Anda di halaman 1dari 71

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Kenyataan dilapangan menunjukkan bahwa banyak Siswa SMK dalam

melaksanakan praktikum kompetensi dasar Menginstalasi Sistem Operasi Jaringan

terkadang merasa jenuh. Beberapa faktor yang menjadi alasan kejenuhan mereka

adalah pada saat melakukan instalasi Sistem Operasi Jaringan, waktu yang

dibutuhkan oleh kernel Sistem Operasi Jaringan Jaringan untuk mendeteksi

komponen hardware, menunggu loading progress, hingga menyelesaikan proses

instalasi cenderung lama dan beberapa proses dalam menginstalasi yang terkesan

konvensional dan kurang menantang, dimana Siswa hanya dihadapkan oleh beberapa

alternative penyelesaian masalah, seperti menekan tombol next, back, atau cancel.

Hal ini kemudian berpengaruh pada motivasi dan tingkah laku Siswa dalam

kegiatan praktikum Teknik Komputer dan Jaringan. Berdasarkan temuan dilapangan,

mereka mengisi waktu dengan berbagai attitude yang tidak ada hubungannya dengan

pembelajaran, seperti berkomunikasi dengan teman kelompok, mengerjakan tugas

mata pelajaran lain, dan beberapa kegiatan lain yang tidak linear dengan kegiatan

mata pelajaran Teknik Komputer dan Jaringan. Terkadang guru harus menegur siswa

karena aktivitasnya dalam kelas yang mengganggu proses pembelajaran. Bahkan

yang paling memprihatinkan motivasi siswa dalam mengikuti pelajaran pada


2

kompetensi Menginstalasi Sistem Operasi Jaringan berkurang dan nilai absensi siswa

yang menurun, sehingga berpengaruh pada nilai akhir siswa.

Ada dugaan bahwa rendahnya motivasi belajar siswa tersebut disebabkan

karakteristik Standar Kompetensi Menginstalasi Sistem Operasi Jaringan yang tidak

sesuai dengan karakteristik siswa yang senang mengutak-atik computer, mencari

sesuatu lewat browsing, dan suka tantangan.

Tabel 1.1 Pengguna Wifi Komjar SMKN 1 Watansoppeng tiga tahun


terakhir,
Kelas Thn.2010 Thn.2011 Thn.2013
X TKJ 26 33 48
XI TKJ 30 36 55
XII TKJ 28 42 53

Sumber : Sekretariat Teknik Komputer dan Jaringan SMKN 1


Watansoppeng, Agustus 2013.

Siswa ingin berbuat sesuatu dan bertindak lebih jauh tanpa dibatasi oleh

model dan cara menginstalasi yang konvensional pada kompetensi tersebut. Siswa

cenderung proaktif dan mudah berbagi pada siswa yang lain tentang hasil temuan

mereka, sehingga membangun semangat mereka untuk lebih bereksplorasi dalam

menajamkan kompetensi mereka.

Berdasarkan temuan dan karakteristik tersebut, maka diperlukan kejelasan

penyebab rendahnya motivasi siswa pada mata pelajaran Teknik Komputer dan

Jaringan, dan alternatif pemecahannya dengan cara melibatkan siswa secara aktif

dalam menerapkan suatu metode pembelajaran yang diharapkan dapat mengatasi

rendahnya motivasi belajar siswa Teknik Komputer dan jaringan siswa kelas XII TKJ
3

melalui metode discovery. Metode pembelajaran ini dipilih agar siswa terbiasa

menemukan, mencari, mendikusikan sesuatu yang berkaitan dengan pengajaran.

(Siadari, 2001: 4). Dalam metode pembelajaran penemuan (discovery) siswa lebih

aktif dalam memecahkan dan menemukan sedang guru berperan sebagai pembimbing

atau memberikan petunjuk cara memecahkan masalah itu.

B. Identifikasi Masalah

1. Rendahnya motivasi belajar siswa dalam mengikuti mata pelajaran Teknik

Komputer dan Jaringan khususnya pada Kompetensi Dasar Menginstalasi Sistem

Operasi Jaringan.

2. Karakteritik Kompetensi Dasar Menginstalasi Sistem Operasi Jaringan yang

berakibat pada priliaku siswa.

Dari identifikasi masalah di atas, maka peneliti hanya menfokuskan pada

maslah yang pertama yaitu rendahnya motivasi belajar siswa pada pelajaran Teknik

Komputer dan Jaringan.

C. Perumusan dan Pemecahan Masalah

1. Rumusan masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, maka permasalahan yang akan diangkat

adalah bagaimanakah peningkatan motivasi belajar siswa dengan diterapkannya

pembelajaran discovery mata pelajaran Produktif Teknik Komputer dan Jaringan

pada Siswa Kelas XII TKJ 1 SMKN 1 WATANSOPPENG Tahun pelajaran

2013/2014.
4

2. Bentuk tindakan

Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka bentuk tindakan yang akan di

ambil adalah penerapan pembelajaran melalui metode Discovery. Rencana tindakan

akan dilaksanakan sebanyak 2 (dua) siklus dimana setiap siklusnya diadakan

pertemuan sebanyak dua kali.

D. Tujuan penelitian

Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan motivasi

belajar siswa setelah diterapkannya pembelajaran discovery mata pelajaran Teknik

Komputer dan Jaringan pada Siswa Kelas XII TKJ 1 SMKN 1 WATANSOPPENG

Tahun pelajaran 2013/2014.

E. Manfaat Penelitian

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat kepada guru, siswa dan pihak

sekolah yaitu:

a. Guru

Memberikan informasi tentang metode pembelajaran yang sesuai dengan materi

Teknik Komputer dan Jaringan.

b. Siswa

Meningkatkan prestasi pada mata pelajaran Teknik Komputer dan Jaringan.

c. Sekolah

Memberikan masukan bagi sekolah sebagai pedoman untuk mengambil kebijakan

di sekolah tersebut.
5

BAB II

KAJIAN PUSTAKA

A. Hasil penelitian yang relevan

Penelitian terhadap mahasiswa di universitas Texas dalam pembelajaran

matematika menemukan bahwa Metode Discovery mampu meningkatkan prestasi dan

motivasi belajar dan kreatifitas mahasiswa. (Jerome Dancis and Neil Davidson,

1970)

Pembelajaran Matematika dengan metode penemuan (discovery)I

menyimpulkan bahwa metode ini dapat meningkatkan aktivitas mental siswa yang

pada akhirnya meningkatkan prestasi belajar matematika mahasiswa.

B. Metode Pembelajaran Penemuan (Discovery)

Metode pembelajaran discovery (penemuan) adalah metode mengajar yang

mengatur pengajaran sedemikian rupa sehingga anak memperoleh pengetahuan yang

sebelumnya belum diketahuinya itu tidak melalui pemberitahuan, sebagian atau

seluruhnya ditemukan sendiri. Dalam pembelajaran discovery (penemuan) kegiatan

atau pembelajaran yang dirancang sedemikian rupa sehingga siswa dapat menemukan

konsep-konsep dan prinsip-prinsip melalui proses mentalnya sendiri. Dalam

menemukan konsep, siswa melakukan pengamatan, menggolongkan, membuat

dugaan, menjelaskan, menarik kesimpulan dan sebagainya untuk menemukan

beberapa konsep atau prinsip.


6

Metode discovery diartikan sebagai prosedur mengajar yang mementingkan

pengajaran perseorang, memanipulasi objek sebelum sampai pada generalisasi.

Sedangkan Bruner (dalam Herdian) menyatakan bahwa anak harus berperan aktif

didalam belajar. Lebih lanjut dinyatakan, aktivitas itu perlu dilaksanakan melalui

suatu cara yang disebut discovery. Discovery yang dilaksanakan siswa dalam proses

belajarnya, diarahkan untuk menemukan suatu konsep atau prinsip.

Selanjutnya Roestiyah (1991) menguraikan bahwa Metode discovery adalah

metode mengajar yang menggunakan teknik penemuan dan merupakan proses mental

(misalnya mengamati, menggolong-golongkan, membuat dugaan, menjelaskan,

mengukur, membuat kesimpulan, dan sebagainya) dimana siswa menyesuaikan suatu

konsep atau prinsip. Dalam teknik ini siswa dibiarkan menemukan sendiri atau

mengalami proses mental itu sendiri, guru hanya membimbing dan memberikan

instruksi.

Dari beberapa pendapat di atas dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa metode

discovery dalam pembelajaran adalah metode pengajaran yang menitikberatkan pada

aktifitas siswa dalam belajar. Dalam proses pembelajaran dengan metode ini, guru

hanya bertindak sebagai pembimbing dan fasilitator yang mengarahkan siswa untuk

menemukan konsep, dalil, prosedur, dan semacamnya.

Beberapa keunggulan metode penemuan juga diungkapkan oleh Suherman,

dkk (2001: 179) sebagai berikut:

1. Siswa aktif dalam kegiatan belajar, sebab ia berpikir dan menggunakan

kemampuan untuk menemukan hasil akhir;


7

2. Siswa memahami benar bahan pelajaran, sebab mengalami sendiri proses

menemukannya. Sesuatu yang diperoleh dengan cara ini lebih lama diingat;

3. Menemukan sendiri menimbulkan rasa puas. Kepuasan batin ini mendorong

ingin melakukan penemuan lagi sehingga minat belajarnya meningkat;

4. Siswa yang memperoleh pengetahuan dengan metode penemuan akan lebih

mampu mentransfer pengetahuannya ke berbagai konteks;

5. Metode ini melatih siswa untuk lebih banyak belajar sendiri.

C. Pengertian Motivasi

Motivasi adalah daya dalam diri seseorang yang mendorongnya untuk

melakukan sesuatu, atau keadaan seseorang atau organisme yang menyebabkan-

kesiapan kesiapannya untuk memulai serangkaian tingkah laku atau perbuatan.

Sedangkan motivasi adalah suatu proses untuk menggiatkan motif-motif menjadi

perbuatan atau tingkah laku untuk memenuhi kebutuhan dan mencapai tujuan, atau

keadaan dan kesiapan dalam diri individu yang mendorong tingkah lakunya untuk

berbuat sesuatu dalam mencapai tujuan tertentu (Usman, 2000: 28). Sedangkan

menurut Djamarah (2002: 114) motivasi adalah suatu pendorong yang rnengubah

energi dalam diri seseorang kedalam bentuk aktivitas nyata untuk mencapai tujuan

tertentu. :Dalam proses belajar, motivasi sangat diperlukan sebab seseorang yang

tidak mempunyai motivasi dalam belajar tidak akan mungkin melakukan aktivitas

belajar. Hal ini sesuai dengan yang diungkapkan oleh Nur (2001: 3) bahwa siswa

yang termotivasi dalam belajar sesuatu akan menggunakan proses kognitif yang lebih

tinggi dalam mempelajari materi itu, sehingga siswa itu akan menyerap dan
8

mengendapkan materi itu dengan lebih baik. Jadi motivasi adalah suatu kondisi yang

mendorong seseorang untuk berbuat sesuatu dalam mencapai tujuan tertentu.

Macam-macam Motivasi Menurut jenisnya motivasi dibedakan menjadi dua,

yaitu:

1. Motivasi Intrinsik

Jenis motivasi ini timbul sebagai akibat dari dalam individu, apakah karena

adanya ajakan, suruhan, atau paksaan dari orang lain sehingga dengan kondisi yang

demikian akhirnya ia mau melakukan sesuatu atau belajar (Usman, 2000: 29).

Sedangkan menurut Djamarah (2002: 115), motivasi instrinsik adalah motif-motif

yang menjadi aktif atau berfungsinya tidak perlu dirangsang dari luar, karena dalam

setiap diri individu sudah ada dorongan untuk melakukan sesuatu. Menurut Winata

(dalam Erriniati, 1994:105) ada beberapa strategi dalam mengaiar untuk membangun

motivasi intrinstik. Strategi tersebut adalah sebagai berikut:

1. Mengaitkan tujuan belajar dengan tujuan siswa.

2. Memberikan kebebasan dalam memperluas materi pelajaran sebatas yang pokok.

3. Memberikan banyak waktu ekstra bagi siswa untuk mengerjakan tugas dan

memanfaatkan surnber belajar di sekolah.

