Anda di halaman 1dari 14

TUGAS KOMUNITAS

SATUAN ACARA PENYULUHAN


“MENSTRUASI”

Disusun oleh :

Kelompok 2

1. M. Robieth (10215008)
2. Efi Rulli Guswati (10215009)
3. Yessi Elita (10215016)
4. Resa Valentina (10215017)
5. Yunita Sari (10215025)
6. Shinta Putri Gitayu (10215026)
7. Kartika Dwi Pratiwi (10215038)
8. Dewi Churany (10215040)
9. Binti Nur A’inun Ma’rifah (10215049)
10. Siti Fatimah (10215049)

PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN


FAKULTAS ILMU KESEHATAN
INSTITUT ILMU KESEHATAN BHAKTI WIYATA KEDIRI
2018
SATUAN ACARA PENYULUHAN
(SAP)

A. Pelaksanaan Kegiatan
1. Topik : Menstruasi
2. Sasaran : Siswa Kelas XI IPA SMA Pawiyatan Daha
3. Metode : Ceramah dan Tanya jawab
4. Media : Ms. Powerpoint, Leaflet dan Pamflet
5. Waktu dan tempat :
a. Hari : Kamis
b. Tanggal : 8 November 2018
c. Jam : 08:00 WIB - selesai.
d. Waktu : 45 menit
e. Tempat : SMA Pawiyatan Daha

B. Latar Belakang
Masa Remaja merupakan masa transisi dari masa anak-anak ke masa
remaja, individu mulai mengembangkan ciri-ciri abstrak dan konsep diri
menjadi lebih berbeda. Remaja mempunyai sifat yang unik, salah satunya
yaitu sifat ingin meniru sesuatu yang di lihat, kepada keadaan, serta
lingkungan di sekitarnya. Remaja mempunyai kebutuhan akan kesehatan
seksual, dimana pemenuhan kebutuhan kesehatan seksual tersebut bervariasi
(Kusmiran,2012). Remaja yang mengalami pubertas khususnya wanita yaitu
ditandai dengan haid pertama kali atau menarche kemudian berlanjut
dengan menstruasi (Misaroh, 2009). Menstruasi merupakan perdarahan
yang teratur dari uterus sebagai tanda bahwa organ kandungan telah
berfungsi matang (Kusmiran,2012). Remaja Pada tahap akhir pubertas,
umumnya menarche terjadi dalam dua tahun sejak terjadi perkembangan
payudara dengan rerata usia 12,8 tahun dengan rentang usia 10-16 tahun
(Misaroh,2009). Proses menstruasi yang di alami setiap wanita terdapat
ganguan-gangguan yang terjadi baik dari sebelum menstruasi, atau saat
menstruasi. Gangguan tersebut antara lain: jumlah darah haid seperti
hiperminorea yaitu haid lebih dari 7 hari, hipominorea yaitu haid dengan
jumlah darah sedikit dan siklus haid yang lebih pendek dari normalnya,
gangguan siklus menstruasi seperti: poliminorea yaitu siklus menstruasi
yang lebih pendek atau kurang dari 21 hari,oligominorea yaitu siklus
menstruasi yang lebih lama atau lebih dari 35 hari dengan jumlah darah
yang sedikit, aminorea tidak mendapatkan haid selama 3 bulan berturut-
turut (Sarwono, 2011).
Menurut data badan kesehatan dunia (World Health Organization, 2010)
terdapat 75% remaja yang mengalami gangguan haid dan ini merupakan alasan
terbanyak seorang remaja putri mengunjungi dokter spesialis kandungan. Siklus
haid pada remaja sering tidak teratur, terutama pada tahun pertama setelah
menarche sekitar 80% remaja putri mengalami terlambat haid 1 sampai 2
minggu dan sekitar 7% remaja putri yang haidnya datang lebih cepat,
disebabkan oleh ovulasi yang belum terjadi (Anovulatory cycles). Demikian
pula di Indonesia, Departemen Kesehatan Republik Indonesia melaporkan
terjadi penurunan usia menarche di Indonesia.
Kebutuhan gizi sangat erat kaitannya dengan masa pertumbuhan, jika
asupan gizi dapat terpenuhi maka pertumbuhan juga akan optimal. Remaja
putri harus mempertahankan status gizi yang baik dengan cara
mengkonsumsi makanan seimbang karena sangat dibutuhkan pada saat
mentruasi. Status gizi berhubungan dengan adanya lemak di dalam tubuh.
remaja yang mempunyai kadar lemak tinggi dalam tubuh akan
mempengaruhi produksi hormon estrogen karena selain dari ovarium
estrogen juga akan diproduksi oleh jaringan adiposa sehingga estrogen
menjadi tidak normal, cenderung tinggi. Produksi hormon yang tidak
seimbang inilah yang dapat menyebabkan gangguan menstruasi (Yusuf,
2005).

