Anda di halaman 1dari 13

MINI RISET ETIKA BISNIS PADA UKM “KOPI LAYANG”

ETIKA BISNIS
Dosen pengampu: Aprinawati SE,MM

D
I
S
U
S
U
N
OLEH :
Wanda Salsabila (7183510043)
Herni Rizky (7182210002)
M. Iqbal Damanik (7182210012)
Dina Lestari Sipahutar (7182210011)

MANAJEMEN C
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2019
DAFTAR PUSTAKA

Puji syukur kehadirat allah SWT atas limpahan rahmat dan anugrah darinya. Kami dapat
menyelesaikan Mini Riset ini dibuat untuk salah satu tugas mata kuliah yaitu etika bisnis.
Makalah ini dibuat berdasarkan RPS.Materi materi ini bertujuan untuk menambah
wawasan dan ilmu pengetahuan dalam belajar. Ketika membaca makalah ini maka akan tau
bagaimana tentang etika bisnis yang diterapkan pada perusahaan besar maupun usaha kecil
menengah. Kami berharap dengan membaca makalah ini jadi menambah pengetahuan bagi si
pembaca.
Kami menyadari bahwa kelancaran penulisan Mini Riset ini adalah berkat bantuan dan
motivasi dari berbagai pihak. Oleh karena itu kami ingin menyampaikan terima kasih kepada
pihak-pihak yang telah membantu dalam kelancaran tugas ini.

Medan, Mei 2019

Kelompok 6
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Etika merupakan keyakinan mengenai tindakan yang benar dan yang salah, atau tindakan yang baik dan
yang buruk, yang mempengaruhi hal lainnya. Nilai-nilai dan moral pribadi perorangan dan konteks
sosial menentukan apakah suatu perilaku tertentu dianggap sebagai perilaku yang etis atau tidak etis.
Dengan kata lain, perilaku etis merupakan perilaku yang mencerminkan keyakinan perseorangan dan
norma-norma sosial yang diterima secara umum sehubungan dengan tindakan-tindakan yang benar da
baik. Perilaku tidak etis adalah perilaku yang menurut keyakinan perseorangan dan norma-norma sosial
dianggap salah atau buruk. Etika bisnis adalah istilah yang biasanya berkaitan dengan perilaku etis atau
tidak etis yang dilakukan oleh manajer atau pemilik suatu organisasi (Ricky W. Griffin dan Ronald J.
Ebert, 2007).
Etika bisnis adalah cara-cara untuk melakukan kegiatan bisnis, yang mencakup seluruh aspek yang
berkaitan dengan individu, perusahaan, industri dan juga masyarakat. Kesemuanya ini mencakup
bagaimana kita menjalankan bisnis secara adil, sesuai dengan hukum yang berlaku, dan tidak tergantung
pada kedudukan individu ataupun perusahaan di masyarakat. Etika Bisnis dalam suatu perusahaan dapat
membentuk nilai, norma dan perilaku karyawan serta pimpinan dalam membangun hubungan yang adil
dan sehat dengan pelanggan/mitra kerja, pemegang saham, masyarakat.
Setiap perusahaan memiliki peraturan-peraturan atau kode etik yang berfungsi untuk menunjang
kelancaran kegiatan operasional perusahaan. PT Unilever merupakan perusahaan yang menggunakan
etika dalam melakukan bisnisnya dan sangat menjunjung tinggi etika bisnisnya, baginya sumber daya
manusia adalah pusat dari seluruh aktivitas perseroan. Dengan memberikan prioritas pada mereka dalam
pengembangan profesionalisme, keseimbangan kehidupan, dan kemampuan mereka untuk berkontribusi
pada perusahaan. Perseroan mengelola dan mengembangkan bisnis perseroan secara bertanggung jawab
dan berkesinambungan.

1.2 Rumusan dan Batasan Masalah


Berdasarkan latar belakang masalah diatas , maka dapat ditarik rumusan masalah sebagai berikut, yaitu:
1. Apakah KOPI LAYANG menggunakan etika dalam menjalankan bisnisnya?
2. Jika KOPI LAYANG tidak menggunakan etika bisnis, apakah bentuk pelanggarannya, faktor
penyebab nya dan bagaimana cara mengatasinya?
1.3 Tujuan
Adapun tujuan penulisan untuk memenuhi tugas softskill mata kuliah Etika Bisnis dalam membuat jurnal
atau tulisan tentang Etika Bisnis. Maksud dari penulisan ini adalah :
1. Untuk mengetahui etika bisnis pada KOPI LAYANG
2. Untuk mengetahui pelanggaran, faktor penyebab dan cara antisipasi apabila KOPI LAYANG tidak
menggunakan etika bisnis.
BAB II
LANDASAN TEORI