4. Sesekali memberikan penghargaan pada siswa atas pekerjaannya.

5. Meminta siswa untuk menjelaskan hasil pekerjaannya. Dari uraian diatas dapat

disimpulkan bahwa motivasi instrinsik adalah motivasi yang timbul dari dalam

individu yang berfungsinya tidak perlu dirangsang dari luar. Seseorang yang
9

merniliki motivasi intrinsik dalam darinya maka secara sadar akan melakukan

suatu kegiatan yang tidak memerlukan motivasi dari luar dirinya.

2. Motivasi Ekstrinsik

Jenis motivasi ini timbul sebagai akibat pengaruh dari luar individu, apakah

karena adanya ajakan, suruhan, atau paksaan dari orang lain sehingga dengan kondisi

yang demikian akhirnya ia mau melakukan sesuatu atau belajar. Misalnya seseorang

mau belajar karena ia disuruh oleh orang tuanya agar mendapat peringkat pertama di

kelasnya (Usman, 2000: 29). Sedangkan menurut Djamarah (2002: 117), motivasi

ekstrinsik adalah kebalikan dari motivasi intrinsik. Motivasi ekstrinsik adalah motif-

motif yang aktif dan berfungsi karena adanya perangsang dari luar. Beberapa cara

membangkitkan motivasi ekstrinsik dalam menumbuhkan motivasi instrinsik antata

lain:

1. Kompetisi (persaingan): guru berusaha menciptakan persaingan di antara

siswanya untuk meningkatkan prestasi belajarnya, berusaha memperbaiki hasil

prestasi yang telah dicapai sebelumnya dan mengatasi prestasi orang lain.

2. Pace Making (membuat tujuan sementara atu dekat): Pada awal kegiatan belajar

mengajar guru, hendaknya terlebih dahulu menyampaikan kepada siswa TPK

yang akan dicapai sehingga dengan demikian siswa berusaha untuk mencapai

TPK tersebut.

3. Tujuan yang jelas: Motif mendorong individu untuk mencapai tujuan. Makin

jelas tujuan, makin besar ni]ai tujuan bagi individu yang bersangkutan dan

makin besar pula motivasi dalam melakuakan sesuatu perbuatan.


10

4. Kesempurnaan untuk sukses: Kesuksesan dapat menimbulkan rasa puas,

kesenangan dan kepercayaan terhadap diri sendiri, sedangkan kegagalan akan

membawa efek yang sebaliknya. Dengan demikian, guru hendaknya banyak

memberikan kesempatan kepada anak untuk meraih sukses dengan usaha

mandiri, tentu saja dengan bimbingan guru.

5. Minat yang besar: Motif akan timbul jika individu memiliki minat yang besar.

6. Mengadakan penilaian atau tes. Pada umumnya semua siswa mau belajar dengan

tujuan memperoleh nilai yang baik. Hal ini terbukti dalam kenyataan bawa

banyak siswa yang tidak belajar bila tidak ada ulangan. Akan tetapi, bila guru

mengatakan bahwa lusa akan diadakan ulangan lisan, barulah siswa giat belajar

dengan menghafal agar ia mendapat nilai yang baik. Jadi, angka atau nilai itu

merupakan motivasi yang kuat bagi siswa.

Dari uraian di atas diketahui bahwa motivsi ekstrinsik adalah motivasi yang

timbul dari luar individu yang berfungsinya karena adanya perangsang dari luar,

misalnya adanya persaingan, untuk mencapai nilai yang tinggi, dan lain sebagainya.
11

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Waktu dan Tempat Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di SMKN 1 Watansoppeng Kabupaten Soppeng

pada semester ganjil tahun pelajaran 2013/2014.

B. Objek Penelitian

Objek penelitian adalah penerapan berbasis penemuan (discovery method)

dalam meningkatkan motivasi belajar siswa. Sasaran penelitian adalah motivasi

belajar siswa Teknik Komputer dan Jaringan Kelas XII TKJ 1 tahun pelajaran

2013/2014 selama meningikuti standar kompetensi Menginstalasi Sistem Operasi

Jaringan. Penelitian dilaksanakan dalam bentuk penelitian tindakan kelas yang

berbentuk siklus perencanaan (planning), pelaksanaan (acting), observasi

(observing), dan refleksi (reflecting)

C. Subjek Penelitian

Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XII TKJ 1 tahun pelajaran

2013/2014 yang berjumlah 30 orang, terdiri dari 15 peserta didik putera dan 15

peserta didik puteri.

D. Prosedur Penelitian

Penelitian ini akan dilaksanakan sebanyak 2 (dua) siklus yang setiap siklusnya

dilaksanakan dengan mengikuti 4 (empat tahap) yakni Planning (perencanaan),

Acting (pelaksanaan), Observing (pengamatan), dan reflecting (refleksi).


12

1. Gambaran Umum Siklus I

a. Perencanaan tindakan

1. Menelaah KTSP SMKN 1 Watansoppeng mata diklat produktif TKJ kelas XII

semester I;

2. Memmpelajari materi yang berkenaan dengan standar kompetensi

Menginstalasi Sistem Operasi Jaringan berbasis Text/GUI;

3. Membuat perangkat pembelajaran;

4. Mempersiapkan sarana pendukung yang diperlukan seperti lembar

pengamatan, catatan lapangan, handout

5. Mempersiapkan alat perekam data ( kamera)

6. Berdiskusi dengan teman sejawat tentang hal-hal yang harus dilakukan.

b. Pelaksanaan

Pada fase ini tahap dimana semua perencanaan yang telah disiapkan

dilaksanakan. Hal-hal yang dilaksanakan terkait proses pembelajaran adalah :

1. Kegiatan pendahuluan, memuat berbagai hal yang berkaitan dengan materi

yang akan disajikan baik berupa apresiasi, atau tes awal tentang materi atau

yang lainnya.

2. Pada pertemuan pertama guru membentuk kelompok yang terdiri dari 3-4

orang, kemudian guru mengorientasikan masalah dengan mengarahkan

pertanyaan atau masalah. Kemudian pada tahap berikutnya guru

mengorganisasikan siswa untuk belajar dengan menjelaskan materi tentang

Konsep Dasar Sistem Operasi Jaringan Jaringan, Konsep dasar media


13

penyimpan, Jenis-jenis Sistem Operasi Jaringan, Prinsip-prinsip Sistem

Operasi Jaringan dengan mengedepankan sikap menghargai atas HAKI,

memberikan tugas kepada siswa berupa jobsheet. Mendorong siswa untuk

terbuka dengan teman kelompoknya dalam penyampaian ide dan penemuan

secara aktif dalam memahami instalasi Sistem Operasi Jaringan. Kemudian

guru membantu menyelidiki secara mandiri atau kelompok, mengembangkan

dan menyajikan hasil kerja, menganalisis dan mengevaluasi hasil penemuan

proses diskusi tersebut.

3. Pada pertemuan kedua guru membantu siswa dengan tahapan pembelajaran

sebagai berikut : mengorientasikan masalah dengan mengarahkan pertanyaan

atau masalah. Mengorganisasikan siswa untuk belajar dengan menjelaskan

materi cara melaksanakan Instalasi Sistem Operasi Jaringan. Membantu

menyelidiki secara mandiri atau kelompok. Mengembangkan dan menyajikan

hasil kerja. Membantu siswa mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas-

tugas yang bertautan dengan penemuan dengan cara membantu memberikan

solusi, membimbing siswa mengerjakan jobsheet, membimbing siswa

menyajikan hasil kerja.

4. Pada pertemuan ketiga tatap muka dilaskanakan dengan tahapan sebagai

berikut : Mengorganisasikan siswa untuk belajar dengan menjelaskan dan

mendemonstrasikan materi Instalasi driver. Membantu menyelidiki secara

mandiri atau kelompok, dengan cara menginstruksikan kepada siswa untuk

melaksanakan dan menyelesaikan tugas instalasi driver. Mengembangkan dan


14

menyajikan hasil kerja dengan cara membantu siswa mendefinisikan dan

mengorganisasikan tugas-tugas yang bertautan dengan penemuan membantu

memberikan solusi, membimbing siswa mengerjakan jobsheet, membimbing

siswa menyajikan hasil kerja dan Menganalisis dan mengevaluasi hasil

penemuan proses diskusi tersebut. Menganalisis dan mengevaluasi hasil

penemuan proses diskusi tersebut membantu siswa mengkaji ulang hasil

penemuan membantu siswa untuk terlibat dalam pemecahan masalah.

mengevaluasi materi instalasi driver system.

c. Pengamatan

Kegiatan mengobservasi adalah tahap dimana penulis melihat sejauh mana

pelaksanaan tindakan itu dilaksanakan. Kegiatan observasi ini dilakukan pada saat

proses pembelajaran hingga akhir pelajaran. Agar memaksimalkan observasi maka

penulis melakukan perekaman dengan menggunakan kamera digital. Hasil perekaman

baik berupa foto maupun video dijadikan sebagai alat konsultasi data dan validasi

data. Penulis juga menggunakan catatan lapangan dan lembar pengamatan.

d. Refleksi

Tahap ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana motivasi peserta didik

kelas XII TKJ 1 dalam mengikuti proses pembelajaran kompetensi dasar

Menginstalasi Sistem Operasi Jaringan Berbasis Text/GUI. Refleksi juga dilakukan

untuk melihat apa kekuatan dan kelemahan dari kegiatan-kegiatan pada siklus I

dengan pembelajaran metode discovery. Setiap hasil refleksi baik terhadap prilaku
15

siswa maupun aktivitas guru (penulis) dijadikan acuan untuk perbaikan siklus

berikutnya.

2. Gambaran Umum Siklus II

Pada dasarnya siklus kedua adalah hasil refleksi dari siklus pertama. Jadi

siklus dua ini dilakukan bilamana siklus pertama telah usai dan akan diperbaiki atau

meminimalkan kelemahan-kelemahannya.

a. Perencanaan tindakan

1) Hasil observasi, catatan lapangan serta saran-saran dari peserta didik dijadikan

bahan evaluasi untuk perbaikan selanjutnya.

2) Siswa yang kurang termotivasi mengikuti pelajaran, didekati untuk dibimbing

dan dimotivasi.

3) Siswa yang cepat dalam mengikuti pelajaran diberikan pujian serta dijadikan

tutor sebaya.

b. Pelaksanaan

Tujuan utama tindakan dalam penelitian ini agar motivasi peserta didik dalam

proses pembelajaran dapat ditingkatkan dengan menerapkan metode berbasis

penemuan (discovery method). Pelakasanaan tindakan pada siklus II ini

didasarkan pada rencana pembelajaran hasil refleksi siklus pertama.

c. Pengamatan

Seperti halnya pada siklus I, peneliti (guru dan kolaborator) melakukan

pengamatan terhadap aktivitas metode pembelajaran discovery dengan

menggunakan lembar observasi, catatan lapangan dan perekaman data melalui


16

kamera digital. Hasil observasi tersebut dijadikan acuan untuk membuat refleksi

sekaligus kesimpulan dengan mengacu pada indikator keberhasilan yang dibuat.

d. Refleksi

Refleksi yang dilakukan meliputi seluruh kegiatan penelitian Siklus I dan Siklus

II. Semua data yang diperoleh, baik hasil observasi, maupun hasil test dianalisis

untuk mengambil keputusan.

E. Metode Pengumpulan Data

Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini diperoleh melalui instrumen

kegiatan pembelajaran SK Menginstalasi Sistem Operasi Jaringan , meliputi:

1. Lembar pengamatan siswa

Lembar pengamatan tersebut bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang

aktivitas siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Pengamatan dilakukan

selama pembelajaran di kelas berlangsung, dan dilakukan oleh teman sejawat

serta seorang guru TKJ. Pengamatan dilakukan berdasarkan lembar observasi

yang telah dibuat sebelumnya.

