluruh kegiatan dan

saran-saran yang dianggap perlu untuk dilakukan.

LAMPIRAN

Pada lampiran ini berisi tentang tabel data indikator pencapaian kinerja standar minimal

bidang kesehatan.

Profil Kesehatan Puskesmas Wani Tahun 2016


3
BAB II

GAMBARAN UMUM WILAYAH KERJA


PUSKESMAS WANI

A. KEADAAN GEOGRAFIS

Puskesmas Wani merupakan puskesmas yang berada di wilayah kerja

Kecamatan Tanantovea, Kabupaten Donggala dengan luas wilayah 302,64 Km 2.

Wilayah kerja puskesmas wani terdiri dari 10 desa, yaitu desa wani II, wani I, Wani III,

Wani Lumbumpetigo, Nupabomba, Guntarano, Bale, Wombo Mpanau, Wombo Induk dan

desa Wombo Kalonggo.

Letak puskesmas Wani kurang lebih 25 Km dari ibu kota Palu, dengan

batas wilayah sebagai berikut:

1. Sebelah utara berbatasan dengan Kecamatan Labuan

2. Sebelah selatan berbatasan dengan Kecamatan Palu Utara Kota Palu

3. Sebelah Timur berbatasan dengan Kecamatan Ampibabo dan Kecamatan Parigi

Mautong, dan

4. Sebelah barat berbatasan dengan kecamatan Palu Utara Kota Palu dan Teluk Palu.

B. KEADAAN DEMOGRAFIS

Jumlah penduduk di wilayah kerja Puskesmas Wani Kec. Tanantovea, sesuai

data terakhir BPS tahun 2015 adalah 15.806 jiwa. Sedangkan jumlah Kepala Keluarga

untuk seluruh Kecamatan yaitu 4.286 KK dengan rata-rata jumlah penduduk per rumah

tangga adalah 4 jiwa.

Profil Kesehatan Puskesmas Wani Tahun 2016


4
Tabel 1
Jumlah Penduduk diWilayah kerja Puskesmas Wani
Tahun 2016

No Nama Desa Jumlah Dusun Jumlah Penduduk

1. WANI I 5 1.638
2. WANI II 4 2.867
3. WANI III 2 892
4. LUMBU MPETIGO 3 1.165
5. WOMBO MPANAU 2 1.142
6. WOMBO INDUK 3 1.183
7. WOMBO KALONGGO 3 809
8. NUPABOMBA 6 3.135
9. GUNTARANO 3 1.621
10. BALE 5 1.354
J U M LA H 36 15.806
Sumber: Tanantovea dalam angka 2015

Tabel 2
Jumlah Penduduk di Wilayah Kerja Puskesmas Wani
Berdasarkan Jenis Kelamin
Tahun 2016

No Jenis Kelamin Jumlah Proporsi


1. Laki-laki 8.052 50,9 %
2. Perempuan 7.754 49,1 %
Jumlah 15.806 100 %
Sumber: Tanantovea dalam angka 2015

C. SARANA PENDIDIKAN

Profil Kesehatan Puskesmas Wani Tahun 2016


5
Sarana pendidikan yang tersedia di wilayah kerja Puskesmas Wani sudah

lengkap dari TK, SD, SLTP dan SMU.

Tabel 3
Jumlah dan Jenis Sarana Pendidikan
di wilayah kerja Puskesmas
Wani Tahun 2016
JENIS STATUS
NO
SEKOLAH NEGERI SWASTA JUMLAH
1 TK - 19 19

2 SD 14 8 22

3 SLTP 4 4 8

4 SMU/SMK - 3 3

Sumber : Tanantovea dalam angka 2015

D. KEADAAN SOSIAL EKONOMI

Secara umum keadaan sosial ekonomi masyarakat dapat dikatakan hampir

rata-rata berpenghasilan kecil. Mata pencaharian penduduk sebagian besar adalah

pertanian yang letaknya jauh dari pemukiman. Dengan keadaan sosial ekonomi tersebut,

maka sebagian besar masyarakat berpendapatan musiman. Hal ini mengakibatkan

beberapa kelompok masyarakat kurang memperhatikan masalah kesehatan.

Profil Kesehatan Puskesmas Wani Tahun 2016


6
E. AGAMA DAN SOSIAL BUDAYA

Mayoritas penduduk beragama Islam (95 %). Sarana ibadah yang

tersedia berupa masjid (24 buah) dan sarana tersebar merata di seluruh desa.

Persentase penduduk yang beragama Kristen/Protestan ± 2 %, dan Katolik ± 3 %.

Penduduk asli adalah Suku Kaili.

F. SARANA TRANSPORTASI

Sarana transportasi yang tersedia sudah cukup memadai. Dari beberapa

desa di wilayah kerja puskesmas Wani mempunyai jalan yang dapat dilalui kendaraan

bermotor. Sehingga ini bukan merupakan hambatan dalam pelayanan kesehatan secara

menyeluruh dan terpadu.

Profil Kesehatan Puskesmas Wani Tahun 2016


7
BAB III

PROGRAM KESEHATAN PUSKESMAS WANI

Desentralisasi bidang kesehatan ditandai dengan kewenangan dan tanggung jawab

dari Pemerintah Pusat kepada Pemerintah Kabupaten/Kota. Kebijakan ini member dampak

sosial politik dan ekonomi yang besar serta menimbulkan tantangan, peluang dan

permasalahan tersendiri termasuk pada mutu pelayanan kesehatan dimasyarakat. Dimana

Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota mempunyai peranan dalam pengembangan dan penetapan

standar yang telah dikembangkan oleh Propinsi atau Pusat. Standar yang telah ditetapkan

tersebut sebagai pedoman masyarakat dalam pelaksanan kegiatan program kesehatan.

Sedangkan standar yang bersifat non medis dikembangkan dan ditetapkan sendiri oleh

puskesmas dengan bimbingan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota, yang disesuaikan dengan

kebutuhan, kemampuan serta sumber daya yang tersedia di masing-masing puskesmas.

Berdasarkan analisis situasi lingkungan yang ada, Puskesmas Wani kemudian

menetapkan Visi Puskesmas Wani yang kemudian dibreakdown menjadi misi yang akan

diemban oleh Puskesmas Wani melalui manajemen Puskesmas yang kemudian

diimplementasikan dalam bentuk Program dan kegiatan-kegiatan.

 VISI

Pelayanan Kesehatan Puskesmas Wani dilaksanakan melalui program-program kerja

dengan visi:

“ Terwujudnya Sistem Pelayanan Kesehatan Dasar yang Bermutu Menuju Kecamatan

Tanantovea Sehat Tahun 2020”

Profil Kesehatan Puskesmas Wani Tahun 2016


8
 MISI

Untuk dapat mewujudkan Visi tersebut diatas, ditetapkan enam misi sebagai berikut:

1. Memperkuat kerjasama lintas program dan lintas sector

2. Mengaktifkan Desa Siaga

3. Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam UKBM

4. Menurunkan angka kematian ibu

5. Menurunkan angka kesakitan Penyakit Tidak Menular (PTM)

6. Menurunkan angka kesakitan Penyakit Menular

 FUNGSI PUSKESMAS

Pembangunan Puskesmas adalah penyelenggaraan upaya kesehatan untuk

meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap penduduk agar

dapat mewujudkan derajat kesehatan yang optimal. Oleh karena pembangunan kesehatan

merupak tanggungjawab bersama dan untuk mewujudkan visi dan misi tersebut maka

puskesmas diera desentralisasi mempunyai 3 (tiga) fungsi :

1. Menggerakan pembangunan yang berwawasan kesehatan kesehatan dengan tujuan:

a. Meningkatkan kemandirian sekolah dalam Usaha Kesehatan Sekolah (UKS).

b. Meningkatkan kemandirian masyarakat untuk hidup sehat.

c. Terselenggaranya upaya kesehatan ditempat kerja.

d. Terselenggaranya upaya kesehatan ditempat-tempat umum.