2.1 Definisi Etika Bisnis


Menurut Steade et al (1984: 701) Etika bisnis adalah standar etika yang berkaitan dengan tujuan dan cara
membuat keputusan bisnis. Menurut Hill dan Jones (1998) Etika bisnis merupakan suatu ajaran untuk
membedakan antara salah dan benar guna memberikan pembekalan kepada setiap pemimpin perusahaan
ketika mempertimbangkan untuk mengambil keputusan strategis yang terkait dengan masalah moral
yang kompleks.
Menurut Sim (2003) Etika adalah istilah filosofis yang berasal dari "etos," kata Yunani yang berarti
karakter atau kustom. Definisi erat dengan kepemimpinan yang efektif dalam organisasi, dalam hal ini
berkonotasi kode organisasi menyampaikan integritas moral dan nilai-nilai yang konsisten dalam
pelayanan kepada masyarakat.
Menurut Von der Embse dan R.A. Wagley dalam artikelnya di Advance Managemen Jouurnal (1988)
yang berjudul Managerial Ethics Hard Decisions on Soft Criteria, terdapat tiga pendekatan dasar dalam
merumuskan tingkah laku etika kita, yaitu :
· Utilitarian Approach : setiap tindakan harus didasarkan pada konsekuensinya. Oleh karena itu,
dalam bertindak seseorang seharusnya mengikuti cara-cara yang dapat memberi manfaat sebesar-
besarnya kepada masyarakat, dengan cara yang tidak membahayakan dan dengan biaya serendah-
rendahnya.
· Individual Rights Approach : setiap orang dalam tindakan dan kelakuannya memiliki hak dasar
yang harus dihormati. Namun tindakan ataupun tingkah laku tersebut harus dihindari apabila
diperkirakan akan menyebabkan terjadi benturan dengan hak orang lain.
· Justice Approach : para pembuat keputusan mempunyai kedudukan yang sama, dan bertindak adil
dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan baik secara perseorangan ataupun secara kelompok.

2.2 Sasaran dan Lingkup Etika Bisnis


Setelah melihat penting dan relevansinya etika bisnis ada baiknya kita tinjau lebih lanjut apa saja sasaran
dan lingkup etika bisnis itu. Ada tiga sasaran dan lingkup pokoketika bisnis yaitu:
1. Etika bisnis sebagai etika profesi membahas berbagai prinsip, kondisi dan masalah yang terkait
dengan praktek bisnis yang baik dan etis. Dengan kata lain, etika bisnis yang pertama bertujuan untuk
mengimbau para pelaku bisnis untuk menjalankan bisnisnya secara baik dan etis. Karena lingkup bisnis
yang pertama ini lebih sering ditujunjukkan kepada para manajer dan pelaku bisnis dan lebih sering
berbicara mengenai bagaimana perilaku bisnis yang baik dan etis itu.
2. Etika bisnis bisa menjadi sangat subversife. Subversife karean ia mengunggah, mendorong dan
membangkitkan kesadaran masyarakat untuk tidak dibodoh – bodohi, dirugikan dan diperlakukan secara
tidak adil dan tidak etis oleh praktrek bisnis pihak mana pun. Untuk menyadarkan masyarakat khususnya
konsumen, buruh atau karyawan dan masyarakat luas akan hak dan kepentingan mereka yang tidak boleh
dilanggar oleh praktek bisnis siapapun juga.
3. Etika bisnis juga berbicara mengenai system ekonomi yang sangat menentukan etis tidaknya suatu
praktek bisnis. Dalam hal ini etika bisnis lebih bersifat makro, yang karena itu barangkali lebih tepat
disebut sebagai etika ekonomi.
2.3 Prinsip-prinsip Etika Bisnis
Pada dasarnya, setiap pelaksanaan bisnis seyogyanya harus menyelaraskan proses bisnis tersebut dengan
etika bisnis yang telah disepakati secara umum dalam lingkungan tersebut. Sebenarnya terdapat beberapa
prinsip etika bisnis yang dapat dijadikan pedoman bagi setiap bentuk usaha.
Sonny Keraf (1998) menjelaskan bahwa prinsip etika bisnis adalah sebagai berikut :
Ø Prinsip Otonomi ; yaitu sikap dan kemampuan manusia untuk mengambil keputusan dan bertindak
berdasarkan kesadarannya tentang apa yang dianggapnya baik untuk dilakukan.
Ø Prinsip Kejujuran ; terdapat tiga lingkup kegiatan bisnis yang bisa ditunjukkan secara jelas bahwa
bisnis tidak akan bisa bertahan lama dan berhasil kalau tidak didasarkan atas kejujuran. Pertama, jujur
dalam pemenuhan syarat-syarat perjanjian dan kontrak. Kedua, kejujuran dalam penawaran barang atau
jasa dengan mutu dan harga yang sebanding. Ketiga, jujur dalam hubungan kerja intern dalam suatu
perusahaan.
Ø Prinsip Keadilan ; menuntut agar setiap orang diperlakukan secara sama sesuai dengan aturan yang
adil dan sesuai criteria yang rasional obyektif, serta dapat dipertanggung jawabkan.
Ø Prinsip Saling Menguntungkan (Mutual Benefit Principle) ; menuntut agar bisnis dijalankan
sedemikian rupa sehingga menguntungkan semua pihak.
Ø Prinsip Integritas Moral ; terutama dihayati sebagai tuntutan internal dalam diri pelaku bisnis atau
perusahaan, agar perlu menjalankan bisnis dengan tetap menjaga nama baik pimpinan atau orang-
orangnya maupun perusahaannya.

