Anda di halaman 1dari 9

TUGAS MAKALAH

“TEORI AKUNTANSI”
Disusun guna memenuhi tugas mata kuliah Teori Akuntansi

DOSEN PEMBIMBING
Dr. Umi Muawanah.,Msi.,Ak.,CA

DISUSUN OLEH
Meylana Devi Iswara (16110001)
Frisca Verro Fernandita (1610030)

UNIVERSITAS GAJAYANA MALANG


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Akuntansi dipandang sebagai pelaksana dan penerapan standard untuk menyusun laporan
keuangan. Dalam perusahaan tidak akan asing dengan kata akuntansi maupun laporan akuntansi.
Karena laporan akuntansi dapat sangat pembantu bagi pemakai nya untuk mengambil keputusan
keputusan sesuai dengan tujuan yang akan dicapai. Dalam akuntansi praktik membuat laporan
keuangan tidak akan lepas dengan teori akuntansi guna mendukung praktik dalam membuat
laporan tersebut. Praktik akuntansi harus semakin berkembang agar dapat membantu para
pemakai untuk mengambil keputusan lebih tepat, maka dari itu teori akuntansi dibutuhkan dalam
membantu mengembangkan praktik akuntansi tersebut.
Berdasarkan penjelasan diatas maka dalam makalah ini akan dibahas pengertian dari teori
akuntasi tersebut dan apa manfaat ataupun pengaruh terhadap praktik akuntansi. Karena teori
akuntansi sangat perlu dipahami selain dari praktik akuntansi sendiri.

1.2. Rumusan Masalah


Berdasarkan latar belakang tersebut, masalah yang dibahas dalam makalah ini adalah
sebagai berikut;
1. Apa yang dimaksud dengan teori akuntansi?
2. Apa sajakah aspek dari teori akuntansi?
3. Bagaimana verifikasi teori akuntansi?

1.3. Tujuan Penulisan


Sesuai dengan masalah yang dibahas dalam makalah ini, maka tujuan pembahasan
masalah tersebut adalah untuk menjelaskan kepada pembaca tentang teori akuntansi. Secara
lebih rinci tujuan pembahasan masalah tersebut adalah sebagai berikut.
1. Menjelaskan tentang pengertian teori akuntansi
2. Menjelaskan macam aspek dari teori akuntansi
3. Menjelaskan cara verifikasi teori akuntansi
BAB II
PEMBAHASAN

2.1. Pengertian Teori Akuntansi

Teori merupakan bagian terpenting dalam praktek, karena teori melupakan sebuah landasan
untuk memecahkan masalah masalah yang secara etnis dan ilmiah dapat dipertanggungjawabkan.
Dengan teori, akan dapat dilihat masalah dengan perspektif yang lebih luas dan lebar dari hal-hal
yang bersifat teknis. Praktik akuntansi yang baik tidak dapat dicapai tanpa teori yang melandasi
praktik tersebut. Dapat diperumapakan teori merupakan sebuah obor yang menerangi praktik
dengan prinsip prisip yang masuk di akal.
Menurut Allan W. Wright (1984:13) mengemukakan bahwa “kata theory berasal dari
kata yunani yang berakar sama dengan kata theatre yang berarti “tempat untuk melihat”. Dalam
theatre yunani, para penonoton duduk di atas lereng bukit sehingga mereka dapat melihat ke
bawah suatu pertunjukkan. Makna ini melahirkan istilah pandangan mata burung”
Maka dapat disimpulkan bahwa teori bertujuan untuk menemukan pola, hubungan,
konsep, atau prinsip yang melandasi suatu system tanpa terkecoh oleh kompleksitas itu sendiri.
Dalam perwujudan yang nyata, praktisi disibukkan dengan masalah actual dan mendesak untuk
segera diselesaikan sehingga tidak sempat untuk memikirkan teori teori dibalik tindakannya.
Maka dari itu akademisi akuntasi dan pemikir mempunyai waktu yang lebih banyak untuk
memikirkan hal hal yang bersifat analisis dan teoritis. Dengan adanya kemajuan profesi dan
pengetauan akuntansi, maka akan dicapai kerjasama yang harmonis antara praktisi dan
akademisi.