2. Memberdayakan masyarakat dan keluarga dengan tujuan meningkatkan peran serta

aktif individu dan keluarga atau meningkatkan kesehatan yang bersumber dari

masyarakat itu sendiri (UKBM) dibidang kesehatan.

3. Memberikan pelayanan kesehatan tingkat pertama yang bertujuan:

a. Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan.

Profil Kesehatan Puskesmas Wani Tahun 2016


9
b. Peningkatan kualitas pengobatan.

c. Meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang kesehatan.

d. Meningkatkan kualitas lingkungan.

e. Meningkatkan status kesehatan Ibu dan Anak serta Lansia.

f. Meningkatkan status gizi dan menanggulangi gizi buruk.

g. Memberantas dan mencegah penyakit menular serta menurunkan angka

kesakitan dan kematian akibat penyakit menular.

 PROGRAM KESEHATAN PUSKESMAS

Untuk meningkatkan percepatan perbaikan derajat kesehatan masyarakat ditetapkan

beberapa program prioritas kesehatan yang strategis sebagai berikut:

1. Program Lingkungan Sehat, Perilaku Sehat dan Pemberdayaan Masyarakat

Tujuan program ini adalah untuk mewujudkan mutu lingkungan hidup yang lebih

sehat, memberdayakan individu dan masyarakat dalam bidang kesehatan melalui

peningkatan pengetahuan, sikap positif, perilaku peran aktif individu, keluarga dan

masyarakat sesuai dengan social budaya setempat untuk memelihara, meningkatkan

dan melindungi kesehatannya sendiri dan lingkungannya menuju masyarakat yang

sehat, mandiri dan produktif.

Kegiatan yang akan dilaksanakan adalah:

a. Pengembangan media KIE untuk berbagai tatanan (rumah tangga, sekolah,

tempat-tempat umum, tempat kerja, institusi kesehatan lain dan masyarakat

umum).

b. Pengembangan jalinan kemitraan dengan program, LSM, sector dan organisasi

terkait untuk mendapatkan dukungan bagi pelaksanaan program perilaku hidup

bersih dan sehat diberbagai tatanan.

Profil Kesehatan Puskesmas Wani Tahun 2016


10
c. Melakukan penyuluhan perilaku sehat dan bahaya narkoba dilingkungan sekolah,

tempat kerja dan tempat umum.

d. Penetapan standar dan persyaratan, kesehatan bagi pemukiman, perumahan,

bangunan sehat dan tempat-tempat umum.

e. Pengawasan, investigasi dan pemecahan masalah kualitas lingkungan tempat-

tempat umum serta tindak lanjutnya.

f. Analis dampak kesehatan lingkungan.

g. Pengembangan system informasi TTU, kesehatan lingkungan dan penyehatan air.

h. Penyuluhan, pemberian, percontohan dan stimulan.

i. Peningkatan cakupan air bersih di pedesaan.

j. Peningkatan pengawasan kualitas air, bakteriologis dan kimia.

k. Peningkatan peran serta masyarakat.

2. Program Upaya Kesehatan

Tujuan program ini adalah meningkatkan pemerataan dan mutu upaya kesehatan

yang berhasil dan berdaya guna serta terjangkau oleh segenap anggota masyarakat.

Sub program yang tercakup adalah sebagai berikut:

a. Program pemberantasan penyakit menular dan Imunisasi

1.) Pemberantasan penyakit menular

Kegiatan program ini adalah:

a.) Penemuan dan pengobatan penderita dan penatalaksanaan kasus di

pedesaan.

b.) Pencegahan dan penanggulangan faktor resiko serta pananganan

kecacatan.

c.) Pelaksanaan system kawaspadaan dini dan upaya penanggulangan

Kejadian Luar Biasa(KLB).

Profil Kesehatan Puskesmas Wani Tahun 2016


11
d.) Peningkatan penyebaran informasi (KIE) penyakit menular.

e.) Penyuluhan tentang penyakit menular.

2.) Imunisasi

Kegiatan program ini adalah:

a.) Standarisasi dan pelaksanaan imunisasi polio, campak, diptheri, pertusis,

tetanus, BCG, hepatitis B, dan penyakit lain yang sudah ada

imunisasinya.

b.) Pengamanan dan penanggulangan kejadian ikutan paska imunisasi (KIPI).

c.) Pemantauan dan evaluasi program dan hasil evaluasi program imunisasi.

d.) Peningkatan UCI desa.

b. Program pencegahan penyakit tidak menular

Kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan adalah:

1.) Pengamatan penyakit tidak menular antara lain penyakit jantung dan pembuluh

darah, penyakit diabetes militus, kanker dan sakit gigi.

2.) Pengumpulan, penyusunan dan penyebarluasan informasi factor resiko

penyakit tidak menular.

3.) Pencegahan dan penanggulangan factor resiko serta penanganan kecacatan.

4.) Perawatan dan pengobatan sakit gigi baik darurat, khusus dan umum.

5.) Pengorganisasian partisipasi masyarakat lokal dalam promosi gaya hidup sehat

yang berhubungan dengan pencegahan penyakit tidak menular.

6.) Pemantauan dan penilaian.

c. Program penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan

1.) Pelayanan kesehatan dasar dengan kegiatannya meliputi:

a.) Pengembangan program jaminan mutu dan pengobatan rasional.

Profil Kesehatan Puskesmas Wani Tahun 2016


12
b.) Meningkatkan mekanisme dan dukungan kegiatan rujukan.

c.) Meningkatkan jangkauan pelayanan kepada kelompok masyarakat rawan

kesehatan.

d.) Peningkatan peran lembaga swadaya masyarakat dalam pembangunan

kesehatan.

e.) pemantauan dan penilaian.

2.) Pelayanan kesehatan rujukan dengan kegiatannya meliputi:

a.) Pengembangan dan pemantapan program jaminan mutu dan pengobatan

rasional di puskesmas.

b.) Meningkatkan jangkauan pelayanan kepada penduduk miskin melalui

subsidi.

c.) Menggerakkan partisipasi dan pemberdayaan masyarakat dalam

pemeliharaan dan peningkatan.

d.) Pemantauan dan penilaian.

d. Program pelayanan kesehatan penunjang

Tujuan program ini untuk meningkatkan produktifitas, kemampuan, mutu,

jangkauan. efektifitas dan efisiensi dalam pelayanan kesehatan penunjang,

meningkatkan sarana pelayanan kesehatan rujukan dan penunjang dalam upaya

peningkatan kesehatan masyarakat. Kegiatan sub program ini terdiri dari:

1.) Melaksanakan identifikasi K 3

2.) Mengembangkan upaya pengamanan, pemeliharaan, pengujian dan kalibrasi

fasilitas pelayanan kesehatan dasar dan rujukan.

3.) Melakukan program preventif yang berupa pemeriksaan awal pekerja.

e. Program pembinaan dan pengembangan pengobatan tradisional

Kegiatan-kegiatan yang dilakukan adalah:

Profil Kesehatan Puskesmas Wani Tahun 2016


13
1.) Pembentukan dan pembinaan sentra pengembangan dan penerapan

pengobatan tradisional.

2.) Pemanfaatan tanaman obat hasil TOGA.

3.) Bimbingan pengendalian dan pengawasan.

f. Program kesehatan reproduksi

Kegiatan program ini meliputi:

1.) Penyelenggaraan upaya kesehatan ibu.

2.) Penyelenggaraan upaya kesehatan anak dan remaja.

3.) Penyelenggaraan upaya kesehatan usia subur.

4.) Penyelenggaraan upaya kesehatan usia lanjut.

g. Program pengembangan surveilans epidemiologi

Kegiatan program ini meliputi:

1.) Pengembangan tim epidemiologi di puskesmas.