C. Tujuan instruksional
1) Tujuan umum :
Setelah mendapatkan penyuluhan, diharapkan peserta dapat mengetahui
tentang menstruasi (haid), siklus, tanda gejala, dan kelainan masa haid.
2) Tujuan khusus :
Setelah mengikuti proses penyuluhan diharapkan peserta mampu :
a. Memahami tentang pengertian Menstruasi.
b. Memahami tentang siklus Menstruasi.
c. Memahami tentang fase Menstruasi.
d. Memahami tentang gejala menstruasi.
e. Memahami tentang cara menangani gejala Menstruasi.
f. Memahami tentang Kelainan pada Menstruasi.

D. Pengorganisasian
1) Moderator : Binti Nur A’inun Ma’rifah
2) Penyaji : Shinta Putri Gitayu
Dewi Churany
Siti Fatimah
3. Fasilitator : Yessi Elita
Efi Rulli Guswati
Yunita Sari
4. Notulen : Resa Valentina
5. Observer : Kartika Dwi Pratiwi
6. Dokumentasi : M. Robieth

E. Kegiatan Penyuluhan
No. Kegiatan Penyuluhan Kegiatan audien Waktu
1. Pembukaan: a. Membalas salam. 5 menit
a. Memberi salam. b. Mendengarkan
b. Memperkenalkan diri. dan mengerti
c. Menjelaskan kontrak: waktu, topik, tujuan dengan
serta tujuan penyuluhan. jelas.
c. Peserta
memberikan
respon yang baik.
2. Penjelasan Materi : Mendengarkan dan 30 menit
a. Pengertian Menstruasi. memperhatikan.
b. Siklus Menstruasi.
c. Fase Menstruasi.
d. Gejala Menstruasi.
e. Cara menangani Menstruasi.
f. Kelainan Menstruasi.
3. Penutup : a. Menanyakan hal- 10 menit
a. Tanya jawab hal yang belum
b. Menyimpulkan hasil penyuluhan jelas

c. Memberikan salam penutup b. Aktif bersama


dalam
menyimpulkan.
c. Membalas salam

F. Evaluasi
a. Evaluasi Struktur
1. Semua audien hadir/ikut dalam kegiatan penyuluhan.
2. Penyelenggaraan penyuluhan dilakukan di SMA Pawiyatan Daha.
3. Pengorganisasian penyuluhan dilakukan pada hari sebelumnya.
b. Evaluasi Proses
1. Audien antusias terhadap materi penyuluhan Menstruasi.
2. Audien tidak meninggalkan tempat sebelum kegiatan penyuluhan
selesai.
3. Audien terlibat aktif dalam kegiatan penyuluhan.
c. Evaluasi Hasil
1. Audien dapat menjelaskan tentang pengertian Menstruasi.
2. Audien dapat menjelaskan tentang siklus menstruasi.
3. Audien dapat menyebutkan fase – fase menstruasi.
4. Audien dapat menyebutkan gejala menstruasi.
5. Audien dapat menjelaskan cara mengatasi gejala menstruasi.
6. Audien dapat menyebutkan kelainan pada menstruasi.

d. Pertanyaan :
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
........................................................................................................................
LAMPIRAN

1. Lampiran 1 : Daftar hadir


2. Lampiran 2 : Materi
3. Lampiran 3 : Leaflet
Lampiran 1
DAFTAR HADIR

No. Nama Tanda Tangan


1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
Lampiran 2
MATERI PENYULUHAN “MENSTRUASI”