2. Lembar pengamatan aktivitas guru

Aktivitas guru dilakukan selama kegiatan pembelajaran berlangsung. Pengamatan

ini dimaksudkan untuk mengetahui secara teknis aktivitas guru dalam mengelola

pembelajaran Pengamatan dilakukan berdasarkan lembar observasi yang telah

dibuat, dan hasilnya akan dijadikan sebagai bahan masukan untuk memperbaiki

kegiatan belajar selanjutnya.


17

3. Lembar wawancara

Wawancara ini dimaksudkan untuk menggali lebih jauh informasi tentang

keadaan peserta didik dan respon siswa terhadap penyajian materi SK

Menginstalasi Sistem Operasi Jaringan .

4. Test

Test ini dimaksudkan untuk melihat korelasi antara motivasi dengan pencapaian

hasil belajar peserta didik. Test diberikan kepada peserta didik adalah test tertulis.

Bentuk test adalah essay test. Sebelumnya soal-soal ini berjumlah 5 soal yang

telah diujicoba, kemudian penulis mengadakan analisis butir soal tes yang telah

divalidasi. Analisis ini digunakan untuk memilih soal yang baik dan memenuhi

syarat digunakan untuk mengambil data.

5. Perekaman

Agar peneliti mempunyai alat pencatatan untuk menggambarkan apa yang terjadi

dalam kelas pada waktu pembelajaran dalam rangka penelitian tindakan kelas,

untuk membantu mendeskripsikan apa yang peneliti catat di catatan lapangan

apabila memungkinkan

6. Catatan lapangan

Untuk melengkapi data yang mungkin tidak terekam dalam lembar observasi dan

bersifat penting sehubungan dengan kegiatan pembelajaran.


18

F. Metode Analisis data

Untuk mengetahui efektivan suatu metode dalam kegiatan pembelajaran perlu

diadakan analisa data. Pada penelitian ini menggunakan teknik analisa deskriptif

kualitatif, yaitu suatu metode penelitian yang bersifat menggambarkan kenyataan atau

fakta sesuai dengan data yang diperoleh dengan tujuan untuk mengetahui prestasi

belajar yang dicapai siswa juga untuk memperoleh respon siswa terhadap kegiatan

pembelajaran serta aktivitas siswa selama proses pembelajran

Untuk menganalisis tingkat keberhasilan atau persentase keberhasilan siswa

setelah proses belajar mengajar setiap putarannya dilakukan dengan cara memberikan

evaluasi berupa test pada setiap akhir putaran, analisa ini dihitung dengan

menggunakan statistik sederhana yaitu:

1. Untuk lembar observasi :

a. Lembar observasi pengolahan metode discovery dan aktivitas guru

menggunakan checklist berdasarkan krriteria yang dicapai kemudian

dikonversi ke dalam nilai/angka sebagai berikut :

Kriteria Sangat Baik Kurang


Baik (B) Cukup (C)
(SB) (K)

Nilai 4 3 2 1
19

b. Persentase Aktivitas guru :

X
%= x100%
X
dimana :
% = persentase angket
X = nilai aktifitas berdasarkan aspek pengamatan

X = total keseluruhan aspek pengamatan

c. Untuk menghitung lembar observasi aktivitas siswa digunakan rumus sebagai

berikut:

N (a)
%= x100% dengan
 N (s)
dimana :

% = persentase angket
N (a) = Jumlah siswa aktif menurut aspek yang diamati

 N (s) = Jumlah keseluruhan siswa

2. Untuk menilai hasil tes siswa

Peneliti melakukan penjumlahan nilai yang diperoleh siswa yang selanjutnya

dibagi dengan jumlah siswa yang ada di kelas tersebut sehingga diperlukan rata-rata

tes formatif dapat dirumuskan :

X 
X
N
20

dimana
X = Nilai rata-rata

X = Jumlah semua nilai siswa

N = Jumlah siswa

3. Untuk ketuntasan belajar

Ada dua kategori ketuntasan belajar yaitu secara perorangan dan secara

klasikal. Berdasarkan petunjuk pelaksanaan belajar mengajar Spektrum TKJ 2008

(Kemdiknas, 2008) yaitu siswa telah tuntas belajar bila telah mencapai KKM 74%

atau nilai 74, dan kelas disebut tuntas belajar bila perolehan nilai KKM kelas adalah

74 % untuk keseluruhan peseta didik. Untuk menghitung persentase ketuntasan

belajar digunakan rumus sebagai berikut:

P
 Siswayangtuntasbelajar x100%
 siswa
G. Indikator Keberhasilan

Untuk mengetahui keberhasilan dari penelitian ini ditetapkanlah indikator

sebagai berikut :

1. Meningkatnya aktifitas belajar peserta didik dari siklus I ke siklus II yang

diperoleh melalui analisis rata-rata aktifitas berdasarkan aspek yang diamati pada

siklus I dan siklus II.

2. Meningkatnya nilai rata-rata test peserta didik dari siklus I ke siklus II yang

diperoleh melalui analisis rata-rata test formatif siklus I dan siklus II.
21

3. Meningkatnya persentase peserta didik yang tuntas belajar dari siklus I ke siklus

II. Siswa telah tuntas belajar bila telah mencapai KKM 74 atau nilai 74, dan kelas disebut

tuntas belajar bila 74% siswa memperoleh nilai diatas KKM.


22

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Analisis data Penelitian Persiklus

1. Siklus I

a. Perencanaan Tindakan

Pada tahap ini peneliti mempersiapkan pembelajaran yang terdiri dari

rencana pelajaran, soal tes formatif dan alat-alat pengajaran yang mendukung. Selain

itu juga dipersiapkan lembar observasi pengelolahan pembelajaran metode discovery

dan lembar observasi aktivitas guru dan siswa.

b. Pelaksanaan Tindakan

Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar untuk siklus I dilaksanakan pada

tanggal 5 Oktober - 19 Oktober 2013 di kelas XII TKJ 1 dengan jumlah siswa 30

siswa. Adapun proses belajar mengajar mengacu pada rencana pelajaran yang telah

dipersiapkan.

c. Pengamatan

Observasi dilaksanakan bersamaan dengan pelaksanaan belajar mengajar.

Sebagai pengamat adalah peneliti dibantu oleh seorang guru. Pada akhir proses

belajar mengajar siswa diberi tes formatif I dengan tujuan untuk mengetahui

keberhasilan siswa dalam proses belajar mengajar yang telah dilakukan. Adapun data

hasil penelitian pada siklus I adalah sebagai berikut:


23

Tabel 4.1 Pengelolaan Pembelajaran Metode Discovery Pada Siklus I

No Aspek yang diamati Nilai

I Pengamatan KBM
A. Pendahuluan
1. Memotivasi siswa 2
2. Menyampaikan tujuan pembelajaran 2
B. Kegiatan Inti
1. Mendiskusikan langkah-langkah kegiatan bersama 3
siswa.
2. Membimbing siswa melakukan kegiatan 3
3. Membimbing siswa mendiskusikan hasil kegiatan 3
dalam kelompok
4. Memberikan kesempatan pada siswa untuk 3
mempresentasikan hasil kegiatan belajar mengajar
5. Membimbing siswa merumuskan
kesimpulan/menemukan konsep 3

C. Penutup
1. Membimbing siswa membuat rangkuman 3
2. Memberikan evaluasi 3
II Pengelolaan Waktu 2
III Antusiasme Kelas
1. Siswa Antusias 2
2. Guru Antusias 3
Jumlah 32

Berdasarkan tabel diatas aspek-aspek yang mendapatkan kriteria kurang baik

adalah memotivasi siswa, menyampaikan tujuan pembelajaran, pengelolaan waktu

dan siswa antusias. Keempat aspek yang mendapat penilaian kurang baik di atas,

merupakan suatu kelemahan yang terjadi pada siklus I. dan akan dijadikan bahan

kajian untuk refleksi dan revisi yang akan dilakukan pada siklus II
24

Hasil observasi berikutnya adalah aktivitas guru dan siswa seperti pada tabel

berikut :

Tabel 4.2. Aktivitas Guru Pada Siklus I

No No Aktivitas guru yang diamati Persentase


1 Menyampaikan tujuan 2,78
2 Memotivasi siswa/merumuskan masalah 5,56
3 Mengkaitkan dengan pelajaran berikutnya 5,56
4 Menyampaikan materi/langkah-langkah/strategi 8,33
5 Menjelaskan materi yang sulit 8,33
6 Membimbing dan mengamati siswa dalam menemukan 11,11
konsep
7 Meminta siswa menyajikan dan mendiskusikan hasil 5,56
kegiatan
8 Memberikan umpan balik 8,33
9 Membimbing siswa merangkum pelajaran 5,56
Total 61,11

Berdasarkan tabel di atas tampak bahwa aktivitas guru yang paling dominan

pada siklus I adalah membimbing dan mengamati siswa dalam menemukan konsep

yaitu 11.11%. Aktivitas lain yang persentasenya cukup besar adalah memberi umpan

balik/evaluasi/tanya jawab, menjelaskan materi yang sulit dan menyampaikan

materi/langkah-langkah strategi yang ketiganya mendapat persentase nilai yang sama

yaitu 8,33%. Dan persentase ketercapaian aktifitas guru pada siklus I terbilang rendah

yaitu 61,11%.
25

Tabel 4.3. Grafik Aktivitas Siswa berdasarkan Aspek Pengamatan Siklus I

Aktifitas siswa berdasarkan aspek yang diamati (%)


Mengerjakan tes evaluasi 59.38

Merangkum pembelajaran 60.55


Aktivitas Siswa yang diamati

Menulis yang relevan dengan KBM 58.20

Mengajukan/menanggapi pertanyaan/ide 78.52

Menyajikan hasil pembelajaran 59.38

Diskusi antar siswa/antara siswa dengan guru 78.52

Bekerja dengan sesama anggota kelompok 57.81

Membaca buku siswa 78.52

Mendengarkan/memperhatikan penjelasan guru 79.30

0 10 20 30 40 50 60 70 80 90

Tabel 4.4. Grafik Persentase Keaktifan Siswa menurut Kelompok pada Siklus I

Keaktifan Kelompok (%)

75
73.89
74 73.33
72.78
73 72.22 72.22
72
71
70 69.44
69
68
67
i ii iii iv v vi
Kelompok
26

Grafik diatas menunjukkan bahwa aktivitas siswa yang paling dominan

adalah mengerjakan/memperhatikan penjelasan guru yaitu 79,30%. Aktivitas lain

yang persentasenya cukup besar adalah diskusi antar siswa dengan guru dan

mengajukan/menanggapi pertanyaan mendapat persentase nilai yang sama yaitu

sebesar (78,52%). Untuk keaktifan siswa berdasarkan kelompok, kelompok III

memiliki persentase keaktifan yang tertinggi dengan persentase pencapaian (73,89%).

Perolehan persentase rata-rata aktifitas siswa pada siklus I yaitu 67,80%

Pada siklus I, secara garis besar kegiatan belajar mengajar dengan metode

discovery sudah dilaksanakan dengan baik, walaupun peran guru masih cukup

dominan untuk memberikan penjelasan dan arahan karena model tersebut masih

dirasakan baru oleh siswa.