2.) Pengumpulan dan pengolahan serta analis secara sistematis dan

berkesinambungan melalui Sistem Geografis (SIG).

3.) Penyajian dan penyebaran hasil analis dan interprestasi data surveilans kepada

yang memerlukan.

4.) Mengembangkan sistem kewaspadaan dini.

3. Program Perbaikan Gizi

Tujuan program ini adalah meningkatkan intelektualitas dan produktifitas sumber daya

manusia, meningkatkan kemandirian keluarga dalam upaya perbaikan status gizi,

meningkatkan pelayanan gizi untuk mencapai keadaan gizi yang baik dengan

prevalensi gizi lebih dan meningkatkan penganekaragaman konsumsi pangan bermutu

untuk memantapkan ketahanan pangan tingkat rumah tangga. Kegiatannya meliputi:

Profil Kesehatan Puskesmas Wani Tahun 2016


14
a. Penyuluhan gizi masyarakat, penanggulangan kekurangan energi protein (KEP)

dan kekurangan energi kronis (KEK).

b. Penanggulangan gangguan akibat kekurangan yodium (GAKY).

c. Penanggulangan anemia gizi besi, kekurangan vitamin A.

d. Pembinaan dan peningkatan status gizi.

e. Pemantapan pelaksanaan system kewaspadaan pangan dan gizi.

BAB IV

PENCAPAIAN PROGRAM KESEHATAN

A. SITUASI DERAJAT KESEHATAN

1. Mortalitas (Angka Kematian)

Salah satu alat untuk menilai keberhasilan program pembangunan kesehatan

yang telah dilaksanakan selama ini adalah dengan melihat perkembangan angka

kematian dari tahun ketahun. Besarnya tingkat kematian dan penyakit penyebab utama

kematian yang terjadi pada periode terakhir dapat dilihat pada uraian berikut ini:

 Angka Kematian Kasar (CDR)

Angka Kematian Kasar atau Crude Dead Rate (CDR) di Puskesmas Wani

pada tahun 2016 sebanyak 52 orang. Angka kematian tertinggi karena Penyakit

Hipertensi 11 Orang kematian dan lansia 11Orang kematian kemudian disusul oleh

BBLR 9 Bayi.

 Angka Kematian Bayi

Angka Kematian Bayi (AKB) merupakan indikator yang sangat penting

untuk mengetahui gambaran tingkat permasalahan kesehatan masyarakat. Faktor-

faktor yang berkaitan dengan penyebab kematian bayi antara lain: tingkat pelayanan

Profil Kesehatan Puskesmas Wani Tahun 2016


15
antenatal, status gizi ibu hamil, tingkat keberhasilan program KIA/KB serta kondisi

lingkungan dan soaial ekonomi.

Berdasarkan laporan dari program KIA pada tahun 2016 kematian bayi

diwilayah kerja Puskesmas Wani sebanyak 4 orang (…. %) dari jumlah kelahiran.

Tingginya AKB disebabkan oleh kurangnya kesadaran masyarakat untuk kontak

dengan petugas kesehatan dan kurang sigapnya petugas kesehatan khususnya bidan

desa dalam melayani masyarakat diwilayahnya.

 Angka Kematian Ibu Maternal

Angka Kematian Ibu Maternal (AKI) melahirkan merupakan indikcator

kesehatan yang menggambarkan resiko yang dihadapi oleh ibu selama kehamilan,

persalinan dan masa nifas. Hal ini dipengaruhi oleh faktor sosial ekonomi, status

kesehatan ibu selama masa kehamilan serta ketersediaan dan penggunaan fasilitas

pelayanan kesehatan khususnya pelayanan Antenatal dan Obstetrik.

Namun demikian pada tahun 2016 diwilayah kerja Puskesmas Wani tidak

terdapat kematian ibu.

 Angka Kematian Balita

Angka Kematian Balita (AKABA) adalah jumlah kematian anak umur 0 - 4

tahun per 1000 KH. AKABA menggambarkantingkat permasalahan kesehatan anak

dan factor-faktor lain yang berpengaruh terhadap kesehatan anak balita seperti gizi,

sanitasi dan penyakit infeksi.

Pada tahun 2016 kematian balita diwilayah kerja Puskesmas Wani sebanyak

1 orang (… %) dari jumlah keseluruhan balita. Hal ini disebabkan kurangnya

pengertian dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan balita.

 Umur Harapan Hidup

Profil Kesehatan Puskesmas Wani Tahun 2016


16
Meningkatnya umur harapan hidup (Eo) waktu lahir, sekaligus memberikan

gambaran kepada kita bahwa salah satu penyebabnya adalah karena meningkatnya

kualitas hidup dan kesehatan masyarakat. Angka harapan hidup di Puskesmas Wani

cenderung meningkat dari tahun ke tahun. Hal ini seiring dengan adanya asumsi

kecendrungan angka kematian bayi yang menurun serta perubahan komposisi

penduduk (penurunan kelompok umur usia muda dan peningkatan kelompok umur

usia tua).

2. Morbiditas (Angka Kesakitan)

Angka kesakitan penduduk diwilayah kerja Puskesmas Wani tahun 2016, didapat

dari data yang berasal dari sarana pelayanan kesehatan (facility based data) yang

diperoleh melalui system pencatatan dan pelaporan. Dari data pasien rawat jalan di

Puskesmas Wani tahun 2016 diperoleh sepuluh penyakit terbanyak dimana penyakit

ISPA menempati rangking teratas kemudian disusul penyakit GASTRITIS,RADANG

SENDI dan seterusnya.

Tabel 4
10 Penyakit Terbanyak Pada Penderita Rawat Jalan
Di Wilayah Kerja Puskesmas Wani Tahun 2016

No Jenis Penyakit Jumlah Proporsi


1. ISPA 1610 38,0
2. GASTRITIS. 695 16,4
3. RADANG SENDI 393 9,3
4. HIPERTENSI 326 7,8
5. DIARE 301 7,1
6. HIPOTENSI 248 6
7. P.KULIT 239 5,6
8. P.RONGGA MULUT 217 5,1
9. VULNUS 108 2,5
10. ASMA 95 2,2
Sumber: Data Program SP2TP Puskesmas Wani tahun 2016

Profil Kesehatan Puskesmas Wani Tahun 2016


17
3. Status Gizi

Status gizi masyarakat dapat diukur melalui indicator-indikator yaitu status gizi

bayi yang diukur dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR), status gizi balita, status

gizi ibu hamil Kurang Energi Kronis (KEK) dan Gangguan Akibat Kekurangan

Yodium (GAKY) sebagaimana diuraikan berikut:

 Bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR)

Berdasarkan laporan dari bidan-bidan yang bertugas didesa selama tahun

2016 dilaporkan sebanyak 9 kasus (3,5%) dari jumlah kelahiran hidup. Angka

tersebut belum mencerminkan kondisi yang ada dimasyarakat, karena belum semua

bayi yang dilahirkan khususnya yang ditolong oleh dukun atau tenaga non

kesehatan lainnya dapat dipantau berat badan lahirnya. Gambaran kasus BBLR

Puskesmas Wani tahun 2016 disajikan pada lampiran (tabel 26).

 Status Gizi Balita

Dari hasil pemantauan status gizi (PSG) pada 916 balita yang hadir di

posyandu diwilayah kerja Puskesmas Wani tahun 2016 terlihat bahwa balita yang

mengalami gizi buruk tidak ada, 171 (18,6 %) gizi kurang dan 671 (73,2 %) gizi

Profil Kesehatan Puskesmas Wani Tahun 2016


18
baik. Jumlah balita mendapat vitamin A dua kali pertahun adalah 728 (79,4%).

Ditahun 2016.