A. Pengertian Menstruasi
Menstruasi adalah perdarahan secara periodic dan siklik dari uterus,
disertai pelepasan deskuamasi endometrium. Menstruasi adalah siklus alami
yang terjadi secara regular untuk mempersiapkan tubuh wanita setiap
bulannya terhadap kehamilan (Amru, 2013).
Menstruasi merupakan ciri kedewasaan wanita, terjadi pertama kali
pada usia 9-12 tahun. Cepat atau lambatnya usia untuk mulai menstruasi
sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor misalnya kesehatan remaja, nutrisi,
gizi, berat badan, kondisi psikologis remaja (Atikah, 2009).

B. Siklus Menstruasi

Siklus menstruasi adalah jarak antara tanggal mulainya menstruasi yang


lalu sampai menstruasi berikutnya. Hari pertama mulainya perdarahan adalah
hari mulainya siklus haid. Hari terakhir menstruasi adalah waktu berakhir
sebelum mulai siklus menstruasi.
Pada wanita siklus menstruasi rata-rata terjadi sekitar 28 hari.
Walaupun hal ini berlaku umum, tetapi tidak semua wanita memiliki siklus
menstruasi yang sama, kadang-kadang siklus terjadi setiap 21 hari hingga 30
hari. Biasanya, menstruasi rata-rata terjadi 5 hari, kadang-kadang menstruasi
juga dapat terjadi sekitar 2 sampai 7 hari dan paling lama 15 hari. Jika darah
keluar lebih dari 15 hari maka itu termasuk darah penyakit. Umumnya darah
yang hilang akibat menstruasi adalah 10mL hingga 80mL per hari. Tetapi
biasanya dengan rata-rata 35mL per harinya (Amru, 2013).

C. Fase – Fase Menstruasi

1. Fase Menstruasi (meluruhnya dinding rahim akibat sel telur tidak


dibuahi).
Fase menstruasi ini terjadi jika ovum tidak dibuahi sperma sehingga
terjadilah penurunan kadar esptrogen dan progesterone yang
menyebabkan robek atau luruhnya endometrium dan terjadilah
perdarahan. Darah yang keluar selama menstruasi berkisar antara 50-150
mili liter.
2. Fase Pra Ovulasi (pembentukan ovum baru dalam ovarium).
Fase pra ovulasi disebut juga dengan fase poliferasi. Hormon
pembebas gonadotropin yang dikeluarkan hipotalamus akan memacu
hipofise untuk mengeluarkan FSH (folikel stimulating hormone), FSH
memacu pematangan folikel dan merangsang folikel untuk mengeluarkan
estrogen. Adanya estrogen menyebabkan pembentukan kembali dinding
endometrium. Peningkatan kadar estrogen juga menyebabkan serviks
untuk mengeluarkan lendir yang bersifat basa. Lendir ini berfungsi untuk
menetralkan suasana asam pada vagina sehingga mendukung kehidupan
sperma
3. Fase Ovulasi (masa subur dimana sel telur sudah matang untuk dibuahi).
Jika siklus menstruasi seorang perempuan 28 hari, maka ovulasi
terjadi pada hari ke 14. Peningkatan kadar estrogen menghambat
pengeluaran FSH kemudian hipofise mengeluarkan LH (lutenizing
hormone). Peningkatan kadar LH merangsang pelepasan oosit sekunder
dari folikel, peristiwa ini disebut ovulasi.
4. Fase Pasca Ovulasi (menebalnya dinding rahim).
Fase pasca ovulasi yaitu 14 hari sebelum menstruasi berikutnya.
Folikel degraaf (folikel matang) yang telah melepaskan oosit sekunder
akan berkerut dan menjadi korpus luteum. Korpus luteum mengeluarkan
hormone progesterone dan masih mengeluarkan estrogen namun tidak
sebanyak ketika berbentuk folikel. Progesteron mendukung kerja
estrogen untuk mempertebal dan mempersiapkan endometrium untuk
menerima pelekatan embrio jika terjadi kehamilan. Ika tidak terjadi
pembuahan korpus luteum akan berubah menjadi korpus albikan yang
hanya sedikit mengeluarkan hormone, sehingga kadar estrogen dan
progesterone menjadi rendah. Keadaan ini menyebabkan terjadinya
menstruasi demikian seterusnya.
D. Gejala- gejala Menstruasi
1) Perut terasa mulas, mual, nyeri.
2) Terasa nyeri saat buang air kecil.
3) Tubuh tidak fit.
4) Demam.
5) Sakit kepala dan pusing.
6) Keputihan.
7) Radang pada vagina.
8) Gatal-gatal pada kulit.
9) Emosi meningkat.
10) Bau badan tidak sedap.
11) Payudara terasa nyeri dan bengkak.
12) Muncul jerawat di wajah, dll.

