Anda di halaman 1dari 27

LAPORAN TUTORIAL

BLOK PARADIGMA SEHAT

SKENARIO 4: MODEL KOMUNIKASI


Tutor : drg Raditya Nugroho Sp.KG

Kelompok Tutorial 5
Anggota Kelompok :
1. Ghafran Nailul Farchi (161610101041)
2. Sunana Ageng Hikmawati (161610101042)
3. Nafra Glenivio Agretdie (161610101043)
4. Khairunnisa Fadhilatul Arba (161610101044)
5. Firmansyah Adi Pradana (161610101045)
6. Liyathotun Fatimah (161610101046)
7. Hamy Rafika Pratiwi (161610101047)
8. Shintia Dwi Pramesty (161610101048)
9. Endang Nur Hidayati (161610101049)
10. Windy Nanda Eriyati (161610101050)

FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI


UNIVERSITAS JEMBER
2019
SKENARIO 4. MODEL KOMUNIKASI

Drg Andy baru saja ditugaskan untuk menjadi kepala Puskesmas Rukun Jaya
Bontang. Di wilayah kerja Puskesmas Rukun Jaya terdapat beberapa industri
petrokimia multinasional yang banyak mempekerjakan tenaga kerja asing sebagai
expert. Dalam wilayah kerja puskesmas Rukun Jaya juga mecakup kawasan
perumahan yang banyak dihuni expatriat dan keluarganya. Kondisi kesehatan di
kawasan tersebut termasuk baik, tetapi keikutsertaan masyarakat dalam program-
program peuskesmas sangat rendah. Menurut staf bagian PKM puskesmas hal ini
karena terdapat barier komunikasi. Menghadapi musim hujan kali ini drg Andy
bermaksud mengadakan kegiatan PSN dengan melibatkan masyarakat di kawasan
tersebut. Drg. Andy ingin merancang model komunikasi yang tepat agar dapat
meningkatkan peran serta masyarakat dikawasan tersebut dalam kegiatan-kegiatan
puskesmas.

STEP 1
1. Model komunikasi
Gambaran konseptual yang menjelaskan, mengklasifikasikan, dan
menggambarkan dari proses komunikasi itu sendiri. Terdiri dari beberapa elemen
komunikasi yaitu komunikator, komunikan, pesan serta media.
2. Kegiatan PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk)
Pemberantasan sarang nyamuk yang dilakukan oleh puskesmas untuk
mencegah penyakit DBD. Dikenal dengan sebutan “3M” Menguras berarti
membersihkan tempat-tempat air, Menutup semua saluran air yang dapat menjadi
habitat nyamuk, dan Memusnahkan atau memanfaatkan kembali barang bekas.
3. Expatriat
Terdiri dari dua kata yaitu “ex” artinya luar dan “patria” artinya negara. Jadi,
expatriat adalah seseorang yang tinggal di suatu negara untuk berpindah ke negara
lain.

1
4. Barrier komunikasi
- Barrier  hambatan. Sehingga barier komunikasi dapat diartikan sebagai
hambatan dari proses penyampaian pesan.
- Faktor penghambat: bahasa, lingkungan, fisik, dan psikologi
5. Komunikasi
Suatu proses penyampaian pesan (informasi, ide/ gagasan, dan perasaan) oleh
seseorang (komunikator) kepada orang lain (komunikan) dalam mencapai satu
pemahaman yang sama untuk memberikan atau untuk mengubah sikap, pendapat
atau perilaku baik secara langsung (lisan) maupun tak langsung.

STEP 2
1. Apa tujuan dan manfaat dari model komunikasi?
2. Apa saja jenis-jenis model komunikasi?
3. Jelaskan pengertian barrier komunikasi?
4. Apa model yang tepat sesuai dengan skenario?

STEP 3
1. Tujuan model komunikasi yaitu:
- Membantu dalam memberi pengertian tentang komunikasi.
- Memspesifikasi atau menggolongkan jenis komunikasi.
- Memberikan gambaran informal untuk menjelaskan teori.
Manfaat model komunikasi yaitu:
- Menyediakan kerangka dalam penyelesaian masalah.
- Menambah pengetahuan.
- Membantu memilih metode yang tepat dalam penyampaian pesan.
- Mengintepretasikan pesan kepada komunikan.
- Membantu menunjukan hubungan dari berbagai elemen komunikasi
(komunikator, komunikan, pesan, media, dan efek).
- Menggambarkan proses komunikasi.
- Membantu memperbaiki hambatan komunikasi.

2
2. Macam model komunikasi:
a. Model komunikasi linear berlangsung searah, penerima itu pasif.
b. Model komunikasi transaksional berlangsung dua arah.
c. Model komunikasi intraksional berlangsung dua arah dan ada umpan
balik antara komunikator dan komunikan.
d. Model komunikasi Barnlund
1) Model komunikasi intrapribadi adalah proses berpikir (mencerna dan
memahami suatu simbol), serta melakukan reaksi atas suatu stimulus,
adalah bagian dari proses komunikasi yang terjadi dari dalam diri
manusia.
2) Model komunikasi antarpribadi: kelanjutan daripada proses
komunikasi intrapribadi. Pola dan bentuk komunikasi yang terjadi
antara dua orang dipengaruhi oleh hasil proses komunikasi
intrapribadi yang terjadi dalam dirinya masing-masing.
e. Model komunkasi Lasswell penyampain pesan antara komunikator
dengan komunikan, namun tidak dijelaskan adanya umpan balik dari
komunikan. Perkembangan dari model SR dan aristoteles, bedanya sudah
ada media dalam model Lasswell.
f. Model komunikasi sirkuler dari Osgood dan Scrhamm proses
komunikasi berjalan secara sirkuler, di mana masing-masing pelaku secara
bergantian bertindak sebagai komunikator dan komunikan.
g. Model komunikasi Riley & Riley pada proses komunikasi ada faktor
yang mempengaruhi reaksi yaitu komponen primer dan komponen lainnya.
h. Model komunikasi SR terdiri stimulus dan respon. Bersifat statis dan
tidak menjelaskan umpan balik.
i. Model Aristoteles adanya pembicara, pesan, dan penerima. Namun, tidak
menjelaskan adanya umpan balik.
j. Model Newcomb komunikasi dua arah dan adanya umpan balik dari si
penerima.
k. Model Shannon dan Weaver pesan yang ditransmisikan kepada penerima
untuk mencapai tujuan tertentu. Dimana didalamnya ada hambatan dalam