Hasil berikutnya adalah tes formatif seperti terlihat pada tabel berikut :

Tabel 4.5. Hasil Test dan Ketuntaan Belajar Siswa di Siklus I

No Uraian Hasil Siklus I


1 Nilai rata-rata tes formatif 71,92
2 Jumlah siswa yang tuntas belajar 21
3 Persentase ketuntasan belajar 70 %

Dari tabel di atas dapat dijelaskan bahwa dengan menerapkan metode

Discovery diperoleh nilai rata-rata prestasi belajar siswa adalah 71,09 dan ketuntasan

belajar mencapai 53,125% atau ada 17 siswa dari 32 siswa sudah tuntas belajar.
27

Hasil tersebut menunjukkan bahwa pada siklus pertama secara klasikal siswa belum

tuntas belajar, karena siswa yang memperoleh nilai 74 hanya sebesar 53,13% lebih

kecil dari persentase ketuntasan yang dikehendaki yaitu sebesar 85%. Hal ini

disebabkan karena siswa masih merasa baru dan belum mengerti dengan model

pembelajaran metode discovery.

d. Refleksi

Dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar diperoleh informasi dari hasil

pengamatan sebagai berikut

1. Guru kurang baik dalam memotivasi siswa dan dalam menyampaikan tujuan

pembelajaran.

2. Guru kurang baik dalam pengelolaan waktu

3. Siswa kurang antusias selama pembelajaran berlangsung

Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar pada siklus I ini masih terdapat

kekurangan, sehingga perlu adanya revisi untuk dilakukan pada siklus berikutnya

yaitu :

1. Guru perlu lebih terampil dalam memotivasi siswa dan lebih jelas dalam

menyampaikan tujuan pembelajaran. Dimana siswa diajak untuk terlibat langsung

dalam setiap kegiatan yang akan dilakukan.

2. Guru perlu mendistribusikan waktu secara baik dengan menambahkan informasi-

informasi yang dirasa perlu dan memberi catatan.


28

3. Guru harus lebih terampil dan bersemangat dalam memotivasi siswa sehingga

siswa bisa lebih antusias.

2. Siklus II

a. Tahap perencanaan

Pada tahap ini peneliti mempersiapkan perangkat pembelajaran yang terdiri

dari rencana pelajaran, soal tes formatif dan alat-alat pengajaran yang mendukung.

Selain itu juga dipersiapkan lembar observasi pengelolaan pembelajaran metode

discovery dan lembar observasi guru dan siswa.

b. Pelaksanaan

Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar untuk siklus II dilaksanakan pada

tanggal 30 Oktober – 09 Nopember 2013 di kelas XII TKJ 1 dengan jumlah siswa 30

siswa. Adapun proses belajar mengajar mengacu pada rencana pelajaran dengan

memperhatikan revisi pada siklus I, sehingga kesalahan atau kekarangan pada siklus I

tidak terulang lagi pada siklus II.

c. Pengamatan

Observasi dilaksanakan bersamaan dengan pelaksanaan belajar mengajar.

Sebagai pengamat adalah peneliti dibantu oleh seorang guru. Pada akhir proses

belajar mengajar siswa diberi tes formatif dengan tujuan untuk mengetahui tingkat

keberhasilan siswa dalam proses belajar mengajar yang dilakukan. Instrument yang
29

digunakan adalah tes formatif II. Adapun data hasil penelitian pada siklus II adalah

sebagai berikut:

Tabel 4.6. Pengelolaan Pembelajaran Pada Siklus II

No Aspek yang diamati Nilai

I Pengamatan KBM
A. Pendahuluan
1. Memotivasi siswa 3
2. Menyampaikan tujuan pembelajaran 4
B. Kegiatan Inti
1. Mendiskusikan langkah-langkah kegiatan bersama 4
siswa.
2. Membimbing siswa melakukan kegiatan 4
3. Membimbing siswa mendiskusikan hasil kegiatan 4
dalam kelompok
4. Memberikan kesempatan pada siswa untuk 4
mempresentasikan hasil kegiatan belajar mengajar
5. Membimbing siswa merumuskan
kesimpulan/menemukan konsep 3
C. Penutup
1. Membimbing siswa membuat rangkuman 4
2. Memberikan evaluasi 4
II Pengelolaan Waktu 2
III Antusiasme Kelas
1. Siswa Antusias 4
2. Guru Antusias 4
Jumlah 41

Dari tabel diatas tampak aspek-aspek yang diamati pada kegiatan belajar

mengajar (siklus II) yang dilaksanakan oleh guru dengan menerapkan metode

pembelajaran metode discovery mendapatkan penilaian yang cukup baik dari

pengamat. Maksudnya dari seluruh penilaian tidak terdapat nilai kurang. Namun

demikian penilaian tersebut belum merupakan hasil yang optimal, untuk itu ada
30

beberapa aspek yang perlu mendapatkan perhatian untuk penyempurnaan penerapan

pembelajaran selanjutnya. Aspek-aspek tersebut adalah memotivasi siswa,

membimbing siswa merumuskan kesimpulan/menemukan konsep dan pengelolaan

waktu.

Dengan penyempurnaan aspek-aspek di atas dalam penerapan metode

discovery diharapkan siswa dapat menyimpulkan apa yang telah mereka pelajari dan

mengemukakan pendapatnya sehingga mereka akan lebih memahami tentang apa

yang telah mereka lakukan.

Berikut disajikan hasil observasi aktivitas guru dan siswa :

Tabel 4.7. Aktivitas Guru Pada Siklus II

No No Aktivitas guru yang diamati Persentase


1 Menyampaikan tujuan 11,11
2 Memotivasi siswa/merumuskan masalah 8,33
3 Mengkaitkan dengan pelajaran berikutnya 8,33
4 Menyampaikan materi/langkah-langkah/strategi 11,11
5 Menjelaskan materi yang sulit 11,11
6 Membimbing dan mengamati siswa dalam menemukan 11,11
konsep
7 Meminta siswa menyajikan dan mendiskusikan hasil 8,33
kegiatan
8 Memberikan umpan balik 5,56
9 Membimbing siswa merangkum pelajaran 11,11
Total 86,11
31

Berdasarkan tabel diatas tampak bahwa aktivitas guru yang mengalami

peningkatan secara signifikan adalah menyampaikan tujuan hingga 11,11% yang

pada siklus I hanya berkisar 2,78%. Aktifitas lain yang juga mengalami peningkatan

yang cukup berarti adalah membimbing siswa merangkum pembelajaran dengan

pencapaian nilai 11,11% dibandingkan dengan siklus I yang hanya mendapat nilai

sebanyak 5,56%. Sedang aktivitas guru yang mengalami penurunan adalah memberi

umpan balik yang turun hingga 5,56%. Total pencapaian aktifitas guru pada siklus II

adalah 86,11% yang bila dikomparasi dengan siklus I maka aktifitas guru pada siklus

II surplus hingga 25%.

Tabel 4.8. Grafik Aktivitas Siswa berdasarkan Aspek Pengamatan Siklus II

Aktifitas siswa berdasarkan aspek yang diamati (%)


Mengerjakan tes evaluasi 83.59

Merangkum pembelajaran 83.59


Aktivitas Siswa yang diamati

Menulis yang relevan dengan KBM 83.59

Mengajukan/menanggapi pertanyaan/ide 86.72

Menyajikan hasil pembelajaran 87.50

Diskusi antar siswa/antara siswa dengan guru 87.89

Bekerja dengan sesama anggota kelompok 87.89

Membaca buku siswa 65.23

Mendengarkan/memperhatikan penjelasan guru 87.89

0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100
32

Tabel 4.9. Grafik Persentase Keaktifan Siswa berdasarkan Kelompok


pada Siklus II

Keaktifan Kelompok (%)


75

74

73

72

71

70

69

68

67
i ii iii iv v vi
Kelompok

Berdasarkan tabel diatas dapat disimpulkan bahwa hampir semua aktivitas

siswa pada keseluruhan aspek yang diamati mengalami peningkatan pada siklus II,

peningkatan secara signifikan terjadi pada 3 (tiga) aspek yaitu mendengarkan

memperhatikan penjelasan guru, bekerjasama dengan sesama anggota kelompok dan

diskusi antar siswa/antara siswa dengan guru dengan persentase pencapaian masing-

masing (87,59%), merangkum pembelajaran dan mengerjakan soal/jobsheet sebanyak

(83,59%), dan diperoleh persentase rata-rata aktifitas siswa pada siklus II yaitu

83,77%.
33

Hasil tes siswa pada siklus II dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 4.10. Hasil Test dan Ketuntaan Belajar Siswa di Siklus II

No Uraian Hasil Siklus II

1 Nilai rata-rata tes formatif 79,33


2 Jumlah siswa yang tuntas belajar 28
3 Persentase ketuntasan belajar 87,50%

Berdasarkan tabel di atas diperoleh nilai rata-rata tes sebesar 79,33 dan dari

30 siswa yang telah tuntas sebanyak 28 siswa dan 2 siswa belum mencapai

ketuntasan belajar. Maka secara klasikal ketuntasan belajar yang telah tercapai

sebesar 87,50 % (termasuk kategori tuntas). Hasil pada siklus II ini mengalami

peningkatan lebih baik dari siklus I. Adanya peningkatan hasil belajar pada siklus II

ini dipengaruhi oleh adanya peningkatan kemampuan guru dalam menerapkan

pembelajaran metode discovery sehingga siswa menjadi lebih terbiasa dengan

pembelajaran seperti ini sehingga siswa lebih mudah dalam memahami materi yang

telah diberikan.

d. Refleksi

Pada tahap ini akan dikaji apa yang telah terlaksana dengan baik maupun

yang masih kurang dalam proses belajar mengajar dengan penerapan pembelajaran

metode discovery . Dari data-data yang telah diperoleh dapat diuraikan sebagai

berikut:
34

1. Selama proses belajar mengajar guru telah melaksanakan semua pembelajaran

dengan baik. Meskipun ada beberapa aspek yang belum sempurna, tetapi

persentasae pelaksanaannya untuk masing-masing aspek cukup besar.

2. Berdasarkan data hasiul pengamatan diketahui bahwa siswa aktif selama proses

belajar berlangsung

3. Kekurangan pada siklus-siklus sebelumnya sudah mengalami perbaikan dan

peningkatan sehingga menjadi lebih baik

4. Hasil belajar siswa pada siklus II mencapai ketuntasan.

B. Pembahasan

Pada siklus II guru telah menerapkan pembelajaran metode discovery dengan

baik dan dilihat dari aktivitas siswa serta hasil belajar siswa pelaksanaan proses

belajar mengajar sudah berjalan dengan baik. Maka tidak diperlukan revisi terlalu

banyak, tetapi yang perlu diperhatikan untuk tindakan selanjutnya adalah

memaksimalkan dan mempertahankan apa yang telah ada dengan tujuan agar pada

pelaksanaan proses belajar mengajar selanjutnya penerapan pembelajaran metode

discovery dapat meningkatkan proses belajar mengajar sehingga tujuan pembelajaran

dapat tercapai.

1. Ketuntasan Hasil belajar siswa

Melalui hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran pertemuan

terbimbing memiliki dampak positif dalam meningkatkan prestasi belajar siswa. Hal
35

ini dapat dilihat dari semakin mantapnya pemahaman siswa terhadap materi yang

disampaikan guru melihat ketuntasan belajar yang mengalami peningkatan dari siklus

I 70% dan pada siklus II mencapai 87,50%. Pada siklus II ketuntasan belajar siswa

secara klasikal telah tercapai.

2. Kemampuan Guru dalam Mengelola Pembelajaran

Berdasarkan analisis data, diperoleh aktivitas siswa dalam proses belajar

mengajar dengan menerapkan metode discovery dalam setiap siklus mengalami

peningkatan. Hal ini berdampak positif terhadap prestasi belajar siswa yaitu dapat

ditunjukkan dengan meningkatnya nilai rata-rata siswa pada setiap siklus.

3. Aktivitas Siswa dalam Pembelajaran

Berdasarkan analisis data, diperoleh aktivitas siswa dalam proses

pembelajaran dengan model pembelajaran metode discovery paling dominan adalah

belajar dengan sesama anggota kelompok, mendengarkan/memperhatikan penjelasan

guru dan diskusi antara siswa/antara siswa dengan guru. Jadi dapat dikatakan bahwa

aktivitas siswa dapat dikategorikan aktif.

