Anda di halaman 1dari 8

(TUGAS RUTIN 5)

“PETA BERDASARKAN METODA PENGGAMBARAN SYMBOL


SERTA MEMILIH DAN MENULIS SIMBOL PETA“

DOSEN PENGAMPU :
ROHANI TANJUNG, S.Pd., M.Si.

DISUSUN OLEH :
AYU NOVIANA SIMATUPANG
(3183331010)

JURUSAN PENDIDIKAN GEOGRAFI


FAKULTAS ILMU SOSIAL
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2019
A.Peta Berdasarkan Metoda Penggambaran Simbol
Peta berdasarkan metoda penggambaran simbol adalah peta-peta khusus (peta tematik)
yang menggunakan berbagai jenissimbol sesuai dengan tema (bentuk kata)yang akan dijelaskan
/di informasikan.

1. Peta simbol piktorial (pictoryal symbol)


Simbol piktorial biasanaya digunakan pada peta ekonomi, simbol ini dibuat dengan cara
menggambarkan sesuai dengan bentuk aslinya . sedanngkan yang menggambarkan sesuai dengan
bentuk aslinya disebut dengan seni piktorial simbol, cara menempatkannya dalam peta adalah
simbol ditempatkan pada pusat-pusat daerah tempat produksinya. Dalam kebiasaan
penggambarannya tiap daerah penghasil dituliskan nama daerahnya/kotanya, bilamana skala peta
tergolong skala besar.

2. Peta simbol titik (dot maps)


Simbol titik pada peta dapat dibedakan atas 2 jenis bila dilihat dari segi tujuan penyajiannya,
yaitu :
(a) Simbol titik sebagai tanda misalnya kota kecil
(b) Simbol titik untuk menyatakan kuantitas
Tujuan utama pembuatan peta simbol titik adalah untuk memperlihatkan penyebaran gejala
tanpa menghitung kuantitasnya dipermukaan bumi, misalnya penyebaran penduduk,
penyebaran ternak ayam, dan lain-lain.menentukan nilai titik tidaklah mudah, karena
meletakkan titik tidak sesuai penyebarannya memerlukan dan observasi yang lebih dalam.
Peta seperti ini hanya memungkinkan dibuat untuk daerah-daerah yang tidak luas.
Peta simbol titik atau dot maps, memiliki kebaikan dan kelemahan, yaitu:
Kebaikan : penggambaran simbol titik tidak dapat menunjukkan dengan jelas pada
penyebaran dari satu gejala yang digambarkan
Kelemahan :-sulit menentukan ukuran titik yang sama dalam seluruh peta atau sulit untuk
menyesuaikan dengan skalanya
-Sulit atau membutuhkan pengalaman yang banyak untuk menempatkan dot-dot
sehingga betul-betul menampakkan pola penyebaran yang baik
-penggambarannya memakan waktu yang lama, untuk data yang berkembang
sangat cepat tentunya timbul kendala
Yang penting yang harus diperrhatikan ialah bahwa dalam meletakkan dot harus sesuai
dengan keadaan medan yang sebenarnya.
Misalnya bilamana menempatkan dot yang menyatakan penyebaran penduduk, maka
semua titik yang ditempatkan dalam peta adalah daerah-daerah yang memang menjadi
permukiman, sehingga nampak bahwa pada daerah yang padat memang kelihatan dot nya padat
juga.
3. Peta simbol garis (iso-line-maps)
Simbol garis dapat dibedakan atas dua jenis, dilihat dari segi penyajiaannya , yaitu:
(a) Garis yang dinyatakan sebagai “tanda saja” seperti jalan, dan sungai serta garis
pantai
(b) Garis yang menyatakan “kuantitas” yang lebih dikenal dengan iso-lines maps,
seperti isohyt (garis dengan curah hujan yang sama), isoterm(garis dengan tekanan
suhu udara yang sama), isobar (garis dengan tekanan udara yang sama), dan
sebagainya
(c) Peta dengan simbol-simbol garis yang menyatakan persamaan kuantitas dinamakan
dengan peta isopleth

Peta isopleth dapat dibedakan atas 2 jenis, yaitu:


(a) Peta dengan garis yang sudah pasti letaknya seperti garis kontur
(b) Peta dengan garis yang letaknya tidak pasti, misalnya peta curah hujan. Hal ini disebabkan
karena angka-angka curah hujan tidak selalu merupakan kumpulan angka-angka yang
beraturan di permukaan bumi.

