Anda di halaman 1dari 3

1. Apa hubungan jenis kelamin dan usia terhadap keluhan pasien?

Laki-laki memiliki risiko lebih besar terkena serangan jantung dan kejadiannyalebih
awal dari pada wanita.21Morbiditas penyakit ini pada laki-laki lebih besar daripada wanita
dan kondisi ini terjadi dan kondisi ini terjadi hampir 10 tahun lebih dini pada wanita.22Studi
lain menyebutkan wanita mengalami kejadian infark miokard pertama kali 9 tahun lebih
lama daripada laki-laki.23 Perbedaan onset infark miokard pertama ini diperkirakan dari
berbagai faktor resiko tinggi yang mulai muncul pada wanita dan laki-laki ketika berusia
muda. Wanita agaknya relatif kebal terhadap penyakit ini sampai menopause, dan kemudian
menjadi sama rentannya seperti pria. Hal diduga karena adanya efek perlindungan
esterogen. Estrogen memiliki efek genomik dan non-genomik pada produksi nitric oxide
yang menyebabkan dilatasi pembuluh darah. Estrogen turut mengatur penurunan β-
andregenik pada jantung, sehingga mengurangi aksi agonis β- andregenik pada detak
jantung.
Resiko aterosklerosis koroner meningkat seiring bertambahnya usia. Penyakit yang
serius jarang terjadi sebelum usia 40 tahun.selain itu semakin tua usia seseorang
menyebabkan lapisan endotel pembuluh darah menjadi semakin tidak elastis yang
menyebabkan reseptor asetilkolin di pembuluh darah menjadi berkurang. Asetilkolin ini
penting untuk proses dilatasi pembuluh darah.

2. Mengapa pasien mengeluh nyeri dada yang dirasakan sejak 3 jam yang lalu?
Rasa sakit dada disebabkan karena adanya iskemia miokard akibat suplai darah dan
oksigen yang berkurang. Berkurangnya aliran darah pembuluh darah koroner ini dapat
disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain penyempitan akibat proseJaterosklerosis,
spasme pembuluh darah koroner, stenosis aorta, ataupun kebutuhan metabolik yang
bertambah sep erti yang dapat d iju mp ai p ad a hipertiroid, anemia berat, takikardia
paroksismal dengan irama ventrikular yang cepat.
3. Mengapa nyeri yang dirasakan pasien itu seperti tertekan benda berat,dan menjalar ke
lengan kiri?
Termasuk nyeri non pleuritik dimana pasien sering merasakan sensasi tertekan atau nyeri
substernal yang menjalar ke aksila dan turun ke bawah ke bagian dalam lengan terutama
lebih sering ke lengan kiri ( kalau dilihatdari area dermatonya, nyeri akibat jantung itu
menjalarnya ke area lengan kiri). Nyeri disebabkan karena saraf eferen viseral akan
terangsang selama iskemik miokard. Nyeri seperti tertekan benda berat karena merupakan
khas dari angina dan organ yang ditekan adalah organ dalam dimana nyerinya akan susah
menghilang
4. Mengapa nyeri tidak hilang dengan istirahat?