Sedangkan untuk aktivitas guru selama pembelajaran telah melaksanakan

langkah-langkah metode discovery dengan baik. Hal ini terlihat dari aktivitas guru

yang muncul di antaranya aktivitas membimbing dan mengamati siswa dalam

mempraktikkan hasil pembelajaran, menjelaskan/melatih menggunakan alat, untuk

aktivitas di atas cukup besar.


36

4. Tanggapan siswa terhadap model pembelajaran metode discovery

Berdasarkan analisis angket siswa dapat diketahui bahwa tanggapan siswa

termasuk positif. Ini ditunjukkan dengan rata-rata jawaban siswa yang menyatakan

bahwa siswa tertarik dan berminat dengan model pembelajaran metode discovery .

Hal ini menunjukkan bahwa siswa memberikan respon positif terhadap model

pembelajaran metode discovery, sehingga siswa menjadi termotivasi untuk belajar

lebih giat. Jadi dapat disimpulkan bahwa dengan diterapkannya metode discovery

dapat meningkatkan motivasi belajar siswa.

Secara keselurahan trend positif hasil pembelajaran Metode Discovery yang

diterapkan pada pembelajaran Kompetensi Menginstalasi Sistem Operasi Jaringan

Jaringan di kelas XII TKJ 1 SMKN 1 Watansoppeng ditunjukkan pada tabel berikut :

Tabel 4.11. Hasil pembelajaran Metode Discovery

Hasil
No Uraian Target Keterangan
Siklus I Siklus II
1. Nilai rata-rata tes  75 71,92% 79,33 Tercapai
formatif

2. Jumlah siswa yang  25 21 28 Tercapai


tuntas belajar

3. Persentase ketuntasan  74% 70% 87,50% Tercapai


belajar mencapai
Kriteria Ketuntasan
Minimal SK/KD

4. Persentase keaktifan  75% 67,80% 83,77% Tercapai


siswa
37

Tabel 4.12. Grafik Komparasi Hasil Pembelajaran Metode Discovery


dalam 2 (dua) siklus

Komparasi Hasil Pembelajaran dalam


2 (Dua) Siklus
100
90
80
70
60
50 Siklus I
40 Siklus II
30
20
10
0
Nilai rata-rata tes Jumlah siswa yang Persentase Persentase
formatif tuntas belajar ketuntasan belajar keaktifan siswa
mencapai Kriteria
Ketuntasan
Minimal SK/KD
38

BAB V

PENUTUP

A. Kesimpulan

Dari hasil kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan selama tiga siklus dan

berdasarkan seluruh pembahaan serta analisis yang telah dilakukan dapa disimpulkan

sebagai berikut

1. Pembelajaran dengan metode pembelajaran metode discovery di Kelas XII TKJ 1

SMKN 1 Watansoppeng memiliki dampak positif dalam meningkatkan motivasi

belajar dimana capaian aktivitas belajar pada pada siklus I 67,80% meningkat

menjadi 83,77% pada siklus II. Peningkatan motivasi belajar siswa ini dibuktikan

pula dengan peningkatan ketuntasan belajar siswa dalam setiap siklus. Pada siklus

I yang hanya mencapai 70% mengalami peningkatan cukup siginifikan pada

siklus II dengan capaian 87,50%.

2. Penerapan metode pembelajaran discovery di kelas XII TKJ 1 SMKN 1

Watansoppeng mempunyai pengaruh positif dalam meningkatkan motivasi

belajar siswa. Hal ini diperkuat dengan respon Peserta Didik yang menyatakan

bahwa mereka tertarik dan berminat dengan metode pembelajaran metode

discovery dan termotivasi untuk mengikuti pembelajaran TKJ di SMKN 1

Watansoppeng belajar.
39

B. Saran

Dari hasil penelitian yang diperoleh dari uraian sebelumnya agar proses belajar

mengajar lebih efektif dan lebih memberikan hasil yang optimal bagi siswa, maka

disampaikan saran sebagai berikut:

1. Untuk melaksanakan metode discovery memerlukan persiapan yang cukup

matang, sehingga guru harus mampu menentukan atau memilih topik yang benar-

benar bisa diterapkan dengan metode discovery dalam proses belajar mengajar

sehingga diperoleh hasil yang optimal.

2. Dalam rangka meningkatkan prestasi belajar siswa, guru hendaknya lebih sering

melatih siswa dengan berbagai metode pengajaran, walau dalam taraf yang

sederhana, dimana siswa nantinya dapat menemukan pengetahuan baru,

memperoleh konsep dan keterampilan, sehingga siswa berhasil atau mampu

memecahkan masalah-masalah yang dihadapinya.

3. Perlu adanya penelitian yang lebih lanjut, karena hasil penelitian ini hanya

dilakukan di Kelas XII TKJ 1 SMKN 1 Watansoppeng tahun pelajaran 2013/2014

4. Untuk penelitian yang serupa hendaknya dilakukan perbaikan-perbaikan agar

diperoleh hasil yang lebih baik.


40

DAFTAR PUSTAKA

Djojonegoro, Wardiman. 1999. Pengembangan Sumber Daya Manusia Melalui


SMK. Jakarta: Balai Pustaka.

Herdian. Metode Pembelajaran Discovery (Penemuan). On line. Tersedia di


http://herdy07.wordpress.com/2010/05/27/metode-pembelajaran-
discovery-penemuan/. Diakses pada tanggal 10 Februari 2013.

Kunandar.2008.Langkah Mudah Penelitian Tindakan Kelas Sebagai


Pengembangan Profesi Guru. Jakarta: PT. Raja Grafindo.

N.K., Roestiyah. 1991. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta R.L.
Moore. The Discovery method. on line. Tersedia di
http://legacyrlmoore.org/reference/heath.html. Diakses pada tanggal
10 Februari 2013.

Rusman. 2010. Model-Model Pembelajaran Mengembangkan Profesionalisme


Guru. Jakarta: PT. Raja Grafindo.

Supardi dan Suhardjono.2011.Strategi Menyusun Penelitian Tindakan Kelas.


Yogyakarta: Andi Ofset.
41

Lampiran 1

LEMBAR OBSERVASI
PENGOLAHAN METODE DISCOVERY
Kelas/Semester : XII TKJ I/1
Tahun Pelajaran : 2013/2014
Standar Kompetensi : Melaksanakan Instalasi Sistem Operasi Jaringan
JaringanPC
Siklus …

Penilaian Rata
No Aspek yang diamati
P1 P2 -rata
Pengamatan KBM
A. Pendahuluan
1. Memotivasi siswa
2. Menyampaikan tujuan pembelajaran
B. Kegiatan Inti
1. Mendiskusikan langkah-langkah kegiatan
bersama siswa.
2. Membimbing siswa melakukan kegiatan
3. Membimbing siswa mendiskusikan hasil
I
kegiatan dalam kelompok
4. Memberikan kesempatan pada siswa untuk
mempresentasikan hasil kegiatan belajar
mengajar
5. Membimbing siswa merumuskan
kesimpulan/menemukan konsep
C. Penutup
1. Membimbing siswa membuat rangkuman
2. Memberikan evaluasi
II Pengelolaan Waktu
III Antusiasme Kelas
1. Siswa Antusias
2. Guru Antusias
Jumlah

Pengamat

________________
KETERANGAN :
SB = Sangat Baik (4)
B = Baik (3)
C = Cukup (2)
K = Kurang (1)
42

LAMPIRAN 2

LEMBAR PENGAMATAN AKTIVITAS SISWA

Nama : ……………………………….
Kelas/Semester : XII TKJ I/I
Tahun Pelajaran : 2013/2014
Standar Kompetensi : Melaksanakan Instalasi Sistem Operasi Jaringan
JaringanPC

Siklus …
No Aktivitas siswa yang diamati Nilai
1 Mendengarkan/memperhatikan penjelasan guru
2 Membaca buku siswa
3 Bekerja dengan sesama anggota kelompok
4 Diskusi antar siswa/antara siswa dengan guru
5 Menyajikan hasil pembelajaran
6 Mengajukan/menanggapi pertanyaan/ide
7 Menulis yang relevan dengan KBM
8 Merangkum pembelajaran
9 Mengerjakan tes evaluasi

Pengamat

________________

KETERANGAN :
SB = Sangat Baik (4)
B = Baik (3)
C = Cukup (2)
K = Kurang (1)
43

LAMPIRAN 3

LEMBAR PENGAMATAN AKTIVITAS GURU

Kelas/Semester : XII TKJ I/I


Tahun Pelajaran : 2013/2014
Standar Kompetensi : Melaksanakan Instalasi Sistem Operasi Jaringan
JaringanPC

Siklus : II (Kedua)

No No Aktivitas guru yang diamati Nilai

SB B C K

1 Menyampaikan tujuan
2 Memotivasi siswa/merumuskan masalah
3 Mengkaitkan dengan pelajaran berikutnya
4 Menyampaikan materi/langkah-langkah/strategi
5 Menjelaskan materi yang sulit
6 Membimbing dan mengamati siswa dalam
menemukan konsep
7 Meminta siswa menyajikan dan mendiskusikan hasil
kegiatan
8 Memberikan umpan balik

9 Membimbing siswa merangkum pelajaran

Watansoppeng, 2013
Pengamat

____________________
KETERANGAN :
SB = Sangat Baik
B = Baik
C = Cukup
K = Kurang
44

LAMPIRAN 4

PANDUAN WAWANCARA
RESPONDEN SISWA

Nama : ……………………………….
Kelas/Semester : XII TKJ I / I
Tahun Pelajaran : 2013/2014
Wawancara ke- : ……………………………….
Tempat : ……………………………….

No Pokok-pokok Pertanyaan Jawaban

1. Pendapat siswa tentang


materi pembelajaran yang
telah diikuti.

2. Perasaan siswa dalam


mengikuti pembelajaran
yang dibawakan dengan
model discovery

3. Harapan dan ketertarikan


dengan cara lain dalam
menginstalasi Sistem
Operasi Jaringan .

Kesimpulan :
…………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………
Watansoppeng, 2013
Pewawancara

( Muh. Taqwim Makkuradde )


45

LAMPIRAN 5

PANDUAN WAWANCARA
RESPONDEN GURU

Nama :
Kelas/Semester :
Tahun Pelajaran :
Wawancara ke- :
Tempat :

Siklus : II (Kedua)
No Pokok-pokok Pertanyaan Jawaban
1. PBM yang telah
dilaksanakan.

2. Bagian-bagian yang sudah


bagus.

3. Bagian-bagian dalam PBM


yang perlu dibenahi.

4. Metode pembelajaran
discovery dalam
peningkatkan PBM.

5. Saran-saran untuk
perbaikan selanjutnya.

Kesimpulan :
…………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………

Watansoppeng, ………………………… 2013


Pewawancara

( Muhammad Taqwim Makkuradde)


46

LAMPIRAN 6

LEMBAR CATATAN LAPANGAN

Nama : ……………………………….
Kelas/Semester : XII/I
Tahun Pelajaran : 2013/2014
Situasi : ……………………………….
Tempat : ……………………………….

Deskripsi

.......................................................................................................
.......................................................................................................
.......................................................................................................
.......................................................................................................

Interpretasi

.......................................................................................................
.......................................................................................................
.......................................................................................................
.......................................................................................................

Rekomendasi

.......................................................................................................
.......................................................................................................
.......................................................................................................
.......................................................................................................