 Asi Ekslusif

Kegiatan ini dimaksudkan untuk melihat sejauh mana ibu menyusui

dikecamatan Tanantovea memberikan hanya ASI saja kepada bayinya sampai usia 6

bulan. Berdasarkan laporan program gizi diwilayah kerja Puskesmas Wani dari

1533 bayi yang ada semuanya mendapatkan ASI secara ekslusif. Jika dibandingkan

dengan tahun 2014, dari 127 jumlah bayi yang ada 74 (58,5%) yang mendapat ASI

ekslusif. Hal ini memberi gambaran bahwa jumlah bayi yang mendapat ASI ekslusif

pada tahun 2016 mengalami kenaikan sehinggah pengetahuan ibu tentang

pentingnya ASI sudah dipahami.

 Distribusi Tablet Fe Untuk Ibu Hamil (Bumil)

Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka pencegahan dan penanggulangan

anemia gizi pada ibu hamil secara dini melalui pemberian tablet Fe sebanyak 90

tablet selama hamil. Pada tahun 2016 jumlah ibu hamil yang mendapat tablet Fe

mencapai 90 tablet (Fe3), sebanyak 192 bumil (78,6%). Untuk lebih jelas cakupan

Fe1 dan Fe3 dapat dilihat pada tabel 30.

B. PERILAKU SEHAT

Perubahan perilaku hidup bersih dan sehat merupakan suatu proses yang tidak

mudah. Karena itu upaya promosi kesehatan haruslah dilakukan secara terprogram dan

berkelanjutan. Memang hasil yang dirasakan belum maksimal dan belum memuaskan

tetapi telah memberikan kontribusi dan dampak yang cukup bermakna, yang ditandai

dengan adanya peningkatan masyarakat dalam upaya pemeliharaan dan perlindungan

masalah kesehatan.

1. Jumlah dan Persentase Posyandu Menurut Strata

Profil Kesehatan Puskesmas Wani Tahun 2016


19
Posyandu merupakan salah satu bentuk upaya kesehatan bersumberdaya

masyarakat yang dikenal dewasa ini. Posyandu menyelenggarakan minimal 5 program

prioritas yaitu: kesehatan ibu dan anak, keluarga berencana, perbaikan gizi, imunisasi

dan penanggulangan diare. Posyandu diwilayah kerja Puskesmas Wani tahun 2015

berjumlah 24 pos yang tersebar pada 10 desa. Dan 70% desa terdapat posyandu dengan

frekuensi penimbangan di posyandu rata-rata lebih dari 8 kali setahun.

Tabel 5
Jumlah Posyandu Menurut Strata Puskesmas Wani Tahun 2016

No Strata Jumlah %
1. Posyandu Pratama 0 0
2. Posyandu Madya 7 29,0
3. Posyandu Purnama 15 63,0
4. Posyandu Mandiri 2 8,0
Jumlah 24 100
Sumber: Data Promkes tahun 2016

Bila dilihat perkembangan posyandu menurut strata selama tiga tahun

terakhir, maka dapat dikatakan kualitas posyandu sudah mengalami perkembangan.

2. Penduduk Yang Memanfaatkan Sarana Puskesmas

Puskesmas merupakan sarana pelayanan kesehatan dasar yang

menyelenggarakan kegiatan promosi kesehatan, kesehatan lingkungan, pelayanan

kesehatan ibu dan anak (KIA) termasuk keluarga berencana (KB), perbaikan gizi,

pemberantasan penyakit menular, dan pengobatan. Puskesmas Wani hanya

menyelenggarakan pelayanan kesehatan rawat jalan dan tidak menyediakan fasilitas

pelayanan rawat inap. Jumlah penduduk yang berkunjung kesarana pelayanan

Profil Kesehatan Puskesmas Wani Tahun 2016


20
kesehatan khususnya untuk rawat jalan di Puskesmas, Pustu dan Polindes pada tahun

2016 tercatat berjumlah 20.572 kunjungan. (Lihat lampiran tabel 58).

3. Jumlah Sarana Pelayanan Kesehatan

Pada tahun 2016 jumlah sarana Puskesmas Induk yang ada sebanyak 1 buah,

Puskesmas Pembantu (pustu) sebanyak 3 buah, Poskesdes sebanyak 7 buah.

4. Jumlah dan Persentase Obat dan Jenis Obat Generik

Jumlah dan jenis obat-obatan di Puskesmas Wani dan jaringan ketersediaan

dengan kebutuhan belum seimbang sehingga masih sering terjadi kekurangan obat-

obatan di Puskesmas dan Pustu. Hal ini disebabkan karena alokasi dana di Dinas

Kesehatan untuk pengadaan obat-obatan belum memadai dan harga obat-obatan

relative tinggi. Untuk lebih jelas dapat dilihat pada lampiran tabel 65.

5. Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut di Puskesmas Wani

Pemanfaatan pelayanan kesehatan gigi dan mulut di Puskesmas Wani

tersedia 1 orang Dokter Gigi dan 1 perawat gigi. Jumlah kunjungan ke poli gigi di

Puskesmas Wani tahun 2016 sebanyak 210 orang.

6. Persentase Keluarga Miskin Mendapat Pelayanan Kesehatan

Pelayanan kesehatan bagi keluarga miskin telah dilaksanakan sejak tahun

1998, dimana pemerintah melaksanakan salah satu upaya penyelamatan dalam bidang

kesehatan untuk mengatasi dampak krisis ekonomi terhadap keluarga miskin melalui

program Jaringan Pengaman Sosial Bidang Kesehatan (JPSBK). Program ini

mengalami perubahan nama menjadi Program Kompensasi Pengurangan Subsidi

Bahan Bakar Minyak (PKPS-BBM). Kemudian berubah nama lagi menjadi Asuransi

Kesehatan bagi Masyarakat Miskin (Askeskin), lalu menjadi Jaminan Kesehatan bagi

Masyarakat Miskin (JamKesMas) dan terakhir kita kenal menjadi Badan

Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Dari segi pelayanan yang diberikan

Profil Kesehatan Puskesmas Wani Tahun 2016


21
tidak mengalami perubahan yaitu pelayanan kesehatan dasar, pelayanan kebidanan

dasar dan pelayanan perbaikan gizi dengan menggunakan kartu sehat atau Jamkesmas.

Di Puskesmas Wani terdapat ± 1.717 kk atau sekitar ± 6871 jiwa (43,5%)

dari jumlah penduduk yang terdaftar sebagai anggota BPJS Kesehatan. Jumlah kk yang

mendapat pelayanan kesehatan dasar diwilayah kerja Puskesmas Wani sebanyak 1.717

kk (100%). Ini berarti pelayanan kesehatan bagi masyarakat pengguna BPJS kesehatan

mendapat perhatian yang cukup besar untuk meningkatkan status kesehatan bagi

keluarga.

7. Penduduk Peserta Jaminan Pemeliharaan Kesehatan

Secara umum penduduk yang menjadi peserta asuransi kesehatan melalui

jaminan pemeliharaan kesehatan sangat kecil. Yang menggunakan Jamsostek tidak

ada, jumlah penduduk yang memiliki kartu BPJS kesehatan 6849 jiwa (39,5%).

Rendahnya kepesertaan jaminan pemeliharaan kesehatan masyarakat disebabkan oleh

minat masyarakat masih rendah serta masyarakat masih memilih sistem pembayaran

secara langsung karena tarif retribusi pelayanan kesehatan di Puskesmas Wani relatif

murah dan terjangkau.

8. Cakupan Deteksi Tumbuh Kembang Anak Balita dan Pemeriksaan

Deteksi Tumbuh Kembang anak balita di Puskesmas Wani untuk tahun 2016

yaitu 596 anak balita pra sekolah semua dideteksi sehingga presentasenya mencapai

100%.