3
komunikasi. Terdiri dari pesan, transmitter, signal (yang menyampaikan
pesan kepada komunikan), receiver, dan tujuan.
l. Model Gebrner lebih kompleks karena menghubungkan dengan realita
yang ada.
m. Model Berlo terdiri dari source (sumber merupakan pihak yang
memberikan informasi), message (terjemahan dari gagasan berupa isyarat),
channel (saluran), dan receiver (penerima pesan).
3. Barrier komunikasi adalah hambatan yang terjadi pada proses komunikasi yang
dapat mengganggu proses penyampaian pesan. Faktor yang mempengaruhi:
konten (isi), konteks (situasi yang sedang berlangsung), kredibilitas,
media/sarana, konsisten (penyampai pesan yang berulang itu lebih baik),
kemampuan komunikator, fisik (misal adanya keterbatasan fisik), sosial (misal
ada perbedaan adat), bahasa (menyesuaikan bahasa yang digunakan).
4. Menggunakan model komunikasi dua arah (transaksional) yang termasuk
kedalam model komunikasi Barnlund. Karena model komunikasi dua arah
dapat menciptakan komunikasi yang lebih dinamis, sehingga antara
komunikator (drg. Andy) dengan komunikan (masyarakat) dapat memiliki satu
pemahaman yang sama dan dapat tercapainya tujuan bersama (meningkatkan
peran dalam kegiatan-kegiatan puskesmas).

4
STEP 4

KOMUNIKASI

PROSES JENIS METODE BARRIER


KOMUNIKASI KOMUNIKASI KOMUNIKASI KOMUNIKASI

MODEL
KOMUNIKASI

STEP 5
1. Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan mengenai proses komunikasi.
2. Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan mengenai jenis komunikasi.
3. Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan mengenai definisi model
komunikasi.
4. Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan mengenai fungsi model
komunikasi.
5. Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan mengenai macam-macam
model komunikasi.
6. Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan mengenai tujuan dan manfaat
model komunikasi.
7. Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan mengenai definisi barrier
komunikasi.
8. Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan mengenai macam-macam
barrier komunikasi.
9. Mahasiswa mampu menentukan model yang tepat seseuai skenario.

5
STEP 6

STEP 7
1. Proses Komunikasi
Proses komunikasi sedikitnya melibatkan empat (4) elemen atau komponen
sebagai berikut:
1) Sumber/pengiriman pesan/komunikator, yakni seseorang atau sekelompok
orang atau suatu organisasi/institusi yang mengambil inisiatif
menyampaikan pesan.
2) Pesan, berupa lambang atau tanda seperti kata-kata tertulis atau secara lisan,
gambar, angka, gestura.
3) Saluran, yakni sesuatu yang dipakai sebagai alat penyampaian/ pengiriman
pesan (misalnya telepon, radio, surat, surat kabar, majalah, TV, gelombang
udara dalam konteks komunikasi antarpribadi secara tatap muka).
4) Penerima/komunikan, yakni seseorang atau sekelompok orang atau
organisasi/ institusi yang dijadikan sasaran penerima pesan.
(Djuarsa, 1998)
Berdasarkan paradigma Laswell, Effendy (1994:11-19) membedakan
proses komunikasi menjadi dua tahap, yaitu:
a. Proses komunikasi secara primer
Proses komunikasi secara primer adalah proses penyampaian pikiran dan
atau perasaan seseorang kepada orang lain dengan menggunakan lambang
sebagai media. Lambang sebagai media primer dalam proses komunikasi
adalah pesan verbal (bahasa), dan pesan nonverbal. Komunikasi berlangsung
apabila terjadi kesamaan makna dalam pesan yang diterima oleh komunikan.
Prosesnya sebagai berikut, pertama komunikator menyandi (encode) pesan
yang akan disampaikan kepada komunikan. Ini berarti komunikator
memformulasikan pikiran atau perasaannya ke dalam lambing (bahasa) yang
diperkirakan akan dimengerti oleh komunikan. Kemudian, komunikan
menterjemahkan (decode) pesan dari komunikator. Ini berarti komunikan

6
menafsirkan lambang yang mengandung perasaan dan pikiran kom`unikator
(Effendy, 1994).
b. Proses komunikasi secara sekunder
Proses komunikasi secara sekunder adalah proses penyampaian pesan
oleh komunikator kepada komunikan dengan menggunakan alat atau
sarana sebagai media kedua setelah memakai lambang sebagai media
pertama. Seorang komunikator menggunakan media ke daola dua
komunikasi karena komunikan sebagai sarana berada di tempat yang
relative jauh atau jumlahnya banyak. Surat, telepon fax, radiao, majalah,
dll merupakan media yang sering digunakan dalan komunikasi (Effendy,
1994).
Secara sederhana proses komunikasi dapat digambarkan sebagai
berikut. (Djuarsa, 1998)