Watansoppeng, ………………………… 2013


Observer

( )
47

LAMPIRAN 7

SIKLUS I

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


(RPP)

Nama Sekolah : SMK Negeri 1 Watansoppeng


Bidang Studi Keahlian : Teknik Informasi Komunikasi
Program Studi Keahlian : Teknik Komputer dan Informatika
Kompetensi Keahlian : Teknik Komputer Jaringan
Mata Pelajaran : Produktif
Kelas/Semester : XII / Ganjil
Pertemuan ` : VII - IX
Alokasi Waktu : 24 jam x @ 45 menit
_______________________________________________________________
I. Standar Kompetensi : 2. Melakukan Instalasi Sistem Operasi Jaringan
berbasis Text/GUI

II. Kompetensi Dasar : 2.1. Menjelaskan Langkah Instalasi Sistem Operasi


Jaringan
2.2. Melakukan Instalasi Software sesuai Installation
Manual

III. Indikator
A. Kognitif
1. Produk : - Mengetahui pengertian Sistem Operasi Jaringan , jenis-
jenis dan contoh Sistem Operasi Jaringan
- Memilih Sistem Operasi Jaringan Jaringanyang akan
digunakan dengan mengedepankan sikap menghargai atas
HAKI
- Mengetahui langkah-langkah instalasi Sistem Operasi
Jaringan
- Menyiapkan paket instalasi Sistem Operasi Jaringan
Jaringan
2. Proses : - Menjelaskan pengertian Sistem Operasi Jaringan , jenis-
jenis dan contoh Sistem Operasi Jaringan
48

- Merencanakan Sistem Operasi Jaringan Jaringan yang


akan digunakan dengan mengedepankan sikap menghargai
atas HAKI
- Menjelaskan langkah-langkah instalasi Sistem Operasi
Jaringan
- Memilih paket instalasi Sistem Operasi Jaringan Jaringan.
B. Psikomotor :
- Menyalakan komputer dengan persyaratan hardware sesuai
dengan installation manual
- Memasang media paket instalasi operasi dan siap akses
- Menjalankan proses instalasi Sistem Operasi Jaringan
Jaringan dipasang dan siap diakses
- Menjalankan seluruh file installation, icon, folder dan
konfigurasi Sistem Operasi Jaringan Jaringan sehingga
pada layar muncul pesan bahwa proses instalasi telah
berhasil dilaksanakan sesuai dengan installation manual

C. Afektif
Terlibat dalam proses belajar mengajar berpusat kepada siswa, dan siswa
diberi kesempatan menunjukkan keterampilan social sebagai berikut :
1. Karakter
a. Bertanggung jawab menyelesaikan praktikum dalam menginstalasi
Sistem Operasi Jaringan Jaringan.
b. Hati-hati dan teliti memilih Sistem Operasi Jaringan Jaringan yang
diinstal

2. Keterampilan sosial:
Mempersiapkan media instalasi untuk Sistem Operasi Jaringan
Jaringan (mempartisi format, dll)

IV. Tujuan Pembelajaran:


A. Kognitif
1. Produk : - Siswa-siswi dapat mengetahui pengertian Sistem Operasi
Jaringan , jenis-jenis dan contoh Sistem Operasi Jaringan
- Siswa-siswi dapat memilih Sistem Operasi Jaringan
Jaringan yang akan digunakan dengan mengedepankan
sikap menghargai atas HAKI
- Siswa-siswi dapat mengetahui langkah-langkah instalasi
Sistem Operasi Jaringan
- Siswa-siswi dapat menyiapkan paket instalasi Sistem
Operasi Jaringan Jaringan.
49

2. Proses : - Siswa-siswi dapat menjelaskan pengertian Sistem Operasi


Jaringan , jenis-jenis dan contoh Sistem Operasi Jaringan
- Siswa-siswi dapat merencanakan Sistem Operasi Jaringan
Jaringan yang akan digunakan dengan mengedepankan
sikap menghargai atas HAKI
- Siswa-siswi dapat menjelaskan langkah-langkah instalasi
- Siswa-siswi dapat memilih paket instalasi Sistem Operasi
Jaringan Jaringan.

B. Psikomotor :
- Siswa-siswi dapat menyalakan komputer dengan
persyaratan hardware sesuai dengan installation manual
- Siswa-siswi dapat memasang media paket instalasi operasi
dan siap akses
- Siswa-siswi dapat menjalankan proses instalasi Jaringan
dipasang dan siap diakses
- Siswa-siswi dapat menjalankan seluruh file installation,
icon, folder dan konfigurasi Sistem Operasi Jaringan
Jaringan sehingga pada layar muncul pesan bahwa proses
instalasi telah berhasil dilaksanakan sesuai dengan
installation manual
C. Afektif
1. Karakter
a. Siswa-siswi dapat bertanggung jawab menyelesaikan praktikum dalam
menginstalasi Sistem Operasi Jaringan Jaringan.
b. Siswa-siswi dapat hati-hati dan teliti memilih Sistem Operasi Jaringan
Jaringan yang diinstal
2. Keterampilan sosial:
Siswa-siswi dapat mempersiapkan media instalasi untuk Sistem
Operasi Jaringan Jaringan (mempartisi format, dll)

V. Materi Ajar
- Konsep dasar instalasi Sistem Operasi Jaringan Jaringan berbasis GUI
Sistem Operasi (Operating System) Yaitu program yang dibuat untuk
mengendalikan dan mengkoordinasikan seluruh kegiatan dari sistem komputer
Sistem operasi mempunyai tiga sasaran utama:
1. Kenyamanan
2. Efisien
3. Berevolusi
- Konsep dasar manajemen media penyimpan
- Jenis-jenis Sistem Operasi Jaringan Jaringan berbasis GUI
- Jenis dan cara pengaturan BIOS
50

-Jenis-jenis file dan aplikasinya


-Langkah instalasi Sistem Operasi Jaringan
-Instalasi driver periperal pendukung (misal; motherboard, VGA, Soundcard,
NIC dan lain-lain)
- Pengaturan konfigurasi pada Sistem Operasi Jaringan Jaringan (misal:
pengaturan user, timezone, dan lain-lain)
(Terlampir Bahan Ajar)
VI. Model dan Metode Pembelajaran:
Model
- Pembelajaran Discovery
Metode Pembelajaran
- Ceramah
- Presentasi
- Diskusi kelompok
- Tanya Jawab
- Penugasan
- Evaluasi

VII. Sumber Belajar:


Modul Instalasi Sistem Operasi Jaringan Jaringan. Penerbit Pendidikan
Menengah dan Kejuruan Departemen Pendidikan Nasional. Jakarta. 2004.
Buku Manual Sistem Operasi Jaringan

VIII. Alat dan Bahan:


1. Teori
- LCD Proyektor
- Laptop
- Spidol
- White board

2. Praktek
- 1 unit Personal Komputer
- Tools Kit
- Source Sistem Operasi Jaringan

IX. Media Pembelajaran


- Power point
- Bahan ajar/lembar informasi

X. Berbasis ICT:
Anonim. Instalasi Sistem Operasi Jaringan Jaringan, www.Ilmukomputer.com
51

XI. Langkah Pembelajaran


- Pertemuan Kesatu

A. Pendahuluan
Kegiatan Keterangan
1. Guru Membuka pelajaran dengan memberi salam Fase I :
dan siswa menjawab salam Orientasi Masalah
2. Mengecek kehadiran siswa (Absensi)
3. Menginformasikan tujuan pembelajaran Metode :
4. Menciptakan lingkungan kelas yang - Presentasi
memungkinkan terjadinya pertukaran ide yang - Ceramah
terbuka.
5. Mengarahkan pada pertanyaan atau masalah. Waktu : 20‘

B. Inti

Kegiatan Keterangan

- Membentuk kelompok yang terdiri dari 3-4 orang


- Menjelaskan kepada siswa :
a. Konsep Dasar Sistem Operasi Jaringan Jaringan
b. Konsep dasar media penyimpan
c. Jenis-jenis Sistem Operasi Jaringan Jaringan
d. Prinsip-prinsip Sistem Operasi Jaringan Jaringan
Fase II :
dengan mengedepankan sikap menghargai atas
Mengorganisasikan
HAKI
siswa untuk belajar
e. Keamanan keselamatan kerja (K3) dalam
Metode :
instalasi Sistem Operasi Jaringan Jaringan
- Ceramah
f. Langkah-langkah Pra instalasi Sistem Operasi
- Penugasan
Jaringan Jaringan
- Tanya Jawab
g. Pengaturan lewat BIOS
- Diskusi
- Memberikan tugas kepada siswa berupa jobsheet.
- Mendorong siswa untuk terbuka dengan teman
Waktu :60’
kelompoknya dalam penyampaian ide dan
penemuan secara aktif dalam melakukan instalasi
Sistem Operasi Jaringan .
- Menguji pemahaman siswa atas konsep yang
ditemukan dalam menginstalasi Sistem Operasi
Jaringan
52

Kegiatan Keterangan

- Memberikan kemudahan kepada siswa dengan Fase III :


menyiapkan paket installation sesuai SOP dalam Membantu
pengerjaan atau penemuan terhadap masalah yang menyelidiki secara
dihadapi. mandiri atau
- Guru mendorong siswa dalam melakukan kelompok
kerjasama.
- Mendorong dialog diskusi dengan teman Metode :
- Penugasan
- Tanya Jawab
- Diskusi

Waktu : 120’

- Membantu siswa mendefinisikan dan Fase IV:


mengorganisasikan tugas-tugas yang bertautan Mengembangkan
dengan penemuan. dan menyajikan
- Membantu memberikan solusi hasil kerja
- Membimbing siswa mengerjakan jobsheet. Metode :
- Membimbing siswa menyajikan hasil kerja - Diskusi
- Tanya jawab
- Waktu : 60’
- Membantu siswa mengkaji ulang hasil penemuan Fase V:
- Membantu siswa untuk terlibat dalam pemecahan Menganalisis dan
masalah. mengevaluasi hasil
- Mengevaluasi materi penemuan proses
diskusi tersebut.
Metode :
- Diskusi
- Tanya Jawab
- Presentasi

Waktu : 45’
53

C. Penutup

Kegiatan Waktu

- Siswa-siswi diminta mengemukakan pendapatnya


tentang instalasi system operasi dasar
- Memotivasi siswa untuk menguasai materi tersebut
- Guru melakukan refleksi terhadap materi yang
25 menit
diajarkan
- Siswa didorong untuk menyimpulkan materi
pembelajaran tersebut
- Menutup dengan salam

- Pertemuan Kedua

A. Pendahuluan

Kegiatan Keterangan

- Guru Membuka pelajaran dengan member salam dan


siswa menjawab salam
Fase I :
- Mengecek kehadiran siswa (Absensi)
Orientasi Masalah
- Guru mengingatkan kembali materi dengan cara
Metode :
brainstrorming
- Ceramah
- Menginformasikan tujuan pembelajaran
- Presentasi
- Menciptakan lingkungan kelas yang memungkinkan
Waktu : 20‘
terjadinya pertukaran ide yang terbuka.
- Mengarahkan pada pertanyaan atau masalah.
B. Inti

Kegiatan Keterangan

- Memengorganisir siswa untuk membentuk Fase II :


kelompok yang terdiri dari 3-4 orang. Mengorganisasikan
- Menjelaskan kepada siswa : siswa untuk belajar
a. Konsep dasar instalasi Sistem Operasi Jaringan Metode :
b. Maksud dan tujuan instalasi Sistem Operasi - Ceramah
Jaringan - Penugasan
c. Menjelaskan jenis-jenis Source Sistem Operasi - Tanya Jawab
54

Kegiatan Keterangan

Jaringan - Diskusi
d. Keamanan keselamatan kerja (K3) dalam
instalasi Sistem Operasi Jaringan Waktu :60’
e. Langkah-langkah instalasi Sistem Operasi
Jaringan

- Mendorong siswa untuk terbuka dengan teman


kelompoknya dalam penyampaian ide dan
penemuan secara aktif dalam melakukan instalasi
Sistem Operasi Jaringan .
- Menguji pemahaman siswa atas konsep yang
ditemukan dalam menginstalasi Sistem Operasi
Jaringan

