Anda di halaman 1dari 11

EKSISTENSI KOPERASI PONDOK PESANTREN DALAM

MEMBERDAYAKAN PEREKONOMIAN SUPPLIER MASYARAKAT


SEKITAR PONDOK PESANTREN AL-ISLAHIYAH SINGOSARI

A. Latar Belakang
Pondok Pesantren merupakan pendidikan non formal yang ada di
berbagai wilayah di Indonesia. Pondok pesanten dengan seiring perkembangan
zaman telah berkembang sangat pesat dan menjadi lembaga pendidikan yang
berperan aktif berjiwa sosial, berprestasi, dan juga berakhlaqul karimah. Pondok
pesatren sangat berperan aktif di lingkungan dikarenakan adanya seorang panutan
yaitu kiai yang dijadikan suri tauladan para santri. Pesantren juga salah satu
pendidiakan yang dapat membantu terbentuknya karakter seseorang, pesantren
merupakan struktur internal pendidikan Islam di Indonesia yang di selenggarakan
secara tradisional yang menjadikan islam sebagai cara hidup dan mempunyai
kekhasan, terutama dalam fungsinya sebagai institusi penddikan.

Namun sampai saat ini banyak orang beranggapan bahwa, pondok pesantren
hanyalah sebuah lembaga pendidikan yang kurang dalam pelajaran masalah
kompetensi dunia kerja, hanya mempelajari kitab-kitab klasik saja. Dan output-nya
hanya melahirkan orang-orang yang memenuhi atau mengisi masjid-masjid, sedikit
yang menjadi sorotan sebagai percontohan di masyarakat. Bukti nyata atas
suksesnya pondok pesantren itu sendiri dalam ranah ekonomi adanya berdirinya
koperasi di lingkungan atau sering di sebut dengan kopontren (koperasi pondok
pesantren).Menteri Koperasi Suryadharma Ali meminta, agar Koperasi Pondok
Pesantren (Kopontren) yang saat ini sedang berkembang pesat, jangan sampai
menjadi "kuburan" bagi koperasi yang sudah ada terutama yang ada disekitar
Ponpes.
https://www.merdeka.com/uang/menkop-kopontren-jangan-jadi-kuburan-
koperasi-cwqejju.html
Disisi lain, Indonesia merupakan negara kaya akan sumber daya alam yang
melimpah dan jika hal itu digali oleh orang kita sendiri, insyaallah tidak akan ada
keluarga yang hidup dalam garis kemiskinan. Ada empat permasalahan Indonesia
dalam kajian perekonomian yaitu pengangguran, kemiskinan, tingkat kejahatan
yang tinggi dan kerusakan lingkungan. Permasalahan tersebut dapat diatasi dengan
menghasilkan sumber daya manusia yang kreatif, inovatif, dan religius sebagai
kunci utama bagi permasalahan tersebut. Sumber daya manusia tersebut disebut
dengan wirausahawan. Maka dari pada itu semua, sangat dibutuhkan para
wirausahawan, para pelaku bisnis. Dengan adanya mereka, bisa mendongkrak
kebangkitan negara, karena bersentuhan langsung dengan real sector.
Maulana Hamzah, Pembangunan Ekonomi Lewat Tangan Kaki Lima..., 11.

Kemampuan pesantren melahirkan perubahan dalam masyarakat, ini memberikan


asumsi bahwa pesantren adalah sosok institusi sosial yang mampu menjadikan
masyarakat mengenal tatanan kehidupan yang lebih maju dengan mengembangkan
aktivitas ekonominya. Kondisi ini menjadikan pesantren sebagai lembaga
pengembangan lingkungan hidup masyarakat.
Banyak orang yang belum menyadari bahwa menjadi entrepreneur atau pengusaha
itu menyenangkan selain daripada membantu dalam pembangunan perekonomian
negara karena wirausaha adalah salah satu komponen pembangunan, pekerjaan
yang mulia dan membuatnya dikenal banyak orang, hal itu telah Rasulullah
contohkan sendiri.
Eddy Soeryanto Soegoto, Entrepreneurship: Menjadi Pebisnis Ulung (Jakarta: PT
Elex
Media Komputindo, 2010), 1.

