Anda di halaman 1dari 13

LAPORAN OBSERVASI

BUDAYA DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN


DI MTs Ma’arif Bakung Udanawu
Tahun Akademik 2018/2019

Oleh
Anggraeni Yunita Sari
17204163265

FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN


INTITUT AGAMA ISLAM NEGERI
TULUNGAGUNG
2019
LAPORAN OBSERVASI
BUDAYA DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN
DI MTS MA’ARIF BAKUNG UDANAWU
TAHUN AKADEMIK 2018/2019

Disusun untuk melengkapi tugas dan


Memenuhi syarat mata kuliah
Magang I

Oleh
Anggraeni Yunita Sari
17204163265

FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN


INTITUT AGAMA ISLAM NEGERI
TULUNGAGUNG
2019
LEMBAR PENGESAHAN
Dengan ini Anggraeni Yunita Sari dinyatakan telah melaksanakan Program
Magang I dan Laporan Observasi yang ditulis oleh mahasiswa tersebut telah
mendapat persetujuan dari Guru Pamong dan Dosen Pembimbing Magang

Tulungagung, Juni 2019

Dosen Pembimbing Guru Pamong

Dr. Nur Cholis, M. Pd.I Afwin Ulfia, S. Pd. I


NIP…………………... NIP…………………...

Mengetahui,
Kepala Sekolah

Haidar Mirza, S.Pd.I


NIP. …………………
DAFTAR ISI

Lembar Judul Laporan Observasi . ...............................................................


Lembar Pengesahan Laporan Magang I. ........................................................
Daftar Isi.........................................................................................................
Daftar Lampiran. ............................................................................................
BAB I PENDAHULUAN. ............................................................................
A. Latar Belakang Observasi. .................................................................
B. Tujuan Observasi. ..............................................................................
C. Ruang Lingkup Observasi. .................................................................
BAB II OBSERVASI DAN REFLEKSI. ...................................................
A. Waktu dan Tempat Observasi. ...........................................................
B. Hal-hal yang Diobservasi. ..................................................................
C. Budaya Sekolah/Madrasah. ................................................................
D. Rancangan Pembelajaran. ..................................................................
E. Pelaksanaan Proses Pembelajaran. .....................................................
F. Masalah-masalah Pembelajaran dan Cara Mengatasi. .......................
BAB III PENUTUP. .....................................................................................
A. Lampiran- lampiran. ...........................................................................
DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1. Instrumen Observasi Budaya Sekolah/Madrasah/Lembaga PAUD


(RA/TK, KB) (Mahasiswa Magang I)
Lampiran 2. Perencanaan Observasi Pembelajaran (Mahasiswa Magang I)
Lampiran 3. Instrumen Observasi Pembelajaran (RA?TK, KB)
Lampiran 4. Instrumen Observasi Pembelajaran (MI/SD, MTs/SMP,
MA/SMA/SMK)
Lampiran 5. Instrumen Instrumen Refleksi Hasil Observasi Budaya dan
Kegiatan Pembelajaran (Mahasiswa Magang I)
Lampiran 6. Format Idntifikasi KI/SK dan KD
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Observasi


Pendidikan adalah investasi masa depan yang tak ternilai, untuk itu
Kementrian Pendidikan dan Budaya telah berkomitmen bahwa pendidikan
bagi generasi emas ini harus dimulai dengan serius dan disiapkan dengan
sepenuh hati. Selain itu, bahwa proses penyemaian generasi emas ini harus
dibarengi dengan penyiapan guru profesional melalui suatu sistem
pendidikan guru yang bermutu dan akuntabel yaitu melalui kegiatan
magang kependidikan.
Berkaitan dengan usaha untuk menyiapkan calon pendidik yang
berkualitas, maka Institut Agama Islam Negeri Tulungagung khususnya
Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan telah mencanangkan suatu program
dimana mahasiswanya akan dibekali pengetahuan serta keterampilan
dalam mendidik. Selain itu, program ini merupakan ajang pembelajaran
bagi mahasiswa kependidikan untuk mengetahui bagaimana kelayakan
menjadi seorang pendidik yang mempunyai kompetensi pedagogik,
kepribadian, sosial , dan profesional.
Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan mengadakan program magang secara
berkala yaitu Magang I dan II untuk menyiapkan guru yang berkompetensi
pedagogik, kepribadian, sosial, dan kepribadian. Pada kesempatan ini
praktikan telah melaksanakan program Magang I. Magang I merupakan
mata kuliah berbobot 4 sks yang dapat mempersiapkan mahasiswa untuk
terjun ke dunia pendidikan. Pada proses Magang I ini mahasiswa
ditekankan untuk melakukan observasi sekolah. Observasi yang dilakukan
yaitu meliputi profil sekolah, gambaran sekolah, kultur sekolah, kopetensi
pendidik, perangkat pembelajaran, dan proses pembelajaran yang
dilakukan oleh satu guru model.
Istilah observasi berasal dan bahasa Latin yang berarti ”melihat” dan
“memperhatikan”. Istilah observasi diarahkan pada kegiatan
memperhatikan secara akurat, mencatat fenomena yang muncul, dan
mempertimbangkan hubungan antar aspek dalam fenomena tersebut. Pada
dasarnya observasi bertujuan untuk mendeskripsikan setting yang
dipelajari, aktivitas-aktivitas yang berlangsung, orang-orang yang terlibat
dalam aktivitas, dan makna kejadian dilihat dan perspektif subjek yang
terlibat dalam kejadian yang diamati tersebut. Deskripsi harus kuat, faktual,
sekaligus teliti tanpa harus dipenuhi berbagai hal yang tidak relevan. 1 Pada
kegiatan Magang I ini dilakukan observasi di MTs Ma’arif Bakung
Udanawu, yaitu yang meliputi observasi budaya sekolah dan observasi
pembelajaran di kelas.