Selain itu juga ada beberapa nilai – nilai etika bisnis yang dinilai oleh Adiwarman Karim, Presiden
Direktur Karim Business Consulting, seharusnya jangan dilanggar, yaitu :
1. Kejujuran: Banyak orang beranggapan bisnis merupakan kegiatan tipu-menipu demi mendapat
keuntungan. Ini jelas keliru. Sesungguhnya kejujuran merupakan salah satu kunci keberhasilan berbisnis.
Bahkan, termasuk unsur penting untuk bertahan di tengah persaingan bisnis.
2. Keadilan: Perlakukan setiap orang sesuai haknya. Misalnya, berikan upah kepada karyawan sesuai
standar serta jangan pelit memberi bonus saat perusahaan mendapatkan keuntungan lebih. Terapkan juga
keadilan saat menentukan harga, misalnya dengan tidak mengambil untung yang merugikan konsumen.
3. Rendah Hati: Jangan lakukan bisnis dengan kesombongan. Misalnya, dalam mempromosikan
produk dengan cara berlebihan, apalagi sampai menjatuhkan produk bersaing, entah melalui gambar
maupun tulisan. Pada akhirnya, konsumen memiliki kemampuan untuk melakukan penilaian atas
kredibilitas sebuah poduk/jasa. Apalagi, tidak sedikit masyarakat yang percaya bahwa sesuatu yang
terlihat atau terdengar terlalu sempurna, pada kenyataannya justru sering kali terbukti buruk.
4. Simpatik: Kelola emosi. Tampilkan wajah ramah dan simpatik. Bukan hanya di depan klien atau
konsumen anda, tetapi juga di hadapan orang-orang yang mendukung bisnis anda, seperti karyawan,
sekretaris dan lain-lain.
5. Kecerdasan: Diperlukan kecerdasan atau kepandaian untuk menjalankan strategi bisnis sesuai
dengan ketentuan-ketentuan yang berlaku, sehingga menghasilkan keuntungan yang memadai. Dengan
kecerdasan pula seorang pebisnis mampu mewaspadai dan menghindari berbagai macam bentuk
kejahatan non-etis yang mungkin dilancarkan oleh lawan-lawan bisnisnya.

2.4 Hal-hal Yang Harus Diketahui Dalam Menciptakan Etika Bisnis


a. Menuangkan ke dalam Hukum Positif
Perlunya sebagian etika bisnis dituangkan dalam suatu hukum positif yang menjadi Peraturan
Perundang-Undangan dimaksudkan untuk menjamin kepastian hukum dari etika bisnis tersebut, seperti
“proteksi” terhadap pengusaha lemah.
b. Mampu Menyatakan yang Benar itu Benar
Kalau pelaku bisnis itu memang tidak wajar untuk menerima kredit (sebagai contoh) karena persyaratan
tidak bisa dipenuhi dan jangan memaksa diri untuk mengadakan “kolusi” serta memberikan “komisi”
kepada pihak yang terkait.
c. Pengembangan Tanggung Jawab Sosial (Social Responsibility)
Pelaku bisnis disini dituntut untuk peduli dengan keadaan masyarakat, bukan hanya dalam bentuk
“uang” dengan jalan memberikan sumbangan, melainkan lebih kompleks lagi.
d. Memelihara Kesepakatan
Memelihara kesepakatan atau menumbuhkembangkan Kesadaran dan rasa Memiliki terhadap apa yang
telah disepakati adalah salah satu usaha menciptakan etika bisnis.
e. Mampu Menyatakan yang Benar itu Benar
Kalau pelaku bisnis itu memang tidak wajar untuk menerima kredit (sebagai contoh) karena persyaratan
tidak bisa dipenuhi dan jangan memaksa diri untuk mengadakan “kolusi” serta memberikan “komisi”
kepada pihak yang terkait.
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