- Memberikan kemudahan kepada siswa dengan Fase III :


menyiapkan paket installation SO sesuai SOP dalam Membantu
pengerjaan atau penemuan terhadap masalah yang menyelidiki secara
dihadapi. mandiri atau
- Siswa mengerjakan dan menyelesaikan tugas kelompok
menginstalasi SO.
- Guru mendorong siswa dalam melakukan Metode
kerjasama. - Diskusi
- Mendorong dialog diskusi dengan teman - Tanya Jawab

Waktu : 120
- Membantu siswa mendefinisikan dan Fase IV :
mengorganisasikan tugas-tugas yang bertautan Mengembangkan
dengan penemuan. dan menyajikan
- Membantu memberikan solusi hasil kerja
- Membimbing siswa mengerjakan jobsheet. - Diskusi
- Membimbing siswa menyajikan hasil kerja. - Tanya Jawab
- Penugasan

Waktu : 60
55

Kegiatan Keterangan

- Membantu siswa mengkaji ulang hasil penemuan Fase V


- Membantu siswa untuk terlibat dalam pemecahan Menganalisis dan
masalah. mengevaluasi hasil
- Mengevaluasi materi instalasi SO penemuan proses
diskusi tersebut.
- Diskusi
- Tanya Jawab
- Presentasi

Waktu : 45

C. Penutup

Waktu
Kegiatan

- Siswa-siswi diminta mengemukakan pendapatnya


tentang instalasi S.O
- Memotivasi siswa untuk menguasai materi tersebut
- Guru melakukan refleksi terhadap materi yang 25 menit
diajarkan
- Mendorong siswa untuk menyimpulkan materi
pembelajaran tersebut
- Menutup dengan salam

- Pertemuan Ketiga

A. Pendahuluan

Kegiatan Keterangan
- Guru Membuka pelajaran dengan member salam dan Fase I :
siswa menjawab salam Orientasi Masalah
- Mengecek kehadiran siswa (Absensi) Metode :
- Menginformasikan tujuan pembelajaran - Presentasi
- Menciptakan lingkungan kelas yang memungkinkan - Ceramah
terjadinya pertukaran ide yang terbuka.
- Mengarahkan pada pertanyaan atau masalah. Waktu : 20‘
56

B. Inti

Kegiatan Keterangan

- Membentuk kelompok yang terdiri dari 3-4 orang


- Menjelaskan kepada siswa :
a. Konsep dasar instalasi driver
Fase II :
b. Maksud dan tujuan instalasi driver
c. Menjelaskan jenis-jenis source driver
Mengorganisasikan
d. Menjelaskan prinsip-prinsip Sistem Operasi
siswa untuk belajar
Jaringan
e. Keamanan keselamatan kerja (K3) dalam
Metode
instalasi driver
- Ceramah
f. Menjelaskan dan mendemonstrasikan langkah-
- Presentasi
langkah instalasi driver
- Diskusi
- Tanya Jawab
- Mendorong siswa untuk terbuka dengan teman
kelompoknya dalam penyampaian ide dan
penemuan secara aktif dalam melakukan instalasi
Waktu :60’
Sistem Operasi Jaringan .
- Menguji pemahaman siswa atas konsep yang
ditemukan dalam menginstalasi driver system

- Memberikan kemudahan kepada siswa dengan


Fase III:
menyiapkan paket installation driver sesuai SOP
Membantu
dalam pengerjaan atau penemuan terhadap masalah
menyelidiki secara
yang dihadapi.
mandiri atau
- Siswa mengerjakan dan menyelesaikan tugas
kelompok
menginstalasi driver.
- Guru mendorong siswa dalam melakukan
kerjasama.
Waktu : 120
- Mendorong dialog diskusi dengan teman
57

Kegiatan Keterangan

- Membantu siswa mendefinisikan dan Fase IV :


mengorganisasikan tugas-tugas yang bertautan Mengembangkan
dengan penemuan. dan menyajikan
- Membantu memberikan solusi hasil kerja
- Membimbing siswa mengerjakan jobsheet. Metode :
- Membimbing siswa menyajikan hasil kerja. - Penugasan
- Diskusi
- Tanya jawab
Waktu : 60
- Membantu siswa mengkaji ulang hasil penemuan Fase V :
- Membantu siswa untuk terlibat dalam pemecahan Menganalisis dan
masalah. mengevaluasi hasil
- Mengevaluasi materi instalasi driver system. penemuan proses
diskusi tersebut.

Metode
- Diskusi
- Tanya jawab
- Presentasi

Waktu :

C. Penutup

Kegiatan Waktu

- Siswa-siswi diminta mengemukakan pendapatnya


tentang instalasi driver
25 menit
- Memotivasi siswa untuk menguasai materi tersebut
- Guru melakukan refleksi terhadap materi yang
58

diajarkan
- Siswa didorong untuk menyimpulkan materi
pembelajaran tersebut
- Menutup dengan salam

XII. Penilaian

1. Teknik Penilaian : Tes tertulis, tes praktek


2. Bentuk Instrumen : Uraian dan tugas (terlampir)
3. Instrumen : Soal dan jawaban soal (terlampir)
4. Kunci Jawaban : Terlampir
5. Pedoman Penskoran : Terlampir

XIII. Daftar Pustaka


Anonim. 2004, Modul Instalasi Sistem Operasi Jaringan Jaringan Dasar. Tim
Pendidikan Menengah dan Kejuruan Departemen Pendidikan Nasional.
Jakarta.
Anonim. 2013. Instalasi Sistem Operasi Jaringan Jaringan Dasar,
http:www.Ilmukomputer.com. diunduh tanggal 27 Januari 2013.

Watansoppeng, 04 Agustus 2013

Mengetahui:
Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran,

Drs. Sulo, M. Si M.TAQWIM MAKKURADDE


NIP. 19590601 198703 1 013 NIP. 19770201 201001 1010
59

SIKLUS II

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


(RPP)

Nama Sekolah : SMK Negeri 1 Watansoppeng


Bidang Studi Keahlian : Teknik Informasi Komunikasi
Program Studi Keahlian : Teknik Komputer dan Informatika
Kompetensi Keahlian : Teknik Komputer Jaringan
Mata Pelajaran : Produktif
Kelas/Semester : XII / Ganjil
Pertemuan ` : VII - IX
Alokasi Waktu : 24 jam x @ 45 menit
_______________________________________________________________

I. Standar Kompetensi : 2. Melakukan Instalasi Sistem Operasi Jaringan


Jaringan berbasis Text/GUI

II. Kompetensi Dasar : 2.1. Menjelaskan Langkah Instalasi Sistem Operasi


Jaringan Jaringan
2.2. Melakukan Instalasi Software sesuai Installation
Manual

III. Indikator
A. Kognitif
1. Produk : - Mengetahui pengertian Sistem Operasi Jaringan , jenis-
jenis dan contoh Sistem Operasi Jaringan jaringan
- Memilih Sistem Operasi Jaringan Jaringan yang akan
digunakan dengan mengedepankan sikap menghargai atas
HAKI
- Mengetahui langkah-langkah instalasi Sistem Operasi
Jaringan Jaringan
- Menyiapkan paket instalasi Sistem Operasi Jaringan
Jaringan
2. Proses : - Menjelaskan pengertian Sistem Operasi Jaringan , jenis-
jenis dan contoh Sistem Operasi Jaringan
- Merencanakan Sistem Operasi Jaringan Jaringan yang
akan digunakan dengan mengedepankan sikap menghargai
atas HAKI
- Menjelaskan langkah-langkah instalasi Sistem Operasi
Jaringan
- Memilih paket instalasi Sistem Operasi Jaringan Jaringan
dasar
60

B. Psikomotor :
- Menyalakan komputer dengan persyaratan hardware sesuai
dengan installation manual
- Memasang media paket instalasi operasi dan siap akses
- Menjalankan proses instalasi Sistem Operasi Jaringan
Jaringan dipasang dan siap diakses
- Menjalankan seluruh file installation, icon, folder dan
konfigurasi Sistem Operasi Jaringan Jaringan dasar
sehingga pada layar muncul pesan bahwa proses instalasi
telah berhasil dilaksanakan sesuai dengan installation
manual

C. Afektif
Terlibat dalam proses belajar mengajar berpusat kepada siswa, dan siswa
diberi kesempatan menunjukkan keterampilan social sebagai berikut :
1. Karakter
a. Bertanggung jawab menyelesaikan praktikum dalam menginstalasi
Sistem Operasi Jaringan Jaringan.
b. Hati-hati dan teliti memilih Sistem Operasi Jaringan Jaringan yang
diinstal

2. Keterampilan sosial:
Mempersiapkan media instalasi untuk Jaringan (mempartisi format,
dll)

IV. Tujuan Pembelajaran:


A. Kognitif
1. Produk : - Siswa-siswi dapat mengetahui pengertian Sistem
Operasi Jaringan jaringan, jenis-jenis Sistem Operasi
Jaringan jaringan dan contoh Sistem Operasi Jaringan
jaringan.
- Siswa-siswi dapat memilih Sistem Operasi Jaringan
Jaringan yang akan digunakan dengan mengedepankan
sikap menghargai atas HAKI
- Siswa-siswi dapat mengetahui langkah-langkah instalasi
Sistem Operasi Jaringan jaringan.
- Siswa-siswi dapat menyiapkan paket instalasi Sistem
Operasi Jaringan Jaringan.
2. Proses : - Siswa-siswi dapat menjelaskan pengertian Sistem Operasi
Jaringan , jenis-jenis dan contoh Sistem Operasi Jaringan
jaringan
61

- Siswa-siswi dapat merencanakan Sistem Operasi Jaringan


Jaringan yang akan digunakan dengan mengedepankan
sikap menghargai atas HAKI
- Siswa-siswi dapat menjelaskan langkah-langkah instalasi
Sistem Operasi Jaringan jaringan
- Siswa-siswi dapat memilih paket instalasi Sistem Operasi
Jaringan Jaringan.

B. Psikomotor :
- Siswa-siswi dapat menyalakan komputer dengan
persyaratan hardware sesuai dengan installation manual
- Siswa-siswi dapat memasang media paket instalasi operasi
dan siap akses
- Siswa-siswi dapat menjalankan proses instalasi Sistem
Operasi Jaringan Jaringan dipasang dan siap diakses
- Siswa-siswi dapat menjalankan seluruh file installation,
icon, folder dan konfigurasi Sistem Operasi Jaringan
Jaringan sehingga pada layar muncul pesan bahwa proses
instalasi telah berhasil dilaksanakan sesuai dengan
installation manual.