Pengembangan Akuntansi

Pengetahuan akuntansi dapat dilihat dari dua sisi yaitu diantaranya;

 Sebagai pengetahuan profesi yang dipraktikkan didunia nyata


 Sebagai pelaksana dan penerapan standard untuk menyusun laporan keuangan.

Dari sudut praktisi, akuntansi berkepentingan dengan aspek PABU yang dianggap sebagai suatu
pemberian. Sedangkan dari sudut akademisi akuntansi dipandang sebagai dua bidang kajian,
yaitu kajian praktik dan kajian teori. Bidang praktik berkepentingan dengan masalah praktik
yang dijalankan sesuai dengan PABU, sedangkan kajian teori berkepentingan dengan penjelasan,
diskripsi dan argument yang dianggap melandasi praktik akuntansi.

Dalam perguruan tinggi sangat penting teori akuntansi diajarkan dan harus dikuasai oleh
peserta didik karena pendidikan akuntansi di perguruan tinggi harus mampu mengubah praktik
akuntansi yang berjalan menjadi jauh lebih baik. Pendidikan ini dilakukan untuk dapat menjadi
jembatan praktik dengan teori akuntansi sehingga praktik akuntansi selalu berkembang menuju
pada keadaan yang jauh lebih baik. Berikut proses yang dilakukan dalam pengajaran akuntansi,

 Para praktisi menciptakan dan menerapkan praktik tertentu kemudian mengamati praktisi
dan mengidentifikasi dapa yang dipraktikannya
 Setelah itu mengkodifikasi yang dipraktikan sebagai pengetahuan
 Kemudian mengajarkan apa yang dipraktikan
 Dan mempraktikkan apa yang sudah dipraktikkan

Hubungan praktik dan pendidikan terkesan harmonis sedangkan hubungan pendidikan dan
praktik terkesan terisolasi. Alasan mengapa hubungan terkesan terisolasi karena pendidikan
akuntansi mengajarkan yang nyatanya dipraktikkan karena kecenderungan untuk mempersiapkan
peserta didik yang siap segera memperoleh pekerjaan. Pengajar cenderung menghindari konflik
apa yang nyatanya harus dipraktikkan dan apa yang seharusnya dipraktikkan. Dengan kondisi
seperti ini, perguruan tinggi lebih tunduk kepada praktik dan bukan lebih mengembangkan atau
memperbaiki praktek.

Peran Riset Akuntansi

Teori akuntansi dikembangkan agar dapat menjadi sejajar dengan pengetahuan lainnya.
Teori akuntansi berisi hipotesis hipotesis pelaku ekonomi dan perilaku pasar modal yang
diteorikan. Kecenderungan seperti ini menjadikan jauhnya teori dengan praktik dikarenakan
praktik lebih berfokus pada memperlakukan transaksi dan mengapa demikian. Praktisi selalu
dihadapkan dengan masalah actual yang memerlukan keputusan mendesak sehingga praktisi
tidak sempat untuk memikirkan teori dibalik keputusannya. Dan keputusan praktisi lebih kepada
kepraktisan dan manfaat jangka pendek.
Bukan berarti penelitian penelitian tidak memiliki manfaat, namun penelitian penelitian
hasil akademis kebanyakan tidak diarahkan untuk menjawab dan memecahkan masalah masalah
aktul yang dihadapi oleh praktisi.

2.2. Aspek Teori Akuntansi

Terdapat tiga aspek penting yang melandasi pengembangan akuntansi yaitu;

 Riset
Sebelum menentukan atau menetapkan suatu teori tentunya akan dilakukan riset terleih
dahulu untuk membuktikan bahwa teori tersebut sudah benar.
 Pendidikan

Teori akuntansi akan disampaikan dan digunakan pada saat menempuh suatu pendidikan
diperguruan tinggi

 Praktik
Dalam praktiknya teori akutansi masih tetap digunakan karena seorang ahli profesi
akuntansi pun masih berlandaskan teori-teori akutansi yang sudah ditetapkan.