9. Penyuluhan Pencegahan Penyalahgunaan Napza

Penyuluhan kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Wani tahun 2016

dilakukan dengan menggunakan media yang masih sederhana dan penyuluhan yang

sering dilakukan adalah penyuluhan kelompok dan individu. Frekuensi Penyuluhan

Profil Kesehatan Puskesmas Wani Tahun 2016


22
kesehatan berjumlah 131 kali yang pada umumnya dilaksanakan oleh petugas

puskesmas di desa-desa, sekolah-sekolah dan diposyandu. Penyuluhan ini bertujuan

untuk merubah perilaku masyarakat yang tidak sehat menjadi perilaku sehat. Khusus

penanggulangan dan penyalahgunaan Napza, penyuluhan juga telah dilaksanakan

sebanyak 20 kali (15,2%) Frekuensi penyuluhan memang belum memadai.

C. KESEHATAN LINGKUNGAN

Pembangunan kesehatan lingkungan dan pemukiman yang merupakan bagian

dari pembangunan kesehatan dititik beratkan pada pemecahan masalah kesehatan

lingkungan dan pemukiman, artinya setiap bentuk atau bidang pembangunan harus dapat

menjamin makin baiknya kesehatan lingkungan dan makin meningkatnya perilaku sehat

masyarakat, sehingga status masyarakat meningkat. Dalam upaya tersebut maka program

atau kegiatan PLP di puskesmas bertujuan untuk mewujudkan kualitas lingkungan yang

lebih sehat agar dapat melindungi masyarakat dari segala kemungkinan yang dapat

menimbulkan gangguan atau bahaya kesehatan menuju derajat kesehatan keluarga dan

masyarakat yang lebih baik. Dalam program penyehatan lingkungan dan pemukiman

perlu diperhatikan beberapa aspek:

1. Perumahan Sehat

Rumah sehat adalah bangunan rumah tinggal yang memenuhi syarat kesehatan

yaitu rumah yang memiliki jamban sehat, sarana air bersih, tempat pembuangan

sampah, sarana pembuangan air limbah, Ventilasi rumah yang baik, kepadatan hunian

rumah dan lantai rumah tidak terbuat dari tanah.

Berdasarkan data tahun 2016 jumlah seluruh rumah diwilayah kerja Puskesmas

wani berjumlah 4286 unit. Namun ditahun 2016 tidak ada laporan adanya

pemeriksaan Rumah Sehat oleh petugas Kesehatan Lingkungan.

2. Tempat Umum dan Pengolahan Makanan

Profil Kesehatan Puskesmas Wani Tahun 2016


23
Tempat umum dan tempat pengolahan makanan (hotel, restoran/rumah makan

dan pasar) dan TPUM lainnya pengaruhnya cukup besar terhadap derajat kesehatan

masyarakat. Berbagai kasus penyakit dan gangguan kesehatan yang erat kaitannya

dengan sarana-sarana tersebut diatas antara lain: diare, keracunan makanan dan

minuman dan lain sebagainya.

Berdasarkan data hasil pemeriksaan tahun 2016 diwilayah kerja Puskesmas

Wani terdapat tempat umum dan tempat pengolahan makanan dan TPUM lainnya

adalah sebagai berikut:

a. Diwilayah kerja Puskesmas Wani tidak terdapat hotel dan restoran.

b. Rumah makan, jumlah yang ada 31 unit. Jumlah yang diperiksa 20 unit. Jumlah

yang sehat berdasarkan hasil pemeriksaan sebanyak 14 unit (70 %).

c. Pasar, jumlah yang ada 1 buah. Jumlah yang diperiksa 1 buah. Dan hasil

pemeriksaan, pasar tersebut tidak memenuhi syarat kesehatan.

d. TPUM lainnya, berjumlah 44 unit. Jumlah yang diperiksa 44 (100 %). Dan hasil

pemeriksaan yang memenuhi syarat kesehatan terdapat 25 unit (57%).

3. Institusi Yang di Bina Kesehatan Lingkungannya

Dalam rangka menurunkan angka kesakitan (morbidity) dan angka kematian

(mortality) yang disebabkan oleh penyakit yang berbasis lingkungan, maka perlu

dilakukan pembinaan pada setiap institusi/sarana. Institusi/sarana yang dimaksud

seperti: sarana kesehatan, sarana pendidikan, sarana ibadah, sarana perkantoran dan

sarana lainnya. Variabel-variabel yang dibina berkaitan dengan sanitasi dasar yang

terdapat pada masing-masing institusi/sarana sebagaimana yang dimaksud diatas.

Untuk lebih jelasnya data tahun 2016 dapat dilihat pada lampiran tabel 64.

4. Keluarga Yang Memiliki Akses Air Bersih

Profil Kesehatan Puskesmas Wani Tahun 2016


24
Air merupakan kebutuhan hidup manusia sehari-hari. Oleh karena itu air harus

memenuhi persyaratan kesehatan agar tidak menjadi penyebab penyakit. Persyaratan

yang dimaksud:

 Persyaratan Fisik: air minum yang sehat berwarna bening (tidak berwarna),

tidak berbau, tidak berasa dan suhu dibawah suhu luarnya.

 Persyaratan Bakteorologis: air untuk keperluan minum yang sehat harus bebas

dari segala bakteri, terutama bakteri pathogen.

 Persyaratan Kimia: air minum yang sehat harus mengandung zat-zat kimia

tertentu dalam jumlah yang tertentu pula. Kekurangan atau kelebihan salah satu

zat kimia di dalam air, akan menyebabkan gangguan fisiologis pada manusia.

Berdasarkan data tahun 2016 jumlah keluarga yang ada diwilayah kerja

puskesmas wani sebanyak 4.286 keluarga. Jumlah keluarga yang diperiksa sebanyak

3.373 keluarga. Persentase keluarga yang memiliki akses air bersih sebesar 100 % dari

semua kelurga yang diperiksa. Selanjutnya jumlah kelurga diwilayah kerja Puskesmas

Wani yang terakses berkelanjutan terhadap air minum berkualitas adalah sebagai

berikut:

a. Jumlah keluarga yang terakses dengan sumur gali terlindung 65 keluarga

b. Jumlah keluarga yang terakses dengan sumur gali dengan pompa sebanyak 74

keluarga.

c. Jumlah keluarga yang terakses dengan sumur bor dengan pompa sebanyak 1032

keluarga.

d. Jumlah keluarga yang terakses dengan terminal air tidak ada.

e. Jumlah keluarga yang terakses dengan PAH tidak ada.

f. Jumlah keluarga yang terakses dengan kemasan sebanyak 214 keluarga.

g. Jumlah keluarga yang terakses dengan PDAM sebanyak 1.143 keluarga.

Profil Kesehatan Puskesmas Wani Tahun 2016


25
5. Keluarga yang Memiliki Sarana Sanitasi Dasar

Sanitasi dasar meliputi penyediaan air bersih (PAB), jamban keluarga (JAGA),

tempat pembuangan sampah (TPS), dan sarana pembuangan air limbah (SPAL).

Sanitasi ini jika pengadaan/pembuatannya tidak memenuhi syarat kesehatan, akan

factor resiko terhadap timbulnya penyakit yang disebabkan oleh lingkungan.

Berdasarkan data, keluarga yang memiliki sarana sanitasi dasar tahun 2012 diwilayah

kerja Puskesmas Wani adalah sebagai berikut:

 Jamban keluarga (JAGA). Jumlah kk yang memiliki jamban keluarga yang layak

sebanyak 10.897 kk (68 %).

 Tempat pembuangan sampah (TPS), jumlah kk yang diperiksa 3.373 kk. Jumlah kk

yang memiliki sebanyak 1.705 (51 %).

 Pengelolaan air limbah (PAL), jumlah kk yang diperiksa 3.373 kk. Jumlah yang

memiliki 1.378 (18 %).