C. Afektif
1. Karakter
c. Siswa-siswi dapat bertanggung jawab menyelesaikan praktikum
dalam menginstalasi Sistem Operasi Jaringan Jaringan.
d. Siswa-siswi dapat hati-hati dan teliti memilih Sistem Operasi Jaringan
Jaringan yang diinstal
2. Keterampilan sosial:
Siswa-siswi dapat mempersiapkan media instalasi untuk Sistem
Operasi Jaringan Jaringan (mempartisi format, dll)

V. Materi Ajar
- Konsep dasar instalasi Sistem Operasi Jaringan Jaringanberbasis GUI
Sistem Operasi Jaringan (Network Operating System) Yaitu program
yang dibuat untuk mengendalikan dan mengkoordinasikan seluruh kegiatan
dari sistem komputer
Sistem operasi mempunyai tiga sasaran utama:
1. Kenyamanan
2. Efisien
3. Berevolusi
- Konsep dasar manajemen media penyimpan
- Jenis-jenis Sistem Operasi Jaringan Jaringan berbasis GUI
62

- Jenis dan cara pengaturan BIOS


- Jenis-jenis file dan aplikasinya
- Langkah instalasi Sistem Operasi Jaringan jaringan
- Instalasi driver periperal pendukung (misal; motherboard, VGA, Soundcard,
NIC dan lain-lain)
- Pengaturan konfigurasi pada Sistem Operasi Jaringan Jaringan(misal:
pengaturan user, timezone, dan lain-lain)
(Terlampir Bahan Ajar)

VI. Model dan Metode Pembelajaran:


Model
- Pembelajaran Discovery
Metode Pembelajaran
- Ceramah
- Presentasi
- Diskusi kelompok
- Tanya Jawab
- Penugasan
- Evaluasi

VII. Sumber Belajar:


Modul Instalasi Sistem Operasi Jaringan Jaringan Dasar. Penerbit Pendidikan
Menengah dan Kejuruan Departemen Pendidikan Nasional. Jakarta. 2004.
Buku Manual Sistem Operasi Jaringan Jaringan
VIII. Alat dan Bahan:
1. Teori
- LCD Proyektor
- Laptop
- Spidol
- White board

2. Praktek
- 1 unit Personal Komputer
- Tools Kit
- Source Sistem Operasi Jaringan

IX. Media Pembelajaran


- Power point
- Bahan ajar/lembar informasi
X. Berbasis ICT:
63

Anonim. Instalasi Sistem Operasi Jaringan Jaringan, www.Ilmukomputer.com

XI. Langkah Pembelajaran


- Pertemuan Kesatu
A. Pendahuluan
Kegiatan Keterangan
1. Guru Membuka pelajaran dengan memberi salam Fase I :
dan siswa menjawab salam Orientasi Masalah
2. Mengecek kehadiran siswa (Absensi)
3. Menginformasikan tujuan pembelajaran Metode :
4. Menciptakan lingkungan kelas yang memungkinkan - Presentasi
terjadinya pertukaran ide yang terbuka. - Ceramah
5. Mengarahkan pada pertanyaan atau masalah.
Waktu : 20‘

B. Inti

Kegiatan Keterangan

- Membentuk kelompok yang terdiri dari 3-4 orang


- Membagikan LKS kepada siswa dalam membantu
siswa menemukan :
a. Konsep Dasar Sistem Operasi Jaringan Jaringan
b. Konsep dasar media penyimpan
Fase II :
c. Jenis-jenis Sistem Operasi Jaringan Jaringan
Mengorganisasikan
d. Prinsip-prinsip Sistem Operasi Jaringan
siswa untuk belajar
Jaringandengan mengedepankan sikap
Metode :
menghargai atas HAKI
- Penugasan
e. Keamanan keselamatan kerja (K3) dalam
- Diskusi
instalasi Sistem Operasi Jaringan Jaringan
- Problem
f. Langkah-langkah Pra instalasi Sistem Operasi
based/Discovery
Jaringan Jaringan
- Tanya Jawab
g. Pengaturan lewat BIOS

- Mendorong siswa untuk terbuka dengan teman


Waktu :60’
kelompoknya dalam penyampaian ide dan
penemuan secara aktif dalam melakukan instalasi
Sistem Operasi Jaringan .
- Menguji pemahaman siswa atas konsep yang
ditemukan dalam menginstalasi Sistem Operasi
64

Kegiatan Keterangan

Jaringan
- Memberikan kemudahan kepada siswa dengan Fase III :
menyiapkan paket installation sesuai SOP dalam Membantu
pengerjaan atau penemuan terhadap masalah yang menyelidiki secara
dihadapi. mandiri atau
- Siswa mengerjakan dan menyelesaikan tugas. kelompok
- Guru mendorong siswa dalam melakukan
kerjasama. Metode :
- Mendorong dialog diskusi dengan teman - Penugasan
- Diskusi
- Tanya Jawab

Waktu : 120’
:
- Membantu siswa mendefinisikan dan Fase IV :
mengorganisasikan tugas-tugas yang bertautan Mengembangkan
dengan penemuan. dan menyajikan
- Membantu memberikan solusi hasil kerja
- Membimbing siswa mengerjakan jobsheet. Metode
- Membimbing siswa menyajikan hasil kerja - Diskusi
- Tanya Jawab

Waktu : 60’
- Membantu siswa mengkaji ulang hasil penemuan Fase V
- Membantu siswa untuk terlibat dalam pemecahan Menganalisis dan
masalah. mengevaluasi hasil
- Mengevaluasi materi penemuan proses
diskusi tersebut.

Waktu : 45’

C. Penutup

Kegiatan Waktu

- Siswa-siswi diminta mengemukakan pendapatnya


tentang instalasi Sistem Operasi Jaringan Jaringan 25 menit
- Memotivasi siswa untuk menguasai materi tersebut
65

- Guru melakukan refleksi terhadap materi yang


diajarkan
- Siswa didorong untuk menyimpulkan materi
pembelajaran tersebut
- Menutup dengan salam

- Pertemuan Kedua
D. Pendahuluan
Kegiatan Keterangan
- Guru Membuka pelajaran dengan member salam dan
Fase I :
siswa menjawab salam
Orientasi Masalah
- Mengecek kehadiran siswa (Absensi)
- Guru mengingatkan kembali materi dengan cara
Metode
brainstrorming
- Presentasi
- Menginformasikan tujuan pembelajaran
- Ceramah
- Menciptakan lingkungan kelas yang memungkinkan
terjadinya pertukaran ide yang terbuka.
Waktu : 20‘
- Mengarahkan pada pertanyaan atau masalah.

E. Inti

Kegiatan Keterangan

- Memengorganisir siswa untuk membentuk


kelompok yang terdiri dari 3-4 orang.
Fase II :
- Membagikan LKS kepada siswa dalam membantu Mengorganisasikan
siswa menemukan : siswa untuk belajar
a. Konsep dasar instalasi Sistem Operasi Jaringan
Jaringan Metode :
b. Maksud dan tujuan instalasi Sistem Operasi - Penugasan
Jaringan - Problem
c. Jenis-jenis Source Sistem Operasi Jaringan Based/Discovery
d. Keamanan keselamatan kerja (K3) dalam - Diskusi
instalasi Sistem Operasi Jaringan - Tanya jawab
e. Langkah-langkah instalasi Sistem Operasi
Jaringan Waktu :60’

- Mendorong siswa untuk terbuka dengan teman


66

Kegiatan Keterangan

kelompoknya dalam penyampaian ide dan


penemuan secara aktif dalam melakukan instalasi
Sistem Operasi Jaringan .
- Menguji pemahaman siswa atas konsep yang
ditemukan dalam menginstalasi Sistem Operasi
Jaringan

- Memberikan kemudahan kepada siswa dengan Fase III :


menyiapkan paket installation SO sesuai SOP dalam Membantu
pengerjaan atau penemuan terhadap masalah yang menyelidiki secara
dihadapi. mandiri atau
- Siswa mengerjakan dan menyelesaikan tugas kelompok
menginstalasi SO.
- Guru mendorong siswa dalam melakukan Metode :
kerjasama. - Penugasan
- Mendorong dialog diskusi dengan teman - Diskusi
- Tanya jawab

Waktu : 120
- Membantu siswa mendefinisikan dan Fase IV :
mengorganisasikan tugas-tugas yang bertautan Mengembangkan
dengan penemuan. dan menyajikan
- Membantu memberikan solusi hasil kerja
- Membimbing siswa mengerjakan jobsheet.
- Membimbing siswa menyajikan hasil kerja. - Penugasan
- Diskusi
- Tanya jawab

Waktu : 60
- Membantu siswa mengkaji ulang hasil penemuan Fase V:
- Membantu siswa untuk terlibat dalam pemecahan Menganalisis dan
masalah. mengevaluasi hasil
- Mengevaluasi materi instalasi SO penemuan proses
diskusi tersebut.
Metode :
- Evaluasi
Waktu : 45
67

F. Penutup

Kegiatan Waktu

- Siswa-siswi diminta mengemukakan pendapatnya


tentang instalasi S.O
- Memotivasi siswa untuk menguasai materi tersebut
- Guru melakukan refleksi terhadap materi yang 25 menit
diajarkan
- Mendorong siswa untuk menyimpulkan materi
pembelajaran tersebut
- Menutup dengan salam

- Pertemuan Ketiga

D. Pendahuluan

Kegiatan Keterangan

- Guru Membuka pelajaran dengan member salam dan Fase I :


siswa menjawab salam Orientasi Masalah
- Mengecek kehadiran siswa (Absensi)
- Menginformasikan tujuan pembelajaran Metode :
- Menciptakan lingkungan kelas yang memungkinkan
terjadinya pertukaran ide yang terbuka. - Ceramah
- Mengarahkan pada pertanyaan atau masalah. - Presentasi
Waktu : 20‘

E. Inti

Kegiatan Keterangan

- Membentuk kelompok yang terdiri dari 3-4 orang Fase II :


- Membagikan LKS kepada siswa dalam membantu Mengorganisasikan
siswa menemukan : siswa untuk belajar
f. Konsep dasar instalasi driver
68

Kegiatan Keterangan

g. Maksud dan tujuan instalasi driver Metode :


h. Menjelaskan jenis-jenis source driver - Penugasan
i. Menjelaskan prinsip-prinsip Sistem Operasi - Problem
Jaringan Based/Discovery
j. Keamanan keselamatan kerja (K3) dalam - Diskusi
instalasi driver - Tanya jawab
k. Menjelaskan dan mendemonstrasikan langkah-
langkah instalasi driver
Waktu :60’
- Mendorong siswa untuk terbuka dengan teman
kelompoknya dalam penyampaian ide dan
penemuan secara aktif dalam melakukan instalasi
Sistem Operasi Jaringan .
- Menguji pemahaman siswa atas konsep yang
ditemukan dalam menginstalasi driver system

- Memberikan kemudahan kepada siswa dengan Fase III :


menyiapkan paket installation driver sesuai SOP Membantu
dalam pengerjaan atau penemuan terhadap masalah menyelidiki secara
yang dihadapi. mandiri atau
- Siswa mengerjakan dan menyelesaikan tugas kelompok
menginstalasi driver.
- Guru mendorong siswa dalam melakukan - Penugasan
kerjasama. - Diskusi
- Mendorong dialog diskusi dengan teman - Tanya jawab

Waktu : 120’
- Membantu siswa mendefinisikan dan Fase IV :
mengorganisasikan tugas-tugas yang bertautan Mengembangkan
dengan penemuan. dan menyajikan
- Membantu memberikan solusi hasil kerja
- Membimbing siswa mengerjakan jobsheet.
- Membimbing siswa menyajikan hasil kerja. Metode
- Penugasan
- Diskusi
- Tanya jawab

Waktu : 60 ‘
69

Kegiatan Keterangan

- Membantu siswa mengkaji ulang hasil penemuan Fase V:


- Membantu siswa untuk terlibat dalam pemecahan Menganalisis dan
masalah. mengevaluasi hasil
- Mengevaluasi materi instalasi driver system. penemuan proses
diskusi tersebut.

Metode :
- Evaluasi
Waktu : 45’

F. Penutup

Kegiatan Waktu

- Siswa-siswi diminta mengemukakan pendapatnya


tentang instalasi driver
- Memotivasi siswa untuk menguasai materi tersebut
- Guru melakukan refleksi terhadap materi yang
25 menit
diajarkan
- Siswa didorong untuk menyimpulkan materi
pembelajaran tersebut
- Menutup dengan salam

XII. Penilaian
1. Teknik Penilaian : Tes tertulis, tes praktek
2. Bentuk Instrumen : Uraian dan tugas (terlampir)
3. Instrumen : Soal dan jawaban soal (terlampir)
4. Kunci Jawaban : Terlampir
5. Pedoman Penskoran : Terlampir

XIII. Daftar Pustaka


Anonim. 2004, Modul Instalasi Sistem Operasi Jaringan Jaringan. Tim Pendidikan
Menengah dan Kejuruan Departemen Pendidikan Nasional. Jakarta.
Anonim. 2013. Instalasi Sistem Operasi Jaringan Jaringan,
http:www.Ilmukomputer.com. diunduh tanggal 27 Januari 2013.
70

Watansoppeng, 19 September 2013


Mengetahui:
Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran,

Drs. Sulo, M. Si M.TAQWIM MAKKURADDE


NIP. 19590601 198703 1 013 NIP. 19770201 201001 1010
71