3.1. Lokasi Penelitian


Penelitian ini dilaksanakan di KOPI LAYANG Jl. Selamat Ketaren No. 1 D

3.2. Waktu Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di KOPI LAYANG dengan rancangan waktu sebagai berikut:
1. Masa persiapan dilakukan pada tanggal 30 April 2019 dengan
rangkaian mempersiapkan izin untuk melakukan observasi.
2. Masa Observasi dilakukan pada tanggal 5 Mei 2019 dengan
rangkaian observasi dengan KOPI LAYANG.
3.3.Metode Pengumpulan Data
Di dalam peyusunan penulisan ilmiah ini penulis memerlukan sumber- sumber data.
Untuk mempermudah penelitian ini peneliti menggunkan beberapa metode
pengumpulan data, diantaranya adalah:
a. Observasi
Dalam penelitian ini observasi akan dilakukan dengan cara peneliti
langsung terjun kelapangan tepatnya di KOPI LAYANG jl. Selamat
ketaren No. 1 D.
b. Wawancara
Dalam metode wawancara ini peneliti akan melakukan wawancara
kepada pihak pihak yang langsung berkaitan yaitu: abangda Jeremy
selaku manager di KOPI LAYANG.
c. Tinjauan Pustaka
Penulis mencari sumber-sumber yang berkaitan dengan pengetahuan
berbahasa dari beberapa buku sumber dan beberapa situs di intern

3
BAB IV
PEMBAHASAN

4.1 Etika Bisnis dalam Usaha


1. Standar Perilaku
Dalam melaksanakan semua kegiatan, kami melakukannya dengan penuh kejujuran, integritas,
keterbukaan serta menghormati hak azasi manusia, menjaga kepentingan para karyawan kami dan
menghormati kepentingan sah dari para relasi kami.
2. Mematuhi Hukum
Seluruh outlate Kopi Layang dan para karyawannya berkewajiban mematuhi ketentuan hukum dan
peraturan masing-masing negara di tempat mereka melaksanakan usahanya.
3. Karyawan
Usaha Kopi Layang memiliki komitmen pada keanekaragaman dalam lingkungan kerja yang diwarnai
oleh sikap saling percaya dan saling menghormati dimana semua memiliki rasa tanggung jawab atas
kinerja dan reputasi Usaha tersebut. Kami merekrut, mempekerjakan, dan mengembangkan para
karyawan hanya atas dasar kualifikasi dan kemampuan yang dibutuhkan bagi pekerjaan yang harus
dilakukan. Kami memiliki komitmen untuk menyediakan kondisi kerja yang aman dan sehat. Kami tidak
akan menggunakan sarana kerja apapun yang bersifat memaksa atau mempekerjakan anak. Kami bertekad
bekerjasama dengan karyawan demi mengembangkan dan memperkuat ketrampilan dan kemampuan
setiap individu. Kami menghargai martabat dan hak individu untuk kebebasan berserikat dalam satu
asosiasi. Kami akan memelihara terjalinnya komunikasi yang baik dengan para karyawan melalui
informasi dari perusahaan dan proses konsultasi. finansial kepada pemegang saham pada waktunya secara
teratur dan benar.
4. Mitra Usaha
Unilever memiliki komitmen tinggi dalam menjalin hubungan yang saling bermanfaat dengan para
pemasok, pelanggan, dan mitra usaha. Dalam jalinan bisnis, kami mengharapkan para mitra kami untuk
mematuhi prinsip bisnis yang selaras dengan prinsip bisnis kami.
5. Lingkungan
Kopi Layang memiliki komitmen untuk terus menerus mengadakan perbaikan dalam pengelolaan dampak
lingkungan dan mendukung sasaran jangka panjang untuk mengembangkan suatu bisnis yang
berkelanjutan. Kopi Layang akan bekerjasama dalam kemitraan dengan pihak lain untuk menggalakkan
kepedulian lingkungan, meningkatkan pemahaman akan masalah lingkungan dan menyebar-luaskan
budaya karya yang baik.