5. Mengapa pasien juga merasakan mual dan keringat dingin?

6. Apa hubungan pasien belum pernah merasakan nyeri dada sebelumnya, tidak pernah
dyspnea d’effort atau paroksismal nocturnal dyspnea, tidak ada riwayat keluarga sakit
jantung dengan keluhan pasien?
7. Apa hubungan pasien perokok aktif dengan keluhan yang diderita pasien?
HDL (kolesterol baik) bertanggung jawab mengumpulkan kelebihan LDL (kolesterol
jahat) dalam aliran darah dan mengangkutnya kembali ke hati untuk dibuang. Bahan kimia
tertentu yang ditemukan dalam asap rokok, yaitu akrolein, dapat merusak HDL sehingga
mengganggu tugas HDL dalam mengumpulkan kolesterol jahat atau LDL.
Penurunan kadar HDL memungkinkan LDL untuk menumpuk dan bergerak bebas
dalam aliran darah. Akrolein memicu proses yang mengubah struktur molekul LDL sehingga
membuatnya menjadi tidak dikenali oleh sistem kekebalan tubuh.Sistem kekebalan tubuh
mengeluarkan sel-sel darah putih untuk menyerang LDL, yang menyebkan peradangan dan
kemudian terakumulasi. Akumulasi ini akan menyebabkan penumpukan plak pada dinding
arteri, yang kemudian mengeras seiring berjalannya waktu dan menyebabkan aterosklerosis.
8. Apa hubungan pasien mempunyai riwayat hipertensi tetapi tidak rutin minum obat dengan
keluhan yang dialami pasien?
Peningkatan tekanan darah sistemik meingkatkan resistensi terhadap pemompaan darah
dari ventrikel kiri, sehingga beban kerja jantung bertambah. Sebagai akibatnya terjadi
hipertrofi ventrikel untuk meningkatkan kekuatan kontraksi. Akan tetap i kemampuan
ventrikel untuk mempertahankan curah jantung dengan hipertrofi kompensasi akhirnya
terlampaui, dan terjadi dilatasi dan payah jantung. Peningkatan kebutuhan oksigen pada
miokardium terjadi akibat hipertrofi ventrikel dan peningkatan beban jantung sehingga
akhirnya akan menyebabkan anginan atau infark miokardium.
9. Apa tata laksana awal yang diberikan dokter terhadap pasien?
Dokter perlu segera menetapkan diagnosis kerja yang akan menjadi dasar strategi
penanganan selanjutnya. Yang dimaksud dengan terapi awal adalah terapi yang diberikan
pada pasien dengan diagnosis kerja Kemungkinan SKA atau SKA atas dasar keluhan angina di
ruang gawat darurat, sebelum ada hasil pemeriksaan EKG dan/atau marka jantung. Terapi
awal yang dimaksud adalah Morfin, Oksigen, Nitrat, Aspirin, yang tidak harus diberikan
semua atau bersamaan.
1. Tirah baring
2. Suplemen oksigen harus diberikan segera bagi mereka dengan saturasi O2 arteri <95%
atau yang mengalami distres respirasi (Kelas I-C)
3. Suplemen oksigen dapat diberikan pada semua pasien SKA dalam 6 jam
pertama, tanpa mempertimbangkan saturasi O2 arteri (Kelas IIa-C)
4. Aspirin 160-320 mg diberikan segera pada semua pasien yang tidak diketahui
intoleransinya terhadap aspirin (Kelas I-A). Aspirin tidak bersalut lebih terpilih mengingat
absorpsi sublingual (di bawah lidah) yang lebih cepat (Kelas I-C)
5. Penghambat reseptor ADP (adenosine diphosphate)
A. Dosis awal ticagrelor yang dianjurkan adalah 180 mg dilanjutkan dengan dosis
pemeliharaan 2 x 90 mg/hari kecuali pada pasien STEMI yang direncanakan untuk
reperfusi menggunakan agen fibrinolitik
atau
B. Dosis awal clopidogrel adalah 300 mg dilanjutkan dengan dosis pemeliharaan 75
mg/hari (pada pasien yang direncanakan untuk terapi reperfusi menggunakan agen
fibrinolitik, penghambat reseptor ADP yang dianjurkan adalah clopidogrel) (Kelas I-
C).
6. Nitrogliserin (NTG) spray/tablet sublingual bagi pasien dengan nyeri dada yang masih
berlangsung saat tiba di ruang gawat darurat (Kelas I-C). Jika nyeri dada tidak hilang
dengan satu kali pemberian, dapat diulang setiap lima menit sampai maksimal tiga kali.
Nitrogliserin intravena diberikan pada pasien yang tidak responsif dengan terapi tiga
dosis NTG sublingual (kelas I-C). dalam keadaan tidak tersedia NTG, isosorbid dinitrat
(ISDN) dapat dipakai sebagai pengganti
7. Morfin sulfat 1-5 mg intravena, dapat diulang setiap 10-30 menit, bagi
pasien yang tidak responsif dengan terapi tiga dosis NTG sublingual
(kelas IIa-B).
10. Apa interpretasi dari pemeriksaan fisik px?
Pemeriksaan fisik semua dalam batas normal.
11. Apa interpretasi dari pemeriksaan laboratorium px?
Nilai CKMB tinggi ( normalnya dibawah 10 U/L)
Nilai troponin tinggi ( normalya dibawah 0,16 U/L)
Nilai Leukosit normal ( normalnya 4000-10.000)
Nilai HDL normal ( 35-55 untuk laki-laki)
Nilai LDL tinggi ( Nilai normal<100)
Nilai Trigliserida tinggi ( normalnya 120-190)
12. Apa interpretasi dari pemeriksaan foto rontgen thorax px?
Rontgen thorax masih normal. CTR 40% menunjukan bahwa belum terjadi pembesaran
jantung
13. Apa interpretasi dari hasil pemeriksaan EKG pasien?
Untuk depresi ST pada sadapan I,aVL, dan V6 jika dilihat dari EKG termasuk kedalam
kategori depresi ST landai ke bawah, spesifik fik untuk iskemia. Secara umum depresi ST
dibag menjadi 3 macam jenis depresi ST, yaitu :
A. Horisontal ( Depresi ST horisontal, spesifik untuk iskemia)
B. Landai ke bawah ( Spesifik fik untuk iskemia )
C. Landai ke atas( kurang spesifik untuk iskemia )

Untuk elevasi ST sadapan VI-V4 menunjukan adanya infark miokard akut kategori STEMI.
STEMI dapat ditegakan jika ditemukan elevasi VI-V6 >1mm minimal di dua lead yang
berdekatan. Peningkatan dramatis pada ST segment dipicu oleh bagian kecil pada arteri
koroner utama yang tiba-tiba mengalami kejang. VI-V4 merupakan daerah anteroseptal
dimana daerah ini diperdarahi oleh left arteria desenden.