Anda di halaman 1dari 16

LAPORAN PENGEMBANGAN DIRI

DIKLAT GURU SASARAN


KURIKULUM SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN
PROPINSI SULAWESI SELATAN
TP. 2016/2017

Di SMKN 1 WATANSOPPENG
Tanggal: 21 s.d 26 Juni 2016

Disusun Oleh:

ISPRIYANTY MAKMUR PUTRI, S.Pd.


NIP. 19780225 201101 2 005
PEMERINTAH KABUPATEN SOPPENG
DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAHRAGA
SMKN 1 WATANSOPPENG

TAHUN 2016

i
IDENTITAS GURU
1. Nama Sekolah : SMKN 1 Watansoppeng
2. Nama Guru : Ispriyanty Makmur Putri, S.Pd.
3. NIP : 19780225 201101 2 005
4. NRG : 175341102230
5. NUPTK : 6557756657300050
6. Sertifikat Pendidik :
7. Jabatan/Golongan : Guru Pertama/IIIb
8. Alamat Instansi : Jl. Merdeka No.118
Kelurahan : Lapajung
Kabupaten : Soppeng
Propinsi : Sulawesi Selatan
Tlp/Fax : 0484 21033
Mail :
9. Mengajar Mapel : Program Keahlian TKJ
10. SK Pengangkatan :
a. Sebagai CPNS :
- Pejabat yang mengangkat : Bupati Soppeng
- No. SK : 105/IV/2011
- Tanggal SK : 19 April 2011
- TMT SK : 1 Januari 2011
b. Pangkat Terakhir :
- Pejabat yang mengangkat : Bupati Soppeng
- No. SK : 823.3/03/BKD/IX/2015
- Tanggal SK : 11 September 2015
- TMT SK : 01 Oktober 2015
11. Alamat Rumah :
- Jalan : Merdeka
- Kabupaten : Soppeng
- Propinsi : Sulawesi Selatan
- Hp/Tlp : +62 813-4259-5711

ii
PENGESAHAN

LAPORAN PENGEMBANGAN DIRI

DIKLAT GURU SASARAN


KURIKULUM SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN
PROPINSI SULAWESI SELATAN
TP. 2016/2017

Disusun Oleh:

ISPRIYANTY MAKMUR PUTRI, S.Pd.


NIP. 19780225 201101 2 005

Watansoppeng, 25 Juli 2016

Mengesahkan
Kepala SMKN 1 Watansoppeng Koordinator PKB

Drs. SULO, M.Si Drs. SULO, M.Si


NIP. 19590601 198703 1 013 NIP. 19590601 198703 1 013

iii
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis haturkan ke hadirat Allah SWT, atas segala Rahmat dan
Karunia yang dilimpahkan kepada penulis sehingga Laporan Kegiatan Pengembangan
Diri ini dapat diselesaikan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.

Penulis menyadari sepenuhnya bahwa Laporan ini dapat diselesaikan berkat


adanya bantuan, bimbingan, dorongan dan petunjuk dari berbagai pihak. Oleh karena
itu penulis mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang sebesar – besarnya
kepada:

1. Bapak H. Anies Rasyid Baswedan, Ph.D Menteri Pendidikan dan Kebudayaan;


2. Bapak Muh. Sidik Salam, M.M, Kepala Dinas Pendidikan Propinsi Sulawesi
Selatan;
3. Dr. H. Abd. Halim Muharram, M.Pd. Kepala Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan
LPMP Sulawesi Selatan; dan
4. Drs. Sulo, M.Si., Kepala Sekolah SMKN 1 Watansoppeng ;
5. Narasumber serta rekan-rekan peserta Pendidikan dan Pelatihan Guru Sasaran
Kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Tahun 2016/2017.

Penulis menyadari, bahwa masih banyak terdapat kekurangan dan kekeliruan


dalam penyusunan laporan pengembangan diri ini yang disebabkan oleh keterbatasan
waktu, kemampuan, dan pengetahuan. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik
dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan laporan ini.