7
Keterangan
Source : Sumber pengirim pesan.
Encoding : Membentuk kode-kode pesan.
Decoding : Memecahkan/membaca kode-kode pesan.
Interpreting : Menginterpretasikan kode pesan.
Messages : Pesan.
Channel : Saluran.
Receiver : Penerima pesan.
Feed-back : Umpan balik.
Proses komunikasi yang digambarkan tersebut dapat dijelaskan
demikian: pertama, pihak sumber membentuk (encode) pesan dan
menyampaikannya melalui satu saluran tertentu (misalnya melalui surat,
telepon, gelombang udara) jika komunikasi berlangsung secara tatap muka.
Kemudian pihak penerima mengartikan dan menginterpretasikan pesan
tersebut. Apabila ia (penerima) punya tanggapan maka ia akan membentuk
pesan dan menyampaikannya kembali kepada sumber. Tanggapan yang
disampaikan penerima pesan kepada sumber disebut sebagai umpan-balik.
Pihak sumber kemudian akan mengartikan dan menginterpretasikan
tanggapan tadi, dan kembali ia akan melakukan pembentukan dan
penyampaian pesan baru. Demikianlah proses ini terus berlanjut secara
sirkuler, di mana kedudukan sebagai sumber dan penerima berlaku secara
bergantian (Djuarsa, 1998).
2. Jenis- Jenis Komunikasi
Berdasarkan cara menyampaikan informasi dapat dibedakan menjadi
komunikasi verbal dan non verbal, sementara komunikasi berdasarkan perilaku
dapat dibedakan menjadi komunikasi formal, komunikasi informal, dan
komunikasi non formal, berikut penjelasannya:
1) Berdasarkan cara menyampaikan informasi
Agus M. Hardjana di dalam bukunya yang berjudul Komunikasi
Interpersonal dan Komunikasi Intrapersonal, berpendapat bahwa:
 Komunikasi Verbal

8
Komunikasi verbal adalah komunikasi yang menggunakan kata- kata, entah
lisan maupun tulisan. Komunikasi ini paling banyak dipakai dalam hubungan
antar manusia. Melalui kata- kata mereka mengungkapkan perasaan, emosi,
pemikiran, gagasan, atau maksud mereka, menyampaikan fakta, data, dan
informasi serta menjelaskannya, saling bertukar pikiran dan pemikiran, saling
berdebat dan bertengkar (Hardjana, 2003).
 Komunikasi Non-verbal
Komunikasi non-verbal adalah komunikasi yang pesannya dikemas dalam
bentuk non verbal, tanpa kata- kata. Dalam hidup nyata komunikasi non verbal
jauh lebih banyak dipakai daripada komunikasi verbal. Dalam berkomunikasi
hampir secara otomatis komunikasi non verbal ikut terpakai. Karena itu,
komunikasi non verbal bersifat tetap dan selalu ada. Komunikasi non verbal
lebih jujur mengungkapkan hal yang mau diungkapkan karena spontan
(Hardjana, 2003).
2) Berdasarkan perilaku
 Komunikasi Formal
Komunikasi formal yaitu komunikasi yang terjadi diantara organisasi atau
perusahaan yang tata caranya sudah diatur dalam struktur organisasinya
(Hardjana, 2003).
 Komunikasi Informal
Komunikasi informal yaitu komunikasi yang terjadi pada sebuah organisasi
atau perusahaan yang tdak ditentukan dalam struktur organisasi serta tidak
mendapat kesaksian resmi yang mungkin tidak berpengaruh kepada
kepentingan organisasi atau perusahaan (Hardjana, 2003).
 Komunikasi Non Formal
Komunikasi non formal yaitu komunikasi yang terjadi antarakomunikasi
yang bersifat formal dan informal, yaitu komunikasi yang berhubungan dengan
pelaksanaan tugas pekerjaan organisasi atau perusahaan dengan kegiatab yang
bersifat pribadi anggota organisasi atau perusahaan tersebut (Hardjana, 2003).

9
Selain jenis-jenis komunikasi yang telah disebutkan diatas, terdapat pula jenis
komunikasi lain yaitu berdasarkan ruang lingkup, jumlah yang berkomunikasi,
dan kelangsungannya. Berikut penjelasannya:
1) Komunikasi Berdasarkan Ruang Lingkup
 Komunikasi Internal
Komunikasi internal dapat dibedakan menjadi 3 ( tiga ) macam , yaitu :
a. Komunikasi vertikal yang terjadi di dalam bentuk komunikasi dari
pemimpin kepada anggota , seperti perintah , teguran , pujian , dan
sebagainya.
b. Komunikasi horizontal yang terjadi di dalam ruang lingkup organisasi atau
perusahaan diantara orang - orang yang memiliki kedudukan sejajar .
c. Komunikasi diagonal yang terjadi di dalam ruang lingkup organisasi atau
perusahaan diantara orang - orang yang memiliki kedudukan berbeda pada
posisi tidak sejalur vertikal
 Komunikasi Eksternal
Komunikasi yang terjadi antara organisasi atau perusahaan dengan pihak
masyarakat yang ada diluar organisasi atau perusahaan tersebut. Komunikasi
eksternal dimaksudkan untuk memperoleh pengertian , kepercayaan, bantuan
dan kerjasama dengan masyarakat.
Komunikasi dengan pihak luar bisa berbentuk :
 Eksposisi , pameran , promosi, dan sebagainya.
 Konperensi pers.
 Siaran televisi , radio dan sebagainya.
 Bakti sosial (Rustan, 2017).
2) Komunikasi Bedasarkan Jumlah Yang Berkomunikasi
 Komunikasi Perseorangan
Komunikasi yang terjadi dengan cara perseorangan atau individu antara
pribadi dengan pribadi mengenai persoalan yang bersifat pribadi juga.
 Komunikasi Kelompok
Komunikasi yang terjadi pada kelompok mengenai persoalan - persoalan yang
menyangkut kepentingan kelompok. Perbedaanya dengan komunikasi

