Anda di halaman 1dari 7

SATUAN ACARA PENYULUHAN

ASAM URAT

Di susun Oleh

Adhe Irawan

PROGRAM STUDI PROFESI NERS

STIKES BHAKTI MANDALA HUSADA SLAWI

Jl. Cut Nyak Dhien No.16 Slawi-52416

Tahun 2019
SATUAN ACARA PENYULUHAN
GOUT (ASAM URAT)

Pokok bahasan : Gout (Asam Urat)


Sub pokok bahasan : Pengertian Asam Urat, Penyebab Asam Urat, Tanda dan Gejala Asam
Urat, penanganan, dan diet pada penderita Asam Urat
Sasaran : Ny. S (Penderita Asam Urat)
Tempat : Rumah Ny. S Desa Gumayun RT 05 RW 02 Kabupaten Tegal
Hari/Tanggal :
Waktu : 30 Menit
Penyuluh : Adhe Irawan

A. Latar Belakang
Asam Urat merupakan salah satu masalah kesehatan yang berhubungan dengan
persendian dan pergerakan. Oleh karenanya apabila persendian terkena asam urat maka
pergerakan menjadi terbatas, dan lama-lama bila dibiarkan akan menjadi tofi dimana
terjadi penumpukan kristal-kristal disekitar jaringan sehingga jika dilihat dari luar seperti
ada daging yang menonjol terutama pada daerah persendian. Hal tersebut, biasanya
terjadi pada orang dewasa.
Berdasarkan hasil pengkajian pada Ny. S diperoleh data bahwa Ny. S memiliki
penyakit Gout (Asam Urat), selain itu Ny. S belum paham betul mengenai penyakit
Asam Urat, penanganan, dan diet yang harus dilakukan. Keperawatan gerontik bertujuan
untuk meningkatkan kualitas kesehatan utamanya pada lansia/ gerontik, untuk itu
diperlukan pemberian informasi dalam bentuk penyuluhan kesehatan mengenai konsep
Asam Urat, penanganan, dan Diet pada penderita Asam Urat.

B. Tujuan
1. Tujuan umum
Setelah mendapatkan penyuluhan kesehatan diharapkan Ny. S dapat mengerti tentang
Asam Urat secara umum, penanganan, dan diet pada penderita Asam Urat dan dapat
menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
2. Tujuan khusus
Setelah mengikuti kegiatan penyuluhan, Ny. S dapat menjelaskan kembali:
a. Menjelaskan pengertian Asam Urat
b. Menjelaskan penyebab Asam Urat
c. Menjelaskan tanda gejala Asam Urat
d. Menjelaskan pencegahan Asam Urat
e. Menjelaskan diet pada penderita Asam Urat

C. Kegiatan penyuluhan
No Tahap / Waktu Kegiatan penyuluhan Kegiatan sasaran

1. Pembukaan : 1. Memberi salam -Menjawab salam


2 menit 2. Memperkenalkan diri -Memperhatikan
3. Menjelaskan pokok bahasan -Memperhatikan
dam tujuan penyuluhan

2. Pelaksanaan : Menjelaskan materi penyuluhan Ceramah


20 menit sesuai dengan materi yang
terlampir.

3. Evaluasi : 1. Memberikan kesempatan Menjawab pertanyaan


5 menit kepada Ny. S untuk
bertanya.
2. Mengajukan pertanyaan
kepada Ny. S tentang materi
yang diberikan, yaitu:
a. Pengertian Asam Urat
b. Penyebab Asam Urat
c. Tanda gejala Asam Urat
d. Pencegahan Asam Urat
e. Diet pada penderita
Asam Urat
4. Terminasi : 1. Mengucapkan terimakasih -Mendengarkan
3 menit atas peran serta Ny. S. -Menjawab salam
2. Mengucapkan salam penutup

D. Metode
1. Ceramah
2. Tanya jawab
E. Media
1. Lembar Balik
2. Leaflet

F. Setting Tempat
Keterangan :

: Penyuluh

: Ny. S

G. Evaluasi
1. Evaluasi Struktur
Persiapan media
Media yang di gunakan dalam penyuluhan semua lengkap dan dapat digunakan
dalam proses penyuluhan yaitu :
a. Lembar Balik
b. Leaflet
2. Evaluasi Proses
a. Proses penyuluhan dapat berlangsung dengan lancar dan Ny. S dapat memahami
materi pengajaran yang di berikan
b. Ny. S dapat memperhatikan materi yang di berikan
c. Selama proses penyuluhan di harapkan terjadi interaksi antara penyuluh dan
Ny.S.
3. Evaluasi Hasil
Ny. S mampu memahami 80 % dari materi yang di berikan dengan kriteria mampu
mengulang apa yang di sampaikan penyuluh antara lain :
a. Menjelaskan kembali pengertian Asam Urat
b. Menjelaskan kembali penyebab Asam Urat
c. Menjelaskan kembali tanda gejala Asam Urat
d. Menjelaskan kembali pencegahan Asam Urat
e. Menjelaskan kembali diet pada penderita Asam Urat
H. Referensi
Saraswati S. 2009. Diet Sehat untuk Penyakit Asam Urat, Diabetes, Hipertensi dan
Stroke, Cetakan . Yogyakarta : A Plus Books

Sari M. 2010. Sehat dan Bugar tanpa Asam Urat, cetakan 1. Nopember, Jakarta :
Araska Publisher