Semangat yang terkandung dalam kewirausahaan, yang dikenal dengan istilah


entrepreneurship, pada hakekatnya adalah segala upaya untuk menciptakan
kemakmuran bagi individu atau sekelompok orang yang juga harus dapat
memberikan nilai positif bagi masyarakat luas sehingga akan mendorong individu
lain untuk berwirausaha dan diharapkan dapat meningkatkan perekonomian
bangsa.
Bentuk usaha yang didirikan di Indonesia adalah koperasi, yang merupakan suatu
badab usaha yang secara sukarela dimiliki dan dikendalikan oleh anggota atas dasar
nirlaba atau atas dasar biaya.
Muhammad Firdaus, dan Agus Edhi Susanto, Perkoperasian Sejarah, Teori, &
Praktek (Bogor Selatan: Ghalia Indonesia, 2004), hlm.67
Koperasi adalah suatu bentukkerja sama yang ada dalam lapangan perekonomian.
Kerja sama ini ada karena adanya kesamaan jenis kebutuhan hidup mereka. Orang
–orang ini mengusahakan kebutuhan –sehari-hari secara bersama, kebutuhan yang
bertalian dengan perusahaan atau kebutuhan yang berhubungan dengan rumah
tangga mereka. Untuk pencapaian tujuan itu diperlukan adanya kerja sama yang
akan berlangsung terus, dengan adanya itu di bentuklah suatu perkumpulan sebagai
bentuk kerja sama itu. Kerja sama secara terus menerus. Maka dari itu koperasi
yang ada di pondok pesantren sangat berpengaruh dengan perkembangan ekonomi
yang ada di sekitar lingkungan pondok pesantren.
Koperasi di Indonesia sendiri dijalankan berdasarkan pada asas kekeluargaan,
sesuai dengan pasal 1 ayat (1) Undang-undang tentanf perkoperasian No.25 Tahun
1992 Lembaran Negara Republik Indonesia tahun 1992 No. 116. Dalam
perkembangannya, jenis model pendirian hingga bidang usaha yang ada di koperasi
semakin bervariasi. Salah satu model yang ada sampai saat ini adalah pendirian
koperasi di dalam pondok pesantren yang biasa disebut dengan Koperasi Pondok
Pesantren (Kopontren).

Kopontren adalah koperasi yang telah didirikan di dalam lingkungan pondok


pesantren guna menunjang berbagai kebutuhan seluruh santri yang berada di dalam
lingkungan pondok pesantren. Namun juga demikian dalam perkembangannya
sampai saat ini Pondok pesantren tidak menfasilitasi penunjang makanan pokok
yang ada berupa nasi, dengan demikian yang menunjang makanan pokok di
pesantren tersebut adalah masyarakat sekitar . Oleh karena itu, eksistensi koperasi
pondok pesantren (kopontren) dapat mensejahterahkan masyarakat melalui tiga
dimensi tersebut; Pertama, sebagai pendukung meksnisme kehidupan sosial
ekonomi Pondok Pesantren. Kedua meningkatkan perkonomian supplier
masyarakat sekita. Ketiga

Pembentuak pengembangan sebuah Koppontren adalah sangat strategis karena


bukan hanya sebagai lembaga ekonomi kebutuhan para santri, namun
meningkatkan supplier ekonomi yang ada di sekitar pondok pesantren. Adanya
gerakan koperasi yang ada pada kalangan pesantren sebenarnya bukanlah cerita
yang baru, karena pada dahulu pendiri koperasi pertama di bumi Nurantara adalah
Patih Wiriatmaja, seseorang muslim yang sadar akan penggunaan dana masjid
untuk menggerakkan usaha simpan pinjam dalam menolong para jamaah yang
membutuhkan dana.

Azra azyumardi, Pesantren, Kontinuits dan Perubahan, dalam Bilik-bilik Pesantren


: Sebuah Potret Perjalanan (Jakarta: Paramadina, 1997) hlm 1.

B. Fokus Penelitian
Identifikasi masalah yang dijadikan rumusan masalah penelitian ini
adalah Eksistensi Koperasi Pondok Pesantren Dalam Meningkatkan
Perekonomian Supplier Masyarakat Sekitar Pondok Pesantren Al-Quran Nurul
Huda Singosari. Untuk memperjelas arah dari fokus masalah ini, dijabarkan
lebih lanjut dalam pertanyaan-pertanyaan penelitian sebagai berikut:

1. Bagaimana Eksistensi Koperasi Pondok Pesantren Dalam Meningkatkan


Perekonomian Supplier Masyarakat Sekitar Pondok Pesantren Al-Quran Nurul
Huda Singosari?
2. Faktor-faktor yang menghambat dan mendukung adanya Koperasi Pondok
Pesantren Dalam Meningkatkan Perekonomian Supplier Masyarakat Sekitar
Pondok Pesantren Al-Quran Nurul Huda Singosari?
3. Bagaimana minat santri untuk membeli barang di koperasi Pondok
Pesantren?
C. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dari Eksistensi Koperasi Pondok Pesantren Dalam
Meningkatkan Perekonomian Supplier Masyarakat Sekitar Pondok Pesantren Al-
Quran Nurul Huda Singosari dalam penelitian ini adalah:

1. Untuk mengetahui Eksistensi Koperasi Pondok Pesantren Dalam


Meningkatkan Perekonomian Supplier Masyarakat Sekitar Pondok Pesantren
Al-Quran Nurul Huda Singosari.
2. Untuk mengetahui Faktor-faktor yang menghambat dan mendukung adanya
Koperasi Pondok Pesantren Dalam Meningkatkan Perekonomian Supplier
Masyarakat Sekitar Pondok Pesantren Al-Quran Nurul Huda Singosari.
3. Untuk mengetahui bagaimana minat santri untuk membeli barang di koperasi
Pondok Pesantren.
D. Manfaat Penelitian
Adapun manfaat untuk menjelaskan hasil Eksistensi Koperasi Pondok
Pesantren Dalam Meningkatkan Perekonomian Supplier Masyarakat Sekitar dalam
penelitian ini adalah:

1. Manfaat Teoritis
a. Dampak koperasi yang dilaksanakan diharapkan memberikan sumbangan
informasi secara ilmiah dalam meningkatkan perekonomian masyakat sekitar
pondok pesantren.
b. Dapat digunakan sebagai sumber data penelitian dalam memahami lebih jauh
mengenai proses meningkatkan perekonomian masyakat sekitar pondok
pesantren.
c. Menambah kepustakaan dalam dunia pendidikan khususnya di Fakultas Ilmu
Tarbiyah Dan Keguruan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim
Malang.
2. Manfaat Praktis
a. Bagi pihak pondok pesantren (Nurul Huda Singosari)
Penelitian ini diharapkan dapat mengembangkan perekonomian yang ada di
Pondok Pesantren Nurul Huda Singosari.
b. Bagi Koperasi Pondok Pesantren
Penelitian ini diharapkan untuk bahan masukan dan informasi bagi koperasi
tentang bagaimana Eksistensi Koperasi Pondok Pesantren Dalam
Meningkatkan Perekonomian Supplier Masyarakat Sekitar.
c. Bagi Jurusan
Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan kajian maupun
referensi ilmiah dalam bidang pendidikan bagi mahasiswa maupun dosen
jurusan pendidikan ilmu pengetahuan sosial (PIPS) pada khususnya.
Disamping itu judul penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan
penelitian lanjutan mengenai permasalahan sejenis dengan hasil yang lebih
baik.
A. Originalitas Penelitian
Penelitian yang baru sifatnya mendukung, menolak, atau memiliki sudut
pandang yang berlainan dengan penelitian sebelumnya. Untuk menghindari adanya
pengulangan kajian terhadap hal-hal yang sama dan untuk bahan pertimbangan
maka penulis memaparkan beberapa hasil penelitian sebelumnya

No Nama Persamaan Perbedaan Orisinalitas


Peneliti, Jenis Penelitian
dan Judul
Penelitian
1. Skripsi: Dalam Dalam penelitian Penelitian ini
(Takbir penelitian ini ini subjek yang bertujuan untuk
Lailatul Fitri, sama sama diteliti ada pada mengetahui
2016) menggunakan pemberdayaan sejauh mana
kualitatif, kajian teori masyarakat sekitar peran koperasi
“Peranan yang di Kelurahan dalam
Koperasi membahas Benteng memberdayakan
Pondok tentang pertian Kecamatan Sidrap. masyarakat di
Pesantren Al- koperasi. sekitar
Urwatul kelurahan
Wutsqaa Benteng
Terhadap Kecamatan
Pertumbuhan Sidrap.
Ekonomi
Masyarakat Di
Kelurahan
Benteng
Kecamatan
Baranti
Kabupaten
Sidrap”
2.
3.
4.
5.

G. Definisi Istilah
Untuk memudahkan dalam pembahasan ini, kiranya perlu lebih dahulu
dijelaskan mengenai istilah yang akan dipakai untuk proposal skripsi yang berjudul
“Eksistensi Koperasi Pondok Pesantren Dalam Meningkatkan Perekonomian
Supplier Masyarakat Sekitar” sebagai berikut:

1. Eksistensi
Eksistensi adalah suatu keberadaan. Keberadaan yang dianggap yang dapat
mengalami perkembangan atau kemajuan sehingga bis dilihat wujudnya.
2. Koperasi
Koperasi mengandung makna “kerja sama”, koperasi (cooperative)
bersumber dari kata co-operation yang artinya “kerja sama”. Ada juga yang
mengartikan koperasi dalam makanan lain. Enquiris memberikan
pengertian koperasi yaitu menolong satu sama lain (to help one another)
atau saling bergandengan tangan (hand in hand).
3. Pondok Pesantren