10
perseorangan yaitu komunikasi ini lebih terbuka dibandingkan dengan
komunikasi perseorangan (Rustan, 2017).
3) Komunikasi berdasarkan Kelangsungannya
Berdasarkan Kelangsungannya , komunikasi dapat dibedakan menjadi :
 Komunikasi Langsung
Komunikasi dilakukan secara langsung tanpa bantuan perantara orang
ketiga ataupun media komunikasi yang ada dan tidak dibatasi oleh adanya
jarak.
 Komunikas Tidak Langsung
Komunikasi dilaksanakan dengan bantuan pihak ketiga atau bantuan alat -
alat media komunikasi (Rustan, 2017).
3. Definisi Model Komunikasi
Model merupakan alat yang digunakan sebagai pendukung untuk menjelaskan
suatu peristiwa, kondisi, atau proses yang menekankan hal-hal yang terpenting
untuk diketahui, dimengerti dan diingat, serta menghilangkan hal-hal yang tidak
berkaitan dengan kondisi, peritiwa, dan proses tersebut. Edward Depari (dalam
Pieter, 2017) mengatakan komunikasi adalah proses penyampaian gagasan, ide-
ide, pikiran, harapan, dan pesan yang disampaikan melalui simbol atau lambang-
lambang tertentu yang mengandung makna yang dilakukan oleh penyampai pesan
yang ditunjukan kepada penerima pesan yang bertujuan untuk mendapatkan
respons dari penerimanya (Pieter, 2017).
Shannon dan Weaver (dalam Pieter, 2017) mengatakan bahwa, komunikasi
ialah bentuk interaksi manusia yang saling mempengaruhi satu sama lainnya yang
dilakukan dengan cara sengaja atau tidak sengaja, dalam bentuk verbal maupun
nonverbal, lukisan, ekspresi, seni, dan teknologi. Sehingga model komunikasi
merupakan sebuah interpretasi fenomena komunikasi yang menonjolkan unsur-
unsur terpenting yang akan dipakai untuk memahami suatu proses komunikasi
(Pieter, 2017).

4. Fungsi Model Komunikasi

11
Menurut Alo Liliweri dikutip dalam buku Pengantar Ilmu Komunikasi , ada 5
Fungsi model komunikasi:
1) Simplify a complex problem adalah menyederhanakan teori, konsep, atau
masalah yang abstark dan sukar menjadi konkrit sehingga mudah di pahami.
2) Organize thinking adalah mengorganisasikan cara berfikir pengirim dan
penerima tentang ide yang terkandung dalam pesan.
3) Abstrak part of whole adalah membuat abstrak/ meringkas suatu
keseluruhan yang luas menjadi kecil dan mudah dipahami.
4) Predict success or failure adalah melakukan prediksi terhadap sesuatu yang
bakal terjadi dengan memperhatikan argumentsi dengan masa lalu dan masa
kini.
5) Stimulate thinking and hypothesis bulding adalah mendorong pemikiran
pengirim dan penerima, terutama dapat membangun hipotesis komunikasi.
Misalnya: saya---- lakukan ini, maka akan terjadi….
Menurut Deutsch dikutip dalam buku Teori Komunikasi Kontemporer, ada 4
fungsi model komunikasi yaitu:
1) Fungsi mengorganisasikan, yaitu model membantu mengorgnisasikan
sesuatu hal dengan cara mengkaitkan satu bagian dengan bagian lainnya
sehingga memperoleh gambaran yang menyeluruh.
2) Fungsi prediksi yaitu model dapat memperkirakan hasil atau akibat yang
akan dicapai
3) Fungsi heuristic yaitu melalui model, kita dapat mengetahui sesuatu hal
secara keseluruhan dengan adanya fakta-fakta/ metode baru yang elum kita
ketahui
4) Fungsi pengukuran
Menurut Gorden Wiseman dan Larry Barker dikutip dalam buku Teori
Komunikasi Kontemporer, Ada 3 fungsi model komunikasi:
1) Melukiskan proses komunikasi
2) Menunjukkan hubungan visual
3) Membantu dan menemukan dan memperbaiki kemacetan komunikasi