Peta isopleth berguna untuk memperlihatkan “perbandingan nilai “dari daerah yang satu
dengan daerah yang lain. Oleh karena itu seseoranhg ingin daerah mana yang nilai nya besar dan
daerah mana yang nilainya kecil, maka dia harus melihat peta isopleth.dua garis isopleth tidak
akan mungkin berpotongan, tetapi bisa jadi berrsinggungan.

4. Peta simbol batang (bargraf maps)


Berdasarkan banyak gejala atau nilai yang digambarkan, peta simbol batang dibedakan atas
dua , yaitu:
a. Peta simbol dengan nilai tunggal simbol ini digunakan untuk menyatakan satu harga,
sehingga dapat dibanding dengan harga yang lain di tiap-tiap daerah. Seperti halnya yang
nampak pada peta hal 37, yang menggambarkan perbandingan jumlah penduduk yang
bermata pencaharian pada tiap wilayah administrasi yang ditunjukkan oleh harga simbol
batang yang satu dengan simbol batang yang lain pada daerah yang berbeda, ukuran tinggi
batang harus memperhatikan kemampuan peta dalam skalanya yang disesuaikan dengan
besarnya nilai/harga yang ada. Kuantitas ditentukan oleh tingginya simbol batang, biasanya
menggunakan ukuran cm, ketinggian 1cm mewakili 1.000 orang penduduk misalnya, dan
lain sebagainya sesuai gejala yang ditampilkan.
b. Peta simbol batang dengan nilai majemuk
Simbol ini bertujuan untuk menunjukkan nilai atau harga majemuk, dimana harga atau nilai
majemuk digambarkan dengan cara:
1) Harga majemuk (dua atau lebih ) digambarkan dalam satu batang dengan cara membagi
batang atas beberapa bagian sesuai dengan jenis gejala.
2) Harga majemuk (dua atau lebih) digambarkan dengan beberapa jenis batang yang
diberi arsir atau warna yang berbeda antara yang satu dengan yang lain.langkah-
langkah dalam menetapkan kriteria data sampai kepada pembuatan petanya sama
dengan peta simbol batang harga tunggal. Perlu diingat bahwa yang digambarkan
biasanya diletakkan pada posisi tengah daerah/wilayah administratif dengan
mempertimbangkan segi keindahan peta.

5. Peta simbol lingkaran (proporsional cyrcle maps)

Simbol lingkaran dapat digunakan untuk menyatakan tanda, misalnya kota, tetapi dapat
juga digunakan untuk menyatakan nilai kuantitas. Pada bagian ini akan dijelaskan simbol lingkaran
yang menyatakan nilai/kuantitas. Peta simbol lingkaran yang menyatakan nilai kuantitas dapat
dibedakan 2, yaitu :

1) Peta simbol lingkaran nilai tunggal

Peta simbol lingkaran dengan harga tunggal menyatakan perbandingan luas lingkaran
(ℼr2). Oleh sebab itu peta semacam ini lebih sering disebut peta lingkaran berbanding
(proporsional cyrcle). Suatu lingkaran mempunyai satu nilai. Simbol ini digunakan bila ingin
memberikan gambaran perbandingan besar kecilnya gejala antara satu daerah dengan daerah yang
lain. Perbandingan besar kecilnya gejala diperhitungkan menurut luas lingkaran.

2) Peta simbol lingkaran nilai majemuk

Simbol lingkaran dengan nilai/harga majemuk dapat digambarkan dengan 2 tahap kegiatan
yaitu:

a. Sebuah lingkaran yang menunjukkan dua gejala dengan harga yang berbeda. Luas daerah
menunjukkan besarnya harga gejala secara keseluruhan, sedangkan harga/nilai gejala masing-
masing ditunjukkan dengan warna atau arsir yang dibedakan.

b. Menentukan luasnya arsiran/warna untuk masing-masing gejala tersebut dalam satu lingkaran
(ingat bahwa satu lingkaran terdiri dari 360).