Akhirnya, penulis berharap laporan ini dapat bermanfaat bagi pembaca pada
umumnya dan bagi penulis sendiri khususnya.

Watansoppeng, 18 Juli 2016

Penulis,

iv
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ........................................................................................ i


IDENTITAS DIRI ............................................................................................ ii
HALAMAN PENGESAHAN ......................................................................... iii
KATA PENGANTAR .................................................................................... iv
DAFTAR ISI ................................................................................................... v

BAB I PENDAHULUAN ............................................................................... 4


A. Latar Belakang .................................................................................. 4
B. Tujuan ........................................................................................... 5
C. Manfaat ........................................................................................... 5
BAB II LAPORAN KEGIATAN PENGEMBANGAN DIRI ......................... 6
A. Deskripsi Kegiatan .......................................................................... 6
B. BagianAwal ........................................................................................ 6
C. Bagian Isi Laporan ............................................................................. 6

a. Uraian Tentang Tujuan Khusus Diklt/Bimtek .......................... 6


b. Uraian Materi Diklat/Bimtek dan Alokasi Waktu .................... 7
c. Nara Sumber ............................................................................. 8
d. Peserta Diklat ........................................................................... 8
e. Strategi ..................................................................................... 8
f. Hasil/Manfaat yang diperoleh .................................................. 8
g. Tindak lanjut............................................................................. 8
h. Dampak setelah mengikuti bimbingan ..................................... 9
i. Penutup ..................................................................................... 9
3. Bagian Akhir ...................................................................................... 10
LAMPIRAN – LAMPIRAN ........................................................................... 11
a. Surat Tugas dari Kepala Sekolah
b. Jadwal
c. Daftar Hadir
d. Lembar Kerja
e. Foto Copy Sertifikat Lulus Diklat

v
A. PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Guru sebagai tenaga profesional mempunyai fungsi, peran, dan kedudukan yang
sangat pentingdalam mencapai visi pendidikan yaitu menciptakan insan Indonesia cerdas
dan kompetitif. Oleh karena itu, profesi guru harus dikembangkan sebagai profesi yang
bermartabat sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005
tentang Guru dan Dosen.
Konsekuensi dari jabatan guru sebagai profesi, tidak cukup bila guru hanya
melakukan tugasnya mengajar, membimbing dan mendidik para siswanya, melainkan
harus selalu mengembangkan profesinya tersebut. Pengembangan terhadap profesi guru
tersebut hendaklah dilaksanakan secara terprogram dan berkelanjutan, melalui kegiatan
Kegiatan Bimbingan Teknis Implementasi Kurikulum 2013 yang diselenggarakan oleh
LPMP Provinsi Lampung memang merupakan salah satu kegiatan yang dirancang untuk
mewujudkan terbentuknya guru yang profesional. Salah satu jenis kegiatan PKB adalah
Pengembangan Diri.
Kegiatan Pengembangan Diri tersebut dapat dilakukan melalui dua jenis kegiatan,
yaitu: (1) Mengikuti kegiatan Diklat. Menyadari akan berbagai kekurangan yang ada
penulis, maka untuk meningkatkan profesionalisme yang penulis rasakan masih kurang,
selama tahun pelajaran 2016/2017 ini penulis telah ditugaskan oleh Kepala SMK Negeri 1
Tegineneng untuk mengikuti kegiatan pengembangan diri, yakni Kegiatan Bimtek
Penyegaran instruktur dan pelatihan guru sasaran Kurikulum 2013 yang diselenggarakan
oleh LPMP Provinsi Lampung.
Sebagai tanggung jawab atas tugas yang telah diberikan kepala SMK Negeri 1
Tegineneng kepada penulis untuk mengikuti kegiatan pengembangan diri, dan sekedar
untuk mengimbaskan hasil yang penulis peroleh selama mengikuti kegiatan
pengembangan diri tersebut, maka penulis pandang perluuntuk menuliskan laporan
kegiatan ini.