12
William I. Loren Anderson (dalam Deddy Mulyadi,2005:5-30)
mengkategorikan fungsi komunikasi menjadi 4, yaitu:
a. Sebagai komunikasi sosial
Fungsi komunikasi sebagai komunikasi social setidaknya
mengisyaratkan bahwa komunikasi itu penting untuk membangun konsep
diri, aktualisasi diri, untuk kelangsungan hidup, untuk memperoleh
kebahagian, terhindar dari tegangan dan tekanan, antara lain lain lewat
komunikasi yang bersifat menghibur dan memupuk hubungan dengan
orang lain (Mulyana, 2005).
b. Sebagai komunikasi ekspresif
Komunikasi berfungsi untuk menyampaikan peerasaan-perasaan (emosi)
kita. Perasan-perasaan tersebut terutama dikomunikasikan melalaui pesan-
pesan nonverbal. Perasaan sayang, peduli, rindu, simpati, gembira, sedih,
takut dapat disampaikan lewat kata-kata, namun bisa disampaiakn lebih
ekspresif lewat perilaku nonverbal. Misalnya ibu menunjukan rasa kasih
sayangnya dengan membelai kepala anaknya (Mulyana, 2005).
c. Sebagai komunikasi ritual
Komunikasi ritual biasanya dapat terlihat pada suatu komunitas yang
melakukan upacara-upacara yang disebut oleh para antropolog sebagai rites
of passage, seperti upacara kelahiran, upacara pernikahan, siraman, dan
lain-lain.dalam acara tersebut orang-orang biasanya mengucapkan kata-kata
atau perilaku-perilaku simbolik (Mulyana, 2005).
d. Sebagai komunikasi instrumental
Komunikasi instrumental mempunyai beberapa tujuan umum, yaitu:
menginformasikajn, mengajar,mendorong, mengubah sikap, menggerakan
tindakan, dan juga menghibur. Sebagai instrument, komunikasi tidak saja
digunakan untuk menciptakan dan membangun hubungan, namun juga
untuk menghancurkan hubungan tersebut. Komunikasi berfungsi esbagai
instrument untuk mencapai tujuan-tujuan pribadi dan pekerjaan, baik tujuan
jangka pendek maupun jangka panjang (Mulyana, 2005).

13
5. Macam-macam Model Komunikasi
a. Tipe Model Komunikasi
 Komunikasi Satu Arah & Self-Action
Model ini menekankan bagaimana mengatur suatu "pesan" sehingga
layak diterima dan dipahami oleh penerima. Model ini sangat peduli
terhadap self-action treats communication yang mengatakan bahwa pesan
itu berterima hanya jika pengirim dapat memanipulasi penerima, dan
manipulasi itu hanya dapat dilakukan melalui manipulasi pesan. Para ahli
komunikasi mengatakan bahwa model ini very message centered (Liliweri,
2011).

Encoder  message channel  decoder

 Komunikasi Dua Arah dan Interaktif


Model ini mengemukakan bahwa pada dasarnya peranan penerima sama
dengan peranan komunikator, dan peranan itu terlihat ketika dia
memberikan umpan balik pesan kepada pengirim. Model yang disebut
"model dua arah" ini sangat bermanfaat bagi pengirim dan penerima
mendiskusikan pesan-pesan yang dikirimkan dalam suatu proses
komunikasi. Fokus model ini diletakkan pada penerima (Liliweri, 2011).

Encoder  message channel  decoder

feedback

 Komunikasi Transaksi
Pendekatan ini terfokus pada "makna” yang dibagi atau yang
dipertukarkan dengan memperhitungkan berbagai faktor yang
mempengaruhi proses komunikasi. Sebuah transaksi komunikasi yang
terbaik digambarkan sebagai komunikasi yang efektif. Model ini merupakan
kepenuhan dari model satu arah dan dua arah. Model ini menggambarkan
pengirim membagikan pesan atau meneruskan pesan kepada penerima.
Ketika pesan itu tiba pada penerima, maka penerima, dapat memberikan
umpan balik yang jelas yang memungkinkan pengirim dapat mengetahui

14
apakah pesan itu dipahami sebagaimana dimaksudkan oleh pengirim. Jika
pesan tidak diterima sebagai mana yang dimaksudkan pengirim, maka
komunikasi terus berproses sampai dua pihak menemukan makna
sesungguhnya (Liliweri, 2011).
b. Jenis Model Komunikasi
1) Model Komunikasi Klasik (Aristoteles)
Model komunikasi ini pertama kali dibuat oleh Aristoteles. Model
komunikasi klasik bersifat retorika dan sangat berkembang pada masa itu di
Yunani. Model komunikasi ini sering kali dipakai masyarakat pada saat itu
untuk menyampaikan sambutan, menyampaikan pembelaan di pengadilan,
rapat umum, dan sebagainya (Pieter, 2017).
Model komunikasi klasik yang dibuat Aristoteles belum menggunakan
media dalam proses komunikasi sehingga pada masa itu keterampilan
berkomunikasi sangat populer. Namun seiring dengan perkembangan zaman
dan bermunculannya berbagai media (saluran) komunikasi, maka model
komunikasi yang retorika mulai ditinggalkan, dan hanya pada kegiatan-
kegiatan religius yang terkesan masih menggunakan model komunikasi
klasik dari Aristoteles (Pieter, 2017).

2) Model Komunikasi Harold Laswell


Model komunikasi Harold Laswell merupakan penyempurnaan
komunikasi klasik dari Aristoteles. Harold Laswell adalah scorang sarjana
politik dari Amerika yang kemudian membuat suatu model komunikasi
yang dikenal dengan model komunikasi Laswell. Model komunikasi ini
merupakan satu-satunya model komunikasi massa yang paling sederhana
(Pieter, 2017).

15
Menurut komunikasi Laswell, istilah komunikator adalah orang yang
paling memiliki pengaruh dan mampu mengarahkan komunikan untuk
mengikuti keinginannya. Jadi, komunikator memiliki kekuatan komunikasi
(powerfull) sehingga pesan-pesan yang disampaikannya dipastikan
memberikan efek dalam diri komunikan. Oleh karena itu, tidak
mengherankan model komunikasi Laswell banyak digunakan untuk
menstimulasi riset komunikasi, khususnya dalam bidang komunikasi massa
dan politik. Unsur-unsur model komunikasi Laswell, yaitu: (a) who
(komunikator); (b) say what (pesan apa yang akan disampaikan): (c) in with
channel (saluran komunikasinya); (d) to whom (siapa penerimanya); dan (e)
with what effect (efek komunikasinya) (Pieter, 2017).