H. Sistematika Pembahasan
Tata urutan penelitian dari pendahuluan sampai penutup. Dimaksudkan agar
mudah bagi pembaca untuk mempelajari dan memahami isi dari penelitian ini.
Adapun yang menjadi pokok masalah adalah Eksistensi Koperasi Pondok Pesantren
Dalam Meningkatkan Perekonomian Supplier Masyarakat Sekitar. Adapun
kerangkanya adalah sebagai berikut:

1. Bagian awal meliputi halaman judul, halaman pengajuan, persetujuan


pembimbing, pengesahan, motto, persembahan, kata pengantarr, daftar isi,
daftar table, daftar lampiran dan abstrak.
2. Bab 1 Pendahuluan, kemudian diuraikan menjadi beberapa sub bab yang
meliputi latar belakang masalah, focus penelitian, tujuan dan kegunaan
penelitian, originalitas penelitian, penjabaran definisi istilah dan sistematika
penulisan penelitian.
3. Bab II Kajian Pustaka yang membahas tentang konsep peningkatan
kemampuan menulis guru IPS melalui program neolierasi yang meliputi:
pengertian profesionalisme, pengertian guru, pengertian profesionalisme
guru, ciri-ciri guru professional, landasan profesionalisme guru, kompetensi
guru, dan keterampilan menulis.
4. Bab III Metodologi Penelitian, sebagai pijakan untuk menentukan langkah-
langkah penelitian, yang terdiri dari pendekatan dan jenis penelitian,
kehadiran peneliti, lokasi penelitian, data dan sumber data, teknik
pengumpulan data, teknik keabsahan data, analisis data, prosedur penelitian,
dan pustaka sementara.
5. Bab IV Hasil dan Paparan Data, yaitu memaparkan data yang telah
dikumpulkan dan dianalisis, selanjutnya dikaji hasilnya, temuan-temuan
yang diperoleh di lapangan tentang peningkatan kemampuan menulis guru
IPS melalui program neolierasi.
6. Bab V membahas hasil penemuan-penemuan dari data yang telah
dipaparkan untuk membahas rumusan masalah yang telah dibuat
sebelumnya.
7. Bab VI Penutup, pada bab ini menguraikan tentang kesimpulan dari hasil
penelitian dengan berdasarkan pada rumusan masalah dan saran.
8. Lampiran-lampiran.
9. yang diperoleh di lapangan tentang peningkatan kemampuan menulis guru
IPS melalui program neolierasi.
10. Bab V membahas hasil penemuan-penemuan dari data yang telah
dipaparkan untuk membahas rumusan masalah yang telah dibuat
sebelumnya.
11. Bab VI Penutup, pada bab ini menguraikan tentang kesimpulan dari hasil
penelitian dengan berdasarkan pada rumusan masalah dan saran.
12. Lampiran-lampiran.
A. Kajian Pustaka
1. Landasan Teori
a. Pengertian
BAB II

KAJIAN PUSTAKA

A. Landasan Teori
1. Pengertian Eksistensi

Menurut kamus besar Bahasa Indonesia Eksistensi adalah keberadaan,


kehadiranyang mengandung unsur bertahan. Secara etimologi,
eksistensialisme berasal dari kata eksistensi, eksistensi berasal dari bahasa
inggris yaitu excitence; dari bahasa latih existere yang berarti muncul, ada,
timbul memilih keberadaan aktual. Dari kata ex berati muncul atau timbul
beberapa pengertian seperti terminologi, yaitu pertama, apa yang ada, kedua,
apa yang memiliki aktualitas (ada), dan ketiga adalah segala sesuatu (apa saja)
yang di dalam menekankan kealpaan sesuatu itu ada. Berbeda dengan esensi
yang menekankan kealpaan sesuatu (apa sebenarnya sesuatu itu sesuatu dengan
kodrat inherennya).

Sedangkan menurut Abidin Zaenal (2007) eksistensi adalah:


“Eksistensi adalah suatu proses yang dinamis, suatu, menjadi atau mengada.
Ini sesuai dengan asal kata eksistensi itu sendiri, yakni exixtere, yang artinya
keluar dari, melampaui atau mengatasi. Jadi, eksistensi tidak bersifat kaku dan
terhenti, melainkan lentur atau kenyal dan mengalami perkembangan atau
sebaliknya kemunduran, tergantung pada kemampuan
dalammengaktualisasikan potensi-potensinya.