D. PELAYANAN KESEHATAN

1. Pelayanan Kesehatan Dasar

Ditahun 2016 wilayah Puskesmas Wani memiliki 3 Puskesmas Pembantu

(Pustu), 7 poskesdes dan 24 posyandu yang telah dimanfaatkan masyarakat untuk

memperoleh pelayanan dasar. Upaya untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan

diwilayah kerja Puskesmas wani diarahkan pada kegiatan/program yang mempunyai

daya ungkit besar dalam menurunkan Angka Kematian Bayi (IMR), Angka Kematian

Ibu (AKI), dan angka kesakitan. Selain itu penguatan upaya promotif, preventif,

menjadi salah satu prioritas yang dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Wani dengan

melakukan berbagai kemitraan pada kelompok masyarakat di kecamatan Tanantovea.

Profil Kesehatan Puskesmas Wani Tahun 2016


26
Disamping itu peningkatan manajemen kesehatan di Puskesmas Wani juga menjadi

perhatian yang besar.

 Kesehatan Ibu dan Anak

1.) Pelayanan ANC

Pelayanan ANC di Puskesmas Wani berguna untuk memberikan gambaran

tingkat kesadaran masyarakat akan pentingnya pemeriksaan kehamilan secara

berkala, persiapan persalinan dan deteksi dini resti pada ibu hamil serta

perawatan bayi. Dari laporan Bidan desa K4 diPuskesmas Wani tahun 2016

mencapai 78,6 %, persalinan oleh tenaga kesehatan (nakes) sebesar 92,5 %.

2.) Kunjungan Neonatus dan Penanggulangan BBLR

Jumlah kelahiran diwilayah kerja Puskesmas Wani yaitu 256 bayi sedangkan

jumlah kunjungan neonatus ke petugas kesehatan yaitu 317 bayi, berarti sekitar

2,2% bayi tidak berkunjung kepetugas kesehatan. Mengenai penanganan kasus

BBLR di puskesmas wani mencapai 100%, dimana 9 kasus BBLR semuanya

ditangani oleh petugas kesehatan.

3.) Penanganan Bumil Risti dan Neonatal Risti

Jumlah bumil risti tahun 2016 sebanyak 79 orang (90%) dari jumlah bumil

dengan jumlah yang dirujuk sebanyak 73 orang (100%).

 Keluarga Berencana

Program KB merupakan salah satu program pemerintah guna menekan

laju pertumbuhan penduduk. Keberhasilan program KB dapat diketahui dari

beberapa indicator pencapaian antara lain:

1.) Pencapaian Target Peserta Baru

Selama tahun 2016 hanya ada 8 akseptor (0,3 %) yang masuk sebagai peserta

KB baru dari PUS yang ada.

Profil Kesehatan Puskesmas Wani Tahun 2016


27
2.) Pencapaian Peserta KB Aktif

Pencapaian peserta KB aktif selama tahun 2016 adalah 77,5 %.

3.) Metode Kontrasepsi Efektif Terpilih

Metode ini merupakan suatu metode yang efektif dalam upaya menjarangkan

kehamilan karena mempunyai daya ungkit besar dalam upaya menurunkan

total fertility rate (TFR). Yang termasuk dalam MKET ini adalah IUD, metode

operasi, dan implant. Untuk lebih jelas persentase KB aktif menurut jenis

kontrasepsi Puskesmas Wani tahun 2016 dapat dilihat pada lampiran tabel 33.

2. Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Menular

a. Imunisasi

Program imunisasi merupakan salah satu program prioritas dari Departemen

Kesehatan yang dinilai sangat efektif dalam menurunkan angka kesakitan dan

kematian bayi akibat penyakit-penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi

(PD3I). Cakupan DPTHBHib tahun 2016 untuk semua desa diwilayah kerja

Puskesmas Wani rata-rata diatas 91,5 %. Untuk lebih lengkapnya dapat dilihat pada

lampiran tabel 39.

b. D i a r e

Penyakit diare merupakan penyakit endemis di wilayah kerja Puskesmas Wani.

Tujuan program P2 Diare adalah menurunkan angka kesakitan, kematian bayi dan

anak yang disebabkan diare. Pada tahun 2016 penderita diare diwilayah kerja

Puskesmas Wani sebanyak 274 kasus. Dari kasus yang tercatat, kasus diantaranya

terjadi pada balita. Hal ini perlu mendapat perhatian baik dari aspek petugas

kesehatan dalam memberikan pelayanan secara tepat maupun aspek masyarakat

dalam upaya pencarian pengobatan ke sarana kesehatan bagi penderita diare.

c. Malaria

Profil Kesehatan Puskesmas Wani Tahun 2016


28
Dalam pemberantasan penyakit malaria, ada 2 kegiatan pokok yang dilakukan

yakni: (1) penemuan dan pengobatan penderita yaitu penemuan secara pasif yang

dilakukan melalui unit pelayanan kesehatan yang kemudian diberi pengobatan

secara cepat dan tepat. (2) pemberantasan vektor yang dilakukan dengan cara

pemberantasan jentik malalui larvaciding dan pengelolaan lingkungan. Pada tahun

2016 diwilayah kerja Puskesmas Wani terdapat penderita malaria klinis sebanyak

170 orang namun tidak ditemukan penderita positif malaria.

d. TB Paru

Ada 4 faktor indikator yang digunakan untuk mengukur keberhasilan program TBC

yaitu: (1) penemuan penderita (case detection rate) diharapkan pada tahun 2010

mencapai 70% dari perkeraan kasus BTA (+). (2) konversi rate > 80%. (3)

kesembuhan (cure rate) > 85%. (4) angka kesalahan laboratorium (error rate) < 5%.

Untuk data TB Paru di wilayah kerja Puskesmas Wani dapat dilihat pada lampiran

tabel 10.

e. Kusta

Untuk mendukung kebijakan pemerintah pusat tentang eliminasi kusta, Puskesmas

Wani juga telah melaksanakan program P2 kusta. Namun eliminasi kusta dengan

prevalensi < 1 % belum tercapai. Cakupan penemuan penderita usia < 15 tahun

pada tahun 2016 ditemukan 1 orang penderita di desa nupabomba.

f. Demam Berdarah Dengue (DBD)

Penyakit Demam Berdarah (DBD) harus mendapat perhatian yang serius karena

diwilayah kerja Puskesmas Wani mempunyai potensi yang besar terhadap terjadinya

KLB, mengingat daerah-daerah ini dikelilingi oleh daerah endemis tinggi dan

kepadatan vector yang juga tinggi. Ada 2 desa diwilayah kerja Puskesmas Wani

yang tergolong endemis DBD. Berdasarkan laporan dari Bidan desa selama tahun

Profil Kesehatan Puskesmas Wani Tahun 2016


29
2016 ditemukan kasus sebanyak 11 penderita yang terdapat didesa Wani

I(5),wombo induk (1),Wombo Kalonggo(2)Lumbumpetigo(1)Nupabomba(2),

namun terdapat kematian 1 Orang didesa Wani Satu.

g. Surveilans

Salah satu kegiatan Surveilans adalah mengidentifikasi, menyelidiki dan

mananggulangi KLB atau epidemi. Berdasarkan data bulanan( waktu 1 Tahun )

Puskesmas Wani terjadi peningkatan kasus DBD yang cukup signifikan yang terjadi

pada Desa Wani 1 yakni 5 kasus dan 1 kasus terjadi kematian pada desa yang sama.

h. Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)

Tujuan program Ispa adalah menurunkan angka kematian pneumonia balita. Angka

kesakita Ispa masih cukup tinggi. Berdasarkan hasil pelaksanaan kegiatan, cakupan

penemuan kasus pneumonia di wilayah kerja Puskesmas Wani tahun 2016 sebanya

1642 kasus (….. %). Tidak ada pneumonia berat dan kematian 0 kasus (CFR=0%).

i. Filariasis

Filariasis (penyakit kaki gajah) tidak menjadi masalah kesehatan masyarakat di

wilayah kerja Puskesmas Wani. Karena kasus filariasis sampai saat ini tidak

terdapat. Walaupun vector filariasis seperti nyamuk Mansonia, Anopheles dan

Culex, terdapat di wilayah Puskesmas Wani.