4
6. Persaingan
Kopi Layang percaya akan persaingan ketat namun sehat dan mendukung pengembangan perundang-
undangan tentang prinsip persaingan yang wajar. Kopi Layang beserta seluruh karyawannya akan
melakukan kegiatan atas dasar prinsip persaingan yang sehat dan mengikuti semua peraturan yang
berlaku.
7. Suara Konsumen
Usaha ini menangani keluhan dan pertanyaan konsumen melalui sebuah layanan konsumen khusus yang
biasanya di tuangkan dalam media social Kopi Layang sendiri, kami berupaya untuk mempererat
hubungan antara pemilik usaha dengan para konsumen dan pelanggan kami dengan memberikan respon
atas aspirasi dan ekspektasi mereka terhadap produk-produk kami, sekaligus untuk meningkatkan
kepuasan mereka dalam mengonsumsi produk-produk kami.

4.2 Penyebab yang mungkin dapat terjadi


a) kepuasan konsumen
kepuasan konsumen merupakan sebuah misi dari usaha ini dan misi merupakan suatu etika dalam
berbisnis. Jadi, apabila kepuasan konsumen tidak dapat dpenuhi maka reputasi usaha ini bias saja
menurun.
b) pelayanan
pelayanan yang baik merupakan keinginan seluruh konsumen. Maka dari itu, setiap karyawan
diwajibkan menjadikan konsumen sebagai raja. Karena pelayanan yang baik merupakan kunci
suksesnya suatu usaha.
c) Kejujuran
Keujuran juga nerupajkan kunci kesuksesan. Jadi, apabila seorang karyawan berbohong
pada atasan ataupun owner berbohong kepada karyawan itu semua akan menyebabkan
perselisihan didalam usaha itu sendiri.

4.3 Faktor Penyebab Perusahaan Melakukan Pelanggaran


· Menurunnya formalism etis (moral yang berfokus pada maksud yang berkaitan dengan perilaku
dan hak tertentu.
· Kurangnya kesadaran moral utilarian (moral yang berkaitan dengan memaksimumkan hal terbaik
bagi orang sebanyak mungkin)
· Undang – undang atau peraturan yang mengatur perdagangan, bisnis dan ekonomi masih kurang
· Lemahnya kedudukan lembaga yang melindungi hak – hak konsumen
· Rendahnya tingkat pendidikan, pengetahuan serta informasi mengenai bahan, material berbahaya
· Pandangan yang salah dalam menjalankan bisnis (tujuan utama bisnis adalah mencari keuntungan
semata, bukan kegiatan social)
· Rendahnya tanggung jawab social atau CSR (Corporate Social Responsibility)
· Kurangnya pemahaman tentang prinsip etika bisnis

5
4.4 Upaya yang dapat dilakukan oleh perusahaan untuk mengatasi pelanggaran antara lain:
1. Penegakkan budaya berani bertanggung jawab atas segala tingkah lakunya. Individu yang
mempunyai kesalahan jangan bersembunyi di balik institusi. Untuk menyatakan kebenaran kadang
dianggap melawan arus, tetapi sekarang harus ada keberanian baru untuk menyatakan pendapat.
2. Ukuran-ukuran yang dipakai untuk mengukur kinerja jelas. Bukan berdasarkan kedekatan dengan
atasan, melainkan kinerja.
3. Pengelolaan sumber daya manusia harus baik.
4. Visi dan misi perusahaan jelas yang mencerminkan tingkah laku organisasi.

6
BAB V
PENUTUP

KESIMPULAN :
1. Kopi Layang telah menggunakan etika dalam melakukan bisnisnya.
2. Pelanggaran-pelanggaran seperti komplein dari konsumen dapat terjadi apabila usaha ini tidak
menggunakan etika bisnis.

SARAN :
Dari hasil penulisan diatas diharapkan Kopi Layang konsisten dalam menjalankan etika bisnisnya agar
menghindari segala pelanggaran yang dapat terjadi. Dan mempertahankan serta meningkatkan segala
prestasi yang telah dicapai dan terus memberikan dampak yang positif terhadap bisnisnya dan juga untuk
masyarakat.

7
DAFTAR PUSTAKA

2. http://beberapadefinisibisnismeurutparaahli.htm
3. http://prinsipetikabisnis_pustakamanajemen.htm.
4. http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2012/10/etika-bisnis-24/
5. http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2011/09/teori-etika-bisnis-dan-pengertian/
6. http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2011/09/pengertian-etika-bisnis/
7. Lihat. Manuel G. Velasquez, “Business Ethics Consepts and Cares”, (London :Prentice Hall
International, 2002), hal. 8-13