B. Tujuan Observasi
Secara umum, program Magang I bertujuan untuk membentuk
pengetahuan, keterampilan, dan sikap profesional mahasiswa sebagai calon
pendidik. Secara khusus program Magang I bertujuan khusus untuk
membangun landasan jati diri pendidik dan menetapkan kompetensi
akademik kependidikan melalui:
a. Pengamatan langsung kultur sekolah
b. Pengamatan terhadap karakteristik profesi guru
c. Pengamatan untuk memperkuat pemahaman peserta didik
d. Pengamatan langsung proses pembelajaran di kelas
e. Refleksi hasil pengamatan proses pembelajaran.

C. Ruang Lingkup Observasi


Observasi yang dilakukan dibatasi pada budaya skolah dan
pelaksaan pembelajaran di kelas satu kali tiap tatap muka, bukan observas
secara keseluruhan. Hal ini dilakukan agar observasi terfokus untuk
mengidentifikasi dan mengnalisis budaya sekolah dan pembelajaran yang
dilakukan dalam satu kali tatap muka tersebut.
Dalam observasi yang dilaksanakan ini membatasi ruang lingkup
kgiatan observasi pada pengamatan dengan metode non participate
observation. Non participate observation adalah kegiatan pngamatan,

1
http://dunia-penelitian.blogspot.com/2011/11/pengertian-dan-penggunaan-teknik.html, diakses
pada Kamis, 18 April 2019 pukul 09:18.
dimana observer brdiri sebagai ‘orang luar’ dalam kegiatan observasi yang
dilakukan. Peneliti hanya melihat, mengamati, mencatat, dan membuat
dokumentasi oservasi.
Keterlibatan observer dalam kegiatan pemebelajaran dilakukan
seminimal mungkin agar tidak mempengaruhi arah proses pembelajaran.
BAB II
OBSERVASI DAN REFLEKSI