Praktik akuntansi akan mengalami perkembangan pesat apabila menerapkan tiga aspek
penting tersebut. Dapat diibaratkan sebuah jarum jam, jika aliran jarum jam berlawanan maka
disini menunjukkan kontribusi riset terhadap pendidikan yang kemudian pendidikan
menambahkan pengetahuan professional dalam meningkatkan kualitas praktik. Apabila aliran
jarum jam searah, maka menunjukkan kemampuan pendidikan untuk mengevaluasi apa yang
nyatanya dipraktikkan dan apa yang seharunya dipraktikkan sehingga menimbulkan gagasan
gagasan yang baru untuk meningkatkan kualitas praktik.
Pada umumnya pendidik merupakan periset sehingga kedua fungsi tidak terpisah tapi
saling mendukung. Pendidik harus memasukkan gagasan gagasan alternative bukan mengisolasi.
Pendidik diharap dapat menjabarkan hasil riset dan gagasan akademik ke dalam aplikasi praktik.

Teori Akuntansi

a. Teori akuntansi sebagai sains

Teori adalah seperangkat konsep, definisi, dan proporsi yang saling berkaitan secara
sistematis yang diajukan untuk menjelaskan dan memprediksi fenomena fenomena. Teori berisi
pernyataan asumsi dan hipotesis. Teori akuntansi sering dimaksudkan sebgai sains yang berdiri
sendiri yang menjadi sumber pengetahuan dan praktik akuntansi. Teori akuntansi merupakan
seperangkat hipotesis hipotesis yang bersifat deskriptif sebagai hasil penelitiandengan
menggunakan metode ilmiahtertentu. Teori akuntansi berisi berisi keseluruhan alasisis dan
kmpnen komponennya yang menjadi sumber acuan untuk menjelaskan dan memprediksikan
gejala atau peristiwa dalam akuntansi.

b. Teori akuntansi sebagai penalaran logis

Teori dapat diartikan sebagai penalaran logis yang melandasi praktik dalam kehidupan nyata.
Teori berusaha untuk memberikan pembenaran terhadap praktik agar praktik mempunyai
kekuatan untuk mempertahankan atau mempertanggungjawabkan kelayakannya. Penalaran logis
berisi asumsi, dasar pemikiran, konsep, dan argument yang saling berkaitan yang membentuk
suatu kerangka pikir yang logis.hasil dari penalaran logis dapat dituangkan dalam bentuk
dokumen yang berisi prinsip prinsip umum yang menjadi sebuah landasan untuk menentukkan
tindakan terbaik dalam mencapai suatu tujuan. Proses penalaran logis untuk akuntansi
diwujudkan dalam bentuk perekayasaan pelaporan keuangan. Perekayasaan menghasilkan suatu
kerangka konseptual yang memiliki fungsi untuk mengevaluasi atau membenarkan atau untuk
mengembangkan praktik akuntansi.

Aspek sasaran teori

Aspek sasaran mendasari perbedaan teori akuntansi positif dan normative. yang
dimaksudkan penjelasan positif diarahkan untuk memberikan jawaban apakah suatu pernyataan
itu benar atau salah atas dasar kriteria.sedangkan penjelasan normative diarahkan untuk
mendukung atau menghasilkan kebijakan yang bersifat pembuatan kebijakan.

Aspek tataran semiotika

Semiotika merupakan kajian yang membahasa teori umum tentang tanda dan symbol
dalam bidang linguistika. Linguistika merupakan bidang kajian ilmu bahasa yang membahasa
fonetik, gramatika, morfologi, dan makna kata. Semiotika membahas tiga pertanyaan pokokyang
memiliki kaitan dengan informasi symbol. Tiga pertanyaan tersebut adalah sebagai berikut;

 Apakah symbol tersebut logis?


 Apakah makna yang dimiliki oleh symbol tersebut?
 Apakah pengungkapan tersebut memiliki pengaruh terhadap penerima?

Pemahaman teori akuntansi dapat dicapai dengan mengidentifikasi teori akuntansi


berdasarkan tataran semiotika. Perekayasaan akuntansi berteori pada tiga tataran yaitu semantic,
sintaktik dan pragmatik dalam menghasilkan struktur pelaporan keuangan.