Model komunikasi Laswell banyak mendapat kritikan dari para pakar


komunikasi, karena model komunikasi ini memengaruhi efek terhadap
komunikan, sehingga mengabaikan faktor-faktor pertimbangan (umpan
balik) kepada komuniator (Pieter, 2017).
3) Model S-R
Model stimulus – respon (S – R) adalah model komunikasi paling dasar.
Model ini depengaruhi oleh disiplin psikologi, khususnya yang beraliran
behavioristik. Model tersebut menggambarkan stimulus – respons. Model
ini menunjukan komunikasi sebagai aksi reaksi yang sederhana. Model ini
mengasumsikan bahwa kata-kata verbal, isyarat non-verbal, gambar dan
tindakan tertentu merangsang orang lain untuk memberikan respon dengan
cara tertentu.Pertukaran informasi ini bersifat timbal balik dan memiliki
banyak efek dan setiap efek dapat mengubah tindakan komunikasi. Bila

16
seorang lelaki berkedip kepada seorang wanita, dan wanita itu kemudian
tersipu malu, itulah pola S – R (Suryanto,2015).

Stimulus Reaksi

Pola S – R dapat pula berlangsung negatif, misalnya orang pertama


menatap orang kedua dengan tajam, dan kedua orang itu balik menatap, atau
menunduk malu, atau malah memberontak.

4) Model Shannon dan Weaver


Model yang diciptakan oleh Shannon dan Weaver adalah model yang
paling mempengaruhi model komunikasi lain, pada model ini Shannon dan
Weaver menjelaskan bahwa dalam berkomunikasi terjadi pengubahan pesan
oleh Ransmitter yang berasal dari sumber informasi menjadi sinyal yang
sesuai dengan saluran yang digunakan Saluran adalah medium pengirim
pesan dari Transmitter ke penerima (Julia, 2013).
Bila diasumsikan dalam percakapan maka sumber informasi adalah otak
(ransmitter), menyampaikan sinyal berupa suara yang akan disalurkan oleh
udara (channel) menuju indera pendengaran (receiver). Selain itu yang
paling penting adalah model ini mejelaskan adanya gangguan (noise) yang
terjadi dalam proses komunikasi, gangguan kemudian dibagi menjadi dua
bagian yaitu gangguan psikologis dan gangguan fisik, gangguan psikologis
meliputi gangguan yang berkaitan dengan pemikiran dan perasaan,
kelemahan dari model ini lagi-lagi adalah, komunikasi masih dianggap
sebagi sesuatu yang statis dan satu arah.

17
5) Model Westley dan MacLean
Bruce Westley dan Malcolm MacLean memperkenalkan model
komunikasinya untuk membantu menjelaskan komunikasi interpersonal dan
media komunikasi massa. Melalui teorinya bentuk komunikasi sederhana
maupun kompleks dapat dimodelkan dan dipelajari. Teori Westly dan
MacLean diwakili dengan empat versi. Masing-masing versi berisi variabel
yang mewakili peran yang berbeda-beda dalam komunikasi. Variabel “X”
mewakili informasi yang akan disampaikan. “C” merupakan pemancar
kurang tujuan dari “A” , bertindak sebagai saluran untuk informasi (X). “B”
merupakan penerima atau penonton komunikasi.
a. Versi pertama B memiliki koneksi langsung ke berbagai titik X. Dalam
versi ini, penerima harus mengambil informasi, X. dalam versi ini
penerimaan informasi bersifat langsung, tidak ada interpreter atau
mediator
b. Versi kedua dari model untuk mengumpulkan informasi, X, proses data
kemudian mengirimkan informasi yang telah dikumpulkan ke B. Dalam
versi ini ada umpan balik dari B ke A, sehingga A dapat mengetahui
seberapa banyak informasi yang diserap oleh B.

Diagram model Westly Mclean versi pertama dan kedua

18
c. Versi ketiga memiliki C sebagai interpreter atau saluran untuk saluran
informasi. B mendapat semua komunikasi dari C. C mengumpulkan
semua data yang tersedia, X, dan informasi (X) yang didapat akan diolah
dulu oleh C yang mana yang dapat dikirim ke B.

Diagram model Westly Mclean versi ketiga

6) Model Gerbner
Model Gerbner adalah merupakan perluasan dari model Lasswell. Model
ini terdiri dari model verbal dan model dragmatik. Model Verbal adalah
seseorang memersepsi kejadian dan bereaksi dalam situasi itu melalui
berbagai pemaknaan untuk membuat bahan-bahan yang dibutuhkan Model
verbal Gerbner adalah sebagai berikut:
Dalam beberapa bentuk dan konteks dalam suatu isi dan kosekuensi yang
ada.
a. Seorang sumber
b. mempersepsi suatu kejadian
c. dan bereaksi
d. melalui suatu alat (maluran, media, rekayasa fisik, fasilitas
administratif dan kelembagaan untuk distribusi dan kontrol)
e. untuk menyediakan materi
f. dalam suatu bentuk