I. Lampiran Materi
1. Pengertian Asam Urat
Asam urat atau Gout bisa diartikan sebagai sebuah penyakit dimana terjadi
penumpukan asam urat dalam tubuh secara berlebihan, baik akibat produksi yang
meningkat, pembuangan yang menurun, atau akibat peningkatan asupan makanan
kaya purin. Gout ditandai dengan serangan berulang arthritis (peradangan sendi)
yang akut, kadang-kadang disertai pembentukan kristal natrium urat besar yang
dinamakan tophus, deformitas (kerusakan) sendi secara kronis dan cidera.
Penyakit Asam Urat atau Arthritis Gout adalah penyakit yang di sebabkan
oleh tumpukan asam/kristal urat pada jaringan, terutama pada jaringan sendi.
Gout berhubungan erat dengan gangguan metabolisme purin yang memicu
peningkatan kadar asam urat dalam darah (hiperurisemia), yaitu jika kadar asam
urat dalam darah lebih dari 7,5 mg/dl. Kadar normal asam urat dalam darah untuk
pria adalah 8 mg/dl, sedangkan untuk wanita adalah 7 mg/dl. Gout merupakan
penyakit metabolik yang ditandai oleh penumpukan asam urat yang menyebabkan
nyeri pada sendi.

2. Penyebab Asam Urat


a. Faktor keturunan
b. Diet tinggi protein dan makanan kaya senyawa purin lainnya seperti daging,
makanan laut, kacang-kacangan, bayam, jamur dan kembang kol
c. Akibat konsumsi alkohol berlebihan
d. Hambatan dari pembuangan asam urat karena penyakit tertentu, terutama
gangguan ginjal
e. Penggunaan obat tertentu yang meningkatkan kadar asam urat, terutama
diuretika ( furosemida dan hidroklorotiazida )
f. Penggunaan antibiotika berlebihan
g. Penyakit tertentu pada darah seperti leukimia dan polisitomia
h. Faktor lain seperti stres, diet ketat, cidera sendi, darah tinggi dan olah raga
berlebihan

3. Tanda Gejala Asam Urat


a. Kesemutan dan linu.
b. Nyeri terutama malam hari atau pagi hari saat bangun tidur.
c. Sendi yang terkena asam urat akan terlihat bengkak, kemerahan, panas, dan
nyeri luar biasa pada malam dan pagi.
d. Terasa nyeri pada sendi terjadi berulang-ulang kali.
e. Persendian terasa sangat sakit saat akan bergerak.
f. Demam
g. Menggigil
h. Rasa tidak enak badan.

4. Pencegahan Asam Urat


a. Pembatasan purin
b. Kalori sesuai kebutuhan : Jumlah asupan kalori harus benar disesuaikan dengan
kebutuhan tubuh berdasarkan pada tinggi dan berat badan. Penderita gangguan
asam urat yang kelebihan berat badan, berat badannya harus diturunkan dengan
tetap memperhatikan jumlah konsumsi kalori. Asupan kalori yang terlalu
sedikit juga bisa meningkatkan kadar asam urat karena adanya badan keton
yang akan mengurangi pengeluaran asam urat melalui urine.
c. Tinggi karbohidrat, sangat baik dikonsumsi oleh penderita gangguan asam urat
karena akan meningkatkan pengeluaran asam urat melalui urine.
d. Rendah protein : Protein terutama yang berasal dari hewan dapat meningkatkan
kadar asam urat dalam darah.
e. Rendah lemak : Lemak dapat menghambat ekskresi asam urat melalui urin.
Konsumsi lemak sebaiknya sebanyak 15 persen dari total kalori.
f. Tinggi cairan : Selain dari minuman, cairan bisa diperoleh melalui buah-buahan
segar yang mengandung banyak air.
g. Tanpa alkohol : Berdasarkan penelitian diketahui bahwa kadar asam urat
mereka yang mengonsumsi alkohol lebih tinggi dibandingkan mereka yang
tidak mengonsumsi alkohol. Hal ini adalah karena alkohol akan meningkatkan
asam laktat plasma. Asam laktat ini akan menghambat pengeluaran asam urat
dari tubuh.
h. Olahraga ringan : Olahraga yang teratur memperbaiki kondisi kekuatan dan
kelenturan sendi serta memperkecil risiko terjadinya kerusakan sendi akibat
radang sendi. Selain itu, olahraga memberi efek menghangatkan tubuh
sehingga mengurangi rasa sakit dan mencegah pengendapan asam urat pada
ujung-ujung tubuh yang dingin karena kurang pasokan darah. Jalan kaki,
bersepeda, dan joging bisa dijadikan alternatif olahraga untuk mengatasi
rematik dan asam urat. Selain itu, olahraga yang cukup dan teratur
memperkuat sirkulasi darah dalam tubuh.

5. Diet pada penderita Asam Urat


a. Makanan yang TIDAK DIANJURKAN
1) Hindari makanan yang mengandung purin yaitu : Jeroan (jantung, hati,
lidah ginjal, usus), Sarden, Kerang, Ikan herring, Kacang-kacangan,
Bayam, Udang, Daun melinjo.
2) Sumber makanan yang mengandung protein hewani dalam jumlah yang
tinggi, misalnya hati, ginjal, otak, paru dan limpa.
3) Makanan yang digoreng, bersantan, serta margarine dan mentega
sebaiknya dihindari.
4) Buah-buahan yang sebaiknya dihindari adalah alpukat dan durian,
karena keduanya mempunyai kandungan lemak yang tinggi.

b. Makanan yang DIANJURKAN


1) Karbohidrat kompleks seperti nasi, singkong, roti dan ubi.
2) Protein seperti telur, susu skim/susu rendah lemak
3) Sayuran seperti wortel, labu siam, terong, pare, oyong,ketimun, labu
air, selada air, tomat, selada, lobak
4) Buah-buahan yang disarankan adalah semangka, melon, blewah,
nanas, belimbing manis, dan jambu air