E. Cara Mengatasi Gejala Menstruasi


1. Perbanyak asupan cairan untuk menghindari dehidrasi. Kekurangan cairan
akan membuat nyeri semakin terasa. Usahakan minum air hangat untuk
meningkatkan aliran darah ke daerah panggul.
2. Membuat ramuan jahe. Caranya, rebus beberapa potong jahe yang telah
dimemarkan dalam air, lalu minumlah air jahe dalam keadaan hangat.
3. Tempatkan handuk hangat di sekitar perut bagian bawah. Ini cara yang
cukup mudah untuk menghilangkan nyeri sementara waktu.
4. Meminum teh beraroma mint. Lebih baik jika diminum dalam keadaan
hangat.
5. Hindari makanan/minuman yang dapat memperparah kram/nyeri.
Misalnya kafein, makanan berlemak, minuman berkarbonat, alkohol.
6. Olahraga/aktivitas fisik seperti berjalan-jalan dapat membantu
mengurangi rasa sakit saat menstruasi.

F. Kelainan pada Menstruasi


Menurut (Notoatmodjo S, 2005) kelainan pada menstruasi adalah sebagai
berikut :
1. Dysmenorrhe (menstruasi yang menyakitkan).
Nyeri yang terjadi saat haid, nyeri diartikan sebagai suatu keadaan
yang tidak menyenangkan akibat terjadinya rangsangan fisik maupun
dari serabut saraf dalam tubuh ke otak dan diikuti oleh fisik, psikologis
maupun emosional.
2. Menorrhagia (menstruasi yang sangat hebat).
3. Oligomenorrhea (menstruasi tidak teratur).
Oligomenorea adalah siklus menstruasi lebih panjang, lebih dari 35
hari. Pada kebanyakan kasus oligomenorea, kesehatan wanita tidak
terganggu dan fertilitas cukup baik. Siklus menstruasi biasanya juga
ovulatoar dengan proliferasi lebih banyak dari biasanya
4. Amenorrhea (tidak mengalami menstruasi).
Amenorea bukan suatu penyakit tetapi merupakan suatu gejala.
Amenorea adalah tidak adanya menstruasi selama 3 bulan atau lebih.
Penyebab amenorea antara lain :
1. Selaput dara yang buntu/ tidak berlubang.
2. Kelainan fungsi dari kelenjar-kelenjar penghasil hormon dalam tubuh
3. Kelainan fungsi dari indung telur akibat kelainan kongenital, maupun
akibat adanya tumor di indung telur
4. Penyakit kronis seperti TBC, kurang gizi, kelainan hati dan ginjal
serta kelainan metabolik.
DAFTAR PUSTAKA

Amru, Sofian. 2013. Sinopsis Obstetri Jilid I. Jakarta : EGC Buku Kedokteran
Atikah, Proverawati. 2009. Menarche Menstruasi Pertama Penuh Makna.
Yogyakarta : Nuha Medika Medical Book.
Kusmiran, 2012. Kesehatan Reproduksi Remaja dan Wanita. Jakarta : Salemba
Medika.
Misaroh, 2009. Menstruasi Pertama Penuh Makna. Edisi Pertama, Yogyakarta: Nuha
Medika.
Notoatmodjo, S. 2005. Promosi Kesehatan Teori dan Aplikasinya. Jakarta :
Rineka Cipta.
Sarwono. 2011. Ilmu Kandungan. Edisi Ketiga. Jakarta : PT Bina Pustaka Sarwono
Prawirohardjo.
Yusuf, Syamsu. 2005. Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Bandung: PT
Remaja Rosda Karya.