1
2. Tujuan

Tujuan dari kegiatan pengembangan diri ini antara lain adalah sebagai berikut:
1. Meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengembangan sumber daya manusia
2. Menemukan format kurikulum pendidikan yang tepat bagi pembelajaran
3. Peserta dapat mengimplementasikan hasil Diklat ke dalam proses belajar mengajar
4. Setelah mengikuti kegiatan pelatihan Penyegaran Instruktur dan Pelatihan Guru Sasaran
Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Guru mampu melaksanakan tugas sesuai dengan
tuntutan kompetensi lulusan, isi proses pembelajaran, dan penilaian Kurikulum 2013.

3. Manfaat
Manfaat yang diharapkan dari kegiatan pengembangan diri ini antara lain adalah sebagai
berikut:
1. Bagi siswa:
Pembelajaran tematik lebih menekankan pada keterlibatan siswa dalam proses belajar
secara aktif dalam proses pembelajaran, sehingga siswa dapat memperoleh
pengalaman langsung dan terlatih untuk dapat menemukan sendiri berbagai
pengetahuan yang dipelajarinya. Melalui pengalaman langsung siswa akan memahami
konsep-konsep yang mereka pelajari dan menghubungkannya dengan konsep lain
yang telah dipahaminya dan Dalam pembelajaran tematik juga sangat berkaitan
dengan psikologi perkembangan peserta didik dan psikologi belajar.
2. Bagi guru:
Setelah mengikuti kegiatan pelatihan, Penyegaran instruktur dan pelatihan Guru
Sasaran Kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan diharapkan
guru mampu melaksanakan tugas sesuai dengan tuntutan kompetensi lulusan, isi,
proses pembelajaran, dan penilaian Kurikulum 2013.
3. Kepala Sekolah
Setelah mengikuti kegiatan pelatihan Penyegaran instruktur dan pelatihan Guru
Sasaran Kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kurikulum 2013 diharapkan
kepala sekolah mampu mengerahkan sumber daya yang dimiliki dalam rangka
menjamin keterlaksanaan implementasi Kurikulum 2013.

2
B. ALASAN MENGIKUTI PELATIHAN
1. Surat Tugas Kepala Sekolah SMKN 1 Watansoppeng, Tanggal 27-11-2015 No.
800/708.a/SMKN.1/XI/20015
2. Untuk meningkatkan pemahaman tentang Kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan
(SMK) K13 melalui Kegiatan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
3. Untuk meningkatkan profesionalitas guru.

C. PELAKSANAAN PELATIHAN
Pelaksanaan Diklat Peningkatan Kompetensi Pedagogik Guru TIK SMK se-
Kabupaten Soppeng dirancang melalui pendekatan andragogi melalui:
a. Pemaparan materi melaui ceramah, tanya jawab, dan diskusi/kerja kelompok
b. Pemaparan hasil kerja kelompok
c. Sharing pengalaman mengikuti kegiatan PKB

D. TEMPAT DAN WAKTU


Kegiatan Diklat Peningkatan Kompetensi Pedagogik Guru TK SMK se-
Kabupaten Soppeng dilaksanakan mulai tanggal 28 Nopember 2015 sampai dengan
30 Nopember 2015 bertempat di SMKN 1 Watansoppeng.

E. TUJUAN PELATIHAN
Kegiatan Pelatihan dimaksudkan untuk meningkatkan kompetensi pedagogik
guru-guru TIK SMK Se-Kab Soppeng. Adapun materi Pelatihan adalah : (1)
Kebijakan Pendidikan.(2) Pre Test dan Post Test (3) Konsep Kurikulum 2013 (4)
Pengembangan RPP (5) Analisis hasil belajar siswa (6) Pembukaan dan Penutupan

F. MATERI PELATIHAN
Materi utama yang diberikan dalam Diklat ini adalah Pengembangan Kompetensi
Pedagogik Guru TIK SMK se-Kabupaten Soppeng selama 32 jam pelatihan
dengan rincian sebagai berikut.
Adapun materi Pelatihan adalah :
a. Kebijakan Pendidikan (2 jam) ;
b. Pre Test dan Post Test (2 jam) ;
c. Konsep Kurikulum 2013 (8 jam) ;
d. Pengembangan RPP (8 jam) ;
e. Analisis hasil belajar siswa (10 jam)
f. Pembukaan dan Penutupan (2 jam)