6. Peta Simbol Bola

Peta simbol bola pembuatannya hampir sama dengan peta simbol lingkaran, yang
membedakan hanya rumus yang digunakan. Pada peta simbol bola yang digunakan adalah isi bola
(4/3 ℼr)
7. Peta Simbol Pola

Peta dengan simbol memperlihatkan perbedaan gejala antar daerah, dalam hal:

a. Semata-mata hanya menunjukkan perbedaan saja, misalnya perbedaan jenis tanah, penggunaan
lahan, jenis bahasa, perbedaan negara, dan sebagainya. Peta jenis ini dinamakan dengan
Chorochromatic Maps (Peta Korokromatik).

b. Menunjukkan gejala bergradasi. Peta-peta dengan simbol ini disebut Choroplathe Maps (Peta
Koroplet)

Cara pembuatannya mengikuti langkah-langkah sebagai berikut:

Pertama : tentukan lebih dahulu kriteria/klasifikasi besarnya gejala. Klasifikasi tidak selamanya
interval.

Kedua : tentukan jenis simbol yang akan digunakan. Bila menggunakan sistem arsir, perlu
diperhatikan agar arsir betul-betul dapat menunjukkan adanya gradasi (dari renggang/kecil ke yang
padat/kecil, atau sebaliknya)

Ketiga : buatlah garis batas daerah gejala yang sama, dengan cara menggabungkan batas unit yang
diambil untuk gejala yang sama tingkatannya.

Keempat: gambarkan simbol-simbol sesuai dengan tingkatan gejala-gejala pada daerah-daerah


yang terbentuk. Perlu diperhatikan bahwa bilamana simbol ini menggunakan warna, agar
digunakan warna dari yang mudah/lembut ke yang tua/keras agar dapat benar-benar menunjukkan
adanya gradasi.

B.Memilih dan Menulis Simbol

Komponen peta ada banyak jumlahnya, jika kita ingat maka komponen peta terdiri dari
atas inset peta, skala peta, garis lintang dan garis bujur, mata angin dan lain sebagainya. Salah satu
komponen yang terdapat pada peta adalah simbol peta. Simbol peta merupakan tanda atau gambar
yang mewakili kenampakan yang ada di permukaan bumi yang terdapat pada peta
kenampakannya. Di dalam peta, simbol digambarkan sesuai dengan lokasi kenampakan pada peta
utama dan penjelasan atau keterangannya. Kemudian untuk mengetahui arti dari simbol tersebut,
kita dapat melihat keterangannya pada kotak legenda.

Simbol pada peta ada berbagai macam atau berbagai jenis. Simbol pada peta dapat
diklasifikasikan menurut beberapa kategori, yaitu bentuk, kenampakan lingkungan, wujud dan
juga sifatnya. Menurut bentuknya, simbol dibedakan atas simbol titik, simbol garis, dan simbol
luasan atau area. Sementara menurut sifatnya, simbol peta dibedakan atas simbol kualitatif dan
simbol kuantitatif. Untuk penggunaan, kapankah kita menggunakan simbol bentuk atau simbol
sifat, hal itu tergantung pada jenis data yang akan digambarkan pada peta. Untuk mengetahui lebih
jelas tentang jenis- jenis simbol, kita akan membahasnya pada makalah ini, yakni sebagai berikut:
Tipe Simbol

Tipe pada simbol peta dibedakan menjadi 3 yakni simbol piktoral , simbol abstrak, dan simbol
huruf atau angka.

 Simbol piktoral

Simbol piktoral merupakan simbol yang gambarnya mirip dengan objek aslinya. Sebagai
contoh adalah simbol gunung.

 Simbol abstrak

Simbol abstrak merupakan simbol pada peta yang berupa gambar yang tidak mirip dengan
objek yang sebenarnya. Misalnya adalah simbol ibukota provinsi atau ibukota negara.

 Simbol huruf atau angka

Simbol huruf atau angka merupakan simbol pada peta yang berupa huruf maupun angka.