A. Waktu dan Tempat Observasi


Adapun waktu dan tempat dilaksanakan kegiatan observasi di MTs
MA’arif Bakung Udanawu yang bertempat di Desa Bakung Kecamatan
Udanawu Kabupaten Blitar dan dilaksanakan pada Bulan 14 Maret – 17
April 2019
B. Hal-hal yang Diobservasi
Kegiatan observasi pada Magang I ini dilakukan di MTs Ma’arif
Bakung Udanawu dilakukan peneliti untuk mengobservasi melipudi budaya
sekolah yang ada di lingkungan sekolah dan mangobservasi bagaimana
proses pembelajran di kelas yang diampu oleh guru pamong.
C. Budaya Sekolah/Madrasah
MTs Ma’arif Bakung Udanawu merupakan salah satu madrasah
tsanawiyah yang berada di Kabupaten Blitar tepatnya di Jl. KH. Zaid No.
37 Bakung Kecamatan Udanawu. Sekolah ini sekarang terakreditasi A yang
tidak kalah dengan Mts/SMP Negeri yang berada di Kabupaten Blitar.
Bangunan di MTs Ma’arif Bakung Udanawu mrupakan bangunan yang
permanen (tetap), kemudian jarak ke kecamatan dari sekolah ±3km.
Untuk mewujudkan tujuan sekolah terdapat visi dan Panca Jiwa Sekolah
yaitu :
1. Visi
Terwujudnya manusia yang bertaqwa, brilmu, terampil dan mampu
mengaktualisasikan diri dalam kehidupan bermasyarakat.
2. PANCA JIWA
Pengabdian, Keihkhlasan, Kedisiplinan, Kemandirian, Ukhuwag
Islamiyah
Observasi pada budaya madrasah meliputi hal yang pertama mengenai
kedisiplinan warga sekolah dan mngenai hubungan sosial antar warga
sekolah.
1. Kedisiplinan Warga Sekolah
Kedisiplinan warga sekolah di MTs Ma’arif Bakung Udanawu
sudah disiplin, ini dicontohkan sendiri oleh Kepala Sekolah yang
disiplin, dibuktuikan dengan ketepatan waktu berangkat ke sekolah
pukul 6.30 sudah berada di depan sekolah untuk berjabat tangan
dengan guru dan siswa-siswanya.
Guru-guru di MTs Ma’arif Bakung Udanawu mempunyai
kedisiplinan yang bagus, guru berangkat sekolah dan masuk kelas
dengan tepat waktu, ini dibuktikan dengan selalu mengajar susi
jadwal dan materi yang sesuai dngan silabus. Guru juga turut
menjaga kebersihan, dibuktikan dengan sebelum memulai
pembelajaran dikelas guru meminta siswa untuk mengambil sampah
yang ada di sekitar tempat duduk siswa. Krapian guru baik,
dibuktikan dngan kekompakan dengan berseragam sesuai aturan
yang ada. Guru-guru disini arif dan bijaksanan dengan setiap warga
sekolah , dibuktikan dengan ramahnya guru-guru kepada mahasiswa
Magang I.
Karyawan di MTs Ma’arif Bakung Udanawu mempunyai
kedisplinan yang bagus, dibuktikan dengan ketepatan waktu
berangkat sekolah pukul 06.30 setiap paginya. Untuk tanggung
jawab, karyawan juga mempunyai tanggung jawab yang bagus,
dibuktikan dengan pembagian tugas-tugas yang mereka jalankan
sesuai tupoksi sebagai karyawan. Selanjutnya untuk pelayanan
sendiri juga cukup bagus, dibuktikan dengan adanya kegiatan
Magang I, karyawan siap membantu dan memberikan data yang
dibutuhkan. Kedisplinan mereka sangat baik, karyawan menaati
peraturan sekolah
Siswa MTs Ma’arif Bakung Udanawu sebagian besar
memiliki ketepatan waktu yang baik, datang sebelum pukul 07.00,
namun ada sedikit jugamyang datang terlambat, terutama pada hari
senin. Dari segi kebersihan sudah tergolong cukup baik, mereka
memperhatikan penampilan mereka dengan selalu berpakaian rapi,
walaupun ada beberapa yang tidak sesuai dengan aturan, misal baju
keluar, dan sepatu yang tidak berwarna.
2. Hubungan Antar Warga Sekolah
Secara garis besar di MTs Ma’arif Bakung Udanawu
memiliki hubungan sosial yang baik antar warga sekolah. Hal ini
terlihat dengan kepala sekolah yang selalu menyapa semua guru dan
karyawannya. Hal ini saling mengakrabkan warga sekolah.
Sedangkan kepala sekolah dengan siswa terjalin hubungan yang
baik. Interaksi guru dengan siswa juga baik terlihat dengan saling
menyapa pada saat bertemu. Pada saat pembelajaran guru dengan
siswa terlihat akrab dan siswa tetap menghormati guru. Guru
dengan karyawan ataupun guru dengan guru juga memiliki
hubungan yang baik, diantaranya terjalin hubungan kekeluargaan
yang harmonis. Bapak/Ibu guru kompak menjenguk guru yang
sakit. Selain itu mereka tidak sungkan berbagi makanan di dalam
kantor guru. Hubungan siswa dengan siswa, mereka selalu bersikap
baik kepada sesamanya dan tidak terjadi permasalahan, bahkan
mereka mampu bekerjasama dengan baik. Terlihat ketika
ekstrakulikuler berlangsung siswa tidak ada yang merasa menjadi
senior maupun junior. Hubungan sekolah dengan orangtua dan
warga sekitar sekolah juga terjalin baik. Setiap semester ada