Deskripsi Materi

3
a. Konsep Kurikulum 2013
Kurikulum 2013 berbasis kompetensi dapat diartikan atau dimaknai sebagai suatu
konsep kurikulum yang menekankan pada pengembangan kemampuan melakukan
(kompetensi) tugas-tugas dengan standar performasI tertentu, sehingga hasilnya dapat
dirasakan oleh peserta didik, berupa penguasaan terhadap seperangkat kompetensi
tertentu. Kurikulum ini diarahkan untuk mengembangkan pengetahuan, pemahaman,
kemampuan, nilai, sikap dan minat peserta didik, agar dapat melakukan Sesutu dalam
bentuk kemahiran, ketepatan dan keberhasilan dengan penuh tanggungjawab.
Perubahan dan pengembangan kurikulum merupakan persoalan yang sangat
penting, karena kurikulum harus senantiasa disesuaikan dengan tuntutan zaman.
Perlunya perubahan dan pengembangan kurikulum 2013 karena masih rendahnya
prestasi peserta didik indonesia yang tertinggal dan terbelakang terutama dikancah
internasional.
Perubahan kurikulum juga karena adanya beberapa kelemahan yang ditemukan
dalam KTSP 2006 sebagai berikut:
1. Isi dan pesan-pesan kurikulum masih terlalu padat, yang ditunjukan dengan
banyaknya mata pelajaran dan banyaknya materi yang keleluasaan dan
kesukarannya melampaui perkembangan usia anak.
2. Kompetensi yang dikembangkan lebih didominasi oleh aspek pengetahuan, belum
sepenuhnya menggambarkan pribadi peserta didik (pengetahuan, keterampilan
dan sikap).
3. Berbagai kompetensi yang diperlukan sesuai dengan perkembangan masyarakat,
seperti pendidikan karakter, kesadaran lingkungan, pendekatan dan metode
pembelajaran konstruktifisik, keseimbangan “soft skill” dan “hard skill”, serta
jiwa kewirausahaan, belum terakomodasi di dalam kurikulum.
4. Kurikulum belum peka dan tanggap terhadap berbagai perubahan sosial yang
terjadi pada tingkat lokal, nasional, maupun global.
5. Standar proses pembelajaran belum menggambarkan urutan pembelajaran secara
rinci sehingga membuka peluang penafsiran yang beraneka ragam dan berujung
pada pembelajaran yang berpusat pada guru.
6. Penilaian belum menggunakan standar penilaian berbasis kompetensi, serta belum
tegas memberikan layanan remediasi dan pengayaan secara berkala.

4
Jadi, kita juga dihadapkan pada berbagai permasalahan yang melibatkan pelajar
dan mahasiswa, seperti perkelahian pelajar, perjudian, narkoba, korupsi, plagiarisme,
kebocoran dan berbagai kecurangan dalam ujian.
Dari berbagai masalah inilah perlunya perkembangan kurikulum 2013, untuk
menghadapi masalah dan tantangan masa depan yang semakin lama semakin rumit
dan kompleks. Berbagai tantangan masa depan tersebut antara lain yang berkaitan
dengan globalisasi, dan pasar bebas, masalah lingkungan, pesatnya pengetahuan
kemajuan teknologi informasi dan lain-lain. Untuk menghadapi tantangan tersebut,
kurikulum harus mampu membekali peserta didik dengan berbagai kompetensi.
Pengembangan kkurikulum 2013 didasari secara filosofis, yuridis, dan konseptual
sebagai berikut :
1. Landasan Filosofis.
a. Filosofis Pancasila yang memberikan berbagai prinsip dasar dalam
pembangunan pendidikan.
b. Filosofi pendidikan yang berbasis pada nilai-nilai luhur, nilai akademik,
kebutuhan peserta didik, dan masyarakat.
2. Landasan Yuridis.
a. RPJMM 2010-2014 ssektor pendidikan, tentang perubahan metodologi
pembelajaran dan penataan kurikulum.
b. PP No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.
c. INPRES Nomor 1 tahun 2010, tentang Percepatan Pelaksanaan Prioritas
Pembangunan Nasional, penyempurnaan kurikulum dan metode pembelajaran
aktif berdasarkan nilai-nilai budaya bangsa untuk membentuk daya saing dan
karakter bangsa.
3. Landasan Konseptual.
a. Relevansi pendidikan (link and match).
b. Kurikulum berbasis kompetensi dan karakter.
c. Pembelajaran Kontekstual (contextual teaching and learning)
d. Pembelajaran Aktif (student active learning)
e. Penilaian yang valid, utuh, dan menyeluruh.