19
g. dan konteks
h. yang mengandung isi
i. yang mempunyai suatu konsekuensi
Model Gerbner menunjukan bahwa sesorang mempersepsi suatu kejadian
dan mengirimkan pesan kepadan suatu transmitter yang pada gilirannya
mengirimkan sinyal pada pemerima (receiver), dalam transmisi itu sinyal
menghadapi gangguan dan mucul sebagai SSS bagi sasaran (destination).
Model ini berbicara dalam dua konteks, yaitu komunikasi interpersonal dan
komunikasi massa. Perbedaan yang paling penting di antara keduanya
adalah umpan balik (feedback) (Muhammad, 2009).
6. Tujuan dan Manfaat Model Komunikasi
 Tujuan model komunikasi:
Representasi dari suatu peristiwa komunikasi (Mundakir, 2016).
 Manfaat model komunikasi:
a. Dapat memperlihatkan faktor-faktor yang terlibat dalam komunikasi.
b. Dapat memberikan gambaran umum mengenai suatu hal atau kondisi
tertentu.
c. Dapat memperkirakan hasil atau akibat yang akan dicapai.
d. Dapat membantu dan memperbaiki hambatan dalam proses komunikasi.
(Mundakir, 2016)
7. Definisi Barier Komunikasi
Hambatan komunikasi merupakan segala sesuatu yang menghalangi kelancaran
komunikasi disebut sebagai gangguan (noise). Pencetakan huruf yang saling
bertindihan dalam suatu surat kabar atau majalah akan menjadi gangguan bagi
pembacanya. Kata-kata yang diucapkan secara tidak tepat oleh seorang penyiar
akan mengganggu komunikasi dengan pendengarnya. Apabila kata-kata atau
kalimat yang disampaikan tidak atau bukan merupakan kata-kata yang secara luas
dipahami oleh pendengar. Penggunaan kata-kata asing yang sulit dimengerti tentu
merupakan bagian dari noise atau gangguan yang harus dihindari oleh statsiun
radio. Disamping itu, ada pula gangguan yang berasal dari saluran komunikasi
tersebut, misalnya interferensi yang terjadi pada gelombang radio yang

20
mengakibatkan tidak jelasnya isi siaran diterima oleh pendengar. Gangguan bukan
merupakan bagian dari proses komunikasi akan tetapi mempunyai pengaruh
dalam proses komunikasi, karena pada setiap situasi hampir selalu ada hal yang
mengganggu kita. Gangguan adalah hal yang merintangi atau menghambat
komunikasi sehingga penerima salah menafsirkan pesan yang diterimanya.
Gangguan (interference) atau kegaduhan (noise) adalah sesuatu yang mengubah
informasi yang disampaikan kepada komunikan atau mengalihkannya dari
komunikan tersebut (Nurdianti, 2014).
Pada hakikatnya kebanyakan dari ganguan yang timbul, bukan berasal dari
sumber atau salurannya, tetapi dari audience (penerima)nya. Manusia sebagai
komunikan memiliki kecendrungan untuk acuh tak acuh, meremehkan sesuatu,
salah menafsirkan, atau tidak mampu mengingat dengan jelas apa yang
diterimanya dari komunikator. Setidak-tidaknya ada tiga faktor psikologis yang
mendasari hal itu (Suprapto, 2009 :14), yaitu:
a. Selective attention. Orang biasanya cenderung untuk mengekspos dirinya
hanya kepada hal-hal (komunikasi) yang dikehendakinya. Misalnya,
seseorang tidak berminat membeli mobil, jelas dia tidak akan berminat
membaca iklan jual beli mobil.
b. Selective perception. Suatu kali, seseorang berhadapan dengan suatu
peristiwa komunikasi, maka ia cenderung menafsirkan isi komunikasi sesuai
dengan prakonsepsi yang sudah dimiliki sebelumnya. Hal ini erat kaitannya
dengan kecendrungan berpikir secara stereotip.
c. Selective retention. Meskipun seseorang memahami suatu komunikasi,
tetapi orang berkecenderungan hanya mengingat apa yang mereka ingin
untuk diingat. Misalnya, setelah membaca suatu artikel berimbang
mengenai komunisme, seorang mahasiswa yang anti komunis hanya akan
mengingat hal-hal jelek mengenai komunisme. Sebaliknya mahasiswa yang
prokomunis cenderung untuk mengingat kelebihan-kelebihan sistem
komunisme yang diungkapkan oleh artikel tersebut.

21
8. Macam-macam Barier Komunikasi
 Menurut Marhaeni Fajar, 2009 :
a. Hambatan dari pengirim pesan, misalnya pesan yang akan disampaikan
belum jelas bagi dirinya atau pengirim pesan, hal ini dipengaruhi oleh
perasaan atau situasi emosional sehingga mempengaruhi motivasi, yaitu
mendorong seseorang untuk bertindak sesuai keinginan, kebutuhan atau
kepentingan.
b. Hambatan dalam penyandian/simbol. Hal ini dapat terjadi karena bahasa
yang dipergunakan tidak jelas sehingga mempunyai arti lebih dari satu,
simbol yang digunakan antara si pengirim dengan si penerima tidak sama
atau bahasa yang dipergunakan terlalu sulit.
c. Hambatan media, adalah hambatan yang terjadi dalam penggunaaan
media komunikasi, misalnya gangguan suara radio sehingga tidak dapat
mendengarkan pesan dengan jelas.
d. Hambatan dalam bahasa sandi. Hambatan terjadi dalam menafsirkan
sandi oleh si penerima.
e. Hambatan dari penerima pesan. Misalnya kurangnya perhatian pada saat
menerima/mendengarkan pesan, sikap prasangka tanggapan yang keliru
dan tidak mencari informasi lebih lanjut.
 Menurut Effendy, 2003 :
a. Gangguan Mekanik (mechanical, channel noise)
Gangguan yang disebabkan saluran komunikasi atau kegaduhan yang
bersifat fisik, contohnya adalah: huruf yang tidak jelas, huruf
terbalik,halaman yang sobek pada surat kabar atau bunyi riuh hadirin pada
saat seseorang memimpin rapat.
b. Gangguan Semantik (semantic noise)
Gangguan yang menjadikan pengertian sebuah pesan komunikasi
menjadi rusak. Arti kata semantik adalah pengetahuan mengenai pengertian
kata yang sebenarnya atau perubahan pengertian kata. Setiap orang dapat
memiliki pengertian yang berbeda dari sebuah lambang kata yang sama
yang disebabkan oleh dua jenis pengertian, yaitu: (1) pengertian denotatif