pertemuan dengan walimurid uintuk menjelaskan bagaimana nilai
akademik dan sikap siswa di sekolah. Ketika ada tamu yang datang
ke sekolah sangat dihormati. Jadi pada intinya hubungan baik
terjalin di setiap warga sekolah dan warga sekitar MTs Ma’arif
Bakung Udanawu.
D. Rancangan Pembelajaran
Rancangan pembelajaran disini membahas tentang aspek-aspek
pembelajaran yang telah di amati oleh observer. Aspek-aspek itu terdiri dari
pembuka dari pembuka pembelajaran, kegiatan inti, penutup dan faktor
pendukung.
Diawali dengan pembuka pelajaran, guru menarik prhatian siswa
dngan mminta siswa untuk mengambil sampah (kertas, tisu, bungkus jajan)
yang ada disekitar tempat duduk. Dan guru pamong tidak akan memulai
pembelajaran sebelum kelas tersebut bersih dari sampah. Karena guru
pamong di kelas VII-H sebagi wali kelas, guru mengecek catatan siswa yang
melangkar peraturan dan memberi punishmen dengan cara Squat jump 2
kali dan jika siswa pertemuan berikutnya melakukan pelanggaran hukuman
akan berlipat. Setelah selesai guru mulai menyampaikan materi yang akan
di bahas.
Kegiatan inti ini membahas mengenai metode dan media yang
digunakan oleh guru. Metode yang digunakan guru dalam pembelajaran
cukup menarik dan melibatkan siswa untuk aktif. Metode yang digunakan
adalah demonstrasi, sehingga bisa melatih siswa untuk bisa berkomunikasi
dengan baik di depan temannya. Dengan metode itu ada siswa yang suka
dan ada yang tidak , materi yang disampaikan cukup menunjang peserta
didik untuk mencapai Kompetensi Dasar dan juga sudah secara teoritis.
Tidak lupa juga guru memberikan balik pertanyaan kepada siswa. Jika ada
siswa yang kesulitan dan bertanya guru merespon pertanyaan dengan baik
dan bijak. Namun, guru belum menggunakan media pembelajaran yang
sesuai dengan tujuan pmbelajaran.
Kemudian, penutup pembelajaran, Guru mengevaluasi materi yang
di bahas dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan kepada siswa secara
acak. Kemudian guru mengakhiri pemblajran dengan memberikan siswa PR
untuk mempelajari materi yang akan dibahas pada pertemuan selanjutnya
dan akan menunjuk siswa untuk maju secara acak.
Terakhir, faktor pendukung pembelajaran, yaitu guru pamong sudah
menggnakan bahasa yang jelas dan mudah dipahami siswa (komunikatif).
Guru menjelaskan materi dngan penuh percaya diri dan guru juga
menggunakan baju yang sopan ssuai aturan yang ada di sekolah. Dan guru
juga sudah bisa mengorganisasikan waktu dengan baik dan selesai tepat
pada waktunya.
E. Pelaksanaan Proses Pembelajaran
Pengamatan proses pembelajaran Matematika bab bangun datar,
guru pamong melakukan pengantar pembelajaran, inti pembelajaran, dan
penutup. Pertama, di dalam pngantar sudah bagus karena guru
memberikan salam, kemudian melakukan presensi siswa, dan memberikan
pengantar pembelajaran berupa motivasi dilanjutkan dengan pemberian
evaluasi pembelajaran sebelumnya, dan yang tidak ketingalan adalah
pemberian apresisasi pada siswa yang masih ingat materi sebelumnya
dengan tepuk tangan.
Proses inti pembelajaran guru pamong menggunakan metode
ceramah dan diskusi. Guru meminta beberapa siswa maju untuk
menerangkan materi tentang jenis-jenis segitiga untuk menilai
psikomotorik siwa. Guru memancing siswa untuk bertanya dan
berpendapat yang dijadikan nilai keaktifan. Jika pendapat benar maka
siswa mendapat nilai kognitif. Penilaian afktif atau sikap dilihat ketika
siswa memperhatikan guru atau tmannya menrangkan di depan. Respon
aktifitas sisw selama pembelajran sangat aktif, dibuktikan dengan
penyampaian pendapat yang cepat dan tanggap. Siswa yang berjumlah 48
perkelas, sebagian aktif dan suka berpendapat, sedangkan yang sebagian
memperhatikan dengan baik dan suka mengapresiasi dengan tepuk tangan.
Ketersediaan sarana dan prasarana di kelas belum cukup memadai karena
belum ada pengeras suara, LCD, dan Proyektor.
Kegiatan proses pembelajaran diakhiri dengan penutup, yaitu
dengan adanya evaluasi prose pembelajaran berupa pertanyaan yang di
berikan kepada siswa yang di jawab secara langsung. Guru menyampikan
materi yang harus diplajari pada pertemuan berikutnya. Jadi PR dari guru
pamong adalah siswa diminta untuk membaca dan mempelajari materi dan
akan ditunjuk beberapa untuk menjelaskan pada pertemuan berikutnya.
Hal ini membuat siswa mau tidak mau harus membaca materi. Setlah itu
pembelajaran ditutup dengan Salam dan Do’a.
F. Masalah-masalah Pembelajaran dan Cara Mengatasi

Anda mungkin juga menyukai