b. Pengembangan RPP
1. Langkah-Langkah Perencanaan

5
Di dalam mengembangkan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) untuk
implementasi Kurikulum 2013, perlu diperhatikan dan diikuti beberapa langkah
berikut ini. Langkah-Langkah Pengembangan RPP (rencana pelaksanaan
pembelajaran) meliputi: (1) pengkajian silabus; (2) pengidentifikasian materi
pembelajaran untuk siswa; (3) Penentuan tujuan pembelajaran; (4)
pengembangan kegiatan pembelajaran; (5) penjabaran jenis-jenis penilaian
yang akan digunakan; (6) penentuan alokasi waktu yang disediakanl dan (7)
penentuan sumber-sumber belajar bagi siswa. Marti kita bahas satu persatu
langkah-langkah tersebut.

2. Pengkajian Silabus

Secara umum, pada tiap materi pokok di setiap silabus yang diberikan telah
terdapat 4 KD yang bersesuaian dengan aspek KI (sikap kepada Tuhan, sikap
diri dan terhadap lingkungan, pengetahuan, dan keterampilan). Untuk
memperoleh pencapaian bagi ke-4 KD tersebut, pada silabus telah dirumuskan
kegiatan siswa secara umum saat mengikuti pembelajaran yang didasarkan
pada standar proses. Kegiatan-kegiatan siswa ini sebenarnya adalah rincian dari
tahap eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi, yaitu: melakukan pengamatan,
bertanya, mengumpulkan informasi, mengolah informasi dan selanjutnya
mengkomunikasikan. Kegiatan-kegiatan inilah yang kemudian dijabarkan
secara lebih mendetail pada RPP yang akan dikembangkan. Bentuknya adalah
berupa langkah-langkah yang akan dikerjakan guru dalam pembelajaran,
sehingga siswa menjadi terlibat untuk aktif belajar. Pengkajian silabus selain
hal tersebut di atas juga dengan merumuskan indikator KD dan lengkap dengan
penilaiannya.

3. Identifikasi Materi Pembelajaran


Guru atau pengembang RPP selanjutnya mengidentifikasi materi pembelajaran
yang sesuai untuk menunjang tercapainya KD. Pengidentifikasian materi
pembelajaran untuk siswa ini harus mempertimbangkan beberapa hal, yaitu: (a)
potensi yang dimiliki siswa; (b) ada tidaknya relevansi terhadap karakteristik
daerah; (c) tingkat perkembangan fisik, intelektual, emosional, sosial, dan
spritual yang dimiliki siswa saat ini; (d) manfaat untuk siswa; (e) struktur

6
keilmuan; (f) aktualitas, kedalaman, dan keluasan materi pembelajaran; (g) ada
tidaknya relevansi terhadap kebutuhan siswa serta tuntutan lingkungan; dan (h)
alokasi waktu yang disediakan/tersedia.