22
(denotative meaning) adalah pengertian suatu perkataan yang lazim ada
dalam kasus yang diterima oleh masyarakat dengan bahasa dan kebudayaan
yang sama, dan (2) pengertian konotatif (connotative meaning) adalah
pengertian yang bersifat emosional dari pengalaman dan latar belakang
seseorang.
9. Model Komunikasi yang Tepat Berdasarkan Skenario
Metode yang sesuai dengan sekenario adalah metode komunikasi linear
(metode Laswell). Karena menurut (Sendjaja, 2004) metode Laswell
mengemukakan tiga fungsi komunikasi yaitu :
1) Pengawasan lingkungan yang mengingatkan anggota masyarakat akan
bahaya dan peluang dalam lingkungan
2) Korelasi berbagai bagian terpisah dalam masyarakat yang merespon
lingkungan.
3) Transmisi warisan sosial dari suatu generasi ke generasi lainnya.
Akan tetapi model ini dikritik karena model ini mengisyaratkan kehadiran
komunikator dan pesan yang bertujuan.
Serta menurut Lasswell, persoalan komunikasi menyangkut 5 (lima)
pertanyaan sederhana sebagai berikut :
WHO? (siapa?)
SAYS WHAT? (mengatakan apa?)
WHICH CHANNELS? (melalui saluran apa?)
TO WHOM? (kepada siapa?)
WITH WHAT EFFECT? (dengan akibat apa?)
Kemudian dikorelasikan sesuai dengan skenario, berikut penjelasannya:
Who orang yang member informasi (komunikator) drg. Andy
What pesan apa yang ingin diberikan mengadakan kegiatan PSN
Chanel saluran/media yang digunakan komunikator
Whom kepada siapa informasi diberikan (komunikan) masyarakat di
kawasan expatriate

23
Effect perubahan setelah diberi imformasi keikutsertaan masyarakat dalam
program-program peuskesmas dan dapat meningkatkan peran serta masyarakat
dikawasan expatriate tersebut.
Model komunikasi klasik dari Lasswell ini menunjukkan bahwa pihak
pengirim pesan (komunikator) pasti mempunyai suatu keinginan untuk
mempengaruhi pihak penerima (komunikasi), dan karenanya komunikasi harus
dipandang sebagai upaya persuasi. Setiap upaya penyampaian pesan dianggap
akan menghasilkan akibat, baik positif ataupun negatif. Dan hal ini, menurut
Lasswell banyak ditentukan oleh bentuk dan cara penyampaiannya. Salah satu
kelemahan dari model Lasswell ini adalah tidak digambarkannya unsur feedback
(umpan balik) sehingga proses komunikasi yang dijelaskan bersifat linear/searah
(Sendjaja, 2004).

24
DAFTAR PUSTAKA

Agus M. Hardijana. 2003. Komunikasi Intrapersonal & Komunikasi


Interpersonal. Yogyakarta: Kanisius.Djuarsa, Sendjaja, Sasa, P.H.d
Dkk, 1998. Pengantar Komunikasi Jakarta; PT Gramedia.
Ahmad Sultra, Nurhakki. 2017. Pengantar Ilmu Komunikasi. Yogyakarta: CV
Budi Utama
Effendy, Onong. (1994). Ilmu Komunikasi: Teori dan Praktek, Bandung, Reamaja
Rosdakarya.
Effendy, Onong Uchjana. 2003. Ilmu, teori dan filsafat komunikasi. Bandung :
Citra Aditya Bakti.
Fajar, Marhaeni. 2003. Ilmu Komunikasi Teori & Praktek Edisi Pertama.
Yogyakarta: Graha ilmu.
Julia T. Wood. 2013. Komunikasi Interpersonal Interaksi Keseharian. Jakarta:
Salemba Humanika
Liliweri, Alo. 2011. Komunikasi Serba Ada Serba Makna. Jakarta: Prenada Media
Group.
Muhammad, Arni. 2009. Komunikasi Organisasi. Jakarta : PT Bumi Aksara.
Mulyana, Deddy, 2005, Ilmu Komunikasi: Suatu Pengantar, Bandung, Remaja
Rosdakarya.
Mundakir. 2016. Buku Ajar Komunikasi Pelayanan Kesehatan. Yogyakarta:
Indomedia Pustaka
Nurdianti, Siti Rahma. 2014. Analisis Faktor-Faktor Hambatan Komunikasi
Dalam Sosialisasi Program Keluarga Berencana Pada
Masyarakat Kebon Agung-Samarinda. eJournal Ilmu Komunikasi,
Volume 2, Nomor 2, 2014: 145-159
Pieter, H. Z. 2017. Dasar-Dasar Komunikasi bagi Perawat. Edisi Pertama. PT
Kharisma Putra Utama: Jakarta.
Rustan, A. S. 2017. Pengantar Ilmu Komunikasi. CV Budi Utama: Yogyakarta.
Sendjaja, S. Djuarsa.2004.Pengantar Ilmu Komunikasi. Jakarta: Universitas
Terbuka.

25
Suprapto, Tommy. 2009. Pengantar Teori dan Manajemen Komunikasi.
Yogyakarta: MedPress (anggota IKAPI)
Suryanto. 2015. Pengantar Ilmu Komunikasi. Bandung: Pustaka Setia.
Zikri Fachrul. 2017. Teori Komunnikasi Kontemporer. Jakarta: Kencana

26