E. SUMBER DAYA KESEHATAN

Upaya pembangunan kesehatan dapat berdaya guna dan berhasil guna bila

kebutuhan sumberdaya kesehatan dapat terpenuhi. Sumber daya kesehatan mencakup

sumberdaya tenaga, sarana dan pembiayaan.

1. Tenaga Kesehatan

a. Distribusi Tenaga Kesehatan Menurut Jenis Tenaga

Profil Kesehatan Puskesmas Wani Tahun 2016


30
Jumlah tenaga kesehatan di Puskesmas Wani tahun 2016 sebanyak 64 orang

dari 10 jenis tenaga kesehatan. Jumlah terbanyak adalah tenaga perawat yaitu

sebanyak 21 orang. Kemudian tenaga Bidan sebanyak 21 orang, pekarya 2 orang,

tenaga sanitasi 7 orang, dokter umum sebanyak 1 orang 1 orang doketr gigi. Tenaga

non medis 4 orang, tenaga S1 Kesmas 1 orang, farmasi sebanyak 3 orang, analis 1

Orang,Gizi 2 Orang,dan perawat gigi 1 orang.

b. Penyebaran Tenaga Kesehatan Menurut Unit Kerja

Jumlah dan proporsi tenaga kesehatan di Puskesmas Wani tahun 2016 dapat

dilihat pada lampiran tabel 69 s/d 73.

2. Sarana

Pengadaan sarana kesehatan yang diselenggarakan oleh pemerintah dan swasta

harus memperhatikan faktor efisiensi ketercapaian oleh penduduk miskin dan

kelompok khusus. Pada tahun 2016 diwilayah kerja Puskesmas Wani masih terdapat 2

desa yang belum ada sarana pelayanan kesehatannya yaitu desa Lumbumpetigo dan

Wani Tiga.

 Sarana Puskesmas

Pada tahun 2016 jumlah puskesmas diwilayah kerja Puskesmas wani sebanyak

1 buah yaitu Puskesmas Non perawatan (puskesmas rawat jalan).

 Sarana Puskesmas Pembantu

Puskesmas Pembantu (PUSTU) yang ada diwilayah Puskesmas Wani tahun 2016

sebanyak 3 buah.

 Sarana Poskesdes

Profil Kesehatan Puskesmas Wani Tahun 2016


31
Pada tahun 2016 jumlah Poskesdes yang ada diwilayah kerja Puskesmas Wani

sebanyak 7 unit.

3. Pembiayaan

Dalam melaksanakan upaya pembangunan kesehatan diperlukan

pembiayaan, baik yang bersumber dari pemerintah pusat, daerah maupun masyarakat

termasuk swasta. Pembiayaan kesehatan tersebut meliputi:

a. Anggaran Pembangunan Belanja Negara

b. Anggaran Pembangunan Belanja Daerah (APBD)

c. Dana Alokasi Umum (DAU)

d. WHO

e. JKN

f. Sumber yang Lainnya

BAB V

PENUTUP

Profil Kesehatan Puskesmas Wani Tahun 2016


32
Status kesehatan masyarakat diwilayah kerja Puskesmas Wani relatif masih belum

optimal, hal ini tergambar dari masih adanya angka kematian bayi dan balita. Disamping itu

penyakit menular juga masih merupakan masalah kesehatan dan menduduki peringkat teratas

dari 10 penyakit utama.

Dengan melihat perkembangan kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Wani dapat

disimpulkan bahwa :

1. Beberapa program pokok yang belum terlaksana di Puskesmas Wani

sebagai berikut :

a. Kesehatan Olahraga

b. Kesehatan Mata

Beberapa program diatas belum dapat dilaksanakan karena beberapa alasan

antara lain minimnya dana operasional puskesmas sehingga dana untuk pelaksanaan

program tersebut tidak tersedia.

2. Ada beberapa program pokok yang telah terlaksana namun belum mencapai target

3. Peran serta masyarkat merupakan salah satu faktor pendukung yang sangat

penting sehingga hal ini perlu diperhatikan, karena setiap kegiatan yang ada harus

melibatkan masyarakat agar kesehatan masyarakat yang optimal dapat dicapai.

Melihat situasi derajat kesehatan masyarakat yang sudah tersaji dihalaman

sebelumnya, maka secara umum dapat disimpulkan sesuai dengan hasil kegiatan Puskesmas

Wani selama tahun 2016 adalah sebagai berikut:

1. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) belum membudaya ditengah-tengah masyarakat

kita.

2. Keadaan status ekonomi masyarakat yang masih rendah (angka kemiskinan masih tinggi).

3. Budaya masyarakat (masih cukup banyak masyarakat yang ke dukun bila sakit atau

melahirkan).

Profil Kesehatan Puskesmas Wani Tahun 2016


33
4. Peran serta masyarakat (PSM) masih sangat rendah (kader posyandu yang aktif rata-rata 4

orang per posyandu).

5. Sarana-sarana kesehatan seperti Puskesmas Induk,Puskesmas Pembantu dan Polindes

yang dapat menjangkau masyarakat bawah masih kurang.

6. Keterbatasan dana operasional puskesmas, sehingga sulit mengoptimalkan semua

program kesehatan yang ada.

Berdasarkan kondisi wilayah dan masalah-masalah yang ditemukan, maka ada 4

langkah besar yang akan kami laksanakan yaitu:

1. Peningkatan mutu pelayanan kesehatan

2. Promosi kesehatan (PROMKES)

3. Pengembangan sarana pelayanan kesehatan

4. Peningkatan pendapatan Puskesmas (melaui kebijakan Pemda agar lebih

menyentuh bidang kesehatan masyarakat) masih menjadi prioritas.

Pemberdayaan masyarakat juga menjadi factor pendukung yang dapat memberikan

kontribusi terhadap akselerasi peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Upaya-upaya yang

dilakukan adalah melalui kegiatan-kegiatan yang dapat meningkatkan peran serta masyarakat

khususnya dibidang kesehatan antaralain: pembinaan terhadap kader kesehatan melalui

program UKBM.

Profil Kesehatan Puskesmas Wani tahun 2016 ini diharapkan dapat memberikan

gambaran secara garis besar dan menyeluruh terhadap berbagai perubahan, serta guna

perbaikan keadaan kesejahteraan masyarakat diwilayah kerja Puskesmas Wani khususnya

dibidang kesehatan. Selain itu, harapan yang sejalan dengan tujuan penyusunan profil

kesehatan Puskesmas Wani yaitu sebagai bahan evaluasi serta perbandingan antar desa dalam

hal kinerja pembangunan kesehatan.