4. Penentuan Tujuan Pembelajaran


Tujuan pembelajaran bisa diorganisasikan sedemikian rupa sehingga mencakup
semua KD atau dapat pula tujuan pembelajaran diorganisasikan untuk tiap-tiap
pertemuan. Tujuan pembelajaran harus beracuan kepada indikator yang sudah
diberikan, atau setidaknya tujuan pembelajaran tersebut harus mengandung dua
aspek: Audience (peserta didik) dan Behavior (aspek kemampuan).
5. Pengembangan Kegiatan Pembelajaran
Setiap kegiatan pembelajaran di dalam sebuah RPP didesain sedemikian rupa
sehingga akan dapat memberi suatu pengalaman belajar (learning experiences)
yang bermutu kepada siswa yang di dalamnya terjadi proses mental dan fisik
melalui interaksi antar siswa, siswa dengan guru, lingkungan, dan sumber
belajar lainnya dengan maksud untuk mencapai KD. Pengalaman belajar yang
dimaksud umumnya akan dapat diwujudkan lewat penggunaan pendekatan
pembelajaran yang bervariasi dan berpusat pada peserta didik (student
centered). Pengalaman belajar juga harus mengakomodasi pelatihan
keterampilan kecakapan hidup (life skills) yang penting untuk dimiliki siswa.
6. Penjabaran Jenis-Jenis Penilaian Yang akan Digunakan
Pada silabus telah diberikan rujukan mengenai jenis penilaian yang akan
digunakan untuk setiap pembelajarannya. Penilaian pencapaian KD oleh siswa
dilakukan dengan didasarkan kepada indikator yang telah dikembangkan
sebelumnya. Penilaian dilakukan dengan menggunakan tes dan nontes dalam
bentuk tertulis (paper and pencil test) maupun lisan, pengamatan kinerja,
pengukuran sikap, penilaian hasil karya berupa tugas, proyek dan/atau produk,
penggunaan portofolio, dan penilaian diri (self asessment). Oleh karena pada
setiap pembelajaran siswa dipicu agar menghasilkan karya, maka penyajian
portofolio adalah cara penilaian yang wajib dilakukan pada jenjang pendidikan
dasar dan menengah.

7
Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh, menganalisis,
dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar siswa yang dilakukan
secara sistematis dan berkesinambungan, sehingga menjadi informasi yang
bermakna dalam pengambilan keputusan.
Untuk merancang sebuah penilaian yang baik pengembang RPP misalnya guru,
sebaiknya memperhatikan hal-hal berikut:
1) Penilaian diarahkan untuk mengukur pencapaian kompetensi yaitu KD-KD
pada KI-3 dan KI-4.
2) Penilaian menggunakan acuan kriteria; yaitu berdasarkan apa yang bisa
dilakukan peserta didik setelah mengikuti proses pembelajaran, dan bukan
untuk menentukan posisi seseorang terhadap kelompoknya.
3) Sistem yang direncanakan adalah sistem penilaian yang berkelanjutan.
Berkelanjutan dalam arti semua indikator ditagih, kemudian hasilnya
dianalisis untuk menentukan KD yang telah dimiliki dan yang belum, serta
untuk mengetahui kesulitan siswa.
4) Hasil penilaian dianalisis untuk menentukan tindak lanjut. Tindak lanjut
berupa perbaikan proses pembelajaran berikutnya, program remedi bagi
peserta didik yang pencapaian kompetensinya di bawah ketuntasan, dan
program pengayaan bagi siswa yang telah memenuhi ketuntasan.
5) Sistem penilaian harus disesuaikan dengan pengalaman belajar yang
ditempuh dalam proses pembelajaran. Misalnya, jika pembelajaran
menggunakan pendekatan tugas observasi lapangan maka evaluasi harus
diberikan baik pada proses misalnya teknik wawancara, maupun produk
berupa hasil melakukan observasi lapangan.

7. Pentuan Alokasi Waktu yang Disediakan

Di dalam menentukan alokasi waktu untuk tiap KD harus didasarkan pada


jumlah minggu efektif dan alokasi waktu mata pelajaran setiap minggu yang
tersedia dengan tetap mempertimbangkan jumlah KD, keluasan, kedalaman,
tingkat kesulitan, dan tingkat kepentingan KD. Alokasi waktu yang telah
dituliskan di dalam silabus adalah perkiraan waktu rata-rata yang dibutuhkan
untuk penguasaan KD oleh siswa yang beragam. Karena itu, alokasi tersebut

8
dapat dirinci dan disesuaikan kembali di dalam RPP yang dikembangkan guru.