Simbol Berdasarkan Bentuknya

Berdasar dari bentuknya, simbol pada peta dibedakan atas tiga jenis, antara lain simbol
garis, simbol titik dan simbol area. Untuk penjelasan lebih lengkap mengenai simbol- simbol
berdasarkan bentuknya ini, berikut ini adalah penjelasannya.

1. Simbol Garis

Digunakan untuk mewakili unsur-unsur yang berbentuk garis seperti sungai, jalan raya,
batas administrasi, garis pantai, dsb.

 Sungai

Berdasarkan bentuknya, simbol sungai masuk ke dalam kategori simbol garis. Sungai yang
memiliki bentuk garis yang tidak lurus namun meliuk- liuk ini banyak kita temukan di peta.

 Jalan raya

Jalan raya disimbolkan dengan garis sejajar yang meliuk- liuk seperti keadaan jalan yang
sebenarnya tidak lurus. Simbol jalan raya termasuk ke dalam simbol garis.

 Batas negara

Batas negara disimbolkan dengan tanda plus (+) yang berjajar- jajar rapi. Simbol yang
menyebutkan batas negara ini termasuk ke dalam simbol garis.
 Batas propinsi

Selanjutnya adalah batas propinsi. Batas propinsi disimbolkan dengan tanda plus (+) dan minus
(-) yang berselang- seling. Dengan tanda yang berantai ini maka simbol batas propinsi ini
dikategorikan sebagai simbol garis.

2. Simbol Titik

Digunakan untuk menyatakan lokasi, atau bentuk unsur-unsur lain yang erat hubungannya
dengan skala peta.

 Gunung

Di dalam peta, seringkali kita melihat kenampakan gunung yang digambarkan dengan simbol
segitiga. Simbol gunung terdiri dari dua warna, yakni warna hitam dan warna merah. Segitiga
berwarna hitam memandakan bahwa gunung tersebut merupakan gunung yang tidak aktif.
Sementara segitiga warna merah menandakan bahwa gunung tersebut merupakan gunung yang
aktif atau gunung berapi.

 Kota Kecil/Kecamatan

Simbol kota kecil di dalam peta disimbolkan sebagai lingkaran kecil. Simbol di dalam peta ini
dikategorikan sebagai simbol titik apabila dilihat dari bentuknya.

 Kota Administratif

Kota Administratif digambarkan sebagai lingkaran dengan lingkaran kecil yang ada di
dalamnya. Dilihat dari bentuknya, simbol ini termasuk ke dalam simbol titik.

 Ibukota Negara

Ibukota Negara digambarkan sebagai persegi dengan lingkaran kecil yang berada di dalamnya.
Jika dilihat dari bentuknya, simbol ini juga termasuk ke dalam simbol titik.

3. Simbol Area

Berdasarka bentuknya, kategori simbol peta yang selanjutnya adalah simbol area. Simbol area
ini berbentuk seperti simbol titik, namun memiliki ukuran yang lebih besar. Sebagai contoh
simbol- simbol area adalah sebagai berikut:

 Danau

Di dalam peta, danau digambarkan dengan simbol bulat tidak sempurna yang kemudian
diwarnai biru sebagai penanda bahwa simbol tersebut adalah kubangan air, yakni danau.
 Rawa

Rawa juga memiliki simbol di peta. Di dalam peta, rawa digambarkan sebagai bulatan yang
tidak sempurna dan berisikan titik- titik, namun tidak berwarna biru selayaknya danau tadi.

 Sawah

Sawah disimbolkan sebagai area dengan garis miring yang ukurannya kecil- kecil. Kemiringan
garis tersebut sejajar . simbol sawah ini berdasarkan bentuknya termasuk ke dalam simbol area.

 Formasi batuan kapur

Formasi batuan kapur memiliki simbol yang dikategorikan sebagai simbol area. Hal ini karena
simbol formasi batuan kapur berbentuk lebar dengan tatanan batuan yang ada di dalamnya.

Itulah beberapa contoh simbol area yang biasa kita temukan di dalam peta. Selanjutnya adalah
klasifikasi simbol peta berdasarkan wujudnya.