Profil Kesehatan Puskesmas Wani Tahun 2016


34
DAFTAR LAMPIRAN

Tabel 6 Jumlah Kelahiran dan Kematian Bayi dan Balita Menurut Desa Kecamatan

Tanantovea Tahun 2016

Tabel 7 Jumlah Kematian Ibu Maternal Menurut Desa Kecamatan Tanantovea

Tahun 2016

Tabel 8 Jumlah Kejadian Kecelakaan Lalu Lintas dan Rasio Korban Luka dan

Meninggal Terhadap Jumlah Penduduk Kecamatan Tanantovea tahun 2016

Tabel 9 AFP Rate, %TB Paru Sembuh dan Pneumonia Balita Ditangani Kecamatan

Tanantovea Tahun 2016

Tabel 10 HIV/AIDS Ditangani, Infeksi Menular Seksual Diobati dan DBD Ditangani

dan Diare pada Balita Kecamatan Tanantovea Tahun 2016

Tabel 11 Persentase Penderita Malaria Diobati Kecamatan Tanantovea Tahun 2016

Tabel 12 Persentase Penderita Kusta Selesai Berobat Kecamatan Tanantovea Tahun 2016

Tabel 13 Kasus Penyakit Filaria Ditangani Kecamatan Tanantovea Tahun 2016

Tabel 14 Jumlah kasus dan Angka Kesakitan Penyakit Menular yang Dapat Dicegah

dengan IMunisasi (PD3I) Kecamatan Tanantovea Tahun 2016

Tabel 15 Cakupan Kunjungan Neonatus, Bayi BBLR yang Ditangani Kecamatan

Tanantovea Tahun 2016

Tabel 16 Status Gizi Balita dan Desa Rawan Gizi Kecamatan Tanantovea Tahun 2016

Tabel 17 Cakupan Kunjungan Ibu Hamil (K4) dan Persalinan Ditolong Tenaga

Kesehatan Kecamatan Tanantovea Tahun 2016

Profil Kesehatan Puskesmas Wani Tahun 2016


1
Tabel 18 Cakupan Deteksi Tumbuh Kembang Anak Balita, Pemeriksaan Kesehatan

Siswa SD/SMP/SMA Kecamatan Tanantovea Tahun 2016

Tabel 19 Jumlah PUS, Peserta KB, Peserta KB Baru dan KB Aktif Menurut Desa

Kecamatan Tanantovea tahun 2016

Tabel 20 Jumlah Peserta KB Aktif Menurut Jenis Kontrasepsi Menurut Desa Kecamatan

Tanantovea Tahun 2016

Tabel 21 Pelayanan KB Baru Menurut Desa Kecamatan Tanantovea Tahun 2016

Tabel 22 Persentase Cakupan Desa UCI Kecamatan Tanantovea tahun 2016

Tabel 23 Persentase Cakupan Imunisasi Bayi Menurut Desa Kecamatan Tanantovea

Tahun 2016

Tabel 24 Cakupan Bayi, Balita yang Mendapat Pelayanan Kesehatan Menurut Desa

Kecamatan Tanantovea Tahun 2016

Tabel 25 Jumlah Ibu Hamil yang Mendapatkan Tablet Fe1, Fe3, Imunisasi TT1 dan TT2

Menurut Desa Kecamatan Tanantovea Tahun 2016

Tabel 26 Persentase Akses Ketersediaan Darah untuk Ibu Hamil dan Neonatus yang

Dirujuk Kecamatan Tanantovea Tahun 2016

Tabel 27 JUmlah dan Persentase Ibu Hamil dan Neonatal Resiko Tinggi/Komplikasi

Ditangani Menurut Desa Kecamatan Tanantovea Tahun 2016

Tabel 28 Persentase Sarana Kesehatan dengan Kemampuan Gawat Darurat Kecamatan

Tanantovea Tahun 2016

Tabel 29 Jumlah dan Persentase Desa Terkena KLB yang Ditangani < 24 Jam Menurut

Desa Kecamatan Tanantovea Tahun 2016

Profil Kesehatan Puskesmas Wani Tahun 2016


2
Tabel 30 Jumlah Penderita dan Kematian, CFR, KLB Menurut Jenis KLB Kecamatan

Tanantovea Tahun 2016

Tabel 31 Jumlah Bayi yang Diberi ASI Ekslusif Menurut Desa Kecamatan Tanantovea

Tahun 2016

Tabel 32 Persentase Keluarga Menggunakan Garam Beryodium yang Baik Menurut

Desa Kecamatan Tanantovea Tahun 2016

Tabel 33 Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut Menurut Desa Kecamatan Tanantovea

Tahun 2016

Tabel 34 Penyuluhan Pencegahan, Penanggulangan dan Penyalahgunaan NAPZA

Kecamatan Tanantovea Tahun 2016

Tabel 35 Cakupan Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Prabayar Kecamatan Tanantovea

Tahun 2016

Tabel 36 Cakupan Pelayanan Kesehatan Keluarga Miskin dan JPKM GAKIN

Kecamatan Tanantovea Tahun 2016

Tabel 37 Persentase Pelayanan Kesehatan Kerja pada Pekerja Formal Kecamatan

Tanantovea Tahun 2016

Tabel 38 Cakupan Pelayanan Kesehatan Pra Usila dan Usila Kecamatan Tanantovea

Tahun 2016

Tabel 39 Cakupan Wanita Usia Subur Mendapat Kapsul Yodium Kecamatan Tanantovea

Tahun 2016

Tabel 40 Persentase Donor Darah Diskrining Terhadap HIV-AIDS Kecamatan

Tanantovea Tahun 2016

Profil Kesehatan Puskesmas Wani Tahun 2016


3
Tabel 43 Kebutuhan, Pengadaan, Ketersediaan Obat Esensial dan Obat Generik

kecamatan Tanantovea Tahun 2016

Tabel 44 Ketersediaan Obat Generik Berlogo Menurut Jenis Obat Puskesmas Wani tahun

2016

Tabel 45 Persentase Penulisan Resep Obat Generik Puskesmas Wani Tahun 2016

Tabel 46 Persentase Rumah Tangga Berperilaku Hidup Bersih dan Sehat Kecamatan

Tanantovea Tahun 2016

Tabel 47 Jumlah Persentase Posyandu Menurut Strata dan Desa Kecamatan Tanantovea

Tahun 2016

Tabel 48 Persentase Rumah Sehat Kecamatan Tanantovea Tahun 2016

Tabel 49 Persentase Keluarga Memiliki Akses Air Bersih Menurut Desa Kecamatan

Tanantovea Tahun 2016

Tabel 50 Keluarga dengan Kepemilikan Sarana Sanitasi Dasar Menurut Desa Kecamatan

Tanantovea Tahun 2016

Tabel 51 Persentase Tempat Umum dan Pengelolaan Makanan (TPUM) Sehat

Kecamatan Tanantovea Tahun 2016

Tabel 52 Persentase Institusi Dibina Kesehatan Lingkungannya Kecamatan Tanantovea

Tahun 2016

Tabel 53 Persentase Rumah/Bangunan yang Diperiksa Jentik Nyamuk Aedes dan

Persentase Rumah/Bangunan Bebas Jentik Nyamuk Aedes Menurut Desa

Kecamatan Tanantovea Tahun 2016

Tabel 54 Persebaran Tenaga Kesehatan Menurut Unit Kerja Kecamatan Tanantovea

Tahun 2016

Profil Kesehatan Puskesmas Wani Tahun 2016


4
Tabel 55 Jumlah Tenaga Kesehatan Disarana Pelayanan Kesehatan Kecamatan

Tanantovea Tahun 2016

Tabel 56 Jumlah Tenaga Medis Disarana Kesehatan Kecamatan Tanantovea Tahun 2016

Tabel 57 Jumlah Tenaga Kefarmasian dan Gizi Disarana Kesehatan Kecamatan

Tanantovea Tahun 2016

Tabel 58 Jumlah Tenaga Keperawatan Disarana Kesehatan Kecamatan Tanantovea

Tahun 2016

Tabel 59 JUmlah Tenaga Kesehatan Masyarakat dan Sanitasi Disarana Kesehatan

Kecamatan Tanantovea Tahun 2016

Tabel 60 Jumlah Sarana Pelayanan Kesehatan Kecamatan Tanantovea Tahun 2016

Tabel 63 Upaya Kesehatan Bersumber Daya Masyarakat (UKBM) Kecamatan

Tanantovea Tahun 2016

Profil Kesehatan Puskesmas Wani Tahun 2016


5
Profil Kesehatan Puskesmas Wani Tahun 2016
6