8. Penentuan Sumber Belajar


Sumber belajar (learning resources) yang dimaksud di dalam Kurikulum 2013
dan harus dikebangkan di dalam RPP merupakan rujukan, objek dan/atau bahan
yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran, yang berupa media cetak dan
elektronik, nara sumber, serta lingkungan fisik, alam, sosial, dan budaya.

G. NARASUMBER
Narasumber Diklat Peningkatan Kompetensi Pedagogik Guru SMK se-
Kabupaten Soppeng ini adalah:

No Nama Status

Koordinator Pengawas SMK


1 Hj. Sabri, S.Pd., M.Pd.
Kabupaten Soppeng
Pengawas Pembina SMK Kelompok
2 Drs. Sawihi, M.Si
Mapel TIK
Kepala Sekolah SMKN 1
3 Drs. Sulo, M.Si.
Watansoppeng

H. PESERTA PELATIHAN
Peserta Diklat Peningkatan Kompetensi Pedagogik Guru TIK SMK se-
Kabupaten Soppeng adalah guru-guru yang mengajar TIK di SMK baik KKPI,
Program Keahlian TKJ, RPL maupun Multimedia.

I. STRATEGI KEGIATAN
Peserta Diklat Peningkatan Kompetensi Pedagogik Guru TIK SMK se-
Kabupaten Soppeng dilaksanakan dengan strategi kegiatan sebagai berikut :.

1. Registrasi Peserta
2. Pelaksanaan Kegiatan
a. Pleno
- Konsep Kurikulum 2013
- RPP Kurikulum 2013
- Penilaian dan analisis hasil belajar siswa.
b. Kelompok dilakukan dengan cara praktik :
- Praktik Penyusunan RPP Kurikulum 2013

9
- Praktik Penilaian Hasil Belajar Siswa.

J. HASIL / MANFAAT YANG DIPEROLEH


Hasil yang diperoleh dari Diklat Peningkatan Kompetensi Pedagogik Guru
TIK SMK se-Kabupaten Soppeng adalah terlatihnya guru dalam menghasilkan
RPP dan mampu mengembangkan proses penilaian dan analisis terhadap proses
belajar peserta didik.

K. TINDAK LANJUT
Tindak lanjut dari Diklat Peningkatan Kompetensi Pedagogik Guru TIK SMK
se-Kabupaten Soppeng adalah
1. Guru melakukan penyempurnaan perangkat RPP dan mengaplikasikan dalam
Proses Belajar Mengajar.
2. Guru mengembangkan penilaian dan analisis hasil belajar dan diaplikasikan
dalam mapel yang di ampunya.

L. DAMPAK SETELAH MENGIKUTI KEGIATAN


Dampak yang diharapkan melalui pelaksanaan Diklat Peningkatan
Kompetensi Pedagogik Guru TIK SMK se-Kabupaten Soppeng antara lain:
1. Guru memahami dan mampu mengembangkan berbagai kegiatan Penyusunan
Perangkat RPP.
2. Guru memahami dan mampu mengembangkan penilaian dan analisis hasil
belajar peserta didik.
3. Karier/profesionalitas guru meningkat.
4. Prestasi belajar peserta didik meningkat, dan mutu pendidikan juga meningkat.

M. PENUTUP
Secara umum Diklat Peningkatan Kompetensi Pedagogik Guru TIK SMK se-
Kabupaten Soppeng bertujuan agar para peserta lebih memahami berbagai jenis
kegiatan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan karier mereka. Kegiatan yang
dimaksud adalah kegiatan Penyusunan Perangkat Pembelajaran (RPP) dan
mengembangkan Penilaian dan Analisis Hasil Belajar Peserta Didik. Setelah para
peserta memahami, diharapkan mereka mau mempraktikkannya. Dengan
pemahaman dan kemauan mengaplikasiakan dalam kelas diharapkan mendorong

10
terbentuk nya profesionalitas guru. Dampak positif yang dirasakan adalah
meningkatnya prestasi peserta didik yang berarti meningkatnya mutu pendidikan.

11