1) Teori akuntansi semantic, teori ini membahas tentang pendefisian makna elemen,
pengidentifikasian atribut atau karakteristik elemen sebagai bahan pendefisian dan
pengukuran elemen sebagai salah satu atribut
2) Teori akuntansi sintaktik, teori ini membahas hubungan antara unsur unsur yang
membentuk struktur pelaporan keuangan atau struktur akuntansi dalam suatu Negara.
3) Teori akuntansi pragmatic, teori ini lebih berpusat pada perubahab perilaku pemakai
laporan pada informasi yang diberikan

Aspek pendekatan nalar

Teori yang disusun dengan penalaran tinggi memiliki validalitas yang tinggi. Penalaran
sendiri memiliki makna proses berpikir logis dan sistematik untuk membentuk dan mengevaluasi
suatu keyakinan terhadap pernyataan atau penjelasan. Sebelumnya sudah dijelaskan bahwa teori
akuntansi dapat diartikan sebagai penalaran logis yang memberikan penjelasan tentang perlakuan
akuntansi tertentu. Penalaran sendiri memiliki dua sifat yaitu penalaran deduktif dan penalaran
induktif.
 Penalaran deduktif

Penalaran deduktif merupakan penyimpulan yang bermula dari pernyataan umum yang
disepakati menuju kepernyataan khusus sebagai simpulan. Perrnyataan deduktif pada akuntansi
digunakan untuk memberikan penjelasan dan dukungan terhadapa layak tidaknya suatu
pernyataan akuntansi.

 Penalaran induktif

Penalaran induktif merupakan kebalikan dari penalaran deduktif, penalaran induktif yaitu
suatu pernyataan khusus yang kemudian berakhir kepada pernyataan umum yang merupakan
generalisasi dari keadaan khusus tersebut. Penalaran induktif dalam akuntansi pada umumnya
digunakan untuk menghasilkan pernyataan umum yang menjadi penjelasan terhadap gejala
akuntansi tertentu.

Pada praktiknya, penalaran induktif dalam akuntansi tidak dapat dilaksanakan terpisah
dengan penalaran deduktif ataupun sebaliknya. Keduan penalaran tersebut harus berjalan dengan
selaras dan berkaitan.

2.3. Verifikasi Teori Akuntansi

Untuk meyakinkan kebenaran teori maka verifikasi teori sangat diperlukan. Teori akuntansi
normative dievaluasi validitasnya atas dasar penalaran logis yang melandasi teori yang diajukan.
Teori normative dikembangkan atas dasar kesepakatan terhadap asumsi atau tujuam kemudian di
turunkan prinsip akuntansi tertentu. Penalaran logis menjadi validitas karena teori normative
dalam banyak hal tidak menghasilkan fakta yang mendukung. Sering dikatakan teori normative
tidak mempunyai muatan empiris.

Teori akuntansi positif dinilai validitasnya atas dasar kesesuaian teori dengan fakta. Validitas
teori akuntansi posited banyak dilakukan dengan penilitian empiris. Penelitian empiris biasanya
didasarkan sampel untuk menguji teori secara statistic. Terdapat beberapa teori akuntansi, yaitu :

 Teori akuntansi sintatik tidak berkaitan langsung dengan fakta, maka verifikasi
validitasnya mengandalkan penalaran logis semata. Namun setelah teori dipraktikan
maka dapat di verifikasi dengan penelitian empiris
 Teori akuntansi semantic memiliki kelibatan dengan penyimbolam maka mengandung
unsur empiris. Validitas teori dapat diverifikasi dengan cara empiris dengan pengamatan.
 Teori akuntansi pragmatic mempunyai kandungan empiris yang besar karena teori ini
banyak mengandung data empiris perilaku pasar sebagai reaksi terhadap informasi
akuntansi. Verifikasi teori ini dapat digunakan dengan penelitian empiris yang didasarkan
atas asumsi informasi sangat berguna bagi pemakai dengan menggunakan informasi
tersebut.

Karena teori sintatik, teori semantic dan teori pragmantic tidak berdiri sendiri namun
saling mendukung dan melengkapi, maka semua pendekatan pengujian dilakukan untuk
memverifikasi suatu teori. Teori harus diverifikasi validitasnya atas dasar penalaran logis, bukti
empiris, daya prediksi, dan pertimbangan nilai yang telah disepakati.

BAB III

PENUTUP

3.1. Kesimpulan

Teori merupakan bagian terpenting dalam praktek, karena teori melupakan sebuah landasan
untuk memecahkan masalah masalah yang secara etnis dan ilmiah dapat dipertanggung
jawabkan. Teori akuntansi sendiri memiliki tiga aspek yaitu aspek riset, aspek pendidikan dan
aspek praktek. Dalam aspek aspek tersebut perlu verfikasi validitas agar dapat diyakini
kebeneran dari teori tersebut